• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

35

4.1 Sejarah Singkat Perusahaan

PT. Mabua Harley-Davidson adalah dealer resmi yang mempunyai hak untuk menjual produknya di Indonesia. Didirikan pada tahun 1997 oleh pengusaha Indonesia bernama Soetikno Soedarjo yang juga sebagai pimpinan dari MRA (Mugi Reksa Abadi) Group; perusahaan yang sudah berjasa membawa produk-produk kelas satu seperti Ferrari, Maseratti, Hardrock Restaurant, Hagen-Daaz ice-cream, dan juga beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang media seperti majalah Cosmopolitan, Harper’s Bazaar dan HardRock FM.

Dasar pendirian PT. Mabua Harley-Davidson di Indonesia adalah ingin mewujudkan impian para pecinta sepeda motor Harley-Davidson di Indonesia dengan menawarkan produk, aksesoris asli, pelayanan yang memuaskan serta memfasilitasi komunitas para pecinta Harley-Davidson di Indonesia.

PT. Mabua Harley-Davidson menjalankan 2 (dua) dealers utama yang berada di Bali (dibawah nama Dewata Harley-Davidson) dan di Jakarta (Kantor Pusat yang terletah di T.B. Simatupang) dengan 3 (tiga) buah outlet pendukung (Automall SCBD, Kelapa Gading dan PIM 2).

Dalam rangka meningkatkan penjualan serta layanan bagi konsumen terhadap sepeda motor Harley-Davidson, PT. Mabua Harley-Davidson menerapkan strategi yang unik yaitu experience strategy, dimana konsumen bisa melakukan test-ride

(2)

dengan sepeda motor pilihannya yang disesuaikan dengan selera pengendara motor tersebut. Dengan cara itu, para calon pembeli ataupun calon pelanggan diharapkan dapat merasakan kepuasan tersendiri sebelum mereka memutuskan untuk membeli sepeda motor tersebut.

4.1.1 Visi dan Misi PT. Mabua Harley-Davidson

Visi : “ Menjadi market leader di Indonesia dengan menyediakan standard kualitas pelayanan yang sangat baik bagi pelanggannya di area layanan purna jual, pilihan sepeda motor terbaik, memiliki suku cadang dan aksesoris asli yang lengkap dan atribut asli yang beragam. “

Misi: “Menjadi yang terdepan sebagai perusahaan pemegang hak paten penyalur sepeda motor Harley-Davidson di Indonesia dengan mengusung nilai kepercayaan yang diberikan oleh stakeholders dengan selalu menyediakan produk terbaik yang didistribusikan kepada tiap outlet dan mengedepankan kepuasan pelanggan dengan harga yang terjangkau.”

(3)

4.1.2 Struktur Organisasi

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Perusahaan

4.1.3 Tugas dan Wewenang

Dalam menjalankan fungsi organisasi dalam rangka menjalankan proses bisnis di PT. Mabua Harley-Davidson Indonesia, berikut ini adalah tugas dan wewenang dari struktur organisasi di perusahaan tersebut:

1. Managing Director: Bertanggung jawab atas segala aktivitas perusahaan

secara keseluruhan dengan selalu mengontrol aktivitas perusahaan dari mulai tingkat paling atas sampai paling bawah.

2. General Sales Manager: Bertanggung jawab atas semua aktivitas penjualan

di semua outlet yang ada di Indonesia dan selalu berkomunikasi dengan pihak Davidson Amerika dalam hal impor produk – produk Harley-Davidson.

(4)

3. General Manager Operation: Bertanggung jawab atas semua kegiatan operasi di setiap outlet di Indonesia, memberikan rekomendasi kepada Managing Director apabila perusahaan tersebut ingin membuka outlet baru. 4. Financing & Accounting: Mencatat dan menganalisa laporan keuangan di

perusahaan serta memberikan rekomendasi keuangan kepada Managing Director mengenai alternatif keuangan yang paling baik di PT. Mabua Harley-Davidson Indonesia.

5. Human Resources Development: Merekrut calon karyawan dan memberikan pelatihan kepada karyawan serta mendesain sistem penggajian kepada para karyawan secara baik.

6. Purchasing: Melakukan pemesanan produk secara tepat dan cepat (special

order/ periodically order) kepada Harley-Davidson Motor Company. di

Amerika serikat serta menganalisa produk apa saja yang paling laku terjual di pasaran dan produk apa saja yang harus dikurangi persediaannya.

7. Warehouse: Bertugas melakukan perhitungan/ rekapitulasi terhadap produk yang Harley-Davidson di setiap outlet dan juga di gudang serta menjaga pemeliharaan agar produk yang akan dijual selalu dalam keadaan prima. 8. Parts & Accessories: Bertugas memberikan rekomendasi kepada pelanggan

yang sudah mempunyai motor jika pelanggan ingin memodifikasi motornya, memberikan solusi teknis kepada pelanggan jika mereka mempunyai masalah dengan motornya.

9. Motorcycles Sales: Menjadi tula ng punggung dalam aktivitas penjualan di setap outlet di Indonesia dengan selalu mengutamakan kepuasan bagi

(5)

pelanggan baik kepada calon pembeli dan pembeli yang sudah ada (after sales

service)

10. Customer Relationship Management: Selalu memelihara hubungan baik dengan pelangaan dengan melakukan pendekatan secara perorangan, sehingga pelanggan merasa diperlakukan secara istimewa selain itu, Customer

Relationship Management juga bertugas untuk mengajukan kepada pihak

perusahaan untuk mengadakan kegiatan bagi pecinta Harley-Davidson

(Harley Gathering).

4.1.4 Outlet Kelapa Gading PT. Mabua Harley-Davidson Indonesia Dalam rangka untuk meningkatkan penjualan sepeda motor Harley-Davidson di Indonesia, maka pada bulan April 2003 , PT. Mabua Harley-Davidson Indonesia membuka outlet yang ke-3 yang terletak di Kelapa Gading. Seperti diketahui sebelumnya bahwa PT. Mabua Harley-Davidson Indonesia mempunyai dua outlet terdahulu, yaitu outlet Fatmawati (sekarang Outlet T.B. Simatupang) dan outlet Automall SCBD, outlet yang terakhir yang didirikan adalah terletak di Pondok Indah Mall 2 (outlet teakhir yang diresmikan setelah pendirian outlet Kelapa Gading).

Produk-produk yang ditawarkan di setiap outlet ialah hampir sama dimana setiap outlet: menjual sepeda motor, suku cadang, aksesoris dan layanan purna jual, sehingga para calon konsumen, pencinta sepeda motor Harley-Davidson dan konsumen terdahulu hampir dapat dipastikan tidak mengalami masalah ketika ingin mendapatkan produk tersebut. Hal itulah yang menyebabkan dari waktu ke waktu setiap outlet selalu mengalami peningkatan dalam hal penjualan produk.

(6)

Tetapi lain halnya dengan outlet Kelapa Gading, outlet yang didirikan di kawasan strategis jika dilihat dari perputaran uang di kawasan Jakarta Utara, semula diperkirakan akan mampu mendongkrak angka penjualan (sepeda motor, suku cadang, aksesoris) Harley-Davidson. Tetapi pada kenyataannya, angka penjualan produk Harley-Davidson tidak mengalami peningkatan yang berarti dan lebih ironisnya lagi outlet Kelapa Gading adalah outlet dengan angka penjualan yang paling rendah dibandingkan outlet lainnya (T.B. Simatupang dan Automall) dan terakhir (Pondok Indah Mall 2) yang didirikan oleh PT. Mabua Harley-Davidson Indonesia, sedangkan seperti diketahui sebelumnya bahwa kawasan Kelapa Gading adalah kawasan yang cukup baik untuk meraih pangsa pasar baru dan tentu saja diharapkan dapat meraih keuntungan yang lebih dari outlet-outlet yang lain.

(7)

4.2 Analisa SWOT dan Bauran Pemasaran (Tempat, Produk,

Promosi, Harga)

Tabel 4.1 Matrix SWOT Outlet Kelapa Gading

S

W

PRODUCT PRICE

O

Harley-Davidson adalah produk dengan merek yang sudah dikenal oleh masyarakat internasional.

Harga yang ditawarkan untuk sebuah sepeda motor masih tergolong sangat mahal, hal ini terkait dengan tarif impor yang tinggi dan juga pajak kepemilikan sepeda motor.

PLACE PROMOTION

T

Banyak orang percaya bahwa Kelapa Gading merupakan tempat strategis untuk menjual produk karena merupakan wilayah dengan perputaran uang yang sangat tinggi.

Mabua Harley-Davidson tidak memaksimalkan fungsi dari

promosinya dengan baik, sehingga selalu mengalami kesulitan dalam menarik konsumen baru.

Dalam melakukan pembahasan mengena i outlet Kelapa Gading, kami melakukan pendekatan analisa SWOT dalam pembahasan Bauran Pemasaran (4P), sehingga dapat terlihat aspek-aspek yang berkaitan dengan strategi pemasaran. 1. Produk (Product)

Produk yang ditawarkan oleh outlet ini adalah adalah produk-produk yang dihasilkan oleh Harley-Davidson Motor Company, yaitu sepeda motor berkualitas tinggi beserta kelengkapan pendukungnya seperti suku cadang, aksesoris, produk pakaian dan juga layanan purna jual yang sangat memadai.

(8)

Produk-produk yang ditawarkan oleh outlet ini semua memiliki reputasi yang sangat kuat sebagai produk berkualitas tinggi dengan karakteristik yang sangat unik dan tidak dapat dibandingkan dengan merek- merek produk sejenis. Hampir semua orang mengetahui sepeda motor Harley-Davidson dan gaya hidup yang dibawanya.

Karakter inilah yang membawa produk Harley-Davidson Motor Company sebagai salah satu kekuatan (strengths) yang membuka peluang (opportunities) untuk melakukan penjualan di Outlet Kelapa Gading.

2. Harga (Price)

Dalam memasarkan produknya, PT. Mabua Harley-Davidson menerapkan standar harga yang sama untuk semua produknya dan hal ini juga berlaku untuk setiap outletnya. Perusahaan ini memiliki pricing structure yang cukup kuat sehingga harga jualnya cukup bersaing.

Namun, dikarenakan semua barang yang dijual di PT. Mabua Harle y-Davidson adalah barang-barang import, harga banderol yang ditawarkan terasa sangat tinggi. Hal ini terutama dirasakan pada harga yang ditawarkan untuk unit sepeda motor Harley-Davidson. Meskipun sudah melalui proses CKD (Completely Knock

Down) yang dilakukan untuk menekan nilai bea masuk, namun harga tersebut masih

dirasa cukup tinggi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Hal ini menyebabkan harga yang ditawarkan menjadi salah satu kelemahan (weaknesses) yang ada di PT. Mabua Harley-Davidson. Namun di lain pihak, harga yang cukup melambung ini menjadi salah satu peluang (opportunities) untuk masuk ke dalam calon-calon pelanggan yang mengejar nilai eksklusif dan juga kebanggaan.

(9)

Sehingga masih ada peluang yang dapat dipergunakan dalam hal harga jual yang ditawarkan.

3. Tempat (Place)

Untuk melebarkan sayap dalam usaha penjualan, PT. Mabua Harley-Davidson membuka outlet Kelapa Gading aga r dapat menjangkau target pasar yang ada di Jakarta Utara dan sekitarnya. Pemilihan Kelapa Gading sebagai lokasi pilihan bukanlah tanpa sebab. Tempat dengan tingkat perputaran uang yang cukup besar dan daya beli konsumen yang cukup tinggi dinilai sebagai salah satu alasan untuk membuka outlet di Kelapa Gading.

Namun, dengan lokasi yang berbeda, terdapat perbedaan dalam pola konsumerisme yang ada di daerah Kelapa Gading. Calon konsumen yang ada di daerah itu lebih sering berinteraksi dengan dunia otomotif roda empat, khususnya mobil- mobil sport dan juga mobil mewah. Akibatnya, gaung keberadaan Harley-Davidson di Kelapa Gading belum mendapatkan perhatian maksimal dari calon konsumennya.

Hal inlah yang membuat Kelapa Gading sebagai lokasi yang sangat kuat (strengths) untuk dijadikan sebagai tempat usaha, namun juga menjadikan sebuah ancaman (threats) jika tidak dimanfaatkan dengan tepat.

4. Promosi (Promotion)

Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam memasarkan suatu produk adalah promosi. Hal inilah yang dirasa kurang dalam menyokong outlet Kelapa Gading dalam mencari keuntungan.

(10)

Meskipun dengan banyaknya acara yang diadakan oleh outlet tersebut, sepertinya belum mampu menarik perhatian dari para calon konsumen baru yang ada di daerah Jakarta utara dan sekitarnya. Ramainya suatu acara yang sedang berlangsung hanyalah efek dari konsumen-konsumen lama PT. Mabua Harley Davidson yang diajak oleh pembuat acara untuk mengunjungi outlet yang berada di Kelapa Gading tersebut.

Kekurangan inilah yang dirasa belum mampu untuk membuka market baru yang ada di Kelapa Gading, dan menjadikannya sebagai kelemahan (weaknesses) dari outlet ya ng berada di Kelapa Gading tersebut. Hal ini merupakan ancaman (threats) bagi keberadaan Outlet Kelapa Gading, yang harus segera ditanggapi lebih lanjut.

4.3 Pengumpulan Data Primer

Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara membagikan kuisioner sebanyak 200 (dua ratus) lembar kepada responden secara acak, dengan maksud agar

tools pada kuisioner tersebut dapat membantu memberikan informasi yang diperlukan dalam melakukan analisa.

Analisa ini terbagi menjadi 4 (empat) bagian sesuai dengan kuisioner yang dibagikan, yaitu :

1. Mengenai data-data responden secara umum. 2. Mengetahui arah minat responden.

3. Mengenai keberadaan merek Harley-Davidson bagi responden. 4. Mengenai keberadaan outlet Kelapa Gading dikalangan responden.

(11)

JENIS KELAMIN RESPODEN

Pria; 89.50% Wanita; 10.50%

Tujuan dari analisa ini adalah untuk mendapatkan informasi dari responden mengapa pada outlet tersebut mengalami persentase penjualan yang lebih rendah dibandingkan dengan outlet-outlet Harley-Davidson lainnya.

4.3.1 Data Responden Secara Umum

Agar hasil analisa dapat mengenai sasaran dengan tepat, maka perlu diketahui data umum dari responden yang mengisi kuisioner tersebut.

(12)

USIA RESPONDEN

25h-32th; 65.00% 33th-40th; 25.50% 41th-47th; 9.50% PENDIDIKAN RESPONDEN SMU & setingkat; 7.00% Diploma; 8.50% S1; 68.50% S2 dan lebih tinggi; 16.00%

Gambar 4.4 Usia Responden

Pada Gambar 4.3 dan 4.4 menunjukkan bahwa responden yang mengisi kuisioner ini dominan adalah kaum pria dalam usia yang produktif, karena menurut kami mereka adalah target market yang pantas untuk Harley-Davidson.

(13)

PEKERJAAN RESPONDEN 26% 40% 30% 2% 2% Pelajar/mahasiswa Pegawai Wiraswasta Ibu Rumah Tangga Tidak / Belum bekerja

PENGELUARAN RESPONDEN 31% 46% 21% 2% 1.5jt-2.5jt 2.6jt-5jt 5.1jt-10jt 10jt>

Gambar 4.6 Pekerjaan Responden

Pada Gambar 4.5 dan 4.6 Responden dominan adalah para pegawai dan pengusaha dengan latar belakang yang memadai, sehingga mereka dapat memberikan tanggapan yang positif untuk kuisioner ini.

(14)

DOMISILI RESPONDEN 10.50% 9.00% 56.00% 13.50% 7.50% 3.50% Selatan Barat Utara Timur Pusat Luar Jakarta

Pada Gambar 4.7 menunjukkan tingkat rata-rata pengeluaran per bulan dari para responden, yang menunjukkan tingkat kemampuan belanja mereka setiap bulannya.

Gambar 4.8 Domisili Responden

Pada Gambar 4.8 menunjukkan domisili/ tempat tinggal responden yang mengisi kuisioner yang dikhususkan kepada responden yang berdomisili di daerah Jakarta Utara.

4.3.2 Minat Responden

Di dalam analisa ini, penulis ingin mengetahui hal- hal umum dari responden seperti aktivitas mereka di waktu luang, hobi, alokasi uang lebih dan ketertarikan responden pada dunia otomotif.

(15)

ALOKASI UANG BERLEBIH RESPONDEN Ditabung 40% Investasi 36% Lainnya 1% Konsumsi hobi 18% Konsumsi harian 5% 21.92%23.29% 32.42% 10.05%12.32% 0.00% 5.00% 10.00% 15.00% 20.00% 25.00% 30.00% 35.00%

AKTIVITAS RESPONDEN PADA WAKTU LUANG

Pergi berlibur ke luar kota

Menikmati hiburan dalam kota

Berkumpul bersama teman-teman

Menghabiskan waktu di rumah

Olahraga

Gambar 4.9 Aktivitas Responden Pada Waktu Luang

(16)

RESPONDEN TERTARIK DUNIA OTOMOTIF

Y a 89% Tidak

11%

Gambar 4.9 dan 4.10 menunjukkan kegiatan responden di waktu luang, dimana dapat terlihat aktifitas mereka di luar lingkungan kerja dan juga alokasi uang berlebih para responden.

Dalam menghabiskan waktu luang, para responden sebagia n besar memilih untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman sepergaulan mereka. Setelah itu, para responden memilih untuk menikmati hiburan dalam kota yang mungkin mereka lakukan di waktu akhir pekan. Di peringkat berikutnya, barulah para responden memilih untuk berlibur ke luar kota.

Untuk masalah alokasi dana berlebih yang mereka miliki, para responden cenderung untuk menabung uang mereka ataupun digunakan untuk investasi. Jika nominal itu masih mencukupi, barulah para responden tersebut mengalokasikan dana tersebut untuk konsumsi hobi mereka.

(17)

ORIENTASI MINAT OTOMOTIF RESPONDEN 26.32% 23.16% 14.21% 3.16% 20.52% 2.63% 8.95% 1.05% Mobil sport Mobil kompetisi Sepeda motor sport Sepeda motor offroad Mobil mewah Mobil offroad Sepeda motor besar Lainnya

HOBI RESPONDEN YANG TIDAK TERTARIK OTOMOTIF

16.67% 19.44% 8.33% 30.56% 13.89% 11.11% Olahraga Travelling adventure Belanja Musik Lainnya Gambar 4.12 Orientasi Minat Otomotif Responden

Gambar 4.13 Hobi Responden Yang Tidak Tertarik Otomotif

Gambar 4.11, 4.12, dan 4.13 menjabarkan tentang minat para responden terhadap dunia otomotif. Untuk penjabaran lebih lanjut dapat terlihat penjabaran tentang orientasi dari dunia otomotif yang menjadi pilihan para responden. Sebagai pembanding, dapat terlihat juga persentase hobi responden yang tidak tertarik dengan dunia otomotif.

(18)

Hampir sebagian besar responden yang kami temui tertarik dengan hobi otomotif. Yang menarik untuk dipelajari adalah orientasi hobi otomotif tersebut dominan berputar di dunia roda empat. Hal ini dapat dilihat dari pilihan mobil sport, mobil kompetisi dan juga mobil mewah yang mendominasi hobby otomotif responden kami di kelapa gading.

Bagi sebagian kecil dari responden kami yang tidak tertarik dengan dunia otomotif, kegiatan seperti belanja dan juga traveling merupakan pilihan utama dalam menghabiskan waktu.

4.3.3 Mengenai Harley Davidson

Apakah semua responden mengetahui tentang merek Harley-Davidson? Disini kita berusaha mengetahui seberapa besar responden mengetahui mengenai keberadaan Harley-Davidson, seperti apa yang diketahui oleh responden tentang Harley-Davidson, model- model sepeda motor Harley-Davidson, apakah responden tertarik untuk mencoba mengendarainya, bahkan membeli sepeda motor Harley-Davidson dan berapa harga yang sesuai untuk sebuah sepeda motor Harley-Harley-Davidson.

(19)

RESPONDEN MENGENAL HARLEY-DAVIDSON

96% 4%

Ya Tidak

YANG DIKETAHUI TENTANG HARLEY-DAVIDSON

39.53% 19.52% 16.67% 14.76% 9.52% 0.00% 5.00% 10.00% 15.00% 20.00% 25.00% 30.00% 35.00% 40.00% 45.00%

Motor Besar Motor Touring Motor Classic Motor Mahal Motor Mewah Gambar 4.14 Responden Mengenali Harley-Davidson

(20)

YANG DIKENAL RESPONDEN DARI HARLEY-DAVIDSON Sepeda motornya; 55.28% Gaya berpakainnya; 23.12% Para pengendaranya; 13.06% Gaya hidupnya; 8.54%

Gambar 4.16 Yang Dikenal Responden Dari Harley-Davidson

Gambar 4.14, 4.15 dan 4.16 menunjukkan tentang tingkat pengenalan para responden tentang merek Harley-Davidson, apa persepsi mereka tentang merek tersebut dan juga apa yang mereka paling ketahui tentang merek tersebut.

Mayoritas dari responden yang membantu kami dalam penelitian ini mengenal merek Harley-Davidson. Mereka menganggap merek tersebut sangat identik dengan sepeda motor besar dan juga lazimnya sepeda motor touring digunakan untuk berpergian jarak jauh. Merek ini memang tidak dapat dipisahkan dari image yang terbentuk oleh produk sepeda motornya dan juga gaya berpakaian dari para pengendaranya.

(21)

RESPONDEN FAMILIAR DENGAN MODEL HARLEY-DAVIDSON 48.50% 51.50% Ya Tidak

MODEL MOTOR HARLEY-DAVIDSON YANG RESPONDEN KENAL Sportser; 15.79% Dyna; 13.68% Softail; 32.63% Touring; 18.95% V-rood; 18.95% Sportser Dyna Softail Touring V-rood

Gambar 4.17 Responden Familiar Dengan Model Harley-Davidson

Gambar 4.18 Model Sepeda Motor Harley Davidson Yang Responden Kenal

Gambar 4.17 dan 4.18 menunjukkan tingkat pengenalan para responden dengan varian-varian yang dikeluarkan oleh Harley-Davidson dan juga varian mana yang paling mereka kenal dengan baik.

(22)

RESPONDEN TERTARIK MENCOBA MENGENDARAI HARLEY-DAVIDSON 72.63% 27.37% Ya Tidak

Meskipun Harley-Davidson sangat dikenal oleh para responden kami namun masih banyak dari mereka yang tidak familiar dengan model- model yang dikeluarkan oleh perusahaan ini.

Sebagian besar responden kami belum mampu membedakan sebuah sepeda motor tipe Softail, yang merupakan model yang paling dikenal, dengan sebuah sepeda motor tipe Touring yang terkenal untuk berpergian jarak jauh. Tipe V-Rod yang juga cukup dikenal oleh para responden kami, memang lebih mudah dibedakan karena perbedaan desain yang cukup mencolok dibandingkan tipe-tipe konvensional yang lain.

Gambar 4.19 Responden Yang Tertarik Mencoba Mengendarai Harley- Davidson

(23)

RESPONDEN BERMINAT MEMBELI HARLEY-DAVIDSON

42.76%

57.24%

Ya Tidak

RESPONDEN TIDAK TERTARIK MENCOBA MENGENDARAI HARLEY-DAVIDSON 32.74% 5.45% 7.27% 29.09% 18.18% 1.82% 5.45% 0.00% 5.00% 10.00% 15.00% 20.00% 25.00% 30.00% 35.00% ALASAN RESPONDEN Berat Bentuknya besar Tidak sesuai kepribadian Takut berat

Mobilitas rendah Kondisi/fasilitas jalan Lainnya

Gambar 4.20 Responden Yang Tidak Tertarik Mencoba Mengendarai Harley- Davidson

(24)

RESPON TIDAK TERTARIK MEMBELI HARLEY-DAVIDSON 46.07% 20.22% 17.98% 15.73% Harga mahal

Tidak sesuai kepribadian Biaya perawatan tinggi Prioritas kebutuhan

PERASAAN JIKA MEMILIKI HARLEY-DAVIDSON

25.00% 20.59% 13.24% 11.76% 13.23% 13.24% 1.47% 1.47% Merasa bangga Merasa macho Merasa gagah Biasa saja Self-esteem Merasa mapan Show off Lainnya

Gambar 4.22 Responden Tidak Tertarik Membeli Harley-Davidson

Gambar 4.23 Perasaan Responden Jika Memiliki Harley Davidson

Gambar 4.19, 4.20, 4.21, 4.22 dan 4.23 menunjukkan ketertarikan para responden untuk mencoba dan menbeli sepeda motor Harley-Davidson dan juga alasan-alasan yang melatar-belakangi pilihan mereka mengambil keputusan-keputusan tersebut.

(25)

HARGA YANG SESUAI UNTUK SEBUAH SEPEDA MOTOR HARLEY-DAVIDSON MENURUT RESPONDEN

20.53% 37.37% 24.21% 12.63% 4.21% 1.05% 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% HARGA <100 100jt-150jt 150jt-200jt 200jt-250jt 250jt-300jt 300jt-350jt Mayoritas dari responden yang kami temui menyatakan ketertarikannya untuk mencoba mengendarai sebuah sepeda motor Harley-Davidson. Kalaupun ada yang menyatakan ketidak-tertarikan mereka, hal ini disebabkan ketakutan mereka atas berat dan dimensi kendaraan yang cukup besar. Mereka cukup mengkhwatirkan kerepotan yang dapat ditimbulkan waktu mengendarai sebuah sepeda motor yang besar dan berat di jalanan ibukota.

Selain itu, ketertarikan yang ada dalam benak para responden hanya sejauh keinginan untuk mencoba dan tidak berlanjut dengan keinginan untuk membeli sebuah sepeda motor Harley-Davidson. Keengganan mereka untuk membeli dominan dipengaruhi oleh harga jual yang dirasa cukup mahal oleh sebagian besar responden. Selain itu, ada juga responden yang merasa bahwa memiliki sebuah Harley-Davidson tidak sesuai dengan kepribadian mereka.

Di lain pihak, para responden menganggap bahwa meiliki sebuah Harley-Davidson mampu memberikan rasa bangga dan juga perasaan lebih macho.

(26)

RESPONDEN MENGETAHUI KEBERADAAN HARLEY-DAVIDSON DI INDONESIA

Ya; 65.50% Tidak; 34.50%

Gambar 4.24 diatas menunjukkan tingkat harga yang dianggap pantas oleh para responden untuk sebuah sepeda motor Harley –Davidson. Bagi para responden yang kami temui, tingkat willingness to pay bagi sebuah sepeda motor Harley-Davidson sebagian besar berkisar di rentang 100-150 juta Rupiah. Sebagian la gi menganggap nominal 200 juta Rupiah masih merupakan harga yang pantas untuk memiliki sepeda motor tersebut.

4.3.4 Mengenai Outlet Harley Davidson Kelapa Gading

Tujuan dari analisa thesis adalah untuk mengetahui permasalahan pada outlet Harley-Davidson Kelapa Gading, sehingga disini penulis mencoba mencari jawaban dari responden mengenai keberadaan outlet Harley-Davidson khususnya outlet Kelapa Gading dan mengenai acara-acara yang diadakan di outlet Kelapa Gading tersebut.

Gambar 4.25 Responden Yang Mengetahui Keberadaan Outlet Harley- Davidson di Indonesia

(27)

OUTLET HARLEY-DAVIDSON YANG DIKETAHUI RESPONDEN 20.23% 14.45% 41.04% 21.39% 2.89%

Outlet Kelapa Gading Outlet PIM2

Outlet TB Simatupang Outlet Automall Outlet Dewata (Bali)

Gambar 4.26 Outlet Harley-Davidson Yang Diketahui Responden

Gambar 4.25 dan 4.26 menunjukkan tingkat pengetahuan responden tentang keberadaan ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) Harley-Davidson di Indonesia beserta lokasi dari outlet-outletnya.

Keberadaan PT. Mabua Davidson di Indonesia sebagai ATPM Harley-Davidson di Indonesia cukup diketahui oleh para responden yang mengisi kuesioner kami. Mereka cukup mengetahui keberadaan kantor pusat perusahaan yang terletak di jalan T.B. Simatupang dan juga outlet Automall yang terletak di kompleks SCBD, Jakarta.

(28)

RESPONDEN MENGETAHUI KEBERADAAN OUTLET HARLEY- DAVIDSON KELAPA GADING

Ya; 57.14% Tidak; 42.86% 10.53% 48.68% 38.16% 2.63% 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00%

CARA RESPONDEN MENGETAHUI OUTLET HARLEY-DAVIDSON KELAPA GADING

Iklan / Media Masa Teman / Kolega / Rekanan Bisnis

Melewati outlet pada saat berkendara

Lainnya

Gambar 4.27 Responden Yang Mengetahui Outlet Kelapa Gading

Gambar 4.28 Cara Responden Mengetahui Outlet Kelapa Gading

Grafik 4.27 dan 4.28 menunjukkan tentang pengetahuan responden tentang keberadaan outlet Kelapa Gading dan juga media yang memungkinkan mereka untuk mendapatkan informasi tersebut.

Di mata para responden kami, outlet Kelapa Gading cukup dikenal dan diketahui keberadaannya. Namun ya ng menarik adalah, pengetahuan ini didapat dari

(29)

RESPONDEN MENGETAHUI ACARA YANG DIADAKAN OUTLET HARLEY-DAVIDSON KELAPA GADING

39.72%

60.28%

Ya Tidak

YANG DILAKUKAN RESPONDEN DI ACARA YANG DIADAKAN OLEH OUTLET HARLEY-DAVIDSON KELAPA GADING

38.33% 1.67% 16.67% 18.33% 25.00% 0.00% 5.00% 10.00% 15.00% 20.00% 25.00% 30.00% 35.00% 40.00% 45.00% Sekedar melihat Ingin mengetahui komunity Harley Menemani kerabat / teman / kolega

Membeli aksesoris Harley Lainnya

pengalaman menemani kolega atau rekanan bisnis dan juga pada saat berkendara menuju tempat beraktifitas, bukan merupakan hasil dari iklan ataupun pemberitaan di media massa.

Gambar 4.29 Responden Mengetahui Acara di Outlet Kelapa Gading

Gambar 4.30 Yang Dilakukan Responden Di Acara Yang Diadakan Oleh Outlet Kelapa Gading

(30)

26.14% 2.27% 57.95% 13.64% 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00%

ALASAN RESPONDEN TIDAK MENGETAHUI ACARA YANG DIADAKAN OUTLET HARLEY-DAVIDSON KELAPA GADING

Tidak tertarik

Tidak sesuai kepribadian Tidak ada kepentingan Lainnya

Gambar 4.31 Alasan Responden Tidak Mengetahui Acara Yang Diadakan Di Outlet Kelapa Gading

Gambar 4.29, 4.30 dan 4.31 menjelaskan tentang tingkat pengetahuan responden mengenai acara-acara yang diadakan di outlet Kelapa Gading dan juga apa yang mereka lakukan pada acara tersebut.

Meskipun beberapa kali outlet Kelapa Gading mengadakan acara yang bertujuan untuk meramaikan outlet tersebut, namun masih banyak responden yang tidak mengetahui apa saja kegiatan yang terjadi di tempat tersebut. Mayoritas dari responden tersebut merasa tidak ada kepentingan untuk mencari tahu kegiatan-kegiatan yang dilakukan Harley-Davidson di Kelapa Gading. Meskipun responden mengetahui, mereka mendapat informasi hanya pada saat mengunjungi outlet tersebut sambil menemani teman atau pada saat memang mereka membeli kebutuhan mereka di outlet tersebut.

(31)

RESPONDEN BERMINAT MENDATANGI OUTLET HARLEY- DAVIDSON KELAPA GADING

Ya ; 64.75% Tidak; 35.25%

Gambar 4.32 Responden Berminat Mendatangi Outlet Kelapa Gading

Gambar 4.32 menunjukkan ketertarikan para responden untuk mengunjungi outlet Kelapa Gading. Dapat dilihat, bahwa mayoritas responden memiliki ketertarikan untuk mengunjungi outlet tersebut jika mereka mengetahui keberadaannya.

Gambar

Gambar 4.3  Jenis Kelamin Responden
Gambar 4.5  Pendidikan Responden
Gambar 4.6  Pekerjaan Responden
Gambar 4.8  Domisili Responden
+7

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Proyek Akhir ini dengan judul

Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kota Pendidikan pada tanggal 23 Oktober 2014 dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia, oleh Dewan Kerajinan Dunia (World Craft

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terjadi akumulasi logam timbal (Pb) dengan rata–rata 1,746±1,673 mg/kg berat kering dalam ikan Ikan Belanak (Liza Melinoptera) yang hidup

Pilih dengan memberi tanda (√) pilihan di atas sesuai dengan implementasi di lembaga dan pilihan dapat lebih dari satu.. Lampirkan fotokopi dokumen Pencapaian

Selain itu guru PAI juga dituntut penuh untuk menanamkan nilai yang terkandung dalam ajaran Islam, sehingga murid di sini juga dituntut untuk menyerap dan

Diajukan untuk memenuhi syarat kelulusan tahap Pendidikan Strata-1 pada. Jurusan Teknik Elektro -

[r]

Berdasarkan Berita Acara evaluasi penawaran, maka dengan ini ditetapkan dan diumumkan Pemenang Lelang untuk pekerjaan dan kegiatan :. JL.Nuri I Blok