1
Peran Sentra Halal..., Muhammad Rafiq Alfathoni, Fakultas Agama Islam UMP,2023
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sebagai negara dengan mayoritas masyarakatnya berpenduduk muslim dan seiring bertambahnya kuantitas konsumen muslim di Indonesia yang jumlahnya mencapai 204,8 juta jiwa penduduk Indonesia, ketersediaan barang yang terjamin kehalalannya menurut syariat islam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat muslim karena itu merupakan bagian dari syariat itu sendiri, maka kehalalan produk yang dikonsumsi perlu dijamin sebagaimana konsumen mendapatkan hak atas keamanan, keselamatan serta kenyamanan dalam mengkonsumsi produk tersebut. Melihat era yang semakin modern tersebut serta banyaknya produk-produk import yang masuk ke Indonesia maka perlu adanya kewaspadaan masyarakat dalam memilih produk yang akan dikonsumsi baik itu dalam hal teknik pemrosesan, penyimpanan, penanganan, dan pengemasan seringkali menggunakan bahan pengawet yang membahayakan kesehatan atau bahan tambahan yang mengandung unsur haram yang dilarang dalam agama islam.
Produk halal menjadi tren dunia saat ini. Hal ini terbukti dari prospek industri halal yang terus tumbuh dari tahun ke tahun. Menurut laporan dari State of The Global Islamic Report (2019), ada sekitar 1,8 miliar penduduk muslim yang menjadi konsumen industri halal. Peluang konsumen dalam industri halal meningkat sebesar 5,2% setiap tahunnya dengan total
Peran Sentra Halal..., Muhammad Rafiq Alfathoni, Fakultas Agama Islam UMP,2023
pengeluaran konsumen yang mencapai USD 2,2 triliun. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat tiap tahunnya. Proyeksi dari Compound Annual Growth Rate (CAGR) industri halal akan meningkat hingga mencapai 6,2% dalam kurun waktu 2018 hingga 2024. Total dana yang dihabiskan oleh konsumen industri halal juga akan meningkat hingga mencapai USD 3,2 triliun pada tahun 2024. Dari data tersebut dapat kita lihat bahwa industri halal memiliki prospek yang sangat cerah ke depannya (Fathoni & Syahputri, 2020)
Memberikan suatu jaminan kepada warga negara terhadap kemerdekaan yang mereka miliki untuk memeluk agama yang mereka yakini, beribadah menurut keyakinan untuk mendapat barang dan jasa konsumsi yang halal, khususnya yang beragama Islam merupakan suatu prinsip yang dimiliki UU JPH. Melihat perkembangan kajian tentang halal dan haram tidak pernah surut serta tidak hanya dalam dunia pangan namun juga merambah dalam dunia perbangkan dan lain sebagainya, Masalah halâl dan harâm dalam Islam mempunyai kedudukan yang sangat penting, sebab masalah tersebut meliputi hampir sebagian besar ajaram Islam (P. A. A. Putra, 2017)
Tidak sedikit produk impor kini mulai membanjiri Indonesia dalam berbagai produk dan kemasan yang menarik, masyarakat perlu hati-hati dalam memilih produk tersebut dan bisa jadi ada yang tersembunyi dibalik produk- produk tersebut yang haram bagi umat muslim (Al-Bara & Nasution, 2018)
Islam memerintahkan umatnya untuk mengkonsumsi makanan yang halal serta yang baik sebagaimana tercantum dalam Al Qur’an Surat Al- Maidah ayat 88 :
Peran Sentra Halal..., Muhammad Rafiq Alfathoni, Fakultas Agama Islam UMP,2023
اابِّيَط الَٰلَح ُهٰ للا ُمُكَقَزَر اَِّمِ اْوُلُك و ْيِذَّلا َهٰ للا اوُقَّ تاَّو
نْوُ نِمْؤُم هِب ْمُتْ نَا
Artinya : Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadaNya
Kekuatiran akan produk makanan dan/atau minuman tersebut halal atau tidak masih menjadi hal yang dipersoalkan di kalangan umat muslim.
Dan ini menjadi tugas negara untuk memberi perlindungan kepada pemakai produk yang berasal dari luar Indonesia. Untuk menjamin kepastian hukum atas perlindungan bagi pemakai produk makanan baik yang berasal dari produksi dalam negeri maupun yang berasal dari import negara lain, pemerintah menetapkan berlakunya Undang-Undang No.33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (selanjutnya disebut dengan UU JPH) , dengan maksud agar kesinambungan proses produksi halal dijamin oleh produsen dengan cara menerapkan Sistem Jaminan Halal, artinya bahwa seorang produsen harus dapat menjamin bahwa produk makanan dan/minuman yang diproduksi dan/atau diperdagangkannya harus memiliki sertifikat halal. Ini berarti menimbulkan kewajiban bagi setiap produsen untuk melakukan sertifikasi halal atas produknya, agar tercipta perlindungan hukum bagi pemakai produk tersebut (Hartati, 2019)
Dengan disahkannya UU JPH tahun 2014 tentang jaminan produk halal diharapkan kekuatiran konsumen akan produk halal dapat teratasi, dimana Pasal 4 UU JPH mewajibkan pelaku usaha produk makanan dan atau
Peran Sentra Halal..., Muhammad Rafiq Alfathoni, Fakultas Agama Islam UMP,2023
minuman untuk melakukan sertifikasi kehalalan produknya. Terhitung 2019 sertifikasi halal dipegang oleh Kementerian Agama, tidak lagi di MUI artinya bahwa sertifikisasi halal tidak lagi menjadi kewenangan MUI secara mutlak.
MUI tetap dilibatkan dalam penerbitan sertifikasi halal ini. MUI sebagai auditor terhadap produk yang didaftarkan. Setelah masa sosialisai lima tahun dari sejak undang-undang tersebut disahkan, maka tahun 2019 menjadi keharusan bahwa setiap produk makanan harus sudah bersertifikat halal yang akan dilakukan oleh Kemenag. Artinya UU JPH menegaskan bahwa setiap produk yang beredar di wilayah Indonesia wajib mempunyai sertifikasi halal.
Jumlah prosentase produk pangan yang beredar sangatlah banyak dan tingginya angka produk yang belum bersertifikat terutama di kota kecil seperti Purwokerto, hal tersebut menunjukan bahwa belum efektif atau maksimalnya pelaksanaan dari UU JPH.
Sertifikasi halal akan dilaksanakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang didirikan pada tanggal 11 Oktober 2017 , yang nanti akan bekerjasama dengan MUI sebagai auditor terhadap produk yang didaftarkan, dan Lembaga Pemeriksa Halal yang berwenang melakukan pemeriksaan dan/atau pengujian kehalalan. Kesemua lembaga ini berada dibawah kewenangan Kemeterian Agama. Namun apabila ditelaah lebih lanjut UU JPH tersebut dapat dilihat bahwa untuk terlaksananya Pasal 4 UU JPH tersebut, maka harus ada peran pemerintah dan/atau masyarakat untuk menegakkan aturan tersebut, dengan mendirikan Lembaga Pemeriksa Halal, yang membantu tugas BPJHP untuk melakukan pemeriksaan dan/atau
Peran Sentra Halal..., Muhammad Rafiq Alfathoni, Fakultas Agama Islam UMP,2023
pengujian kehalalan Produk. Berdasarkan Pasal 13 UU JPH, LPH dibentuk oleh masyarakat, yang diajukan oleh lembaga keagamaan Islam, dan berbadan hukum (Hartati, 2019).
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal memberi amanat kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk menjamin kehalalan produk yang beredar di Indonesia. Oleh karena itu BPJPH memiliki tugas dan fungsi untuk menjamin kehalalan produk yang masuk dan beredar serta diperdagangkan di wilayah Indonesia.
BPJPH juga menjalankan amanat untuk melakukan registrasi halal, sertifikasi halal, dan verifikasi halal serta melakukan pembinaan dan melakukan pengawasan kehalalan produk. Selain itu BPJPH juga menjalin kerjasama dengan seluruh lembaga terkait dan menetapkan standart kehalalan dari sebuah produk (Hosanna, 2018)
Universitas Muhammadiyah Purwokerto menyampaikan melalui rektornya bahwa berkomitmen untuk mendukung penuh pelaku usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM ). Menindaklanjuti hal tersebut Universitas Muhammadiyah purwokerto mengambil langkah nyata dengan mendirikan Pusat Studi Dakwah Komunitas yang terdiri dari beberapa lembaga termasuk yang menangani di bidang kehalalan produk yaitu Sentra Halal Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Sentra Halal Universitas Muhammadiyah Purwokerto menunjukan komitmennya dengan mengadakan pelatihan penyusunan sistem jaminan halal dan penyelia halal dengan menggandeng Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan
Peran Sentra Halal..., Muhammad Rafiq Alfathoni, Fakultas Agama Islam UMP,2023
Menengah Banyumas sebagai peserta yang dilatih dalam penyusunan sistem tersebut, diharapkan dengan pelatihan itu pelaku usaha dapat memahami bagaimana proses dalam mengajukan sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku usaha yang ada di Banyumas dan sekitarnya.
Sentra Halal Universitas Muhammadiyah Purwokerto berdiri dibawah naungan Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halal Thoyyiban (LPH-KHT).
Lembaga Pemeriksa Halal dan Kajian Halal Thoyyiban merupakan lembaga yang didirikan oleh Pemerintah Pusat Muhammadiyah yang disiapkan untuk menjadi Lembaga Pemeriksa halal yang bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai respon Muhammadiyah atas Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk halal untuk ikut andil dalam menjalankan UU JPH.
Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik untuk meneliti peran Sentra Halal Dalam Pendampingan Sertifikasi Produk Halal Di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
B. Rumusan Masalah
Sesuai dengan judul penelitian “Peran Sentra Halal Dalam Pendampingan Sertifikasi Produk Halal Di Universitas Muhammadiyah Purwokerto” maka perumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana proses pendampingan sertifikasi produk halal oleh Sentra
Halal di Universitas Muhammadiyah Purwokerto?
2. Bagaimana peran Sentra Halal Universitas Muhammadiyah Purwokerto dalam pendampingan sertifikasi produk halal?
Peran Sentra Halal..., Muhammad Rafiq Alfathoni, Fakultas Agama Islam UMP,2023
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan beberapa persoalan diatas, maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana proses pendampingan sertifikasi halal oleh Sentra Halal di Universitas Muhammadiyah Purwokerto
2. Untuk mengetahui bagaimana peran Sentra Halal dalam pendampingan sertifikasi produk halal
D. Manfaat Penelitian
Penulisan penelitian ini memiliki manfaat yang dapat diambil, diantaranya yaitu sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis
Diharapkan dalam penulisan penelitian ini dapat menambah khazanah kelimuan dan memberikan manfaat bagi penelitian-penelitian selanjutnya dan dapat menjadi referensi khususnya terkait dengan halal dan haram dari sudut pandang Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.
2. Manfaat Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam pengembangan Sentra Halal Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan sebagai bahan informasi ataupun rujukan siapa saja yang ingin mengetahui secara mendalam tentang bagaimana peran yang dijalankan Sentra Halal Universitas Muhammadiyah Purwokerto sebagai lembaga yang bergerak
Peran Sentra Halal..., Muhammad Rafiq Alfathoni, Fakultas Agama Islam UMP,2023
dibidang halal dan haram atau lembaga yang nantinya menjadi calon Lembaga Pemeriksa Halal (LPH).