• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT HIMALAYA ENERGI PERKASA Tbk DAN ENTITAS ANAK / AND ITS SUBSIDIARY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PT HIMALAYA ENERGI PERKASA Tbk DAN ENTITAS ANAK / AND ITS SUBSIDIARY"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

DAN ENTITAS ANAK / AND ITS SUBSIDIARY

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR

31 DECEMBER 2020

PT HIMALAYA ENERGI PERKASA Tbk

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN BESERTA

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/

CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS WITH

INDEPENDENT AUDITOR'S REPORT

PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020

FOR THE YEAR ENDED

(2)

PT HIMALAYA ENERGI PERKASA Tbk PT HIMALAYA ENERGI PERKASA Tbk

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN BESERTA CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS WITH

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN/ INDEPENDENT AUDITOR'S REPORT

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR FOR THE YEAR ENDED

PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2020 31 DECEMBER 2020

DAFTAR ISI/ TABLE OF CONTENTS

Halaman/ Pages

Surat Pernyataan Direksi Directors’ Statements

Laporan Auditor Independen Independent Auditor's Report

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 - 2 Consolidated Statements of Financial Position

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Consolidated Statements of Profit or Loss and Other

Komprehensif Lain Konsolidasian 3 Comprehensive Income

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4 Consolidated Statement of Changes in Equity

Laporan Arus Kas Konsolidasian 5 Consolidated Statements of Cash Flows

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF

KONSOLIDASIAN FINANCIAL POSITION

31 DESEMBER 2020 31 DECEMBER 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Catatan/

Notes 2020 2019

ASET ASSETS

Aset lancar Current assets

Kas dan bank 4 1.191.852.646 1.162.417.943 Cash and banks

Investasi dalam saham 5 1.249.125.000 1.249.125.000 Investment in shares

Piutang reverse repo - neto 6 1.107.000.000 1.500.000.000 Receivables from reverse repo - net Piutang usaha - pihak ketiga 7 - 315.632.400 Trade receivables - third parties Piutang lain-lain - pihak ketiga 8 22.200.000 17.999.568 Other receivables - third parties

Pajak dibayar di muka 12a 286.195.139 244.209.799 Prepaid taxes

Uang jaminan - 10.500.000 Refundable deposit

Jumlah aset lancar 3.856.372.785 4.499.884.710 Total current assets

Aset tidak lancar Non-current assets

Piutang lain-lain - pihak ketiga 8 - 859.731.368 Other receivables - third party Aset pajak tangguhan 12d - 132.609.596 Deferred tax assets

Uang muka jangka panjang - Longterm advances

-pihak ketiga 25b 6.400.000.000 6.400.000.000 third party

Aset tetap - neto 9 4.402.147.932 5.029.153.077 Fixed assets – net

Kas yang dibatasi penggunaannya 10 581.265.414 577.353.444 Restricted cash

Aset tidak lancar lainnya 11 359.247.900 359.247.900 Other non-current assets

Jumlah aset tidak lancar 11.742.661.246 13.358.095.385 Total non-current assets

JUMLAH ASET 15.599.034.031 17.857.980.095 TOTAL ASSETS

LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY

LIABILITAS LIABILITIES

Liabilitas jangka pendek Current liabilities

Utang pajak 12b 50.000 7.595.712 Taxes payable

Utang akrual 13 757.197.500 770.000.000 Accrued payables

Jumlah liabilitas jangka pendek 757.247.500 777.595.712 Total current liabilities

Liabilitas jangka panjang Non-current liabilities

Liabilitas imbalan pascakerja 14 560.399.349 943.291.742 Post-employment benefits liabilities Utang lain-lain - pihak ketiga 10 500.000.000 500.000.000 Other payables - third party

Jumlah liabilitas jangka panjang 1.060.399.349 1.443.291.742 Total non-current liabilities

JUMLAH LIABILITAS 1.817.646.849 2.220.887.454 TOTAL LIABILITIES

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian sebagai bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian See the accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements

(8)

PT HIMALAYA ENERGI PERKASA, Tbk PT HIMALAYA ENERGI PERKASA, Tbk

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

LAPORAN POSISI KEUANGAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF

KONSOLIDASIAN - Lanjutan FINANCIAL POSITION - Continued

31 DESEMBER 2020 31 DECEMBER 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Catatan/

Notes 2020 2019

EKUITAS EQUITY

Ekuitas yang dapat diatribusikan Equity attributable to owners

kepada pemilik entitas induk of the parent company

Modal dasar - Authorized

-8.840.000.000 saham pada 8,840,000,000 shares

(nilai nominal Rp 100 per saham) (Rp 100 par value per share)

tanggal 31 Desember 2020 as of December 31, 2020 and

dan 31 Desember 2019 December 31,2019

Modal ditempatkan dan Issued and fully

disetor penuh - paid – 2,120,000,000

2.120.000.000 saham pada shares as of

tanggal 31 Desember 2020 December 31, 2020 and

dan 31 Desember 2019 15 212.000.000.000 212.000.000.000 December 31, 2019

Tambahan modal disetor - neto 16 4.172.656.525 4.172.656.525 Additional paid-in capital - net

Komponen ekuitas lainnya 5 (3.747.375.000) (3.747.375.000) Other equity component

Defisit (203.791.877.605) (202.357.673.686) Deficit

Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan Total equity attributable to owners

kepada pemilik entitas induk 8.633.403.920 10.067.607.839 of the parent company

Kepentingan nonpengendali 5.147.983.262 5.569.484.802 Non-controlling interests

JUMLAH EKUITAS 13.781.387.182 15.637.092.641 TOTAL EQUITY

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 15.599.034.031 17.857.980.095 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian sebagai bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian See the accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements

(9)

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF PROFIT OR LOSS AND

KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN OTHER COMPREHENSIVE INCOME

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Catatan/

Notes 2020 2019

PENDAPATAN NETO 17 3.714.160.800 3.607.945.200 REVENUE

BEBAN POKOK PENDAPATAN 18 (3.162.292.139) (2.837.274.670) COST OF REVENUE

LABA BRUTO 551.868.661 770.670.530 GROSS PROFIT

BEBAN USAHA OPERATING EXPENSE

Beban umum dan administrasi 19 (2.002.145.854) (1.865.251.800) General and administrative expense Beban pajak penghasilan final 12c (6.336.205) (18.339.726) Final tax expenses

Jumlah beban usaha (2.008.482.059) (1.883.591.526) Total operating expense

RUGI USAHA (1.456.613.398) (1.112.920.996) OPERATING PROFIT (LOSS)

Penyisihan kerugian penurunan Provision for impairment loss on

nilai piutang reverse repo 6 - (54.122.500.000) receivables from reverse repo

Penyisihan kerugian penurunan Provision for impairment loss on

nilai piutang lain-lain pihak ketiga 8 (859.731.368) - other receivables - third party

Penghasilan (beban) usaha Other operating

lainnya - neto 20 7.518.771 (1.938.639) income (expense) - net

RUGI SEBELUM PAJAK INCOME (LOSS) BEFORE

PENGHASILAN (2.308.825.995) (55.237.359.635) TAX

BEBAN PAJAK TANGGUHAN 12d (132.609.596) (9.647.155) DEFERRED TAX EXPENSE

RUGI TAHUN BERJALAN (2.441.435.591) (55.247.006.790) INCOME (LOSS) FOR THE YEAR

PENGHASILAN OTHER COMPREHENSIVE

KOMPREHENSIF LAIN INCOME

Pos yang tidak akan Item will not be reclassified

direklasifikasi ke laba rugi: to profit or loss:

Pengukuran kembali liabilitas Remeasurement post-employment

imbalan pasca kerja 14 585.730.132 (13.697.825) benefits liabilities

Pos yang akan direklasifikasi Items that may be reclassified

ke laba rugi: subsequently to profit or loss:

Kerugian yang belum direalisasi Unrealized loss on

atas investasi dalam saham 5 - (4.746.675.000) investment in shares

JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE

TAHUN BERJALAN (1.855.705.459) (60.007.379.615) LOSS FOR THE YEAR

RUGI BERSIH TAHUN BERJALAN LOSS FOR THE YEAR

YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTABLE TO:

Pemilik entitas induk (1.756.355.492) (55.264.852.606) Owners of the parent entity

Kepentingan nonpengendali (685.080.099) 17.845.816 Non-controlling interests

Rugi bersih tahun berjalan (2.441.435.591) (55.247.006.790) Loss for the year

JUMLAH RUGI KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE

TAHUN BERJALAN YANG DAPAT LOSS FOR THE YEAR

DIATRIBUSIKAN KEPADA: ATTRIBUTABLE TO:

Pemilik entitas induk (1.434.203.919) (60.019.061.410) Owners of the parent entity

Kepentingan nonpengendali (421.501.540) 11.681.795 Non-controlling interests

(10)

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Tambahan modal Komponen Kepentingan

disetor - neto/ ekuitas lainnya/ nonpengendali/

Modal saham/ Additional Other equity Defisit/ Jumlah/ Non-controlling Jumlah ekuitas/

Share capital paid-in capital - net component Deficit Total interest Total equity

Saldo per 1 Januari 2019 212.000.000.000 4.172.656.525 999.300.000 (147.085.287.276) 70.086.669.249 5.557.803.007 75.644.472.256 Balance as of January 1, 2019

Laba tahun berjalan - - - (55.264.852.606) (55.264.852.606) 17.845.816 (55.247.006.790) Loss for the year

Kerugian yang belum direalisasi Unrealized loss on

atas investasi dalam saham - - (4.746.675.000) - (4.746.675.000) - (4.746.675.000) investment in shares Penghasilan komprehensif lain - - - (7.533.804) (7.533.804) (6.164.021) (13.697.825) Other comprehensive income Saldo per 31 Desember 2019 212.000.000.000 4.172.656.525 (3.747.375.000) (202.357.673.686) 10.067.607.839 5.569.484.802 15.637.092.641 Balance as of December 31, 2019

Rugi tahun berjalan - - - (1.756.355.492) (1.756.355.492) (685.080.099) (2.441.435.591) Loss for the year Penghasilan komprehensif lain - - - 322.151.573 322.151.573 263.578.559 585.730.132 Other comprehensive income Saldo per 31 Desember 2020 212.000.000.000 4.172.656.525 (3.747.375.000) (203.791.877.605) 8.633.403.920 5.147.983.262 13.781.387.182 Balance as of December 31, 2020

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian sebagai bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian See the accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements

Equity attributable to the owners of the parent entity

(11)

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN CONSOLIDATED STATEMENTS OF CASH FLOWS

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

Catatan/

Notes 2020 2019

ARUS KAS DARI CASH FLOW FROM

AKTIVITAS OPERASI OPERATING ACTIVITIES

Penerimaan dari piutang reverse repo 6 393.000.000 1.247.500.000 Receipts from reverse repo receivables Penerimaan dari jasa pengisian LPG 4.029.793.200 3.597.636.600 Receipt from LPG refueling services

Pembayaran kepada karyawan (2.622.262.498) (2.268.286.931) Payment to employees

Pembayaran kepada pemasok Payments to suppliers

dan operasi lainnya (1.719.353.123) (1.712.085.228) and other operation

Penerimaan bunga 20 11.368.697 10.143.072 Interest receipts

Pembayaran pajak penghasilan (7.939.367) (18.232.407) Payment for income taxes

Kas bersih diperoleh dari Net cash provided by

aktivitas operasi 84.606.909 856.675.106 operating activities

ARUS KAS DARI CASH FLOW FROM

AKTIVITAS INVESTASI INVESTING ACTIVITIES

Perolehan aset tetap 9 (55.172.206) (726.640.000) Acquisition of fixed assets

Kas bersih digunakan untuk Net cash used in

aktivitas pendanaan (55.172.206) (726.640.000) investing activities

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH NET INCREASE (DECREASE) IN CASH

KAS DAN SETARA KAS 29.434.703 130.035.106 AND CASH EQUIVALENTS

KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT

AWAL TAHUN 1.162.417.943 1.032.382.837 THE BEGINNING OF THE YEAR

KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT

AKHIR TAHUN 1.191.852.646 1.162.417.943 THE END OF THE YEAR

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian sebagai bagian yang tak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian See the accompanying notes to consolidated financial statements which are an integral part of the consolidated financial statements

(12)

PT HIMALAYA ENERGI PERKASA Tbk PT HIMALAYA ENERGI PERKASA Tbk

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian dan Kegiatan Usaha a. Establishment and Business Activity

b. b.

Dewan Komisaris dan Direksi Boards of Commissioners and Directors

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Komisaris Utama Ismayati Solihat Miming Irawan Jusup President Commissioner

Komisaris Independen Basa Sidabutar Basa Sidabutar Commissioner

Direksi Board of Directors

Direktur Utama Piter Rasiman Piter Rasiman President Director

Direktur Sigit Suprih Hartono Indra Wahyu Pratama Director

2020 2019

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 88 tanggal 24 Juli 2019 dari Notaris Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn., sehubungan dengan persetujuan penurunan modal dasar Perusahaan dan pembatalan penggabungan nilai nominal saham. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0071080.AH.01.02. TAHUN 2019 tanggal 18 September 2019.

The Company’s Articles of Association has been amended several times, most recently by Notarial Deed No. 88 dated 24 July 2019 of Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn., concerning with approval for decrease in the authorized capital and cancellation of merger of par value of shares of the Company. This amendment deed has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia through Decision Letter No. AHU-0071080.AH.01.02.TAHUN 2019 dated 18 September 2019.

Perusahaan beroperasi secara komersial pada tanggal 14 Juni 1989.

The Company started its commercial operations on 14 June 1989.

Berdasarkan Akta No. 53 tanggal 24 September 2020 dan Akta No. 66 tanggal 21 Juni 2019 dari Notaris Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn., susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

Based on the Deed No. 53 dated 24 September 2020 and Deed No. 66 dated 21 June 2019 from Notary Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn., the composition of theCompany’s Boards of Commissioners and Directors as of 31 December 2020 and 2019 are as follows:

Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan

Commissioners, Directors, Audit Committee, Corporate Secretary and Employees

PT Himalaya Energi Perkasa Tbk (Perusahaan), dahulu PT HD Capital Tbk, didirikan dengan nama PT Harumdana Sekuritas berdasarkan Akta Notaris No. 24 tanggal 10 Februari 1989 yang dibuat di hadapan Soebagjo Ronoatmodjo, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. C2-3711.HT.01.01.Th.89 tanggal 24 April 1989 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 97 tanggal 5 Desember 1989, Tambahan No. 3363.

PT Himalaya Energi Perkasa Tbk (the Company), formerly PT HD Capital Tbk, was established under the name of PT Harumdana Sekuritas based on the Notarial Deed No. 24 dated 10 February 1989 of Soebagjo Ronoatmodjo, S.H., Notary in Jakarta and approved by the Minister of Justice of the Republic of Indonesia by its Decision Letter No. C2-3711.HT.01.01.Th.89 dated 24 April 1989 and was published in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 97 dated 5 December 1989, Supplement No. 3363.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang ketenagalistrikan, industri perdagangan dan jasa.

In accordance with the Article 3 of theCompany’s Articles of Association, the Company’s scope of activities comprise of electrification, trade and services industry. Sesuai dengan Akta Notaris Rosida Rajagukguk Siregar, S.H.,

M.Kn., No. 8 tanggal 8 Januari 2020, para pemegang saham telah menyetujui perubahan tempat kedudukan Perusahaan dari semula di Jakarta Selatan ke kota Semarang, Jawa Tengah. Perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik

Indonesia dengan Surat Keputusan No.

AHU-0006861.AH.01.02 tanggal 27 Januari 2020.

Based on Notarial Deed of Rosida Rajagukguk Siregar, S.H., M.Kn., No. 8 dated 8 January 2020, the shareholders approved the changes of the Company’s domicile from South Jakarta to Semarang, Central Jawa. This amendment has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia through Decision Letter No. AHU-0006861.AH.01.02 dated 27 January 2020.

(13)

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM - Lanjutan 1. GENERAL - Continued

b. b.

Komite Audit Audit Committee

Ketua Basa Sidabutar Basa Sidabutar Chairman

Anggota Mashita Firdausy Yuliani Almalita Member

Anggota Lena Lena Member

Sekretaris Perusahaan dan Audit Internal The Corporate Secretary and Internal Audit

Sekretaris Perusahaan Sigit Suprih Hartono Indra Wahyu Pratama The Corporate Secretary

Kepala Audit Internal Perusahaan Erulina Br Surbakti Siswahyudi Head of Internal Audit

Karyawan Perusahaan Employee of The Company

2019 2020

Dewan Komisaris Perusahaan telah menyetujui untuk mengangkat Mashita Firdausy sebagai Anggota Komite Audit yang baru menggantikan Yuliani Almalita berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 05/HEP-DIR/I/2020 tanggal 24 Januari 2020.

The Company's Board of Commissioners has agreed to appoint Mashita Firdausy as a new member of the Audit Committee to replace Yuliani Almalita based on the Decree of the Board of Commissioners No. 05 / HEP-DIR / I / 2020 dated January 24, 2020.

Pada tanggal 14 Oktober 2020, sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Direksi No. 043/HEP-DIR/X/2020, yang telah disampaikan kepada Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Perusahaan telah memberhentikan Sdr. Siswahyudi SE selaku Kepala Unit Audit Internal Perusahaan dan mengangkat Sdri. Erulina Br Surbakti selaku Kepala Unit Audit Internal yang baru.

On October 14, 2020, in accordance with the Decree of the Board of Directors No. 043 / HEP-DIR / X / 2020, which has been submitted to the Chairman of the Board of Commissioners of the Financial Services Authority, the company has dismissed Mr. Siswahyudi SE as the Head of the Company's Internal Audit Unit and appointed Ms. Erulina Br Surbakti as the new Head of Internal Audit Unit.

2020 2019

Personil manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota Direksi dan Komisaris (selain Komisaris Independen). Manajemen kunci memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas utama Perusahaan.

Key management personnel of the Company comprise all of the members of Board of Director and Commissioner (except Independent Commissioner). Key management has an authority and responsibility for planning, directing and controlling the main activities of the Company. Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan

dan Karyawan - Lanjutan

Commissioners, Directors, Audit Committee, Corporate Secretary and Employees - Continued

Perusahaan telah membentuk Komite Audit sesuai dengan POJK No. 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, dengan susunan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 adalah sebagai berikut:

The Company has established Audit Committee pursuant to POJK No. 55/POJK.04/2015 regarding the Establishment and the Implementation Guidelines of an Audit Committee, with the composition as of December 31, 2020 and 2019 as follows:

Jumlah keseluruhan karyawan tetap Perusahaan dan entitas anak pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019 masing-masing adalah 40 dan 39 orang (tidak diaudit).

The total number of permanent employees of the Company and its subsidiary as of December 31, 2020 and 2019 were 40 and 39 person (unaudited), respectively. Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.

035/HEP-DIR/VIII/2020 tertanggal 27 Agustus 2020, sebagaimana diatur dalam Peraturan No. IX.I.4, Lampiran Kep-63/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 tentang “Pembentukan Sekretaris Perusahaan”, Perusahaan telah mengangkat Sigit Suprih Hartono sebagai Sekretaris Perusahaan.

Based on the Decree of the Board of Directors No. 035 / HEP-DIR / VIII / 2020 dated 27 August 2020, as regulated in Regulation No. IX.I.4, Annex Kep-63 / PM / 1996 dated January 17, 1996 concerning "Establishment of the Corporate Secretary", the Company has appointed Sigit Suprih Hartono as Corporate Secretary.

(14)

PT HIMALAYA ENERGI PERKASA Tbk PT HIMALAYA ENERGI PERKASA Tbk

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

1. UMUM - Lanjutan 1. GENERAL - Continued

c. Penawaran Umum Efek Perusahaan c. The Company’s Public Offerings

Sebelum Penawaran Before Initial Public

Umum Perdana Offering

Penawaran Initial Public

Umum Perdana Offering

Pemecahan nilai

nominal saham Share split

Penawaran Umum Limited Public

Terbatas I Offering I

d. Entitas Anak d. Subsidiary

PT Optima Daya Kapital (OPDAKA) Persentase efektif/ Effective percentage of 100 140.000.000 140.000.000 Entitas anak/ Subsidiary

Dalam laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan entitas anak secara bersama-sama disebut sebagai “Grup”.

In this consolidated financial statements, the Company and subsidiary are referred to as the “Group”.

12.511.296.955 13.829.126.497 55% 55% operasi komersial/ Year of commercial operation 2019 2020 2019 Semarang 2013 activity Main business Bidang utama usaha/ Tahun Bulk LPG Refuelling Stasiun Pengangkutan

dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE)/ Station (SPPBE)

Dimisili/

Domicle

Pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019, informasi mengenai entitas anak yang dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perusahaan adalah sebagai berikut:

As of 31 December 2020 and 2019, information of subsidiary which consolidated into the Company's financial statements are as follows:

2020 ownership Jumlah aset Tahun/ sebelum eliminasi/ Total asset before elimination kepemilikan 530.000.000 2007 1.590.000.000 2.120.000.000 100 -Description

On 31 March 2004, the Company obtained an effective statement from Chairman of Bapepam-LK by Letter No. S-728/P004D/2004 to conduct an Intial Public Offering (IPO). This IPO consist of 125,000,000 Common Shares with nominal value of Rp 200 per share and offering price of Rp 210 per share. The share premium which arise from excess of IPO proceeds from shareholder with nominal value was amounted to Rp 1,250,000,000 and deducted by shares issuance cost of Rp 1,215,388,886.

Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di BEI pada tanggal 31 Maret 2004.

The Company has listed all of its shares at the BEI on 31 March 2004.

Jumlah saham ditempatkan dan Selanjutnya, Perusahaan pada tanggal 17 Desember 2007 memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK berdasarkan Surat No. S-6375/BL/2007 untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) sebesar 1.590.000.000 saham dengan harga penawaran sebesar Rp 100 per saham di mana setiap satu (1) saham berhak atas tiga (3) saham baru.

Subsequently, the Company on 17 December 2007 obtained an effective statement from the Chairman of Bapepam-LK based on Letter No. S-6375/BL/2007 to conduct a Limited Public Offering or right issue I (PUT I) of 1,590,000,000 shares at offering price of Rp 100 per share which each one (1) share entitled for three (3) new shares.

Ikthisar penerbitan dan pencatatan saham Perusahaan di BEI adalah sebagai berikut:

The summary of the issuance and listing of the Company’s shares in BEI are as follows:

and outstanding 265.000.000 shares issued dan beredar/ Number of Akumulasi jumlah saham tercatat/ Accumulated number of Nilai 200 2004 125.000.000 265.000.000 200 2007

listed shares Par value

nominal/ Pada tanggal 31 Maret 2004, Perusahaan memperoleh

pernyataan efektif dari Ketua Bapepam-LK dengan Surat No. S-728/P004D/2004 untuk melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) Saham. IPO ini terdiri dari 125.000.000 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 200 per saham dan harga penawaran Rp 210 per saham. Agio saham yang berasal dari selisih lebih antara nilai yang diterima dari pemegang saham pada saat IPO dengan nilai nominal saham adalah sebesar Rp 1.250.000.000 dan dikurangi dengan beban emisi saham sebesar Rp1.215.388.886.

(15)

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. 2. a. a. b. b. c. c.

Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian

Amandemen PSAK No. 15, “Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama - Kepentingan Jangka Panjang pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama”;

Amendment to PSAK No. 15, “Investments in Associates and Joint Ventures - Long-term Interests in Associates and Joint Ventures”;

Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Compliance with Financial Accounting Standards

(SAK)

The consolidated financial statements, except for the consolidated statement of cash flows, are prepared under the accrual basis of accounting. The consolidated statement of cash flows are prepared using direct method by classifying cash flows into operating, investing and financing activities.

Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah yang juga sekaligus merupakan mata uang fungsional Grup.

Presentation currency used in the preparation of consolidated financial statements is Rupiah which also the functional currency of the Group.

PSAK No. 72, “Revenue from Contracts with Customers”; and

PSAK No. 73, “Sewa”. PSAK No. 73, “Leases”.

Implementasi dari standar-standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang dilaporkan di periode berjalan.

The implementation of the above standards had no significant effect on the amounts reported for the current period.

Amandemen PSAK No. 62, “Kontrak Asuransi – Menerapkan PSAK No. 71 Instrumen Keuangan dengan PSAK No. 62 Kontrak Asuransi”;

Amendment to PSAK No. 62, “Insurance Contracts -Applying PSAK No. 71 Financial Instruments with PSAK No. 62 Insurance Contract”;

PSAK No. 71, “Instrumen Keuangan”; PSAK No. 71, “Financial Instruments”;

Amandemen PSAK No. 71,“Instrumen Keuangan – Fitur Percepatan Pelunasan dengan Kompensasi Negatif”;

Amendment to PSAK No. 71,“Financial Instruments -Prepayment Features with Negative Compensation”; Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

(PSAK)

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Laporan keuangan konsolidasian ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) serta peraturan terkait yang diterbitkan oleh OJK, khususnya Peraturan No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.

These consolidated financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian SAK which comprise of the Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretation of Financial Accounting Standards (ISAK) issued by Financial Accounting Standards Board of the Institute of Indonesia Chartered Accountants (DSAK-IAI) and the related OJK regulations particularly Rule No. VIII.G.7 on “Presentation and Disclosures for Financial Statements of Public Company”.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN

PSAK No. 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”; dan

Changes to Statements of Financial Accounting Standards (“PSAK”)

Berikut ini adalah standar, perubahan dan interprestasi yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2020:

The following standards, amendments and interpretations became effective since January 1, 2020:

Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan dasar akrual. Laporan arus kas konsolidasian disusun berdasarkan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Basis of Measurement and Preparation of Consolidated Financial Statements

Dasar pengukuran yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah biaya historis, kecuali untuk akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun terkait.

The measurement basis used in the financial statement is the historical cost, except for certain accounts which are measured on the bases as described in the related accounting policies.

(16)

PT HIMALAYA ENERGI PERKASA Tbk PT HIMALAYA ENERGI PERKASA Tbk

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. 2. d. d.

mereklasifikasi bagian Grup atas komponen yang sebelumnya diakui sebagai penghasilan komprehensif lain ke laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba; dan

mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba rugi yang diatribusikan kepada Perusahaan sebagai entitas induk. KNP adalah bagian dari ekuitas entitas anak yang tidak dapat diatribusikan baik secara langsung ataupun tidak langsung kepada Grup. KNP disajikan pada bagian ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Perusahaan, selaku entitas induk. Seluruh laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada Perusahaan dan KNP, bahkan jika hal ini mengakibatkan KNP memiliki saldo defisit.

NCI is a portion of subsidiary’s equity which are not directly or indirectly attributable to the Company. NCI is presented in the equity section of the consolidated statement of financial position, separately from the equity section attributable to the Company, as the parent entity. All profit or loss and each component of other comprehensive income is attributed to the Company and NCI even if this results a deficit balance in NCI.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN - Lanjutan SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

-Continued

Prinsip-prinsip Konsolidasi Principles of Consolidation

Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan, selaku entitas induk, dan entitas anak, sebagai suatu entitas ekonomi tunggal. Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Grup dan pengendalian tersebut timbul ketika Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas anak dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas entitas anak.

The consolidated financial statements comprise of the financial statements of the Company, as parent entity, and its subsidiaries, as a single economic entity. Subsidiaries is an entity which is controlled by the Group and such control exist when the Group is exposed, or has rights, to variable returns from its involvement with subsidiary and has the ability to affect those returns through its power over subsidiary.

recognize any resulting difference as gain or loss in profit or loss attributable to the Company, as parent entity.

Perubahan dalam bagian kepemilikan Grup atas entitas anak namun tanpa kehilangan pengendalian adalah transaksi ekuitas dan disajikan dalam akun“Selisih Transaksi dengan Pihak Nonpengendali” pada ekuitas.

Changes in theGroup’s ownership interest in a subsidiary that do not result in the loss of control are an equity transaction and presented as “Difference in Transaction with Non-controlling Parties” in equity.

Subsidiary is consolidated from the acquisition date, being the date when the Group obtains control, until the date when the Group’s control ceases. The consolidated financial statements are prepared using the same accounting policies for each transaction and other events in similar circumstances.

Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak maka Grup pada tanggal hilangnya pengendalian tersebut:

If the Group lose control of a subsidiary on the date of loss of control, the Group shall:

menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill ) dan liabilitas entitas anak pada jumlah tercatatnya;

derecognize the assets (include goodwill) and liabilities of the subsidiary at its carrying amount;

menghentikan pengakuan jumlah tercatat Kepentingan Nonpengendali (KNP);

derecognize the carrying amount of any Non-controlling Interest (NCI);

mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima dan distribusi saham (jika ada);

recognize the fair value of the consideration received and distribution of shares (if any);

mengakui setiap sisa investasi pada entitas anak pada nilai wajarnya;

recognize the fair value of any investment retained;

reclassify theGroup’s portion on the components that previously recognized in other comprehensive income to profit or loss or retained earnings, as appropriate; and

Entitas anak dikonsolidasikan sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal ketika Grup memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk tiap transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa.

(17)

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. 2. d. d. e. e. f. f.

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES -Continued

Financial Instruments Seluruh aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan

arus kas intra kelompok usaha terkait dengan transaksi antar entitas dalam kelompok usaha, termasuk laba atau rugi yang belum direalisasi dan diakui dalam aset dari transaksi intra kelompok usaha, dieliminasi secara penuh.

All assets and liabilities, equity, income, expenses and cash flows relating to transactions between entities of the group, including unrealized profit or losses that are recognized in assets and resulting from intra group transaction, are fully eliminated.

Suatu aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika memenuhi kedua kondisi berikut dan tidak ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi:

A financial asset is measured at amortised cost if it meets both of the following conditions and is not designated as at fair value through profit or loss:

Seluruh aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui pada pengakuan awal pada saat Grup menjadi pihak dari ketentuan kontrak suatu instrumen keuangan.

All financial assets and financial liabilities are initially recognized when the Group becomes a party to the contractual provisions of the instruments.

Grup menerapkan PSAK 71,“Instrumen Keuangan” sejak 1 Januari 2020. Implementasi dari PSAK 71 tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan Grup. Sesuai dengan PSAK 71, terdapat tiga klasifikasi pengukuran aset keuangan: (i) biaya perolehan diamortisasi, (ii) diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVOCI), (iii) diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).

The Group has adopted PSAK 71,“Financial Instruments” from 1 January 2020. The implementation of PSAK 71 had no significant effect on Group's financial statements. In accordance with PSAK 71, there are three measurement classifications for financial assets: (i) amortized cost, (ii) fair value through other comprehensive income (FVOCI), (iii) fair value through profit or loss (FVTPL).

Aset keuangan Grup yang terdiri dari kas dan setara kas, piutang reverse repo, piutang usaha, piutang lain-lain, uang jaminan dan aset tidak lancar lainnya, serta liabilitas keuangan Grup yang terdiri dari utang usaha, utang akrual, utang lain-lain dan liabilitas sewa, diklasifikasikan sebagai “instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi”.

The Group’s financial assets comprise cash and cash equivalents, trade accounts receivable, other accounts receivable and other non-current assets, and theGroup’s financial liabilities comprise trade accounts payable, accrued payables, other accounts payable and lease liabilities, are classified as “financial instruments measured at amortized costs”.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN - Lanjutan

Instrumen Keuangan

Dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan

It is held within a business model whose objective is to hold financial assets to collect contractual cash flows; and

Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari

Its contractual terms give rise on specified dates to cash flows that are solely payments of principal and Sesuai dengan PSAK No. 7 (Penyesuaian 2015) tentang

“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, pihak dianggap berelasi dengan Grup jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan langsung maupun tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan keuangan dan operasional) terhadap pihak lain dalam pengambilan keputusan kebijakan keuangan dan operasional.

In accordance with PSAK No. 7 (Improvement 2015) in “Related Party Disclosures”, parties are considered to be related with the Group if one party has the ability to control (through ownership, directly or indirectly) or exercise significant influence (through participation in the financial and operating policies) over the other party in making financial and operating decisions.

Seluruh saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.

All significant balances and transactions with related parties have been disclosed in notes to consolidated financial statements.

Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi Transactions with Related Parties

(18)

PT HIMALAYA ENERGI PERKASA Tbk PT HIMALAYA ENERGI PERKASA Tbk

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. 2.

f. f.

g. g.

Instrumen Keuangan - Lanjutan Financial Instruments - Continued

Aset keuangan Grup yang terdiri dari investasi dalam saham diklasifikasikan sebagai “instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (FVOCI)".

The Group’s financial assets comprise investment in shares are classified as “financial instruments measured at fair value through other comprehensive income (FVOCI)".

Grup mengakui provisi atas kerugian penurunan nilai untuk kerugian kredit ekspektasian atas aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Provisi atas kerugian penurunan nilai piutang usaha diukur dengan jumlah yang sama dengan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya. Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya adalah kerugian kredit ekspektasian yang dihasilkan dari semua kemungkinan kejadian gagal bayar sepanjang umur yang diharapkan dari suatu instrumen keuangan.

The Group recognises impairment loss provision for expected credit losses (ECLs) on financial assets measured at amortised cost. Impairment loss provision for trade receivables are measured at an amount equal to lifetime ECLs. Lifetime ECLs are the ECLs that result from all possible default events over the expected life of a financial instrument.

Kas dan Bank Cash and Banks

Kas dan bank terdiri dari uang kas dan uang yang ada di bank dan tidak digunakan sebagai jaminan atas utang serta tidak dibatasi penggunaannya.

Cash and banks consist of cash on hand and in banks and are not used as collateral of obligation and there is no restriction of the use.

Ketika menentukan apakah risiko kredit dari suatu aset keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal dan ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian, Grup mempertimbangkan informasi relevan yang wajar dan dapat dibuktikan dan tersedia tanpa biaya atau usaha yang tidak semestinya. Ini mencakup informasi dan analisis kuantitatif dan kualitatif, berdasarkan pengalaman historis Grup dan penilaian kredit dan termasuk informasi masa depan.

When determining whether the credit risk of a financial asset has increased significantly since initial recognition and when estimating ECLs, the Group considers reasonable and supportable information that is relevant and available without undue cost or effort. This includes both quantitative and qualitative information and analysis, based on theGroup’s historical experience and informed credit assessment and including forward-looking information.

Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pelanggan tidak mampu membayar kewajiban kreditnya kepada Grup secara penuh. Periode maksimum yang dipertimbangkan ketika memperkirakan kerugian kredit ekspektasian adalah periode maksimum kontrak dimana Grup terekspos terhadap risiko kredit.

The Group considers a financial asset to be in default when the customer is unlikely to pay its credit obligations to the Group in full. The maximum period considered when estimating ECLs is the maximum contractual period over which the Group is exposed to credit risk.

Kerugian kredit ekspektasian adalah perkiraan probabilitas-tertimbang dari kerugian kredit. Kerugian kredit diukur sebagai nilai sekarang dari semua kekurangan penerimaan kas (yaitu perbedaan antara arus kas terutang dari suatu entitas berdasarkan kontrak dan arus kas yang Grup harapkan untuk diterima). Kerugian kredit ekspektasian didiskontokan pada tingkat bunga efektif dari aset keuangan tersebut.

ECLs are probability-weighted estimate of credit losses. Credit losses are measured as the present value of all cash shortfalls (i.e. the difference between the cash flows due to the entity in accordance with the contract and the cash flows that the Group expects to receive). ECLs are discounted at the effective interest rate of the financial asset.

Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai netonya disajikan dalam laporan posisi keuangan apabila terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dan ada maksud untuk melakukan penyelesaian tersebut secara neto, atau apabila aset direalisasi dan liabilitas diselesaikan secara bersamaan.

Financial assets and liabilities are offset and the net amount is presented in the statement of financial position when there is a legal right of offset and there is an intention to settle on a net basis, or when the asset is realized and the liability settled simultaneously.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN - Lanjutan SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

(19)

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. 2.

h. h.

i. i.

Bangunan Building

Peralatan Stasiun Pengangkutan dan LPG Bulk Hauling and Refueling

Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) Station (SPPBE) Equipment

Kendaraan Vehicles

Peralatan kantor Office equipment

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN - Lanjutan SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

-Continued

4 - 8 Penyusutan diakui bahkan jika nilai wajar aset melebihi jumlah tercatatnya, sepanjang nilai residu aset tidak melebihi jumlah tercatatnya. Nilai residu suatu aset dapat meningkat menjadi suatu jumlah yang setara atau lebih besar daripada jumlah tercatatnya. Ketika hal tersebut terjadi, maka beban penyusutan aset tersebut adalah nol, hingga nilai residu selanjutnya berkurang menjadi lebih rendah daripada jumlah tercatatnya.

Depreciation is recognized even if the fair value of the asset exceeds its carrying amount, as long as theasset’s residual value does not exceed its carrying amount. The residual value of an asset may increase to an amount equal to or greater than theasset’s carrying amount. If it does, theasset’s depreciation charge is zero unless and until its residual value subsequently decreases to an amount below the asset’s carrying amount.

Tahun / Years 20

8 4 - 8 Pendapatan bunga yang timbul atas perjanjian reverse repo

ditangguhkan dan diamortisasi sepanjang periode kontrak dengan metode suku bunga efektif.

Interest income on a reverse repo agreements are deferred and amortized over the contract with the effective interest rate method.

Aset Tetap Fixed Assets

Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat distribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diperlukan. Biaya perolehan juga termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan.

Fixed assets are initially recorded at cost which includes the purchase price, borrowing costs and other costs directly attributable to bring the asset to the present location and condition. Cost also includes the cost of replacing part of fixed assets if met the recognition criteria.

Setelah pengakuan awal, Grup menggunakan model biaya di mana seluruh ase ttetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada). Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya.

Subsequent to initial recognition, the Group uses cost model in which fixed assets are measured at cost less accumulated depreciation and accumulated impairment losses (if any). All costs of maintenance and repairs that do not meet the recognition criteria are recognized in profit or loss as incurred.

Penyusutan dihitung sejak aset tetap siap untuk digunakan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan sebagai berikut:

Depreciation begins when the fixed assets are ready for used using straight-line method over the estimated useful lives of the assets as follows:

Transaksi reverse repo disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian sebesar nilai penjualan kembali dikurangi penghasilan bunga yang belum diamortisasi.

Reverse repo transactions presented in the consolidated financial statements as the resale value net of unamortized interest income.

Transaksi Reverse Repo Reverse Repo Transactions

Transaksi beli dengan janji jual kembali (reverse repo) merupakan transaksi pembiayaan dengan jaminan portofolio efek.

Reverse repo transactions is financing transactions secured by shares portofolio.

(20)

PT HIMALAYA ENERGI PERKASA Tbk PT HIMALAYA ENERGI PERKASA Tbk

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. 2.

i. i.

j. j.

Aset Tetap - Lanjutan Fixed Assets - Continued

Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan Impairment of Non-financial Assets

Pada setiap tanggal pelaporan, manajemen menilai apakah terdapat indikasi suatu aset non keuangan mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan atas aset tersebut.

At each reporting date, management assesses whether there is an indication of a non-finansial asset may be impaired. If such indication exists, the Group makes an estimate of recoverable amount of the asset.

Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara 1) nilai wajar aset atau unit penghasil kas (UPK) dikurangi biaya untuk menjual dengan 2) nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian bisa independen dari aset atau kelompok aset lain. Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset. Sedangkan dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, Grup memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat ekonomi dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam pengunaan tertinggi dan terbaiknya. Dalam hal ini, Grup dapat menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan di mana data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar aset.

The recoverable amount for an individual asset is the higher amount between 1) the fair value of an asset or cash-generating unit (CGU) less costs to sale and 2) the value in use, unless the asset does not generate cash in flows that are largely independent of those from other assets or groups of assets. In assessing value in use, the estimated net future cash flows are discounted to their present value using a pre-tax discount rate that reflects current market assessments of the time value of money and the risks specific to the asset. In determining fair value less costs to sell, the Group takes into account a market participant's ability to generate economic benefits by using the assets in its highest and best use or by selling it to another market participant that would use the assets in its highest and best use. The Group might use appropriate valuation technique to determine the fair value of assets.

Apabila jumlah tercatat aset lebih besar daripada jumlah terpulihkannya, maka aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan jumlah tercatat aset diturunkan nilainya menjadi sebesar jumlah terpulihkannya. Rugi penurunan nilai diakui pada laba rugi.

If the asset's carrying amount exceeds its recoverable amount, the asset is considered impaired and is written down to its recoverable amount. Impairment loss is recognized in profit or loss.

Penyusutan tidak dihentikan meskipun aset tidak digunakan atau dihentikan penggunaannya, kecuali telah habis disusutkan.

Depreciation does not be ceased when the asset becomes idle or retired from active use unless the asset is fully depreciated.

Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan tersebut dicatat sebagai perubahan estimasi akuntansi yang diakui secara prospektif.

The estimated useful lives, residual value and depreciation method of fixed assets are reviewed at each year end with the effect of any changes accounted for as change in accounting estimates which recognize on a prospective basis.

Bagian aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

An item of fixed assets are derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the asset (accounted as the difference between the net proceeds from disposal and the carrying amount of fixed asset) is recognized in profit or loss in the year of derecognition.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN - Lanjutan SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

(21)

DAN ENTITAS ANAK AND ITS SUBSIDIARY

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN NOTES TO CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2020 FOR THE YEAR ENDED 31 DECEMBER 2020

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)

2. 2.

j. j.

k. k.

l. l.

m. Pengakuan Pendapatan dan Beban m. Revenue and Expense Recognition

Grup menerapkan PSAK No. 72, “Pendapatan dari Kontrak denganPelanggan” sejak 1 Januari 2020. Implementasi dari PSAK 72 tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan

The Group has adopted PSAK No. 72, “Revenue from Contracts with Customers” from 1 January 2020. The implementation of PSAK 71 had no significant effect on Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan pasca kerja

pada laporan posisi keuangan merupakan nilai kini liabilitas imbalan pasti serta penyesuaian atas biaya jasa lalu. Grup mengakui seluruh keuntungan atau kerugian aktuarial melalui penghasilan komprehensif lain.

The amount recognized as post-employment benefits liabilities in the statement of financial position represents the present value of defined benefit obligation and the adjustment for past service costs. The Group recognized all actuarial gains or losses through other comprehensive

Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan - Lanjutan Impairment of Non-financial Assets- Continued

Liabilitas Imbalan Pascakerja

Penilaian yang dilakukan pada setiap tanggal pelaporan juga menguji apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset atau UPK tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya akan dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsiyang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai yang terakhir diakui.

Assessment made at each reporting date as to whether there is an indication that previously recognized impairment losses may no longer exist or may have decreased. If such indication exists, the Company estimates the recoverable amount of the asset or CGU. Previous recognized impairment loss is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the assets recoverable amount since the last impairment loss was recognized.

Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya ataupun jumlah tercatatnya, setelah dikurangi penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi dikurangi nilai residunya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

In this case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount. The reversal is limited so that the carrying amountof the asset will not exceed the recoverable or carrying amount, net of depreciation, had no impairment loss been recognized previously. Such reversal is recognized in profit or loss. After reversal, the future depreciation of assets is adjusted to allocate the revised carrying amount of asset, less any residual value, using the systematic basis throughout the remaining useful lives.

Grup menerapkan PSAK No. 24 (Penyesuaian 2015) "Imbalan Kerja", dalam mengakui liabilitas imbalan pasca kerja kepada karyawan sesuai dengan ketentuan minimum di dalam Undang-Undang No. 1312003 tentang "Ketenagakerjaan". Perhitungan liabilitas imbalan pasca kerja tersebut didasarkan pada metode aktuarial Projected Unit Credit setelah memperhitungkan kontribusi yang dibuat terkait dengan program (jika ada).

The Group applying PSAK No. 24 (Improvement 2015) "Employee Benefits", in provides post-employment benefits to its employees in accordance with the minimum requirement under Law No. 13/2003 on "Man-power". The calculation of post-employment benefits liabilities is based on the actuarial Projected Unit Credit method after considering the contribution made to such program (if exist).

Tambahan Modal Disetor Additional Paid-in Capital

Tambahan modal disetor meliputi selisih antara agio saham (yaitu kelebihan setoran pemegang saham di atas nilai nominal) dengan biaya-biaya saham yang terkait langsung dengan penerbitan efek ekuitas Perusahaan dalam penawaran umum dan selisih antara aset dan liabilitas pengampunan pajak.

Additional paid-in capital comprise of the difference between the excess of paid-up share capital made by shareholders over its par value and the direct costs incurred in respect of the issuance of the Company's shares in the public offering anddifference between tax amnesty assets and liabilities.

Post-employment Benefits Liabilities

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN - Lanjutan SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Gambar

Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan konsolidasian Grup berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2020 dan 2019.

Referensi

Dokumen terkait

Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku. Aset dan liabilitas pajak tangguhan

Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi periode berjalan, kecuali untuk pajak penghasilan yang timbul dari transaksi

Perubahan nilai wajar dari aset keuangan diakui sebagai penghasilan komprehensif lain (Kecuali untuk kerugian penurunan nilai, laba (rugi) selisih kurs dan bunga yang dihitung

Rekonsiliasi antara laba komersial sebelum pajak penghasilan sebagaimana dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasian dan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan

Pajak penghasilan terdiri dari pajak penghasilan kini dan tangguhan. Pajak penghasilan ini diakui dalam laba rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi

Nilai tercatat atas aset keuangan dikurangi melalui penggunaan pos cadangan penurunan nilai dan jumlah kerugian yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif

Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian

Fiscal Reconciliation Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan, sebagaimana tercantum pada laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, dengan penghasilan kena