2 0 1 0
2 0 1 0
KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR
Pembangunan karakter merupakan kebutuhan asasi dalam
Pembangunan karakter merupakan kebutuhan asasi dalam proses berbangsa danproses berbangsa dan bernegara.
bernegara. Sejak awSejak awal kemerdekaal kemerdekaan, bangan, bangsa Indonesia sa Indonesia sudah sudah bertekad unbertekad untuktuk menjadikan pembangunan karakter bangsa sebagai bagian penting dan tidak menjadikan pembangunan karakter bangsa sebagai bagian penting dan tidak terpisahkan dari pembangunan nasional.
terpisahkan dari pembangunan nasional.
Menyadari kondisi karakter masyarakat saat ini, pemerintah mengambil inisatif Menyadari kondisi karakter masyarakat saat ini, pemerintah mengambil inisatif untuk mengarusutamakan pembangunan karakter bangsa. Hal itu tercermin
untuk mengarusutamakan pembangunan karakter bangsa. Hal itu tercermin dalamdalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025, yang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025, yang menempatkan pendidikan karakter sebagai misi pertama dari delapan misi guna menempatkan pendidikan karakter sebagai misi pertama dari delapan misi guna mewujudkan v
mewujudkan visi pembangunan isi pembangunan nasional. nasional. Dalam berbagai Dalam berbagai kesempatan Prkesempatan Presidenesiden Republik Indonesia juga mengemukakan pentingnya pembangunan watak Republik Indonesia juga mengemukakan pentingnya pembangunan watak (character building),
(character building), karena kita ingin membangun manusia yang berakhlak,karena kita ingin membangun manusia yang berakhlak, berbudi pekerti dan berperilaku baik.
berbudi pekerti dan berperilaku baik.
Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa ini disusun sebagai Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa ini disusun sebagai pelaksanaan
pelaksanaan amanat amanat Rencana PeRencana Pembangunan Jmbangunan Jangka Panjang angka Panjang Nasional TahNasional Tahunun 2005-2025 dan sekaligus pelaksanaan arahan Bapak Presiden Republik 2005-2025 dan sekaligus pelaksanaan arahan Bapak Presiden Republik Indonesia.
Indonesia.
Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa ini disusun secara Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa ini disusun secara bersama-sama oleh berbagai kementerian, lembaga nonkementerian dan lembaga sama oleh berbagai kementerian, lembaga nonkementerian dan lembaga nonpemerintah yang terkait, antara lain Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan nonpemerintah yang terkait, antara lain Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Yayasan Jati Diri Bangsa. Dalam penyusunan Kebijakan Nasional ini juga Yayasan Jati Diri Bangsa. Dalam penyusunan Kebijakan Nasional ini juga menggali masukan dari para pakar, praktisi, tokoh masyarakat, pemuka agama, menggali masukan dari para pakar, praktisi, tokoh masyarakat, pemuka agama, budayawan, dan berbagai pihak yang memiliki
budayawan, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembangunankepedulian terhadap pembangunan karakter bangsa.
karakter bangsa. Untuk itu telah dilakUntuk itu telah dilakukan sarasehaukan sarasehan yang bersifat nasional n yang bersifat nasional padapada tanggal 14 Januari 2010 dengan dihadiri lebih dari 200 orang pakar, praktisi, tanggal 14 Januari 2010 dengan dihadiri lebih dari 200 orang pakar, praktisi, pemerhati dan diikuti dengan kegiatan diskusi maupun sarasehan lainnya di pemerhati dan diikuti dengan kegiatan diskusi maupun sarasehan lainnya di berbagai wilay
berbagai wilayah ah Indonesia. Di sIndonesia. Di samping itu jugamping itu juga dilakukan ka dilakukan kajian mendalam ajian mendalam didi beberapa sekolah dan lembaga pendidikan yang sudah merintis pendidikan beberapa sekolah dan lembaga pendidikan yang sudah merintis pendidikan karakter dengan berbagai variasinya.
karakter dengan berbagai variasinya.
Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa ini dimaksudkan sebagai Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa ini dimaksudkan sebagai panduan dalam merancang, mengembangkan, dan melaksanakan Rencana Aksi panduan dalam merancang, mengembangkan, dan melaksanakan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pembangunan Karakter Bangsa dengan mendorong partisipasi Nasional (RAN) Pembangunan Karakter Bangsa dengan mendorong partisipasi aktif dari berbagai komponen bangsa.
DAFTAR ISI DAFTAR ISI
KATA
KATA PENGANTAR PENGANTAR II
DAFTAR
DAFTAR ISI ISI iiii
BAB
BAB I I PENDAHULUANPENDAHULUAN 11
A.
A. Latar Belakang Latar Belakang 11 B.
B. Fungsi Fungsi dan dan Tujuan Tujuan 44 C.
C. Ruang Ruang Lingkup Lingkup 55 D.
D. Pengertian Pengertian Karakter Karakter Bangsa Bangsa 77 E.
E. Alur Alur Pikir Pikir 88
BAB
BAB II II KERANGKA KERANGKA DASAR DASAR PEMBANGUNAN PEMBANGUNAN KARAKTER KARAKTER BANGSABANGSA 99
A.
A. Konsensus Dasar PKonsensus Dasar Pembangunan Nasiembangunan Nasional onal 99 B.
B. Lingkungan Lingkungan Strategis Strategis 1111 C.
C. Permasalahan Permasalahan Bangsa Bangsa Saat Saat Ini Ini 1616 D.
D. Konsep Konsep Jati Jati Diri Diri Bangsa Bangsa 1919 E.
E. Karakter Karakter yang yang Diharapkan Diharapkan 2121
BAB III
BAB III ARAH SERTA ARAH SERTA TAHAPAN DAN TAHAPAN DAN PRIORITAS PEMBANGUNAPRIORITAS PEMBANGUNANN KARAKTER BANGSA TAHUN 2010--2025
KARAKTER BANGSA TAHUN 2010--2025
23 23 A.
A. Arah dan Sasaran Arah dan Sasaran 2323 B.
B. Tahapan Tahapan dan dan Prioritas Prioritas 2424
BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA
BAB IV STRATEGI PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA 2727
A
A Strategi Pembangunan KaStrategi Pembangunan Karakter Bangsa Melalui Sosialisasi rakter Bangsa Melalui Sosialisasi 2727 B.
B. Strategi Strategi Pembangunan Pembangunan Karakter Karakter Bangsa Bangsa Melalui Melalui Pendidikan Pendidikan 2828 C.
C. Strategi Strategi Pembangunan Pembangunan Karakter Karakter Bangsa Bangsa Melalui Melalui Pemberdayaan Pemberdayaan 3434 D.
D. Strategi Strategi Pembangunan Pembangunan Karakter Karakter Bangsa Bangsa Melalui Melalui Pembudayaan Pembudayaan 3737 E.
E. Strategi Strategi PembangunaPembangunam m Karakter Karakter Bangsa Bangsa Melalui Melalui Kerjasama Kerjasama 4040
BAB
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang A. Latar BelakangPembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup mengamanatkan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang harus menjiwai semua bidang pembangunan. Salah bangsa Indonesia yang harus menjiwai semua bidang pembangunan. Salah satu bidang pembangunan nasional yang sangat penting dan menjadi fondasi satu bidang pembangunan nasional yang sangat penting dan menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara adalah pembangunan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara adalah pembangunan karakter bangsa. Ada beberapa alasan mendasar yang melatari pentingnya karakter bangsa. Ada beberapa alasan mendasar yang melatari pentingnya pembangunan karakter bangsa, baik secara filosofis, ideologis, normatif, pembangunan karakter bangsa, baik secara filosofis, ideologis, normatif, historis
historis maupun maupun sosiokultural.sosiokultural.
Secara filosofis, pembangunan karakter bangsa merupakan sebuah kebutuhan Secara filosofis, pembangunan karakter bangsa merupakan sebuah kebutuhan asasi dalam proses berbangsa karena hanya bangsa yang memiliki karakter asasi dalam proses berbangsa karena hanya bangsa yang memiliki karakter dan jati diri yang kuat yang akan eksis. Secara ideologis, pembangunan dan jati diri yang kuat yang akan eksis. Secara ideologis, pembangunan karakter merupakan upaya mengejawantahkan ideologi Pancasila dalam karakter merupakan upaya mengejawantahkan ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara normatif, pembangunan karakter kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara normatif, pembangunan karakter bangsa merupakan wujud nyata langkah mencapai tujuan negara, yaitu bangsa merupakan wujud nyata langkah mencapai tujuan negara, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; memajukan
memajukan kesejahteraan kesejahteraan umum; umum; mencerdaskan mencerdaskan kehidupan kehidupan bangsa; bangsa; ikutikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,abadi, dan keadilan sosial. Secara historis, pembangunan karakter bangsa dan keadilan sosial. Secara historis, pembangunan karakter bangsa merupakan sebuah dinamika inti proses kebangsaan yang terjadi tanpa henti merupakan sebuah dinamika inti proses kebangsaan yang terjadi tanpa henti dalam kurun sejarah, baik pada zaman penjajahan maupun pada zaman dalam kurun sejarah, baik pada zaman penjajahan maupun pada zaman kemerdekaan. Secara sosiokultural, pembangunan karakter bangsa kemerdekaan. Secara sosiokultural, pembangunan karakter bangsa merupakan suatu keharusan dari suatu
merupakan suatu keharusan dari suatu bangsa yang multikultural.bangsa yang multikultural. Pembangunan
Pembangunan karakter bangskarakter bangsa merupakan a merupakan gagasan besgagasan besar yang dicear yang dicetuskantuskan para pendiri
para pendiri bangsa karena sebagai bangsa yang terdiri atas berbagai sukubangsa karena sebagai bangsa yang terdiri atas berbagai suku bangsa dengan nuansa kedaerahan yang kental, bangsa Indonesia bangsa dengan nuansa kedaerahan yang kental, bangsa Indonesia membutuhkan kesamaan pandangan tentang budaya dan karakter yang membutuhkan kesamaan pandangan tentang budaya dan karakter yang holistik sebagai bangsa. Hal itu sangat penting karena menyangkut kesamaan holistik sebagai bangsa. Hal itu sangat penting karena menyangkut kesamaan pemahaman, pandangan, dan gerak langkah untuk
pemahaman, pandangan, dan gerak langkah untuk mewujudkan kesejahteraanmewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.
Pembangunan nasional yang selama ini dilaksanakan telah menunjukkan Pembangunan nasional yang selama ini dilaksanakan telah menunjukkan kemajuan
kemajuan di berbagai di berbagai bidang kehidbidang kehidupan masyupan masyarakat, yang arakat, yang meliputi meliputi bidangbidang sosial budaya dan kehidupan beragama, ekonomi, ilmu pengetahuan dan sosial budaya dan kehidupan beragama, ekonomi, ilmu pengetahuan dan
teknologi, politik, pertahanan dan keamanan, hukum dan aparatur, teknologi, politik, pertahanan dan keamanan, hukum dan aparatur, pembangunan wilayah dan tata ruang, penyediaan sarana dan prasarana, pembangunan wilayah dan tata ruang, penyediaan sarana dan prasarana, serta pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Namun, di serta pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Namun, di samping banyak kemajuan yang telah dicapai ternyata masih banyak masalah samping banyak kemajuan yang telah dicapai ternyata masih banyak masalah dan tantangan yang belum sepenuhnya terselesaikan, termasuk kondisi dan tantangan yang belum sepenuhnya terselesaikan, termasuk kondisi karakter bangsa yang akhir-akhir ini mengalami pergeseran.
karakter bangsa yang akhir-akhir ini mengalami pergeseran.
Pembangunan karakter bangsa yang sudah diupayakan dengan berbagai Pembangunan karakter bangsa yang sudah diupayakan dengan berbagai bentuk, hingga saat ini belum terlaksana dengan optimal. Hal itu tecermin dari bentuk, hingga saat ini belum terlaksana dengan optimal. Hal itu tecermin dari kesenjangan sosial-ekonomi-politik yang masih besar, kerusakan lingkungan kesenjangan sosial-ekonomi-politik yang masih besar, kerusakan lingkungan yang terjadi di berbagai di seluruh pelosok negeri, masih terjadinya yang terjadi di berbagai di seluruh pelosok negeri, masih terjadinya ketidakadilan huk
ketidakadilan hukum, pergaulan bebas um, pergaulan bebas dan pornografi ydan pornografi yang terjadi ang terjadi di kalangandi kalangan remaja, kekerasan dan kerusuhan, korupsi yang dan merambah pada semua remaja, kekerasan dan kerusuhan, korupsi yang dan merambah pada semua sektor kehidupan masyarakat. Saat ini banyak dijumpai tindakan anarkis, sektor kehidupan masyarakat. Saat ini banyak dijumpai tindakan anarkis, konflik sosial, penuturan bahasa yang buruk dan tidak santun, dan konflik sosial, penuturan bahasa yang buruk dan tidak santun, dan ketidaktaataan berlalu lintas. Masyarakat Indonesia yang terbiasa santun ketidaktaataan berlalu lintas. Masyarakat Indonesia yang terbiasa santun dalam berperilaku, melaksanakan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan dalam berperilaku, melaksanakan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan masalah,
masalah, mempunyai mempunyai kearifan kearifan lokal lokal yang kaya yang kaya dengan dengan pluralitas, pluralitas, sertaserta bersikap
bersikap toleran toleran dan dan gotong gotong royong royong mulai cenderung mulai cenderung berubah berubah menjadimenjadi hegemoni kelompok-kelompok yang saling mengalahkan dan berperilaku tidak hegemoni kelompok-kelompok yang saling mengalahkan dan berperilaku tidak jujur.
jujur. Semua Semua itu itu menegaskan menegaskan bahwa bahwa terjadi terjadi ketidakpastian ketidakpastian jati jati diri diri dandan karakter bangsa yang bermuara pada (1) disorientasi dan belum dihayatinya karakter bangsa yang bermuara pada (1) disorientasi dan belum dihayatinya nilai-nilai Pancasila sebagai filosofi dan ideologi bangsa, (2) keterbatasan nilai-nilai Pancasila sebagai filosofi dan ideologi bangsa, (2) keterbatasan perangkat kebijakan terpadu dalam mewujudkan nilai-nilai esensi Pancasila, perangkat kebijakan terpadu dalam mewujudkan nilai-nilai esensi Pancasila, (3) bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, (4) (3) bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, (4) memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa, (5) ancaman memudarnya kesadaran terhadap nilai-nilai budaya bangsa, (5) ancaman disintegrasi bangsa, dan (6)
disintegrasi bangsa, dan (6) melemahnya kemandirian bangsa.melemahnya kemandirian bangsa.
Memperhatikan situasi dan kondisi karakter bangsa yang memprihatinkan Memperhatikan situasi dan kondisi karakter bangsa yang memprihatinkan tersebut, pemerintah mengambil inisiatif untuk memprioritaskan pembangunan tersebut, pemerintah mengambil inisiatif untuk memprioritaskan pembangunan karakter bangsa. Pembangunan karakter bangsa seharusnya menjadi arus karakter bangsa. Pembangunan karakter bangsa seharusnya menjadi arus utama pembangunan nasional. Artinya, setiap upaya pembangunan harus utama pembangunan nasional. Artinya, setiap upaya pembangunan harus selalu dipikirkan keterkaitan dan
selalu dipikirkan keterkaitan dan dampaknya terhadap pengembangan karaker.dampaknya terhadap pengembangan karaker. Hal itu tecermin dari misi pembangunan nasional yang memosisikan Hal itu tecermin dari misi pembangunan nasional yang memosisikan pendidikan karakter sebagai misi pertama dari delapan misi guna mewujudkan pendidikan karakter sebagai misi pertama dari delapan misi guna mewujudkan visi pembangunan nasional, sebagaimana tercantum dalam Rencana visi pembangunan nasional, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005
Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – – 2025 (Undang-Undang2025 (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007), yaitu terwujudnya karakter bangsa Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007), yaitu terwujudnya karakter bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, dan bermoral berdasarkan yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, dan bermoral berdasarkan Pancasila, yang dicirikan dengan watak dan prilaku manusia dan masyarakat Pancasila, yang dicirikan dengan watak dan prilaku manusia dan masyarakat Indonesia yang beragam, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Indonesia yang beragam, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berbudi luhur, bertoleran, bergotongroyong, berjiwa patriotik, berkembang Esa, berbudi luhur, bertoleran, bergotongroyong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, dan berorientasi ipteks.
dinamis, dan berorientasi ipteks.
Pembangunan karakter bangsa memiliki urgensi yang sangat luas dan bersifat Pembangunan karakter bangsa memiliki urgensi yang sangat luas dan bersifat multidimensional. Sangat luas karena terkait dengan pengembangan multidimensional. Sangat luas karena terkait dengan pengembangan multiaspek
multiaspek potensi-potensi kpotensi-potensi keunggulan baeunggulan bangsa dan ngsa dan bersifat multidimensbersifat multidimensionalional karena mencakup dimensi-dimensi kebangsaan yang hingga saat ini sedang karena mencakup dimensi-dimensi kebangsaan yang hingga saat ini sedang dalam
dalam proses proses ―menjadi‖. ―menjadi‖. Dalam Dalam hahal ini dapat juga disebutkan bahwa (1)l ini dapat juga disebutkan bahwa (1) karakter merupakan hal sangat esensial dalam berbangsa dan bernegara, karakter merupakan hal sangat esensial dalam berbangsa dan bernegara, hilangnya karakter akan menyebabkan hilangny
hilangnya karakter akan menyebabkan hilangnya generasi penerus bangsa; a generasi penerus bangsa; (2)(2) karakter berp
karakter berperan sebagai ―kemudi‖ dan kekuatan sehingga bangsa ini tidakeran sebagai ―kemudi‖ dan kekuatan sehingga bangsa ini tidak terombang-ambing; (3) karakter tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus terombang-ambing; (3) karakter tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus dibangun dan dibentuk untuk menjadi bangsa yang bermartabat. Selanjutnya, dibangun dan dibentuk untuk menjadi bangsa yang bermartabat. Selanjutnya, pembangunan karakter bangsa akan mengerucut pada tiga tataran besar,
pembangunan karakter bangsa akan mengerucut pada tiga tataran besar, yaituyaitu (1) untuk menumbuhkan dan memperkuat jati diri bangsa, (2) untuk menjaga (1) untuk menumbuhkan dan memperkuat jati diri bangsa, (2) untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan (3) untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan (3) untuk membentuk manusia dan masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia dan membentuk manusia dan masyarakat Indonesia yang berakhlak mulia dan bangsa yang bermartabat.
bangsa yang bermartabat.
Pembangunan karakter bangsa harus diaktualisasikan secara nyata dalam Pembangunan karakter bangsa harus diaktualisasikan secara nyata dalam bentuk aksi nasional dalam rangka memantapkan landasan spiritual, moral, bentuk aksi nasional dalam rangka memantapkan landasan spiritual, moral, dan etika pembangunan bangsa sebagai upaya untuk menjaga jati diri bangsa dan etika pembangunan bangsa sebagai upaya untuk menjaga jati diri bangsa dan memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa dalam naungan NKRI. dan memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa dalam naungan NKRI. Pembangunan karakter bangsa harus dilakukan melalui
Pembangunan karakter bangsa harus dilakukan melalui pendekatan sistematikpendekatan sistematik dan integratif dengan melibatkan keluarga; satuan pendidikan; pemerintah; dan integratif dengan melibatkan keluarga; satuan pendidikan; pemerintah; masyarakat termasuk teman sebaya, generasi muda, lanjut usia, media masyarakat termasuk teman sebaya, generasi muda, lanjut usia, media massa, pramuka, organisasi kemasyarakatan, organisasi politik, organisasi massa, pramuka, organisasi kemasyarakatan, organisasi politik, organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat; kelompok strategis seperti elite profesi, lembaga swadaya masyarakat; kelompok strategis seperti elite struktural, elite politik, wartawan, budayawan, agamawan, tokoh adat, serta struktural, elite politik, wartawan, budayawan, agamawan, tokoh adat, serta tokoh masyarakat. Adapun strategi pembangunan karakter dapat dilakukan tokoh masyarakat. Adapun strategi pembangunan karakter dapat dilakukan melalui sosialisasi, pendidikan, pemberdayaan, pembudayaan, dan kerja sama melalui sosialisasi, pendidikan, pemberdayaan, pembudayaan, dan kerja sama dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat serta dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat serta pendekatan multidisiplin yang tidak menekankan pada indoktrinasi.
pendekatan multidisiplin yang tidak menekankan pada indoktrinasi.
Dalam rangka meningkatkan pembangunan karakter yang berhasil guna, Dalam rangka meningkatkan pembangunan karakter yang berhasil guna, diperlukan upaya-upaya nyata antara lain penyusunan desain pembangunan diperlukan upaya-upaya nyata antara lain penyusunan desain pembangunan karakter secara nasional, penyusunan rencana aksi nasional secara terpadu, karakter secara nasional, penyusunan rencana aksi nasional secara terpadu, pencanangan pembangunan karakter bangsa oleh Presiden Republik pencanangan pembangunan karakter bangsa oleh Presiden Republik Indonesia sebagai tonggak dimulainya revitalisasi pembangunan karakter Indonesia sebagai tonggak dimulainya revitalisasi pembangunan karakter bangsa, serta implementasi pembangunan karakter oleh semua komponen bangsa, serta implementasi pembangunan karakter oleh semua komponen
bangsa dan aktualisasi nilai-nilai karakter secara nyata dalam kehidupan bangsa dan aktualisasi nilai-nilai karakter secara nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
berbangsa dan bernegara.
B.
B. Fungsi,Tujuan, Fungsi,Tujuan, dan dan TemaTema 1. Fungsi
1. Fungsi a.
a. Fungsi Fungsi Pembentukan Pembentukan dan Pengedan Pengembangan mbangan PotensiPotensi
Pembangunan karakter bangsa berfungsi membentuk dan Pembangunan karakter bangsa berfungsi membentuk dan mengembangkan potensi manusia atau warga negara Indonesia agar mengembangkan potensi manusia atau warga negara Indonesia agar berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik sesuai dengan berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku baik sesuai dengan falsafah hidup Pancasila.
falsafah hidup Pancasila. b.
b. Fungsi Fungsi Perbaikan Perbaikan dan dan PenguatanPenguatan
Pembangunan karakter bangsa berfungsi memperbaiki dan Pembangunan karakter bangsa berfungsi memperbaiki dan memperkuat peran keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan memperkuat peran keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah untuk ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam pemerintah untuk ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam pengembangan potensi warga negara dan pembangunan bangsa pengembangan potensi warga negara dan pembangunan bangsa menuju bangsa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
menuju bangsa yang maju, mandiri, dan sejahtera. c.
c. Fungsi Fungsi PenyaringPenyaring
Pembangunan karakter bangsa berfungsi memilah budaya bangsa Pembangunan karakter bangsa berfungsi memilah budaya bangsa sendiri dan menyaring budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan sendiri dan menyaring budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang bermartabat.
nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang bermartabat.
Ketiga fungsi tersebut dilakukan melalui (1) Pengukuhan Pancasila sebagai Ketiga fungsi tersebut dilakukan melalui (1) Pengukuhan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi negara, (2) Pengukuhan nilai dan norma falsafah dan ideologi negara, (2) Pengukuhan nilai dan norma konstitusional UUD 45, (3) Penguatan komitmen kebangsaan Negara konstitusional UUD 45, (3) Penguatan komitmen kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), (4) Penguatan nilai-nilai Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), (4) Penguatan nilai-nilai keberagaman sesuai dengan konsepsi
keberagaman sesuai dengan konsepsi Bhinneka Tunggal Ika,Bhinneka Tunggal Ika, serta (5)serta (5) Penguatan keunggulan dan daya saing bangsa untuk keberlanjutan Penguatan keunggulan dan daya saing bangsa untuk keberlanjutan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia dalam konteks global.
konteks global. 2. Tujuan
2. Tujuan
Pembangunan karakter bangsa bertujuan untuk membina dan Pembangunan karakter bangsa bertujuan untuk membina dan mengembangkan karakter warga negara sehingga mampu mewujudkan mengembangkan karakter warga negara sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang masyarakat yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berjiwa persatuan Indonesia, berjiwa kerakyatan yang adil dan beradab, berjiwa persatuan Indonesia, berjiwa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
3. Tema 3. Tema
Pembangunan Karakter Bangsa merupakan suatu gerakan nasional Pembangunan Karakter Bangsa merupakan suatu gerakan nasional dengan tema membangun generasi Indonesia yang jujur, cerdas, tangguh, dengan tema membangun generasi Indonesia yang jujur, cerdas, tangguh, dan peduli.
dan peduli. C. Ruang Lingkup C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup sasaran pembangunan karakter bangsa meliputi: Ruang lingkup sasaran pembangunan karakter bangsa meliputi: 1.
1. Lingkup Lingkup KeluargaKeluarga
Keluarga merupakan wahana pembelajaran dan pembiasaan
Keluarga merupakan wahana pembelajaran dan pembiasaan karakter yangkarakter yang dilakukan oleh orang tua dan orang dewasa lain dalam keluarga terhadap dilakukan oleh orang tua dan orang dewasa lain dalam keluarga terhadap anak sebagai anggota keluarga sehingga diharapkan dapat terwujud anak sebagai anggota keluarga sehingga diharapkan dapat terwujud keluarga berkarakter mulia yang tecermin dalam perilaku keseharian. keluarga berkarakter mulia yang tecermin dalam perilaku keseharian. Proses itu dapat dilakukan melalui komunitas keluarga dan partisipasi Proses itu dapat dilakukan melalui komunitas keluarga dan partisipasi keluarga dalam pengelolaan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. keluarga dalam pengelolaan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama di mana orang Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama di mana orang tua bertindak sebagai pemeran utama dan panutan bagi anak. Proses itu tua bertindak sebagai pemeran utama dan panutan bagi anak. Proses itu dapat dilakukan dalam bentuk pendidikan, pengasuhan, pembiasaan, dan dapat dilakukan dalam bentuk pendidikan, pengasuhan, pembiasaan, dan keteladanan. Pendidikan karakter dalam lingkup keluarga dapat juga keteladanan. Pendidikan karakter dalam lingkup keluarga dapat juga dilakukan kepada komunitas calon orang tua dengan penyertaan dilakukan kepada komunitas calon orang tua dengan penyertaan pengetahuan dan keterampilan, khususnya dalam pengasuhan dan pengetahuan dan keterampilan, khususnya dalam pengasuhan dan pembimbingan anak.
pembimbingan anak. 2.
2. Lingkup Lingkup Satuan Satuan PendidikanPendidikan
Satuan pendidikan merupakan wahana pembinaan dan pengembangan Satuan pendidikan merupakan wahana pembinaan dan pengembangan karakter yang dilakukan dengan menggunakan (a) pendekatan terintegrasi karakter yang dilakukan dengan menggunakan (a) pendekatan terintegrasi dalam semua mata pelajaran, (b) pengembangan budaya satuan dalam semua mata pelajaran, (b) pengembangan budaya satuan pendidikan, (c) pelaksanaan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, serta pendidikan, (c) pelaksanaan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, serta (d) pembiasaan perilaku dalam kehidupan di
(d) pembiasaan perilaku dalam kehidupan di lingkungan satuan pendidikan.lingkungan satuan pendidikan. Pembangunan karakter melalui satuan pendidikan dilakukan mulai dari Pembangunan karakter melalui satuan pendidikan dilakukan mulai dari pendidikan usia dini sampai pendidikan tinggi.
pendidikan usia dini sampai pendidikan tinggi.
Salah satu kunci keberhasilan program pengembangan karakter pada Salah satu kunci keberhasilan program pengembangan karakter pada satuan pendidikan adalah keteladanan dari para pendidik dan tenaga satuan pendidikan adalah keteladanan dari para pendidik dan tenaga kependidikan. Keteladanan bukan sekadar sebagai contoh bagi peserta kependidikan. Keteladanan bukan sekadar sebagai contoh bagi peserta didik, melainkan juga sebagai penguat moral bagi peserta didik dalam didik, melainkan juga sebagai penguat moral bagi peserta didik dalam bersikap dan berperilaku. Oleh karena itu, penerapan keteladanan di bersikap dan berperilaku. Oleh karena itu, penerapan keteladanan di lingkungan satuan pendidikan menjadi prasyarat dalam pengembangan lingkungan satuan pendidikan menjadi prasyarat dalam pengembangan karakter peserta didik
3.
3. Lingkup Lingkup PemerintahanPemerintahan
Pemerintahan merupakan wahana pembangunan karakter bangsa melalui Pemerintahan merupakan wahana pembangunan karakter bangsa melalui keteladanan
keteladanan penyelenggara penyelenggara negara, elite negara, elite pemerintah, pemerintah, dan dan elite elite politik.politik. Unsur pemerintahan merupakan komponen yang sangat penting dalam Unsur pemerintahan merupakan komponen yang sangat penting dalam proses pembentukan karakter bangsa karena aparatur negara sebagai proses pembentukan karakter bangsa karena aparatur negara sebagai penyelenggara pemerintahan merupakan pengambil dan pelaksana penyelenggara pemerintahan merupakan pengambil dan pelaksana kebijakan yang ikut menentukan berhasilnya pembangunan karakter pada kebijakan yang ikut menentukan berhasilnya pembangunan karakter pada tataran informal, formal, dan nonformal. Pemerintahlah yang mengeluarkan tataran informal, formal, dan nonformal. Pemerintahlah yang mengeluarkan berbagai kebijakan dalam pelaksanaan pembangunan. Kebijakan berbagai kebijakan dalam pelaksanaan pembangunan. Kebijakan pemerintah dalam berbagai seginya (termasuk kebijakan dalam bidang pemerintah dalam berbagai seginya (termasuk kebijakan dalam bidang penyiaran atau media massa) harus mengacu pada pengarusutamaan penyiaran atau media massa) harus mengacu pada pengarusutamaan pembangunan karakter bangsa.
pembangunan karakter bangsa. 4.
4. Lingkup Lingkup Masyarakat Masyarakat SipilSipil
Masyarakat sipil merupakan wahana pembinaan dan pengembangan Masyarakat sipil merupakan wahana pembinaan dan pengembangan karakter melalui keteladanan tokoh dan pemimpin masyarakat serta karakter melalui keteladanan tokoh dan pemimpin masyarakat serta berbagai kelompok masyarakat yang tergabung dalam organisasi sosial berbagai kelompok masyarakat yang tergabung dalam organisasi sosial kemasyarakatan sehingga nilai-nilai karakter dapat diinternalisasi menjadi kemasyarakatan sehingga nilai-nilai karakter dapat diinternalisasi menjadi perilaku dan budaya dalam
perilaku dan budaya dalam kehidupan sehari-hari.kehidupan sehari-hari. 5.
5. Lingkup Lingkup Masyarakat Masyarakat PolitikPolitik
Masyarakat politik merupakan wahana yang melibatkan warga negara Masyarakat politik merupakan wahana yang melibatkan warga negara dalam penyaluran aspirasi dalam politik. Masyarakat politik merupakan dalam penyaluran aspirasi dalam politik. Masyarakat politik merupakan suara representatif dari segenap elite politik dan simpatisannya. suara representatif dari segenap elite politik dan simpatisannya. Masyarakat politik memiliki nilai strategis dalam pembangunan karakter Masyarakat politik memiliki nilai strategis dalam pembangunan karakter bangsa karena semua partai politik memiliki dasar yang mengarah pada bangsa karena semua partai politik memiliki dasar yang mengarah pada terwujudnya upaya demokratisasi yang bermartabat.
terwujudnya upaya demokratisasi yang bermartabat. 6.
6. Lingkup Lingkup Dunia Dunia Usaha Usaha dan dan IndustriIndustri
Dunia usaha dan industri merupakan wahana interaksi para pelaku sektor Dunia usaha dan industri merupakan wahana interaksi para pelaku sektor riil yang menopang bidang perekonomian nasional. Kemandirian riil yang menopang bidang perekonomian nasional. Kemandirian perekonomian nasional sangat bergantung pada kekuatan karakter para perekonomian nasional sangat bergantung pada kekuatan karakter para pelaku usaha dan industri yang di antaranya dicerminkan oleh menguatnya pelaku usaha dan industri yang di antaranya dicerminkan oleh menguatnya daya saing, meningkatnya lapangan kerja, dan kebanggaan terhadap daya saing, meningkatnya lapangan kerja, dan kebanggaan terhadap produk bangsa sendiri.
produk bangsa sendiri. 7.
7. Lingkup Lingkup Media Media MassaMassa
Media massa merupakan sebuah fungsi dan sistem yang memberi Media massa merupakan sebuah fungsi dan sistem yang memberi pengaruh sangat signifikan terhadap publik, khususnya terkait dengan pengaruh sangat signifikan terhadap publik, khususnya terkait dengan pembentukan nilai-nilai kehidupan, sikap, perilaku, dan kepribadian atau jati pembentukan nilai-nilai kehidupan, sikap, perilaku, dan kepribadian atau jati diri bangsa. Media massa, baik elektronik maupun cetak memiliki fungsi diri bangsa. Media massa, baik elektronik maupun cetak memiliki fungsi
edukatif atau pun nonedukatif bergantung dari muatan pesan informasi edukatif atau pun nonedukatif bergantung dari muatan pesan informasi yang disampaikannya. Fungsi dan peran media massa dirasa makin yang disampaikannya. Fungsi dan peran media massa dirasa makin penting dalam era globalisasi saat ini seiring dengan kemajuan teknologi penting dalam era globalisasi saat ini seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Berbagai informasi yang berasal dari berbagai komunikasi dan informasi. Berbagai informasi yang berasal dari berbagai sumber, baik dari dalam maupun luar negeri dengan mudah dapat diakses sumber, baik dari dalam maupun luar negeri dengan mudah dapat diakses secara langsung oleh masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, informasi yang secara langsung oleh masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, informasi yang bertentangan dengan nilai-nilai budaya bangsa akan membawa dampak bertentangan dengan nilai-nilai budaya bangsa akan membawa dampak negatif terhadap upaya pembentukan karakter. Pada gilirannya, hal ini akan negatif terhadap upaya pembentukan karakter. Pada gilirannya, hal ini akan dapat mengancam jati diri bangsa. Atas dasar ini, sudah seharusnya media dapat mengancam jati diri bangsa. Atas dasar ini, sudah seharusnya media massa selalu memberikan perhatian dan kepedulian dalam setiap massa selalu memberikan perhatian dan kepedulian dalam setiap pemberitaan dan penyiaran informasi agar secara bertanggung jawab pemberitaan dan penyiaran informasi agar secara bertanggung jawab memasukkan pesan-pesan edukatif terkait dengan substansi pembangunan memasukkan pesan-pesan edukatif terkait dengan substansi pembangunan karakter bangsa.
karakter bangsa. D.
D. Pengertian Karakter, Pengertian Karakter, Karakter Karakter Bangsa, dan Bangsa, dan Pembangunan KarakterPembangunan Karakter Bangsa
Bangsa 1. Karakter 1. Karakter
Karakter adalah
Karakter adalah nilai-nilai yang khas-bnilai-nilai yang khas-baik (tahu nilai kebaikaaik (tahu nilai kebaikan, mau berbuatn, mau berbuat baik, nyata berkehidupan baik, dan berdampak baik terhadap lingkungan) baik, nyata berkehidupan baik, dan berdampak baik terhadap lingkungan) yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku. Karakter yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku. Karakter secara koheren memancar dari hasil olah pikir, olah hati, olah raga, serta secara koheren memancar dari hasil olah pikir, olah hati, olah raga, serta olah rasa dan karsa seseorang atau sekelompok orang. Karakter olah rasa dan karsa seseorang atau sekelompok orang. Karakter merupakan ciri khas seseorang atau sekelompok orang yang mengandung merupakan ciri khas seseorang atau sekelompok orang yang mengandung nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran dalam menghadapi nilai, kemampuan, kapasitas moral, dan ketegaran dalam menghadapi kesulitan dan tantangan.
kesulitan dan tantangan. 2.
2. Karakter Karakter BangsaBangsa Karakter bangs
Karakter bangsa adalah a adalah kualitas perilaku kualitas perilaku kolektif kebakolektif kebangsaan yangsaan yang khas-ng khas-baik yang tecermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan baik yang tecermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa, dan perilaku
perilaku berbangsa dberbangsa dan bernegara seban bernegara sebagai hasil olagai hasil olah pikir, olah ah pikir, olah hati, olahhati, olah rasa dan karsa, serta olah raga seseorang atau sekelompok orang. rasa dan karsa, serta olah raga seseorang atau sekelompok orang. Karakter bangsa Indonesia akan menentukan perilaku kolektif kebangsaan Karakter bangsa Indonesia akan menentukan perilaku kolektif kebangsaan Indonesia yang khas-baik yang tecermin dalam kesadaran, pemahaman, Indonesia yang khas-baik yang tecermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, k
rasa, karsa, arsa, dan dan perilaku perilaku berbangsa dan berbangsa dan bernegara bernegara Indonesia Indonesia yangyang berdasarkan nilai-nilai Pancasila, norma UUD 1945, keberagaman dengan berdasarkan nilai-nilai Pancasila, norma UUD 1945, keberagaman dengan prinsip
prinsip Bhinneka Tunggal Ika,Bhinneka Tunggal Ika, dandan komitmen terhadap NKRI.komitmen terhadap NKRI. 3.
3. Pembangunan Pembangunan Karakter Karakter BangsaBangsa
Pembangunan Karakter Bangsa adalah upaya kolektif-sistemik suatu Pembangunan Karakter Bangsa adalah upaya kolektif-sistemik suatu negara kebangsaan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan negara kebangsaan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara
negara, serta potensi kolektifnya dalam konteks kehidupan nasional, negara, serta potensi kolektifnya dalam konteks kehidupan nasional, regional, dan global yang berkeadaban untuk membentuk bangsa yang regional, dan global yang berkeadaban untuk membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, patriotik, dinamis, berbudaya, dan berorientasi Ipteks berdasarkan royong, patriotik, dinamis, berbudaya, dan berorientasi Ipteks berdasarkan Pancasila dan dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha
Pancasila dan dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Esa.
Pembangunan karakter bangsa dilakukan secara koheren melalui proses Pembangunan karakter bangsa dilakukan secara koheren melalui proses sosialisasi, pendidikan dan pembelajaran, pemberdayaan, pembudayaan, sosialisasi, pendidikan dan pembelajaran, pemberdayaan, pembudayaan, dan kerja sama
dan kerja sama seluruh komponeseluruh komponen bangsa dn bangsa dan negara.an negara. E.
E. Alur Alur PikirPikir
Alur pikir pembangunan k
Alur pikir pembangunan karakter bangsa dapat digarakter bangsa dapat digambarkan sebagai berikambarkan sebagai berikut.ut.
Gambar 1: Bagan
Gambar 1: Bagan Alur Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter BangsaAlur Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa
BANGSA YG BANGSA YG MERDEKA, MERDEKA, BERSATU, BERSATU, BERDAULAT, BERDAULAT, ADIL DAN ADIL DAN MAKMUR MAKMUR RAN RAN STRATEGI STRATEGI BANGSA BANGSA BERKARAKTER BERKARAKTER 1. SOSIALISASI 1. SOSIALISASI 2.PENDIDIKAN 2.PENDIDIKAN 3.PEMBERDAYAAN 3.PEMBERDAYAAN 4.PEMBUDAYAAN 4.PEMBUDAYAAN 5.KERJA SAMA 5.KERJA SAMA LINGSTRA
LINGSTRA KONSENSUSKONSENSUS
NASIONAL NASIONAL PERMASALAHAN PERMASALAHAN BANGSA DAN BANGSA DAN NEGARA NEGARA 1. Diso
1. Disorientasi rientasi dandan belum dihayatinya belum dihayatinya nilai-nilai Pancasila nilai-nilai Pancasila 2. Keterbatasan 2. Keterbatasan perangkat kebijakan perangkat kebijakan terpadu dalam terpadu dalam mewujudkan nilai-nilai mewujudkan nilai-nilai Pancasila. Pancasila. 3. Berge
3. Bergesernya sernya nilainilai etika dalam etika dalam kehidupan berbangsa kehidupan berbangsa dan bernegara dan bernegara 4. Memudarnya 4. Memudarnya kesadaran terhadap kesadaran terhadap nilai-nilai budaya nilai-nilai budaya bangsa. bangsa. 5. Acaman disintegrasi 5. Acaman disintegrasi bangsa bangsa 6. Melemahnya 6. Melemahnya kemandirian bangsa kemandirian bangsa BID POLHUKAM, BID POLHUKAM, BID KESRA, BID BID KESRA, BID PEREKONOMIAN PEREKONOMIAN Tangguh, Tangguh, kompetitif, kompetitif, berakhlak mulia, berakhlak mulia, bermoral, bermoral, bertoleran, bertoleran, bergotong bergotong royong, royong, patriotik, patriotik, dinamis, dinamis, berbudaya, dan berbudaya, dan berorientasi berorientasi Ipteks Ipteks berdasarkan berdasarkan Pancasila dan Pancasila dan dijiwai oleh dijiwai oleh iman dan takwa iman dan takwa kepada Tuhan kepada Tuhan Yang Maha Esa Yang Maha Esa
Global, Global, Regional, Regional, Nasional Nasional 1. PANCASILA 1. PANCASILA 2. UUD 45 2. UUD 45 3. BHINEKA 3. BHINEKA TUNGGAL IKA TUNGGAL IKA 4. NKRI 4. NKRI PEMBANGUNAN PEMBANGUNAN KARAKTER KARAKTER BANGSA BANGSA
BAB II
BAB II
KERANGKA DASAR PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA
KERANGKA DASAR PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA
A.
A. Konsensus Konsensus Dasar PembanDasar Pembangunan Nasionagunan Nasionall 1. Pancasila
1. Pancasila
Pancasila merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Pancasila merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga memiliki fungsi yang sangat fundamental. Selain bersifat yuridis sehingga memiliki fungsi yang sangat fundamental. Selain bersifat yuridis formal yang mengharuskan seluruh peraturan perundang-undangan formal yang mengharuskan seluruh peraturan perundang-undangan berlandaskan pada Pancasila (sering disebut sebagai sumber dari segala berlandaskan pada Pancasila (sering disebut sebagai sumber dari segala sumber hukum), Pancasila juga bersifat filosofis. Pancasila merupakan sumber hukum), Pancasila juga bersifat filosofis. Pancasila merupakan dasar filosofis dan sebagai perilaku kehidupan. Artinya, Pancasila dasar filosofis dan sebagai perilaku kehidupan. Artinya, Pancasila merupakan falsafah negara dan pandangan/cara hidup bagi bangsa merupakan falsafah negara dan pandangan/cara hidup bagi bangsa Indonesia dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan Indonesia dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara untuk mencapai cita-cita nasional. Sebagai dasar negara dan bernegara untuk mencapai cita-cita nasional. Sebagai dasar negara dan sebagai pandangan hidup, Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang sebagai pandangan hidup, Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang harus dihayati dan dipedomani oleh seluruh warga negara Indonesia dalam harus dihayati dan dipedomani oleh seluruh warga negara Indonesia dalam hidup dan
hidup dan kehidupan kehidupan bermasyarakat, bermasyarakat, berbangsa, berbangsa, dan bdan bernegara. ernegara. LebihLebih dari itu, nilai-nilai Pancasila sepatutnya menjadi karakter masyarakat dari itu, nilai-nilai Pancasila sepatutnya menjadi karakter masyarakat Indonesia sehingga Pancasila menjadi identitas atau jati diri bangsa Indonesia sehingga Pancasila menjadi identitas atau jati diri bangsa Indonesia.
Indonesia.
Oleh karena kedudukan dan fungsinya yang sangat fundamental bagi Oleh karena kedudukan dan fungsinya yang sangat fundamental bagi negara dan bangsa Indonesia, maka dalam pembangunan karakter bangsa, negara dan bangsa Indonesia, maka dalam pembangunan karakter bangsa, Pancasila merupakan landasan utama. Sebagai landasan, Pancasila Pancasila merupakan landasan utama. Sebagai landasan, Pancasila merupakan rujukan, acuan, dan sekaligus tujuan dalam pembangunan merupakan rujukan, acuan, dan sekaligus tujuan dalam pembangunan karakter bangsa. Dalam konteks yang bersifat subtansial, pembangunan karakter bangsa. Dalam konteks yang bersifat subtansial, pembangunan karakter bangsa memiliki makna membangun manusia dan bangsa karakter bangsa memiliki makna membangun manusia dan bangsa Indonesia yang berkarakter Pancasila. Berkarakter Pancasila berarti Indonesia yang berkarakter Pancasila. Berkarakter Pancasila berarti manusia dan bangsa Indonesia memiliki ciri dan watak religius, humanis, manusia dan bangsa Indonesia memiliki ciri dan watak religius, humanis, nasionalis, demokratis, dan mengutamakan kesejahteraan rakyat. Nilai-nilai nasionalis, demokratis, dan mengutamakan kesejahteraan rakyat. Nilai-nilai fundamental ini menjadi sumber nilai luhur yang dikembangkan dalam fundamental ini menjadi sumber nilai luhur yang dikembangkan dalam pendidikan karakter bangsa.
pendidikan karakter bangsa. 2.
2. Undang-Undang Undang-Undang Dasar Dasar 19451945
Derivasi nilai-nilai luhur Pancasila tertuang dalam norma-norma yang Derivasi nilai-nilai luhur Pancasila tertuang dalam norma-norma yang terdapat dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945. Oleh karena itu, terdapat dalam Pembukaan dan Batang Tubuh UUD 1945. Oleh karena itu, landasan kedua yang harus menjadi acuan dalam pembangunan karakter landasan kedua yang harus menjadi acuan dalam pembangunan karakter bangsa adalah norma konstitusional UUD 1945. Nilai-nilai universal yang bangsa adalah norma konstitusional UUD 1945. Nilai-nilai universal yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 harus terus dipertahankan menjadi terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 harus terus dipertahankan menjadi norma konstitusional bagi negara
Keluhuran nilai yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 Keluhuran nilai yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 memancarkan tekad dan
memancarkan tekad dan komitmenkomitmen bangsa Indonesia untuk tetapbangsa Indonesia untuk tetap mempertahankan pembukaan itu dan bahkan tidak akan mengubahnya. mempertahankan pembukaan itu dan bahkan tidak akan mengubahnya. Paling tidak ada empat kandungan isi dalam Pembukaan UUD 1945 yang Paling tidak ada empat kandungan isi dalam Pembukaan UUD 1945 yang menjadi alasan untuk tidak mengubahnya. Pertama, di dalam Pembukaan menjadi alasan untuk tidak mengubahnya. Pertama, di dalam Pembukaan UUD 1945 terdapat norma dasar universal bagi berdiri tegaknya sebuah UUD 1945 terdapat norma dasar universal bagi berdiri tegaknya sebuah negara yang merdeka dan berdaulat. Dalam alinea pertama secara eksplisit negara yang merdeka dan berdaulat. Dalam alinea pertama secara eksplisit dinyatakan bahwa ―kemerdekaan adalah hak segala bangsa d
dinyatakan bahwa ―kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan olehan oleh karena itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai karena itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan d
dengan perikemanusiaan dan perikeadilan‖. Pernyataan ituan perikeadilan‖. Pernyataan itu dengan tegasdengan tegas menyatakan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa dan oleh menyatakan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa dan oleh karena itu, tidak boleh lagi ada penjajahan di muka bumi. Implikasi dari karena itu, tidak boleh lagi ada penjajahan di muka bumi. Implikasi dari norma ini adalah berdirinya negara merdeka dan berdaulat
norma ini adalah berdirinya negara merdeka dan berdaulat merupakanmerupakan sebuah keniscayaan. Alasan kedua
sebuah keniscayaan. Alasan kedua adalah di dalam Pembukaan UUD 1945adalah di dalam Pembukaan UUD 1945 terdapat norma yang terkait dengan tujuan negara atau tujuan nasional terdapat norma yang terkait dengan tujuan negara atau tujuan nasional yang merupakan cita-cita pendiri bangsa atas berdirinya NKRI. Tujuan yang merupakan cita-cita pendiri bangsa atas berdirinya NKRI. Tujuan negara itu meliputi empat butir, yaitu (1) melindungi segenap bangsa negara itu meliputi empat butir, yaitu (1) melindungi segenap bangsa Indonesia
Indonesia dan dan seluruh seluruh tumpah tumpah darah darah Indonesia, Indonesia, (2) (2) memajukanmemajukan kesejahteraan
kesejahteraan umum, (3) umum, (3) mencerdaskan mencerdaskan kehidupan kehidupan bangsa, dbangsa, dan (4) an (4) ikutikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Cita-cita itu sangat luhur dan tidak perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Cita-cita itu sangat luhur dan tidak akan
akan lekang oleh lekang oleh waktu. Alasan waktu. Alasan ketiga, Pembukaan ketiga, Pembukaan UUD 1945 mengUUD 1945 mengatur atur ketatanegaran Indonesia khususnya tentang bentuk negara dan sistem ketatanegaran Indonesia khususnya tentang bentuk negara dan sistem pemerintahan. Alasan keempat adalah karena nilainya yang sangat tinggi pemerintahan. Alasan keempat adalah karena nilainya yang sangat tinggi bagi bangsa dan negara Republik Indonesia, sebagaimana tersurat di bagi bangsa dan negara Republik Indonesia, sebagaimana tersurat di dalam Pembukaan UUD 1945 terdapat rumusan dasar negara yaitu dalam Pembukaan UUD 1945 terdapat rumusan dasar negara yaitu Pancasila.
Pancasila.
Selain pembukaan, dalam Batang Tubuh UUD 1945 terdapat norma-norma Selain pembukaan, dalam Batang Tubuh UUD 1945 terdapat norma-norma konstitusional yang mengatur sistem ketatanegaraan dan pemerintahan konstitusional yang mengatur sistem ketatanegaraan dan pemerintahan Indonesia, pengaturan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia, identitas Indonesia, pengaturan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia, identitas negara, dan pengaturan tentang perubahan UUD 1945 yang semuanya itu negara, dan pengaturan tentang perubahan UUD 1945 yang semuanya itu perlu dipahami dan dipatuhi oleh warga negara Indonesia. Oleh karena itu, perlu dipahami dan dipatuhi oleh warga negara Indonesia. Oleh karena itu, dalam pengembangan karakter bangsa, norma-norma konstitusional UUD dalam pengembangan karakter bangsa, norma-norma konstitusional UUD 1945 menjadi landasan yang harus ditegakkan untuk kukuh berdirinya 1945 menjadi landasan yang harus ditegakkan untuk kukuh berdirinya negara Republik Indonesia.
negara Republik Indonesia. 3.
3. Bhinneka Bhinneka Tunggal Tunggal IkaIka Landasan
Landasan ketiga yang ketiga yang mesti menjmesti menjadi adi perhatian perhatian semua semua pihak pihak dalamdalam pembangunan karakter bangsa adalah semboyan
Semboyan itu bertujuan menghargai perbedaan/keberagaman, tetapi tetap Semboyan itu bertujuan menghargai perbedaan/keberagaman, tetapi tetap bersatu dalam ikatan sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang memiliki bersatu dalam ikatan sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang memiliki kesamaan sejarah dan kesamaan cita-cita untuk mewujudkan masyarakat kesamaan sejarah dan kesamaan cita-cita untuk mewujudkan masyarakat yang ―adil dalam kemakmuran‖ dan ―makmur dalam
yang ―adil dalam kemakmuran‖ dan ―makmur dalam keadilan‖keadilan‖ dengan dasar dengan dasar negara Pancasila dan dasar
negara Pancasila dan dasar konstitusional UUD 1945.konstitusional UUD 1945.
Keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) merupakan Keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) merupakan suatu keniscay
suatu keniscayaan dan aan dan tidak bisa diptidak bisa dipungkiri oleh bangsa ungkiri oleh bangsa Indonesia. Indonesia. AkanAkan tetapi, keberagaman itu harus dipandang sebagai kekayaan khasanah tetapi, keberagaman itu harus dipandang sebagai kekayaan khasanah sosiokultural, kekayaan yang bersifat kodrati dan alamiah sebagai sosiokultural, kekayaan yang bersifat kodrati dan alamiah sebagai anugerah
anugerah Tuhan yang Tuhan yang Maha Esa Maha Esa bukan ubukan untuk dipertentangkanntuk dipertentangkan, apalagi, apalagi dipertantangkan (diadu antara satu dengan lainnya) sehingga dipertantangkan (diadu antara satu dengan lainnya) sehingga terpecah-belah. Oleh karena itu, semboyan
belah. Oleh karena itu, semboyan Bhinneka Tunggal Ika Bhinneka Tunggal Ika harus dapatharus dapat menjadi
menjadi penyemangat penyemangat bagi terwujudnybagi terwujudnya persatuan a persatuan dan kesadan kesatuan bangstuan bangsaa Indonesia.
Indonesia. 4.
4. Negara Negara Kesatuan Kesatuan Republik Republik IndonesiaIndonesia
Kesepakatan yang juga perlu ditegaskan dalam pembangunan karakter Kesepakatan yang juga perlu ditegaskan dalam pembangunan karakter bangsa adalah komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia bangsa adalah komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karakter yang dibangun pada manusia dan bangsa Indonesia (NKRI). Karakter yang dibangun pada manusia dan bangsa Indonesia adalah karakter yang memperkuat dan memperkukuh komitmen terhadap adalah karakter yang memperkuat dan memperkukuh komitmen terhadap NKRI, bukan karakter yang berkembang secara tidak terkendali, apalagi NKRI, bukan karakter yang berkembang secara tidak terkendali, apalagi menggoyahkan NKRI. Oleh karena itu, rasa cinta terhadap tanah air menggoyahkan NKRI. Oleh karena itu, rasa cinta terhadap tanah air (patriotisme) perlu dikembangkan dalam pembangunan karakter bangsa. (patriotisme) perlu dikembangkan dalam pembangunan karakter bangsa. Pengembangan sikap demokratis dan menjunjung tinggi HAM sebagai Pengembangan sikap demokratis dan menjunjung tinggi HAM sebagai bagian dari pembangunan karakter harus diletakkan dalam bingkai bagian dari pembangunan karakter harus diletakkan dalam bingkai menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa (nasionalisme), bukan menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa (nasionalisme), bukan untuk memecah belah bangsa dan NKRI. Oleh karena itu, landasan untuk memecah belah bangsa dan NKRI. Oleh karena itu, landasan keempat yang harus menjadi pijakan dalam pembangunan karakter bangsa keempat yang harus menjadi pijakan dalam pembangunan karakter bangsa adalah komitmen terhadap NKRI.
adalah komitmen terhadap NKRI. B. Lingkungan Strategis
B. Lingkungan Strategis 1.
1. Lingkungan Lingkungan GlobalGlobal
Globalisasi dalam banyak hal memiliki kesamaan dengan internasionalisasi Globalisasi dalam banyak hal memiliki kesamaan dengan internasionalisasi yang dikaitkan
yang dikaitkan dengan dengan berkurangnya pberkurangnya peran dan batas-batas sueran dan batas-batas suatu negaraatu negara yang disebabkan adanya peningkatan keterkaitan dan ketergantungan yang disebabkan adanya peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui berbagai bentuk antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui berbagai bentuk interaksi. Globalisasi juga dapat
interaksi. Globalisasi juga dapat memacu pertukaran arus manusia, barang,memacu pertukaran arus manusia, barang, dan informasi tanpa batas. Hal itu dapat menimbulkan dampak terhadap dan informasi tanpa batas. Hal itu dapat menimbulkan dampak terhadap penyebarluasan pengaruh budaya dan nilai-nilai termasuk ideologi dan penyebarluasan pengaruh budaya dan nilai-nilai termasuk ideologi dan
agama dalam suatu bangsa yang sulit dikendalikan. Pada gilirannya hal ini agama dalam suatu bangsa yang sulit dikendalikan. Pada gilirannya hal ini akan dapat mengancam jatidiri bangsa.
akan dapat mengancam jatidiri bangsa.
Berdasarkan indikasi tersebut, globalisasi dapat membawa perubahan Berdasarkan indikasi tersebut, globalisasi dapat membawa perubahan terhadap pola berpikir dan bertindak masyarakat serta bangsa Indonesia, terhadap pola berpikir dan bertindak masyarakat serta bangsa Indonesia, terutama masyarakat kalangan generasi muda yang cenderung mudah terutama masyarakat kalangan generasi muda yang cenderung mudah terpengaruh oleh nilai-nilai dan budaya luar yang tidak sesuai dengan terpengaruh oleh nilai-nilai dan budaya luar yang tidak sesuai dengan kepribadian dan karakter bangsa Indonesia. Untuk itu, diperlukan upaya kepribadian dan karakter bangsa Indonesia. Untuk itu, diperlukan upaya dan strategi yang tepat dan sesuai agar masyarakat Indonesia dapat tetap dan strategi yang tepat dan sesuai agar masyarakat Indonesia dapat tetap menjaga nilai-nilai budaya dan jati diri bangsa serta generasi muda tidak menjaga nilai-nilai budaya dan jati diri bangsa serta generasi muda tidak kehilangan kepribadian sebagai bangsa Indonesia.
kehilangan kepribadian sebagai bangsa Indonesia.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi telekomunikasi telah memungkinkan manusia melakukan komunikasi telekomunikasi telah memungkinkan manusia melakukan komunikasi global, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Perkembangan yang terjadi di global, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Perkembangan yang terjadi di negara lain dalam waktu yang singkat dapat diketahui. Hal ini banyak negara lain dalam waktu yang singkat dapat diketahui. Hal ini banyak dipergunakan negara maju untuk mengembangkan pasar modal yang dipergunakan negara maju untuk mengembangkan pasar modal yang memungkinkan mereka melakukan investasi di manapun dengan leluasa memungkinkan mereka melakukan investasi di manapun dengan leluasa tanpa harus mempertimbangkan batas-batas suatu negara. Di samping itu, tanpa harus mempertimbangkan batas-batas suatu negara. Di samping itu, perkembangan iptek juga ikut mengalirkan berbagai informasi yang tidak perkembangan iptek juga ikut mengalirkan berbagai informasi yang tidak sesuai dengan budaya masyarakat, tetapi sangat mudah untuk ditiru sesuai dengan budaya masyarakat, tetapi sangat mudah untuk ditiru sehingga terjadilah perilaku yang tidak sejalan dengan norma dan nilai-nilai sehingga terjadilah perilaku yang tidak sejalan dengan norma dan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat.
yang berlaku di dalam masyarakat.
Kepesatan bidang teknologi informasi dan komunikasi telah membawa Kepesatan bidang teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar di berbagai sektor kehidupan manusia dan berdampak perubahan besar di berbagai sektor kehidupan manusia dan berdampak pada pergeseran nilai dan perilaku kehidupan bermasyarakat. Arus pada pergeseran nilai dan perilaku kehidupan bermasyarakat. Arus pertukaran dan persebaran informasi yang cepat melalui dunia maya pertukaran dan persebaran informasi yang cepat melalui dunia maya (internet) serta pemberitaan media yang bebas dan cenderung tidak (internet) serta pemberitaan media yang bebas dan cenderung tidak tersaring dengan baik telah membawa dampak terhadap perilaku hidup tersaring dengan baik telah membawa dampak terhadap perilaku hidup seseorang. Salah satu dampak nyata dalam konteks kehidupan seseorang. Salah satu dampak nyata dalam konteks kehidupan bermasyarakat adalah bergesernya orientasi nilai yang diyakini seseorang bermasyarakat adalah bergesernya orientasi nilai yang diyakini seseorang dan cara pandangnya terhadap keberhasilan hidup. Orientasi nilai idealis dan cara pandangnya terhadap keberhasilan hidup. Orientasi nilai idealis yang mengedepankan nilai akhlak, etika, moral, budi pekerti, dan harga diri yang mengedepankan nilai akhlak, etika, moral, budi pekerti, dan harga diri seringkali tampak tergeser. Kecenderungan orientasi nilai dalam kehidupan seringkali tampak tergeser. Kecenderungan orientasi nilai dalam kehidupan kini bergeser menjadi hedonis yang berorientasi kepada materi dan lebih kini bergeser menjadi hedonis yang berorientasi kepada materi dan lebih bersifat duniawi. Keberhasilan seseorang dalam kehidupan diukur bersifat duniawi. Keberhasilan seseorang dalam kehidupan diukur berdasarkan berapa banyak harta, berapa tinggi kekuasaan, dan apa berdasarkan berapa banyak harta, berapa tinggi kekuasaan, dan apa jabatan
jabatan yang yang diembannya. diembannya. Seringkali Seringkali orang orang lupa lupa diri diri dan dan berlomba-lombaberlomba-lomba untuk mencari dan mendapatkan harta sebanyak-banyaknya dan jabatan untuk mencari dan mendapatkan harta sebanyak-banyaknya dan jabatan setinggi-tingginya melalui jalan pintas yang tidak lagi mengindahkan setinggi-tingginya melalui jalan pintas yang tidak lagi mengindahkan cara-cara memperolehnya.
Globalisasi dalam bidang ekonomi ditandai dengan adanya perdagangan Globalisasi dalam bidang ekonomi ditandai dengan adanya perdagangan bebas. Berbagai bentuk perjanjian kerja sama ekonomi telah diluncurkan, bebas. Berbagai bentuk perjanjian kerja sama ekonomi telah diluncurkan, seperti
seperti kerja skerja sama ekama ekonomi onomi Asia Asia Pasifik (APPasifik (APEC), perdagEC), perdagangan angan bebasbebas ASEAN
ASEAN ((AFTAAFTA)),, kesepatakan perdagangan antara negara-negara ASEANkesepatakan perdagangan antara negara-negara ASEAN
dan China (ACFTA), dan sebagainya yang pada dasarnya menuntut dan China (ACFTA), dan sebagainya yang pada dasarnya menuntut adanya penyesuaian kepentingan suatu negara dengan kepentingan adanya penyesuaian kepentingan suatu negara dengan kepentingan negara lain yang lebih luas. Perjanjian tersebut memaksa suatu negara negara lain yang lebih luas. Perjanjian tersebut memaksa suatu negara membuka diri se
membuka diri sebagai pangsbagai pangsa pasar dalaa pasar dalam proses pm proses perdagangan. erdagangan. Hal iniHal ini secara tidak langsung menjadi kendala untuk beberapa negara di dalam secara tidak langsung menjadi kendala untuk beberapa negara di dalam mengembangkan sektor produksinya karena masuknya produk dari mengembangkan sektor produksinya karena masuknya produk dari teknologi yang lebih canggih dengan
teknologi yang lebih canggih dengan harga yang sangat bersaing.harga yang sangat bersaing.
Dari kenyataan ini terlihat bahwa pada akhirnya beberapa negara akan Dari kenyataan ini terlihat bahwa pada akhirnya beberapa negara akan mengalami kekalahan dalam persaingan dan kemenangan ada pada mengalami kekalahan dalam persaingan dan kemenangan ada pada negara lain yang telah menguasai modal dan
negara lain yang telah menguasai modal dan ipteks. Beberapa negara padaipteks. Beberapa negara pada umumnya hanya memiliki sumber daya alam yang belum mampu diolah umumnya hanya memiliki sumber daya alam yang belum mampu diolah sendiri dan/atau sumber daya manusianya banyak, tetapi rendah sendiri dan/atau sumber daya manusianya banyak, tetapi rendah kualitasnya. Kondisi ini kelihatannya masih dialami Indonesia yang kaya kualitasnya. Kondisi ini kelihatannya masih dialami Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, namun relatif belum mampu mengolah lebih jauh akan sumber daya alam, namun relatif belum mampu mengolah lebih jauh untuk peningkatan nilai jualnya.
untuk peningkatan nilai jualnya.
Apabila kondisi tersebut diperhatikan deng
Apabila kondisi tersebut diperhatikan dengan baik, telah terjadi aliran bahanan baik, telah terjadi aliran bahan baku ke luar negeri dengan harga murah dan masuknya produk baku ke luar negeri dengan harga murah dan masuknya produk berteknologi dengan harga mahal. Hal ini tidak perlu terjadi, apabila bangsa berteknologi dengan harga mahal. Hal ini tidak perlu terjadi, apabila bangsa ini
ini mengembangkan sumber daya manusia melalui sistem pendidikan yangmengembangkan sumber daya manusia melalui sistem pendidikan yang direncanakan dengan baik dan konsisten.
direncanakan dengan baik dan konsisten. Di samping itu,
Di samping itu, kekuatan ekokekuatan ekonomi internasional nomi internasional sebagai mesin sebagai mesin keuangankeuangan suatu negara sering dipergunakan sebagai alat untuk memaksakan suatu negara sering dipergunakan sebagai alat untuk memaksakan kehendak terhadap beberapa negara yang masih tergantung pada modal kehendak terhadap beberapa negara yang masih tergantung pada modal dan pinjaman luar negeri. Negara yang memang mengharapkan dan pinjaman luar negeri. Negara yang memang mengharapkan mengucurnya pinjaman, akhirnya harus mau menuruti aturan yang dibuat mengucurnya pinjaman, akhirnya harus mau menuruti aturan yang dibuat oleh negara donor.
oleh negara donor.
Perdagangan narkoba merupakan fenomena dunia yang sampai saat ini Perdagangan narkoba merupakan fenomena dunia yang sampai saat ini masih sangat sulit untuk ditanggulangi. Hal ini karena jaringannya telah masih sangat sulit untuk ditanggulangi. Hal ini karena jaringannya telah meliputi seluruh dunia dan menggunakan teknologi yang semakin canggih. meliputi seluruh dunia dan menggunakan teknologi yang semakin canggih. Perdagangan gelap narkoba di samping menghasilkan keuntungan Perdagangan gelap narkoba di samping menghasilkan keuntungan ekonomi yang
ekonomi yang besar, besar, juga dimanjuga dimanfaatkan untuk kfaatkan untuk kepentingan poepentingan politik. Apapunlitik. Apapun latar belakangnya, narkoba akan mengancam masa depan suatu negara latar belakangnya, narkoba akan mengancam masa depan suatu negara karena konsumen utamanya generasi muda. Apabila pemerintah Indonesia karena konsumen utamanya generasi muda. Apabila pemerintah Indonesia
tidak bertindak tegas untuk memerangi perdagangan narkoba tersebut, tidak bertindak tegas untuk memerangi perdagangan narkoba tersebut, maka dapat dipastikan bahwa masa depan negara ini akan semakin tidak maka dapat dipastikan bahwa masa depan negara ini akan semakin tidak menentu.
menentu.
Berdasarkan indikasi tersebut, globalisasi dapat membawa perubahan Berdasarkan indikasi tersebut, globalisasi dapat membawa perubahan terhadap pola berpikir dan bertindak masyarakat dan bangsa Indonesia, terhadap pola berpikir dan bertindak masyarakat dan bangsa Indonesia, terutama masyarakat kalangan generasi muda yang cenderung mudah terutama masyarakat kalangan generasi muda yang cenderung mudah terpengaruh oleh nilai-nilai dan budaya luar yang tidak sesuai dengan terpengaruh oleh nilai-nilai dan budaya luar yang tidak sesuai dengan kepribadian dan karakter bangsa Indonesia. Untuk itu, diperlukan upaya kepribadian dan karakter bangsa Indonesia. Untuk itu, diperlukan upaya dan strategi yang tepat dan sesuai agar masyarakat Indonesia dapat tetap dan strategi yang tepat dan sesuai agar masyarakat Indonesia dapat tetap menjaga nilai-nilai budaya dan jati diri bangsa serta generasi muda tidak menjaga nilai-nilai budaya dan jati diri bangsa serta generasi muda tidak kehilangan kepribadian sebagai bangsa Indonesia.
kehilangan kepribadian sebagai bangsa Indonesia. 2.
2. Lingkungan Lingkungan RegionalRegional
Perkembangan regional dalam banyak hal memiliki kesamaan dengan Perkembangan regional dalam banyak hal memiliki kesamaan dengan perkembangan
perkembangan global global yang yang mendorong mendorong tumbuh-kembangnya tumbuh-kembangnya kesadarankesadaran dan komitmen regional, seperti Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia dan komitmen regional, seperti Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Kesadaran dan komitmen tersebut mendorong Tenggara (ASEAN). Kesadaran dan komitmen tersebut mendorong terjadinya peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan terjadinya peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di kawasan tersebut. Perkembangan regional juga dikaitkan antarmanusia di kawasan tersebut. Perkembangan regional juga dikaitkan dengan kesamaan karakteristik historis, geopolitik, pertumbuhan ekonomi, dengan kesamaan karakteristik historis, geopolitik, pertumbuhan ekonomi, dan kemajuan komunikasi. Interkasi yang diperkuat dengan penyebaran dan kemajuan komunikasi. Interkasi yang diperkuat dengan penyebaran informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronika telah informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronika telah memperkual kesadaran regional tersebut.
memperkual kesadaran regional tersebut.
Pada lingkungan regional, pengaruh globalisasi juga membawa dampak Pada lingkungan regional, pengaruh globalisasi juga membawa dampak terhadap terkikisnya budaya lokal di zona negara-negara Asia Tenggara. terhadap terkikisnya budaya lokal di zona negara-negara Asia Tenggara. Dampak tersebut berwujud adanya ekspansi budaya dari negara-negara Dampak tersebut berwujud adanya ekspansi budaya dari negara-negara maju yang menguasai teknologi informasi. Meskipun telah dilaksanakan maju yang menguasai teknologi informasi. Meskipun telah dilaksanakan upaya pencegahan melalui program kerja sama kebudayaan, namun upaya pencegahan melalui program kerja sama kebudayaan, namun melalui teknologi infomasi yang dikembangkan, pengaruh negara lain dapat melalui teknologi infomasi yang dikembangkan, pengaruh negara lain dapat saja masuk. Produk-produk budaya disebarluaskan melalui berbagai saja masuk. Produk-produk budaya disebarluaskan melalui berbagai teknologi media yang akhirnya membentuk perilaku baru,
teknologi media yang akhirnya membentuk perilaku baru, kebudayaan baru,kebudayaan baru, dan kemungkinan jati diri baru. Hal ini tentunya merupakan ancaman bagi dan kemungkinan jati diri baru. Hal ini tentunya merupakan ancaman bagi pembinaan sikap, perilaku, dan jati diri
pembinaan sikap, perilaku, dan jati diri sebagai suatu bangsa.sebagai suatu bangsa.
Perkembangan regional Asia atau lebih khusus ASEAN dapat membawa Perkembangan regional Asia atau lebih khusus ASEAN dapat membawa perubahan terhadap pola berpikir dan bertindak masyarakat dan bangsa perubahan terhadap pola berpikir dan bertindak masyarakat dan bangsa Indonesia. Untuk itu, diperlukan strategi yang tepat dan sesuai agar Indonesia. Untuk itu, diperlukan strategi yang tepat dan sesuai agar masyarakat Indonesia dapat tetap menjaga nilai-nilai budaya dan jati diri masyarakat Indonesia dapat tetap menjaga nilai-nilai budaya dan jati diri bangsa serta generasi muda tetap memiliki kepribadian sebagai bangsa bangsa serta generasi muda tetap memiliki kepribadian sebagai bangsa Indonesia.