• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEBIJAKAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

KEBIJAKAN PELAYANAN

KESEHATAN

TRADISIONAL

DIREKTUR PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Disampaikan dalam KONAS IAKMI XIII 2016 Makassar, 3-5 November 2016

(2)

1. Arah & Kebijakan

2. Struktur Organisasi

3. Pengertian

4. Filosofi & konsep Kesehatan tradisional

4. Filosofi & konsep Kesehatan tradisional

5. Prinsip Pemanfaatan

6. PP No.103/2014

7. Renstra 2015-2019

(3)

NO RMA PE MB AN GUN AN KABIN ET KE R JA TRISAKTI:

Mandiri di bidang ekonomi; Berdaulat di bidang politik; Berkepribadian dlm budaya PE MBAN GU NAN MANU SIA, SEKTO R UN GG UL AN, DIM ENS I PEM B A NGU N AN

ARAH DAN KEBIJAKAN

VISI DAN MISI PRESIDEN

PE MB AN GUN AN KABIN ET KE R JA

9 AGENDA PRIORITAS (NAWA CITA)

Agenda ke 5: Meningkatkan kualitas Hidup Manusia Indonesia

SEKTO R UN GG UL AN, PE ME RATAA N D AN KEW ILAY AHAN 3 DIM ENS I PEM B A NGU N AN PROGRAM INDONESIA SEHAT PROGRAM INDONESIA PINTAR PROGRAM INDONESIA KERJA PENGUATAN YANKES PARADIGMA SEHAT JKN RENSTRA PROGRAM INDONESIA SEJAHTERA 7

(4)

Pilar 1.

Paradigma Sehat

Program • Promotif – preventif sebagai landasan Pilar 2. Penguatan Yankes Program

• Peningkatan Akses terutama pd FKTP • Optimalisasi Sistem Rujukan

• Peningkatan Mutu

Pilar 3. JKN

Program

• Benefit

• Sistem pembiayaan: asuransi – azas gotong royong

• Kendali Mutu & Kendali Biaya

PROGRAM INDONESIA SEHAT

RENSTRA 2015

RENSTRA 2015 -- 20192019

Penerapan pendekatan continuum of care

Intervensi berbasis resiko kesehatan (health risk)

sebagai landasan pembangunan kesehatan • Pemberdayaan masyarakat • Keterlibatan lintas sektor

• Kendali Mutu & Kendali Biaya • Sasaran: PBI & Non PBI

Tanda kepesertaan KIS

KELUARGA SEHAT

Penerapan pendekatan continuum of

care

Intervensi berbasis resiko kesehatan (health risk)

DTPK 8

(5)

STRUKTUR ORGANISASI DITJEN YANKES

STRUKTUR ORGANISASI DITJEN YANKES

(PERPRES NO. 35/2015

(PERPRES NO. 35/2015

))

(PERPRES NO. 35/2015

(6)

STRUKTUR ORGANISASI

DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN

SEKRETARIAT DIREKTORAT JENDERAL DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN DIREKTORAT FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN RUJUKAN DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL DIREKTORAT MUTU DAN AKREDITASI PELAYANAN KESEHATAN DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER

(7)

STRUKTUR

STRUKTUR ORGANISASI

ORGANISASI

DIT

DIT. YANKESTRAD

. YANKESTRAD

(PMK NO. 64/2015

(PMK NO. 64/2015

))

(PMK NO. 64/2015

(8)

STRUKTUR ORGANISASI

DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL

(9)

PENGERTIAN SEHAT

(WHO)

Health is a state of complete physical, mental and social

well-being and not merely the absence of disease or infirmity

Suatu keadaan sejahtera sempurna dari fisik, mental dan

Suatu keadaan sejahtera sempurna dari fisik, mental dan

sosial yang tidak terbatas hanya bebas dari penyakit

atau kelemahan.

(10)

PENGERTIAN PENGOBATAN TRADISIONAL

• Gabungan

pengetahuan, keterampilan dan

praktik yang berdasarkan pada

teori, keyakinan, dan pengalaman

yang dari kebudayaan tertentu

, baik yang dapat dijelaskan

maupun tidak, yang digunakan

• Pengobatan dan/atau

perawatan dengan cara dan

obat yang mengacu pada

pengalaman dan keterampilan

turun temurun secara empiris

yang dapat

dipertanggungjawabkan dan

maupun tidak, yang digunakan

dalam pemeliharaan kesehatan

serta

pencegahan, diagnosis, perbaikan

atau pengobatan penyakit fisik dan

mental (WHO)

TRADITIONAL MEDICINE (WHO)

dipertanggungjawabkan dan

diterapkan sesuai dengan

norma yang berlaku di

masyarakat

PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL

(UU NO.36/2009 ttg Kesehatan)

(11)

FILOSOFI KESEHATAN TRADISIONAL

Manusia merupakan satu kesatuan utuh (tubuh, jiwa, spirit) Dipengaruhi oleh lingkungan Memiliki kemampuan adaptasi

(12)

KONSEP SEHAT-SAKIT & PRINSIP TERAPI

KESEHATAN TRADISIONAL

Keadaan sehat/sakit keseimbangan

antara penyebab penyakit dengan

kemampuan adaptasi tubuh

Prinsip terapi mengembalikan

keseimbangan

(13)

KONSEP KESEHATAN TRADISIONAL

KEMAMPUAN PERTAHANAN TUBUH BERADAPTASI DG PENYEBAB GANGGUAN KESEHATAN PENYEBAB GANGGUAN KESEHATAN MENGEMBALIKAN KESEIMBANGAN

(14)

PENUNJANG PENGOBATAN KONVENSIONAL

PRINSIP PEMANFAATAN KESEHATAN

TRADISIONAL

Promotif & Preventif

(15)

PIJAT/AKUPRESUR Bayi/Balita:

1. membantu tumbuh kembang, 2. mengurangi keluhan peny. 3. ringan (batuk,pilek, asma,

dispepsia, anoreksia, enuresis)

RAMUAN :

meningkatkan nafsu makan, cegah kecacingan

RAMUAN tambah darah, akupunktur atau akupresur : Atasi anemia,emesis gravidarum, & mengurangi rasa nyeri

saat melahirkan.

AKUPRESUR & RAMUAN: melancarkan ASI,

perawatan Ibu nifas.

BENTUK PEMANFAATAN KESEHATAN TRADISIONAL DALAM SIKLUS HIDUP (CONTINUUM OF HEALTH CARE ACROSS THE LIFE CYCLE by T/CAM

PROGRAM and TO SUPPORT Promotive and Preventive Programme)

Pemeriksaan Pelayanan bagi anak

SD

Pelayanan bagi anak SMP/SMA & remaja Pelayanan PUS LansiaPolusi di Tpt KerjaProduktifitas Usia Kerja AKUPUNTUR,AKUPRESUR , dan RAMUAN: Mencegah timbulnya gangguan peny.berisiko (kegemukan, Hipertensi, DM, dll), migrain, nyeri otot, pemulihan stamina

INTERVENSI KESEHATAN & GIZI:

IMD & ASI EKSKLUSIF, PIJAT BAYI.

Kualitas

Degenerasi

Ramuan & Akupresur : Gangguan nyeri haid

Pemeriksaan

Kehamilan Persalinan, nifas & neonatal

Pelayanan bagi bayi

Pelayanan bagi balita & prasekolah

SD •AKI • Usia rentan • AKB ••ASI D/S 71,3%AKBAL Tumbuh Kembang bayi/balitaMeningkatkan Daya KonsentrasiKespro remaja Ancaman PM dan PTMKIEUHH 1000 Hari

Pengembangan dan pemanfaatan TOGA di Sekolah:Memasyarakatkan minum Jamu pada

remaja untuk pencegahan Anemia dan penyakit degeneratif.

UKS

Dokcil

PMT

(16)

REGULASI

SARANA PRASARANA PRODUK/BAHAN YANG

DIGUNAKAN

RUANG LINGKUP YANKESTRAD DI PUSKESMAS

PMK NO.75/2015 TENTANG PUSKESMAS

DOKTER/ SDM KES TERLATIH KOMPONEN 1. Akupunktur 2. Akupresur 3. Herbal 4. Pemanfaatan TOGA

• Memberikan Pelayanan dan/atau

edukasi pemanfaatan

Akupunktur, Herbal, Akupresur dan pemanfaatan TOGA

• TOGA Percontohan di PKM • Etalase Jamu

PROMOTIF DAN

PREVENTIF

Penyuluhan Pemanfaatan Kestrad misal : TOGA

Pembinaan dan Pendataan Hattra dan Kelompok ASMAN

PELAYANAN di DALAM GEDUNG

PELAYANAN DI LUAR GEDUNG

(17)

DASAR

PENYELENGGARAAN PROGRAM

PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL

UU No 36/2009

Tentang Kesehatan PASAL 47, PASAL 48 AYAT 1 PASAL 59 AYAT 3

PP

NO. 103/2014

YANKESTRAD

WHO STRATEGY ON TRADITIONAL MEDICINE (2014-2023) PASAL 59 AYAT 3

SISTEM KESEHATAN NASIONAL

(PERPRES NO 72 TAHUN 2012)

YANKESTRAD

3 SASARAN STRATEGI T&CM

(18)

PERATURAN PEMERINTAH

NO 103 TAHUN 2014

TENTANG

YANKESTRAD

13 BAB

13 BAB

86 Pasal

18

Merupakan dasar pengembangan program pelayanan kesehatan

(19)

PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA

PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA

KONVENSIONAL

KONVENSIONAL

NON KONVENSIONAL

NON KONVENSIONAL

TRADISIONAL

NON TRADISIONAL/

COMPLEMENTARY MEDICINE (CM)  CHIROPRACTIC  HOMEOPATHY  OSTEOPATHY  OZONE  KELASI  HIPERBARIK  TCM  UNANI  AYURVEDA  KESTRAINDO

(20)

MODALITAS YANKESTRAD BERDASARKAN PP NO.103 /

2014 tentang YANKESTRAD

1. RAMUAN

• Tumbuhan

• Hewan

• Mineral

• Mineral

2. KETRAMPILAN

• Manual

• Olah pikir

• Energi

(21)

JENIS

PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL

(PP 103 TAHUN 2014)

Pelayanan

Kesehatan

Tradisional

Pelayanan kesehatan tradisional umumnya digunakan sebagai pelengkap

pelayanan kesehatan

Tradisional

Empiris

Komplementer

Integrasi

pelayanan kesehatan konvensional

(22)

PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL EMPIRIS

NO SDM KEILMUAN PENDIDIK AN AREA UPAYA KESEHATAN PENDAFTARAN & PERIZINAN TEMPAT PELAYANA N 1 Penyehat Tradisional

Terbukti Informal PROMOTIF STPT Mandiri

Tradisional Terbukti secara empiris, harus sesuai dengan pendekatan biokultural Informal Non formal PROMOTIF & PREVENTIF STPT (terdaftar), berlaku 2 tahun, dapat diperbaharui Mandiri atau praktik ber kelompok di Panti sehat 22

Catatan : Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris DILARANG melakukan tindakan invasif

(23)

PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL KOMPLEMENTER

NO SDM KEILMUAN PENDIDIKAN AREA UPAYA KESEHATAN PENDAFTARAN & PERIZINAN TEMPAT PELAYANAN 2 Tenaga Kesehatan Tradisional (NAKES Biokultu ral & biomedis, terbukti Formal Perguruan Tinggi (minimal PROMOTIF. PREVENTIF KURATIF REHABILITAT STRTKT & SIPTKT (sesuai perizinan Mandiri atau di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (NAKES TRAD) terbukti secara ilmiah (minimal D3) REHABILITAT IF perizinan nakes) Kesehatan Tradisional 23

1. Jenis yankestrad komplementer ditetapkan Menteri setelah mendapat rekomendasi dari tim

(24)

PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL INTEGRASI

NO SDM KEILMUAN PENDIDIKAN AREA UPAYA KESEHATAN PENDAFTARAN & PERIZINAN TEMPAT PELAYANAN 3 Dilakukan secara Kombinasi yankes Formal Perguruan PROMOTIF. PREVENTIF

STR & SIP Fasilitas pelayanan secara bersama oleh nakes dan nakestrad yankes konvensional dan yankestrad komple menter Perguruan Tinggi (minimal D3) PREVENTIF KURATIF REHABILITAT IF pelayanan kesehatan 24

(25)

membuat/ menyusun kebijakan/ NSPK penyelenggaraan pelayanan kesehatan

tradisional tingkat nasional

melakukan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian

mendorong penerapan, penelitian, dan pengembangan pelayanan kesehatan

tradisional;

melakukan pengelolaan, pemantauan, penapisan, kemitraan dan evaluasi

pelayanan kesehatan tradisional skala nasional

TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG

PEMERINTAH

(Bab II Pasal 4)

pelayanan kesehatan tradisional skala nasional

membuat sistem pelaporan pelayanan kesehatan tradisional

;

meningkatkan mutu penyelenggaraan

menjamin keamanan penyelenggaraan

(26)

TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG

PEMERINTAH DAERAH

Membuat kebijakan daerah mengacu pada kebijakan nasional;

Mengusulkan pengkajian local spesific kepada pemerintah

Melakukan pelaporan pelayanan kesehatan tradisional skala

provinsi;

Mendayagunakan tenaga kesehatan tradisional

Memberikan perizinan bagi tenaga kesehatan tradisional (Khusus

Memberikan perizinan bagi tenaga kesehatan tradisional (Khusus

Kab/Kota)

(27)

PUBLIKASI DAN PERIKLANAN

Penyehat Tradisional

Tenaga Kesehatan Tradisional

Wajib memasang papan

nama praktik

(

nama, tata cara pelayanan,

waktu pelayanan, dan STPT)

Wajib memasang papan nama

praktik

(

jenis, tempat & jam pelayanan serta

gelar keahlian yang sesuai, SIPTKT)

waktu pelayanan, dan STPT)

gelar keahlian yang sesuai, SIPTKT)

Dilarang melakukan publikasi

dan iklan

dapat melakukan iklan dan

publikasi yankestrad

komplementer sesuai peraturan

perundang-undangan

(28)

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

PP NO.103/2014

• Pemerintah bertanggungjawab memberdayakan dan mendorong peran aktif masyarakat dalam upaya pengembangan kesehatan tradisional

• diarahkan agar masyarakat dapat melakukan

perawatan kesehatan secara mandiri (asuhan mandiri) dan benar.

mandiri) dan benar.

• Dilaksanakan melalui pemanfaatan taman obat keluarga & keterampilan

• Masyarakat secara perorangan /terorganisasi dapat berperan aktif dalam upaya

pengembangan kestrad

28 TUJUAN:

untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan dan memelihara kesehatan

(29)
(30)

NSPK Bidang Yankestrad

NSPK Rampung

• Permenkes no 9 tahun 2016

Upaya Pengembangan Kestrad

melalui Asuhan Mandiri

Pemanfaatan TOGA dan

Tindak Lanjut

• Dinas Kesehatan memfasilitasi

pembentukan kelompok Asman

TOGA & Akupresur

• Pelaksanaan Lomba TOGA di

Pemanfaatan TOGA dan

Ketrampilan

• Kepmenkes No.

HK.02.02/MENKES/339/2016

tentang Panitia Penyelenggaraan

Pemanfaatan TOGA Nasional

• Permenkes No. 6 Tahun 2016

tentang Formularium Obat Herbal

Asli Indonesia (FOHAI)

• Pelaksanaan Lomba TOGA di

seluruh provinsi dan

pengumuman pemenang pada

HKN

• Produsen obat tradisional

memproduksi Obat Tradisional

sesuai FOHAI

(31)

PEMBINAAN, PENGAWASAN, DAN PENGENDALIAN

SE (Surat Edaran) Menkes No. HK.03.03/MENKES/58/2016

tentang penertiban penyelenggaraan pelayanan kesehatan

tradisional, seluruh dinas kesehatan bekerjasama dengan

stakeholder dan dinasterkait melakukan penertiban terus menerus

Pengkajian tentang chiropraksi

Penyusunan body of knowledge (BoK) tentang bekam

PENERAPAN YANKESTRAD

• Integrasi yankestrad di fasyankes dengan mempersiapkan SDM

kesehatan di tingkat pusat dan daerah.

• Mempersiapkan nakestrad dan fasilitas pelayanan kesehatan

tradisional

(32)

Penelitian dan Pengembangan Yankestrad

• Menggali local wisdom melalui inventarisasi dan observasi klinis oleh SP3T (Sentra Pengembangan Dan Penerapan Pengobatan Tradisional) di setiap provinsi

PENELITIAN

YANKESTRAD

• Pembentukan D3 vokasi dan D4/ S1 profesi di bidang Kestraindo

• Penataan pendidikan D3 Jamu, D3 Battra, D3 Akupunktur, Ayurveda, dan Sarjana Kestrad berbasis agama

PENGEMBANGAN

YANKESTRAD

(33)

Himbauan

Pemberdayaan

masyarakat dengan

memanfaatkan TOGA

Integrasi yankestrad

harus melalui kajian

memanfaatkan TOGA

dan akupresur dapat

menjadikan masyarakat

mandiri dalam merawat

kesehatan diri dan

keluarga

harus melalui kajian

mendalam untuk

meminimalisasi

dampaknya di kemudian

hari

(34)

PROGRAM PEMBINAAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL

NO KEGIATAN TARGET AKTIFITAS UTAMA

1 Pembinaan Pelayanan Kesehatan Tradisional 3880 Puskesmas

Penilaian Pemanfaatan TOGA

Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan dalam Pembinaan Kelompok Pemanfaatan TOGA dan Akupresur.

Akupresur.

Peningkatan Kapasitas Nakes dalam Pelayanan Akupresur di Fasyankes Primer

Pertemuan Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) Yankestrad

Review Pedoman BKTM/LKTM

Bimtek dalam rangka penyelenggaraan yankestrad integrasi di fasyankes primer

(35)

NO KEGIATAN TARGET AKTIFITAS UTAMA

Pembinaan Pelayanan

3880

Puskesmas

Koordinasi Teknis dan Evaluasi Program Pelayanan Kesehatan Tradisional

PROGRAM PEMBINAAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL

Pelayanan Kesehatan Tradisional

Puskesmas Kesehatan Tradisional Penyusunan LAKIP

Penyusunan RKAKL Dit. Yankestrad

Konsolidasi Dit. Pelayanan Kesehatan Tradisional Dukungan Manajemen Yankestrad

(36)

NO

KEGIATAN

TARGET

AKTIVITAS UTAMA

2 Pembinaan Pelayanan Kesehatan

145 RS Peningkatan Kapasitas Dokter dalam Pelayanan Medik Herbal

PROGRAM PEMBINAAN PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL

Kesehatan

Tradisional Peningkatan Kapasitas Dokter dalam Pelayanan Medik Akupunktur Bimtek dalam rangka penyelenggaraan yankestrad integrasi di fasyankes rujukan

(37)

INDIKATOR RENSTRA

Definisi Operasional:

Puskesmas yang menyelenggarakan kesehatan tradisional terhadap masyarakat di wilayah kerjanya yang memenuhi salah satu kriteria di bawah ini:

1. Puskesmas yang memiliki tenaga kesehatan sudah dilatih pelayanan kesehatan tradisional

2. Puskesmas yang melaksanakan asuhan mandiri kesehatan tradisiional ramuan dan keterampilan 3. Puskesmas yang melaksanakan kegiatan pembinaan meliputi pengumpulan data kesehatan

tradisional, fasilitasi, registrasi/ perijinan dan bimbingan teknis serta pemantauan pelayanan kesehatan tradisional komplementer

(38)

Meningkatnya Pembinaan, Pengembangan dan Pengawasan Upaya Kesehatan Tradisional dan Komplementer

Sasaran Strategis

Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional

Indikator

Target 2019

% Puskesmas yang menyelenggarakan kesehatan tradisional % Puskesmas yang menyelenggarakan kesehatan tradisional Defenisi Operasional :

Puskesmas yang menyelenggarakan kesehatan tradisional terhadap masyarakat di wilayah kerjanya yang memenuhi salah satu kriteria dibawah ini :

1.Puskesmas yang memiliki tenaga kesehatan sudah dilatih yankes

tradisional

2.Puskesmas yang melaksanakan asuhan mandiri kestrad ramuan

dan keterampilan

3.Puskesmas yang melaksanakan kegiatan pembinaan meliputi

pengumpulan data Kestrad, fasilitasi registrasi/perizinan dan bimbingan teknis serta pemantauan yankestradkom

(39)

CAPAIAN INDIKATOR RENSTRA

(40)

JUMLAH PUSKESMAS YANG MENYELENGGARAKAN PELAYANAN

KESEHATAN TRADISIONAL

(s/d September 2016)

Puskesmas Dilatih Akupunktur = 27 Puskesmas Dilatih Akupresur = 1313 Puskesmas Dilatih Selfcare Ramuan = 604 Puskesmas Dilatih Asman TOGA dan

Akupresur

= 919 Puskesmas Melaksanakan Kegiatan = 880

Total Puskesmas = 9754 Puskesmas

Puskesmas Melaksanakan Kegiatan Pembinaan

(41)

PERSENTASE PUSKESMAS YANG MEMBINA HATTRA

(s/d Tahun 2016)

(42)

Persentase STPT terhadap Jumlah Hattra

41.67 84.24 73.56 40 50 60 70 80 90 8.06 0.002.43 6.13 14.21 1.52 2.493.55 0.35 8.16 3.03 0.71 0.99 1.53 0 10 20 30 40 Persentase

(43)

JUMLAH RUMAH SAKIT YANG MENYELENGGARAKAN PELAYANAN

KESEHATAN TRADISIONAL

(s/d September 2016)

(44)

Referensi

Dokumen terkait

Kedua bencana tersebut tidak hanya menghancurkan  sik gedung, akan tetapi juga sistem di masyarakat (infrastruktur lunak), seperti hancurnya gedung Pusat Dokumentasi

Pengaruh Good Corporate Governance sertaNon Performing Financing Terhadap ProfitabilitasBank Syariah dengan Dewan Pengawas Syariah sebagai Variabel Moderasi sudah banyak

3.9 Menghubungkan sifat fisika dan kimia tanah, organisme yang hidup dalam tanah, dengan pentingnya tanah untuk keberlanjutan kehidupan  Peranan tanah untuk keberlanjuta

Menyiapkan bahan koordinasi dengan instansi terkait pusat dan daerah dalam rangka penyempurnaan konsep pedoman tata laksana politik, hukum, keamanan, dan

Dari hasil simulasi yang dimiliki dapat disimpulkan bahwa optimasi terbaik yang bisa dilakukan adalah menurunkan tingkat return loss di frekuensi 7 GHZ sampai

Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan jiwa dan non jiwa di Rumah Sakit yang efisien dan efektif meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Sosial Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pemberian Tugas Belajar dan Izin Belajar bagi Pegawai Negeri

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan agar dalam pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik, serta melaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor