• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN METODE JARIMATIKA DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA ANAK-ANAK USIA SEKOLAH DASAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENERAPAN METODE JARIMATIKA DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA ANAK-ANAK USIA SEKOLAH DASAR"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

287

PENERAPAN METODE JARIMATIKA DALAM UPAYA PENINGKATAN

HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA ANAK-ANAK

USIA SEKOLAH DASAR

Ummi Habibah1*, Zahra Fona2, Raudah2 1,2

Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl.Banda Aceh-Medan Km. 280 Buketrata-Lhokseumawe

*

Email:ummihabibah37@yahoo.co.id

Abstrak

Kegiatan pelatihan dengan judul ‘Metode belajar jarimatika bagi anak-anak Gampong Blang Punteuet’ dilaksanakan pada kelompok belajar Geulanggang mendapat sambutan yang serius dari peserta dan pengelola kelompok belajar tersebut,serta aparat Gampong setempat. Anak-anak usia Sekolah Dasar yang dijadikan sebagai sasaran kegiatan pelatihan ini dibedakan dalam dua kelompok belajar yaitu kelompok A dengan usia antara 6-9 tahun dan kelompok B dengan usia antara 10-12 tahun. Dalam kegiatan pelatihan ini akan diperkenalkan metode belajar jarimatika untuk kelancaran proses berhitung dengan menggunakan jari dalam operasi aritmatika baik tambah, kurang, dan kali. Sebelum dilaksanakan kegiatan pelatihan ini, peserta pelatihan menyelesaikan proses hitungan dengan menggunakan cara-cara lama. Sedangkan setelah kegiatan pelatihan ini berlangsung, peserta pelatihan mengetahui cara-cara berhitung menggunakan jari yang disebut dengan jarimatika yang lebih efektif dan efesien dalam menyelesaikan operasi aritmatika dan merekapun menggunakannya saat menyelesaikan preses perhitungan. Saat ini kegiatan ini masih terus dilanjutkan dan diharapkan ke depan, pengelola dan peserta kelompok belajar Geulanggang dapat dijadikan sebagai model dalam penerapan metode berhitung jarimatika kepada anak-anak usia SD yang ada di Gampong Blang Punteuet dalam menyelesaikan operasi aritmatika nantinya. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan pelatihan ini adalah terjadinya peningkatan nilai belajar berhitung pada anak usia (6-9) tahun sebesar 13 % dan untuk anak usia (10-12) tahun sebesar 31 % .

Kata kunci: Metode Jarimatika, peningkatan hasil belajar, matematika, anak-anak usia sekolah dasar

Pendahuluan

Peningkatan hasil belajar matematika peserta kelompok belajar Geulanggang sebagai mitra kegiatan pelatihan ini menjadi tujuan khusus pelaksanaan kegiatan ini. Peningkatan hasil belajar tersebut dapat dilihat pada berbagai bentuk perubahan-perubahan yang terjadi pada diri peserta dalam belajar, seperti perubahan-perubahan sikap, perubahan tingkah laku, serta perubahan aspek lain pada diri peserta.

Kelompok belajar Geulanggang sebagai mitra kegiatan pengabdian ini merupakan kelompok belajar yang didirikan untuk hal di atas. Peserta yang termasuk dalam kelompok belajar ini terdiri atas dua kelompok yaitu anak-anak usia 6–9 tahun sebagai kelompok A sebanyak 15 orang dan anak-anak usia 10–12 tahun sebagai kelompok B sebanyak 15 orang.

(2)

288 Dari hasil wawancara dengan pengelola kelompok belajar Gelanggang dalam pelaksanaan kegiatan belajar matematika peserta, peserta yang berkemampuan berfikir tinggi sanggup menghafal semua pelajarannya mengenai konsep-konsep yang eksak maupun yang tak eksak sedangkan ada sebagian dari mereka sangat menjadi beban yang berat seandainya hal tersebut terus dipaksakan. Pembelajaran matematika di sekolah dasar (SD) yang didominasi dengan proses hitungan menjadi sangat sulit untuk diajarkan pada peserta golongan tersebut seandainya metode yang sama terus digunakan.

Belajar berhitung dengan jari atau disebut dengan metode jarimatika dapat dijadikan salah satu cara untuk mengatasi hal di atas, dalam peningkatan hasil belajar matematika peserta kelompok belajar Geulanggang. Dimana dengan penerapan metode belajar berhitung dengan jarimatika dapat memproses pengaktifan dan pengkonstuktifan peserta dalam menyelesaikan masalah yang muncul sebagaimana mereka berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Hal tersebut akan membuat peserta aktif, tanpa aktifitas maka proses belajar tidak akan terjadi. Ditambah lagi, penggunakan cara-cara berhitung dengan jarimatika tidak akan memberatkan memori otak anak, karena metode ini hanya menggerak-gerakkan jari tangan saja dalam menyelasaikan operasi hitung tambah, kurang, kali, dan bagi.

Kegiatan pelatihan ini menjadi sangat perlu untuk mengaplikasikan metode berhitung jarimatika dalam mendukung kelangsungan pembelajaran dan kemandirian peserta agar mampu menemukan cara-cara mudah dan efektif dalam menguasai konsep-konsep ilmu pengetahuan [1,2]. Sesuai dengan kurikulum untuk pelajaran matematika di Sekolah Dasar yang didominasi dengan hitungan, artinya dengan mahir berhitung jarimatika ini dapat menjadikan peserta lebih percaya diri dalam belajar, sehingga menjadikan belajar matematika mereka khususnya menjadi mudah dan belajar menjadi berkualitas tentunya.

Mengingat hal di atas, peserta pelatihan dipentingkan untuk menguasai hitungan atau matematika. Apabila peserta menguasai matematika bisa dikatakan peserta tersebut dengan mudah bisa belajar ilmu lain. Yang menjadi kendala sekarang bagaimana supaya peserta bisa menguasai ilmu matematika tersebut dengan benar?

Dalam pencapaian target nantinya, peserta akan menggunakan metode berhitung jarimatika dalam melakukan operasi hitungan, baik pada penambahan, pengurangam, perkalian, dan pembagian. Berhitung dengan jari bisa selalu dipergunakan peserta dimanapun dan kapanpun mereka perlukan. Peserta tidak perlu risau dengan kemampuan berfikir mereka yang rendah. Peserta memiliki bekal yang alami dan sempurna diberikan Allah yang bisa mereka gunakan selamanya dan tak pernah ketinggalan zaman sampai kapan pun. Karena dengan jarimatika ini hanya menggunakan jari tangan sebagai alat bantu yang tak pernah disita dan akan pernah disita oleh petugas saat ujian berlangsung [3,4].

Metode

Solusi yang Ditawarkan. Dalam mendukung upaya-upaya yang dilakukan pengelola

kelompok belajar Geulanggang mitra pengabdian jarimatika ini dalam usaha pengembangan dan perberdayaan kualitas sumber daya manusia, maka kami dari staf pengajar Politeknik Negeri Lhokseumawe berinisiatif untuk mengadakan kegiatan pelatihan menggunakan metode jarimatika untuk berhitung pada peserta kelompok

(3)

289 belajar tersebut. Gambar 1 adalah lambang metode belajar jarimatika yang dikembangkan di Indonesia dewasa ini.

Gambar 1. Lambang jarimatika Indonesia

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi mitra kegiatan pengabdian ini. Pemilihan ide pelaksanaan kegiatan pelatihan metode jarimatika dalam berhitung disebabkan karena proses pembelajarannya sederhana, mudah dan menyenangkan. Diharapkan kegiatan ini dapat memotivasi peserta kelompok belajar untuk lebih mencintai dan senang dengan pelajaran matematika yang didominasi dengan hitungan .

Dilihat dari permasalahan yang dihadapi mitra, peserta kelompok belajar ini masih enggan/malas dan ada yang takut belajar matematika. Setelah diobservasi kendala tersebut karena mereka kurang mahir dalam operasi hitungan. Intinya peserta tidak mempunyai kesempatan yang cukup untuk meningkatkan kualitas belajar mereka menjadi sempurna. Padahal ditinjau dari semangat mereka, mereka sangat antusias dalam belajar.

Dalam rangka peningkatan kualitas belajar peserta kelompok belajar mitra kegiatan pengabdian jarimatika menjadi sempurna, banyak hal dilakukan diantaranya:

1. Memberikan penyuluhan kepada pengelola dan peserta kelompok belajar mitra kegiatan pengabdian ini tentang pentingnya pendidikan dan belajar matematika. 2. Memberikan pelatihan pengenalan berhitung metode jarimatika kepada peserta

mitra kegiatan pengabdian ini.

3. Memberikan pelatihan cara-cara berhitung metode jarimatika kepada peserta mitra kegiatan pengabdian ini.

4. Mengevaluasi belajar berhitung dengan metode jarimatika peserta mitra kegiatan pengabdian ini.

Kerangka Pemecahan Masalah. Permasalahan peningkatan kualitas sumber daya

manusia di Gampong Blang Punteuet memerlukan penganan yang serius dari berbagai pihak. Hal tersebut dimulai dari peningkatan hasil belajar pada anak-anak usia Sekolah Dasar. Upaya-upaya sosialisasi dari berbagai pihak perlu terus dilakukan dan dilaksanakan di Gampong-gampong ataupun di desa-desa.

Dalam kegiatan pelatihan metode belajar jarimatika bagi anak-anak Gampong Blang Punteuet, pemberian materi terkait cara-cara melakukan perhitungan dengan jari dilakukan setelah diuji tes kemampuan awal (pretes) pada kedua kelompok peserta. Di akhir kegiatan juga dilakukan uji tes kemampuan akhir (postes) untuk melihat tingkat kecapaian penguasaan materi yang telah diberikan.

(4)

290

Realisasi Pemecahan Masalah. Mengingat usia anak-anak sekolah dasar mulai dari

6-12 tahun, kegiatan ini dibedakan dalam dua kelompok belajar yaitu anak-anak usia 6- 9 tahun sebagai kelompok A dan anak-anak usia 10-12 tahun sebagai kelompok B. Pembagian kelompok tersebut berdasarkan dengan masa-masa perkembangan anak. Pelatih menjelaskan bagaimana cara-cara menyelesaikan operasiaritmatika dengan menggunakan metode jarimatika, dimulai dari perkenalan formasi jari tangan dalam berhitung. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi tentang cara-cara menyelesaikan operasi tambah, kurang, dan kali saja, tidak dilanjutkan dengan operasi bagi karena kegiatan ini masih permulaan atau baru bagi mereka.

Demonstrasi terus dilakukan sepanjang kegiatan berlangsung, kepada peserta diminta untuk mengikuti atau mengacungkan jari tangan mereka mengikuti instruksi dari tutor yang memandu. Kemudian kepada masing-masing peserta juga diminta untuk menyelesaikan operasi yang diberikan dengan metode jarimatika

Khalayak Sasaran. Kegiatan pelatihan ini ditujukan bagi anak-anak usia sekolah

dasar di Gampong Blang Punteuet yang diterapkan pada anak-anak kelompok belajar Geulanggang. Kegiatan pelatihan ini guna memberdayakan anak-anak agar memiliki ketrampilan atau keahlian dalam hal menguasai metode berhitung jarimatika untuk mempermudah menyelesaikan operasi tambah, kurang, dan kali.

Metode Pelaksanaan

Tahapan pelaksanaan kegiatan pelatihan metode berhitung jarimatika dalam upaya peningkatan kualitas hasil belajar peserta kelompok belajar Geulanggang meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Rincian tahap demi tahapnya sebagai berikut:

Tahap Perencanaan

1. Analisis standar kompetensi dan kompetensi dasar yang berlaku dalam pembelajaran matematika yang didominasi hitungan di Sekolah Dasar.

2. Berdasarkan analisis tersebut kemudian akan direncanakan untuk menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mengingat usia peserta kelompok belajar Geulanggang yang bervariasi, diperlukan perencanaan yang mantap dalam penyusunan RPP untuk operasi hitungan sesuai dengan usia peserta.

Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan pembelajaran menggunakan motode berhitung jarimatika dalam operasi hitungan merupakan wujud nyata dari langkah-langkah yang telah direncanakan. Tahap ini meliputi:

1. Kegiatan awal yang dilakukan adalah pengenalan dengan peserta untuk meningkatkan antuisme dan motivasi belajar peserta.

2. Penyampaian tujuan dan indikator kegiatan pengabdian ini dan penjelasan tentang metode belajar yang akan dilaksanakan.

3. Pengujian kemampuan awal peserta tentang kemampuan berhitung atau pretes sebagai langkah awal mengukur keberhasilan kegiatan ini.

4. Kegiatan inti yaitu pelaksanaan belajar berhitung dengan jari atau jarimatika dengan penjelasan menggunakan jari tangan atau formasi dasar dalam operasi hitungan penjumlahan dan pengurangan, perkalian dan pembagian.

(5)

291 6. Diberikan soal-soal tes untuk memantau hasil belajar peserta dan tugas-tugas

untuk diselesaikan di rumah.

Tahap Evaluasi

Tahap evaluasi dimaksud untuk memantau respon peserta terhadap kegiatan ini. 1. Evaluasi dilakukan secara langsung dengan mengobservasi terhadap semua

kegiatan peserta selama mengikuti pelatihan ini

2. Wawancara langsung dengan peserta setelah kegiatan ini selesai dilaksanakan. 3. Dilaksanakan evaluasi hasil dalam bentuk tes akhir (postes) dalam menentukan

keberhasilan belajar peserta.

Pembahasan

Dalam pelaksanaannya, anak-anak usia SD dibedakan dalam dua kelas, yaitu kelompok A untuk anak usia 6-9 tahun dan kelompok B untuk anak usia 10-12 tahun. Perbedaan kelompok tersebut berdasarkan dengan masa-masa perkembangan anak menurut Suryobroto (Djamarah, 2002) yaitu: masa-masa kelas rendah kira-kira usia 6 atau 7 tahun - 9 atau 10 tahun dan masa-masa kelas tinggi usia 9 atau 10 tahun -12 atau 13 tahun. Berikut data-data hasil belajar peserta ke dua kelompok selama kegiatan pelatihan berlangsung.

Tabel 1: Rata-rata hasil belajar anak-anak peserta pelatihan jarimatika

No Kelompok A Kelompok B

pretes Postes pretes postes

1 80 100 80 100 2 80 90 70 100 3 60 80 80 90 4 70 80 50 100 5 90 100 40 90 6 100 100 60 100 7 60 70 90 100 8 90 100 90 100 9 50 70 30 100 10 50 70 80 90 11 100 100 80 90 12 80 80 80 90 13 70 70 80 70 14 80 100 80 100 15 100 100 100 100

Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini berjalan lancar dan mendapat sambutan antusias dari pengelola dan peseerta kelompok belajar Geulangang dan aparat Gampong Blang Punteuet. Sebanyak 17 peserta yang mengikuti untuk katagori kelompok A dan 15 peserta untuk katagori kelompok B. Dalam pengujian nantinya dipilih 15 peserta tiap kelompok untuk keperluan analisa.

Dari hasil kegiatan pelatihan yang dilakukan masing-masing pada 15 orang anak dengan masa-masa usia berbeda, sesuai dengan data di table 1, kelompok A memiliki nilai rata-rata hasil belajarnya pada pretes adalah 77,4, sedangkan setelah kegiatan berlangsung terjadi peningkatan menjadi 87,4 yaitu untuk nilai rata-rata pada

(6)

292 postesnya. Artinya terjadi peningkatan kualitas belajar matematika dalam hal perhitungan pada anak usia (6-9) tahun sebelum dan sesudah penggunaan metode jarimatika sebesar 13 %.

Untuk anak usia kelompok B, memiliki nilai rata-rata hasil belajarnya pada pretes adalah 72,7, sedangkan untuk nilai rata-rata pada postesnya terjadi peningkatan menjadi 94,7. Artinya terjadi peningkatan kualitas belajar matematika dalam hal perhitungan untuk anak usia (10-12) tahun sebelum dan sesudah penggunaan metode jarimatika sebesar 31 % .

Diskripsi dari data hasil belajar anak-anak usia SD untuk dua masa perkembangannya dapat dijabarkan sesuai dengan tabel 2 berikut, yaitu: pada kelompok B terjadi peningkatan hasil belajar yang sangat tinggi setelah pelaksanaan kegiataan pelatihan yaitu 134 % pada nilai terendahnya atau minimum. Anak-anak usia 10 - 12 tahun bisa lebih atau cepat memahi materi berhitung jarimatika mengingat masa belajar mereka yang lebih banyak dibandingkan dengan anak-anak usia 6-9 tahun yang didominasi dengan anak-anak usia 7 tahun. Perubahan tingkat penguasaan materi metode jarimatika pada anak-anak dapat dilihat pada diskripsi tabel 2 berikut.

Berdasarkan hasil diskripsi data tabel 2 terhadap masing-masing kelompok belajar A dan B, dapat disimpulan bahwa pada kelompok A, hasil tes belajar berhitung sebelum dan sesudah menggunakan metode jarimatika diperoleh nilai terendah dari 50 meningkat menjadi 70 atau terjadi perubahan sebesar 40 % dan nilai tertingginya tetap 100 sehingga terjadi penurunan pada range (jangkauan) dari 50 menjadi 30. Untuk kelompok B, hasil tes belajar berhitung sebelum dan sesudah menggunakan metode jarimatika diperoleh nilai terendah dari 30 meningkat menjadi 70 atau terjadi perubahan sebesar 134 % dan nilai tertingginya tetap 100 sehingga terjadi penurunan pada range (jangkauan) dari 70 menjadi 30.

Tabel 2. Diskripsi data hasil penelitian

Deskripsi Kelompok A Kelompok B

Pretes Postes pretes Postes

Rata-rata 77,4 87,4 72,7 94,7 Median 80 90 80 100 Modus 80 100 80 100 Range 50 30 70 30 Mínimum 50 70 30 70 Maksimum 100 100 100 100

Selama kegiatan pelatihan berlangsung, peserta pelatihan mengikutinya dengan serius bagaimana cara-cara berhitung menggunakan jari atau disebut jarimatika dalam menyelesaikan operasi aritmatika baik tambah, kurang, dan kali. Peserta melakukannnya dengan gembira saat menggerak-gerakkan jari tangan mereka dalam menyelesaikan operasi aritmatika. Kegiatan tersebut dapat memproses pengaktifan peserta dalam menyelesaikan masalah yang muncul sebagaimana mereka berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Ditambah lagi peserta semuanya senang melakukannya karena tidak memerlukan keahlian tertentu dalam penggunaannya. Hal tersebut menyebabkan semua peserta bisa melakukannnya tanpa memberatkan memori otak peserta.

(7)

293

Kesimpulan

Ada beberapa kesimpulan yang berkenaan dengan penerapan metode jarimatika dalam proses pembelajaran berhitung pada anak usia sekolah dasar di Gampong Blang Punteuet antara lain:

1. Belajar berhitung dengan metode jarimatika akan memberikan visualisasi proses berhitung sehingga akan membuat anak mudah untuk melakukannya.

2. Dengan menggerak-gerakkan jari tangan akan menarik minat anak dalam belajar sehingga mereka akan melakukannnya dengan gembira.

3. Terjadi peningkatan kualitas belajar berhitung anak usia (6-9) tahun setelah penggunaan metode jarimatika sebesar 13 %.

4. Terjadi peningkatan kualitas belajar berhitung untuk anak usia (10-12) tahun sesudah penggunaan metode jarimatika sebesar 31 % .

Referensi

[1] Wulandani, S. P., 2007, Jarimatika Perkalian dan Pembagian, Kawan Pustaka, Jakarta [2] Jafar, Muhammad, 2011, Cara cepat berhitung beragam variasi metode baru: Arithmetic

Jarimatika, wiyata karya pustaka, Yogyakarta.

[3] http://jarimatika-pusat.com/jarimatika. Diakses tanggal 27 Junu 2013 [4] Hurlock, Elisabeth, B., 1980, Psikologi perkembangan, Erlangga, Jakarta

Gambar

Gambar 1. Lambang jarimatika Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini menggunakan uji regresi linier sederhana dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara new media terhadap motivasi berdonasi melalui Rumah

Individu dengan overconvidence yang tinggi percaya bahwa pengetahuan yang dimiliki sudah cukup untuk mengambil keputusan berinvestasi yang mendatangkan return

Penjelasan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 selanjutnya menjelaskan bahwa, akreditasi puskesmas dilakukan sebagai upaya dalam meningkatkan mutu pelayanan dan

Sumber : Lampiran Hasil Olahan SPSS Karena variabel X1 yaitu variabel disiplin kerja memiliki nilai korelasi parsial tertinggi yaitu sebesar 0,968 dibandingkan dengan

Simpulan dari penelitian yang dilakukan adalah teknologi QR Code telah berhasil diimplementasikan pada sistem input SKKM dalam bentuk website serta menggunakan algoritma Advanced

Hal ini selaras dengan teori yang menyatakan respon pesantren terhadap modernisasi pendidikan Islam dan perubahan-perubahan sosial ekonomi yang berlangsung dalam masyarakat

Ulin mempunyai banyak keunggulan diantaranya (1) kayunya sangat kuat dan sangat awet, digolongkan Kelas Kuat 1 dan Kelas Awet 1, (2) memiliki kemampuan bertunas