LEMBARAN DAERAH PROPINSI BALI
(PENGUMUMAN RESMI DAERAH PROPINSI BALI)No. 122 Th. 1972 17 Oktober 1972.
K E P U T U S A N :
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROPINSI BALI
No. 07/KPTS/DPRD/1972. T E N T A N G :
Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi Bali tahun dinas 1972/1973 bidang Routine dan Pembangunan.
DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROPINSI BALI
Menimbang : Bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi Bali tahun dinas 1972/1973 bidang Routine dan Pembanganan perlu ditetapkan dengan surat keputusan.
Mengingat : 1. Undang - undang No. 64 tahun 1958 2. Undang - undang No. 18 tahun 1965
3. Provinciate Ordonantie (Stbl. No. 78 tahun 1924).
4. Peraturan Daerah Propinsi Bali No. 13/KPTIS/DPRD/1972 tentang Tata Tertib. 5. Surat Mendagri tgl. 10 Pebruari 1972 No.
Finmat 1/5 tentang pedoman penyusunan R.A.P.B.D. tahun 1972/1973.
Mendengar : Musyawarah sidang Pleno Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Bali pada tgl. 10, 11. 20, 24, 25, 28, 29 April dan 2 Mei 1972.
Berkehendak : Berhubung dengan hal tersebut melakukan hal sebagai berikut.
M E M U T U S K A N :
Menetapkan : A. Anggaran Routine (keuangan) Daerah Propinsi Bali tahun dinas 1972/1973 ;
Jumlah penerimaan : Rp. 1.548.341.000,- Jumlah pengeluaran : Rp. 1.548.341.000,- S i s a : N i h i 1.
B. Anggaran Pembangunan Daerah Propinsi Bali tahun dinas 1972/1973 :
Jumlah penerimaan : Rp. 117.100.000,- Jumlah pangeluaran : Rp. 117.100.000,- S i s a : N i h i I.
Dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Kedudukan dan fungsi Pemerintah dalam zaman Orde Baru ini yaitu mengarahkan pendapatan per - kapita sekarang menuju kepada Era Pembangunan 25 tahun.
2. Didalam penyusunan Program Anggaran hendaknya Legislatief diikut sertakan, sehingga antara 'Eksekutif dan Legislatif betul-betul terjalin adanya suatu kerja sama yang harmonis diantara kedua unsur Pemerintah Daerah ini.
3. Perlu pembiaaan dan peningkatan kerja sama yang harmonis antara Lembaga Legislatif dan Eksekutif, sehingga benar-benar mewujudkan jiwa Undang - undang No. 18 tahun 1965 pasal 5 ayat (1).
4. Didalam pembuatan perencanaan diharapkan menganut sistimatika secara pragmatis dan realistis.
5. Didalam mengajukan suatu Anggaran, agar benar-benar obyektif dan konkrit.
6. Pelaksanaan A.P.B.D. agar benar-benar ditertibkan sesuai dengan apa yang tersurat didalamnya, untuk meinghindari penyimpangan – penjimpangan yang bisa menimbulkan segi-segi negatif.
7. Pengesahan dari pada Anggaran Cess agar dimintakan kepada DPRD, meskipun tidak masuk dalam R.A.P.B.D., sesuai dengan keputusan Presiden No. 301 tahun 1968.
8. Didalam penyusunan anggaran tahun yang akan datang, agar diprioritaskan kepada proyek-proyek Pertanian.
9. Saldo lebih tahun lalu agar diperinci asalnya.
10. Untuk menghindari pungutan-pungutan/pajak liar yang tidak mempunyai dasar hukum, maka instruksi Presiden tentang larangan. pungutan pajak-pajak liar supaya dilaksanakan dengan konsekwen.
11. Agar peningkatan income Perusahaan Daerah dapat diatur, maka pengurusannya ditetapkan dengan sistim target, yang disusun sesuai dengan Program dan Tata Kerja yang ditetapkan untuk Perusahaan Daerah.
12. Penggalian dari sumber-sumber lain, antara lain dana minyak bumi diluar bensin, terus diperjuangkan.
13. Undang - undang yang mengatur P.B. I agar diajukan kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan dan Menteri Perhubungan untuk meninjaunya kembali mengingat undang-undang tersebut pelaksanaannya di Daerah Bali dapat menimbulkan Un-ballance dalam tata laksana Pemerintahan yang akhirnya
akan merupakan faktor instabilitas Pemerintahan di Daerah Bali.
14. Lila Bhawana supaya mendatangkan income bagi Daerah Bali.
15. Dinas2 yaag pendiriannya belum mendapat pengesahan dari Pusat, pengaturannya agar disesuaikan dengan suatu Biro. 16. Didalam pembentukan Dinas2 baru, perlu diperhitungkan
secara matang, sesuai dengan situasi dan kondisi serta kemampuan Daerah.
17. Bidang Pendidikan :
a. Pemggunaan subsidi bagi Sekolah2 mulai tahun 1972/1973 di tinjau kembali dan ditujukan untuk menolong Lembaga2 Swasta yang keadaan materialnya masih lemah sesuai dengan jiwa Peraturan Ditjen. P & K. tanggal 18 April 1967 No. 0287/isex/Ditjen./SR/67.
b. Anggaran untuk pengembangan S.D. 8 tahun (SD komprehensif) mulai tahun 1972 dicadangkan, demikian pula mengenai pembangunan Hindu Centre.
c. S.P.P. agar segera diadakan penanggulangan mengenai pelaksanjannya dan tidak bertentangan dengan kewajiban belajar.
18. Dalam hal perkembangan Pariwisata Budaya di Bali dimana terlihat praktek2 komersiil yang tidak menguntungkan dibidang Seni Budaya, perlu ada penanggulangan yang cepat dari Pemerintah Daerah Propinsi Bali.
19. Hendaknya Pemerintah Daerah Propinsi Bali memperhatikan para Transmigran yang memerlukan bantuan dibidang Seni Budaya dan Agama.
20. Penggalian sumber income yang berasal dari hasil judian supaya ditertibkan (sabungan ayam d.1.1.).
21. Pengawasan pelaksanaan dari pada A.P.B.D. supaya dilaksanakan secara tertib dan tidak ada pihak2 yang merasa dirugikan.
22. Didalam usaha mencari sumber2 baru dan peningkatan orientasi, perlu diadakan comparative study untuk D.P.R.D.
Ditetapkan di : Denpasar Pada tanggal : 2 Mei 1972.
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROPINSI BALI
K e t u a , t.td.
( I GUSTI NGURAH PARTHA ).-
MENGETAHUI :
GUBERNUR KEPALA DAERAH PROPINSI BALI.
t.t.d.
SALINAN dari surat keputusan ini dikirim kepada : 1. Bapak Menteri Dalam Negeri di Jakarta.
2. Gubernur Kepala Daerah Propinsi Bali di Denpasar. 3. Semua Bupati Kepala Daerah Kabupaten di Bali. 4. Semua Ketua D.P.R.D. Kabupaten di Bali.
Keputusan ini disahkan oleh Menteri Dalam Negeri dengan sarat keputusan tanggal 3 Agustus 1972 No. 126 Tahun 1972,
Sekretaris Daerah Propinsi Bali t.t.d.
(DRS. SEMBAH SUBHAKTI).
Diundangkan di Denpasar pada tanggal 17 Oktober 1972.
Sekretaris Daerah Propinsi Bali t.t'd.
SURAT KEPU'TUSAN MENTERI DALAM NEGERI NO. : 126 TAHUN 1972
TENTANG
PENGESAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
PROPINSI BALI, TAHUN ANGGARAN 1972/1973. M E N T E R I D A L A M N E G E R I,
Membaca : Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Piopinsi Bali tanggal 2 Mei 1972 No. 07/KPlS DPRD/1972 tentang Penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi Bali Tahun Dinas 1972/1973 bidang Routine dan Pembangunan, yang disampaikan oleh Gubernur Kepala Daerah Propinsi Bali dengan surat pengantarnya tertanggal 16 Mei 1972 No. K. 11/1/479 ;
Menimbang : Bahwa anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi Bali Tahun Anggaran 1972/1973 merupakan suatu rencana - kerja keuangan yang menjadi landasan bagi semua kegiatan Pemerintah Daerah Propinsi Bali dalam Tahun Anggaran 1972/ 1973, perlu mendapat pengesahan ;
Mengingat : 1. Pasal 18 Undang2 Dasar Republik Indonesia 1945 ;
2. Peraturan tentang penyelenggaraan keuangan daerah. (Stbld. 1936 No. 432). 3. Pasal 80 s/H. pasa! 128 Provincie -
Ordonnantie. (Stbld.1924 No. 78).
4. Pasal 76 ayat (2) Undang2 No. 18 Tahun 1965 tentang Pokok2 Pemerintahan Daerah (L.N. tahun 1965 no. 83) juneto Undang2 No. 6 tahun 1969 (L.N. tahun 1969 no. 37)
5. Undang2 Republik Indonesia no. 1 tahun 1972 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 1972/1973 ; 6. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tanggal 10 Pebruari 1972 No. Finmat 1/5/37 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 1972/1973;
7. Kepatusan Menteri Dalam Negeri No. 93 Tahun 1972 tentang Pedoman Pelaksanaan Aaggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 1972/1973 ;
M E M U T U S K A N :
Menetapkan :
Pertama : Mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi Bali Tahun Anggaran 1972/1973 yang meliputi Anggaran Routine dan Anggaran Pembangunan, sebagaimana yang telah ditetapkan dengan keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi-Bali tanggal 2 Mei 1972 no. 07/KPTS/DP RD/1972 ;
K e d u a : Sesuai dengan ketentuan ayat 15 dari surat edaran Menteri Dalam Negeri tanggal 10 Pebruari 1972 No. Finmat. 1/5/37 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 1972/1973, Gubernur Kepala Daerah Propinsi Bali harus memberitahukan berapa prosen dari uang Subsidi/Perimbangan Keuangan akan dipergunakan untuk biaya2 Propinsi dan berapa prosen yang akan dkalurkan kepada Daerah Tingkat II bawahannya didalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi Bali Tahun Anugaran 1972/ 1973 ;
K e t i g a : Rencana pembiayaan untuk keperluan uang paket, uang kehormatan, uang representasi bagi Ketua, Wakil Ketua dan para Aaggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah harus didasarkan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri no. 4 tahun 1972 tanggal 1 April 1972 tentang Pedoman mengenai kedudukan keuangan Ketua,'Wakil Ketua dan Anggota Dewan Per wakilan Rakyat Daerah ;
Keempat : Selambat - lambatnya pada akhir tahun Anggaran 1972/1973 oleh Pemerintah Daerah Propinsi Bali telah diajukan rancangan Perubahan/Tambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi Bali tahun Anggaran 1972/1973 untuk ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Bali dan pengesahannya oleh Menteri Dalam Negeri. Kelima : Surat keputusan pengesahan ini berlaku mulai
pada tanggal di tetapkan dan .mempunyai daya laku surut sejak tanggal 1 April 1972;
Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanskal : 3 Agustus 1972. MENTERI DALAM NEGERI
cap. t.t.d.
TEMBUSAN surat keputusan ini disampaikan kepada :
1. Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia di Jakarta;
2. Yth. Menteri Negara EKUIN di Jakarta ; 3. Yth. Menteri Keuangan di Jakarta ;
4. Yth. Ketua Badan Pemeriksai Keuangan di Jakarta
5. Yth. Gubernur Kepala Daerah Propinsi Bali di Dsnpasar ;
6. Yth. Ketua DPRD Propinsi Bali di Denpasar ;
1 s/d 6 untuk dimaklumi dan dipergunakan seperlunya. Yang mengambil turunan sesuai dengan aslinya,