PENGARUH PEKERJAAN, MOTIVASI, DAN PERHATIAN ORANG TUA
TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI DESA TANJUNG
ARO II KECAMATAN PADANG GELUGUR
KABUPATEN PASAMAN
E-JURNAL
DiajukanSebagai Salah SatuSyaratUntukMemperolehGelarSarjanaPendidikan
(STRATA 1)
MA’ARIF FAISAL ZAM-ZAM
10090203
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP)PGRI SUMATERA BARAT
PADANG
2015
PENGARUH PEKERJAAN, MOTIVASI, DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK DI DESA TANJUNG
ARO II KECAMATAN PADANG GELUGUR KABUPATEN PASAMAN
Oleh Ma’arif Faisal Zam-Zam1
, Jolianis2, Nora Susanti3
1) Mahasiswa Program StudiPendidikanEkonomi STKIP-PGRI Sumbar 2, 3) Dosen Program Pendidikan Ekonomi STKIP-PGRI Sumbar
Jl. Gunung Pangilun No.1 Padang Sumatera Barat E-mail:[email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruhpekerjaan, motivasi dan perhatian orang tua secara bersama-sama terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pekerjaan orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendidikan anak si Desa Tanjung Aro II. Hal ini dibuktikan dengan nilai hasil uji
likelihood ratio menunjukkan bahwa nilai hitung statistik X2 (0,608781) < X2 kritisnya (3,841), berarti terima Ho yang berarti menerima menghilangkan pekerjaan orang tua (X1). 2.) Motivasi
orang tua berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung (10,835) > ttabel (1,66216) dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,452
dan nilai signifikan 0,000 ≤ α=0,05 berarti apabila motivasi orang tua ditingkatkan sebesar satu satuan maka tingkat pendidikan anak meningkat sebesar 0,452 satuan. 3) Perhatian orang tua berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung (8,231) > ttabel (1.66216) dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,355
dan nilai signifikan sebesar 0,000 ≤ α=0,5 berarti apabila perhatian orang tua ditingkatkan sebesar satu satuan maka tingkat pendidikan anak akan meningkat sebesar 0,355 satuan. 4) Motivasi dan perhatian oran tua mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat pendidikan anak dengan nilai fhitung (137,313) > ftabel (3,10) dan sig (0.000) ≤ α= 0,5 dan R Square 0,755. Jadi besarnya pengaruh
motivasi dan perhatian orang tua terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II yaitu sebesar 75,5% dan sisanya 24,5% dipengaruhi variabel pekerjaan orang tua dan variabel lain yang tidak diteliti oleh peneliti.
ABSTRACT
Study aimed to analyze the effect of the work, motivation and attention of parents together to the level of education of children in the village of Tanjung Aro II.
The results showed that: 1) The work of parents do not have a significant effect on the level of education of children of the village of Tanjung Aro II. This is evidenced by the value of the likelihood ratio test showed that the statistically calculated value X2 (0.608781) < X2 critical (3,841), means thank Ho which means accepting eliminates the work of parents (X1). 2.) Motivation of parents significantly influence the level of education of children in the village of Tanjung Aro II. This is evidenced by thitung (10.835)> ttabel (1.66216) with a regression coefficient
of 0.452 and 0.000 significant value ≤ α = 0.05 means that if the motivation of parents increased by one unit then the level of education of children increased by 0,452 units. 3) Attention parents significantly influence the level of education of children in the village of Tanjung Aro II. This is evidenced by thitung (8.231)> ttabel (1.66216) with a regression coefficient of 0.355 and the
significant value of 0.000 ≤ α = 0.5 means that when the attention of parents is increased by one unit then the level of a child's education will increase by 0.355 units. 4) Motivation and old oran attention has significant influence on the level of education of children with the value of Fhitung(137.313)> Ftabel (3.10) and sig (0000) ≤ α = 0.5 and R Square 0.755. So the influence of
motivation and attention of parents to the level of education of children in the village of Tanjung Aro II is equal to 75.5% and the remaining 24.5% of variables influenced the work of parents and other variables that are not investigated by researchers.
Keywords: The level of education of children, work of parents, Motivation of parents, Attention parents.
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia dalam membangun kehidupanya didalam suatu negara,karena dengan pendidikan
manusia diharapkan mampu
mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan kreatifitas. Pendidikan merupakan suatu
kegiatan terencana untuk membekali
diri.Pendidikan juga dapat diartikan sebagai proses menumbuh kembangkan eksistensi
peserta didik yang memasyarakat,
membudaya dalam kehidupan yang
berdimensi lokal, nasional dan global. Menurut Ki Hajar Dewantara Pendidikan adalah segala daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.
Menurut Latif (2009:1) Pendidikan dalam pengertian secara umum, yakni proses transmisi pengetahuan dari satu orang kepada orang lainnya atau dari satu generasi ke generasi lainnya, telah berlangsung setua umur manusia itu sendiri”. Sebab, ketika seseorang mengetahui sesuatu kemudian ia memberitahukan apa yang diketahuinya
tersebut, atau suatu generasi
mentransmisikan suatu nilai, keyakinan,
pandangan hidup, atau pola-pola
merekayasa, dan lain-lain kepada generasi berikutnya bisa dikatakan sebagai telah terjadi proses pendidikan.
Mengingat makin tinggi jenjang pendidikan, maka makin tinggi pula biaya yang diperlukan. Hal ini tentunya akan mempengaruhi seseorang untuk melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Apalagi kalau kita lihat di tengah
masyarakat, kekuatan ekonomi seseorang berbeda, termasuk juga masyarakat di DesaTanjung Aro II.Keadaan ekonomi yang
berbedadimungkinkan karena adanya
perbedaan pekerjaan masyarakat, hal
tersebutlah yang menyebabkan tinggi
rendahnya tingkat pendidikan anak
.
Haltersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2. Jumlah Anak Yang Masih Sekolah
Pada Tiap JenjangPendidikan
Berdasarkan Pekerjaan Orang Tua Anak di Desa Tanjung Aro II
No Pekerjaan Orang Tua Jenjang Pendidikan SD/ MI SMP /Tsa SMA/ MA PT 1 Petani 58 33 21 15 2 Buruh 31 19 10 5 3 Pedagang 19 14 10 6 4 Pegawai Negeri Sipil 25 21 18 10 5 Pekerjaan lainnya 23 19 16 6 Jumlah 156 106 75 42
Sumber:Kepala Desa Tanjung Aro II Tahun 2015
Pada tabel 2 dapat dilihat bahwa
terjadi penurunan jumlah anak yang
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dimungkinkan faktor yang
menyebabkan hal tersebut adalah
berbedanya pekerjaan orang, karena bagi orang tua yang memiliki pekerjaan yang baikdan berpenghasilan cukup akan lebih
memungkinkan untuk memberikan
kesempatan kepada anaknya untuk
melanjutkan dan mengembangkan
kecakapannya kejenjang pendidikan yang lebih tinggi. Begitu pula sebaliknya bagi orang tua yang berpenghasilan rendah, maka
anak-anaknya akan berkurang
kesempatannya untuk melanjutkan dan mengembangkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi.
Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009:80) “Motivasi orang tua dipandang
sebagai dorongan mental yang
menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar”. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar. Dorongan merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi harapan. Dorongan
merupakan kekuatan mental yang
berorientasi pada pemenuhan harapan atau pencapaian tujuan.
Berdasarkankeadaantersebut, di desa Tanjung Aro IImayoritasmotivasi orang tuaterhadaptingkatpendidikananakhanyasam pai ditingkat SMA saja, karena peran orang
tua sebagai pemberi dorongan tidak berjalan dengan semestinya agar anaknya memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi. Hal tersebut terbukti dilapangan bahwa apabila para orang tua yang memberikan motivasi yang baik dan cukup terhadap anaknya maka
sang anak akan mampu mencapai
pendidikan yang lebih tinggi, dan sebaliknya pendidikan anaknya akan rendah jika orang tuanya tidak memberikan motivasi yang baik dan cukup kepada anaknya..
Jika orang tua dapat memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anaknya terutama masalah pendidikan, maka anak-anak akan termotivasi untuk giat belajar,
sehingga tingkat pendidikan yang
diharapkan anak dan orang tua akan
sama-sama tercapai, yakni melanjutkan
pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dari sebelumnya. Sebaliknya, jika anak tidak mendapat perhatian dan kasih sayang dari
keluarga (orang tua) maka
besarkemungkinannya anak tersebut
cenderung untuk berhenti sekolah
.
Rumusan masalah yang terdapat dari penelitian ini yaitu : (1) Bagaimana pengaruh pekerjaan orang tua terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II ? (2) Bagaimana pengaruh motivasi orang tua terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II? (3) Bagaimana pengaruh perhatian orang tua terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II ? (4) Bagaimana pengaruh pekerjaan orang tua, motivasi orang tua, dan perhatian orang tuasecara bersama-sama terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II ?. Berdasarkan perumusan masalah diatas maka tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui : (1) Pengaruh pekerjaan orang tua terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II. (2) Pengaruh motivasi orang tua terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II (3) Pengaruh perhatian orang tua terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II. (4) Pengaruh pekerjaan orang tua, motivasi orang tua, perhatian orang tua secara bersama-sama terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II.
METODEPENELITIAN
Jenis penelitian ini digolongkan pada penelitian deskriptif dan asosiatif karena menerangkan suatu gejala dan peristiwa dari
kejadian yang telah terjadi, serta
menentukan ada tidaknya pengaruh suatu variabel terhadap variabel lainnya atau variabel bebas terhadap variabel terikat. Menurut Sugiyono (2013:10) penelitian
deskriptif merupakan penelitian yang
dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih
(independen) tanpa membuat perbandingan,
menghubungkan dengan variabel lain.
Selanjutnya Arikunto (2010:143)
menjelaskan bahwa analisis asosiatif adalah bentuk analisis data penelitian untuk menguji ada tidaknya hubungan keberadaan variabel dari dua kelompok data atau lebih. Sebagaimana diketahui bahwa penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pekerjaan orang tua, motivasi orang tua dan
perhatian orang tuaterhadap tingkat
pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman.Waktu yang digunakan dalam penelitian ini selama kurang lebih 1 (satu) bulan.
Polulasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua di Desa Tanjung Aro II yang punya anak yang masih sekolah, yakni
berjumlah 119 kepala keluarga
.
Teknikpengambilan sampel pada penelitian ini adalah Purposive Samplingdalam penelitian ini jumbah sampel adalah 92 orang. Pengaruh pekerjaan, motivasi, dan perhatian orang tua terhadap tingkat pendidikan anak diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner yang telah diuji cobakan terlebih dahulu.
Penyusunan angket atau kuesioner
berpedoman kepada skala likert dengan beberapa alternatif jawaban dengan diberi bobot penelaian positif, sedangkan tingkat
pendidikan anak (Y) diperoleh dari
dokumentasi kepala Dsa Tanjung Aro II tahun 2015. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis induktif yang terdiri dari uji kelayakan model, uji asumsi klasik dan uji hipotesis .
Setelah melakukan penelitian
terhadap 92 orang tua mengenai tingkat
pendidikan anak maka dapat dilihat
berdasarkan nilai TCR tertinggi dan nilai
diperoleh rata-rata skor variabel motivasi orang tua adalah 3,55 dengan TCR 70,93%
hal ini menunjukkan bahwa variabel
motivasi orang tua berada pada kategori sedang
.
Rata-rata skor variabel perhatian orang tua diperoleh sebesar 3,22 dengan TCR 64,36% hal ini menunjukkan bahwa variabel perhatian orang tua berada pada kategori kurang.PEMBAHASAN
1. Pengaruh Pekerjaan Orang Tua Terhadap Tingkat Pendidikan Anak di Desa Tanjung Aro II Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman.
Berdasarkan pengujian hipotesis yang diperoleh oleh peneliti, bahwa variabel pekerjaan orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendidikan anak si Desa Tanjung Aro II. Hal ini dibuktikan dengan nilai hasil uji likelihood ratio
menunjukkan bahwa nilai hitung statistik X2
(0,608781) < X2 kritisnya (3,841), berarti
terima Ho yang berarti menerima
menghilangkan pekerjaan orang tua (X1). Selain itu, nilai koefisien regresi variabel pekerjaan orang tua (X1) diperoleh nilai
sebesar -0,643satuan bertanda negatif, maka variabel pekerjaan orang tua (X1) tidak
berpengaruh positif terhadap tingkat
pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II. Berdasarkan angket yang penulis
sebarkan dilapangan, ditemukan hasil
penelitian bahwa dari 43 atau orang tua yang memiliki anak dengan tingkat pendidikan sampai keperguruan tinggi, terdapat 29 atau 67,4% orang tua yang bekerja disektor nonformal memiliki anak dengan tingkat pendidikan sampai keperguruan tinggi, sedangkan orang tua yang bekerja disektor formal berjumlah 14 atau 32,6% orang tua memiliki anak dengan tingkat pendidikan sampai keperguruan tinggi. Oleh karena itu, tinggi rendahnya tingkat pendidikan anak
tidak semata-mata dipengaruhi oleh
pekerjaan orang tua.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Lia Puspasari (2009) dengan judul “Pengaruh Status Ekonomi orang Tua Terhadap Minat Siswa Menengah Kejuruan Untuk Melanjutkan
Studi Keperguruan Tinggi”. hasil
penelitiannya menunjukkan bahwa salah satu indikator status ekonomi orang tua yaitu jenis pekerjaan orang tua, dimana jenis
pekerjaan orang tua tidak berpengaruh terhadap minat siswa untuk melanjutkan studi keperguruan tinggi.
Profesi atau Pekerjaan orang tua merupakan suatu jerih payah yang dilakukan oleh orang tua sehingga dengan pekerjaan yang dilakukan itu akan mendapatkan hasil yang maksimal, sesuai dengan profesi yang mereka tekuni atau miliki (Nachiyah,
2012:9). Sedangkan menurut Hamalik
(2011:102) “Pekerjaan atau jabatan orang tua, keadaan ekonomi orang tua, status sosial ekonomi orang tua di masyarakat akan mempengaruhi sikap, tujuan, dan tingkah laku siswa di sekolah”.
Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian diatas diketahui bahwa di Desa Tanjung Aro II pekerjaan orang tua tidak bepengaruh signifikan terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II. Hal tersebut sesuai dengan dilapangan yakni ditemukan data bahwa tidak selalu orang tua yang bekerja dibidang formal mempunyai
anak yang pendidikannya sampai
keperguruan tinggi, namun ada juga orang
tua yang bekerja dibidang informal
mempunyai anak yang pendidikannya
sampai keperguruan tinggi.
2. Pengaruh Motivasi Orang Tua Terhadap Tingkat Pendidikan Anak di Desa Tanjung Aro II Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman.
Berdasarkan uji hipotesis diperoleh
hasil, bahwa motivasi orang tua
berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II. Hal ini dapat dilihat pada tabel yang menyatakan bahwa thitung10,835 > ttabel
sebesar 1,66216 dengan nilai signifikan 0,000< = 0,05. Nilai thitung yang lebih tinggi
dari nilai ttabel, maka hipotesis alternatif yang
menyatakan bahwa bahwa motivasi orang tua berpengaruh terhadap tingkat pendidikan anak diterima. Selain itu, berdasarkan analisis koefisien regresi diperoleh nilai sebesar 0,452 dan nilai signifikan 0,000 ≤ α=0,05 berarti apabila motivasi orang tua ditingkatkan sebesar satu satuan maka tingkat pendidikan anak meningkat sebesar 0,452 satuan. Hasil tersebut membuktikan bahwa motivasi orang tua untuk melanjutkan pendidikan anaknya sangat berpengaruh terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II. Karena dengan adanya motivasi orang tua yang tinggi untuk
melanjutkan pendidikan anaknya maka dimungkinkan pendidikan anak akan tinggi.
Secara keseluruhan TCR motivasi orang tua berada pada kategori sedang yakni sebesar 70,93% hal ini menunjukkan bahwa
variabel motivasi orang tua dapat
mempengaruhi tingkat pendidikan anak
secara simultan. Motivasi orang tua
mempengaruhi tingkat pendidikan anak sebesar 70,93%, sedangkan sisanya 29,07% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Berdasarkan keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi orang tua
sangat berpengaruh terhadap tingkat
pendidikan anak. Motivasi orang tua dibedakan atas dua bagian yaitu, pertama
motivasi intrinsik yang terdiri dari,
kebutuhan dan harapan orang tua, kedua motivasi ekstrinsik yang terdiri dari anak, sarana dan prasarana, dan guru. Kebutuhan orang tua yang dimaksud dalam penelitian ini adalah usaha seorang orang tua terhadap anaknya agar anaknya dapat melakukan sesuatu terhadap orang tuanya sehingga orang tuanya memperoleh kepuasan atas
pencapaian tingkat pendidikan yang
diperoleh anaknya. Harapan adalah
angan-angan, keinginan, hasrat orang tua
menyekolahkan anaknya supaya sang anak memperoleh kehidupan dan pekerjaan yang lebih baik dari orang tuanya setelah mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Sedangkan anak, sarana dan prasarana dan guru merupakan suatu dorongan yang berasal dari luar diri orang tua yang berfungsi sebagai pendukung tercapainya motivasi intrinsik dari orang tua tersebut
.
Sedangkan menurut penelitian
Rentandatu dengan judul “Pengaruh
Motivasi Orang Tua Terhadap Kelanjutan Pendidikan Anak ke Perguruan Tinggi di
Desa Deahe Kecamatan Siau Timur
Kabupaten Sitaro”. Penelitian ini
menunjukkan bahwa kurangnya motivasi
dari orang tua terhadap kelanjutan
pendidikan anak ke perguruan tinggi. Dan menjelaskan juga bahwa faktor penyebab rendahnya tingkat pendidikan anak tidak hanya disebabkan oleh motivasi yang kurang baik dari orang tua namun motivasi dari anak juga sangat berpengaruh.
Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009:80) “Motivasi orang tua dipandang
sebagai dorongan mental yang
menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar”. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar. Dorongan merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi harapan. Dorongan
merupakan kekuatan mental yang
berorientasi pada pemenuhan harapan atau pencapaian tujuan.
Dalam motivasi terkandung adanya
keinginan yang mengaktifkan,
menggerakkan, menyalurkan, dan
mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar. Orang tua adalah orang yang pertama dan utama yang bertanggung jawab
terhadap kelangsungan hidup dan
pendidikan anaknya. (Hasbullah, 2009:39). Oleh karena itu, sebagai orang tua harus dapat membantu dan mendukung terhadap segala usaha yang dilakukan oleh anaknya serta dapat memberikan pendidikan informal
guna membantu pertumbuhan dan
perkembangan anak tersebut serta untuk mengikuti atau melanjutkan pendidikan pada program pendidikan formal di sekolah.
3. Pengaruh Perhatian Orang Tua Terhadap Tingkat Pendidikan Anak di Desa Tanjung Aro II Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman.
Berdasarkan uji hipotesis diperoleh
hasil, bahwa perhatian orang tua
berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tnjung Aro II.Hal ini dapat dilihat pada tabel yang menyatakan bahwa thitung8,231 > ttabel
sebesar 1,66216 dengan nilai signifikan 0,000< = 0,05. Nilai thitung yang lebih tinggi
dari nilai ttabel, maka hipotesis alternatif yang
menyatakan bahwa bahwa perhatian orang tua berpengaruh terhadap tingkat pendidikan anak diterima. Selain itu, berdasarkan analisis koefisien regresi diperoleh nilai sebesar 0,355 dan nilai signifikan 0,000 ≤ α=0,05 berarti apabila perhatian orang tua ditingkatkan sebesar satu satuan maka tingkat pendidikan anak meningkat sebesar 0,355 satuan.. Dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa tingkat pendidikan anak akan meningkat apabila perhatian orang tua
juga meningkat, demikian sebaliknya
apabila perhatian orang tua terhadap pendidikan anak berkurang maka tingkat
pendidikan anak tidak akan tercapai untuk sampai pada tingkat yang lebih tinggi.
Secara keseluruhan TCR perhatian orang tua berada pada kategori kurang yakni sebesar 64,36%. Hal ini membuktikan bahwa perhatian orang dapat mempengaruhi tingkat pendidikan anak secara simultan. Perhatian orang tuamempengaruhi tingkat pendidikan anak sebesar 64,36% sedangkan sisanya 35,65% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Ada atau tidaknya perhatian kepada seseorang akan mempengaruhi aktivitasnya.
Dalam penelitian ini perhatian yang
dimaksud adalah perhatian orang tua terhadap anak untuk melanjutkan tingkat
pendidikan anaknya, sehingga dengan
adanya perhatian orang tua yang cukup tingkat pendidikan anak akan tercapai seperti yang diharapkan anak dan orang tua. Seperti yang ditunjukkan hasil penelitian ini,
dimana perhatian orang tua sangat
berpengaruh signifikan terhadap tinggkat pendidikan anak, semakin tinggi perhatian yang diberikan orang tua terhadap anak semakin tinggi pula kemungkinan tingkat pendidikan yang akan dicapai anak. Dalam penelitian ini perhatian orang tua dibagi menjadi empat indikator yaitu, memberi
sarana dan prasarana, membantu
memecahkan masalah, memberi petunjuk dan memdorong dan menganjurkan.
Hal ini sesuai dengan penelitian Respida dengan judul”Pengaruh Kondisi ekonomi dan Peran Orang Tua Terhadap Minat Siswa SMP Melanjutkan Pendidikan
di Kecamatan Entikong Kabupaten
Sanggau”. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pengaruh kondisi ekonomi orang tua terhadap minat siswa SMP melanjutkkan pendidikan hanya sebesar 0,08%, pengaruh peran orang tua terhadap minat siswa SMP melanjutkan pendidikan adalah sebesar 0,4% dan pengaruh kedua variabel bebas tersebut terhadap minat siswa SMP melanjutkkan pendidikan adalah hanya 0,8%.
Menurut Soemanto (2006 : 34) perhatian adalah pendaya gunaan kesadaran
untuk menyertai suatu aktivitas atau
tindakan. Sedangkan menurut Dakir
(2003:113) perhatian adalah keaktifan
peningkatan seluruh fungsi jiwa yang dikerahkan dalam pemusatannya kepada barang sesuatu, baik yang ada di dalam maupun yang ada diluar diri kita. Wujud
perhatian orang tua terhadap anak terutama dalam upaya membantu anak mencapai prestasi terbaiknya yaitu, memberi sarana dan prasarana, membantu memecahkan masalah, memberi petunjuk, dan mendorong dan menganjurkan (Nasution, 2010:29).
4. Pengaruh Motivasi, dan Perhatian Orang Tua Terhadap Tingkat Pendidikan Anak di Desa Tanjung Aro II Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman.
Hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama antara pekerjaan, motivasi dan perhatian orang tua terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II Kecamatan Padang Gelugur Kabupaten Pasaman. Berdasarkan analisis data dan pengujian hopotesis yang
telah dilakukan dalam penelitian ini
diperoleh nilai R Square adalah sebesar 0,755 dan nilai Fhitung sebesar 137,313 > Ftabel
sebesar 3,10, dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Selain itu, berdasarkan analisis koefisien determinasi diperoleh nilai R2 (R-Square) adalah sebesar 0,755, yang artinya
75,5% perubahan pada variabel dependen (tingkat pendidikan anak) dapat dijelaskan oleh variabel independen (motivasi dan perhatian orang tua) sedangkan sisanya 24,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini..
Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi motivasi dan perhatian orang tua terhadap tingkat pendidikan anak maka akan semakin tinggi pula tingkat pendidikan yang
dicapai anak-anaknya, begitu pula
sebaliknya apabila motiavasi dan perhatian orang tua terhadap tingkat pendidikan anak rendah, maka tingkat pendidikan yang dicapai anak akan rendah pula.
Dari hasil penelitian motivasi orang tua berada pada kategori sedang dan perhatian orang tua berada pada kategori kurang, dilihat dari frekuensi motivasi dan perhatian orang tua yaitu TCR variabel motivasi orang tua sebesar 70,93%, dan TCR variabel perhatian orang tua sebesar 64,36%.
Rendahnya motivasi dan perhatian yang diberikan orang tua terhadap
anak-anaknya maka dimungkinkan tingkat
pendidikan anak pun akan rendah, begitu pula sebaliknya tingginya motivasi dan perhatian yang diberikan orang tua terhadap
anak-anaknya maka tingkat pendidikan anak pun anak tinggi. Hal ini menggambarkan betapa pentingnya peran orang tua terhadap kelanjutan pendidikan anak, karena dengan adanya motivasi dan perhatian orang tua dapat menghilangkan kejenuhan anak dan
menambah semangat anak dalam
melaksanakan kegiatannya sebagai seorang pelajar karena ia merasa diperhatikan dan dibutuhkan keluarganya, orang tua selalu menginginkan supaya anaknya memiliki keadaan yang lebih baik dari keadaan orang
tuanya disemua bidang dan menjadi
kebanggaan bagi keluarga. Hal ini sesuai hasil penelitian penulis yang telah dilakukan di Desa Tanjung aro II, dimana motivasi dan perhatian orang tua sangat berpengaruh terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima
dengan tingkat kepercayaan 95
%.
Dari penjelasan tersebut dapat
disimpulkan bahwa motivasi dan perhatian orang tua secara bersama-sama dapat berpengaruh terhadap tingkat pendidikan anak. Oleh karena itu, untuk meningkatkan tingkat pendidikan anak dapat diupayakan
dengan meningkatkan motivasi dan
perhatian orang tua. Hal ini sesuai dengan teori bebarapa ahli.
PENUTUP
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Variabel pekerjaan orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendidikan anak si Desa Tanjung Aro II. Hal ini dibuktikan dengan nilai hasil uji
likelihood ratio menunjukkan bahwa
nilai hitung statistik X2 (0,608781) < X2 kritisnya (3,841), berarti terima Ho yang
berarti menerima menghilangkan
pekerjaan orang tua (X1). Maka variabel pekerjaan orang tua tidak dimasukkan ke
dalam model persamaan dalam
pengolahan data hasil penelitian. Selain itu, nilai koefisien regresi variabel pekerjaan orang tua (X1) diperoleh nilai
sebesar -0,643satuan bertanda negatif. Maka variabel orang tua (X1) tidak berpengaruh positif terhadap tingkat
pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II
.
2. Variabel motivasi orang tua berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung (10,835) >
ttabel (1,66216) dengan nilai koefisien
regresi sebesar 0,452 dan nilai signifikan 0,000 ≤ α=0,05 berarti apabila motivasi orang tua ditingkatkan sebesar satu satuan maka tingkat pendidikan anak
meningkat
sebesar 0,452 satuan.
3. Variabel perhatian orang tua
berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendidikan anak di Desa Tanjung Aro II. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung
(8,213) > ttabel (1.66216) dengan nilai
koefisien regresi sebesar 0,355 dan nilai signifikan sebesar 0,000 ≤ α=0,5 bearti apabila perhatian orang tua ditingkatkan
sebesar satu satuan maka tingkat
pendidikan anak akan meningkat sebesar 0,355 satuan.
4. Variabel motivasi dan perhatian oran tua mempunyai pengaruh signifikan terhadap tingkat pendidikan anak dengan nilai fhitung (137,313) > ftabel (3,10) dan sig
(0.000) ≤ α= 0,5 bearti Ha diterima dan
Ho ditolak. SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas penulis dapat memberikan saran atau masukan sebagai berikut:
1. Bagi orang tua siswa hendaknya selalu memberikan motivasi kepada anaknya baik motivasi berupa moral maupun spiritual.
2. Orang tua harus mampu mengerti kemauan, kebutuhan dan potensi anak yang berhubungan dengan pendidikan anak demi tercapainya harapan bersama. Seperti seragam, sepatu, buku dan kebutuhan pokok belajar lainnya. 3. Bagi orang tua diharapkan mampu
memberikan petunjuk untuk membantu mengurangi kesulitan atau masalah yang
dialami anak ketika mengerjakan
tugasnya dari sekolah.
DAFTARPUSTAKA
Dakir. 2003. Dasar-Dasar Psikologi.
Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Dimyati dan Mudjiono. 2009. Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka
Hamalik, Oemar.2003. Kurikulum dan
Pembelajaran. Jakarta: Bumi Akasara cetakan ke IV.
Nachiyah, Siti. 2012. Pengaruh Pekerjaan
Orang Tua Terhadap Semangat Belajar Siswa di MI Nurul Hidayah Trenten Candimulyo Magelang. Skripsi.
Nasution, S. 2010. Sosiologi Pendidikan. Jakarta:Bumi Aksara.
Puspasari, Lia. 2009. Pengaruh Status
Ekonomi orang Tua Terhadap Minat Siswa Menengah Kejuruan Untuk Melanjutkan Studi Keperguruan Tinggi.Jurnal.
Rentandatu, Mayasari. 2013. Pengaruh
Motivasi Orang Tua Terhadap Kelanjutan Pendidikan Anak Ke Perguruan Tinggi di Desa deahe Kecamatan Siau Timur Kabupaten Sitaro. Jurnal.
Silalahi, Respida. 2014. Pengaruh Kondisi
ekonomi dan Peran Orang Tua Terhadap Minat Siswa SMP Melanjutkan Pendidikan di Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau. Jurnal
.
Soemanto, Wasty. 2006. Psikologi
Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. Jakarta: