ANALISIS PENGARUH PARTISIPASI PENGGUNA, KAPABILITAS PERSONEL, DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK, FORMALISASI PENGEMBANGAN SIA DAN
PENDIDIKAN PELATIHAN PENGGUNA TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA SISTEM PENGGAJIAN DI BALAI KESEHATAN
INDERA MASYARAKAT (BKIM) PROVINSI JAWA TENGAH Iwan Dwi Purnomo*, Bagus Kusuma Ardi**, & Sutono**
[email protected] [email protected] STIEDharmaputra Semarang
Abstract
This study aims to analyze the effect of user participation, personnel capability, top management support, formalization of the development of System of Accountant (SOA), and training education on the performance of SOA on the payroll system at the Central Java Public Senses Health Center (BKIM). The research sample was 58 using the census method. Hypothesis testing known t value for user participation (X1) = 2,427 > t table 2,002 and a significance level of 0.019 < 0.05, meaning that user participation (X1) has a significant positive effect on SOA performance, then hypothesis 1 is accepted. T value for personnel capability (X2) = 2,817 > t table 2,002 and a significance level of 0.007 < 0.05, meaning that the capability of personnel (X2) has a significant positive effect on SOA performance, then hypothesis 2 is accepted. T value for top management support (X3) = 2.479 > t table 2.002 and a significance level of 0.016 <0.05, meaning that top management support has a significant positive effect on SIA performance, then hypothesis 3 is accepted. T value for formalizing the development of AIS (X4) = 1.891 < t table 2.002 and a significance level of 0.064 > 0.05, meaning that the formalization of the development of AIS has no positive effect and is not significant on SOA performance, then hypothesis 4 is rejected. t arithmetic for training Education (X5) = 2.580 > t table 2.002 and a significance level of 0.013 < 0.05, meaning that training education has a significant positive effect on SOA performance, then hypothesis 5 is accepted.
Keywords: Performance, Accounting Information System, User Participation, Personal Capabilities, Top Management Support, Formalization, Training and Education Programs
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh partisipasi pengguna, kapabilitas personel, dukungan manajemen puncak, formalisasi pengembangan SIA, dan Pendidikan pelatihan terhadap kinerja SIA pada sistem penggajian di Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Provinsi Jawa Tengah. Sampel penelitian sejumlah 58 dengan menggunakan metode sensus. Pengujian Hipotesis diketahui nilai t hitung untuk partisipasi pengguna (X1) = 2,427 > t tabel 2,002 dan tingkat signifikansi 0,019 < 0,05, artinya partisipasi pengguna (X1) berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja SIA, maka hipotesa 1 diterima. Nilai t hitung untuk kapabilitas personel (X2) = 2,817 > t tabel 2,002 dan tingkat signifikansi 0,007 < 0,05, artinya kapabilitas personel (X2) berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja SIA, maka hipotesa 2 diterima. Nilai t hitung untuk dukungan manajemen puncak (X3) = 2,479 > t tabel 2,002 dan tingkat signifikansi 0,016 < 0,05, artinya dukungan manajemen puncak berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja SIA, maka hipotesis 3 diterima. Nilai t hitung untuk formalisasi pengembangan SIA (X4) = 1,891 < t tabel 2,002 dan tingkat signifikansi 0,064 > 0,05, artinya formalisasi pengembangan SIA tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kinerja SIA, maka hipotesis 4 ditolak. t hitung untuk Pendidikan pelatihan (X5) = 2,580 > t tabel 2,002 dan tingkat signifikansi 0,013 < 0,05, artinya Pendidikan pelatihan berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja SIA, maka hipotesis 5 diterima.
Kata Kunci : Kinerja, Sistem Infomasi Akuntansi, Partisipas Pengguna, Kapabilitas Personal, Dukungan Manajemen Puncak, Formalisasi, Program Pelatihan dan Pendidikan
* Mahasiswa STIE Dharmaputra Semarang ** Dosen STIE Dharmaputra Semarang
PENDAHULUAN Latar Belakang
Pengelolaan sistem informasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan perusahaan. Romney dan Steinbart (2014) menyatakansemua organisasi membutuhkan informasi untuk membuat keputusan yang efektif. Perubahan kondisi lingkungan ini menuntut ketepatan dan keakuratan informasi. Sistem informasi akuntansi sangat dibutuhkan dalam era global ini karena menyediakan informasi akurat dan tepat waktu. Sistem informasi akuntansi berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Di dalam penelitian Ikhwananto Arif (2015) mendapatkan hasil bahwa Keterlibatan pemakai dalam pengembangan SIA (X1) dan formalisasi pengembangan sistem informasi (X4) tidak berpengaruh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi sedangkan variabel Kemampuan Teknik Personal SI (X2), Dukungan Manajemen Puncak (X3) dan Pelatihan dan Pendidikan Pemakai (X5) berpengaruh terhadap Kinerja Sistem informasi Akuntansi pada karyawan administrasi dan keuangan Dealer Mobil di daerah Sukoharjo dan Surakarta.
Hasil penelitian di atas berbeda dengan hasil penelitian Wijayanti Eka S (2018). Dalam penelitian Wijayanti Eka S (2018) Partisipasi Pengguna dalam pengembangan SIA (X1), Kapabilitas Personal SI (X2), Dukungan Manajemen Puncak (X3), Formalisasi Pengembangan Sistem Informasi (X4), Pelatihan dan Pendidikan Pemakai (X5) berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja SIA (Y).
Obyek penelitian ini adalah Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Provinsi Jawa Tengah yang merupakan sebuah lembaga pelayanan kesehatan khususnya indera. Balai Kesehatan Indera Masyarakat Provinsi Jawa Tengah saat ini memiliki sistem penggajian yang dilakukan secara komputerisasi tetapi belum terintegrasi. Sistem penggajian Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Provinsi Jawa Tengah ini masih menggunakan Microsoft Excell yang datanya diambil dulu dari Sistem informasi Kepegawaian Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Hal ini menjadi kurang efisien karena sistem kepegawaian Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah masih belum terintegrasi dengan sistem di Balai Kesehatan Indra Masyarakat.
Penggajian di Balai Kesehatan Indera Masyarakat Provinsi Jawa Tengah terdiri dari penggajian Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 48 orang dan non PNS sejumlah 10 orang yang bersumber dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hal ini menjadi fenomena menarik untuk diteliti karena peneliti ingin menganalisis apakah partisipasi pengguna dalam pengembangan SIA, kapabilitas personel, dukungan manajemen puncak, formalisasi pengembangan SIA dan program Pendidikan pelatihan pengguna terhadap Kinerja SIA.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah partisipasi Pengguna dalam pengembangan SIA bepengaruh
terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Sistem Penggajian Di Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Provinsi Jawa Tengah?
2. Apakah kapabilitas personel sistem informasi berpengaurh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Sistem Penggajian Di Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Provinsi Jawa Tengah?
3. Apakah Dukungan Manajemen Puncak berpengaruh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Sistem Penggajian Di Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Provinsi Jawa Tengah?
4. Apakah Formalisasi Pengembangan Sistem Informasi berpengaruh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Sistem Penggajian Di Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Provinsi Jawa Tengah?
5. Apakah Program Pendidikan dan Pelatihan pengguna berpengaruh terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Sistem Penggajian Di Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Provinsi Jawa Tengah?
LANDASAN TEORI
Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi akuntansi menurut Krismiaji (2010) adalah Sebuah sistem yang memproses data dari transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan, dan mengoprasikan bisnis.
Dari pengertian diatas maka dapat dinyatakan sistem informasi akuntansi mempunyai pengertian serangkaian kegiatan administratif perusahaan dalam melaksanakan berbagai aktivitas
sehari-hari yang berhubungan dengan transaksi keuangan baik yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan untuk mendukung ketepatan pengambilan keputusan.
Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Dasaratha V. Rama dan Frederick L. Jones (2008) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan kinerja Sistem Informasi Akuntansi adalah hasil kerja atau prestasi kerja dari kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya menjadi informasi.
Partipasi Pengguna Dalam Pengembangan SIA
Keterlibatan pengguna dalam pengembangan SIA dapat diartikan sebagai bentuk keterlibatan mental dan emosi pegawai dalam situasi kelompok yang menggiatkan mereka untuk menyumbang pada tujuan kelompok serta bertanggung jawab di dalam pengembangan SIA. Apabila pengguna diberi kesempatan untuk memberikan pendapat dan usulan dalam pengembangan sistem informasi maka pengguna akan merasa bahwa sistem informasi tersebut merupakan tanggung jawabnya, sehingga diharapkan kinerja sistem informasi akan meningkat (Puspitasari, 2008).
Kapabilitas Personel dalam Sistem Informasi
Kata “Kapabilitas” berasal dari bahasa Inggris yaitu capability yang merupakan gabungan dari kata capacity dan ability. Dalam Oxford Dictionary
(2009) dijelaskan bahwa capability is the ability to perform actions. As it applies to human capital,capability is the sum of expertise dan capacity. (Kemampuan adalah kemampuan untuk melakukan tindakan. Seperti berlaku untuk modal manusia, kemampuan adalah jumlah dari keahlian dan kapasitas). John W. Newstrom, Keith Davis (2006) menjelaskan bahwa salah satu determinant factor terhadap kinerja (performance) adalah kemampuan atau kapabilitas sumber daya manusia yang ada di dalam suatu organisasi. Flavio Commin, Mozaffar Qizilbash dan Sabina Alkire yang dikutip oleh Marihot Tua Efendi Haridanja dan Yovita Hardiwati (2002), menjelaskan bahwa dari perspektif psikologis, kemampuan atau kapabilitas sumber daya manusia terdiri dari kemampuan potensi dan kemampuan realitas (skill) atau ketrampilan. Dalam hal ini, sumber daya manusia yang memiliki potensi dan didukung dengan ketrampilan menjadi lebih mudah mencapai kinerja atau hasil kerja atau prestasi kerja yang optimal sebagaimana yang diharapkan baik oleh dirinya maupun organisasi tempat beraktivitas. Dukungan Manajemen Puncak
Setiap oganisasi dalam usaha untuk mencapai visi dan misinya, dan mengevaluasi sampai sejauh mana keberhasilan yang telah dicapai sangat memerlukan dukungan manajemen puncak. Menurut Chen dan Paulraj (2004) mendefinisikan dukungan manajemen puncakadalah komitmen pada waktu, biaya dan sumber daya untuk mendukung segala kegiatan perusahaan agar tetap berproses secara stabil dan
dapat mengembangkan dan menciptakan satu nilai bagi perusahaan agar dapat meningkatkan kinerja organisasi.
Formalisasi Pengembangan Sistem Informasi
Marshall B Romney dan Paul J. Steinbart (2014) menjelaskan bahwa formalisasi pengembangan sistem informasi adalah mengelompokkan fungsi-fungsi yang sama atau kegiatan-kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Lebih lanjut lagi, Mulyadi (2009) menjelaskan bahwa formalisasi pengembangan sistem informasi merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi. pendekatan fungsional mempunyai berbagai kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.
Program Pendidikan dan Pelatihan Pengguna
Pelatihan pemakai sistem merupakan pelatihan yang diadakan oleh pihak perusahaan untuk memperkenalkan sistem kepada karyawan. Melalui adanya pelatihan, diharapkan karyawan dapat
memperoleh ilmu lebih serta dapat mengarah pada peningkatan kinerja. Menurut Gustiyan (2014) dengan pelatihan dan pendidikan, pemakai sistem dapat memperoleh kemampuan untuk mengidentifikasi persyaratan informasi serta kesungguhan dan keterbatasan sistem dan kemampuan yang diperoleh dapat mengarah pada peningkatan kinerja.
Sistem Akuntansi Penggajian
Untuk mengatasi adanya kesalahan dan penyimpangan dalam perhitungan dan pembayaran gaji maka perlu dibuat suatu sistem penggajian. Sistem akuntansi gaji juga dirancang oleh perusahaan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai gaji karyawan sehimgga mudah dipahami dan mudah digunakan. Menurut Mulyadi (2016) menyatakan bahwa sistem informasi penggajian dirancang untuk menangani transaksi gaji atau upah karyawan pembayaranya Sistem informasi akuntansi penggajian dapat digunakan oleh manajemen perusahaan untuk merencanakan dan mengendalikan operasi perusahaan. Menurut Krismiaji, (2015) Sistem informasi akuntansi adalah sistem yang memproses data dan transaksi guna menghasilkan informasi yang bermanfaat untuk merencanakan, mengendalikan, dam mengoperasikan bisnis. Sedangkan Sistem penggajian memegang peranan penting karena sistem ini akan menentukan berapa besar gaji yang semestinya akan diterima karyawan (Satyawan dkk, 2013).
Dari beberapa pengertian diatas dapat dipahami bahwa Sistem Informasi Penggajian adalah keseluruhan prosedur
dan teknik yang diperlukan untuk mengumpulkan data dan mengelolanya sehuingga menjadi bahan informasi bagi pihak yang berkepentingan sehingga dapat memenuhi kebutuhan penggajian yang efektif.
Dokumen dalam Sistem Informasi Penggajian
Menurut Mulyadi (2016) Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi penggajian adalah:
1. Dokumen pendukung perubahan gaji Dokumen ini dikeluarkan oleh fungsi pegawaian berupa surat-surat keputusan yang bersangkutan dengan karyawan, seperti surat keputusan pengangkatan karyawan baru, kenaikan pangkat, perubahan tarif upah, perpindahan dan sebagainnya. 2. Kartu jam hadir.
Dokumen ini digunakan oleh fungsi pencatat waktu untuk mencatat jam hadir setiap karyawan di perusahaan. Fungsi pencatat waktu menggunakan dokumen ini untuk mencatat jam hadir setiap karyawan di perusahaan. Catatan jam hadir karyawan ini dapat berupa daftar hadir manual, atau dapat berbentuk kartu hadir yang diisi dengan mesin pencatat waktu. 3. Kartu Jam Kerja.
Dokumen ini digunakan untuk mencacat waktu yang dikunsumsi okeh tenaga kerja langsung untuk perusahaan manufaktur.
4. Daftar gaji.
Dokumen ini berisi jumlah gaji bruto setiap karyawan dikurangi potongan potongan berupa pph pasal 21, utang karyawan, iuran untuk organisasi karyawan dan lain sebagainya.
5. Rekap daftar gaji.
Dokumen ini merupakan ringkasan gaji per departemen yang dibuat berdasarkan daftar gaji.
6. Surat pernyataan gaji.
Dokumen ini dibuat sebagai catatan bagi setiap karyawan mengenai rincian gaji yang diterima setiap karyawan beserta berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan. 7. Amplop Gaji.
Uang gaji karyawan diserahkan kepada setiap karyawan dalam amplop gaji. Di halaman muka amplop gaji setiap karyawan ini berisi informasi mengenai nama karyawan, nomor identifikasi karyawan dan jumlah gaji bersih yang diterima karyawan dalam bulan tertentu.
8. Bukti kas keluar.
Dokumen ini merupakan perintah pengeluaran uang yang dibuat oleh fungsi akuntansi kepada fungsi keuangan, berdasarkan informasi dalam daftar gaji yang diterima dari fungsi pembuat daftar gaji.
Fungsi-fungsi dalam Prosedur Penggajian
Menurut Mulyadi (2016) fungsi-fungsi yang terkait dalam sistem penggajian adalah :
1. Fungsi Kepegawaian Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencari dan memutuskan penempatan karyawan baru, membuat surat keputusan tarif gaji karyawan, dan pemberhentian karyawan.
2. Fungsi Pencatatan Waktu Fungsi pencatat waktu bertanggung jawab menyelenggarakan catatan waktu
hadir bagi semua karyawan perusahaan.
3. Fungsi Pembuatan Daftar Gaji Fungsi pembuat daftar gaji bertanggung jawab untuk membuat daftar gaji yang berisi penghasilan bruto yang menjadi hak dan berbagai potongan yang menjadi beban setiap karyawan selama jangka waktu pembayaran gaji dan upah. Dokumen yanh digunakan pada fungsi ini adalah cek gaji (payroll check). 4. Fungsi akuntansi Fungsi akuntansi
bertanggung jawab untuk mencatat kewajiban yang timbul dalam hubungannya dengan pembayaran gaji karyawan.
5. Fungsi keuangan Fungsi keuangan bertanggung jawab untuk mengisi cek guna pembayaran gaji dan menguangkan cek tersebut ke bank, serta membagikan kepada karyawan. Flowchart Penggajian
Menurut Mulyadi (2016) Flowchart adalah aliran dokumen dalam sistem tertentu, digunakan simbol-simbol dalam suatu bagan aliran dokumen (flowchart). Dalam bagan alir, arus dokumen ini dapat diakui dengan melihat nomer dalam simbol dalam simbol penghubung pada halaman yang sama (on-page connector). Penggunaan flowchart lebih bermanfaat dibandingkan dengan uraian tertulis dalam menggambarkan suatu sistem. Menurut Mulyadi (2016) manfaat flowchart tersebut sebagai berikut :
1. Gambaran sistem menyeluruh lebih mudah diperoleh dengan menggunakan bagan alir.
2. Perubahan sistem lebih mudah digambarkan dengan menggunakan bagan alir.
3. Kelemahan-kelemahan dalam sistem dan identifikasi bidang-bidang yang melakukan perbaikan lebih mudah ditemukan dengan bagan alir.
4. Dokumen sistem akuntansi dilakukan dengan menggunakan bagan alir. Adapun flowchart penggajian dapat dilihat dalam gambar berikut ini
Keterangan alur Flowchart :
1. Bendahara BKIM mengambil ledger gaji ke Dinas Kesehatan Provinsi. 2. Bendahara BKIM membuat rincian
gaji, slip potongan gaji dan menginput menggunakan Microsoft Excell.
3. Setelah bendahara mencetak rincian daftar gaji dan menyetorkannya ke Bank.
4. Setelah Bank menerima rincian daftar gaji kemudian memproses pencairan gaji
5. setelah pegawai menerima gaji kemudian melakukan tanda tangan bukti penerimaan gaji.
6. BKIM membuat SPJ dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Provinsi.
Kerangka Pikir Penelitian
PENYUSUNAN HIPOTESIS
Pengaruh Partisipasi Pengguna SIA terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi
Penelitian Sukemi Kanto Sudibyo (2011) dan Fein Suwira (2011), menyatakan bahwa keterlibatan pemakai yang semakin sering akan meningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanya hubungan yang positif antara keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan sistem informasi dalam kinerja SIA. Dalam penelitian Komara (2006) juga berpendapat bahwa keterlibatan pengguna terbukti berpengaruh secara positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis pertama yang diajukan adalah sebagai berikut:
H1: Partisipasi Pengguna SIA berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada sistem penggajian di balai kesehatan indera masyarakat (BKIM) Provinsi Jawa Tengah.
Pengaruh Kapabilitas personal SIA terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi.
Sukemi Kanto Sudibyo (2011), Fein Suwira (2011), berpendapat bahwa semakin tinggi kemampuan teknik personal SI akan meningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanya hubungan yang positif antara kemampuan teknik personal SI dengan kinerja SIA. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis kedua yang diajukan adalah sebagai berikut:
H2 : Kapabilitas personal SIA berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada sistem penggajian di balai kesehatan indera masyarakat(BKIM) Provinsi Jawa Tengah
Dukungan manajemen puncak berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi.
Penelitian Komara (2006), Sukemi Kanto Sudibyo (2011) berpendapat bahwa semakin besar dukungan yang diberikan manajemen puncak akan meningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanya hubungan yang positif antara dukungan manajemen puncak dalam proses pengembangan dan pengoperasian SIA dengan kinerja SIA. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis ketiga yang diajukan adalah sebagai berikut:
H3: Dukungan manajemen puncak berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada sistem penggajian di balai kesehatan indera masyarakat (BKIM) Provinsi Jawa Tengah.
Formalisasi pengembangan SIA berpengaruh Positif Signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi.
Sukemi Kanto Sudibyo (2011) dan Fein Suwira (2011) berpendapat bahwa semakin tinggi tingkat formalisasi pengembangan sistem informasi di perusahaan akan meningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanya hubungan yang positif antara formalisasi pengembangan sistem informasi dengan kinerja SIA. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis pertama yang diajukan adalah sebagai berikut:
H4: Fomalisasi pengembangan SIA berpengaruh Positif Signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada sistem penggajian di balai kesehatan indera masyarakat (BKIM) Provinsi Jawa Tengah.
Program Pelatihan dan Pendidikan Pengguna berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi.
Sukemi Kanto Sudibyo (2011) berpendapat bahwa kinerja SIA akan lebih tinggi apabila program pelatihan dan pendidikan pemakai diperkenalkan. Prabowo, Sukirman & Nurhasan (2013) berpendapat bahwa program pelatihan dan pendidikan berpengaruh secara positif terhadap kinerja sistem informasi akuntansi. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis pertama yang diajukan adalah sebagai berikut:
H5: Program Pelatihan dan Pendidikan Pengguna berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada sistem
penggajian di balai kesehatan indera masyarakat(BKIM) Provinsi Jawa Tengah.
Metode Penelitian
Populasi pada penelitian ini adalah 58) orang terdiri dari 48 orang Pegawai Negeri Sipil dan 10 orang Non Pegawai Sipil Negara.Teknik penentuan sampel yang digunakan menggunakan sampel jenuh atau sensus dengan jumlah responden yang digunakan yaitu sebanyak 58 responden.
HASIL PENELITIAN Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuesioner. Uji validitas ini dilakukan dengan membandingkan r hitung dan r tabel. Apabila r hitung > r tabel maka kuesioner dinyatakan valid. semua variabel kuesioner valid, karena masing – masing item memenuhi syarat yaitu nilai Corrected Item Total Correlation atau r hitung > r tabel = 0,259 (N = 58, α = 0,05).Hasil perhitungan uji reliabilitas adalah sebagai berikut:
Tabel
Hasil Uji Reliablitas
No Variabel Nilai α Kriteria 1 Partisipasi Pengguna (X1) 0,869 Reliabel 2 Kapabilitas Personel (X2) 0,794 Reliabel 3 Dukungan Manejemen Puncak (X3) 0,963 Reliabel 4 Formalisasi Pengembangan (X4) 0,831 Reliabel 5 Program Pendidikan dan Pelatihan (X5) 0,805 Reliabel 6 Kinerja SIA (Y) 0,837 Reliabel Data Pada Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai α > 0,7 sehingga dinyatakan
reliabel dan dapat digunakan sebagai pencari data dalam penelitian.
Uji Kelayakan Model Regresi Koefisien Determinasi
Hasil pengujian koefisien determinasi menunjukkan korelasi bersama atau R(X1,X2,X3,X4,X5 dengan Y) sebesar 0,846 dengan arah positif. Angka determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,689 atau 68,9 %, artinya variabel (X1,X2,X3,X4,X5) menjelaskan variasi sebesar 68,9% terhadap Y, adapun sisanya 31,1 % dijelaskan oleh variabel diluar model.
Uji F
Hasil Uji F menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 26,239> F tabel 2,393 dan tingkat signifikansi 0,000 < α = 0,05 (signifikan). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model “fit” atau layak digunakan untuk memprediksi variabel dependen.
Uji Asumsi Klasik
Hasil Uji asumsi klasik secara empirik menunjukkan sebagai berikut:
1. Bebas problem autokorelasi seperti ditunjukkan tabel 4.49 di atas angka Durbin Watson sebesar 1,8995, karena diantara -2 sampai dengan 2.Bebas problem
2. menunjukkan nilai VIF dibawah 10 dan nilai Tolerance diatas 0,1. Maka dapat disimpulkan bahwa bebas problem multikolineritas.
3. Uji heterokedastisitas menunjukkan bahwa tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterosekdasitas.
Uji Hipotesis
Uji hipotesis dari persamaan regresi dapat dijelaskan dengan tabel berikutini.
Berdasarkan tabel diketahui koefisien regresi (beta) atau β1=0,410, β2=0,424, β3=0,212, β4=0,428, β5=0,476 dan persamaan regresi sebagai berikut. Y = β1X1 +β2X2 + β3X3 + β4X4 + β5X5 + e
Sehingga:
Y= 0,410X1 + 0,424X2 + 0,212X3 + 0,428X4 + 0,476X5 + e
Hasil uji signifikansi untuk menjawab hipotesis ditunjukkan pada kolom “t” dan “sig” dengan interpretasi sebagai berikut :
1. t hitung untuk Partisipasi Pengguna (X1) 2,427 > t tabel 2,0025dan tingkat signifikansi 0,019 < 0,05 (signifikan) dengan arah positif artinya Partisipasi Pengguna SIA (X1) berpengaruh Positif signifikan terhadap Kinerja SIA (Y), maka hipotesa 1 diterima.
2. t hitung untuk Kapabilitas Personal (X2) 2,817 > t tabel 2,0025 dan tingkat signifikansi 0,007 < 0,05 (signifikan) dengan arah positif artinya Kapabilitas Personal (X2) berpengaruh Positif signifikan terhadap Kinerja SIA (Y), maka hipotesa 2 diterima.
3. t hitung untuk Dukungan Manajemen Puncak (X3) 2,479 > t tabel 2,0025
dan tingkat signifikansi 0,016< 0,05 (signifikan) dengan arah positif artinya Dukungan Manajemen Puncak (X3) berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja SIA (Y), maka hipotesa 3 diterima.
4. t hitung untuk Formalisasi Pengembangan SIA (X4) 1,891 < t tabel 2,0025 dan tingkat signifikansi 0,064 > 0,05 (tidak signifikan) dengan arah positif artinya Formalisasi Pengembangan SIA (X4) tidak berpengaruhsignifikan terhadap Kinerja SIA (Y) dengan arah positif, maka hipotesa 4 ditolak.
5. t hitung untuk Program Pelatihan dan Pendidikan Pengguna (X5) 2,580 > t tabel 2,0025 dan tingkat signifikansi 0,013 < 0,05 (signifikan) dengan arah positif artinya Program pelatihandan pendidikan pengguna (X5) berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja SIA (Y), maka hipotesa 5 diterima.
Simpulan
Berdasarkan hasil analisis maka penelitian tentang Analisis Pengaruh Partisipasi Pengguna, Kapabilitas Personel, Dukungan Manajemen Puncak, Formalisasi Pengembangan SIA Dan Pendidikan Pelatihan Pengguna Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada Sistem Penggajian Di Balai Kesehatan Indera Masyarakat (BKIM) Provinsi Jawa Tengah, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Partisipasi Pengguna SIA (X1) berpengaruh Positif signifikan terhadap Kinerja SIA (Y), ini dibuktikan dengan nilai t hitung untuk Partisipasi Pengguna (X1)
sebesar 2,427 > t tabel 2,0025 dan tingkat signifikansi 0,019 < 0,05 (signifikan) dengan arah positif. 2. Kapabilitas Personal (X2)
berpengaruh Positif signifikan terhadap Kinerja SIA (Y), ini dibuktikan dengan nilai t hitung untuk Kapabilitas Personal (X2) sebesar 2,817 > t tabel 2,0025 dan tingkat signifikansi 0,007 < 0,05 (signifikan) dengan arah positif. 3. Dukungan Manajemen Puncak (X3)
berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja SIA (Y), ini dibuktikan dengan nilai t hitung untuk Dukungan Manajemen Puncak ( X3) sebesar 2,479 > t tabel 2,0025 dan tingkat signifikansi 0,016 < 0,05 (signifikan) dengan arah positif. 4. t hitung untuk Formalisasi
Pengembangan SIA (X4) 1,891< t tabel 2,0025 dan tingkat signifikansi 0,064 > 0,05 (tidak signifikan) dengan arah positif. Formalisasi Pengembangan SIA (X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja SIA (Y), ini dibuktikan dengan nilai t hitung untuk Program Pelatihan dan Pendidikan Pengguna (X5) sebesar 2,580 > t tabel 2,0025 dan tingkat signifikansi 0,013 < 0,05 (signifikan) dengan arah positif artinya Program pelatihan dan pendidikan pengguna (X5) berpengaruh positif signifikan terhadap Kinerja SIA (Y).
Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yaitu :
1. Variabel yang digunakan dalam penelian ini hanya partisipasi
pengguna, kapabilitas personel, dukungan manajemen puncak, formalisasi pengembangan dan program pendidikan dan pelatihan untuk memprediksi kinerja SIA. 2. Penelitian hanya dilakukan pada
Balai Kesehatan Indra Masyarakat (BKIM) Provinsi Jawa Tengah. Saran
Saran yang dikemukakan adalah sebagai berikut.
1. Bagi peneliti lainnya hendaknya menambah variabel lain untuk memprediksi Kinerja SIA sehingga penelitian ini menjadi lebih sempurna karena masih terdapat sejumlah 31,1% (hasil uji Determinasi) variabel diluar model yang bisa digunakan untuk penelitian ini.
2. Hendaknya sampel penelitian dapat ditambah dengan melakukan penelitian pada instansilain di Provinsi Jawa Tengah sehingga hasil penelitian dapat digeneralisir.
DAFTAR PUSTAKA
Anggraini, Putri Nanda (2012). Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi. Jurnal Telaah Akuntansi. Vol.14. No .02. ISSN 1693-6760.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. ---. 2012. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta Baridwan,Zaki. 2012. Sistem Akuntansi:
Penyusunan Prosedur dan Metode. Edisi Kelima. Yogyakarta : BPFE. Bodnar, George H., and William S.
Hopwood. 2010. Accounting Information System. Yogyakarta:
ANDI.
Choe, J.M., 1996. “The Relationships Among Performance of Accounting Information Systems, Influence Factors, and Evolution Level of Information Systems”. Journal of Management Information System Spring. Vo. 12 No. 4. pp. 215-239. Cresswell, John W.2015. Penelitian
Kualitatif dan Desain Riset: Memilih Diantara Lima Pendekatan. Pustaka Pelajar ,Yogyakarta
Danke, Yuanita. 2012. Analisis Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Pada Siklus Penggajian Dalam Rangka Efektifitas Pengendalian Internal (Studi Kasus Pada Perusahaan Plastik Injectian). Jurnal Universitas Khatolik Widya Mandala Surabaya. Dedi Rusdi dan N Megawati. 2018.
Analisis Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja SIA. Jurnal Akuntasi. Majalah ilmiah Sultan ...,2018-Jurnal unissula, Semarang. Diana, Anastasia dan Lilis Setiawati.
2011. Sitem Informasi Akuntansi. Andi Offset, Yogyakarta
Fatta, Hanif Al. 2007. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern. Andi Offset, Yogyakarta. Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis
Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Cetakan ke VIII. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, Imam. 2005. “Analisis Multivariat SPSS, Edisi Ketiga”. Semarang : BP –
UNDIP.---, 2011. “Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS, Edisi 5”. Semarang:BP-UNDIP.
Jogiyanto. 2009. Sistem Teknologi Informasi. Andi Offset, Yogyakarta. Mahardika,
Raina. 2017. “Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Uang Pendaftaran Calon Murid Baru”. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Juliarsa, Gede. 2012. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada LPD Di Kecamatan Denpasar Utara. E-jurnal universitas Udayana Vol.1, No.1, November 2012, Bali
Mardi. 2011. Sistem Informasi Akuntansi. Ghalia Indonesia, Jakarta. Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Edisi ke-3. Salemba Empat, Jakarta.
Novita. 2016. “Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pada UPTD SMPN 1 Purwoasri Kabupaten Kediri”. Skripsi. Fakultas Ekonomi Universitas Nusantara Persatuan Guru Republik Indonesia, Kediri. (Diakses 27 September 2017)
Rama, Dasaratha V. dan Jones, Frederick L. 2008. SISTEM INFORMASI AKUNTNASI. Buku Satu. (Alih bahasa M. Slamet Wibowo), Jakarta. Salemba Empat.
Rasyad, Rasdihan. 2003. “Metode Statistik Deskriptif Untuk Umum”. Jakarta : Grasindo.
Romney, Marshall B. dan Paul John Steinbart. 2014. Sistem Informasi Akuntansi. Edisi ke-13. Salemba Empat, Jakarta.
Rosananda, Fairus La. 2014.Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja sistem informasiakuntansi terhadap efektivitas pelaksanaan sistem pengendalian internal. Jurnal Akuntansi Vol. 2 No. 2, Universitas Negeri Surabaya. Rusdi, Dedi & Nurul Megawati. Analisis
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Majalah Ilmiah Sultan Agung: Universitas Sultan Agung Semarang.
Pengaruh Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Di PT Pertani (Persero) Wilayah Jawa Tengah Dan DIY. Skripsi. STIE DHARMAPUTRA : Semarang.
Sumanto. 1995. “Metodologi Penelitian Sosial Pendidikan: Aplikasi Metode Kuantitatif dan Statistika Dalam Penelitian”. Yogyakarta: Andi Offset.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryosubroto, Drs. B. 2004. “Manajemen Pendidikan Di Sekolah”. PT. Asdi Mahasatya, Jakarta.
Utami, Diah Wahyu. 2018. Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Pada PT Gunung Gebyok Perkasa. Skripsi STIE Dharmaputra, Semarang.
Yacinta Mega Natalia. 2018. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penggajian Pegawai (Studi kasus pada Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Purworejo) . Skripsi, Universitas Sanata Darma ,Yogyakarta.