Proyek dan Kebijakan yang didukung oleh
Ke-lompok Bank Dunia dapat saja berbahaya ke
masyarakat dan lingkungan. Masyarakat harus
memiliki alat untuk memasukkan komplain dan
mencari kompensasi terkait dengan bahaya yang
terjadi karena Bank Dunia gagal memenuhi
kebi-jakan dan standarnya sendiri dalam operasinya.
Pergulatan dalam membuat Bank Dunia
akun-tabel terhadap persoalan-persoalan yang
dise-babkan oleh aktifitasnya, kelompok masyarakat
sipil telah memiliki seperangkat strategi untuk
meningkatkan akuntabilitas Bank Dunia maupun
Lembaga Keuangan Internasional lainnya atas
tindakan-tindakan mereka. Di satu sisi,
masyara-kat sipil telah mencari mekanisme di LKI yang
menyediakan tempat untuk meminta kompensasi
SAAT HAK ANDA DILANGGAR:
MEMASTIKAN AKUNTABILITAS KELOMPOK BANK DUNIA
DI BAGIAN INI• Mekanisme Akuntabilitas Internal: sebuah pengantar
• Tantangan Akuntabilitas Eksternal: apalagi yang dapat dilakukan? • Cari tahu lagi!
• Referensi Singkat: Fakta-fakta tentang Panel Inspeksi dan CAO
atas keluhan masyarakat sipil. Di sisi lain,
tan-tangan eksternal terhadap akuntabilitas
mem-berikan tekanan yang signifikan kepada Bank
Dunia. Kelompok masyarakat sipil telah
menant-ang Kelompok Bank Dunia dari luar, melalui
berbagai taktik, dari negosiasi ke protes, untuk
menolak proyek Bank Dunia, baik
kebijakan-nya maupun proseskebijakan-nya. Organisasi masyarakat
sipil harus mengetahui strategi-strategi serta
tak-tik yang dapat digunakan oleh masyarakat yang
terkena dampak aktifitas Kelompok Bank Dunia.
Mekanisme Akuntabilitas Internal:
Se-buah Pengantar
Saat ini, kelompok Bank Dunia memiliki dua mekanisme
independen yang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat
yang terkena dampak dari proyek maupun kebijakan yang
didanai Kelompok Bank Dunia: Panel Inspeksi (Inspection
Panel) dan Ombudsman Penasehat Ketaatan (Compliance
Advisor Ombudsman (CAO)).
Panel Inspeksi: tahun 1993, Bank Dunia menjadi Bank
mul-tilateral pertama yang mendirikan badan independen yang
meninjau ulang operasi Bank Dunia. Mekanisme ini
dike-nal dengan Panel Inspeksi, yang terdapat di Dewan
Direk-tur Bank Dunia sebagai respon terhadap kritik yang datang
ke institusi ini terhadap pembiayaannya untuk proyek jalan
di hutan tropis serta bendungan di area berpopulasi tingg.
(Lihat Kotak di Bagian 2: “Investasi Infrastruktur: Jalan di
Amazon”). Panel Inspeksi adalah badan dengan tiga
keang-gotaan dan sebuah sektretariat permanen, yang terdapat
di markas besar Bank Dunia di Washington, DC. Panel ini
menerima dan menginvestigasi komplain yang datang dari
masyarakat yang telah ataupun dapat terkena dampak oleh
aktifitas yang dibiayai oleh Bank Dunia (IDA atau IBRD)
karena pelanggaran kebijakan maupun prosedur yang
di-miliki Bank Dunia itu sendiri. Namun Panel ini tidak dapat
memiliki jurisdiksi terhadap proyek yang dibiayai oleh
tangan-tangan swasta Bank Dunia –International Finance
AKUNTABILITAS DI LKI LAIN
Pendirian Panel Inspeksi dan CAO telah mendorong LKI yang lain untuk membentuk mekanisme komplain warga negara yang hampir mirip dengan itu. Informasi lebih lanjut untuk mekanisme akuntabilitas di lembaga keuangan internasional lain, kun-jungi situs BIC:
Corporation (IFC) dan Multilateral Investment Guarantee
Agency (MIGA).
Ombudsman Penasehat: karena meningkatnya
kekhawati-ran publik terkait dengan dampak negatif yang timbul
kare-na investasi yang didukung oleh tangan swastanya, pada
tahun 1999, Bank Dunia mendirikan Pejabat Penasehat
Ketaatan (CAO) untuk meninjau ulang IFC dan MIGA.
Panel Inspeksi hanya menginvestigasi apakah Bank Dunia
telah melanggar kebijakannya sendiri, CAO lebih memiliki
mandat yang lebih luas. CAO juga memerankan peran
pe-nyelesai permasalahan (ombudsman) dan peran penasehat
bagi manajemen IFC dan MIGA.
APA YANG HARUS ANDA KETAHUI
SEBELUM MEMASUKKAN KLAIM
MEKANISME PANEL INSPEKSI DAN CAO
DAPAT DIGUNAKAN UNTUK
MEKANISME PANEL INSPEKSI DAN CAO TIDAK
DAPAT DIGUNAKAN UNTUK
• Memasukkan keluhan Anda apabila komplain Anda dinilai tidak sah, dan ini akan memperkuat kesempa-tan Anda untuk menyelesaikan persoalan.
• Menaikkan isu Anda ke level yang berbeda di Kelom-pok Bank Dunia (manajemen senior, Dewan Direktur, dll) yang meningkatkan kemungkinan persoalan Anda dapat lebih diperhatikan oleh manajemen Bank Du-nia.
• Jika diminta, dapat menjaga kerahasiaan identitas Anda.
• Memperbolehkan Anda untuk memasukkan komplain dengan bahasa lokal dan nasional.
• Menyediakan kesempatan kepada rekomendasi Panel untuk diimplementasikan diantara Bank Dunia dan klien (pemerintah atau sektor swasta)
• Melakukan pengawasan terhadap rekomendasi Panel Inspeksi dan rencana kerja manajemen, kalau Dewan Direktur meminta.
• Menginvestigasi tindakan dari entitas lain yang terlibat di proyek ini/ formulasi kebijakan serta implementasinya. Hal ini dapat mengarah ke kesulitan dalam penentuan dimulai atau diakhirinya kewajiban Bank Dunia.
• Menjamin transparansi penuh. Catatan dan laporan lain tidak di bagi antara pengaju klaim.
• Menunda implementasi proyek, konstruksi, ataupun hal lain dari penerapan proyek.
• Meyakinkan bahwa masalah Anda dapat diselesaikan sesuai keinginan Anda. IFC tidak akan menggunakan we-wenangnya pada klien yang ingin mengetahui masalah Anda.
• Melindungi Anda dari pembalasan yang mungkin Anda ha-dapi karena menginternasionalisasi masalah dan isu. • Melakukan investigasi terhadap klaim korupsi.
Walaupun keduanya adalah bagian dari CAO, dan secara
fisik terletak di markas Bank Dunia, keduanya terhitung
in-dependen karena tidak terkait dan terikat oleh manajemen
Bank Dunia, IFC, dan MIGA.
Panel Inspeksi melaporkan langsung laporannya ke Presiden
Bank Dunia. Inspeksi Bank Dunia dan CAO hanya dapat
menginvestigasi dan menawarkan tindakan sebagai
kom-pensasi dari Kelompok Bank Dunia. Mereka tidak
memi-liki otoritas akan tindakan klien Bank Dunia- pemerintah
peminjam maupun perusahaan swasta, maupun membatasi
mereka untuk sepenuhhnya melakukan komplain.
MELUASKAN TINJAUAN ULANG KELEMBAGAAN DAN
REFORMASI:
Dampak dari melakukan komplain terhadap Pengelolaan Konsesi
Hutan dan Proyek Pengendali Percobaan, Kamboja
Bank Dunia meluncurkan Pengelolaan Konsesi Hutan dan Proyek Pengendali Utama senilai $ 5 juta di Kamboja tahun 2000. Proyek ini ditujukan untuk membantu pe-rusahaan pembalakan hutan untuk bertemu pemerintah atas persyaratannya bagi penilaian dampak sosial, lingkungan dan untuk keberlanjutan rencana-rencana pengelolaan hutan, serta pengawasan dan pencegahan kejahatan kehutanan. Pada tahun 2005, NGO Forum on Cambodia (Forum LSM untuk Kamboja), atas nama komunitas tergantung hutan, memasukkan kasusnya ke Panel Inspeksi untuk menolak proyek yang membahayakan hidup komunitas ini. Penemuan Panel ini, dikeluarkan bulan Juni 2006, sepakat dengan penilaian ini dan menyalahkan Bank Dunia yang melanggar kebijakan pengamannya terhadap masyarakat adat, kon-sultasi dan penilaian lingkungan, properti adat dan spiritual, serta dampak sosial. Pengaju komplain merasa bahwa penemuan Panel mendorong pandangan mer-eka yang menerapkan penetapan teknokrat terhadap sektor kehutanan Kamboja tanpa menghiraukan tekanan sosial dan politik yang sedang mendekati. Manaje-men Bank Dunia sendiri telah berkomitManaje-men untuk tindakan perbaikan, dan akan melaporkannya dalam pertemuan Dewan Direktur dua kali setahunnya.
Diharapkan bahwa pembelajaran dari Kamboja dan proyek yang serupa dan didanai Bank Dunia di Republik Kongo, yang juga dilaporkan ke investigasi Panel, akan menekan Bank Dunia untuk berpikir ulang terhadap pemin-jaman sektor kehutannya.
Apa yang diharapkan saat
memasuk-kan komplain
Komplain atau gugatan dapat dimasukkan melalui
me-kanisme akuntabilitas dengan beberapa alasan. Beberapa
penggugat mengajukan gugatan karena mereka memiliki
persoalan tertentu yang ingin diselesaikan, seperti tidak
ad-anya kompensasi terhadap kehilangan tanah, maupun
ru-saknya penghidupan. Yang lain menyatakan bahwa mereka
ingin menaikkan isu untuk menarik perhatian nasional
mau-pun internasional agar pemerintah menanggapi serius dan
bertindak serius terhadap kekhawatiran mereka. Biasanya,
kalau memasukkan komplain di proses persiapan yang
pal-ing awal, semakin besar kesempatan Anda agar masalahnya
dapat diselesaikan sesuai keinginan. Tapi, proses ini tidak
juga membuat CAO maupun Panel Inspeksi memberikan
rekomendasi moratorium aktifitas proyek selama kompalin
diproses.
Problem umum dalam memasukkan
klaim
• Kelompok Masyarakat Sipil sering mengalami kesulitan
dalam memenuhi persyaratan untuk memasukkan
kom-plain, dan untuk mengerti kebijakan Bank Dunia dan
mengerti proses mekanismenya
• Sulit untuk menilai potensial keuntungan maupun
keru-gian yang didapat dari memasukkan kasus
• Sulit untuk mengetahui berapa banyak pinjaman yang
telah dicairkan (Panel hanya dapat menginvestigasi
proyek sebelum 95%pencairan pinjaman)
• Prosesnya dapat berlangsung lama, dengan konsumsi
sumberdaya dan waktu yang tinggi tanpa garansi akan
benefit yang dapat dilihat.
• Akses terhadap mekanisme menjadi sulit terutama untuk
kelompok tanpa fasilitas komunikasi yang modern (email
maupun internet)
Iklan masyarakat sipil yang dipublikasi-kan di Financial Times, mengekspresidipublikasi-kan kepedulian terhadap proyek Sakhalin II di Rusia.
Teater Jalanan menggambarkan kebijakan Bank Dunia. International People’s Forum vs. the World Bank and IMF, 2006
Tantangan Akuntabilitas Eksternal: Apa
lagi yang dapat dilakukan?
Selain mekanisme akuntabilitas internal, kelompok
ma-syarakat sipil telah mencoba menganalisa akuntabilitas
Bank Dunia. Kasus terhadap institusi maupun staffnya
belum dapat dimasukkan ke pengadilan karena
kekeba-lan Kelompok Bank Dunia baik terhadap hukum nasional
maupun internasional. Dengan situasi semacam ini, orang
yang melakukan klaim sering mengkombinasikan beberapa
strategi dan taktik. Alat penting lainnya yang dapat
digu-nakan oleh masyarakat sipil adalah media. Karena
sensiti-fitas Bank Dunia terhadap reputasinya, maka akan sangat
membantu masyarakat sipil kalau media dapat
menaik-kan isu substansi kekhawatiran mereka. Taktik-taktik yang
dapat dilakukan oleh kelompok masyarakat sipil
digunak-an untuk menekdigunak-an institusi ini termasuk mengorgdigunak-anisir
hearing publik, mengadakan tribunal dengan orang-orang
PROYEK TRANSPORTASI KOTA DI MUMBAI (MUTP), INDIA:
Pembatasan Pengaruh Panel Inspeksi terhadap agen
yang mengimplementasi dan pemerintah peminjam
MUTP sebesar US$945 juta, yang merupakan pinjaman dari Bank Dunia sebesar US$542, didesain sebagai langkah utama dan penting dalam memperbaiki infra-struktur fisik- transportasi kereta dan jalan darat. Konstruksi dimulai pada tahun 2002. Proyek ini merelokasi lebih dari 100,000, MUTP adalah kasus penggusuran terbesar yang didukung oleh Bank Dunia. Tiga organisasi yang mewakili komunitas yang ter-kena dampak memasukkan komplainnya kepada Panel Inspeksi Bank Dunia pada ta-hun 2004, karena Bank Dunia dianggap telah melanggar kebijakan dan prosedurnya sendiri. Panel ini menemukan bahwa walaupun pada awalnya komunitas ini tinggal di kondisi yang mengkhawatirkan, Bank Dunia melanggar Kebijakan Pemindahannya dengan tidak menjamin penghidupan dan lingkungan fisiknya mengalami peningkatan daripada sebelum perpindahan; lokasinya sangat kurang akses ke air, dan tidak memberikan kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat yang terkena dampak. Manajemen Bank Dunia menunda pencairan pin-jaman pada bulan Maret 2006 untuk memberikan penekanan pada institusi atau agen yang seharusnya menjalankan kebijakan Bank Dunia; tetapi malah direspon sebagai kelainan. Bank Dunia akhirnya melanjutkan pencairan dana, walaupun pemerintah bersikukuh bahwa tidak ada perubahan perlakuan terhadap perpindahan rakyatnya, dan ke-jadian ini telah memaksa Bank Dunia untuk merubah kebijakannya. Laporan Kemajuan dari Manajemen Bank dan Panel Inspeksi berakhir pada September 2006.
penting, melobi kalangan parlemen, dan mempromosikan
sudut pandang kalangan parlemen terhadap Bank Dunia,
melakukan tindakan ketidakpatuhan sipil terhadap Bank
Dunia, mengadakan referendum, serta memasukkannya
ke badan PBB serta entitasnya di tingkat regional, seperti
Komisi Inter-American terhadap Hak Asasi Manusia. Tidak
diragukan lagi, tindakan seperti ini akan menyorot isu dan
menggaungkan persoalan, serta membantu meningkatkan
tekanan kepada Bank Dunia.
TRIBUNAL INDEPENDEN DARI MASYARAKAT
Tribunal Masyarakat Independen terhadap Kelompok Bank Du-nia di India adalah merupakan forum bagi masyarakat dan ko-munitas yang terkena dampak dari proyek dan kebijakan yang didanai Bank Dunia. Peristiwa ini menyediakan kesempatan bagi mereka untuk menyatakan kekhawatirannya, meminta alternatif dan membagi pengalamannya yang terkait dengan dampak so-sial, ekonomi, budaya, dan lingkungan dari aktifitas Bank Dunia di negara mereka.
RESIKO TERHADAP REPUTASI
Kelompok Bank Dunia sangat sensitif terhadap reputasinya sebagai lembaga internasional dengan misi menghapuskan kemiskinan. Saat kelompok masyarakat sipil mendokumentasikan kasus pening-katan pemiskinan dan kerusakan lingkungan akibat dari proyek institusi ini, justru disitulah kelompok ini menantang raison d’etre (berbagai alasan) Bank Dunia.
CARI TAHU LAGI!
Sumber dari Masyarakat Sipil
• “Demanding Accountability: Civil-Society Claims and the World Bank Inspection Panel”.Dana Clark, Jona-than Fox, dan Kay Treakle, Januari 2003.
• Index Akuntabilitas Global Kepercayaan Satu Dunia/ One World Trust’s 2006 Global Accountability Index: http://www.oneworldtrust.org/?display=index_2006: http://www.oneworldtrust.org/?display=index_2006
Sumber dari Bank Dunia
• Informasi Panel Inspeksi Bank Dunia: www.worldbank.org/inspectionpanel • Ombudsman Penasehat Ketaatan: www.cao-ombudsman.org/
• “Akuntabilitas di Bank Dunia: Panel Inspeksi selama 10 tahun/Accountability at the World Bank: The Inspec-tion Panel 10 Years On.” Publikasi Bank Dunia, 2003.
SINGKATNYA
• Kelompok Bank Dunia memiliki dua mekanisme internal yang independen yang dapat digunakan oleh warga negara dapat mempengaruhi proyek maupun kebijakan yang disponsori oleh Kelompok Bank Dunia: Panel Inspeksi (Inspection Panel) dan Ombudsman Penasehat Ketaatan (Compliance Advisor Ombudsman (CAO)). Panel Inspeksi dapat menginvestigasi klaim terkait dengan dampak negatif yang dihasilkan oleh proyek Bank Dunia (IBRD/IDA), sementara CAO dapat meninjau ulang operasi IFC dan MIGA. Sangat penting mengeta-hui keuntungan dan pembatasan kedua mekanisme.
• Strategi eksternal, seperti menggunakan pengadilan lokal dan internasional, forum masyarakat serta badan PBB, akan dapat mendorong akuntabilitasnya Kelompok Bank Dunia. Media dapat menjadi alat yang sangat kuat terkait dengan reputasi publiknya Bank Dunia.
...
INSPEKSI PANEL
CAO IFC/MIGA
Gambaran Dasar
Didirikan pada tahun 1993, ada 3 anggota, panel penuh waktu den-gan dukunden-gan secretariat, berbasis di markas Bank Dunia, Washing-ton , DC. Dapat menunjuk konsul-tan ahli,jika dinutuhkan. Dan sejak Agustus 2006, telah memproses 27 kasus terkait operasi IDA dan IBRD. Laporan Dewan Direktur Bank Du-nia, serta laporan-laporan tahunan ada di situs terpisah. www.inspec-tionpanel.org
Didirikan pada tahun 1999. berpusat di Washington DC, yang kantornya dipimpin oleh Ombudsman Pe-nasehat Ketaatan ( Compliance Advisor Ombudsman ), dengan tanggung jawab yang didelegasikan kepada Ombudsman tambahan serta seorang Penasehat; Ada 3 anggota tim,didukung oleh sebuah sekretariat, dan sekelompok Penasehat Strategis(Strategic Advisors), dan sekelompok Penasehat Peninjauan Ulang ( Review Advisory Group), Reports to the WB Group President. Pada bulan Agustus 2006, CAO telah memproses 41 komplain. Untuk informasi lebih lanjut lihat:www.cao-ombudsman.org/
Siapa yang dapat m e m a s u k k a n komplain?
Dua atau lebih orang yang terkena dampak negatif, atau LSM lokal maupun orang lain yang mewakili orang (beberapa orang) yang terke-na dampak negatif. Kalau tidak ada perwakilan lokal, LSM internasional dapat mewakili korban. Surat Kua-sa harus diserahkan juga Seorang anggota Dewan Direktur Bank Du-nia juga dapat meminta inspeksi proyek Bank Dunia. Kerahasiaan dapat dijamin, tapi komplain tanpa nama tidak diperbolehkan.
Ada tiga pendorong untuk komplain kepada CAO (Ombudsman):
(i) Komunitas atau individu yang terkena dampak dari proyek IFC dan MIGA (perwakilan diperbole-hkan),
(ii) Manajemen Senior ataupun Presiden IFC dapat meminta audit maupun pelayanan untuk nasehat,serta
(iii) CAO sendiri dapat memasukkan kasus. Keraha-siaan dapat dijamin, tapi komplain tanpa nama tidak diperbolehkan.
Kapan dapat me-masukkan kom-plain?
Kapan saja selama proyek berlang-sung, bahkan sebelum pencairan dari Bank Dunia, tetapi sebelum pen-cairan dana sebesar 95% dilakukan.
Kapan saja selama persiapan proyek maupun imple-mentasi, tapi wewenang CAO menurun setelah pen-carairan. Komplain tidak dapat dimasukkan ketika proyek sudah berakhir dan yang sudah dikembalikan sepenuhnya, ataupun ekuitas IFC yang sudah dijual, serta garansi MIGA yang telah selesai.
...
REFERENSI SINGKAT:
INSPEKSI PANEL
CAO IFC/MIGA
Apa yang harus dimasukkan
Komplain harus mencantum-kan proyek/program yang terkait, menggambarkan bagaimana ba-haya yang ditimbulkan, bagaimana kebijakan-kebijakan Bank Dunia telah dilanggar, menjelaskan men-genai apa yang menyebabkan pen-gaju klaim menjadi tidak puas atas respon Bank Dunia.
Berguna untuk memberikan rincian sebanyak -banyaknya melalui do-kumen itu, tetapi pengaju komplain dapat memasukkan informasi tam-bahan serta bukti-bukti tamtam-bahan kepada panel selama investigasi panel.
Komplain harus menggambarkan dampak negatif yang dialami, atau yang dugaan proyeksi dampak sebagai hasil dari proyek; diberikan ruang bagi para pengaju klaim untuk membawa permasalahan kepada IFC ataupun kliennya. Pengaju klain tidak dapat memilih antara audit kepatuhan mereka atau intervensi penyelesaian permasalahan. CAO memu-tuskan apakah audit ketaatan dibutuhkan pada saat ataupun setelah meneruskan proses ombudsman. Derajat investigasi CAO akan bervariasi tergantung kasusnya, maka akan sangat berguna apabila para pengaju klaim menyediakan sebanyak mungkin bukti-bukti dari dampak negatif yang diderita, yang mereka alami saat memasukkan komplain.
Durasi Proses Kunci (proses dapat berlang-sung diantara 6-12 bulan) Pendaftaran permintaan
Respon manajemen yang dikirim ke Panel (dengan pemberitahuan dalam waktu 21 hari)
Persyaratan keputusan dari Panel (kadangkala Panel akan mengada-kan kunjungan ke lokasi untuk me-lihat persyaratannya), rekomendasi kepada Dewan Direktur (berbasis-kan tanpa-keberatan).
Kunjungan lokasi yang dilakukan Panel serta konsultan untuk inves-tigasi. Laporan Panel pada Dewan Direktur terkait dengan Penemuan-Penemuan
Komplain didaftarkan dalam 5 hari.
Kelayakan ditentukan selama 15 hari setelah me-nerima komplain.
Kelayakan komplain diinvestigasi sekitar 30-90 hari. Dimasa ini, pilihan dan solusi ditawarkan.
REFERENSI SINGKAT:
FAKTA MENGENAI PANEL INSPEKSI DAN CAO
INSPEKSI PANEL
CAO IFC/MIGA
Respon Manajemen terhadap pen-emuan Panel ( dalam 6 minggu dari tanggal penerimaan laporan Panel) Keputusan Dewan Direktur, dengan arahan dari Penemuan Panel dan Rekomendasi Manajemen/ keputu-san Rencana Kerja Dewan Direktur. Ketransparanan
Proses
Pendaftaran Kasus (periode waktu-nya tidak spesifik) terbuka.
Permohonan penuh, laporan kelay-akan dari panel, respon manaje-men, keputusan dewan direktur di-masukkan di situs setelah keputusan Dewan Direktur.
Penemuan Panel, Rekomendasi Manajemen, Keputusan Dewan Di-rektur dimasukkan ke situs setelah keputusan Dewan Direktur.
Capaian dari komplain yang dibuka untuk umum setelah kasus terselesaikan atau setelah CAO me-nutup kasusnya.