• Tidak ada hasil yang ditemukan

T BIO 1201043 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "T BIO 1201043 Chapter5"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Afianti Sulastri, 2014

KONTRIBUSI LITERASI SAINS DAN KORELASINYA TERHADAP PERILAKU SEHAT SISWA SEKOLAH LANJUTAN ATAS KELAS X

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Setelah penulis mengadakan pembahasan mengenai seberapa jauh

hubungan tingkat literasi sains terkait masalah kesehatan pada siswa Sekolah

Lanjutan Atas (SLA) dan perilaku sehatnya, maka dalam bab ini penulis mencoba

menarik kesimpulan dan memberikan saran berdasarkan uraian yang telah penulis

kemukakan dalam bab sebelumnya.

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil uji hipotesis komparatif, bahwa terdapat perbedaan

pengetahuan sains yang signifikan antara kelompok SMA dengan kelompok

SMK, dimana kelompok SMA jurusan IPA sebagai kelompok yang memiliki

pengetahuan sains yang lebih baik daripada kelompok SMK dan jurusan lainnya.

Terdapat perbedaan sikap ilmiah yang signifikan antara kelompok SMA

dengan kelompok SMK, dimana kelompok SMK jurusan Kesehatan memiliki

sikap ilmiah yang lebih baik daripada kelompok SMA dan jurusan lainnya.

Berdasarkan hasil uji hipotesis komparatif, maka terdapat perbedaan

perilaku sehat yang signifikan antara kelompok SMA dengan kelompok SMK,

dimana kelompok SMK jurusan Kesehatan memiliki perilaku sehat yang lebih

baik daripada kelompok SMK dan jurusan lainnya.

Berdasarkan hasil uji hipotesis asosiatif, maka dapat disimpulkan bahwa

tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Pengetahuan Sains dengan

Perilaku Sehat, dimana tingkat kekuatan hubungan yang terjadi terkategori sangat

lemah. Namun terdapat hubungan yang signifikan antara Sikap Ilmiah dengan

Perilaku Sehat, dimana tingkat kekuatan hubungan yang terjadi terkategori sangat

lemah. Hal ini berimplikasi pada kenyataan bahwa tingginya tingkat keilmuan

(2)

118

Afianti Sulastri, 2014

KONTRIBUSI LITERASI SAINS DAN KORELASINYA TERHADAP PERILAKU SEHAT SISWA SEKOLAH LANJUTAN ATAS KELAS X

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

B. Rekomendasi

Berdasarkan temuan dan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini dapat

direkomendasikan beberapa hal sebagai berikut :

1. Faktor pembiasaan merupakan faktor yang penting dalam membentuk

perilaku sebagaimana kegiatan melakukan latihan dapat meningkatkan

kemampuan seorang individu. Dalam hal penguasaan soal-soal PISA, siswa

perlu diberikan lebih banyak latihan-latihan soal yang menyerupai agar siswa

menjadi lebih familiar sehingga dapat meningkatkan kemampuannya dalam

menyelesaikan soal-soal PISA. Untuk meningkatkan sikap ilmiah, dapat

ditempuh dengan menambah jumlah jam kegiatan praktek dalam

pembelajaran.

2. Lingkungan sekolah dan keluarga sebagai tempat siswa melaksanakan

aktivitas siswa sehari-hari diharapkan memiliki peran kontrol dalam

mengarahkan potensi yang dimiliki oleh siswa akan menjadi poin yang

penting dalam membangun budaya positif yang selanjutnya akan berdampak

terhadap sikap dan perilaku sehat. Dalam usianya, siswa 15 tahun umumnya

masih berada dalam tahap identifikasi sehingga sangat membutuhkan raw

model untuk ditiru. Faktor lingkungan memiliki peran yang besar dalam

membentuk karakter kepribadian dan perilaku sehat individu.

3. Perlu kiranya bagi pihak sekolah untuk mengadakan regulasi yang mampu

mendorong setiap individu untuk melaksanakan gerakan Perilaku Hidup

Bersih dan Sehat (PHBS) yang disertai pembekalan beserta rasionalisasinya

agar masing-masing dapat menghayati dan bukan sekedar berperilaku seperti

robot. Misalnya melalui program-program seperti: siswa dibiasakan memilah

sampah organik dan non organik, mengadakan program bank sampah, dan

lain-lain. Pada akhirnya siswa dapat memiliki budaya perilaku yang positif,

pemahaman yang komprehensif dan menyadari peran pentingnya berperilaku

sehat sehingga dapat berkontribusi besar dalam pembangunan.

4. Bagi pengembangan kurikulum, hendaknya memperkaya muatan materi

kesehatan yang diintegrasikan dalam setiap aspek pembelajaran yang

(3)

119

Afianti Sulastri, 2014

KONTRIBUSI LITERASI SAINS DAN KORELASINYA TERHADAP PERILAKU SEHAT SISWA SEKOLAH LANJUTAN ATAS KELAS X

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

SMK jurusan teknik dapat diperkaya materi konsep keselamatan kerja, bagi

jurusan IPS dapat ditekankan mengenai peran individu sebagai bagian yang

tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat, bagi jurusan administrasi

perkantoran ditekankan pentingnya kebersihan dalam bekerja dan lain

sebagainya.

5. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menambahkan indikator-indikator

Referensi

Dokumen terkait

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PERUBAHAN LINGKUNGAN BERBASIS REALITAS LOKAL PULAU BANGKA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI LINGKUNGAN SISWA.. Universitas Pendidikan Indonesia |

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis ruang lingkup literasi sains yang mencakup aspek konteks, kompetensi, pengetahuan, dan sikap pada buku teks Biologi SMA Kelas X

Untuk penilaian, analisis buku menggunakan lembar observasi indikator literasi sains untuk menghitung kemunculan aspek-aspek literasi sains berupa tabel yang

PENGARUH PENGGUNAAN PRAKTIKUM BERBASIS MASALAH TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS TERINTEGRASI SISWA PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN.. Universitas Pendidikan Indonesia |

Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa kelas X di kota Solok berada pada kategori “kurang sekali” dengan rata

Kemampuan literasi sains siswa tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan menulis narasi siswa. Kemampuan

Berdasarkan pengembangan alat ukur tes literasi sains pada pembelajaran IPA tema pemanasan global yang telah dilakukan diperoleh soal literasi sains yang memiliki

PERBANDINGAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA SMA PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN BERBASIS PROYEK. Universitas Pendidikan Indonesia