• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

4 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Metode Pengembangan Aplikasi

2.1.1 System Development Life Cycle (SDLC)

SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi sehingga dapat digunakan oleh pengguna sebagai pendukung kebutuhan bisnis. Salah satu SDLC yang paling sering digunakan dalam pengembangan sistem yaitu SDLC Waterfall.

Rosa (dalam Hartini, 2017) model SDLC Waterfall sering juga disebut model (sequential linear) atau alur hidup klasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analis, desain, pengkodean, pengujian dan tahap pendukung (support).

2.1.2 Tahapan Metode Waterfall

Gambar 2.1 Tahapan Metode Waterfall

1. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk mespesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami

(2)

perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.

2. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.

3. Pembuatan Kode Program

Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

4. Pengujian

Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

5. Pemeliharaan

Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.

(3)

2.2 Referensi Jurnal

2.2.1 Sistem Informasi Pelayanan Publik Berbasis Web Pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kampa

Penelitian terdahulu ini menjadi satu acuan penulis dalam membuat laporan akhir sehingga dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan. Berikut merupakan penelitian terdahulu berupa beberapa jurnal yang terkait dengan judul laporan akhir penulis.

Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan (Hidayat, 2017) dalam jurnal yang berjudul “Sistem Informasi Pelayanan Publik Berbasis Web Pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kampar” Permasalahan dari penelitian ini yaitu banyaknya keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan rusak yang terkesan diabaikan karena belum tersedianya penghubung yang efektif bagi masyarakat dan pemerintah dalam menangani permasalah tersebut. Jika keluhan disampaikan menggunakan prosedur tradisional seperti saat ini, maka akan menyita banyak waktu dan tenaga masyarakat maupun staf pemerintahan dalam mengelola data pengaduan dari masyarakat. Oleh sebab itu, berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan diatas, diperlukan suatu fasilitas yang diharapkan mampu membantu menghubungkan masyarakat dengan pemerintahan. Sistem ini memiliki 3 level user, yaitu masyarakat, admin, dan Kepala Dinas Bina Marga. Masyarakat dapat menyampaikan keluhannya melalui sistem ini dengan melakukan pengisian data berupa nama, no.ktp, no.telepon, alamat email, alamat/lokasi jalan, dan keluhan.

Admin akan mengkonfirmasi keluhan dari masyarakat yang kemudian akan diteruskan pada bidang yang dituju pada Dinas Bina Marga yang menangani permasalahan tentang jalan dan jembatan, jika keluhan telah teratasi maka admin akan memberikan tanggapan atas keluhan yang disampaikan masyarakat. Rancang suatu sistem informasi pelayanan publik yang dapat mempermudah Dinas Bina Marga Kabupaten Kampar dalam mengelola pengaduan masyarakat terkait kerusakan jalan dan jembatan, dan memantau kondisi sarana umum pada ruas jaringan jalan Kabupaten Kampar.

(4)

2.2.2 Analisa Dan Perancangan Sistem Pengaduan Mahasiswa Berbasis Web Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan (Naomi, 2019) dalam jurnal yang berjudul “Analisa Dan Perancangan Sistem Pengaduan Mahasiswa Berbasis Web (Studi Kasus: Universitas Mercu Buana Kranggan) Permasalahan dari penelitian ini yaitu, Universitas Mercu Buana menerima komplain serta pengaduan melalui pesan teks SMS (Short Message Services) dan juga harus mengisi form secara manual. Tentu informasi yang diterima kurang detail misalnya lokasi laporan tidak jelas atau sulit dipahami, padahal informasi tersebut penting dan harus segera ditindak lanjuti. Kritikan, keluhan, masukan, atau saran yang disampaikan bisa ditanggapi dengan penjelasan atau ditampung dengan membutuhkan banyak langkah untuk menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, berdasarkan latar belakang diatas, diperlukan suatu sistem aplikasi pengaduan mahasiswa berbasis web di Universitas Mercu Buana yang dapat menampung, menyajikan, dan menindak lanjuti laporan mahasiswa pada pihak kampus dan bagaimana rancangan sistem pengaduan ini dapat membantu mahasiswa dalam melihat proses pengaduan yang diajukan sudah ditindak lanjuti.

2.2.3 Sistem Layanan Pengaduan Masyarakat Lingkup Desa GunungTanjung Berbasis Web dan SMS Gateway Dengan Metode Antrian FIFO

Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan (Firmansyah, 2018) dalam jurnal yang berjudul “Sistem Layanan Pengaduan Masyarakat Lingkup Desa GunungTanjung Berbasis Web dan SMS Gateway Dengan Metode Antrian FIFO” Permasalahan dari penelitian ini yaitu, penerimaan pengaduan masyarakat masih dilakukan secara manual, dan penyampaian tanggapan aduan yang diajukan dari masyarakat pun masih bersifat manual. Hal ini menyebabkan masyarakat kurang puas untuk menyampaikan keluhan mereka. Maka dari itu penulis membangun sebuah sistem informasi untuk membuat pengaduan agar di respon lebih cepat dan efektif. Hasil dari penelitian tersebut didapatkan bahwa sistem tersebut dapat menampilkan laporan pengaduan pelanggan dan grafik pengaduan berdasarkan jenis pengaduan, area pelayanan dan durasi penanganan.

(5)

2.2.4 Pengembangan Sistem Pelayanan Pengaduan Pelanggan Pada PT. PLN (Persero) Rayon Malang Kota

Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan (Kharisma, 2019) dalam jurnal yang berjudul “Pengembangan Sistem Pelayanan Pengaduan Pelanggan Pada PT. PLN (Persero) Rayon Malang Kota” permasalahan dari penelitian ini yaitu, masih konvensionalnya sistem yang digunakan mengakibatkan pegawai harus bekerja dua kali dalam mengolah data pelanggan. Pegawai yang yang bertindak sebagai costumer service sekaligus supervisor harus menyortir sendiri data-data pelanggan yang sudah dimasukan tadi agar dapat disampaikan dan dikerjakan sesuai dengan jobdesk para pegawai lain yang bersangkutan. Oleh karena aplikasi ini dibuat dengan tujuan memberikan solusi agar pelayanan pelanggan dapat lebih cepat, efektif dan efisien.

2.2.5 Perancangan Sistem Informasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu pada Polsek Citeureup Cimahi

Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan (Kharisma, 2019) dalam jurnal yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu pada Polsek Citeureup Cimahi” permasalahan dari penelitian ini yaitu, Pada Polsek Citeureup Cimahi, jika masyarakat melakukan pengaduan ataupun permohonan kepada kepolisian unit SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu), petugas masih menggunakan sistem konvensional dimana kekurangan dari sistem ini adalah sangat memungkinkan pada saat proses berlangsung terjadi kesalahan dalam pencatatan, kurang akuratnya laporan yang dibuat, keterlambatan dalam pencarian data yang diperlukan STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Polisi) maka petugas harus menulis ulang pada buku untuk pengarsipan, kemudian jika masyarakat melakukan permohonan untuk ke dua kalinya petugas harus menulis ulang data pemohon karena membutuhkan waktu lama untuk pencarian data, sementara kesulitan yang dihadapi pemohon adalah kurangnya informasi persyaratan yang harus dilengkapi untuk membuat laporan atau permohonan STTLP sehingga banyak pemohon berulang kali datang ke kantor polisi untuk memenuhi persyaratan yang belum lengkap, Kemudian Kepala Administrasi SPKT

(6)

mendapatkan laporan secara manual, sehingga pengawasan terhadap SPKT kurang efektif.

Apabila sistem SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) sudah terkomputerisasi, petugas bisa mendapatkan data pemohon dengan mudah dan pengarsipan lebih efektif, sementara kemudahan untuk pemohon yaitu bisa mendapatkan informasi tentang pengaduan dengan jelas, dan pemohon tidak harus antri untuk membuat STTLP karena pengisian formulir dan persyatan dilakukan secara online bisa dimana saja. Pengawasan oleh Kepala Administrasi SPKT dapat secara langsung dilakukan dengan melihat laporan yang telah ada pada sistem , sehingga bisa di lihat kapanpun.

Sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti tidak jauh berbeda dengan penelitian sebelumnya yaitu mengimplementasikan Aplikasi Monitoring Laboratorium berbasis Web di Laboratorium Jurusan Teknik Komputer agar laporan pengaduan yang biasanya di laporkan oleh perangkat kelas dengan cara yang masih manual menggunakan kertas bisa lebih cepat dan efektif sehingga tercipta kemudahan dalam penyampaiannya. Dan tersentralisasinya data dengan penerapan username dan password untuk tiap perangkat kelas.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu Parameter

Penulis

Objek Penelitian Metode/Teknologi Notifikasi Alert

Wahyu Hidayat Ibrahim dan Idria Maita (2017)

Sistem Informasi Pelayanan Publik Berbasis Web Pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kampar

Sistem Informasi Pelayanan Publik, E- Government, Object Oriented Analysis Design (OOAD), Unifield Modelling Langguage (UML), PHP, MySQL

Web

Melati Naomi dan Handrie Noprisson (2019)

Analisa Dan

Perancangan Sistem Pengaduan

Unified Modeling Language (UML), PHP, MySQL

Web

(7)

Mahasiswa Berbasis Web (Studi Kasus:

Universitas Mercu Buana Kranggan) Cahya Firmansyah

dan Cucu Tohir (2018)

Sistem Layanan Pengaduan

Masyarakat Lingkup Desa

GunungTanjung Berbasis Web dan SMS Gateway Dengan Metode Antrian FIFO

PHP, MySQL, FIFO SMS Gateway, Web

Wahyudin Satrio Hapsoro, Agi Putra Kharisma, dan Denny Sagita Rusdianto (2019)

Pengembangan Sistem Pelayanan Pengaduan

Pelanggan Pada PT.

PLN (Persero) Rayon Malang Kota

PHP dan MySQL Web

Nissa Almira Mayangky dan Suharyanto (2018)

Perancangan Sistem Informasi Sentra Pelayanan

Kepolisian Terpadu pada Polsek

Citeureup Cimahi

PHP dan MySQL Web

Berdasarkan Tabel 2.2, terdapat 3 jurnal penelitian terdahulu yang berasal dari penulis berbeda. Pada jurnal pertama, menggunakan Object Oriented Analysis Design (OOAD), Unifield Modelling Language, PHP, dan MySQL dimana laporannya ditampilkan pada website. Pada penelitian di jurnal ke 2, menggunakan Unifield Modeling Language, PHP, dan MySQL serta laporan dan grafiknya ditampilkan di website. Dan pada jurnal yang ke 3, pengimplementasian nya masih menggunakan PHP dan MySSQL hanya saja yang membedakannya dengan penelitian yang lain adalah penggunaan aplikasi SMS untuk notifikasi dari laporan hasil pengaduan. Berdasarkan ke 3 penelitian diatas yang membedakan dengan penelitian yang akan dilakukan untuk Laporan Akhir ini adalah

(8)

mengimplementasikan PHP dan MySQL di Laboratorium Jurusan Teknik Komputer agar lebih mudah bagi mahasiswa untuk melaporkan dan mengetahui keadaan Laboratorium yang mudah untuk dipantau oleh adminiatrator.

2.3 Referensi Jurnal Internasional

2.3.1 Jurnal “Geographic Information System of Public Complaint Testing Based On Mobile Web (Public Complaint)”

Jurnal internasional ini dibuat pada tahun 2018 oleh Made Yudha Putra Mahendra, I Nyoman Piarsa, dan Dwi Putra Githa. Permasalahan yang dibahas di jurnal ini adalah, bagaimana pemerintah dapat memberikan suatu wadah untuk masyarakat didaerah tersebut dapat memberikan timbal balik kepada pemerintahan dimana timbal balik yang dimaksud adalah pengaduan masyrakat yang dapat berbentuk informasi mengenai permasalahan di lapangan berupa kerusakan fasilitas umum, masalah kebersihan dan lingkungan. Dimana pengaduan masyarakat ini dapat disertakan dengan informasi lokasi dan kondisi nyata dilapangan yang dibuktikan dengan adanya foto keluhan dari masyarakat. Sistem informasi pengaduan masyarakat yang telah dibangun perlu dilakukan pengujian untuk mengetahui sejauh mana sistem ini dapat berjalan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.

2.3.2 Jurnal “A Web Application For Managing and Resolving Complaints of Public)”

Jurnal internasional ini dibuat pada tahun 2019 oleh S Suvetha, N Yasini, M Yogesh. Di dalam makalah ini, penulis menyadari bahwa, dimana di negara India tidak adanya komunikasi langsung antara pemerintah dan public dengan cara yang efisien untuk menyelesaikan masalah yang ada dimasyarakat. Maka dari itu, penulis merancang wadah dimana public atau masyarakat dapat menyampaikan keluhan mereka dimana saja dan kapan saja, dan dapat diselesaikan oleh otoritas yang bertanggungjawab. Wadah ini disebut sistem complaint management, sebuah aplikasi yang dibuat untuk membantu menemukan area masalah dalam masyarakat.

(9)

Pengguna dapat melihat status keluhan sebelumnya dan sesuai dengan kualitas layanan pengguna memberikan umpan balik ke sistem melalui portal web.

2.3.3 Jurnal “The Effectiveness of Information System in Public Complaint Service: An Implementation of E-Government based on Jakarta Smart City Applications”

Jurnal internasional yang dibuat pada tahun 2016 oleh Ahmad Rizka Ziadi, Bambang Supriyono, dan Andy. Permasalahan yang dibahas di jurnal ini yaitu, Pentingnya keterlibatan dan interaksi warga dalam struktur negara demokratis yang mendasari munculnya pemerintahan terbuka. Konsep pemerintahan yang terbuka di Indonesia, dibentuk oleh Undang-Undang Indonesia Nomor 14 tahun 2008 yang berkaitan informasi publik keterbukaan sebagai landasan hukum pengembangan pemerintah dan juga Pemerintah Terbuka Indonesia tahun 2011, yang kemudian bekerja sama dengan pemerintah daerah (seperti Pemprov DKI Jakarta).

Selanjutnya, pemerintahan yang terbuka tidak lepas dari fenomena pengembangan teknologi informasi untuk penggunaan e-government sebagai alat untuk pelayanan publik. Urbanisasi yang ditandai dengan kepadatan penduduk membuat kota menghadapi masalah besar seperti keamanan, lingkungan, energi, dan pelayanan publik. Di sisi lain, lambatnya respon penanganan laporan warga membuat masyarakat Jakarta merasa bosan dan tidak senang dengan kinerja Pemprov DKI.

Berdasarkan fenomena tersebut, Pemprov DKI Jakarta memiliki solusi untuk mengatasi permasalahan sosial tersebut dengan menerapkan e-government (Program Kota Cerdas). Qlue dan CROP adalah aplikasi kota pintar sebagai sistem informasi platform media sosial untuk 6 mencapai pengaduan masyarakat secara efektif dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota Jakarta.

Qlue adalah aplikasi untuk warga melaporkan aduan mereka dan CROP adalah aplikasi untuk instansi terkait untuk menanggapi laporan aduan masyarakat. Kedua aplikasi tersebut merupakan sistem yang terintegrasi di publik layanan pengaduan yang dikelola oleh Tim Unit Jakarta Smart City. Selanjutnya, dalam pelaksanaan pemerintah berbasis teknologi dapat mempermudah dalam publik khususnya dalam menanggapi opini publik melalui aplikasi smart city.

(10)

2.3.4 Jurnal “Efficient Public Complaint Sorting Using Image Processing”

Jurnal internasional ini dibuat pada tahun 2019, oleh Wassyatullah Sayed, Faizan Sayyed , Manisha Adhude , Prof. Kanchan Wankhede. Permasalahan yang dibahas didalam jurnal ini adalah, untuk membantu warga masyarakat didalam bersuara dalam menentang masalah sipil yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari dengan mengembangkan sistem berbasis online. Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk menyelesaikan masalah dalam waktu yang lebih singkat dan untuk melacak semua proses yang akan terjadi setelah mendaftarkan keluhan tertentu. Untuk mengembangkan sistem ini menggunakan machine learning dan image processing.

2.3.5 Jurnal “Public Complaint Application (Case Study of RSUDYA Tapaktuan)

Jurnal internasional ini dibuat ditahun 2020, oleh Fardiansyah, Sera Delta Tanjung, Sri Mulia Rezeki. Permasalah yang dibahas didalam jurnal ini yaitu, kurang tersampaikannya keluhan secara akurat dan membutuhkan waktu yang relative lama dari para pasien RSUD Tapaktuan akibat adanya ketidaksengajaan tenaga kesehatan yang lalai dalam memberikan pelayanan. Oleh karena itu, dengan perkembang teknologi yang sudah maju seperti sekarang ini penulis membuat sebuah aplikasi dengan berbasis komputer dan jaringan telekomunikasi agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Kualitas pelayanan rumah sakit dapat dilihat dari aspek-aspek sebagai berikut: aspek klinis (dokter, perawat dan pelayanan terkait medis), aspek efisiensi dan efektivitas pelayanan, keselamatan pasien dan kepuasan pasien.

2.4 Landasan Teori 2.4.1 Aplikasi

Aplikasi berasal dari bahasa Inggris yaitu Application yang artinya penerapan atau penggunaan. Secara teknis back-end aplikasi dibuat oleh para programmer atau developer dengan menggunakan bahasa pemrograman tertentu.

Menurut Habibi dan Karnovi (2020:14), menyatakan bahwa “Aplikasi

(11)

adalah sebuah program siap pakai yang dipakai untuk menjalankan sejumlah perintah dari pengguna aplikasi itu sendiri. Dengan tujuan untuk memperoleh ‘hasil yang lebih akurat dan sesuai dengan tujuan pembuatan aplikasi tersebut”.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aplikasi merupakan perangkat lunak (software) yang dibuat untuk menolong beberapa aktivitas manusia dalam melaksanakan tugas tertentu.

2.4.2 Website

Website dapat diartikan sebagai kumpulan halaman yang berisi informasi data digital baik berupa teks, gambar, animasi, suara, dan video atau gabungan dari semuanya yang disediakan melalui jalur koneksi internet sehingga dapat diakses dan dillihat oleh semua orang di seluruh dunia (Abdulloh, 2018). Halaman website dibuat menggunakan bahasa standar yaitu HTML. Script HTML ini akan diterjemahkan

oleh web browser sehingga dapat ditampilkan dalam bentuk informasi yang dapat dibaca oleh semua orang. Secara umum, website terbagi menjadi tiga jenis, yaitu :

• Website Statis

Website statis yaitu jenis website yang isinya tidak diperbaharui secara berkala, sehingga isinya dari waktu ke waktu akan selalu tetap. Website jenis ini biasanya hanya digunakan untuk menampilkan profil dari pemilik website seperti profil perusahaan atau organisasi (Abdulloh, 2018)..

• Website Dinamis

Website dinamis yaitu jenis website yang isinya terus diperbaharui secara berkala oleh pengelola web atau pemilik website. Website jenis ini banyak dimiliki oleh perusahaan atau perorangan yang aktifitas bisnisnya memang berkaitan dengan internet. Contoh paling mudah dari website jenis ini yaitu web blog dan website berita (Abdulloh, 2018)..

• Website Interaktif

Website interaktif pada dasarnya termasuk dalam kategori website dinamis, dimana isi informasinya selalu diperbaharui dari waktu ke waktu. Hanya saya, isi informasi tidak hanya diubah oleh pengelola website tetapi lebih banyak

(12)

dilakukan oleh pengguna website itu sendiri. Contoh website jenis ini yaitu website jejaring social seperti facebook dan twitter atau website marketplace seperti bukalapak, tokopedia, dan sebagainya (Abdulloh, 2018).

2.4.3 Bootstrap

Bootstrap adalah framework open source yang awalnya dibuat oleh Mark Otto dan Jacob Thornton untuk memudahkan dan mempercepat pengembangan web khusus untuk front end. Sebagai developer, kita pasti tidak asing dengan yang namanya framework, framework yang merupakan sekumpulan sintaks yang bisa digunakan untuk membuat website secepat mungkin. Sehingga para developer tidak perlu menjalankan perintah dan fungsi dasar pada pembangunan website mereka.

Bootstrap merupakan salah satu framework CSS yang paling popular dari sekian banyak framework CSS yang ada. Bootstrap memungkinkan desain sebuah web menjadi responsive sehinnga dapat dilihat dari berbagai macam ukuran device dengan tampilan tetap menarik. Bootstrap juga membuat proses pengaturan desain me jadi lebih cepat karena tidak perlu lagi banyak menulis CSS, bahkan hampir tidak perlu kecuali jika memerlukan pengaturan desain yang berbeda dengan style Bootstrap. Bootstrap telah didukung oleh hampir semua browser baik pada desktop maupun mobile (Abdulloh, 2018:261).

2.4.4 XAMPP

XAMPP adalah sebuah software open source yang sistem penamaannya diambil dari gabungan kata Apache, MySQL/MariaDB, PHP dan Perl. Sedangkan untuk “X” yang terdapat diawalan kata berasal dari istilah cross platform sebagai symbol bahwa software ini bisa dijalankan diberbagai macam sistem operasi seperti windows, linux, Mac OS, dan juga Solaris.

XAMPP menurut Madcoms (2016) , “XAMPP adalah sebuah paket kumpulan software yang terdiri dari Apache, MySQL, PhpMyAdmin, Perl, Filezilla dan lain- lain.” Fungsi XAMPP sendiri adalah server yang berdiri sendiri (localhost).

(13)

2.4.5 HTML

HTML merupakan singkatan dari Hypertxt Markup Language yaitu bahasa standar web yang dikelola penggunaanya olehW3C (Word Wide Web Consortium) berupa tag-tag yang menyusun setiap elemen dari website. HTML berperan sebagai penyusun stuktur halaman website yang menempatkan setiap elemen website sesuai layout yang diinginkan.

Untuk mengetikkan script HTML dapat menggunakan text editor seperti Notepad sebagai paling bentuk sederhana atau text editor khusus yang dapat mengenali setiap unsur script HTML dan menampilkannya dengan warna yang berbeda sehingga mudah dibaca, seperti Notepad++, Sublime Text, dan masih banyak lagi aplikasi lain yang sejenis (Abdulloh, 2018:7).

HTML disimpan dengan ekstensi *.html, jika di dalamnya tidak mengandung skrip PHP. Jika di dalamnya mengandung skrip PHP, maka disimpan dengan ekstensi *.php. Dalam penulisan HTML ada beberapa tag yang wajib dituliskan dengan struktur yang sudah ditentukan.

Penulisan Sintaks HTML, penjelasan dan fungsi dari masing-masing tag diatas sebagai berikut :

<!DOCTYPE HTML>, adalah tag awal dari setiap dokumen HTML yang berfungsi untuk menginformasikan pada browser bahwa dokumen yang sedang dibuka adalah dokumen HTML. Tag ini perlu dicantumkan pada setiap awal penulisan HTML

<html> …</html>, adalah tag yang menunjukkan pembuka dan penutup dokumen HTML.

<head> … </head>, adalah tag yang digunakan untuk menyimpan berbagai informasi tentang dokumen HTML. Apa yang terdapat di dalam tag ini akan ditampilkan di browser.

<title> … </title>, adalah tag yang digunakan untuk membuat judul website yang akan muncul di title bar browser.

(14)

<body> … </body>, adalah tag yang menunjukkan bagian utama website.

Semua yang akan ditampilkan pada halaman browser dituliskan di dalam tag ini.

(Abdulloh, 2018:10).

2.4.6 MySQL

MySQL adalah sebuah DBMS (database management system) open- source yang cukup popular keberadaannya. MySQL bisa diakses atau dijalankan diberbagai macam sistem operasi, seperti windows, linux, mac OS, dll. MySQL menggunakan perintah SQL (Structured Query Language) yang banyak digunakan dalam pembuatan website.

Menurut Shalahuddin (2018:46), “SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang digunakan untuk mengelola data pada RDBMS. SQL awalnya dikembangkan berdasarkan teori aljabar relasional dan kalkulus.

2.4.7 Javascript

JavaScript merupakan bahasa pemrograman web yang pemrosesnya dilakukkan di sisi client. Karena berjalan di sisi client, JavaScript dapat dijalankan hanya dengan menggunakan browser. Berbeda dengan PHP yang bekerja di sisi server, untuk menjalankan script JavaScript tidak memerlukan refresh pada browser. JavaScript biasanya dijalankan ketika ada event tertentu yang terjadi pada halam web. Baik event yang dilakukan oleh user, maupun event yang terjadi karena adanya perubahan pada halaman website (Abdulloh, 2018:193).

2.4.8 PHP

Menurut Abdulloh (2018:3), “PHP singkatan dari Hypertext Preprocessor yang merupakan server-side programming, yaitu bahasa pemrograman yang diproses disisi server”. Sedangkan, menurut Winarno, dkk (2014:49), “PHP (Hypertext Preprocessor) adalah bahasa pemrograman web berbasis server-side yang mampu memparsing kode PHP dari kode web dengan ekstensi .php sehingga dapat menampilkan tampilan website yang dinamis di sisi client (browser)”.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa PHP adalah bahasa pemrograman web

(15)

berbasis server-side programming (bahasa pemrograman yang diproses disisi server) yang memparsing kode PHP dari kode web dengan ekstensi (.)php, yang kemudian akan dikirim ke browser web.

2.4.9 Use Case Diagram

Save (dalam Steven, 2018) Use case menggambarkan fungsifungsi sistem dari sudut pandang pengguna eksternal dan dalam sebuah cara yang mudah dipahami. Use case murupakan penyusunan kembali lingkup fungsional sistem yang disederhanakan lagi. Use Case diagram adalah diagram yang menggambarkan interaksi antara sistem dengan sistem eksternal pengguna[6]. Use case diagram merupakan titik awal yang baik dalam memahami dan menganalisis kebutuhan sistem pada saat perancangan. Use case diagram dapat digunakan untuk kebutuhan apa saja yang diperlukan dalam suatu sistem, sehingga sistem dapat digambarkan dengan jelas bagaimana proses dari sistem tersebut, bagaimana cara aktor menggunakan sistem, serta apa saja yang dapat dilakukan pada suatu system.

Adapun, fungsi dari use case diagram sebagai berikut:

Berguna memperlihatkan proses aktivitas secara urut dalam sistem.

Mampu menggambarkan proses bisnis, bahkan menampilkan urutan aktivitas pada sebuah proses.

Sebagai bridge atau jembatan antara pembuat dengan konsumen untuk mendeskripsikan sebuah sistem.

(16)

Tabel 2.2 Simbol-simbol Use Case Diagram

2.4.10 Activity Diagram

Rosa (dalam Maliha, 2016) Activity Diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Berikut beberapa tujuan dari activity diagram:

1. Menjelaskan urutan aktivitas dalam suatu proses.

2. Di dalam dunia bisnis biasanya digunakan untuk modeling (memperlihatkan urutan proses bisnis).

3. Mudah dalam memahami proses yang ada dalam sistem secara keseluruhan.

(17)

4. Merupakan metode perancangan yang terstruktur, mirip dengan Flowchart maupun Data Flow Diagram (DFD).

5. Mengetahui aktivitas aktor/pengguna berdasarkan use case/diagram yang dibuat sebelumnya.

Tabel 2.3 Simbol-simbol Activity Diagram

2.4.11 Flowchart

Menurut Santoso,dkk (2017:86) Flowchart adalah representasi secara simbolik dari suatu algoritma atau prosedur untuk menyelesaikan suatu masalah, dengan menggunakan flowchart akan memudahkan pengguna melakukan pengecekan bagian-bagian yang terlupakan dalam analisis masalah, disamping itu flowchart juga berguna sebagai fasilitas untuk berkomunikasi antara pemrogram yang bekerja dalam tim suatu proyek. Flowchart membantu memahami urutan-

(18)

urutan logika yang rumit dan panjang. Flowchart membantu mengkomunikasikan jalannya program ke orang lain (bukan pemrogram) akan lebih mudah.

System flowchart adalah bagan yang memperlihatkan urutan prosedur dan proses dari beberapa file di dalam media tertentu. Melalui flowchart ini, dapat terlihat jenis media penyimpanan yang dipakai dalam pengolahan data. Selain itu juga menggambarkan file yang dipakai sebagai input maupun output.

Program flowchart adalah bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan proses dalam suatu program. Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan adanya program flowchart maka urutan proses di program menjadi lebih jelas. Jika ada penambahan proses, maka dapat dilakukan lebih mudah. Simbol diagram flowchart dapat diliihat pada tabel 2.3 dibawah ini:

Tabel 2.4 Simbol diagram flowchart

NO SIMBOL KETERANGAN

1 Simbol arus/flow (Simbol penghubung

antar prosedur/proses)

2

Simbol connector (Simbol untuk keluar/masuk prosedur atau proses dalam lembar/halaman yang sama)

3

Simbol off-line connector (Simbol untuk keluar/masuk prosedur atau proses dalam lembar/halaman yang lain)

4

Simbol process (Simbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan oleh komputer)

5

Simbol manual operation (Simbol yang menunjukkan pengolahan yang tidak dilakukan oleh komputer)

(19)

6

Simbol decision (Simbol untuk kondisi yang akan menghasilkan beberapa kemungkinan jawaban/aksi)

7

Simbol terminal (Simbol untuk permulaan atau akhir dari suatu program)

8

Simbol predefined process (Simbol untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan di dalam storage)

9

Simbol keying operation (Simbol operasi dengan menggunakan mesin yang mempunyai keyboard)

10

Simbol off-line storage (Simbol yang menunjukkan bahwa data di dalam simbol ini akan disimpan)

11

Simbol manual input (Simbol untuk pemasukan data secara manual on-line keyboard)

12

Simbol input-output (Simbol yang menyatakan proses input dan output tanpa tergantung dengan jenis peralatannya)

13

Simbol magnetic-tape unit (Simbol yang menyatakan input berasal dari pita magnetik atau output disimpan ke pita magnetik)

14 Simbol disk and on-line storage

(Simbol untuk menyatakan input

(20)

berasal dari disk atau output disimpan ke disk)

15

Simbol document (Simbol yang menyatakan input berasal dari dokumen dalam bentuk kertas atau output dicetak ke kertas)

16

Simbol punched card (Simbol yang menyatakan input berasal dari kartu atau output ditulis ke kartu)

17

Simbol display (Simbol yang menyatakan peralatan output yang digunakan yaitu layar, plotter, printer, dan sebagainya)

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Warsono dan Hariyanto (2012:153) pembelajaran berbasis proyek didefinisikan sebagai suatu pengajaran yang mencoba mengaitkan antara teknologi dengan masalah

Sedangkan menurut Handoko (dalam Sutrisno 2009 : 75) “kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi para karyawan

Akuntabiltas dalam tata kelola kota menyatakan pemerintah setempat dapat melakukan pertanggung jawaban dari setiap tindakan yang dilakukan melalui kebijakan, program

Pada penelitian ini terdapat adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah diberikan teknik Effleurage dan Abdominal Lifting pada 27 responden yang mengalami

Hasil Observasi jelas menunjukkan bahwa media pembelajaran adaptif yang digunakan guru dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Islam sesuai dengan kebutuhan dan

Pada hasil penelitian tentang penerapan tindak tutur yang terdapat dalam proses jual beli di pasar tradisional Surakarta sesuai dengan teori tindak tutur yang dikemukakan

Status Informasi Formal Informasi yang Dikuasai.. Fazhari Irvansyah Sinaga [email protected] Permohonan soft copy berkas ijazah dan transkrip nilai.. 300 8 Juli 2020

Bahan ajar yang dikembangkan dikatakan valid apabila rata- rata skor minimum sebesar 3.00 (dari validator ahli dan validator praktisi), bahan ajar dikatakan praktis