ANTARA HARMONI DAN REKONSILIASI
(Studi Kasus Pemisahan Jemaat A dan Jemaat B Sebagai Upaya Penyelesaian Konflik di Gereja Jawa)
TESIS Diajukan kepada
Program Pascasarjana Magister Sosiologi Agama Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains
Oleh:
YEMIMA WIDI NURANI 752018701
FAKULTAS TEOLOGI
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA
Dinyatakan Lulus Ujian Tanggal: 5 September 2022
4 MOTTO
“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7)
“Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang” (Mazmur 36:9)
5
UCAPAN TERIMA KASIH
Syukur kepada Tuhan! Akhirnya penulis dapat menyelesaikan studi dan penulisan tesis ini. Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada:
1. Pdt. Izzak Lattu, Ph.D, selaku Pembimbing I yang terus memberikan semangat dan motivasi untuk menyelesaikan tesis ini.
2. Dr. Suwarto, selaku Pembimbing II yang memberikan masukan-masukan kritis yang membangun demi selesainya tesis ini.
3. Seluruh dosen dan staf karyawan Program Studi Magister Sosiologi Agama UKSW telah membantu kemudahan administrasi dan pelayanan yang baik selama perkuliahan sampai dengan penyelesaian tesis ini.
4. Basuki Budiyatmo, suami yang selalu menjadi rekan seperjalanan
5. Seluruh Majelis dan Jemaat GKJ Sragen yang terus memberikan motivasi dan dukungannya kepada penulis hingga pada akhirnya penulisan tesis ini dapat selesai.
6. Seluruh nara sumber dalam penulisan tesis ini juga seluruh rekan Pendeta, terima kasih sumbang sarannya.
7. Bapak dan Kakak-Adik semua yang selalu menyemangati. Tesis ini persembahan untuk Mamak dan Indhira yang di Sorga. Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup yang indah.
Kiranya Allah Sang Sumber Cinta Abadi selalu melimpahkan berkat dan pemeliharaan-Nya.
Soli Deo Gloria
Salatiga, September 2022 Penulis
6 Abstrak
Konflik selalu membawa dampak bagi para pihak yang berkonflik. Berdampak buruk, apabila konflik tidak dapat diselesaikan dengan baik. Dan sebaliknya, apabila konflik dapat diselesaikan dengan baik, justru dapat membangun stabilitas komunal. Menghindar atau menarik diri dari konflik adalah salah satu cara para pihak berkonflik menyelesaikan konflik. Pada konteks masyarakat Jawa, menghindari konflik dilakukan, untuk menjaga keharmonisan hidup bersama, yang dihayati dalam filosofi memayu hayuning bawana. Sekalipun, hal tersebut tidak sepenuhnya bisa menyelesaikan konflik. Seperti yang dialami oleh Jemaat Gereja Jawa A, pascakonflik yang terjadi di tahun 2007, yang menyebabkan sekelompok jemaat bernama B, memisahkan diri dari Gereja Jawa A. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah konflik, faktor-faktor penyebab pemisahan, dialog-dialog yang diupayakan dalam rangka rekonsiliasi pasca pemisahan, serta menjelaskan kondisi jemaat A dan B pasca pemisahan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan studi kasus. Dari hasil analisis ditemukan bahwa sekalipun telah dilakukan dialog-dialog di antara para pihak yang berkonflik, proses rekonsiliasi konflik berlangsung cukup lama, dan di dalamnya ada banyak dinamika yang mewarnai. Pemisahan jemaat B dari Gereja Jawa A, memang cukup dapat meredam konflik dan menjadi harapan baru bagi kelompok tersebut untuk membangun pelayanan dan kembali berjalan beriringan dengan bersama gereja-gereja se-Sinode Gereja Jawa. Dapat disimpulkan bahwa sekalipun rekonsiliasi otentik belum bisa terwujud, namun bagi jemaat B, pemisahan menjadi mekanisme transformasi konflik dan membantu jemaat B untuk membangun keutuhan jemaat, sehingga pembangunan jemaat pascakonflik berjalan maksimal.
Kata kunci: Konflik, Pemisahan, Rekonsiliasi, Transformasi Konflik
7 Abstract
Conflict always has an impact on the conflicting parties. Bad impact, if the conflict can not be resolved properly. And conversely, if the conflict can be resolved properly, it can actually build communal stability. Avoiding or withdrawing from conflict is one of the ways the conflicting parties resolve conflicts. In the context of Javanese society, avoiding conflict is done to maintain harmony in living together, which is internalized in the philosophy of meayu hayuning bawana. Even so, this does not completely resolve the conflict. As experienced by the Jawa A Church Congregation, after the conflict that occurred in 2007, which caused a group of congregations named B, to separate themselves from the Jawa A Church. post-separation reconciliation framework, as well as explaining the condition of congregations A and B after the separation. The method used is a qualitative method with case studies. From the results of the analysis it was found that even though dialogues had been carried out between the conflicting parties, the conflict reconciliation process took quite a long time, and there were many dynamics that colored it. The separation of Congregation B from the Java A Church was indeed enough to reduce conflict and become a new hope for the group to build services and return to walking hand in hand with the churches of the Java Church Synod. It can be concluded that even though authentic reconciliation cannot be realized, for congregation B, separation becomes a mechanism for transforming the conflict and helps congregation B to build the unity of the congregation, so that post-conflict development of the congregation runs optimally.
Keywords: Conflict, Separation, Reconciliation, Conflict Transformation
8
KATA PENGANTAR
Syukur kepada Tuhan atas berkat dan penyertaan-Nya penulis dapat menyelesaikan tesis dengan judul “Antara Harmoni dan Rekonsiliasi (Studi Kasus Pemisahan Jemaat A dan B Sebagai Upaya Rekonsiliasi di Gereja Jawa)”. Tesis ini ditulis sebagai syarat dalam menempuh studi pada Program Studi Magister Sosiologi Agama Universitas Kristen Satya Wacana.
Kiranya melalui penulisan tesis ini, dapat menambah wawasan penyelesaian konflik dan kajian tentang rekonsiliasi konflik di kalangan Gereja-gereja Kristen Jawa.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam tesis ini. Sekalipun demikian, penulis berharap tesis ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.
Salatiga, September 2022 Penulis
9 DAFTAR ISI
Halaman Judul 1
Lembar Pengesahan 2
Surat Pernyataan 3
Motto 4
Ucapan Terima Kasih 5
Abstrak 6
Kata Pengantar 8
Daftar Isi 9
BAB I PENDAHULUAN 11
1.1.Latar Belakang Masalah 11
1.2.Rumusan Masalah 22
1.3.Tujuan Penelitian 23
1.4.Kerangka Pemikiran 23
1.5.Manfaat Penelitian 28
1.6.Metodologi Penelitian 29
1.6.1. Lokasi Penelitian 29
1.6.2. Metode Penelitian 29
1.6.3. Jenis dan Sumber Data 30
1.6.4. Teknik Pengumpulan Data 30
1.6.5. Metode Analisis Data 32
1.7.Sistematika Penulisan 33
BAB II REKONSILIASI DAN TRANSFORMASI KONFLIK 34
2.1. Teori Penyelesaian Konflik 34
2.2. Pendekatan Penyelesaian Konflik 38
2.3. Rekonsiliasi dan Transformasi Konflik 39
BAB III SEJARAH KONFLIK, UPAYA REKONSILIASI DAN
PEMISAHAN JEMAAT 55
3.1. Sejarah Konflik 55
3.1.1. Upaya Rekonsiliasi 59
3.1.2. Memisahkan Diri 63
3.1.3. Bergabung Ke Gereja Jawa D 71
3.2. Potret Gereja Jawa B Pasca Pemisahan 74
BAB IV ANALISIS PROSES REKONSILIASI 76
4.1. Peranan Badan Pelaksana Klasis Sragen 76
10
4.2. Peranan Badan Pelaksana Sinode 93
4.3. Keadaan Jemaat Pasca Pemisahan 101
4.3.1. Kendala Terwujudnya Rekonsiliasi 102
4.3.2. Peluang Terwujudnya Rekonsiliasi 103
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 105
DAFTAR PUSTAKA 109