• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan menentukan seberapa besar kegiatan penambangan pasir berdasarkan pendekatan carrying capacity di DAS Luk Ulo, Kabupaten Kebumen. Tujuan tersebut dapat dicapai dengan mengidentifikasi kriteria kegiatan penambangan pasir berdasarkan pendekatan carrying capacity, sehingga penelitian ini menggunakan metode pendekatan Positivisme, yaitu melakukan penelitian berdasarkan pada fakta-fakta empiris. Perumusan permasalahan dan tujuan dibatasi oleh teori-teori yang mengacu pada kerangka pemikiran studi yang telah dibuat. Jenis Penelitian yang dipergunakan adalah Kuantitatif, karena penelitian ini menggunakan pendekatan carrying capacity yang bersifat fisik.

3.2 Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah faktor atau hal yang diteliti yang memiliki ukuran, baik ukuran yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Variabel-variabel penelitian dipilih berdasarkan kesesuaian variabel terhadap obyek penelitian. Dari variabel tersebut kemudian ditentukan definisi operasional, untuk pengkategorisasian data yang diperoleh sehingga data dapat diukur dan tepat sasaran. Data yang dipergunakan dalam analisa adalah indikator-indikator dari variabel-variabel penelitian yang telah disebutkan pada bab sebelumnya. Variabel penelitian dibagi dalam 2 (dua) kelompok besar, yaitu: variabel yang diidentifikasikan sebagai faktor supply dan faktor demand. Masing-masing faktor tersebut terdiri dari dua sub variabel. Adapun variabel-variabel penelitian dan definisi opresionalnya dapat dilihat pada Tabel 3.1

(2)

Tabel 3.1

Variabel dan Definisi Operasional Penelitian

Sumber: Hasil Analisis Penulis

No. Variabel Sub Variabel Definisi Operasional 1) DMI Lahan Kesesuaian lahan untuk

kegiatan penambangan pasir 1. Faktor

Supply

2) DMI Pasir Jumlah stok pasir untuk kegiatan penambangan pasir 1) DMC Lahan

Kesesuaian lahan pada lahan yang menjadi lokasi kegiatan penambangan pasir saat ini

2. Faktor Demand

2) DMC Pasir

Aliran sumberdaya pasir atau tingkat produksi penambangan pasir saat ini

3.3 Metode Pengambilan Sampel

Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah model Purposive Sampling atau pengambilan sampel bertujuan. Penggunaan metode ini adalah pada untuk menghitung responden pada variabel DMC pasir sehingga diketahui bagaimana perilaku kegiatan penambangan pasir pada wilayah penelitian. Pada penelitian ini yang menjadi objek (populasi) adalah pengelola penambang pasir di DAS Luk Ulo Kabupaten Kebumen. Definisi dari objek ini adalah para pemilik dan atau pengelola lokasi kegiatan penambangan pasir di wilayah penelitian. Jumlah sampel pada populasi ini sebanyak 13 orang, jumlah ini sesuai dengan jumlah lokasi kegiatan penambangan pasir yang memiliki izin untuk menambang pasir.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Kerlinger (dalam Arikunto, 2002) mengatakan bahwa observasi/penelitian adalah suatu istilah umum yang mempunyai arti semua bentuk penerimaan data yang dilakukan dengan cara

(3)

merekam kejadian, menghitungnya, mengukurnya dan mencatatnya. Oleh karena itu, metode pengumpulan data merupakan suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis, dengan prosedur terstandar.

Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan pengumpulan data primer dan data sekunder, yaitu:

1. Data Primer

Teknik pengambilan data dengan survey primer dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan wawancara kepada para penambang pasir di DAS Luk Ulo. Selain itu juga dilakukan observasi lapangan untuk data pendukung bagi penelitian ini. a. Kuesioner

Menurut Arikunto (2002), kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang dia ketahui. Tipe kuesioner pada penelitian ini dipandang dari cara menjawabnya termasuk pada kuesioner tertutup, yaitu dengan memilih jawaban yang sudah disediakan. Kemudian dari jawaban yang diberikan termasuk kuesioner langsung yaitu responden menjawab tentang dirinya. (Form kuesioner lihat Lampiran A).

b. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mengetahui keadaan seseorang dan mencari informasi mengenai suatu permasalahan. Tipe wawancara yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan wawancara bebas tetapi juga mengingat data apa saja yang akan dikumpulkan. Dalam melaksanakan wawancara, pewawancara membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar dari hal-hal yang akan ditanyakan. Wawancara ini dilakukan pada para penambang pasir di DAS Luk Ulo maupun pihak-pihak yang terkait.

(4)

c. Observasi

Observasi adalah metode pengumpulan data dimana peneliti mencatat informasi yang mereka dapat pada saat melakukan pengamatan. Pada penelitian ini observasi yang dilakukan adalah dengan pengamatan langsung dan dokumentasi yang mengacu pada instrumen pengamatan. Observasi di wilayah ini dilakukan untuk memperoleh data yang tidak dapat diperoleh melalui kuesioner atau pun wawancara.

2. Data Sekunder

Survey sekunder dilakukan untuk melengkapi data yang diperoleh dari survei primer berupa kajian literatur yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan. Kemudian dilakukan pula pengumpulan data sekunder berupa data dari instansi-intsansi yang terkait dengan penelitian.

3.5 Teknik Analisis Data

Metode analisis digunakan untuk mengolah data-data yang diperoleh dari hasil survei primer dan sekunder untuk mencapai tujuan penelitian. Analisis digunakan untuk memberikan pemahaman yang luas akan suatu konsep yang akan dijalankan, juga membantu dalam memberikan pilihan terbaik dari kondisi nyata yang ada. Secara garis besar, proses analisis dilakukan dengan 2 tahap, yaitu analisis pola perubahan pemanfaatan lahan dan analisis carrying capacity.

3.5.1 Analisis Pola Perubahan Pemanfaatan Lahan

Analisis ini digunakan untuk mengidentifikasi pola spasial perubahan pemanfaatan lahan selama kurun waktu tertentu dengan menggunakan analisis deskriptif berdasarkan metode t (waktu). Pola perubahan pemanfaatan lahan ditinjau dari :

1. Kecepatan perubahan pemanfaatan lahan menjadi lahan pertambangan, untuk melihat perkembangan pemanfaatan

(5)

lahan ditinjau dari dimensi luasan lahan pertambangan yang mulai terbentuk.

2. Sebaran lokasi pemanfaatan lahan pertambangan, melihat perkembangan pemanfaatan lahan berdasarkan lokasi kegiatan penambangan pasir. Untuk mengamati perubahan pemanfaatan lahan yang terjadi maka data penggunaan lahan pada beberapa periode digambarkan pada peta penggunaan lahan. Pemetaan ini akan menunjukkan kecenderungan perubahan pemanfaatan lahan yang terjadi di wilayah penelitian.

Perubahan pemanfaatan lahan ini akan diamati dalam sebuah analisis yang akan menghasilkan suatu pola. Analisis ini disajikan dalam bentuk peta yang menggambarkan perubahan pemanfaatan lahan di wilayah penelitian.

3.5.2 Analisis Carrying Capacity

Analisis carrying capacity untuk menganalisa kemampuan lingkungan dalam penyediaan kebutuhan sumberdaya alam untuk menunjang kegiatan – kegiatan semua populasi yang ada didalamnya tanpa merusak lingkungan itu sendiri. Untuk menentukan carrying capacity suatu wilayah dilakukan pemeriksaan konsep-konsep yang berkaitan dengan keterbatasan yang ada pada sumberdaya alam dan lingkungan yang akan dianalisis. Konsep-konsep tersebut digunakan sebagai acuan untuk menentukan standar kondisi sumberdaya alam dan lingkungan. Dari standar kondisi sumberdaya alam dan lingkungan diketahui kapasitas sumberdaya alam dan lingkungan tersebut untuk keberlangsungan kegiatan yang terjadi di dalam lingkungan tersebut. Untuk mengetahui apakah kegiatan yang terjadi telah melebihi kapasitasnya, dilakukan komparasi atau perbandingan antara kondisi sumberdaya yang digunakan saat ini dengan standar kondisi sumberdaya yang ideal. Hasil komparasi tersebut digunakan untuk mengidentifikasi alternatif – alternatif kegiatan pengelolaan yang memiliki tingkat kerusakan

(6)

lingkungan paling kecil. Adapun langkah-langkah dalam analisa carrying capacity pada penelitian ini terdiri dari 4 tahapan, yaitu:

1. Inventarisasi kondisi sumberdaya. 2. Menentukan standar kondisi sumberdaya.

3. Identifikasi alternatif alokasi kelas yang ditawarkan. 4. Identifikasi kegiatan pengelolaan masing-masing alternatif. 3.6 Tahapan Penelitian

1. Pendahuluan, pada tahap ini terdiri dari beberapa kegiatan antara lain:

a. Pengumpulan fakta mengenai kawasan penelitian.

Permasalahan kerusakan lingkungan yang terjadi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Luk Ulo yang terjadi akibat penambangan pasir DAS Luk Ulo memberikan pandangan/justifikasi mengenai permasalahan yang ada.

b. Identifikasi dan perumusan masalah terkait dengan batasan masalah yang akan dibahas.

Dari fakta-fakta mengenai kerusakan lingkungan yang terjadi di sepanjang DAS Luk Ulo yang terjadi akibat penambangan pasir, kemudian dilakukan sintesis fokus permasalahan dan pertanyaan penelitian guna mempersempit tujuan penelitian.

c. Studi literatur.

Studi literatur dilakukan guna memperkuat ide penelitian ini. Literatur yang digunakan adalah buku-buku serta data-data penelitian sebelumnya yang relevan dijadikan acuan. Fungsi lainnya adalah dari hasil sintesis literatur didapatkan variabel dan sub-variabel mengenai arahan pengendalian kegiatan penambangan pasir di DAS Luk Ulo Kabupaten Kebumen.

2. Pengumpulan Data

a. Penentuan variabel dan sub-variabel.

Dari hasil studi literatur yang dilakukan, dapat diidentifikasi variabel dan sub-variabel untuk

(7)

menentukan carrying capacity untuk kegiatan penambangan pasir. Hasil penentuan carrying capacity tersebut menjadi acuan untuk menentukan arahan pengendalian kegiatan penambangan pasir di DAS Luk Ulo Kabupaten Kebumen.

b. Pengumpulan data.

Tahap ini merupakan tahap pengumpulan data primer dan sekunder wilayah studi. Dalam melakukan pengumpulan data, instrumen yang digunakan adalah kuesioner, wawancara dan observasi untuk data primer. Adapun untuk data sekunder dilakukan dengan melakukan dokumentasi terhadap data-data yang ada di instansi-instansi yang terkait dengan penelitian ini.

c. Tabulasi data.

Tahap tabulasi data merupakan tahap mengelompokkan data-data yang diperoleh dari tahap sebelumnya. Dalam tahap ini dilakukan kegiatan seperti pengecekan kelengkapan data, pengecekan macam isian data. Menurut G.E.R Burroughs (dalam Arikunto, 1998) dalam tahap tabulasi data dilakukan 2 (dua) hal yaitu tabulasi/pengelompokan data dan penyimpulan data (summarizing of data).

3. Analisis dan Sintesis Data

Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis pola perubahan pemanfaatan lahan dan analisis carrying capacity. Dari hasil analisis tersebut akan diperoleh arahan pengendalian kegiatan penambangan pasir berdasarkan pendekatan carrying capacity di DAS Luk Ulo Kabupaten Kebumen.

4. Penarikan Kesimpulan

Dari hasil analisis kemudian ditarik kesimpulan mengenai arahan pengendalian kegiatan penambangan pasir berdasarkan pendekatan carrying capacity di DAS Luk Ulo Kabupaten Kebumen.

Referensi

Dokumen terkait

Iman kita akan goyah bukan karena kita sedang berjalan sendiri, berada ditengah gelap, atau perjalanan yang merasa tidak disertai TUHAN; tetapi saat kita tahu TUHAN

Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian mengenai kelayakan finansial usaha perbibitan sapi bali dengan menerapkan sistem integrasi tanaman-ternak

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki percaya diri tinggi memperoleh keterampilan proses sains biologi siswa lebih baik dengan skor 118,3

Ada efek samping dari adanya fasilitas - fasilitas yang tumbuh tersebut antara lain penumpang sebagian besar memarkirkan kendaraannya di luar tempat parkir terminal, penumpang

 Satu mol sesuatu bahan ialah kuantiti yang mengandungi bilangan zarah yang sama dengan bilangan atom yang terdapat dalam 12.000 gram karbon- 12.  Ahli kimia telah

Hasil pengamatan mekanisme Ketahanan Sistemik Terinduksi Tanaman cabai merah akibat pengaplikasian ekstrak daun Mirabilis jalapa berdasarkan intensitas serangan CMV,

Adanya peningkatan keaktivan karena penambahan logam tertentu menunjukkkan bahwa ion logam diperlukan sebagai komponen dalam sisi aktif enzim. Mekanisme ion logam dapat

Terhadap usulan pemberian fasilitas Pajak Penghasilan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2015 tentang Fasilitas dan Kemudahan di Kawasan Ekonomi Khusus