• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

33

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Subjek dan Tempat Penelitian

Penelitian dilakukan di SMP N 2 Tuntang Kabupaten Semarang yang berada di desa Candirejo. Penetapan lokasi ini didasarkan atas pertimbangan yang melihat bahwa sekolah SMP N 2 Tuntang adalah sekolah yang berada di daerah pedesaan. Orang tua dari siswa di SMP N 2 Tuntang sebagian besar jarang berada di rumah karena bekerja di luar daerah, sedang orang tua yang ada di rumah kurang memperhatikan pendidikan anaknya. Orang tua yang kurang mengetahui pentingnya pendidikan bagi anak menyebabkan kualitas komunikasi yang dijalin tidak mendalam dan kurang intensif.

Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP N 2 Tuntang. Jumlah seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari kelas VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, VIII E, VIII F adalah 244 siswa. Sampel yang digunakan peneliti sebanyak 69 siswa. Proporsi sampel setiap kelas adalah 12 siswa selain kelas VIII D yang jumlah sampel di kelas tersebut sebanyak 9 siswa. Sampel tersebut terdiri dari 35 siswa laki-laki dan 34 siswa perempuan.

B. Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan penelitian di SMP N 2 Tuntang Kabupaten Semarang dilakukan setelah mendapatkan ijin penelitian dari Kepala SMP N 2 Tuntang. Peneliti meminta ijin untuk mengambil data penelitian pada jam pelajaran guru matematika kelas VIII SMP N 2 Tuntang. Pengambilan data dengan menyebarkan kuisioner kepada 69 siswa kelas VIII SMP N 2 Tuntang pada hari selasa 1 Mei 2012 untuk 4 kelas, yaitu kelas VIII B, VIII C, VIII D, VIII F dan hari kamis 3 Mei 2012 untuk kelas VIII A,VIII E.

C. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas

Uji validitas instrumen dilakukan dengan menggunakan program komputer SPSS 16.0 for Windows. Hasil uji validitas untuk variabel kualitas komunikasi terdapat pada Tabel 6.

(2)

Tabel 6

Komposisi Aspek dan Nomor Item yang Valid dan Gugur pada Kuisioner Kualitas Komunikasi dengan Orang Tua

Aspek

Nomor Item

Jumlah Favorable Unfavorable

Valid Gugur Valid Gugur Keterbukaan 1, 6, 32, 37 - 12, 19, 15 11 8 Empati 7, 20, 21 13 2, 33, 25, 4 - 8 Sikap mendukung 3, 22, 29, 38 - 26, 27, 34, 35 - 8 Sikap positif 9, 39, 8, 30 - 14 16, 24, 23 8 Kesetaraan 5, 17, 28, 36 - 31, 10, 18, 40 - 8 Jumlah 19 1 16 4 40

Tabel 6 memperlihatkan bahwa uji validitas pada 40 item pernyataan dari kuisioner kualitas komunikasi dengan orang tua yang telah diujicobakan, diperoleh 35 item valid setelah penghapusan item tidak valid sebanyak tiga kali. Item yang gugur pada penghapusan yang pertama adalah 13, 16, 24. Item kedua yang gugur adalah item nomor 11 dan yang terakhir pada item nomor 23. Koefisien validitas item yang valid bergerak dari 0,225 hingga 0,621 (dapat dilihat pada lampiran 1).

Pergeseran nomor item dari 40 item indikator empiris menjadi 35 item setelah dilakukan penghapusan terlihat pada Tabel 7.

Tabel 7

Blue Print Kualitas Komunikasi dengan Orang Tua Setelah Validitas

NO.

ASPEK KUALITAS KOMUNIKASI

INDIKATOR INDIKATOR EMPIRIS

JUMLAH ITEM TOTAL F U 1. Keterbukaan (openness) keterbukaan dalam menceritakan masalah dan pengalaman, saling jujur memberikan informasi, mengakui

(1) Saya selalu bercerita kepada orang tua tentang kesulitan belajar saya, meskipun saya tidak diminta orang tua.

V

(6) Saya selalu jujur melapor kepada orang tua semua kegiatan yang saya lakukan.

V

(12) Saya sangat sering membohongi orang tua bahwa saya sudah mengerjakan PR.

(3)

NO.

ASPEK KUALITAS KOMUNIKASI

INDIKATOR INDIKATOR EMPIRIS

JUMLAH ITEM TOTAL F U perasaan yang dilontarkan adalah miliknya

(19) Saya tidak pernah menunjukkan kepada orang tua hasil

ulangan/tes/tugas saya walaupun mendapat nilai bagus maupun jelek.

V

(32) Saya selalu jujur mengatakan kepada orang tua tentang kesulitan pengerjaan tes atau ulangan yang telah saya kerjakan.

V

(13) Pada saat nilai saya menurun, saya selalu memberikan orang tua

penjelasan dengan jujur.

V

(15) Saya tidak pernah bercerita kepada orang tua tentang ketidakpahaman saya terhadap pelajaran yang disampaikan oleh guru. V JUMLAH 4 3 7 2. Empati (empathy) merasakan dan memahami hal yang sesuai dengan apa yang dirasa orang lain

(2) Setiap hari orang tua sibuk dengan pekerjaannya sehingga saya tidak pernah ditanyai orang tua tentang pelajaran yang saya dapatkan di sekolah.

V

(7) Sewaktu saya bercerita kepada orang tua tentang kesulitan belajar yang saya alami, saya selalu diusahakan orang tua untuk diberikan solusi.

V

(33) Ketika saya mendapat nilai bagus, saya tidak pernah diberikan orang tua pujian/hadiah.

V

(20) Ketika saya sedang belajar, orang tua tidak pernah membuat

keramaian/kegaduhan.

V

(21) Setelah pulang sekolah, saya selalu diminta orang tua untuk istirahat.

V (25) Meskipun saya sudah lelah, saya

selalu dipaksa orang tua untuk tetap belajar.

V

(4) Pada saat nilai saya jelek, saya tidak pernah dipedulikan dan tidak dibantu orang tua agar nilai saya meningkat.

V JUMLAH 3 4 7 3. Sikap mendukung (supportive- deskriptif, spontan, provisional

(3) Saya sangat sering didorong oleh orang tua agar rajin dan giat dalam belajar.

(4)

NO.

ASPEK KUALITAS KOMUNIKASI

INDIKATOR INDIKATOR EMPIRIS

JUMLAH

ITEM TOTAL F U

ness) (22) Keperluan sekolah yang saya butuhkan selalu diusahakan orang tua untuk dipenuhi semampunya.

V

(26) Saya sangat jarang ditemani orang tua belajar di rumah.

V (29) Ketika saya akan menghadapi tes

atau ulangan, jam belajar saya selalu dikontrol orang tua dengan ketat.

V

(27) Perlengkapan sekolah saya sangat jarang dicek oleh orang tua.

V (34) Saya tidak pernah dibuatkan orang

tua jadwal untuk belajar di rumah.

V (35) Saya tahu bahwa orang tua tidak

pernah datang pada acara sekolah, rapat, pengambilan rapor.

V

(16) Pada saat jam belajar di rumah, saya tidak pernah diperbolehkan orang tua untuk bermain atau menonton televisi. V JUMLAH 4 4 8 4. Sikap positif (positiveness) positif pada diri sendiri, positif pada situasi komunikasi, dorongan untuk berinteraksi.

(9) Saya selalu ditanyai orang tua tentang pelajaran yang sulit dan belum saya mengerti setiap hari.

V

(8) Saya sangat sering diberitahu oleh orang tua tentang pentingnya belajar.

V (30) Saya selalu diijinkan orang tua

mengerjakan tugas kelompok di rumah teman.

V

(23) Saya selalu mengerti ketika saya diberikan orang tua nasehat atas kesalahan yang saya perbuat adalah untuk kebaikan saya sendiri.

V

(14) Saya tidak pernah percaya bahwa orang tua dapat membantu saya menyelesaikan masalah yang saya hadapi. V JUMLAH 4 1 5 5. Kesetaraan (equality) saling menghargai pendapat pribadi, mendengar-kan dan

(5) Meskipun berbeda pendapat, pendapat saya selalu tetap didengarkan orang tua.

V

(31) Bila saya tidak setuju dengan pendapat orang tua, saya selalu dianggap orang tua melawan.

(5)

NO.

ASPEK KUALITAS KOMUNIKASI

INDIKATOR INDIKATOR EMPIRIS

JUMLAH ITEM TOTAL F U merespon, mengakui kelebihan dan kekurangan

(10) Apabila pendapat saya salah, saya tidak pernah mau menerima

pembenaran dari orang tua.

V

(17) Jika saya sedang mempunyai masalah, saya selalu didengarkan dan dibantu orang tua dalam memecahkan masalah.

V

(18) Ketika saya bercerita kepada orang tua cita-cita atau keinginan saya, saya tidak pernah didengarkan orang tua.

V

(24) Ketika saya mendapati orang tua melakukan kesalahan, orang tua tidak pernah mau mengakui kesalahannya.

V

(28) Ketika saya mengungkapkan kepada orang tua tentang semua masalah belajar yang sedang saya hadapi, orang tua selalu bersedia mendengarkan.

V

(11) Setiap membuat keputusan, pendapat-pendapat saya selalu dipertimbangkan oleh orang tua.

V

JUMLAH 4 4 8

JUMLAH TOTAL 19 16 35

Keterangan: F= Favourable, U= Unfavourable. 2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Hasil uji reliabilitas pada variabel kualitas komunikasi dengan orang tua (dapat dilihat pada lampiran 1) menunjukkan bahwa instrumen kualitas komunikasi dengan orang tua memiliki koefisien alpha sebesar 0,890. Koefisien alpha lebih dari 0,80 menggambarkan bahwa instrumen kualitas komunikasi dengan orang tua sangat reliabel. Seluruh korelasi item total lebih dari 0,2 yang berarti instrumen tersebut valid karena disusun oleh item-item yang valid.

D. Analisis Deskriptif

1. Variabel Kualitas Komunikasi dengan Orang Tua

Distribusi frekuensi kualitas komunikasi dengan orang tua dapat dilihat pada Tabel 8.

(6)

Tabel 8

Distribusi Frekuensi Kualitas Komunikasi dengan Orang Tua Kategori Interval Skor

Kualitas Komunikasi Frekuensi Siswa (%) Sangat Baik 119-140 11 15,94 Baik 98-118 42 60,87 Cukup Baik 77-97 15 21,74 Kurang Baik 56-76 1 1,45

Sangat Kurang Baik 35-55 0 0

Jumlah 69 100

Berdasarkan Tabel 8 dapat dilihat bahwa frekuensi terbanyak terdapat pada kategori baik dalam interval 98-118 dengan jumlah siswa sebanyak 42, untuk itu siswa kelas VIII SMP N 2 Tuntang memiliki kualitas komunikasi dengan orang tua pada kategori baik dengan persentase 60,87%. Hasil analisis deskriptif dari data variabel kualitas komunikasi orang tua dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9

Hasil Analisis Deskriptif

Variabel Kualitas Komunikasi dengan Orang Tua Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Kualitas_Komunikasi 69 76.00 124.00 1.0717E2 11.49419 Valid N (listwise) 69

Tabel 9 menunjukkan bahwa rata-rata (mean) variabel kualitas komunikasi dengan orang tua sebesar 107,17 yang termasuk pada kategori baik dan standar deviasi (SD) sebesar 11,494. Tabel 9 menunjukkan besarnya frekuensi kualitas komunikasi dengan orang tua dengan skor tertinggi 124 dan skor terendah 76. Besar frekuensi juga dapat dilihat pada Gambar 1.

(7)

Gambar 1 Diagram Batang Frekuensi Kualitas Komunikasi dengan Orang Tua

2. Variabel Prestasi Belajar Matematika Siswa

Distribusi frekuensi prestasi belajar matematika siswa dapat dilihat pada Tabel 10.

Tabel 10

Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar Matematika Siswa Kategori Interval Skor

Prestasi Belajar Frekuensi Siswa (%) Sangat Baik 81-100 3 4,35 Baik 61-80 61 88,40 Cukup Baik 41-60 5 7,25 Kurang Baik 21-40 0 0

Sangat Kurang Baik 0-20 0 0

Jumlah 69 100

Berdasarkan Tabel 10 dapat dilihat bahwa frekuensi siswa terbanyak terdapat interval 61-80, yaitu sebanyak 61 siswa. Frekuensi pada interval tersebut menunjukkan prestasi belajar berada pada kategori baik. Presentase frekuensi siswa yang berada pada kategori baik adalah 88,40%. Ditinjau dari nilai kriteria ketuntasan minimal (63) pada kategori tersebut, terdapat 59 siswa dari 61 siswa yang sudah tuntas. Presentase pada kategori baik yang ditinjau dari nilai ketuntasan adalah sebesar 85,50%. Hal ini menggambarkan bahwa pada kategori baik, 85,50% siswa sudah mencapai nilai ketuntasan minimal yang ditetapkan SMP N 2 Tuntang di kelas VIII. Hasil analisis deskriptif dari data variabel prestasi belajar matematika siswa dapat dilihat pada Tabel 11.

(8)

Tabel 11

Hasil Analisis Deskriptif

Variabel Prestasi Belajar Matematika Siswa Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Prestasi_Belajar 69 53.00 87.00 65.5797 5.68901

Valid N (listwise) 69

Tabel 11 menunjukkan bahwa rata-rata (mean) skor prestasi belajar matematika sebesar 65,58 dan standar deviasi (SD) sebesar 5,689. Rata-rata prestasi belajar matematika siswa berada pada kategori baik dan sudah melampaui kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan di SMP N 2 Tuntang. Prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Tuntang tergolong baik ditinjau dari rata-rata dan kategori prestasi belajar matematika siswa. Besarnya frekuensi prestasi belajar matematika siswa terlihat pada Tabel 11 dengan skor tertinggi 87 dan skor terendah 53. Besar frekuensi juga dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2 Diagram Batang Frekuensi Prestasi Belajar Matematika Siswa

E. Analisis Korelasi 1. Uji Normalitas Data

Uji normalitas yang ditujukan untuk melihat normal tidaknya penyebaran data dari variabel penelitian kualitas komunikasi dengan orang tua dan prestasi belajar matematika siswa. Pengujian menggunakan teknik One Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Penghitungan dilakukan dengan menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Hasil uji normalitas kualitas komunikasi dengan orang tua dan prestasi belajar matematika siswa terdapat pada Tabel 12.

(9)

Tabel 12

Hasil Uji Normalitas Variabel Penelitian One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Kualitas_Komunikasi Prestasi_Belajar

N 69 69

Normal Parametersa Mean 107.1739 65.5797

Std. Deviation 11.49419 5.68901 Most Extreme Differences Absolute .158 .253 Positive .072 .253 Negative -.158 -.224 Kolmogorov-Smirnov Z 1.310 2.103

Asymp. Sig. (2-tailed) .065 .000

a. Test distribution is Normal.

Hasil uji normalitas dikatakan berdistribusi normal jika nilai signifikansinya lebih besar dari taraf signifikan 0,05. Berdasarkan Tabel 12 diperoleh bahwa variabel kualitas komunikasi dengan orang tua memiliki signifikansi sebesar 0,065 lebih besar dari 0,05 atau 0,065 > 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa variabel kualitas komunikasi dengan orang tua mengikuti distribusi normal. Gambar 3 menunjukkan penyebaran data kualitas komunikasi dengan orang tua yang kurvanya membentuk distribusi normal.

Gambar 3 Grafik Distribusi Normal Komunikasi dengan Orang Tua

Berdasarkan Tabel 12 signifikansi yang dimiliki variabel prestasi belajar matematika siswa adalah 0,000 dimana 0,000 < 0,05, sehingga

(10)

variabel prestasi belajar matematika siswa tidak mengikuti distribusi normal. Hasil ini ditunjukkan pula dengan kurva yang dapat dilihat pada Gambar 4.

Gambar 4 Grafik Distribusi Normal Prestasi Belajar Matematika Siswa

2. Uji Linearitas Data

Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui hubungan linear antara variabel penelitian kualitas komunikasi dengan orang tua dan prestasi belajar matematika siswa. Pengujian dilakukan dengan menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Hasil uji linearitas variabel kualitas komunikasi dengan orang tua dan prestasi belajar matematika siswa terdapat pada Tabel 13.

Tabel 13

Hasil Uji Linearitas Variabel Penelitian ANOVA Table Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Prestasi_ Belajar * Kualitas_ Komuni-kasi Between Groups (Combined) 1585.500 29 54.672 3.465 .000 Linearity 269.858 1 269.858 17.104 .000 Deviation from Linearity 1315.641 28 46.987 2.978 .001 Within Groups 615.312 39 15.777 Total 2200.812 68

(11)

Hasil uji linearitas dikatakan berpola linear jika lebih kecil dari taraf signifikan 0,05. Berdasarkan Tabel 13 diperoleh bahwa hasil uji linearitas antara variabel kualitas komunikasi dengan orang tua dan variabel prestasi belajar matematika siswa sebesar 0,000. Pada Tabel 13 tampak nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05 atau 0,000 < 0,05, sehingga variabel kualitas komunikasi dengan orang tua dan variabel prestasi belajar matematika siswa memiliki hubungan linear.

F. Pengujian Hipotesis

Sesuai dengan hipotesis emipris yang dikemukakan di depan, bahwa jika:

H0 : tidak ada hubungan positif dan signifikan antara dua variabel atau angka korelasi ≤ 0.

H1 : ada hubungan positif dan signifikan antara dua variabel atau angka korelasi > 0.

Dasar pengambilan keputusan pada korelasi berdasarkan probabilitas (p) > 0,05 H0 diterima dan apabila probabilitas (p) < 0,05 H0 ditolak. Pengujian hipotesis korelasi antara dua variabel yaitu ada hubungan positif dan signifikan antara kualitas komunikasi dengan orang tua terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Tuntang Kabupaten Semarang.

Berdasarkan uji asumsi, hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal dan hasil uji linearitas antara dua variabel menunjukkan data berpola linear, maka teknik korelasi Spearman Rank dengan program SPSS 16.0 for Windows dapat digunakan untuk melakukan pengujian. Hasil uji korelasi antara kualitas komunikasi dengan orang tua dan prestasi belajar matematika siswa terlihat pada Tabel 14.

Tabel 14

Koefisien Korelasi Antara Kualitas Komunikasi dengan Orang Tua Terhadap

Prestasi Belajar Matematika Siswa Correlations Kualitas_ Komunikasi Prestasi_ Belajar Spearman's rho

Kualitas_Komunikasi Correlation Coefficient 1.000 .270*

(12)

Kualitas_ Komunikasi

Prestasi_ Belajar

N 69 69

Prestasi_Belajar Correlation Coefficient .270* 1.000

Sig. (1-tailed) .012 .

N 69 69

*. Correlation is significant at the 0.05 level (1-tailed).

Berdasarkan Tabel 14 menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara kualitas komunikasi dengan orang tua dengan prestasi belajar matematika siswa terdapat koefisien korelasi (r) sebesar 0,270 dengan signifikan atau probabilitas (p) 0,012 < 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hipotesis yang diterima adalah ada hubungan positif dan signifikan antara kualitas komunikasi orang tua dengan prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Tuntang Kabupaten Semarang.

G. Pembahasan

Koefisien korelasi sebesar 0,270 pada Tabel 14 menunjukkan bahwa korelasi antara kualitas komunikasi orang tua dengan prestasi belajar matematika berada pada kategori rendah. Hal ini dapat dijelaskan dengan melihat bahwa koefisien korelasi 0,270 terdapat pada interval 0,20 – 0,399. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi Spearman’s Rho yang diperoleh adalah r = 0,270 ≈ r2 = 0,0729 dengan p = 0,012 < 0,05. Hasil perhitungan tersebut memperlihatkan bahwa variabel kualitas komunikasi dengan orang tua memberikan sumbangan sebesar 7,29% terhadap prestasi belajar matematika siswa dan 92,71% merupakan faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Tuntang Kabupaten Semarang. Korelasi sebesar 7,29% dapat dijelaskan dari skor kualitas komunikasi yang ditemukan, yaitu terdapat siswa yang memiliki skor baik pada kualitas komunikasi dengan orang tuanya sedangkan skor prestasi belajar matematika siswa kurang baik. Terdapat pula siswa yang mempunyai skor kualitas komunikasi dengan orang tua kurang baik, sedangkan skor prestasi belajar siswa tersebut baik. Sedikit orang tua yang memiliki kualitas komunikasi baik dengan anaknya. Hal itu menimbulkan keadaan yang tidak sama untuk setiap anak. Ada juga faktor lain yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar adalah faktor dari dalam yaitu individu

(13)

yang belajar (keadaan jasmani, psikologis dan kelelahan) dan faktor dari luar yaitu sekolah dan masyarakat.

Hasil pemaparan tersebut menunjukkan bahwa ada korelasi positif dan signifikan antara kualitas komunikasi dengan orang tua terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Tuntang Kabupaten Semarang. Hasil yang menggambarkan bahwa hipotesis penelitian ini dapat diterima dengan tingkat hubungan rendah. Hipotesis tersebut memberikan arti bahwa semakin baik kualitas komunikasi dengan orang tua, maka semakin baik pula prestasi belajar matematika siswa. Semakin kurang baik kualitas komunikasi dengan orang tua, maka semakin kurang baik pula prestasi belajar matematika siswa.

Hasil penelitian ini mendukung pemaparan Munawaroh (2008) yaitu bahwa orang tua berperan dalam membantu proses belajar anak sehingga anak memperoleh prestasi yang memuaskan. Pelajaran matematika dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit oleh siswa. Pencapaian prestasi belajar matematika anak yang tinggi memerlukan bantuan orang tua untuk menjaga kualitas komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak. Perwujudan tersebut seperti, keterbukaan, kesetaraan, empati, sikap positif dan mendukung, pemenuhan kebutuhan belajar anak yang memperlancar proses komunikasi agar tercipta aktivitas belajar yang baik sehingga membuahkan prestasi belajar matematika tinggi seperti yang diharapkan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Natalia (2004), Padmuninghar (2010) dan Munawaroh (2008) yang menarik kesimpulan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara kualitas komunikasi dengan prestasi belajar. Berarti semakin tinggi kualitas komunikasi maka semakin tinggi pula prestasi belajar siswa dan semakin rendah kualitas komunikasi maka semakin rendah pula prestasi belajar siswa.

Kualitas komunikasi orang tua terdapat pada kategori baik dengan persentase 60,87%. Frekuensi siswa pada kategori baik adalah 42 siswa. Rata-rata (mean) variabel kualitas komunikasi dengan orang tua juga berada pada kategori baik, yakni sebesar 107,17. Kategori prestasi belajar siswa dalam distribusi frekuensi prestasi belajar matematika siswa kelas VIII di SMP N 2 Tuntang Kabupaten Semarang tergolong baik. Frekuensi terbanyak sejumlah 61 siswa dari 69 siswa berada pada kategori baik dengan persentase 88,40%. Rata-rata prestasi belajar matematika siswa

(14)

sebesar 65,58 yang ada di SMP N 2 Tuntang juga berada pada kategori baik.

Variabel kualitas komunikasi dengan orang tua dapat dilihat berada pada kategori baik dan variabel prestasi belajar matematika juga baik, maka hal ini membuktikan adanya korelasi positif antara kualitas komunikasi dengan orang tua terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Tuntang Kabupaten Semarang. Hubungan positif antara kualitas komunikasi dengan orang tua terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII SMP N 2 Tuntang Kabupaten Semarang terjadi karena adanya hubungan yang baik antara orang tua dengan anaknya dalam proses komunikasi. Kualitas komunikasi yang baik diantara orang tua dan anak mendorong orang tua untuk berusaha membantu anak menciptakan situasi dan kondisi belajar yang baik. Tentunya hal ini mendukung proses belajar yang baik untuk anak sehingga prestasi belajar anak juga baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas komunikasi dengan orang tua memberikan sumbangan yang efektif terhadap pencapaian prestasi belajar matematika siswa.

Gambar

Gambar 1 Diagram Batang Frekuensi Kualitas   Komunikasi dengan Orang Tua
Tabel  11  menunjukkan  bahwa  rata-rata  (mean)  skor  prestasi  belajar matematika sebesar 65,58 dan standar deviasi (SD) sebesar 5,689
Gambar 3 Grafik Distribusi Normal Komunikasi   dengan Orang Tua
Gambar 4 Grafik Distribusi Normal Prestasi Belajar   Matematika Siswa

Referensi

Dokumen terkait

dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar. Model pembelajaran snowball throwing mengajak siswa untuk mengeluarkan pendapat-

Pencapaian efektivitas yang tinggi pada aktivitas fungsi produksi dalam sebuah perusahaan meng- gambarkan keberhasilan perusahaan dalam mengelola kegiatan produksinya. Semakin

Terakhir yaitu wawancara dengan Pimpinan Redaksi KlikPositif.com yang mana beliau menyampaikan bahwa keunggulan dari portal berita onlinenya adalah keunggulan dalam

Penelitian serupa dilakukan oleh Lamria dengan responden pengguna alat kontrasepsi pil menunjukkan bahwa proporsi hipertensi lebih tinggi pada wanita

Pada hasil penelitian ini dalam tabel 3 dan tabel 4, menunjukkan kualitas hidup pada masing-masing kelompok kontrol dan kelompok eksperimen mengalami peningkatan

Sesuai dengan masalah yang diajukan, hasil kajian terhadap penerapan pendekatan komunikatif yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran berpidato bahasa Bali pada

Secara teoritis manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini akan memberikan kekayaan wacana dalam dunia pendidikan dan kajian yang lebih luas, serta dapat dijadikan

Hasil analisis koefisien korelasi untuk koordinasi mata kaki sebesar 0.382 dengan nilai sig 0.09 &gt; 0.05, yang berarti hipotesis ditolak, dengan demikian kelincahan