KEDUDUKAN KETETAPAN MPR DALAM HIERARKI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA
Teks penuh
Dokumen terkait
“Penjelasan Pasal 7 ayat (1) ini menyebutkan „ Yang dimaksud dengan Ketetapan MPR adalah Ketetapan MPRS dan Ketetapan MPR yang masih berlaku sebagaimana Pasal 2
Undang-Undang yang dibuat oleh penguasa yang lebih tinggi akan mempunyai kedudukan lebih tinggi maka TAP MPR secara teoritis akan lebih cocok setara dengan
Kedua, bertentangan dengan teori penjenjangan norma dari Hans Kelsen karena kedudukan MPR yang tidak lagi menjadi lembaga negara tertinggi. mengakibatkan
Kenyataan lembaga MPR sudah sejajar dengan lembaga tinggi negara lain yang berimplikasi pada kewenangan MPR dalam mengeluarkan TAP MPR, maka dalam Pasal 1 aturan tambahan UUDNRI 1945,
Adapun dasar pertimbangan hukum masuknya ketetapan MPR dalam hierarki peraturan perundang-undangan dan berlakunya Ketetapan MPR dalam sistem ketatanegaraan
Hasil penelitian ini menyimpulkan, pertama, meskipun MPR tidak lagi berwenang mengeluarkan produk hukum Ketetapan MPR tetapi masih ada 3 (tiga) TAP MPR yang dinyatakan
Dengan kata lain, sesuai dengan tujuan dibentuknya mahkamah konstitusi sebagai lembaga yang didesain untuk melaksanakan fungsi constitusional review dimana Tap MPR
XI/MPR/1998 Tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme, merupakan salah satu ketetapan MPR/S yang masih berlaku dalam