yang Efektif
Editor (versi Indonesia): Denis Toruan Tata letak: Henrikus
Diterbitkan oleh Kesaint Blanc – Anggota IKAPI Mega Cempaka Mas Blok G2 & G3
Jl. Letjen Suprapto, Jakarta Pusat 10640
Telp. (021) 4290 6862, (Hunting), 4288 6726, Fax. (021) 4288 6725
Website : www.kesaintblanc.com
E-mail : [email protected]; marketing@kesaintblanc. co.id
Dilarang keras memperbanyak isi materi ini, sebagian atau keseluruhan dengan fotokopi, cetak, dan sebagainya tanpa izin tertulis dari Penerbit Kesaint Blanc.
© Hak Cipta Character Solutions® International 2012
yang Efektif:
Tantangan Karakter
Skip Garmo, Ph.D
5
Menanyakan
Pertanyaan
yang tepat
Matahari sedang terbenam di langit barat ketika Jon perlahan-lahan menegakkan punggungnya. Dia mengurut lehernya dan membalikkan kursi eksekutifnya dari tumpukan pekerjaan di mejanya.
“Saya butuh istirahat”, pikirnya dengan lelah.
Jon memberitahu teman kantornya bahwa ia akan keluar sebentar untuk kira-kira setengah jam. Kemudian ia mulai berjalan ke toko kopi favoritnya.
Setiap langkahnya berlalu, masalah-masalah ber-muncul an di dalam pikirannya.
Pertama, seorang pekerja eksekutif yang baru di- pekerjakan ternyata berbohong mengenai kualifikasinya ketika melamar sebagai posisi senior manajemen. Dengan sangat menyesal, Jon dulu tidak menemukan ketidakjujurannya ketika ia mengumumkan kepada perusahaan dan di surat kabar mengenai penerimaannya. Ia merasa sakit dan marah atas penipuan yang sengaja dilakukan orang tersebut.
Kedua, para pelanggan mulai mengeluh dengan keras karena pelayanan perusahaan yang jelek.
6
Beberapa pegawai mulai menunjukkan sikap tidak hormat, yang lain terburu-buru dan ceroboh dalam mengerjakan sesuatu. Dua karwayan sales-nya bahkan telah menagih pembelinya dengan produk dan pelayanan yang tidak mereka sediakan. Jon khawatir atas tingkah laku ini, dan berpikir mengapa semua ini dapat terjadi.
Ketiga, pernikahan Jon terancam gagal. Dia dan istrinya bertengkar terus-menerus. Hal yang terburuk adalah ketiga anak mereka sekarang ketakutan apa yang akan terjadi pada mereka bila orang tuanya bercerai. Kekacauan ini akibat dari kesalahan istrinya, pikir Jon dengan marah. Namun demikian, Jon tertekan dengan keadaan tersebut. Apakah Jon menghindari tanggung jawabnya kepada mereka?
Dengan kopi di tangan, ia meninggalkan toko, dan berjalan perlahan ke taman terdekat. Ia menemukan tempat duduk yang kosong,
Maka Jon duduk dan mencicipi kopi dengan rasa kesukaannya untuk beberapa menit.
Melalui kariernya Jon telah mendengar bagaimana orang-orang menanyakan pertanyaan yang tepat yang mengarahkan pada jawaban-jawaban yang menyelesaikan masalah.
“Apakah pertanyaan-pertanyaan yang tepat itu sekarang? “Jon berpikir.
7
• Hal apa yang menjadi pokok dari situasi yang penuh tekanan ini?
• Asumsi atau prinsip-prinsip apa yang terlibat di dalamnya?
• Konsekuensi apa yang saya harapkan dari pilih-an-pilihan yang ada?
• Bagaimana caranya saya dapat merespons dengan bijak?
Pada akhirnya, masalah mulai keluar seperti suatu pemandangan yang perlahan-lahan muncul ketika malam menjadi fajar.
Jon memerhatikan apa saja yang paling membuat dia terjaga bermalam-malam ketika memikirkan orang-orang di dalam hidupnya. Bagaimana ia menghubungkan dengan mereka, dan bagaimana mereka berhubungan satu dengan yang lain. Ia menyadari bahwa dia dan perusahaannya sebenarnya adalah “orang-orang dalam bisnis” — walaupun tidak ada nama perusahaan di dahi mereka. “Hmmm” “Jon berpikir. “Apakah pemikiran orang-orang ini memberikan aku petunjuk-petunjuk baru dalam bagaimana aku merespons dengan bijak?”
“Tentu saja,” Ia memutuskan. Otaknya mulai menganalisis kata-kata kunci yang tampak menonjol sebagai pertimbangan, seperti hubungan yang dinamis…
8
tanggung jawab pribadi…rasa hormat antarpribadi… pengembangan karakter…efek yang keluar. Berjalan kembali ke kantornya, Jon menyadari: (a) bahwa ini adalah masalah kepemimpinan yang serius, (b) mereka adalah hal-hal yang penting dalam kehidupan pribadinya, dan (c) jika ia tidak mengindahkannya, ia bisa jatuh dalam kesengsaraan. Ia memikirkan banyak akan hal tersebut.
Kemudian ia menanyakan dirinya sendiri, “Apakah yang dapat menolong aku untuk lebih perhatian dan sistematis ketika aku memikirkan masalah-masalah ini?” Jon tidak ingin mengangkut buku-buku yang tebal atau membawa notebook-nya ke mana-mana, jadi ia memutuskan untuk menarik kesimpulan atas pemikirannya, pertanyaan-pertanyaan, dan kutipan-kutipan di dalam buku kecilnya yang muat di dalam kantong jaketnya. Dengan cara seperti itu ia dapat mengulangnya dengan mudah di dalam pesawat atau di toko kopi sekalipun. Hal itu juga sangat berguna dalam pertemuan karyawan.
“Hal ini dapat berhasil,” dia tersenyum. “Fleksibel. Di hari apa saja ya saya dapat memikirkan hal-hal yang memengaruhi dan aplikasi pertanyaannya setiap satu jam? “
Atau saya dapat mengambil “satu menit tantangan”. Saya dapat mengulang satu halaman untuk setiap
9
“
Kepemimpinan adalah suatu
kapasitas dan kemauan yang
akan menyatukan pria dan wanita
untuk tujuan yang sama, dan
karakter yang menginspirasi rasa
percaya diri.”
— Bernard Montgomery
“Sebagai seorang pemimpin tanpa
pengikut adalah seorang yang
berjalan sendiri.”
— Anonim pentingnya faktor ini dalam efektivitas kepemimpinan saya.
Dan mulainya dia melakukannya.
11
Kepemimpinan
dan Hubungan
Jon memulainya dengan topik hubungan. Ketika ia membacanya dan merefleksikan diri, ia menggambarkan hubungan yang retak, tali-tali yang elastis yang menggoyahkan pertemanan, keluarga, perusahaan, komunitas, atau suatu bangsa bersama.
Ia mencatat poin-poin pentingnya:
• Kepemimpinan adalah tentang pengaruh.
• Pengaruh mengalir melalui hubungan.
• Hubungan bisa berbeda. Mereka berbeda dalam tujuan, konteks, lamanya, komitmen, dan tingkat saling kebergantungan.
• Hubungan itu dinamis. Mereka cenderung berubah ketika waktu berlalu.
• Karena hubungan memengaruhi hubungan kepemimpinan, mereka memengaruhi efektivitas kepemimpinan.
Jon mencatat beberapa pertanyaan:
• Apakah kunci dari hubungan tersebut dan bagaimanakah hubungan tersebut berubah sekarang?
• Apakah implikasi dari perubahan tersebut?
• Hubungan mana yang membutuhkan perhatian khusus dan apa yang akan saya lakukan?
12
“
Anda tidak dituntut untuk memukul
orang – hal tersebut adalah
penghinaan, bukan kepemimpinan.”
“Kepemimpinan adalah seni untuk
membuat orang lain melakukan
sesuatu untukmu karena dia ingin
melakukan hal tersebut.”
— Dwight D. Eisenhower13
Hubungan
dan Karakter
“Karakter adalah takdir,” seorang filsuf Yunani, Heraclitus menulis 2500 tahun yang lalu. “Waktu belum mengubah kebenaran tersebut,” Jon berpendapat. Kelihatannya topik setiap hari paling sedikit satu cerita yang memperlihatkan kehadiran atau ketidakhadiran karakter tersebut. Dan hal tersebut mengejutkannya.
Ia mencatat bahwa hubungan dapat diperkuat atau melemah dengan kehadiran atau ketidakhadiran karakter yang baik. Teman-teman baik terhadap diri mereka. Bisnis professional bekerja keras untuk menghasilkan kesetiaan dari pelanggan.
Namun, ia juga menyadari bahwa beberapa orang mengharapkan karakter yang baik dari orang lain – bos mereka, karyawan mereka, dan anak-anak mereka- tetapi untuk mereka sendiri, bagian dari permainan kehidupan yang terlihat apa yang mereka dapat “lari” dari hal tersebut tanpa ketahuan.
14
Jon menulis pertanyaan-pertanyaan “standar ganda” tersebut:
• Apakah asumsi dari pandangan tersebut? • Konsekuensi-konsekuensi apa yang disarankan? • Seberapa bijakkah pandangan tersebut?
Menabur pikiran dan engkau
akan menuai suatu tindakan;
menabur suatu tindakan dan
engkau akan menuai suatu
kebiasaan; menabur kebiasaan
dan engkau menuai suatu
karakter; menabur suatu
karakter dan engkau akan
menuai takdir.
15
“
Keberhasilan dalam ke-
pemimpinan bukan bicara
tentang berlaku kuat atau
lembut, sensitif atau tegas,
tetapi mengenai suatu kesatuan
dari hal tersebut. Pertama dan
terutama adalah karakter.”
17
Apakah itu Karakter?
Setelah meneliti dan merefleksikan arti “Karakter”, Jon menyelesaikan definisi yang digunakan oleh Character Solutions International:
“Karakter adalah satu kesatuan nilai-nilai yang terpilih dalam moral orang tersebut yang mendasari tindakan
etika dan reaksi orang tersebut.”
Berbagai karakter berhubungan dan membuat Jon semakin mengerti:
• Karakter adalah mengenai nilai-nilai,-bukan kepribadian seseorang.
• Nilai-nilai kita membentuk sikap kita.
• Sikap kita mendasari kelakuan kita.
• Oleh karena itu karakter memengaruhi sikap dan kelakuan kita.
18
“Membangun karakter dimulai
dari masa bayi dan terus
berlanjut sampai meninggal.”
— Eleanor Roosevelt
“Karakter kita menunjukkan
apa pun yang kita lakukan
ketika kita berpikir bahwa
tidak ada seorang pun yang
memperhatikan.”
— Anonymous
“Puncak gunung meng-
inspirasi
pemimpin-pemimpin, tetapi
lembah-lembah mendewasakan
mereka.”
19
Kepemimpinan
dan Karakter
Jon tahu bahwa sebagai pemimpin dia harus terus bertumbuh dalam pengetahuan dan keterampilan melalui kariernya. Saat ini ia bahkan lebih dapat melihat hal dasar untuk kepemimpinan yang efektif adalah: karakter yang mengakar mendalam.
Ia membayangkan suatu segitiga yang menunjukkan ketiga faktor tersebut. Ia menulis beberapa catatan:
• Seorang pemimpin yang efektif bergantung pada dasar dari karakter yang baik.
• Tanpa pengetahuan dan keterampilan, kepemimpinannya
cepat atau lambat akan tersingkirkan bila ia tidak menanamkan karakter yang kuat.
Jon bertanya kepada dirinya sendiri banyak pertanyaan:
2 clr-black/white
21
Lingkaran Karakter
Ketika Jon melanjutkan eksplorasi karakter, ia mulai melihat bahwa berbagai macam kualitas karakter tidak bebas terhadap satu dan lainnya.
Seperti batang pada sebuah pohon yang saling me-nyambung dan tak terpisahkan, karakter seseorang juga saling menyambung dan menjadi kualitas yang tak terpisahkan – nilai-nilai yang kita pilih. Bersama-sama lingkaran ini membentuk karakter kita.
Jon melihat logo Character Solutions International di website mereka. Logo ini terdiri dari sebuah kompas dan sebuah pohon. Ia belajar bahwa kompas melambangkan petunjuk moral pribadi seseorang,
Tanggung Jawab Pribadi Menghormati sesama
Integritas Rasa Syukur Kebaikan Kemanusiaan Semangat Kesetiaan Bijak Rajin Disiplin diri Keyakinan
22
yang mana sangat penting dalam membuat keputusan-keputusan yang bijak.
Jarum kompas adalah sebuah pohon raksasa Redwood. Lingkaran-lingkaran dari batang pohon tersebut melambangkan karakter.
Pohon Redwood diciptakan dengan ketebalan yang secara ajaib melindungi kulitnya. Pohon-pohon Redwood sangat kuat dan tahan terhadap serangga yang berusaha merusak. Pohon ini juga antikebakaran.
Seperti kulit Redwood, karakter yang baik menolong seseorang tahan terhadap pengaruh yang merusak dan godaan yang membakar. Karakter yang baik meng- inspirasi seseorang untuk membangun hubungan yang berkelanjutan dan stabil.
23
2 clr-black/white
Integritas
Di website yang sama, Jon melihat kualitas karakter dibagi dalam dua kelompok: satu kelompok menolong orang menanamkan tanggung jawab pribadi, dan kelompok kedua membantu memelihara rasa hormat antarsesama.
Ia mulai mencatat kualitas karakter pertama di kelompok tanggung jawab pribadi: Integritas.
Bagaimanakan integritas bisa muncul?
Di antara karakter-karakter tersebut, kita memperlihatkan integritas melalui:
• Kejujuran – Kebenaran sesederhana hitam dan putih, namun tidak selalu mudah.
• Ketulusan – Menjadi asli, murni, dan transparan, tidak menggunakan setengah kebenaran untuk menipu orang lain.
24
Tanggung Jawab Pribadi:
Dapat dipertanggung
jawabkan tujuan-tujuan
kita, sikap-sikap dan
tindakan-tindakan kita.
Integritas di perilaku saya:
Tunjukkan sikap dapat
dipercaya dengan
melakukan apa yang
benar dan katakan apa
yang benar.
buruk, dan memilih melakukan hal yang benar.
• Keadilan – Memperlakukan orang lain tanpa
memilih, konsisten mengaplikasikan tingkah laku standar yang sepatutnya
Jon memberikan dirinya sendiri “Tantangan Karakter”:
• Bagaimana integritas saya diuji sekarang? • Bagaimana integritas saya atau kekurangan
integritas saya mempengaruhi keefektifan saya?
• Bagaimana caranya memperkuat integritas saya di bulan mendatang?
“Tidak ada satu pun
bantal yang terlalu
lembut seperti halnya
suara hati.”
— Peribahasa Prancis25
Keyakinan
Minggu mendatang, Jon belajar tentang keyakinan. Dia dengan segera melihat bahwa, apa pun yang mereka akui, sebenarnya setiap orang mempunyai keyakinan. Bahkan seseorang yang menolak bahwa ia mempunyai keyakinan saat ini menunjukkan keyakinan dirinya. Dia tersenyum.
Apa saja keyakinan saya – nilai-nilai dasar saya dan kepercayaan saya? Jon bertanya pada dirinya sendiri. Ia melanjutkan menulis jurnalnya:
Bagaimana keyakinan itu muncul?
Di antara karakter-karakter tersebut, kita menunjukkan keyakinan yang ada dengan:
• Iman – Memercayai diri sendiri, orang lain, suatu sistem, suatu institusi, atau Tuhan.
• Optimis – Melihat masalah, tetapi fokus pada solusi yang positif.
26
• Meyakinkan – Antusias meyakinkan orang dengan
logika dan memengaruhi.
Jon menulis tantangan karakter lain:
• Keyakinan apa yang memotivasi saya – dan
bagaimana mereka dapat diuji dalam bulan ini?
• Bagaimana keyakinan – atau kurang yakin –
memengaruhi keefektifan saya?
• Bagaimana caranya saya memperkuat keyakinan
saya pada bulan mendatang?
Keyakinan dalam perilaku saya:
Memegang suatu nilai atau
kepercayaan dengan kuat
yang dapat memengaruhi
sikap dan tindakan saya.
“Dia yang percaya akan menjadi
kuat; Dia yang ragu akan menjadi
lemah. Keyakinan yang kuat akan
memperkuat tindakan seseorang.
27
Kedisiplinan
Jon membaca buku tentang kedisiplinan yang menekankan pentingnya membangun kebiasaan pribadi yang baik. Ia tahu bahwa disiplin diri melindungi seseorang dari prioritas yang membingungkan dan ketidakseimbangan yang membahayakan. Ia tahu bahwa kepemimpinan yang efektif dapat menyelesaikan tujuan yang mulia ketika mereka menempatkan standar yang bijak dan mengatur alasan-alasan atas emosi dan tindakan yang implusif.
Bagaimanakah Kedisiplinan itu muncul?
Jon membuat daftar beberapa orang yang menunjukkan disiplin diri tersebut:
• Keteraturan – Mengatur dan tepat waktu dalam perilaku.
• Sikap Hemat – Menggunakan sumber-sumber yang ada dengan bijak dan ekonomis.
• Sumber daya – Menggunakan sumber daya dengan kreatif untuk memenuhi kebutuhan orang dan mengatasi tantangan.
28
Tantangan karakter saya
• Bagaimanakah kedisiplinan diri saya di ji sekarang? • Bagaimanakah kedisiplinan saya (atau kekurangan
saya) memengaruhi keefektifan saya?
• Bagaimana saya bisa lebih disiplin diri pada bulan
mendatang?
Disiplin diri dalam perilaku saya:
Berfokus pada tujuan yang mulia
daripada gangguan-gangguan yang
ada
“Kita adalah apa yang sering kita lakukan;
keunggulan bukan karena tindakan, tetapi
karena kebiasaan.”
— Aristotle
“Talenta tanpa disiplin adalah seperti
gurita diatas sepatu roda. Banyak
kegerakan, tetapi kamu tidak tahu apakah
itu bergerak maju, mundur, atau ke
samping.”
29
Kerajinan
Di tahun-tahun keberhasilannya dalam pengalamannya mengelola dan memimpin, Jon tahu bahwa pemimpin yang efektif adalah orang-orang yang rajin. Dan seorang pemimpin dapat menjadi lebih efektif jika ia dapat menginspirasi rekan sekerjanya dan karyawan lainnya untuk menjadi lebih rajin.
Bagaimana caranya kerajinan itu muncul? Jon dengan mudah mengenali karakter kerajinan yang ada dalam orang lain:
• Ketekunan – Tetap mengerjakan sesuatu walaupun pekerjaannya itu semakin sulit atau mengambil waktu lebih lama dari yang diharapkan.
• Kreatif – Menemukan solusi inovasi pada masalah yang menantang.
• Ketelitian – Menyelesaikan tugas dengan komplet dan sangat baik.
30
Tantangan Karakter Saya
• Seberapa rajinkah saya dalam tanggung jawab saya di kantor dan di rumah?
• Seberapa kerajinan saya (kekurangan saya) memengaruhi keefktifan kepemimpinan saya?
• Bagaimana saya bisa menjadi lebih rajin pada bulan mendatang?
Rajin di dalam perilaku saya:
Bersedia menyelesaikan tugas-tugas
yang saya terima
“Perjalanan seribu mil dimulai dari langkah
pertama.”
— Peribahasa Cina
“Jatuh tujuh kali. Berdiri delapan kali.”
— Peribahasa Jepang
“Banyak kehidupan yang gagal karena
banyak orang-orang yang tidak menyadari
betapa dekatnya mereka pada keberhasilan
ketika mereka menyerah.”
31
Bijak
Satu minggu yang Jon alokasikan khusus untuk mengeksplorasi kebijaksanaan menjadi salah satu minggu yang memberikan inspirasi dalam penelitiannya. Sekarang ia mengerti mengapa bijak menjadi topik utama dari Character Solutions di “Lingkaran Karakter.”
Pemimpin yang efektif harus mengerti dengan baik kemungkinan konsekuensi jangka panjang dari pilihan mereka, dan kemudian memilih dengan baik. Bijak juga penting di dalam tingkah laku pribadi dari pemimpin tsb. Jon merefleksikan diri, bukankah ini tantangan yang paling penting bagi pemimpin?
Bagaimana Bijak itu muncul?
Jon mengenali tiga bentuk bijak yang terlihat, yaitu: • Cara Pandang – Memperlihatkan isu dalam konten
waktu yang lebih luas, dan prinsip-prinsipnya.
• Ketajaman – Mengenali isu yang paling penting dari isu-isu yang ada.
• Berhati-hati – Menjadi bijak dan baik kepada orang lain, menghindari ketidaksopanan yang tidak perlu, hal yang memalukan, atau yang bercela.
32
Tantangan Karakter Saya
• Bagaimanakah kebijakan saya diuji sekarang? • Bagaimanakah kebijakan saya berkurang dan memengaruhi keefektifan jangka panjang saya? • Bagaiman caranya saya memelihara kebijakan
tersebut pada bulan mendatang?
Bijak dalam Tingkah Laku saya:
Bertingkah laku yang menunjukkan
saya mengerti konsekuensi apa
yang saya peroleh dari
keputusan-keputusan saya
“Pengetahuan adalah kebanggaan
karena seseorang belajar sangat banyak;
kebijaksanaan adalah kerendahan hati
sewaktu seseorang sudah mengetahui
segalanya.”
— William Cowper
“Kebanyakan orang berkata bahwa
intelektual yang membuat seorang ilmuwan
hebat. Namun mereka salah : Karakter lah
yang melakukannya.”
33
Kesetiaan
Minggu berikutnya, Jon mulai menyelidiki lima kualitas karakter yang berhubungan dengan menghormati orang lain. Pertama adalah kesetiaan.
Jon tahu dari pengalaman bahwa beberapa hubungan membutuhkan kesetiaan, seperti di dunia militer. Di lain waktu kesetiaan adalah sukarela, di antara teman-teman kesetiaan adalah kesetiakawanan dan solidaritas.
Bagaimana kesetiaan itu muncul?
Beberapa karakter yang menunjukkan kesetiaan adalah: • Ketaatan – Tunduk pada otoritas dalam tindakan
dan dari dalam hati.
• Dukungan – Membantu orang yang membutuhkan pertolongan dan harapan.
• Janji – Setia pada seseorang, organisasi, atau masalah.
Kesetiaan yang sehat itu baik. Tetapi apakah kesetiaan itu menyakitkan? Ya – jika kesetiaan kita membimbing kita pada tindakan yang melanggar hukum, tidak bermoral, atau tidak etis.
34
Tantangan Karakter saya
• Apakah tiga karakter kesetiaan saya yang teratas – dan bagaimana caranya mereka diuji?
• Apakah saya dalam kesetiaan yang membahayakan?
• Bagaimana caranya menanamkan kesetiaan yang lebih sehat pada bulan mendatang?
Menghormati orang lain:
Perlakukan orang lain seperti aku
ingin diperlakukan
Kesetiaan di dalam tingkah laku:
Dengan setia mematuhi otoritas
diatas saya dan melakukan
hubungan yang berarti
“Seseorang yang berdiri sendiri dapat
diserang dan dikalahkan, tetapi dua orang
dapat berdiri saling memunggungi dan
mengalahkan. Tiga bahkan lebih baik, tiga
jalinan tidak mudah diputuskan.”
— Peribahasa lama
“Melalui ketaatan kita belajar untuk
memimpin.”
35
Keberanian
Jon melanjutkan jurnal perjalanan karakternya:
Keberanian memberikan seseorang kekuatan mental atau pengakuan akan ketakutan namun masih harus menyelesaikan pekerjaan.
Keberanian Mental menolong seseorang berusaha meraih prestasi melawan ketakutannya. Keberanian Moral menolong seseorang untuk melakukan yang benar walaupun melawan atau membahayakan orang lain.
Bagaimana Keberanian itu muncul?
Beberapa karakter ini menunjukkan keberanian, yaitu: • Ketegasan – Memutuskan apa yang akan dilakukan
mengenai situasi yang menantang.
• Inisiatif – Mengambil tindakan pertama yang penting untuk mengimplementasikan keputusan tersebut. • Keberanian – Setelah memulai suatu tindakan, dan
36
Tantangan Karakter Saya
• Bagaimana keberanian saya diuji bulan ini? • Bagaimana keberanian saya (kekurangannya)
memengaruhi efektivitas saya dalam jangka panjang?
• Bagaimana caranya saya memperkuat keberanian saya pada bulan mendatang?
Keberanian dalam tingkah laku saya:
Mengalahkan ketakutan ketika
membantu orang lain
“Untuk melihat apa yang benar dan tidak
melakukannya dengan perasaan takut.”
— Confucius
“Engkau memperoleh kekuatan,
keberanian, dan kepercayaan melalui
setiap pengalaman dimana engkau
benar-benar berhenti untuk menunjukkan
ketakutan di wajah.”
37
Kerendahan Hati
Ketika Jon mulai belajar kerendahan hati, dia sempat tergoda untuk melewatinya. “Bukankah pemimpin yang rendah hati disebut orang yang kalah-dan mungkin selesai paling akhir? “ Dia berpikir. “Siapa yang mau?”
Kemudian dia belajar bahwa kerendahan hati sebagai kualitas karakter yang artinya mempunyai pandangan yang akurat dan jujur terhadap diri sendiri, dan hormat yang sehat untuk kepentingan orang lain. Ia memikirkan kata-kata Norman V. Peale’s: “Orang yang rendah hati tidak berarti tidak memikirkan diri sendiri sama sekali, mereka hanya memikirkan tentang mereka lebih sedikit.” Jon mencatat beberapa poin tentang kerendahan hati, yaitu:
• Perhatian – Mengindahkan gangguan dan
mendengarkan dengan cermat terhadap orang lain. • Kelemahlembutan – Bukanlah kelemahan, malah
sebaliknya, adalah kekuatan yang mengatur dan menggerakkan orang lain.
38
Kerendahan Hati dalam perilaku saya:
Menghargai orang lain dengan
menarik perhatian pada mereka
daripada kepada ku sendiri
“Selalu mengingat bahwa ada 2
tipe orang di dunia ini: Mereka yang
datang ke ruangan dan berkata, ‘Inilah
saya!’ dan mereka yang datang dan
berkata,”ah, kamu ada di sini!’”
— Frederick L. Collins
“Seketika permainan sudah lewat,
sang raja dan pion akan kembali ke
kotak yang
39
Kebaikan
Jon menikmati minggunya dengan mempelajari kebaikan. Ia mencatat:
Kebaikan adalah cara yang terbaik untuk mengaplikasikan “Peraturan emas” yang terkenal itu: Perlakukan orang lain seperti engkau ingin orang lain memperlakukan engkau. Bagaimanakah kebaikan itu muncul? Di antara banyak karakter, kebaikan muncul dalam: • Kasih sayang – Membantu orang yang dalam
keadaan sulit.
• Kemurahan hati – Bersedia memberikan waktu kita, uang, atau sumber daya lain kepada orang lain yang membutuhkannya.
• Pengampunan – Bersedia memaafkan orang lain secara tulus.
40
Rasa syukur dalam perilaku:
Dengan tulus menunjukkan kepada
orang lain sikap berterima kasih
kepada orang yang memberikan efek di
dalam hidupnya
“Perasaan berterima kasih dan tidak
mengekspresikannya seperti membungkus
hadiah dan tidak memberikannya.”
— William Arthur Ward
“Satu kata yang baik dapat menghangatkan
3 bulan musim dingin.”
— Peribahasa Jepang
“Segala sesuatu mempunyai
keistimewaannya, bahkan kegelapan dan
kesunyian, dan aku belajar apapun yang
saya katakan, saya harus
41
Rasa Syukur
Ide tentang rasa syukur sebagai kualitas suatu karakter seperti sebuah cerita cengeng bagi Jon. Tetapi setelah dia merefleksikannya lagi, lebih banyak lagi dia belajar: rasa syukur berhubungan dengan perhatian.
Pemimpin yang perhatian melihat bagaimana orang lain memberi manfaat kepada orang lain. Kemudian mereka mengekspresikan rasa syukur dengan sewajarnya, dan orang lain mengerti dan menerimanya. Bagaimana rasa syukur itu muncul? Beberapa karakter yang muncul dari rasa syukur, yaitu: • Ekspresi dari penghargaan – Mungkin menulis
catatan terima kasih atau membuat telepon terima kasih.
• Kebahagiaan – Melihat gelas sebagai setengah penuh.
42
Rasa syukur dalam perilaku:
Dengan tulus menunjukkan kepada
orang lain sikap berterima kasih
kepada orang yang memberikan efek
di dalam hidupnya
“Perasaan berterima kasih dan tidak
mengekspresikannya seperti membungkus
hadiah dan tidak memberikannya.”
— William Arthur Ward
“Satu kata yang baik dapat menghangatkan
3 bulan musim dingin.”
— Peribahasa Jepang
“Segala sesuatu mempunyai
keistimewaannya, bahkan kegelapan dan
kesunyian, dan aku belajar apapun yang
saya katakan, saya harus puas dengan apa
adanya.”
43
Pembicaraan yang
Sedang Berlangsung
Pembelajaran sore Jon mengenai karakter Pemimpin yang Efektif memerlukan waktu 12 minggu. Tetapi dia mengetahui bahwa hal tersebut adalah bagian yang mudah.
“Jika karakter benar-benar sepenting ini, ia menulis dalam jurnalnya, mengetahuinya saja tidaklah cukup. Bagaimana saya menanamkan karakter ini sebagai prioritas utama saya dalam hidup saya?”
“Lebih lanjut, saya harus memengaruhi orang-orang di sekitar saya untuk mengambil bagian dalam tantangan karakter ini. Bagaimana caranya saya dapat memuat semua yang ada dalam pikiran saya dan kehidupan saya yang sibuk?“
44
“Rencana hanya akan menjadi perhatian
yang baik kecuali mereka segera
menjadikannya kerja keras.”
— Peter Drucker
“Kepemimpinan adalah kapasitas dan
kemauan yang membuat pria dan wanita
berlomba untuk tujuan yang sama, dan
karakter yang menginspirasi kepercayaan
diri.”
— Bernard Montgomery
“Saya sendiri tidak dapat merubah dunia,
tetapi saya dapat melemparkan batu
menyebrangi air untuk menciptakan
riak-riak.”
45
Menginspirasi
orang lain
Beberapa waktu setelahnya, Jon fokus terhadap bagaimana ia menekankan pentingnya karakter tersebut bagi para karyawan dan rekan sekerjanya. Ia mengetahui bahwa dia tidak dapat memaksa mereka menanamkan karakter tersebut secara serta-merta. Tetapi mungkin ia dapat menginspirasi mereka selama dalam perjalanan karakter tersebut.
Selama tiga malam berikutnya dia membuat rencana: 1. Ciptakan lingkungan yang positif
• Latih karakter pribadi.
• Jaga dan bangun hubungan yang positif. 1. Perhatian dan sistematis
• Bersama pihak direksi dan tim manajemen senior, mengulang nilai-nilai perusahaan sehari-hari.
47
Berbulan-Bulan
Kemudian
Matahari kembali terbenam di langit barat ketika Jon meluruskan punggungnya perlahan. Ia mengurut lehernya dan memutar kursi eksekutifnya menjauh dari tumpukan pekerjaan di mejanya.
“Aku punya waktu untuk istirahat,” pikirnya dengan tersenyum seraya menghirup aroma kopi. Jon memberitahu rekan sekerjanya bahwa ia akan pergi sebentar kira-kira setengah jam. Kemudian ia turun ke jalan menuju toko kopi favoritnya. Dengan setiap langkah, rasa syukur melompat keluar dari hatinya. Perusahaan telah meminta orang yang tepat dengan pertanyaan yang tepat ketika mereka menggaji seorang senior eksekutif. Semua orang senang dengan pemilihan tersebut. Indikator kepuasan nasabah tercatat tertinggi dari apa pun selama ini. Perkiraan kerugian perusahaan dari karyawan yang mencuri waktu dan tidak jujur dalam waktu menjadi sangat rendah.
48
Yang terbaik dari semua itu, pernikahannya yang sedang retak pulih kembali. Anak-anaknya terlihat lebih santai belakangan ini. Dan mereka lebih banyak tersenyum. “Apakah ini perasaan puas yang saya rasakan?” Jon bertanya kepada dirinya sendiri. Dia tersenyum sambil berjalan.
Ketika ia masuk ke toko, ia mengamati teman lamanya duduk di salah satu meja. Mereka tidak saling bertemu lebih dari satu tahun. Temannya itu terlihat sibuk.
Jon memesan pesanannya yang biasanya, dan berjalan menuju temannya.
Setelah saling menyapa satu sama lain, Jon berkata, “Bill! Sudah lama kita tidak bertemu. Apa kabar?”
“Jujur saja,” Jawab Bill, ”Saya sedikit cemas. Saya punya beberapa masalah yang serius saat ini di tempat kerja – dan di rumah.”
Setelah mendengarkan beberapa menit, Jon duduk bersandar, melihat keluar jendela, mengambil napas panjang, dan berpikir, “Dia kelihatannya seperti saya dulu beberapa tahun yang lalu. Haruskah saya memberitahunya mengenai perjalanan hidup saya? Ya, saya akan memberitahukannya.” John pun memutuskan.
Dan Jon telah berhasil melakukannya.
Maukah Anda melakukannya?