ISSN : 2302-450X
PROSIDING
PERTEMUAN DAN PRESENTASI KARYA ILMIAH
BALI, 23 OKTOBER 2015
PEMBICARA UTAMA SEMINAR PANEL DENGAN TEMA
“
Inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam
Menunjang Technopreneurship
”
Ir.Onno Widodo Purbo.M.Eng.Ph.D
Putu Sudiarta, S.Kom
PENYUNTING AHLI
Dr. Ahmad Ashari.M.Kom
PELAKSANA SEMINAR
PELINDUNG
Rektor Universitas Udayana, Bali
PENANGGUNG JAWAB
Dekan Fakultas MIPA Universitas Udayana
Ketua Program Studi Teknik Informatika, FMIPA Universitas Udayana
PANITIA
I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan,S.Kom.,M.Kom.
I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan,S.Kom.,M.Cs.
I Wayan Supriana,S.Si.,M.Cs.
Ida Bagus Made Mahendra, S.Kom., M.Kom.
I Komang Ari Mogi, S.Kom, M.Kom.
I Made Widi Wirawan, S.Si., M.Cs.
I Putu Gede Hendra Suputra, S.Kom., M.Kom.
Ngurah Agus Sanjaya ER., S.Kom., M.Kom.
Agus Muliantara, S.Kom.,M.Kom.
I Made Widiartha,S.Si., M.Kom.
Made Agung Raharja, S.Si., M.Cs.
I Gusti Ngurah Anom Cahyadi Putra, S.T., M.Cs.
I Gede Santi Astawa, S.T., M.Cs.
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas terselesainya
penyusunan
Proceeding
SNATIA 2015 ini. Buku ini memuat naskah hasil penelitian dari
berbagai bidang kajian yang telah di
review
oleh pakar dibidangnya dan telah
dipresentasikan dalam acara Seminar SNATIA tahun 2015 pada tanggal 23 Oktober 2015
di Universitas Udayana kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali.
Kegiatan SNATIA 2015 merupakan agenda tahunan Program Studi Teknik
Informatika, Jurusan Ilmu Komputer, Universitas Udayana. SNATIA 2015 mengambil
tema “Inovasi
Teknologi
Informasi
dan
Komunikasi
dalam
Menunjang
Technopreneurship”, dengan pembicara utama seminar yang terdiri dari pakar-pakar
peneliti dan Pemerhati dibidang Teknologi Informasi dan Technopreneurship.
Meskipun kegiatan seminar dan pendokumentasian naskah dalam
proceeding
ini telah
dipersiapkan dengan baik, namun kami menyadari masih banyak kekurangannya. Untuk itu
panitia mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan juga mengucapkan terimakasih atas
kepercayaan dan kerjasamanya dalam kegiatan ini. Kritik dan saran perbaikan sangat
diharapkan untuk penyempurnaan di masa mendatang, yang dapat dikirimkan melalui
e-mail [email protected].
Kepada semua pihak yang terlibat, baik langsung maupun tidak langsung dalam
penyelenggaraan seminar, dan penyusunan
proceeding
SNATIA 2015, panitia
mengucapkan terima kasih.
Denpasar, 17 Oktober 2015
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Kehadiran Pegawai pada Pusat
Penelitian Perkembangan IPTEK Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Warkim ... ...
1
Kompresi Citra Medis dengan Wavelet Packet
I Made Ari Dwi Suta Atmaja
...
11
Ekstraksi Fitur Warna dan Tekstur untuk Clustered-Based Retrival if Images
(CLUE)
Sugiartha I Gusti Rai Agung ...
16
Peningkatan Kemampuan Guru dalam Menggunakan Geogebra sebagai
Media Pembelajaran Matematika SMP
Luh Putu Ida Harini ...
21
Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Belajar Bersama
Menggunakan Media Google Drive dan Tanpa Google Drive
Desak Putu Eka Nilakusuma ...
28
Analisa
Faktor-Faktor
yang
Mempengaruhi
Actual
Usage
dalam
Penggunaan Tiket Elektronik dengan Menggunakan Technology Acceptance
Model (TAM) Studi Kasus PT.KAI Commuter Jabodetabek
Enok Tuti Alawiah ...
35
Pemanfaatan Aplikasi Google Docs sebagai Media Pembinaan Karya Ilmiah
Remaja
Komang Dharmawan ...
45
Penerapan WAN dengan Protokol Routing RIP dan Passive Interfaces
sebagai Pemilihan Jalur Menggunakan GNS3
Anggarda Sanjaya ...
49
Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Maajemen Rumah Sakit
pada Unit Rawat Inap Studi Kasus Rumah Sakit Umum Famili Husada
I Dewa Ayu Kompyang Putri Utari ...
54
Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
Umum Famili Husada pada Unit Poliklinik
Mengukur Kinerja Load Balancing pada Sistem Cloud Computing dengan
Parameter Throughput
I Gusti Ngurah Ary Juliantara ...
71
Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Gudang pada
Rumah Sakit Famili Husada
Luh Gede Apryta Astaridewi ...
77
Perancangan Website E-Commerce pada Toko Gadget Online Store
Ni Kadek Dwi Asri ...
85
Segmentasi Citra Tulisan Tangan Karakter Aksara Bali Menggunakan
Metode Profile Projection
Ni Wayan Deviyanti Septiari ...
91
Klasifikasi Penyakit Anak pada Proses Retrieve dalam Sistem Pakar Berbasis
Case Based Reasoning (CBR) dengan Metode Nearest Neighbour
Ni Wayan Ririn Puspita Dewi ...
98
Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Instalasi
Gawat Darurat pada Rumah Sakit Famili Husada
Putu Ita Purnama Yanti ...
105
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Geografis Berbasis Web untuk
Mengetahui Ketersedian Air Tanah di Provinsi Bali
Made Dinda Pradnya Pramita ...
112
Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
pada Unit Radiologi
–
Studi Kasus Rumah Sakit Umum Famili Husada
I Putu Agustina .. ...
120
Pengamanan File Video MP4 dengan Metode Enkripsi Menggunakan
Algoritma RC5
Rahmantogusnyta Mariantisna ...
128
Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Geografis Pariwisata di
Bali Berbasis Web
45
PEMANFAATAN APLIKASI
GOOGLE DOCS
SEBAGAI
MEDIA PEMBINAAN KARYA ILMIAH REMAJA
Komang Dharmawan
1, Yan Ramona
2, Nyoman Rupiasih
3,
Desak Putu Eka Nilakusmawati
41Jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana
Email: [email protected]
2Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana
Email: [email protected]
3Jurusan Fisika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana
Email: [email protected]
4Jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Udayana
Email: [email protected]
ABSTRAK
Salah satu alasan belum dimanfaatkannya teknologi informasi seperti Google Docs dalam pembinaan Karya Ilmiah Remaja (KIR) a dalah terbatasnya pengetahuan tentang teknologi informasi (TI) di kalangan guru. Keterbatasan ini telah menyebabkan terhambatnya pembinaan KIR di SMA Negeri 1 Denpasar dan SMP Negeri 1 Denpasar. Makalah ini adalah hasil kajian dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk (1) memberikan pelatihan terhadap guru-guru dan murid tentang cara-cara pembinaan siswa berbasis IT bagi Kelompok Guru pembina KIR di sekolah-sekolah yang menjadi mitra program IbM ini. (2) mengenalkan penggunaan aplikasi Google Docs sebagai media pembinaan untuk meningkatkan kapasitas guru pembina KIR. (3) pengembangan perangkat pembinaan yang meliputi metode penelitian ilmiah untuk penulisan ilmiah dan merancang karya ilmiah. Metode pelaksanaan yang dipakai adalah model pelatihan In House Training sebagai suatu alternatif pemecahan masalah mitra terbaik. Setelah pelaksanaan pelatihan, seba gian besar peserta pelatihan menyatakan berminat untuk menggunakan media pembinaan berbasis IT (Google Docs) dalam proses pembinaan. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa Google Docs sangat praktis, efektif dan efesien. Manfaat lainnya, peserta dapat berinteraksi dengan siswa setiap saat.
Kata Kunci: Google Docs, Model Pembinaan Guru, In-house Training.
ABSTRACT
A reason for not applying information technology (IT), such as Google Docs, on student extra -curricular by teachers in SMPN 1 and SMAN 1 Denpasar is due to the limitation of teachers’ knowledge on IT. This has been slowed the productivity of research publications by students in both schools. This paper is the summary of community services conducted in both schools. The aims of this paper are (1) to give IT based-training to teachers and students as a community service project, (2) to introduce Google Docs as a n IT-based media training, (3) to develop a model of teaching methods including how to conduct scientific researches for teachers on extra-curricular programs. The method used in this community service project is In-house Training, as an alternative method for solving the problem faced by partners. In this method, teachers training is carried out in the schools while tea chers conducting student extra -curricular. The results of this activity a re most teachers or students show willingness to use Google Docs based teaching and learning. Moreover, most students state that Google Docs is very practical, effective and efficient. Another advantage is that students are able to interact with their friends, tea chers and lecturers in real time.
ISSN : 2302
–
450X
46
1
PENDAHULUAN
Secara umum media pembinaan adalah alat
bantu dalam proses transfer ilmu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan,
perhatian dan kemampuan atau ketrampilan
pebelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar Mikkelson (2012). Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembinaan adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembinaan seperti: buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut Druva dan Anderson (1983) bahwa media pembinaan adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Google Docs dapat memfasilitasi semua kebutuhan guru dalam proses belajar mengajar.
Pemanfaatan teknologi informasi, seperti Google Docs yang dipadukan dengan model-model pembinaan lain belum menjadi pilihan utama dikalangan pendidik dalam proses pembinaan. Hal ini mungkin disebabkan oleh keterbatasan perangkat yang ada di sekolah sekolah atau terbatasnya pengetahuan tentang TI dikalangan guru.
Pembinaan koorperatif yang menggunakan TI saat ini masih dilakukan secara konvensional (off-line), guru memberikan tugas melalui attachment email atau posting di Blog-nya, atau berbagi (sharing) berupa handout atau ringkasan materi. Hal ini tentu belum memberikan hasil yang optimal dalam pembinaan, yaitu guru belum mampu mengontrol semua proses kegitan pembinaan secara penuh. Artinya dalam tugas kelompok guru pembina tidak mengetahui siapa siswa yang bekerja dan siapa yang tidak secara real time.
2
KAJIAN PUSTAKA
Google Docs adalah salah satu aplikasi yang dikembangkan Google untuk kebutuhan file server. Khususnya aplikasi office. Mulai dari pengolah kata, pengolah lembar kerja dan presentasi. Google Docs dapat juga bisa digunakan untuk untuk mengolah (menyimpan, membuat, meng-edit) program-program aplikasi perkantoran secara online.
Menurut Weier (2010) ada beberapa kelebihan Google Docs antara lain: Mudah digunakan, Tidak bayar (Gratis), menghinadari data hilang akibat kerusakan harddisk, support dan
dokumentasinya lengkap, menggunakan editor
WYSIWYG (What You See Is What You Get) yang sederhana untuk memformat dokumen, memeriksa
ejaan, dan sebagainya. Kelebihan dalam
penggunaannys sebagai pengolah kata: dapat membuat dokumen Word, OpenOffice, RTF, HTML, atau teks, Upload dokumen yang sudah kita miliki, Sharing dengan orang lain (melalui alamat e-mail)
untuk mengedit atau melihat dokumen dan
spreadsheet, mengedit dokumen online dengan siapa
pun yang kita pilih, melihat riwayat revisi dokumen dan spreadsheet, mempublikasikan dokumen secara online.
Dalam penggunaannya sebagai spreadsheet, Google Docs dapat: mengimpor dan mengekspor data berformat .xls, .csv, .txt dan .ods (dan mengekspor fungsionalitas untuk .pdf dan html), menikmati navigasi dan pengeditan intuitif, seperti dokumen atau spreadsheet tradisional, menggunakan format dan formula, mengobrol dengan orang lain yang sedang mengedit, memasukkan spreadsheet, atau bagian dari spreadsheet, ke situs web.
Dalam penggunanaanya sebagi presentasi,
Google Docs dapat melakukan: mengimpor
presentasi yang ada dalam jenis file ppt dan pps, mengekspor presentasi menggunakan fitur Simpan sebagai Zip dari menu File, mengedit presentasi kita menggunakan editor WYSIWYG yang sederhana, menyisipkan gambar, dan memformat slide sesuai keinginan, berbagi-pakai dan mengedit presentasi bersama teman dan rekan kerja, mengizinkan melihat presentasi secara realtime, dari lokasi jauh yang terpisah, mempublikasikan presentasi kita di web, dan dapat di akses oleh orang lain. Dengan fasilitas ini guru dapat membuat form secara online, seperti membuat kuesioner, membuat tes pilihan ganda, atau melakukan penilaian terhadap siswanya secara real-time. Hal inilah yang membuat Google Docs menjadi populer dikalangan guru-guru.
3
METODE PENERAPAN
Dalam menerapkan model pembinaan, in-house training dipandang sebagai metode yang tepat dalam pembinaan guru-guru mupun peserta ekstra kurikuler. Pengertian In House Training yang dimaksud dalam kegiatan ini adalah “pelatihan” yang pelaksanaannya bertempat di sekolah masing-masing, tempat di mana guru-guru melaksanakan pengajaran bekerja sama dengan dosen-dosen MIPA dari Universitas Udayana.
Komang Dharmawan, Pemanfaatan Aplikasi Google Docs sebagai Media Pembinaan Karya Ilmiah Remaja
47
[image:9.595.95.291.104.260.2]Naskah disimpan di Google Docs Guru 2 Murid 3 Dosen 2 Guru 1 Murid 1 Dosen 1 Murid 2 Dosen 3
Gambar 1. Alur proses pembinaan KIR menggunakan Google Docs
4
HASIL PENERAPAN
Sebelum dilakukan pelatihan oleh dosen,
siswa menampakkan sikap yang kurang
bergairah/kurang bersemangat dan kurang siap dalam menerima pelatihan. Namun, setelah diilakukannya pembinaan oleh dosen yang menggunakan aplikasi Google Docs tampak perubahan sikap siswa tentang
rasa keingintahuan mereka dalam melakukan
penelitian. Hasil ini terekam dalam catatan dosen pembina, catatan guru, serta komentar siswa yang menyatakan bahwa Google Docs dapat merangsang keingintahuan siswa dalam melakukan penelitian (Tabel 1).
Tabel 1. Pandangan Siswa terhadap Aplikasi Google Docs No . Pernyataan Frekuensi Juml ah SS S TT TS ST
S
1
Google Docs lebih praktis, efektif dan efesien
21 5 0 0 0 26
Dapat berdiskusi kapan saja dg lebih mudah
18 8 0 0 0 26
tidak memerlukan waktu khusu untuk berdiskusi
17 9 0 0 0 26
Google Docs sulit dan ruwet
0 10 6 10 0 26
pengguanaan
dilanjutkan 24 2 0 0 0 26
Dari komentar siswa dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa merasa senang dengan model pembinaan seperti ini karena lebih mudah aplikasinya, lebih praktis, dan tidak banyak waktu untuk untuk memahaminya, serta menghemat buku
tulis (paperless). Dan yang lebih penting adalah hampir 90% siswa menginginkan penggunaan peta konsep dilanjutkan.
Selain itu, sebagian besar peserta pelatihan menyatakan berminat untuk menggunakan media pembinaan berbasis IT (Google Docs) dalam proses pembinaan. Secara garis besar peserta pelatihan
mengungkapkan hal-hal berikut: (1) untuk
mengontrol pemahaman siswa apakah materi yang diberikan dikirim sudah dipahami atau belum, (2) membuat program pembinaan yang akan diupload ke Google Docs, (3) draft laporan penelitian di share dengan siswa atau guru (4) men-share hasil review oleh dosen kepada siswa lainnya atau guru pembina KIR, (5) menjelaskan/sharing kepada siswa mengenai masalah yang dialami siswa dan cara pemecahannya secara bersama-sama dengan siswa lainnya secara onlinen, dan (6) mencari teknik- teknik pembinaan yang terbaru dan efektif dan mencoba mencari artikel-artikel tentang penanganan kasus/masalah.
Pemahaman peserta pelatihan tentang keunggulan google Docs sebagai media pembinaan, sebagian besar peserta pelatihan menyatakan: (1) Google Docs sangat praktis, efektif dan efesien, (2) bisa berinteraksi dengan siswa atau guru pembina secara online, (3) penggunaan waktu lebih efektif, (4) dapat memantau siswa meski dalam libur, (5) dapat berdiskusi tentang materi pelajaran, (6) dapat memantau kegiatan siswa secara real time dalam kerja kelompok, dan dapat menyelesaikan program pembinaan lebih cepat karena tidak terpaku pada pertemuan kelas.
5
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
1. Beberapa fasilitas dalam google drive yang ingin dimanfaatkan oleh guru- guru dalam mendukung proses pembinaan adalah: upload dan download dokumen dalam berbagai format (seperti tugas/materi pembinaan), sharing dokumen dengan siswa untuk meningkatkan kualitas
pembinaan, mengedit dokumen, fasilitas
bimbingan kelompok, fasilitas pemantauan kegiatan belajar siswa, dan fasilitas penyimpanan data.
2. Setelah pelatihan, sebagian besar peserta
pelatihan menyatakan berminat untuk
menggunakan media pembinaan berbasis IT (Google Drive) dalam proses belajar mengajar, antara lain untuk: 1) untuk mengontrol pemahaman siswa apakah materi yang diberikan dikirim sudah dipahami atau belum, 2) sharing program pembinaan dan bahan ajar dengan siswa, 3) menjelaskan/sharing kepada siswa mengenai
[image:9.595.86.301.500.705.2]ISSN : 2302
–
450X
48
pemecahannya secara bersama-sama dengan siswa, bertukar informasi/pengetahuan, dan (4) pemberian tes online.
3. Pemahaman peserta pelatihan tentang keunggulan google drive sebagai media pembinaan, sebagian besar peserta pelatihan menyatakan bahwa google drive sangat praktis, efektif dan efesien, bisa berinteraksi dengan siswa, dapat memantau siswa meski dalam libur, dapat berdiskusi tentang materi pelajaran, dapat memantau kegiatan siswa secara real time dalam kerja kelompok, dan dapat menyelesaikan program pembinaan lebih cepat karena tidak terpaku pada pertemuan kelas.
6
DAFTAR PUSTAKA
[1] Briggs, Leslie J. 1977. Instructional Design, Educational Technology Publications Inc. New Jersey : Englewood Cliffs
[2] Druva, C. A. and Anderson, L. D. 1983. Science
Teacher Characteristics by Teacher Behavior and by Sudent Outcomes. A meta-analisis of Research. Journal of Research Science
Teaching. Vol. 20.
[3] Weier M. H. 2010. Inside Google’s Minchigan
Office. Infromastion Information Week, 24 Oktober 2007.Diakses pada 12 September 2010.
[4] Mikkelsen B. 2012. Metode Penelitian
Partisipatoris dan Upaya Pemberdayaan:
Panduan Bagi Praktisi Lapangan . Yayasan Obor Indonesia
[5] Nawawi, H. 1983. Administrasi dan