• Tidak ada hasil yang ditemukan

83910661 Karya Ilmiah Etanol Dari Kulit Nanas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "83910661 Karya Ilmiah Etanol Dari Kulit Nanas"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

1 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

DINAS PENDIDIDKAN SURABAYA

SMK NEGERI 5 SURABAYA

Jl. Mayjen. Prof. Dr. Moestopo 167-169 Surabaya 60285 Telp. (031) 593 4888, 592 4994, 592 8703 ; Fax. (031) 592 4990

TEAM PENYUSUN :

1. Arie Dwi Prasetyo

(2)

2 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

LEMBAR PENGESAHAN

Kulit nanas sebagai sumber energi nabati (Bioetanol)

Oleh : 1. Arie Dwi Prasetyo 2. Insan Bina Sasongko

KARYA ILMIAH SISWA

Karya tulis ini sebagai syarat mengikuti Lomba Karya Ilmiah Siswa Tingkat sekolah SMK Negeri 5 Surabaya

Surabaya, April 2011

Mengetahui, Menyetujui,

Wali Kelas X Kimia Industri 1 Guru Pembimbing

Dra. SRI KUNTJORO WATI ONNY FAHAMSYAH, ST.MT. NIP : 19540714 1986032 002 NIP : -

(3)

3 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, taufik, serta hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis tentang pembuatan etanol dari kulit nanas.

Adapun maksud dan tujuan karya tulis ini adalah untuk memenuhi persyaratan lomba Karya Ilmiah Siswa yang diadakan sekolah dalam rangka memperinagati ulang tahun sekolah.

Atas keberhasilan penyusunan karya tulis ini tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan semua pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Dra. Sri Kuntjorowati selaku wali kelas yang telah memberikan dorongan moral serta

motivasi dalam penyusunan karya tulis ini.

2. Onny Fahamsyah ST. MT selaku pembimbing yang banyak memberikan sumbangan pemikiran guna terlaksananya karya tulis ini.

3. Teman-teman sekelas yang telah memberikan kritik dan saran dalam penyusunan karya tulis ini.

Penulis menyadari sepenuhnya didalam penyusunanan karya tulis ini, banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan disebabkan terbatasnya kemampuan yang dimiliki penulis, oleh karena itu penulis mohon saran dan kritik dari semua pihak yang sifatnya membangun gunu kesempurnaan laporan ini.

Harapan penulis semoga lomba karya ilmiah siswa ini merupakan bagian kecil sumbangan yang positif terhadap usaha pengembangan pendidikan.

Surabaya,24 April 2011

(4)

4 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

DAFTAR ISI

Halaman Judul ... i

Lembar Pengesahan ... ii

Kata Pengantar ... iii

Daftar isi ……… iv Daftar Tabel ……… v Daftar Gambar ……… vi Abstrak ……… vii BAB I PENDAHULUAN ……… 1 1.1. Latar Belakang ……… 1 1.2. Masalah ……… 2 1.3. Tujuan ……… 2 1.4. Ruang Lingkup ... 2 1.5. Manfaat Penelitian ... 3

BAB II LANDASAN TEORI ... 4

II.1 Etanol ... 4

II.2 Kulit nanas ... 7

II.3 Urea ... 11

(5)

5 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

BAB III III.1 Variabel yang di gunakan ... 14

III.2 Alat ... 14

III.3 Bahan ... 15

III.4 Sistematika Penelitian ... 15

III.5 Prosedur Penelitian ... 15

III.6 Schedule Penelitian ... 16

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan ... 17

BAB V KESIMPULAN & SARAN ... 18

IV.1 Kesimpulan ... 18

IV.2 Saran ... 18

(6)

6 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Sifat fisik etanol. Tabel 2.2 Toksonomi nanas.

(7)

7 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

DAFTAR GAMBAR

(8)

8 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh sumber energi nabati (bioetanol) dari limbah kulit nanas melalui proses fermentasi dengan menggunakan bantuan bakteri Saccharomyces cerevisiae yang di dapat dari Ragi roti (fermipan). Dan untuk mengetahui besarnya kadar etanol yang dimiliki oleh kulit Nanass tersebut. Penelitian ini dimulai dengan memblender kulit nanas yang di tambahkan pupuk NPK dan urea serta ragi roti untuk proses fermantasi (minimal 3hari). Kemudian dilanjutkan dengan mengambil sari pati kulit nanas yang sudah difermentasi. Setelah itu dilanjutkan dengan mendestilasi sari pati kulit nanas menggunakan destilator. Dari proses destilasi ini di dapat etanol.

(9)

9 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dimasa yang akan datang produk minyak bumi diperkirakan mengalami penurunanan dan mengakibatkan ketergantungan terhadap energi minyak bumi. Jika digunakan secara terus menerus minyak bumi tidak menutup kemungkinan akan berkurang dan untuk memperolehnya sangat sulit dan diperlukan biaya yang besar. Etanol merupakan salah satu energi alternatif yang dibutuhkan untuk sekarang dan masa yang akan datang. Etanol adalah sumber energi alternatif yang mempunyai prospek yang baik sebagai penganti bahan bakar cair dan gasohol dengan bahan baku yang dapat diperbaharui, ramah lingkungan serta sangat menguntungkan secara ekonomi makro terhadap komunitas pedesaan terutama petani.

Berdasarkan kandungan nutrisinnya, ternyata kulit buah nanas mengandung karbohidrat dan gula yang cukup tinggi. Menurut penelitian kulit nanas mengandung 81,72 % air; 20,87 % serat kasar; 17,53 % karbohidrat; 4,41 % protein dan 13,65 % gula reduksi. Mengingat kandungan karbohidrat dan gula yang cukup tinggi tersebut maka kulit nanas memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bahan kimia, salah satunya etanol melalui proses fermentasi.

1.2 Masalah

Pembuatan etanol dari kulit nanas ini berawal dari rasa prihatinan akan ketersediaan minyak bumi yang semakin langka. Dan kebanyakan perusahaan minyak bumi menggunakan

(10)

10 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

bahan bakar yang tidak ramah lingkungan dan tidak dapat diperbarui sehingga harus dicari bahan bakar alternatif.

Sedangkan kulit nanas di Indonesia kebanyakan terbuang sia-sia padahal jumlahnya sangat melimpah dan dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi.

1.3 Tujuan

Penulisan karya tulis ini memiliki tujuan yang ingin dicapai yaitu:

1. Masyarakat dapat mengetahui manfaat dari limbah kulit nanas sebagai bahan bakar alternatif.

2. Menghasilkan penelitian yang menunjukkan peningkatan cara mengolah kulit nanas menjadi bahan bakar alternatif.

1.4 Ruang Lingkup

Ruang lingkup penelitian ini terdiri dari batasan-batasan dan asumsi-asumsi. Agar penelitian ini dapat terfokus dengan baik sehingga tertuju pada inti permasalahan yang dibahas, maka diberi batasan-batasan, yaitu :

1. Penelitian hanya dilakukan sampai analisa hasil energi listrik yang dihasilkan.

2. Data yang digunakan dari hasil pelaksanaan percobaan dan pengujian di laboratorium kimia industri SMK Negeri 5 Surabaya

Sedangkan asumsi-asumsi yang digunakan untuk membantu dalam menyelesaikan masalah pada penelitian ini adalah :

1. Data yang diambil dari hasil percobaan dan pengujian dianggap valid

2. Pembimbing dan staf pendukung dianggap berpengalaman di bidangnya dalam memberikan saran dan pendapat.

(11)

11 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1 1.5 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

1. Membantu terciptanya budaya Go Green dalam menggunakan berbagai bahan energi yang ramah lingkungan.

(12)

12 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Etanol

Etanol atau etil alkohol yang di pasaran lebih dikenal sebagai alkohol merupakan senyawa organik dengan rumus kimia C2H5OH. Dalam kondisi kamar, etanol berwujud cairan

yang tidak berwarna, mudah menguap, mudah terbakar, mudah larut dalam air dan tembus cahaya. Etanol adalah senyawa organik golongan alkohol primer. Sifat fisik dan kimia etanol bergantung pada gugus hidroksil. Reaksi yang dapat terjadi pada etanol antara lain dehidrasi, dehidrogenasi, oksidasi, dan esterifikasi (Rizani, 2000). Sifat fisik etanol dapat dilihat pada Tabel 2.1 berikut ini.

Tabel 2.1. Sifat Fisik Etanol Massa molekul relatif 46,07 g/mol

Titik beku -114,10C

Titik didih normal 78,320C

Dentitas pada 200C 0,7893 g/ml Kelarutan dalam air 200C sangat larut Viskositas pada 200C 1,17 cP Kalor spesifik, 200C 0,579 kal/g0C Kalor pembakaran, 250C 7092,1 kal/g Kalor penguapan 78,320C 200,6 kal/g Sumber: Rizani (2000)

(13)

13 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

1. Bahan baku industri atau senyawa kimia, contoh: industri minuman beralkohol, industri asam asetat dan asetaldehid.

2. Pelarut dalam industri, contoh: industri farmasi, kosmetika dan plastik.

3. Bahan desinfektan, contoh: peralatan kedokteran, rumah tangga dan peralatan di rumah sakit.

4. Bahan baku motor.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi jumlah etanol yang dihasilkan dari fermentasi adalah mikroorganisme dan media yang digunakan, adanya komponen media yang dapat menghambat pertumbuhan serta kemampuan fermentasi mikroorganisme dan kondisi selama fermentasi (Astuty, 1991). Selain itu hal-hal yang perlu diperhatikan selama fermentasi adalah pemilihan khamir, konsentrasi gula, keasaman, ada tidaknya oksigen dan suhu dari perasan buah. Pemilihan sel khamir didasarkan pada jenis karbohidrat yang digunakan sebagai medium untuk memproduksi alkohol dari pati dan gula digunakan Saccharomyces cerevisiae. Suhu yang baik untuk proses fermentasi berkisar antara 25-300C. Derajat keasaman (pH) optimum untuk proses fermentasi sama dengan pH optimum untuk proses pertumbuhan khamir yaitu pH 4,0-4,5.

Etanol pada proses fermentasi alkoholik terbentuk melalui beberapa jalur metabolisme bergantung jenis mikroorganisme yang terlibat. Untuk Saccharomyces serta sejumlah khamir lainnya, etanol terbentuk melalui jalur Embden Meyernof Parnas (EMP), reaksinya sebagai berikut (Rizani, 2000):

1. Glukosa difosforilasi oleh ATP mula-mula menjadi D-glukosa-6 fosfat, kemudian mengalami isomerasi berubah menjadi D-frukstoda-6 fosfat dan difosforilasi lagi oleh ATP menjadi D-fruktosa-1, 6 difosfat.

(14)

14 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

2. D-fruktosa-1, 6 difosfat dipecah menjadi satu molekul D-gliseraldehid-3 fosfat dan satu molekul aseton fosfat.

3. Dihidroksi aseton fosfat disederhanakan menjadi L-gliserol-3 fosfat oleh NADH2.

4. ATP melepaskan satu molekul fosfat yang diterima oleh gliseraldehid-3 fosfat yang kemudian menjadi D-1, 3 difosfogliserat dan ADP.

5. 1, 3 difosfogliserat melepaskan energi fosfat yang tinggi ke ADP untuk membentuk D-3 fosfogliserat dan ATP.

6. D-3 fosfogliserat berada dalam keseimbangan dengan D-2 fosfogliserat. 7. D-2 fosfogliserat membebaskam air untuk menghasilkan fosfoenol piruvat.

8. ATP menggeser rantai fosfat yang kaya energi dari fosfoenolpiruvat untuk menghasilkan piruvat dan ATP.

9. Piruvat didekarboksilasi menghasilkan asetaldehid dan CO2.

10. Akhirnya asetaldehid menerima hidrohen dari NADH2 menghasilkan etanol.

Etanol dihasilkan dari gula yang merupakan hasil aktivitas fermentasi sel khamir. Khamir yang baik digunakan untuk menghasilkan etanol adalah dari genus Saccharomyces. Kriteria pemilihan khamir untuk produksi etanol adalah mempunyai laju fermentasi dan laju pertumbuhan cepat, perolehan etanol banyak, tahan terhadap konsentrasi etanol dan glukosa tinggi, tahan terhadap konsentrasi garam tinggi, pH optimum fermentasi rendah, temperatur optimum fermentasi sekitar 25-300C serta tahan terhadap stress fisika dan kimia.

Fardiaz (1992), fermentasi etanol meliputi dua tahap yaitu:

1. Pemecahan rantai karbon dari glukosa dan pelepasan paling sedikit dua pasang atom hidrogen melalui jalur EMP (Embden-Meyerhoff-Parnas), menghasilkan senyawa karbon lainnya yang lebih teroksidasi daripada glukosa.

(15)

15 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

2. Senyawa yang teroksidasi tersebut direduksi kembali oleh atom hidrogen yang dilepaskan dalam tahap pertama, membntuk senyawa-senyawa hasil fermentasi yaitu etanol.

Hasil optimal yang diharapkan bila dinyatakan dengan persentase berat yang difermentasi adalah:

 Etil alkohol 48,4%  Karbondioksida 46,6%  Gliserol 3,3%

 Asam suksinat 0,6%  Selulosa dan lainnya 1,2% 2.1 Nanas

Nanas, nenas, atau ananas (Ananas comosus (L.) Merr.) adalah sejenis tumbuhan tropis yang berasal dari Brazil, Bolivia, dan Paraguay. Tumbuhan ini termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae). Perawakan (habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal.

Nanas (ananas comosus family Bromeliaceae) merupakan buah-buahan tropika beriklim basah yang bersifat merumpun karena tanamannya mampu membentuk anakan atau tunas akar. Bahkan, tanamannya mampu membentuk tunas-tunas batang sehingga walaupun tanaman nanas sebenarnya adalah monokarpik masih mampu berbuah beberapa kali. Hal itu disebabkan tunas akar dan tunas batang mampu berbuah pula.

Daerah persebaran nanas ialah antara 300 LU 300 LS dari katulistiwa. Di Indonesia tanaman nanas pada umumnya tumbuh baik didataran rendah yang suhunya antara 290 - 320 C. Curah hujan antara 1.000 – 3.000 mm per tahun dan merata sepanjang tahun dengan pH tanah

(16)

16 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

antara 5,5 – 6. Akan tetapi, tanaman nanas ini toleran terhadap pH yang rendah (tanah masam) sehingga didaerah-daerah transmigrasi yang keadaan lahannya masam, tanaman nanas masih mamapu tumbuh dengan subur dan berbuah baik. Walaupun demikian, pada tanah yang berkapur, tanaman nanas tumbuh kerdil dan menunjukkan gejala khorosis pada umumnya.

Daun nanas panjang, liat, dan tidak mempunyai tulang daun utama. Pada tepi daunnya ada yang tumbuh duri tajam dan ada yang tidak berduri. Tetapi, ada pula yang durinya hanya diujung daun. Duri nana tersusun rapi menuju ke satu arah menghadap keujung daunnya. Bunganya tersusun majemuk tumbih bersama pada sebuah tangkai buah yang kokoh. Bakal bijinya terdapat dalam rongga buah majemuk yang berdiri tegak pada tangkainya yang disebut

sinkarpik. Dengan demikian, buah majemuk tersebut membentuk sebuah “gada” besar,

sedangkan bekas putiknya merupakan “mata” buah nanas tersebut. Setiap buah terdiri atas 100 – 200 kuntum bunga.

Tabel 2.2 Taksonomi Nanas

Klasifikasi Nama Kingdom Plantae Ordo Poales Famili Bromeliaceae Upafamili Bromelioideae Genus Ananas Spesies A. comosus

Binominal Ananas comosus.

(17)

17 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

Tanaman nanas tidak tahan terhadap keadaan air yang mengenang dan tidak senang terhadap pemberian pupuk nitrogen (ZA dan Urea) yang tinggi, serta tidak tahan terhadap suhu dingin. Oleh karena itu, didataran tinggi tanaman nanas kurang baik tumbuhnya dan dan rasa buahnya menjadi masam. Tanaman tahan terhadap lindungan tetapi lebih baik apabila ditanam didaerah terbuka. Oleh karena itu, tanaman nanas banyak diusahakan dipekarangan. Di tempat yang terlindung biasanya buah nanas kurang manis. Pada tanah yang mengandung pasir dan cukup mengandung bahan organic (seperti tanah gembur) tanaman nanas tumbuh baik sekali.

Pada umumnya pada sebuah tanaman atau sebuah tangkai buah hanya tumbuh satu buah saja. Akan tetapi, karena pengaruh lingkungan dapat pula membentuk lebih dari satu buah pada satu tangkai yang biasa disebut multiple frut (buah ganda). Pada ujung buah biasanya tumbuh tunas mahkota tunggal, tetapi ada pula tunas yang tumbuh lebih dari satu yang biasa disebut

multiple crown (mahkota ganda). Tanah yang mengandung Nitrogen tinggi cenderung

merangsang kejadian diatas.

Sebenarnya nanas bukanlah tanaman asli Indonesia, tetapi pendatang dari Brazilia, Argentina, dan Paraguay. Pada saat ini nanas telah tersebar luas keseluruh dunia. Negara produksi nanas yang terkenal ialah Hawaii, Taiwan, dan kuba. Di Indonesia tanaman nanas banyak terdapat di Bogor, Purwakarta, Palembang, Riau, Jambi, dan sebagainya yang luasnya mencapai lebih dari 28.000 hektar dengan produksi mencapai 1999.400 ton per tahun. Hal itu disebabkan tanaman mudah tumbuh dan tidak banyak memerlukan perawatan. Sedangkan resiko kegagalan dalam bertanam nanas jarang terjadi. Pemasaran hasilnya mudah asalkan manis dan tidak gatal. Oleh karena itu, kualitas buah sangat menentukan pemasarannya.

Menurut Suprapti (2001), limbah nenas berupa kulit, ati/ bonggol buah atau cairan buah/ gula dapat diolah menjadi produk lain seperti sari buah atau sirup. Menurut

(18)

18 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

Kumalamingsih(1993), secara ekonomi kulit nenas mash bermanfaat untuk diolah menjadi pupuk dan pakan ternak. Komposisi limbah kulit nenas dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 2.3 Hasil Analisis Proksimat Limbah Kulut Nenas Berdasarkan Berat Basah Komposisi Rata-rata Berat Basah (%)

Air 86,70 Protein 0,69 Lemak 0,02 Abu 0,48 Serat basah 1,66 karbohidrat 10,54 Sumber: Sidharta (1989) 2.2 Urea

Pupuk Urea adalah pupuk kimia yang mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur

Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk Urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih, dengan rumus kimia NH2 CONH2, merupakan pupuk yang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis), karena itu sebaiknya disimpan di tempat kering dan tertutup rapat. Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg urea mengandung 46 kg Nitrogen.

Kegunaan pupuk Urea

Unsur hara Nitrogen yang dikandung dalam pupuk Urea sangat besar kegunaannya bagi tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan, antara lain:

(19)

19 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

1. Membuat daun tanaman lebih hijau segar dan banyak mengandung butir hijau daun (chlorophyl) yang mempunyai peranan sangat panting dalam proses fotosintesa

2. Mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah anakan, cabang dan lain-lain) 3. Menambah kandungan protein tanaman

4. Dapat dipakai untuk semua jenis tanaman baik tanaman pangan, holtikultura, tanaman perkebunan, usaha peternakan dan usaha perikanan

Gejala kekurangan unsur hara Nitrogen

1. Daun tanaman berwarna pucat kekuning-kunigan

2. Daun tua berwarna kekuning-kuningan dan pada tanaman padi warna ini dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun

3. Dalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai dari daun bagian bawah terus ke bagian atas

4. Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil

5. Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, sering kali masak sebelum waktunya

Gambar 1. Rumus dan bentuk urea

2.3 Pupuk NPK (Nitrogen Phospate Kalium)

Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur hara utama lebih dari dua jenis. Dengan kandungan unsur hara Nitrogen 15 % dalam bentuk NH3, fosfor 15 % dalam

(20)

20 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

dalam bentuk amoniak akan menambah keasaman tanah yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman.(Hardjowigeno, 1992).

(21)

21 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

BAB III

METODE PENELITIAN

III.1 Variabel yang digunakan Variabel terikat :

1. Kulit nanas Variabel Bebes : 1. Pupuk Urea 2. Pupuk NPK

3. Ragi roti (fermipan) III.2 Alat

Alat yang diperlukan dalam pembuatan etanol dari kulit nanas antara lain : 1. Blender

2. Baskom

3. Neraca o’hauss / timbangan kecil. 4. Distilator

5. Paralatan pendukung lainnya, seperti ember, gayung, parang, dan lain-lain.

III.3 Bahan

Bahan yang diperlukan untuk membuat bioetanol dari kulit nanas antara lain : 1. Limbah kulit nanas.

2. Ragi roti (fermipan) 3. Urea dan NPK

(22)

22 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1 III.4 Sistematika Penelitian

PENENTUAN JUDUL

PERUMUSAN LATAR BELAKANG

TEORI DASAR

METODE PENELITIAN

III.5 Prosedur Penelitian

Prosedur untuk membuat etanol dari kulit nanas antara lain : 1. Menyiapkan alat dan bahan.

2. Kulit nanas dihancurkan terlebih dahulu menggunakan blender. 3. Memasukkan Urea dan NPK ke dalam baskom besar.

4. Mengencerkan fermipan dengan air hangat kuku, diaduk sampai muncul buihnya. 5. Memasukkan fermipan kedalam sari kulit nanas dan diaduk sampai tercampur merata. 6. Sari kulit nanas difermentasi minimal 72 jam atau 3 hari, sampai tidak muncul

buihnya lagi.

7. Sari kulit nanas diperas dan diambil airnya.

(23)

23 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1 III.6 Schedule Penelitian

NO. Nama Kegiatan April

1 2 3 4

1 Menentukan tema / judul 2 Menyusun praktikum

laboratorium

3 Pembuatan Karya tulis 4 Melakukan Penelitian 5 Pengajuan Karya tulis

(24)

24 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

BAB IV

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah kulit buah nanas (Ananas comosus L. Merr) yang telah diolah menjadi larutan sari kulit buah nanas sebagai bahan baku pembuatan bioetanol dengan proses fermentasi. Penelitian ini mempelajari pengaruh jumlah ragi (yeast) dan lama proses fermentasi terhadap persentase yield etanol. Ragi (yeast) yang digunakan dalam proses fermentasi adalah Saccharomyces cerevisiae. Hasil dari fermentasi kemudian didistilasi untuk mendapatkan etanol, setelah itu menganalisis konsentrasi etanol dan menentukan persentase yield etanol. Dari hasil penelitian pembuatan etanol dengan proses fermentasi larutan sari kulit buah nanas diperoleh konsentrasi ragi yang optimum tercapai pada 0,015 g/mL dengan yield etanol yang diperoleh sebesar 35,37%, sedangkan lama fermentasi yang optimum tercapai selama 6 hari dengan yield etanol yang diperoleh sebesar 3.

(25)

25 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan

Setelah melakukan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa limbah kulit nanas dapat dijadikan bioetanol melalui proses fermentasi yeast.

V.2 Saran

1. Manfaatkan limbah yang ada di sekitar khususnya limbah kulit nanas yang di gunakan untuk energi nabati (bioetanol) untuk mengurangi krisis energi yang sedang melanda Indonesia .

2. Semoga masyarakat dapat mengolah segala limbah untuk dapat dijadikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat itu sendiri.

(26)

26 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

DAFTAR PUSTAKA

Drs. Hendro Sunarjono, 1990, Ilmu Produksi Tanaman Buah-buahan, Sinar baru Bandung. Http://bioindustri.blogspot.com/2008/05/pembuatan-etanol-dari-sari-kulit-nenas.html Http://id.wikipedia.org/wiki/Urea.html

Http://pusri.wordpress.com/2007/09/22/mengenal-pupuk-urea/.html Http://wahyuaskari.wordpress.com/umum/pupuk-n-p-k/.html

(27)

27 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

PROFIL SEKOLAH

SMK NEGERI 5 SURABAYA

Jl. MayJend. Prof. Dr. Moestopo 167-169 Surabaya 60285 Telp. (031) 593 4888, 592 4994, 592 8703 ; Fax. (031) 592 4990

Visi : Menjadi sekolah yang unggul sehingga dapat bersaing di era globalisasi Misi : 1. Menghasilkan tenaga kerja yanga professional sesuai dengan tuntutan dunia

usaha/ dunia industry yang dilandasi iman dan taqwa.

2. Membekali peserta anak didik dengan kemampunan untuk dapat mengembangkan dirinya secara mandiri

Kepala Sekolah : Drs. Abdul Rofiq, MM Wakasek : Kurikulum – Drs. Subiakto Hubin- Drs.Separno ,M.MPd Sarana Prasarana- Ir.Wibowo,MM. Kesiswaan- Drs Mujini

Manajemen Mutu ISO/SIM- Achmad Djufri,S.Pd,MT. Ketua Program/Keahlian/Jurusan

Gambar Bangunan- Drs.A.Jonny Pemanfaatan Listrik- Drs.Tjatur Audio Video-Drs.H.Mat Sulhan Teknik Permesinan- Sudiro,S.Pd Mekanik Otomotif- Drs.Hartadi Analis Kimia- Dra.wiwik Setiaati

(28)

28 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

Kimia Industri- Tri Kristiyani Peni Lestari, S.Pd Ketua Pokja Kurikulum&Hubin –

Kepala Urusan Rumah Tangga / Unit Produksi- Ketua Bursa Kerja Sekolah-

(29)

29 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1

Biodata peserta

Nama : Arie Dwi Prasetyo Jenis Kelamin : Laki-laki

NIS :

Tempat/tanggal lahir : Mojokerto, 18 Oktober 1994 Agama : Islam

Program Keahlian : Kimia Kelas : X KI 1 Asal Sekolah : SMKN 5 SURABAYA

Alamat Sekolah : Jl.MayJend. Prof.Dr.Moestopo No.167-169 Surabaya 60285

Telp (031)5928703 Fax.(031)5934888 Alamat Rumah : Jl.Anjasmoro 01 Bangun Pungging-Mojokerto

Kab/Kota : Surabaya Provini : Jawa timur No.Telp : -

Hp : 085648806144

Biodata peserta

(30)

30 SMK Negeri 5 Surabaya| X Kimia Industri 1 Jenis Kelamin : Laki-laki

NIS :

Tempat/tanggal lahir : Agama : Islam

Program Keahlian : Kimia Kelas : X KI 1 Asal Sekolah : SMKN 5 SURABAYA

Alamat Sekolah : Jl.MayJend. Prof.Dr.Moestopo No.167-169 Surabaya 60285

Telp (031)5928703 Fax.(031)5934888 Alamat Rumah : Jl.Siwalankerto

Kab/Kota : Surabaya Provini : Jawa timur No.Telp : -

Gambar

Tabel 2.1. Sifat Fisik Etanol  Massa molekul relatif  46,07 g/mol
Tabel 2.2 Taksonomi Nanas
Tabel 2.3 Hasil Analisis Proksimat Limbah Kulut Nenas Berdasarkan Berat Basah  Komposisi  Rata-rata Berat Basah (%)
Gambar 1. Rumus dan bentuk urea

Referensi

Dokumen terkait

Tidak terjadi peningkatan yang nyata pada kandungan bahan kering kulit nanas yang difermentasi menggunakan yogurt 3, 6 dan 9 ml/kg dibandingkan dengan kontrol

Kulit ubi kayu (Manihot esculenta) ditinjau dari kandungan unsur gizinya ternyata mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, yaitu dalam 100 gram bahan mengandung

Kulit pisang mengandung karbohidrat yang tinggi sekitar 18,5 % (Munadjim, 1988), sehingga dapat dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan berbagai produk

Dengan adanya kandungan karbohidrat tersebut memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi bioetanol.Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kondisi

Dalam penelitian ini dilakukan variasi penambahan ekstrak kulit nanas kedalam Nata de Soya, selain dari penambahan ekstrak kulit nanas, dengan adanya penambahan gula

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan unsur hara yang terdapat di dalam pupuk organik cair, yang terbuat dari limbah kulit nanas dengan campuran kotoran

Tidak terjadi peningkatan yang nyata pada kandungan bahan kering kulit nanas yang difermentasi menggunakan yogurt 3, 6 dan 9 ml/kg dibandingkan dengan kontrol

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan sumber karbohidrat terhadap kualitas nutrisi dan fraksi serat silase kulit