RENCANA PELAKSANA PEMBELAJARAN
A. Identitas Program Pendidikan
Nama Sekolah : SMK Nusaputera 1
Mata Pelajaran : Administrasi Sistem Jaringan Komp. Keahlian : TKJ
Kelas/Semester : XI / 1 Tahun Pelajaran : 2020 / 2021 Alokasi Waktu : 12 x 45 Menit
B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kompetensi Inti
Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Komputer dan Informatika
Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standard kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan gerak mahir, menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung.
Kompetensi Dasar
3.2 Mengevaluasi DHCP Server 4.2 Mengkonfigurasi DHCP Server C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.2 Mengevaluasi DHCP Server
3.2.1 menjelaskan konsep DHCP Server
4.2 Mengkonfigurasi DHCP Server
4.2.1 melakukan konfigurasi DHCP Server 4.2.2 menguji hasil konfigurasi DHCP Server 4.2.3 membuat laporan konfigurasi DHCP Server D. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menjelaskan DHCP Server dengan benar.
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menentukan konfigurasi DHCP Server dengan tepat.
1. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat mengkonfigurasi DHCP Server dengan benar
2. Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan peserta didik dapat menguji hasil konfigurasi DHCP Server dengan tepat dan menyajikan hasil dalam bentuk laporan
E. Materi Pembelajaran
1. Konsep dasar DHCP Server 2. Konfigurasi dasar DHCP Server 3. Konfigurasi lanjut DHCP server F. Pendekatan, Strategi, Metode
1. Pendekatan berfikir : Sientific
2. Model Pembelajaran : Project Based Learning
3. Metode Pembelajaran : Observasi, diskusi dan tanya jawab. G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke-1
No Kegiatan Langkah – langkah Pembelajaran Waktu
1 Pendahuluan
1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pengkondisian peserta didik
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 4. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan 5. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan 6. Melakukan Pre test.
10 Menit 2 Kegiatan Inti Menyampaikan materi 30 Menit 1. Guru meminta peserta didik memperhatikan dan menyimak
materi tentang konsep cara kerja DHCP Server.
2. Guru memberikan contoh kontekstual penggunaan DHCP server
3. Peserta didik membuat catatan kecil tentang materi yang belum jelas untuk ditanyakan pada guru
4. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari materi yang telah dicatat untuk acuan dalam memahami konsep DHCP Server. Kegiatan Diskusi
1. Peserta didik bertanya untuk memperoleh penjelasan yang mendetail dari guru dari konsep DHCP server
2. Guru menjelaskan dari masing-masing pertanyaan dari peserta didik agar peserta didik memahaminya
3. Guru memberikan dan menjelaskan studi kasus untuk didikusikan peserta didik
3 Penutup
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk memberikan hasil kesimpulan tentang konsep cara kerja DHCP server
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh peserta didik secara individu untuk mengerjakannya. 4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan pada peserta didik untuk mempelajari materi berikutnya.
5. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin doa penutup
5 Menit
Pertemuan ke-2
No Kegiatan Langkah – langkah Pembelajaran Waktu
1 Pendahuluan
1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
2. Melakukan pengkondisian peserta didik
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 4. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan 5. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan 6. Melakukan Pre test.
10 Menit 2 Kegiatan Inti Menyampaikan materi 30 menit 1. Guru meminta peserta didik memperhatikan dan menyimak
materi tentang cara konfigurasi dasar DHCP Server
2. Peserta didik membuat catatan kecil tentang materi yang belum jelas untuk ditanyakan pada guru
3. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari materi yang telah dicatat untuk acuan dalam memahami cara konfigurasi dasar DHCP server
Mendesain Perencanaan Proyek
1. Guru menyampaikan studi kasus mengenai DHCP server 2. Guru menjelaskan studi kasus yang diberikan sebagai
proyek
3. Peserta didik melakukan diskusi untuk memahami dan mencari solusi dari studi kasus yang diberikan
Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
1. guru memanggil peserta didik untuk melakukan monitoring kemajuan dari proyek yang dikerjakan
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan panggilan guru untuk menjelaskan progres dari proyek yang dikerjakan
Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman
1. Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh peserta didik 2. Guru menguji hasil dari peserta didik dalam melakukan
konfigurasi DHCP server berdasarkan proyek yang dikerjakan
3. Peserta didik mengamati penjelasan guru jika ada salah melakukan konfigurasi DHCP server berdasarkan proyek 4 Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam
mengerjakan proyek dalam hal konfigurasi DHCP Server
3 Penutup
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk menyimpulkan tentang cara konfigurasi DHCP
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh peserta didik secara individu untuk mengerjakannya. 4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan pada peserta didik untuk mempelajari materi berikutnya.
5. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin doa penutup
Pertemuan ke-3
No Kegiatan Langkah – langkah Pembelajaran Waktu
1 Pendahuluan
1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran.
2. Melakukan pengkondisian peserta didik.
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. 4. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan. 5. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan
digunakan
6. Melakukan Pre test.
10 Menit 2 Kegiatan Inti Menyampaikan materi 30 menit 1. Guru meminta peserta didik memperhatikan dan menyimak
materi tentang cara konfigurasi lanjut DHCP Server 2. Peserta didik membuat catatan kecil tentang materi yang
belum jelas untuk ditanyakan pada guru
3. Peserta didik mengajukan pertanyaan dari materi yang telah dicatat untuk acuan dalam memahami cara konfigurasi lanjut DHCP Server
Mendesain Perencanaan Proyek
1. Guru menyampaikan studi kasus mengenai DHCP server 2. Guru menjelaskan studi kasus yang diberikan sebagai
proyek
3. peserta didik melakukan diskusi untuk memahami dan mencari solusi dari studi kasus yang diberikan
Memonitor Peserta Didik dan Kemajuan Proyek
1. guru memanggil peserta didik untuk melakukan monitoring kemajuan dari proyek yang dikerjakan
2. Peserta didik maju satu persatu sesuai dengan panggilan guru untuk menjelaskan progres dari proyek yang dikerjakan
Menguji Hasil dan Mengevaluasi Pengalaman
1. Guru mengamati hasil yang telah dibuat oleh peserta didik 2. Guru menguji hasil dari peserta didik dalam melakukan konfigurasi DHCP server berdasarkan proyek yang dikerjakan
3. Peserta didik mengamati penjelasan guru jika ada salah melakukan konfigurasi DHCP server berdasarkan proyek
4. Guru mengevaluasi dari hasil peserta didik dalam
mengerjakan proyek dalam hal konfigurasi DHCP Server
3 Penutup
1. Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk menyimpulkan tentang cara konfigurasi DHCP
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran.
3. Guru memberikan evaluasi (post test) dan menyuruh peserta didik secara individu untuk mengerjakannya. 4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan
pesan pada peserta didik untuk mempelajari materi berikutnya.
5. Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin doa penutup
5 Menit
H. Alat/bahan:
Form presensi Google Classwork Laptop
Koneksi internet I. Media Pembelajaran
Aplikasi VMWare, Cisco Packet Tracer, Web Browser, Google Classroom, Youtube
Buku-buku penunjang KBM J. Penilaian Pembelajaran
Teknik Penilaian:
Penilaian pengetahuan: Test tertulis Penilaian keterampilan: Praktek Instrumen Penilaian:
Penilaian pengetahuan: Soal tes tertulis Penilaian keterampilan: Lembar Soal Praktek
Mengetahui, Semarang, 1 Juli 2020
Kepala Sekolah Guru Mapel
LAMPIRAN 1: URAIAN MATERI
DHCP Server dan DHCP Client
Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan service yang memungkinkan perangkat dapat mendistribusikan/assign IP Address secara otomatis pada host dalam sebuah jaringan. Cara kerjanya, DHCP Server akan memberikan response terhadap request yang dikirimkan oleh DHCP Client.
Selain IP Address, DHCP juga mampu mendistribusikan informasi netmask, Default gateway, Konfigurasi DNS dan NTP Server serta masih banyak lagi custom option (tergantung apakah DHCP client bisa support).
Mikrotik dapat digunakan sebagai DHCP Server maupun DHCP Client atau keduanya secara bersamaan. Sebagai contoh, misalnya kita berlangganan internet dari ISP A. ISP A tidak memberikan informasi IP statik yang harus dipasang pada perangkat kita, melainkan akan memberikan IP secara otomatis melalui proses DHCP.
Mikrotik sebagai DHCP Client
Untuk dapat memperoleh alokasi IP Address dari ISP, yang nantinya dapat digunakan untuk terkoneksi ke internet, kita bisa menggunakan fitur DHCP Client.
Langkah-langkah pembuatan DHCP Client dapat dilakukan pada menu: IP -> DHCP Client -> Add.
Untuk pengaktifkan DHCP Client, definisikan parameter interface dengan interface yang terhubung ke DHCP Server, atau dalam kasus ini adalah interface yang terhubung ke ISP.
Karena kita ingin semua traffic ke internet menggunakan jalur koneksi dari ISP, maka Use-Peer-DNS=yes dan Add-Default-Route=yes. Terdapat beberapa parameter yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan jaringan;
Interface : Pilihlah interface yang sesuai yang terkoneksi ke
DHCP Server
Use-Peer-DNS : Bila kita hendak menggunakan DNS server sesuai
dengan informasi DHCP
Use-Peer-NTP : Bila kita hendak menggunakan informasi
pengaturan waktu di router (NTP) sesuai dengan informasi dari DHCP
Add-Default-Route : Bila kita menginginkan default route kita
mengarah sesuai dengan informasi DHCP
Default-Route-Distance : Menentukan nilai Distance pada rule
routing yang dibuat secara otomatis. Akan aktif jika
add-default-route=yes
Sampai langkah ini, seharunya Router sudah bisa akses ke internet. Selanjutnya lakukan setting DHCP Server untuk distribusi IP Address ke arah jaringan lokal /LAN.
Mikrotik sebagai DHCP Server
DHCP Server akan sangat tepat diterapkan jika pada jaringan memiliki user yang sifatnya dinamis. Dengan jumlah dan personil
yang tidak tetap dan selalu berubah. Jika pada kasus ini sifat user seperti itu dapat kita temui pada tamu yang berkunjung.
Konfigurasi DHCP Server dapat dilakukan pada menu IP -> DHCP Server -> Klik DHCP Setup
Dengan menekan tombol DHCP Setup, wizard DHCP akan menuntun kita untuk melakukan setting dengan menampilkan kotak-kotak dialog pada setiap langkah nya.
Langkah pertama, kita diminta untuk menentukan di interface mana DHCP Server akan aktif. Pada kasus ini DHCP Server diaktifkan pada ether3. Selanjutnya Klik Next
Sebelumnya pada ether3 sudah dipasang IP Address 192.168.4.0/24. Maka pada langkah kedua, penentuan DHCP Address Space akan otomatis mengambil segment IP yang sama. Jika interface sebelumnya belum terdapat IP, bisa ditentukan manual pada langkah ini.
Selanjutnya, kita diminta menentukan IP Address yang akan digunakan sebagai default-gateway oleh DHCP Client nantinya. Secara otomatis wizard akan menggunakan IP Address yang terpasang pada interface ether3.
Tentukan IP Address yang akan di-distribusikan ke Client. Secara otomatis wizard akan mengisikan host ip pada segment yang telah digunakan. Pada contoh ini, IP 192.168.4.1 tidak masuk dalam Addresses To Give Out, sebab IP tersebut sudah digunakan sebagai gateway dan tidak akan di-distribusikan ke Client.
Kita harus menentukan juga, nantinya DHCP Client akan melakukan rquest DNS ke server mana. Secara otomatis wizard akan mengambil informasi setting DNS yang telah dilakukan pada menu /ip dns . Tetapi bisa juga jika kita ingin menentukan request DNS Client ke server tertentu.
Langkah terakhir kita diminta untuk menentukan Lease-Time, yaitu berapa lama waktu sebuah IP Address akan dipinjamkan ke Client. Untuk menghindari penuh / kehabisan IP, setting Lease-Time jangan terlalu lama, misalkan 1 hari saja.
Sampai langkah ini, jika di klik Next akan tertampil pesan yang menyatakan bahwa setting DHCP telah selesai.
Untuk melakukan percobaan, hubungkan PC ke ether3 kemudian ubah pengaturan IP PC pada posisi "obtain an IP address automatically".
Seharusnya Laptop akan mendapatkan assign IP otomatis dari Router. Perhatikan expired time, seharusnya sama dengan parameter Lease-Time yang sudah ditentukan pada DHCP Server.
Daftar perangkat yang sudah diberikan IP secara otomatis akan ada pada /ip dhcp-server leases.
Secara default, ip address yang akan diberikan ke client diurutkan dari belakang (192.168.4.254). Akan tetapi, kita juga bisa melakukan pengaturan agar sebuah IP hanya akan dipinjamkan ke Client tertentu. Misalnya, jika Client-A melakukan request DHCP, maka Server akan selalu memberikan IP 192.168.4.254.
Konsep tersebut dapat diterapkan dengan menggunakan Static Leases. Ide dasarnya adalah melakukan reservasi sebuah IP Address untuk sebuah MAC Address tertentu. Ada 2 cara konfigurasi yang bisa dilakukan.
Pertama, dengan melihat dari daftar perangkat yang ada pada tab Leases. Jika dilakukan dengan cara ini client harus sudah mendapat IP Address dahulu.
Selain dapat digunakan untuk reservasi IP Address, Static Leases juga bisa digunakan untuk menentukan :
Lease-Time yang berbeda untuk tiap MAC Address (Client)
Limitasi bandwidth (rate-limit), jika ditentukan maka rule simple queue akan secara otomatis muncul ketika client mendapat assign IP dari server.
Melakukan blocking MAC Address tertentu agar tidak bisa mendapat pinjaman IP, dengan opsi "Block-Access=yes".
Jadi, selain dapat mendistribusikan IP secara otomatis, dengan DHCP Server juga dapat melakukan manajemen terhadap DHCP Client dengan menggunakan Static Leases.
LAMPIRAN 2: LATIHAN SOAL TERTULIS
1. Jelaskan cara kerja dari DHCP server.
2. Jelaskan cara mengubah konfigurasi pada klien supaya dapat menerima alamat IP dari DHCP server.
3. Jelaskan perbandingan antara DHCP relay, DHCP server dan DHCP client.
4. Bila ada klien terhubung menggunakan kabel LAN, switch dan kabel dalam kondisi bagus tapi perangkat klien tidak bisa mendapat alamat IP, apakah diagnosa dari kejadian tersebut, dan apakah solusinya?
5. Bila ada klien yang terhubung dengan menggunakan kabel LAN, berhasil mendapatkan alamat IP tapi tidak berhasil terhubung dengan internet, padahal tidak ada masalah pada koneksi internet, berikan diagnosa dari kejadian tersebut dan solusi yang dilakukan.
PENSKORAN NO SKOR 1 10 2 10 3 10 4 35 5 35 Jumlah 100