BAB I PENDAHULUAN. Sementara al-hadis merupakan dasar kedua setelah al-qur a>n. Keberadaan al-
Teks penuh
Dokumen terkait
Dalam buku-buku pengantar ‘ulu>m al-Qur’a>n atau i‘ja>z al-Qur’a>n , kemukjizatan numerik al-Qur’an ( al-i‘ja>z al-‘adadi> atau
Skripsi Ahmad Muhammad Ikhlas berjudul ‚Transformasi Nilai-Nilai Estetis Al-Qur’a>n dalam Terjemahan Puitis Ayat-Ayat Qis}a>s} (Telaah Stilistik atas Al- Qur’a>n
Selain kritik sanad yang telah disebutkan di atas, kritik matan juga menjadi perhatian para ulama hadis, hal tersebut mengingat bahwa sebuah hadis yang sahih sanad nya tidak
Demikianlah terlihat dari hadis-hadis yang dikaji pada uraian di atas, tampak bahwa mayoritas ahli atau ulama hadis menerima hadis d}a‘i>f yang telah diterima
Pendapat lain mengatakan, yang dimaksud sab‘ah ah}ru>f adalah, bahwa lafadh-lafadh dalam al-Qur’a>n tidak terlepas dari tujuh bahasa yang terkenal di kalangan orang
Dalam kritiknya terhadap kitab D}a’i>f al-Adab al-Mufrad, ditemukan beberapa illat hadis yang mana menjadi alasan al-Alba>ni> dalam mend}a’i>fkan hadis
Karena hadis tentang surat al-Ikhla>s} yang dikatakan setara dengan sepertiga al-Qur’an ini tidak sama sekali bertentangan dengan al-Qur’an (ini terjadi karena.. hadis ini
Ketidakkonsistenan al-Qardawi dengan menggabungkan atau mengkompromikan antara hadis da’I>f dengan yang s}ah}I>h} , bahkan dengan al-Qur`an sebenarnya lebih didasari