• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Interior Showroom Bengkel,Dan Museum Sepeda Motor Honda Di Bandung.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Interior Showroom Bengkel,Dan Museum Sepeda Motor Honda Di Bandung."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

vii ABSTRACT

Motor merupakan salah satu alat transportasi yang banyak diminati oleh masyarakat

di masa kini. Honda sebagai brand sepeda motor terbaik di Indonesia ini telah

konsisten dalam perkembangan motor di Indonesia.

Perancangan Interior Showroom, Bengkel, dan Museum Sepeda Motor Honda di

Bandung ini dibuat untuk memberikan seluruh fasilitas utama dan fasilitas

pendukungnya. Syarat berdirinya showroom sepeda motor Honda adalah 3S yaitu

sales, service dan spare parts. Fasilitas utama dibuat dengan pelayanan lebih dengan adanya ruang pamer yang digabungkan dengan pendisplaian aksesories dan spare

parts. Fasilitas pendukung yang direncanakan adalah Museum Sepeda Motor Honda dan ruang tunggu dengan coffee shop.

(2)

viii DAFTAR ISI

Cover ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN PENELITIAN ... iii

PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN... iv

KATA PENGANTAR ... v

ABSTRACT ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan perancangan ... 3

1.4 Sistematika Penulisan ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Display, 5 physical ergonomic, Marketing Honda, Museum dan Showroom ... 5

2.1.1 Display ... 5

2.1.2 5 Physical Ergonomic ... 10

2.1.3 Marketing Honda... 18

2.1.4 Museum ... 20

2.1.5 Showroom / Ruang Pamer ... 22

2.2 Studi Banding ... 22

(3)

ix

2.2.2 Museum Astra ... 27

BAB III SHOWROOM, BENGKEL, DAN MUSEUM SEPEDA MOTOR HONDA . ... 33

3.1 Definisi Proyek ... 33

3.2 Analisis Fungsional ... 35

3.2.1 Arahan Pengguna Fasilitas ... 35

3.2.2 Penanggung Jawab Fasilitas ... 36

3.2.3 Stuktur Organisasi dan Job Description... 36

3.2.4 Program Ruang dan Aktifitas Ruang ... 39

3.2.4.1 Program Ruang ... 40

3.2.4.2 Pola Aktifitas ... 43

3.2.4.3 Jadwal Kegiatan Harian ... 43

3.2.4.4 Flow Sirkulasi Pengguna ... 44

3.2.4.5 Bubble Diagram ... 46

3.2.4.6 Zoning dan Blocking ... 47

3.3 Analisis Site... 47

3.3.1 Data Sekitar Tapak ... 55

3.4 Studi Image ... 55

3.4.1 Showroom ... 55

3.4.2 Museum ... 56

3.5 Ide Implementasi Konsep ... 57

BAB IV PENERAPAN KONSEP DAN DESAIN ... 60

4.1 Konsep ... 60

4.1.1 Tema ... 62

4.1.2 Konsep bentuk ... 63

(4)

x

4.1.4 Konsep material... 64

4.1.5 konsep suasana dan lighting ... 65

4.2 Penerapan Desain ... 65

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 83

5.1 Simpulan... 83

5.2 Saran ... 84

DAFTAR PUSTAKA ... 85

(5)

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Tabel Tingkat Pencahayaan Lingkungan Kerja ... 15

Tabel 2.2 Tabel Kebutuhan Pencahayaan Menurut Area Kegiatan ... 16

Tabel 3.1 Jumlah Personil Showroom Sepeda Motor Honda ... 38

Tabel 3.2 Analisis Fungsi dan Aktifitas Ruang ... 42

Tabel 4.1 Perbedaan fisik dan karakter tipe sepeda motor ... 61

(6)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Showroom Yamaha ... 23

Gambar 2.2 Sepeda Motor Suzuki ... 24

Gambar 2.3 PendisplaYan Motor Harley Davidson ... 25

Gambar 2.4 Showroom motor Harley Davidson ... 25

Gambar 2.5 Aksesoris Harley Davidson ... 25

Gambar 2.6 Bengkel motor Harley Davidson ... 25

Gambar 2.7 Display Motor Vespa ... 25

Gambar 2.8 Display Motor Cross ... 26

Gambar 2.9 Display motor, mesin ... 26

Gambar 2.10 Display Motocross dan aksesoris ... 26

Gambar 2.11 Display Hall of Fame ... 26

Gambar 2.12 Tampak Depan Museum Astra ... 27

Gambar 2.13 Interior Museum Astra ... 27

Gambar 2.14 Mobil Toyota Pertama ... 27

Gambar 2.15 Interior Museum Astra ... 27

Gambar 2.16 Ruang Informasi Museum ... 27

Gambar 3.1 Struktur Organisasi ... 36

Gambar 3.2 Pola Aktifitas Staff ... 40

Gambar 3.3 Pola Aktifitas Pengunjung ... 41

Gambar 3.4 Pola Aktifitas Karyawan ... 41

Gambar 3.5 Sirkulasi Basement Eksisting ... 43

Gambar 3.6 Sirkulasi Ground Floor Eksisting ... 43

(7)

xiii

Gambar 3.8 Bubble Diagram Ground Floor... 45

Gambar 3.9 Zoning Basement Floor ... 46

Gambar 3.10 Zoning Ground Floor ... 46

Gambar 3.11 Blocking Basement Floor ... 47

Gambar 3.12 Blocking Ground Floor ... 47

Gambar 3.13 Site Plan... 48

Gambar 3.14 Analisis site ... 49

Gambar 3.15 Tampak Depan Cascade Factory Outlet ... 51

Gambar 3.16 Zoning Basement Floor Cascade ... 52

Gambar 3.17 Zoning Ground Floor Cascade ... 52

Gambar 3.18 Zoning 1st Floor Cascade ... 53

Gambar 3.19 Zoning 2nd Floor Cascade ... 53

Gambar 3.20 Zoning 3rd Floor Cascade ... 53

Gambar 3.21 Section A Cascade ... 54

Gambar 3.22 Section B Cascade ... 54

Gambar 2.23 Showroom Harley Davidson... 55

Gambar 2.24 Showroom Harley Davidson... 55

Gambar 3.25 Showroom Mini Copper ... 55

Gambar 3.26 Showroom Mini Copper ... 56

Gambar 3.27 Museum Motor ... 56

Gambar 3.28 Dislay Museum ... 57

Gambar 2.29 The Art of Museum ... 57

Gambar 2.30 The Art of Museum ... 57

Gambar 3.31 Konsep ... 57

(8)

xiv

Gambar 4.2 Garis dan Track ... 63

Gambar 4.3 Skema Warna ... 63

Gambar 4.4 Skema Material ... 64

Gambar 4.5 Suasana Task Lighting ... 65

Gambar 4.6 Basement Plan ... 66

Gambar 4.7 Ground Floor Plan ... 66

Gambar 4.8 Layout Furniture 1 Ground Floor ... 67

Gambar 4.9 Steel Floor Tile ... 68

Gambar 4.10 Steel Mosaic Tile ... 68

Gambar 4.11 Layout Furniture 1 Ground Floor ... 69

Gambar 4.12 Inoxta Nano Ceramic Coating ... 69

Gambar 4.13 Ceiling Plan 1 Ground Floor ... 70

Gambar 4.14 Ceiling Plan 2 Ground Floor ... 70

Gambar 4.15 Section C ... 71

Gambar 4.16 Section D ... 72

Gambar 4.17 Section E ... 72

Gambar 4.18 Section F ... 73

Gambar 4.19 Steel Mosaic Tile ... 73

Gambar 4.20 Solid Surface ... 73

Gambar 4.21 Section G ... 74

Gambar 4.22 Section H ... 74

Gambar 4.23 Display Motor Matik ... 74

Gambar 4.24 Scooter Motorcycle Display Detail ... 75

Gambar 4.25 Display Motor Sport ... 76

(9)

xv

Gambar 4.27 Motorcycle Museum Display Detail ... 77

Gambar 4.28 Display Motor Cub ... 78

Gambar 4.29 Motorcycle Display Stage Detail ... 78

Gambar 4.30 Floor Plate, Guard Plate ... 79

Gambar 4.31 Motorcycle Display Stage Detail ... 79

Gambar 4.32 Motorcycle Display Stage Detail Perspective ... 80

Gambar 4.33 Showroom Perspective ... 80

Gambar 4.34 Museum Perspective ... 81

(10)

60 BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Pada masa kini, sepeda motor sebagai alat transportasi yang paling banyak

digunakan di masyarakat Indonesia. Penggunaan sepeda motor tiap tahun meningkat

maka dari itu sepeda motor diproduksi semakin banyak.

Brand dari tiap sepeda motor pun semakin bersaing baik brand dari berbagai negara. Sepeda motor Honda sebagai salah satu sepeda motor terkemuka di

Indonesia membuktikan kesetiaannya kepada masyarakat Indonesia dengan konsisten

memproduksi dan membuat sepeda motor terbaiknya.

Kebutuhan sepeda motor sangatlah penting baik untuk produk dan pengguna.

Perawatan dan perbaikan sepeda motor dibutuhkan dengan jangka waktu tertentu.

Maka dari itu dibutuhkan tempat yaitu sebuah showroom yang terdiri dari penjualan

produk, suku cadang produk dan perawatan produk. Selain kebutuhan utama

(11)

61 pada penunjungnya. Kenyamanan penunjung dapat dilakukan dengan berbagai

macam seperti suasana ruang, fasilitas-fasilitas yang saling berkaitan dengan

kebutuhan sepeda motor, dan suasana lingkungan.

Brand image Honda memberikan tanda keberadaan Honda yang sudah lama dan bersaing. Dengan adanya loyality consumen akan membuat persepsi konsumen

terhadap motor Honda. Maka dari itu dibutuhkan wadah untuk menampung sepeda

motor buatan Honda yang dikenal masyarakat dan memiliki prestasi khusus seperti

motor Honda yang digunakan di Moto Gp, dan Motocross. Maka dari itu dibuat

museum untuk memberi tahu tentang sejarah, keberadaan Honda hingga saat ini agar

tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.

Karena hal tersebut maka dibutuhkan suatu desain pada ruang yang dapat

menyangkut keseluruhan kebutuhan produk dan penggunanya. Berdasarkan uraian di

atas maka penulis akan membahas tentang Perancangan Interior Showroom, Bengkel

dan Museum Sepeda Motor Honda di Bandung.

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis dapat

merumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana merancang interior showroom, dan bengkel sepeda motor Honda

yang menjual 3 jenis motor yaitu tipe cub, matik, dan sport

2. Bagaimana merancang museum sebagai bukti keberadaan Motor Honda di

bidang otomotif

3. Bagaimana menyatukan suasana interior dari brand Honda dengan jenis-jenis

sepeda motor Honda

1.3Tujuan perancangan

Sesuai dengan permasalahan yang telah dirumuskan di atas, penulis akan

memaparkan secara garis besar hasil-hasil pokok yang ingin dicapai dalam

(12)

62

1. Merancang interior showroom, dan bengkel sepeda motor Honda yang

menjual 3 jenis motor yaitu tipe cub, matik, dan sport

2. Merancang museum sebagai bukti keberadaan Motor Honda di bidang

otomotif

3. Menyatukan suasana interior dari brand Honda dengan jenis-jenis sepeda

motor Honda

1.4Sistematika Penulisan

Pada bab 1, penulis membahas latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian,

manfaat perancangan, dan sistematika penulisan.

Pada bab 2, penulis memaparkan tentang literatur dan studi lapangan yang

berkaitan dengan user, aktifitas,faktor eksternal, studi banding.

Pada bab 3, penulis menjelaskan tentang analisis proyek (analisis fisik yang

terdiri dari site, bangunan dan lingkungan), analisis pengguna (karakteristik fisik,

psikologis), program (kegiatan, fasilitas ruang, besaran luas, hubungan antar ruang,

dan sirkulasi), dan ide implementasi konsep.

Pada bab 4, penulis menjelaskan tentang aplikasi konsep dan desain pada

perancangan interior showroom, bengkel dan museum sepeda motor Honda.

Pada bab 5, penulis menyimpulkan hasil dari rumusan masalah dan memberikan

(13)

83 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

1.1Simpulan

Dalam merancang showroom, bengkel dan museum sepeda motor Honda ini,

karakter dalam mendesain display untuk motor menjadi kunci utama dalam

merancang proyek ini. Dengan konsep display berdasarkan karakter maka tercipta 6

desain display untuk motor yaitu display sepeda motor sport, motor matik, dan motor

cub untuk di showroom dan display moto gp, motocross dan motor yang terkenal dari

(14)

84 Selain fasilitas utama yaitu showroom, bengkel dan museum, terdapat fasilitas

penunjang yaitu coffee shop, merchandise, kantor, gudang dan lounge. Pada lantai

dasar difokuskan untuk showroom dan museum dengan fasilitas penunjang coffee

shop dan merchandise sebagai fasilitas komersil dan kantor untuk ruang direksi dan bagian museum. Sedangkan pada lantai basement terdapat bengkel sebagai fasilitas

utama. Fasilitas penunjang pada lantai ini yaitu gudang untuk sepeda motor, spare

parts, dan merchandise, ruang tunggu dan lounge, dan kantor. Bengkel dan gudang diletakkan di lantai basement karena adanya 2 ram sebagai akses keluar masuk motor

dan barang.

Dalam merancang proyek ini dibutuhkan hubungan antara brand Honda dengan

jenis-jenis sepeda motornya. Penghubung utama dibuat dengan menggunakan warna

merah pada lantai dan ceiling. Menggunakan warna merah karena logo Honda hanya

terdiri dari warna merah yang menandakan Honda dan warna merah digunakan

diseluruh spare parts Honda. Penghubung lain yang digunakan adalah dengan

menggunakan material HPL hairline diseluruh display sepeda motor dan warna

silver dari material stainless steel yang digunakan di seluruh ruang.

Keberadaan Honda dibuat dengan adanya museum. Keberadaan museum sebagai

tanda untuk loyalitas konsumen Honda yang dapat berkembang dan bertahan hingga

kini. Pengaplikasiannya dibuat dengan pengaturan layout dimana showroom dan

museum dibuat berdampingan dan semi terbuka.

1.2Saran

Dalam proses membuat tugas akhir ini, seringkali mahasiswa bingung dengan

format-format dalam gambar kerja dan laporan yang tidak pasti. Kekurang jelas

informasi dan tidak adanya format untuk tugas akhir sehingga mahasiswa

mendapatkan informasi yang berbeda-beda dari masing-masing dosen.

Mahasiswa dalam mengerjakan tugas akhir ini mengalami kurang materi dan

pemahaman tentang material dan furniture. Material baru yang berkembang seiring

perkembangan teknologi kurang dikenal oleh mahasiswa dan cara menghubungkan

antara material satu dengan material yang lain masih kurang jelas dan salah sehingga

(15)

85

DAFTAR PUSTAKA

Ciara,Jopeph De,Time server standarts for building types.second edition,New

York:Graw Hill,1990.

Mun,David. Shop a Manual of Planning and Design.The Architectural

Press.London.1981

Neufert,Ernst.Data arsitek Jilid 1:Erlangga,1996.

Neufert,Ernst.Data arsitek Jilid 2:Erlangga,2002.

Suyanto,M.Marketing Strategi Top Brand Indonesia,Andi,2007.

Wardhana Veronica.33 Desain Display untuk Ruang Usaha.Griya Kreasi,2002.

http://www.pusatbahasa.diknas.go.id

http:// www.encarta.msn.com

http:// www.digilib.petra.ac.id

http:// www.thefreedictionary.com

http:// www.astra-honda.com

http://www.yamaha-motor.co.id

http:// www.suzuki.co.id

http:// www.encyclopedia2.thefreedictionary.com

http:// www. id.wikibooks.org

http:// www.harley-davidson.com

http:// www.slideshare.net

http://www.budpar.go.id

http://2u-sweethome.blogspot.com

Majalah Griya Asri

Majalah Trends Southeast Asia

Referensi

Dokumen terkait

Digital Repository Universitas Jember Digital Repository Universitas Jember... Digital Repository Universitas Jember Digital Repository

Aditya Ardiyanto, 2011, “Analisis dan Perancangan Pembuatan Website Sebagai Media Informasi dan Promosi Pada Toko Asyik Souvenir”.

li&kneneib6FtFitr.

Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Strata-1 pada Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Andalas.

cara berpikir mjd mudah, dg abstraksi yg logis, praktis, pasti dan mendalam... Peranan Matematika

Pada bab ini akan dijelaskan tahapan implementasi dengan menjelaskan proses-proses instalasi perangkat lunak penunjang voip, mulai dari instalasi asterisk server

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kualitas dari layanan VoIP antara yang menggunakan protokol H.323 dengan protokol Session Initiation Protocol

Jakarta Menteng Dua telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah wajib pajaknya begitupula dengan realisasi penerimaan pajak yang terus menerus meningkat