49
Lampiran 1 Prosedur Pengukuran Massa Jenis Pupuk 1. Timbang berat piknometer dan air (ma).
2. Hitung suhu air.
3. Haluskan pupuk dan masukkan ke dalam piknometer. 4. Timbang berat piknometer, air, dan larutan pupuk (mb). 5. Timbang berat cawan evaporasi (mc).
6. Masukkan larutan pupuk dari piknometer ke dalam cawan evaporasi. 7. Masukkan dalam oven selama ± 24 jam.
8. Dinginkan cawan dalam desikator.
9. Timbang pupuk kering oven tersebut (ms). Perhitungan massa jenis.
Dimana:
ms : berat pupuk kering oven di dalam piknometer (g)
ma : berat piknometer dan air pada T°C (g)
mb : berat tanah, air, dan piknometer pada T°C (g)
Data massa jenis pupuk
No Keterangan Urea TSP KCl
1. Berat piknometer+air (ma) 148.80 148.43 144.58 154.04 148.10 147.05
2. Suhu air (°C) 29 29 29 29 29 29 3. Berat piknometer+air+larutan (mb) 153.25 153.16 157.53 163.69 157.08 155.03 4. Nomor wadah 3 48 34 1 38 5 5. Berat wadah (mc) 40.78 33.64 31.76 31.57 40.24 29.91 6. Berat wadah+air+larutan (ms) 58.47 51.37 53.50 57.90 55.89 43.82 7. Massa jenis 1.08 1.10 1.32 1.20 1.19 1.22
8. Massa jenis rata-rata 1.09 1.26 1.20
Perhitungan massa jenis campuran TSP dan KCl Perbandingan massa = 2:1 K K
51
Lampiran 2 Perhitungan Kadar Air
1. Wadah diberi nomor dan ditimbang massanya (mc).
2. Wadah diisi pupuk dan ditimbang. Massa pupuk sebelum dioven (ma)
diperoleh setelah mengurangi massa wadah dan pupuk dengan massa wadah. 3. Pupuk dan wadah dikeringkan dalam oven selama 24 jam dengan suhu 105 °C. 4. Setelah 24 jam, pupuk dikeluarkan dari oven dan dimasukkan ke desikator
selama 30 menit.
5. Wadah dan pupuk yang telah dioven ditimbang dan dikurangi dengan massa wadah agar diperoleh nilai (mb).
6. Kadar air pupuk dihitung dengan rumus:
K
Hasil perhitungan kadar air Jenis
pupuk mc
(g)
Sebelum dioven Sesudah dioven
Kadar air (%) mpupuk+wadah(g) ma (g) mpupuk+wadah(g) mb (g) Urea 40.9 194.3 153.4 192.9 152.0 0.91 50.5 177.5 127.0 175.7 125.2 1.42 40.0 171.8 131.8 170.6 130.6 0.91 TSP 51.5 245.0 193.5 234.2 182.7 5.58 40.8 207.6 166.8 198.4 157.6 5.52 40.3 212.9 172.6 203.0 162.7 5.74 TSP+KCl (2:1) 30.1 259.0 228.9 249.0 218.9 4.37 51.5 276.0 224.5 266.8 215.3 4.10 40.8 261.4 220.6 251.8 211.0 4.35
Lampiran 3 Prosedur Uji Geser Langsung (kohesi)
1. Contoh pupuk yang akan diuji dipadatkan menggunakan ring sample (trimming ring).
2. Contoh pupuk dimasukkan ke dalam shearing box.
3. Set proving ring dan dial gauge untuk pergerakan horizontal. 4. Berilah tekanan normalnya yaitu 0.5, 1.0, dan 1.5 kgf/cm2.
5. Catat pergerakan horizontal dan pergerakan proving ring. Pengujian dilakukan hingga nilai shearing load konstan.
6. Ambil contoh pupuk dari shearing box dan amati permukaan geser dari contoh pupuk.
7. Lakukan pengulangan terhadap masing-masing jenis pupuk. 8. Nilai gaya geser diperoleh dengan perhitungan:
Dimana:
τ : gaya geser (N) σ : gaya normal (N)
c : kohesi (Pa) φ : sudut gesekan dalam (°) Dari persamaan di atas dapat dibuat menjadi:
Dimana:
τ : gaya geser dp : pergerakan proving ring
k : konstanta proving ring (0.2693) A : luas permukaan ring
Hasil pengujian geser langsung pada pupuk urea
Pengujian Tegangan normal (Pa) Tegangan geser maksimum (Pa)
1 49033.25 64551.87
2 98066.50 102523.55
3 14097.75 178941.58
53
Lampiran 2 (Lanjutan)
Berdasarkan persamaan garis linear diperoleh:
8 Nilai sudut gesekan dalam ( ) dan kohesi pupuk (C) adalah:
Hasil pengujian direct shear pada pupuk TSP
Pengujian Tegangan Normal (Pa) Tegangan geser maksimum (Pa)
1 49033.25 91796.55
2 98066.50 123882.63
3 14097.75 188909.14
Grafik hubungan tegangan normal dan tegangan geser maksimum
Berdasarkan persamaan garis linear diperoleh:
8 Nilai sudut gesekan dalam ( ) dan kohesi pupuk (C) adalah:
Lampiran 4 Prosedur Uji Geser Langsung (adhesi)
1. Contoh pupuk yang akan diuji dipadatkan menggunakan ring sample (trimming ring).
2. Akrilik berdiameter sesuai dengan shearing box dimasukkan ke bagian bawah
shearing box. Bagian atas diisi dengan bahan pupuk yang akan diuji.
3. Set proving ring dan dial gauge untuk pergerakan horizontal. 4. Berilah tekanan normalnya yaitu 0.5, 1.0, dan 1.5 kgf/cm2.
5. Catat pergerakan horizontal dan pergerakan proving ring. Pengujian dilakukan hingga nilai shearing load konstan.
6. Ambil contoh pupuk dari shearing box dan amati permukaan geser dari contoh pupuk.
7. Lakukan pengulangan terhadap masing-masing jenis pupuk. 8. Nilai gaya geser diperoleh dengan perhitungan:
Dimana:
F : gaya geser (N) N : gaya normal (N)
Cα : adhesi (Pa) δ : sudut gesekan bahan dengan pupuk (°)
Dari persamaan di atas dapat dibuat menjadi: Dimana:
F : shear stress dp : pergerakan proving ring
k : konstanta proving ring (0.2693) A : luas permukaan ring
Bahan pengujian: akrilik dan polietilen
Hasil pengujian adhesi pupuk urea-akrilik
Pengujian Tegangan normal (Pa) Tegangan geser maksimum (Pa)
1 49033.25 15188.67
2 98066.50 31577.41
55
Grafik hasil pengujian
Sehingga: -
Hasil pengujian adhesi pupuk TSP-akrilik
Pengujian Tegangan normal (Pa) Tegangan geser maksimum (Pa)
1 49033.25 14714.03
2 98066.50 16897.40
3 14097.75 37781.83
Grafik hasil pengujian
Lampiran 3 (Lanjutan)
Hasil pengujian adhesi pupuk urea-polietilen
Pengujian Tegangan normal (Pa) Tegangan geser maksimum (Pa)
1 49033.25 24681.60
2 98066.50 53160.36
3 14097.75 64551.87
Grafik hasil pengujian
- , sehingga: -
Hasil pengujian adhesi pupuk TSP – polietilen
Pengujian Tegangan normal (Pa) Tegangan geser maksimum (Pa)
1 49033.25 37497.04
2 98066.50 54869.09
3 14097.75 67875.39
Grafik hasil pengujian
Lampiran 5 Perhitungan Luas Penampang Celah Penjatah
Luas penampang celah penjatah rotor (luasan daerah yang diarsir) dapat dihitung dengan menggunakan pendekatan rumus sebagai berikut:
( ) ( )
Di mana:
Apc : luas penampang celah rotor penjatah (cm2)
AI : luas juring lingkaran (cm2)
AII : luas daerah II yang berbentuk segitiga (cm2)
AIII : luas daerah III yang berbentuk persegi panjang (cm2)
AIV : luasan daerah kurva lingkaran (cm2)
AV : luas daerah yang berbentuk seperempat lingkaran (cm2)
Jari-jari lingkaran R adalah 2 cm, jari-jari lingkaran R2 sebesar 1.5 cm.
Jari-jari lingkaran kecil r sebesar 0.45 cm. Luasan yang ditandai oleh daerah AI adalah
daerah juring lingkaran dengan sudut pusat 35°. Sehingga, perhitungan luasannya adalah:
Luasan daerah A2 adalah bangun segitiga sembarang yang memiliki sudut ,
, dan -turut sebesar 35°, 25°, dan 60°. Salah satu panjang sisi yang diketahui yaitu sisi R sebesar 2 cm. Oleh karena itu, perhitungan luasannya adalah:
Daerah A3 merupakan daerah berbentuk persegi panjang dengan panjang sisi R2 sebesar 1.5 cm dan r sebesar 0.45 cm. Sehingga, luas daerah A3 dihitung
berdasarkan rumus luas persegi panjang.
Perhitungan luasan AIV menggunakan integral dari persamaan lingkaran
yang berjari-jari 2 cm dengan batas atas r dan batas bawah bernilai 0. Sehingga menghasilkan rumus perhitungan luas daerah AIV berikut:
Lampiran 5 (Lanjutan) ( ) ∫ ∫( ) , sehingga: ∫ ∫( ) ∫ ∫ √ ∫ ∫ √ ∫ Karena Maka: Sehingga: ∫ ( ) ∫ Karena - Maka: ∫ ( ) ∫ ( ) ∫ ( ) ( )
Melalui hubungan trigonometri pada segitiga berikut ini:
Maka:
59 Lampiran 5 (Lanjutan) Dan: √ - Sehingga: ( √ ) ( √ ) ( ) ( √ ) (( √ ) ( )) (( √ ) ( )) 8
Area AV merupakan daerah yang berbentuk seperempat lingkaran dengan
jari-jari lingkaran r. Perhitungan luas daerah tersebut adalah:
Sehingga,
Lampiran 6 Data Hasil Pengujian Ketepatan Penjatahan Pupuk Hasil Pengujian Pupuk Urea
Volume hopper 100% Volume hopper 50% Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 860 875 878 865 870 869.60 24.85 75 1181 1145 1165 1143 1163 1159.40 33.13 100 1383 1390 1385 1387 1365 1382.00 39.49 50 588 598 603 608 603 600.00 24.00 75 798 790 794 789 787 791.60 31.66 100 922 914 917 923 921 919.40 36.78 50 283 287 282 285 282 283.80 18.92 75 417 413 415 417 423 417.00 27.80 100 512 512 502 500 489 503.00 33.53
Lebar Bukaan Rotor (%) Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g) Rata-rata g/putaran
35 15 25 Prototipe-2 Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 673 671 670 675 670 671.80 19.19 75 879 886 871 883 898 883.40 25.24 100 1096 1098 1096 1099 1078 1093.40 31.24 50 529 550 542 550 543 542.80 21.71 75 658 660 665 673 657 662.60 26.50 100 878 880 857 846 866 865.40 34.62 50 322 317 325 318 321 320.60 21.37 75 389 396 401 385 399 394.00 26.27 100 519 518 529 522 523 522.20 34.81
Lebar Bukaan Rotor (%) Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g) Rata-rata g/putaran
25 15 35 Prototipe-3 Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 870 865 875 883 872 873.00 24.94 75 1087 1089 1087 1122 1123 1101.60 31.47 100 1346 1340 1330 1365 1370 1350.20 38.58 50 593 596 589 585 588 590.20 23.61 75 791 782 775 777 774 779.80 31.19 100 906 920 916 917 932 918.20 36.73 50 287 288 287 287 285 286.80 19.12 75 419 414 417 418 420 417.60 27.84 100 505 504 517 514 516 511.20 34.08
Lebar Bukaan Rotor (%)
15
Prototipe-2
35
25
Rata-rata g/putaran Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g)
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 672 680 669 670 679 674.00 19.26 75 895 887 891 905 899 895.40 25.58 100 1079 1100 1092 1104 1111 1097.20 31.35 50 593 596 589 585 588 590.20 23.61 75 791 782 775 777 774 779.80 31.19 100 906 920 916 917 932 918.20 36.73 50 318 313 320 318 318 317.40 21.16 75 397 401 393 398 407 399.20 26.61 100 527 528 524 519 518 523.20 34.88 Rata-rata g/putaran Prototipe-3 35 25 15
61
Lampiran 6 (Lanjutan) Volume hopper 25%
Hasil Pengujian Pupuk TSP Volume hopper 100% Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 875 890 870 865 860 872.00 24.91 75 1089 1143 1140 1089 1087 1109.60 31.70 100 1318 1313 1336 1340 1345 1330.40 38.01 50 584 587 577 584 583 583.00 23.32 75 772 777 777 778 772 775.20 31.01 100 920 920 928 936 936 928.00 37.12 50 286 286 285 286 291 286.80 19.12 75 421 427 421 428 423 424.00 28.27 100 524 523 522 522 521 522.40 34.83 Prototipe-2 Rata-rata Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g)
35
25
15
Lebar Bukaan Rotor (%) g/putaran
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 674 678 672 676 673 674.60 19.27 75 893 912 908 909 911 906.60 25.90 100 1091 1098 1091 1093 1097 1094.00 31.26 50 546 549 548 546 539 545.60 21.82 75 653 652 651 660 655 654.20 26.17 100 804 830 839 859 866 839.60 33.58 50 321 320 318 323 320 320.40 21.36 75 397 399 399 398 397 398.00 26.53 100 519 524 529 536 534 528.40 35.23 Prototipe-3
Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g)
Rata-rata g/putaran
35
25
15
Lebar Bukaan Rotor (%)
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 900 912 909 909 908 907.60 25.93 75 1392 1372 1393 1427 1431 1403.00 40.09 100 1680 1699 1745 1690 1738 1710.40 48.87 50 686 696 676 681 690 685.80 27.43 75 996 1004 997 994 998 997.80 39.91 100 1338 1319 1338 1315 1369 1335.80 53.43 50 395 394 402 399 394 396.80 26.45 75 572 555 572 567 565 566.20 37.75 100 651 670 671 662 667 664.20 44.28
Lebar Bukaan Rotor (%) g/putaran
15 25 35
Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g)
Rata-rata Prototipe-2 Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 1271 1261 1254 1240 1254 1256.00 35.89 75 1692 1706 1668 1705 1692 1692.60 48.36 100 2256 2211 2212 2181 2199 2211.80 63.19 50 1037 1027 1095 1079 1054 1058.40 42.34 75 1322 1329 1321 1323 1322 1323.40 52.94 100 1531 1563 1533 1555 1559 1548.20 61.93 50 603 622 621 620 624 618.00 41.20 75 778 779 768 754 780 771.80 51.45 100 949 951 958 949 921 945.60 63.04 35 Prototipe-3
Lebar Bukaan Rotor (%) g/putaran
25
15
Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g)
Lampiran 6 (Lanjutan) Volume hopper 50% Volume hopper 25% Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 910 908 909 911 912 910.00 26.00 75 1388 1404 1402 1421 1404 1403.80 40.11 100 1725 1649 1725 1747 1719 1713.00 48.94 50 701 697 682 683 693 691.20 27.65 75 1044 1041 1043 1024 1030 1036.40 41.46 100 1364 1356 1399 1423 1412 1390.80 55.63 50 393 394 401 394 399 396.20 26.41 75 579 573 585 573 574 576.80 38.45 100 673 670 685 677 671 675.20 45.01 25 15
Lebar Bukaan Rotor (%) Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g) Rata-rata g/putaran Prototipe-2 35 Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 1278 1213 1235 1210 1226 1232.40 35.21 75 1720 1692 1678 1687 1690 1693.40 48.38 100 2044 2076 2054 2035 2020 2045.80 58.45 50 1123 1130 1098 1116 1111 1115.60 44.62 75 1331 1326 1334 1322 1325 1327.60 53.10 100 1574 1576 1562 1552 1562 1565.20 62.61 50 630 623 633 611 618 623.00 41.53 75 777 773 774 781 765 774.00 51.60 100 912 923 949 918 950 930.40 62.03 Prototipe-3
Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g)
Rata-rata
Lebar Bukaan Rotor (%) g/putaran
35 15 25 Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 918 910 909 915 916 913.60 26.10 75 1407 1441 1430 1410 1402 1418.00 40.51 100 1735 1714 1727 1749 1720 1729.00 49.40 50 703 690 708 696 706 700.60 28.02 75 1049 1051 1048 1051 1053 1050.40 42.02 100 1427 1407 1433 1386 1438 1418.20 56.73 50 405 406 404 407 412 406.80 27.12 75 556 552 579 576 584 569.40 37.96 100 681 684 672 672 663 674.40 44.96 35 25 15 Prototipe-2 Rata-rata Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g)
Lebar Bukaan Rotor (%) g/putaran
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 1213 1243 1215 1236 1232 1227.80 35.08 75 1692 1664 1709 1685 1682 1686.40 48.18 100 2124 2053 2070 2038 2078 2072.60 59.22 50 1106 1111 1113 1118 1117 1113.00 44.52 75 1312 1300 1310 1307 1313 1308.40 52.34 100 1555 1560 1575 1525 1530 1549.00 61.96 50 646 635 640 637 636 638.80 42.59 75 785 782 780 783 783 782.60 52.17 100 920 891 949 932 925 923.40 61.56 35 25 15 Prototipe-3
63
Lampiran 6 (Lanjutan)
Hasil Pengujian Pupuk TSP+KCl (2:1) Volume hopper 100% Volume hopper 50% Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 1229 1234 1220 1240 1225 1229.60 35.13 75 1752 1760 1750 1748 1767 1755.40 50.15 100 1945 1970 1948 1955 1957 1955.00 55.86 50 790 785 772 782 788 783.40 31.34 75 1137 1153 1154 1153 1149 1149.20 45.97 100 1474 1477 1455 1465 1500 1474.20 58.97 50 484 483 464 469 462 472.40 31.49 75 693 690 684 687 701 691.00 46.07 100 832 832 808 818 820 822.00 54.80 35 25 15 Prototipe-2
Lebar Bukaan Rotor (%) Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g) Rata-rata g/putaran
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 1142 1160 1147 1141 1118 1141.60 32.62 75 1535 1550 1546 1565 1567 1552.60 44.36 100 1739 1771 1773 1764 1780 1765.40 50.44 50 794 808 802 815 814 806.60 32.26 75 1140 1131 1137 1162 1188 1151.60 46.06 100 1421 1431 1442 1432 1470 1439.20 57.57 50 489 512 506 508 503 503.60 33.57 75 693 702 716 710 708 705.80 47.05 100 837 826 841 836 841 836.20 55.75 35 25 15 Prototipe-3
Lebar Bukaan Rotor (%) Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g) Rata-rata g/putaran
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 1236 1228 1223 1238 1240 1233.00 35.23 75 1760 1758 1755 1748 1765 1757.20 50.21 100 1955 1960 1953 1957 1966 1958.20 55.95 50 800 801 780 790 786 791.40 31.66 75 1171 1182 1152 1177 1187 1173.80 46.95 100 1456 1449 1432 1447 1476 1452.00 58.08 50 475 468 464 456 466 465.80 31.05 75 707 712 698 717 711 709.00 47.27 100 813 817 814 802 819 813.00 54.20 Prototipe-2 35
Lebar Bukaan Rotor (%)
25
15
Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g)
Rata-rata g/putaran Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 1155 1145 1155 1154 1143 1150.40 32.87 75 1579 1595 1557 1593 1615 1587.80 45.37 100 1784 1742 1792 1819 1798 1787.00 51.06 50 822 812 808 815 821 815.60 32.62 75 1170 1205 1167 1200 1199 1188.20 47.53 100 1460 1443 1464 1455 1449 1454.20 58.17 50 518 512 525 516 523 518.80 34.59 75 700 715 701 700 706 704.40 46.96 100 845 859 858 876 878 863.20 57.55 Prototipe-3 35 25 15
Lampiran 6 (Lanjutan) Volume hopper 25% Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 1241 1245 1239 1246 1247 1243.60 35.53 75 1770 1772 1759 1777 1769 1769.40 50.55 100 1970 1975 1969 1963 1977 1970.80 56.31 50 798 775 784 788 797 788.40 31.54 75 1214 1191 1209 1200 1200 1202.80 48.11 100 1476 1475 1481 1462 1479 1474.60 58.98 50 476 471 471 480 473 474.20 31.61 75 727 710 721 726 730 722.80 48.19 100 801 793 785 794 801 794.80 52.99 Prototipe-2 35 25 15 g/putaran Lebar Bukaan Rotor (%) Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g) Rata-rata
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 50 1140 1154 1159 1157 1144 1150.80 32.88 75 1571 1570 1562 1527 1534 1552.80 44.37 100 1806 1778 1827 1805 1795 1802.20 51.49 50 820 818 819 826 808 818.20 32.73 75 1191 1162 1161 1189 1192 1179.00 47.16 100 1455 1468 1464 1475 1445 1461.40 58.46 50 518 505 508 505 515 510.20 34.01 75 700 702 706 694 691 698.60 46.57 100 867 861 875 860 881 868.80 57.92 Prototipe-3 35 25 15
65
Lampiran 7 Data Hasil Pengujian Keseragaman Penjatahan Pupuk Hasil Pengujian Pupuk Urea
Bukaan selubung 100% Bukaan selubung 75% Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 1318 1313 1336 1340 1345 1330.40 38.01 50 1346 1340 1330 1365 1370 1350.20 38.58 100 1383 1390 1385 1387 1365 1382.00 39.49 25 920 920 928 936 936 928.00 37.12 50 906 920 916 917 932 918.20 36.73 100 922 914 917 923 921 919.40 36.78 25 524 523 522 522 521 522.40 34.83 50 505 504 517 514 516 511.20 34.08 100 512 512 502 500 489 503.00 33.53 35 25 15 Prototipe-2
Volume Pupuk dalam Hopper (%) Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g) Rata-rata g/putaran
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 1091 1098 1091 1093 1097 1094.00 31.26 50 1079 1100 1092 1104 1111 1097.20 31.35 100 1096 1098 1096 1099 1078 1093.40 31.24 25 804 830 839 859 866 839.60 33.58 50 854 874 893 893 920 886.80 35.47 100 878 880 857 846 866 865.40 34.62 25 519 524 529 536 534 528.40 35.23 50 527 528 524 519 518 523.20 34.88 100 519 518 529 522 523 522.20 34.81 Prototipe-3 35 25 15
Volume Pupuk dalam Hopper (%) Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g) Rata-rata g/putaran
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 1089 1143 1140 1089 1087 1109.60 31.70 50 1087 1089 1087 1122 1123 1101.60 31.47 100 1181 1145 1165 1143 1163 1159.40 33.13 25 772 777 777 778 772 775.20 31.01 50 791 782 775 777 774 779.80 31.19 100 798 790 794 789 787 791.60 31.66 25 421 427 421 428 423 424.00 28.27 50 419 414 417 418 420 417.60 27.84 100 417 413 415 417 423 417.00 27.80 15 Prototipe-2
Volume Pupuk dalam Hopper (%) g/putaran
35
25
Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g)
Rata-rata Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 903 912 908 909 911 908.60 25.96 50 895 887 891 905 899 895.40 25.58 100 879 886 871 883 898 883.40 25.24 25 653 652 651 660 655 654.20 26.17 50 641 647 650 659 639 647.20 25.89 100 658 660 665 673 657 662.60 26.50 25 397 399 399 398 397 398.00 26.53 50 397 401 393 398 407 399.20 26.61 100 389 396 401 395 399 396.00 26.40 35 25 15 Prototipe-3
Lampiran 7 (Lanjutan) Bukaan selubung 50%
Hasil Pengujian Pupuk TSP Bukaan selubung 100% Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 875 890 870 865 860 872.00 24.91 50 870 865 875 883 872 873.00 24.94 100 860 875 878 865 870 869.60 24.85 25 584 587 577 584 583 583.00 23.32 50 593 596 589 585 588 590.20 23.61 100 588 598 603 608 603 600.00 24.00 25 286 286 285 286 291 286.80 19.12 50 287 288 287 287 285 286.80 19.12 100 283 287 282 285 282 283.80 18.92 Prototipe-2
Volume Pupuk dalam Hopper (%) Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g) Rata-rata g/putaran
35 25 15 Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 674 678 672 676 673 674.60 19.27 50 672 680 669 670 679 674.00 19.26 100 673 671 670 675 670 671.80 19.19 25 546 549 548 546 539 545.60 21.82 50 545 538 541 530 543 539.40 21.58 100 529 550 542 550 543 542.80 21.71 25 321 320 318 323 320 320.40 21.36 50 318 313 320 318 318 317.40 21.16 100 322 317 325 318 321 320.60 21.37 Prototipe-3 35 25 15 g/putaran Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g)
Rata-rata Volume Pupuk dalam Hopper (%)
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 1735 1714 1727 1749 1720 1729.00 49.40 50 1725 1649 1725 1747 1719 1713.00 48.94 100 1680 1699 1745 1690 1738 1710.40 48.87 25 1427 1407 1433 1386 1438 1418.20 56.73 50 1364 1356 1399 1423 1412 1390.80 55.63 100 1338 1319 1338 1315 1369 1335.80 53.43 25 681 684 672 672 663 674.40 44.96 50 673 670 685 677 671 675.20 45.01 100 651 670 671 662 667 664.20 44.28 Prototipe-2 35 25 15
Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g)
Volume Pupuk dalam Hopper (%) Rata-rata g/putaran
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 2124 2053 2070 2038 2078 2078.00 59.37 50 2044 2076 2054 2035 2020 2045.80 58.45 100 2256 2211 2212 2181 2199 2211.80 63.19 25 1555 1560 1575 1525 1530 1549.00 61.96 50 1574 1576 1562 1552 1562 1565.20 62.61 100 1531 1563 1533 1555 1559 1548.20 61.93 25 920 891 949 932 925 923.40 61.56 50 912 923 949 918 950 930.40 62.03 100 949 951 958 949 921 945.60 63.04 Prototipe-3 35 25 15 g/putaran Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g)
Rata-rata Volume Pupuk dalam Hopper (%)
67 Lampiran 7 (Lanjutan) Bukaan selubung 75% Bukaan selubung 50% Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 1407 1441 1430 1410 1402 1418.00 40.51 50 1388 1404 1402 1421 1404 1403.80 40.11 100 1392 1372 1393 1427 1431 1403.00 40.09 25 1049 1051 1048 1051 1053 1050.40 42.02 50 1044 1041 1043 1024 1030 1036.40 41.46 100 996 1004 997 994 998 997.80 39.91 25 556 552 579 576 584 569.40 37.96 50 579 573 585 573 574 576.80 38.45 100 572 555 572 567 565 566.20 37.75 Prototipe-2 35 25 15
Volume Pupuk dalam Hopper (%) Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g) Rata-rata g/putaran
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 1692 1664 1709 1685 1682 1686.40 48.18 50 1720 1692 1678 1687 1690 1693.40 48.38 100 1692 1706 1668 1705 1692 1692.60 48.36 25 1312 1300 1310 1307 1313 1308.40 52.34 50 1331 1326 1334 1322 1325 1327.60 53.10 100 1322 1329 1321 1323 1322 1323.40 52.94 25 785 782 780 783 783 782.60 52.17 50 777 773 774 781 765 774.00 51.60 100 778 779 768 754 780 771.80 51.45 Prototipe-3 35 25 15
Volume Pupuk dalam Hopper (%) Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g) Rata-rata g/putaran
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 918 910 909 915 916 913.60 26.10 50 910 908 909 911 912 910.00 26.00 100 900 912 909 909 908 907.60 25.93 25 703 690 708 696 706 700.60 28.02 50 701 697 682 683 693 691.20 27.65 100 686 696 676 681 690 685.80 27.43 25 405 406 404 407 412 406.80 27.12 50 393 394 401 394 399 396.20 26.41 100 395 394 402 399 394 396.80 26.45 Prototipe-2 35 25 15 g/putaran Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g)
Rata-rata Volume Pupuk dalam Hopper (%)
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 1213 1243 1215 1236 1232 1227.80 35.08 50 1278 1213 1235 1210 1226 1232.40 35.21 100 1271 1261 1254 1240 1254 1256.00 35.89 25 1106 1111 1113 1118 1117 1113.00 44.52 50 1123 1130 1098 1116 1111 1115.60 44.62 100 1037 1027 1095 1079 1054 1058.40 42.34 25 646 635 640 637 636 638.80 42.59 50 630 623 633 611 618 623.00 41.53 100 603 622 621 620 624 618.00 41.20
Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g)
Rata-rata Prototipe-3
35
25
Volume Pupuk dalam Hopper (%) g/putaran
Lampiran 7 (Lanjutan)
Hasil Pengujian Pupuk TSP+KCl (2:1) Bukaan selubung 100% Bukaan selubung 75% Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 1970 1975 1969 1963 1977 1970.80 56.31 50 1955 1960 1953 1957 1966 1958.20 55.95 100 1945 1970 1948 1955 1957 1955.00 55.86 25 1476 1475 1481 1462 1479 1474.60 58.98 50 1456 1449 1432 1447 1476 1452.00 58.08 100 1474 1477 1455 1465 1500 1474.20 58.97 25 801 793 785 794 801 794.80 52.99 50 813 817 814 802 819 813.00 54.20 100 832 832 808 818 820 822.00 54.80 Prototipe-2 35 25 15
Volume Pupuk dalam Hopper (%) Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g) Rata-rata g/putaran
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 1806 1778 1827 1805 1795 1802.20 51.49 50 1784 1742 1792 1819 1798 1787.00 51.06 100 1739 1771 1773 1764 1780 1765.40 50.44 25 1455 1468 1464 1475 1445 1461.40 58.46 50 1460 1443 1464 1455 1449 1454.20 58.17 100 1421 1431 1442 1432 1470 1439.20 57.57 25 867 861 875 860 881 868.80 57.92 50 845 859 858 876 878 863.20 57.55 100 837 826 841 836 841 836.20 55.75 35 25 15
Volume Pupuk dalam Hopper (%) Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g) Rata-rata g/putaran Prototipe-3 Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 1770 1772 1759 1777 1769 1769.40 50.55 50 1760 1758 1755 1748 1765 1757.20 50.21 100 1752 1760 1750 1748 1767 1755.40 50.15 25 1214 1191 1209 1200 1200 1202.80 48.11 50 1171 1182 1152 1177 1187 1173.80 46.95 100 1137 1153 1154 1153 1149 1149.20 45.97 25 727 710 721 726 730 722.80 48.19 50 707 712 698 717 711 709.00 47.27 100 693 690 684 687 701 691.00 46.07 35 25 15 Prototipe-2
Volume Pupuk dalam Hopper (%) Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g) Rata-rata g/putaran
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 1571 1570 1562 1527 1534 1552.80 44.37 50 1579 1595 1557 1593 1615 1587.80 45.37 100 1535 1550 1546 1565 1567 1552.60 44.36 25 1191 1162 1161 1189 1192 1179.00 47.16 50 1170 1205 1167 1200 1199 1188.20 47.53 100 1140 1131 1137 1162 1188 1151.60 46.06 25 700 702 706 694 691 698.60 46.57 50 700 715 701 700 706 704.40 46.96 100 693 702 716 710 708 705.80 47.05 Prototipe-3 35 25 15
69 Lampiran 7 (Lanjutan) Bukaan selubung 50% Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 1241 1245 1239 1246 1247 1243.60 35.53 50 1236 1228 1223 1238 1240 1233.00 35.23 100 1229 1234 1220 1240 1225 1229.60 35.13 25 798 775 784 788 797 788.40 31.54 50 800 801 780 790 786 791.40 31.66 100 790 785 772 782 788 783.40 31.34 25 476 471 471 480 473 474.20 31.61 50 475 468 464 456 466 465.80 31.05 100 484 483 464 469 462 472.40 31.49 Prototipe-2 35 g/putaran Rata-rata
Massa Pupuk yang Dijatahkan Selama 1 menit (g)
25
15
Volume Pupuk dalam Hopper (%)
Kecepatan Putar Rotor (RPM) 1 2 3 4 5 25 1140 1154 1159 1157 1144 1150.80 32.88 50 1155 1145 1155 1154 1143 1150.40 32.87 100 1142 1160 1147 1141 1118 1141.60 32.62 25 820 818 819 826 808 818.20 32.73 50 822 812 808 815 821 815.60 32.62 100 794 808 802 815 814 806.60 32.26 25 518 505 508 505 515 510.20 34.01 50 518 512 525 516 523 518.80 34.59 100 489 512 506 508 503 503.60 33.57 Prototipe-3 35 25 15
Lampiran 8 Tabel Hasil Kalibrasi Handy Strain Meter Tabel hasil kalibrasi
Grafik hasil kalibrasi
1 2 3 4 5 Rataan 0 0 0.5 0 0 0 0 0 0 0 1 9.81 0.5 4.905 773 763 767 768 766 767.4 2 19.62 0.5 9.810 1548 1542 1549 1543 1545 1545.4 3 29.43 0.5 14.715 2358 2338 2342 2336 2343 2343.4 4 39.24 0.5 19.620 3158 3146 3132 3136 3132 3140.8 5 49.05 0.5 24.525 3976 3952 3944 3932 3930 3946.8 Beban (kg) F (N) r (m) Torsi (N·m) µε
Lampiran 9 Data Hasil Pengujian Kebutuhan Torsi Penjatahan Pupuk Pupuk: Urea Bukaan 25% Kecepatan Putar Jenis Penjatah Volume (%) 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 Ulangan 1 0.27 0.22 0.17 0.16 0.21 0.12 0.59 0.20 0.36 0.12 0.15 0.23 0.17 0.29 0.33 0.35 0.21 0.26 Ulangan 2 0.26 0.28 0.17 0.13 0.17 0.17 0.27 0.30 0.26 0.30 0.25 0.17 0.29 0.06 0.34 0.26 0.23 0.30 Ulangan 3 0.28 0.12 0.22 0.15 0.15 0.19 0.04 0.31 0.33 0.12 0.15 0.23 0.23 0.78 0.23 0.05 0.15 0.18 Rataan 0.27 0.21 0.19 0.15 0.18 0.16 0.30 0.27 0.32 0.18 0.18 0.21 0.23 0.38 0.30 0.22 0.20 0.25 Torsi (N·m) 15 RPM 25 RPM 35 RPM
Konvensional Edge-cell Konvensional Edge-cell Konvensional Edge-cell
Bukaan 75% Kecepatan Putar Jenis Penjatah Volume (%) 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 Ulangan 1 0.26 0.19 0.22 0.08 0.26 0.17 0.22 0.09 0.18 0.21 0.13 0.11 0.25 0.09 0.26 0.11 0.11 0.07 Ulangan 2 0.26 0.21 0.27 0.15 0.08 0.17 0.18 0.15 0.19 0.04 0.11 0.06 0.25 0.11 0.45 0.04 0.04 0.19 Ulangan 3 0.20 0.24 0.18 0.10 0.17 0.24 0.12 0.12 0.07 0.10 0.15 0.23 0.11 0.18 0.11 0.07 0.02 Rataan 0.26 0.20 0.24 0.14 0.15 0.17 0.21 0.12 0.16 0.11 0.11 0.11 0.25 0.11 0.29 0.09 0.07 0.09 Torsi (N·m) 15 RPM 25 RPM 35 RPM
Konvensional Edge-cell Konvensional Edge-cell Konvensional Edge-cell
Bukaan 100% Kecepatan Putar Jenis Penjatah Volume (%) 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 Ulangan 1 0.29 0.14 0.17 0.16 0.04 0.16 0.18 0.22 0.17 0.08 0.23 0.10 0.45 0.12 0.21 0.11 0.17 0.01 Ulangan 2 0.21 0.21 0.15 0.10 0.15 0.08 0.16 0.20 0.11 0.20 0.20 0.12 0.21 0.24 0.26 0.16 0.16 0.10 Ulangan 3 0.17 0.02 0.05 0.14 0.13 0.09 0.24 0.18 0.15 0.12 0.06 0.10 0.36 0.27 0.23 0.16 0.14 0.17 Rataan 0.22 0.12 0.12 0.13 0.11 0.11 0.20 0.20 0.14 0.13 0.16 0.11 0.34 0.21 0.23 0.14 0.16 0.09 Torsi (N·m) 15 RPM 25 RPM 35 RPM
Konvensional Edge-cell Konvensional Edge-cell Konvensional Edge-cell
7
Lampiran 9 (Lanjutan) Pupuk: TSP Kecepatan Putar Jenis Penjatah Volume (%) 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 100 50 25 Ulangan 1 0.39 0.34 0.74 0.56 0.58 0.57 0.56 0.18 0.39 0.26 0.14 0.18 0.28 0.72 0.71 0.21 0.29 0.21 Ulangan 2 0.25 0.85 0.47 0.39 0.07 0.25 0.39 0.27 0.64 0.16 0.09 0.13 0.38 0.81 0.45 0.18 0.03 0.08 Ulangan 3 0.71 0.52 0.45 0.31 0.68 0.44 0.31 1.14 0.44 0.29 0.41 0.19 0.64 0.68 0.85 0.05 0.11 0.33 Rataan 0.45 0.57 0.55 0.42 0.45 0.42 0.42 0.53 0.49 0.24 0.21 0.17 0.43 0.74 0.67 0.14 0.15 0.21 Torsi (N·m) 15 RPM 25 RPM 35 RPM
Konvensional Edge-cell Konvensional Edge-cell Konvensional Edge-cell
73
Lampiran 10 Data Hasil Validasi Model Penjatah Pupuk Pupuk: urea
Prototipe-2
Prototipe-3
Pupuk: TSP
(%) (%) Pendugaan Pengujian Pendugaan Pengujian Pendugaan Pengujian
100 100 1.07 0.22 1.07 0.20 1.07 0.34 50 100 0.55 0.12 0.55 0.20 0.55 0.21 25 100 0.29 0.12 0.29 0.14 0.29 0.23 100 75 1.06 0.26 1.06 0.21 1.06 0.25 50 75 0.54 0.20 0.54 0.12 0.54 0.11 25 75 0.28 0.24 0.28 0.16 0.28 0.29 100 50 1.05 0.27 1.05 0.30 1.05 0.23 50 50 0.53 0.21 0.53 0.27 0.53 0.38 25 50 0.28 0.19 0.28 0.32 0.28 0.30 15 RPM 25 RPM 35 RPM Volume Bukaan
Torsi (N·m) Torsi (N·m) Torsi (N·m)
(%) (%) Pendugaan Pengujian Pendugaan Pengujian Pendugaan Pengujian
100 100 0.56 0.13 0.56 0.13 0.56 0.14 50 100 0.30 0.11 0.30 0.16 0.30 0.16 25 100 0.17 0.11 0.17 0.11 0.17 0.09 100 75 0.56 0.14 0.56 0.11 0.56 0.09 50 75 0.29 0.15 0.29 0.11 0.29 0.07 25 75 0.16 0.17 0.16 0.11 0.16 0.09 100 50 0.55 0.15 0.55 0.18 0.55 0.22 50 50 0.28 0.18 0.28 0.18 0.28 0.20 25 50 0.15 0.16 0.15 0.21 0.15 0.25 35 RPM Volume Bukaan 15 RPM 25 RPM
Torsi (N·m) Torsi (N·m) Torsi (N·m)
100 50 25 100 50 25 15 2.29 1.75 1.48 2.15 1.86 1.72 25 2.29 1.75 1.48 2.15 1.86 1.72 35 2.29 1.75 1.48 2.15 1.86 1.72 15 0.45 0.57 0.55 0.42 0.45 0.42 25 0.42 0.53 0.49 0.24 0.21 0.17 35 0.43 0.74 0.67 0.14 0.15 0.21 Volume pupuk (%) Prototipe-3 Prototipe-2
Kecepatan Putar Rotor (RPM)
Jenis Volume pupuk (%)
Torsi Pendugaan (N·m) Torsi Pengujian
N o : 1 D ig a m b a r : A n n is a N u r I N R P : F 1 5 1 1 0 0 1 1 1 D ip e ri k sa : D r. I r. W aw an H . M S S k a la S a tu an T an g g al P e ri n H o p p er D e p a rt e m e n T e k n ik M e si n d an B io si st em T e k n ik M e si n P e rt a n ia n d an P an g an In st it u t P e rt a n ia n B o g o r 2 2 0 .0 1 5 0 .0 4 5 ° 1 8 4 .0 8 0 .0 90. 0 : 1 :8 : m m : L am p ir a n 1 1 G am ba r T e kni k A la t P e m up uk Ja g ung 4 1 0 .0
N o : 2 A 4 D ig a m b a r : A n n is a N u r I N R P : F 1 5 1 1 0 0 1 1 1 D ip e ri k sa : D r. I r. W aw an H . M S P e ri n g at an : H o p p e r d a n R u m a h P e n ja ta h R o to r K o n v en si o n al D e p a rt e m e n T e k n ik M e si n d an B io si st em T e k n ik M e si n P e rt a n ia n d an P an g an In st it u t P e rt a n ia n B o g o r G a m b a r P ik to ri al S k a la S a tu an T an g g al : 1 :4 : m m : L am p ir a n 1 1 G am ba r T e kni k A la t P e m up uk Ja g ung 5 7
N o : 3 D ig a m b a r : A n n is a N u r I N R P : F 1 5 1 1 0 0 1 1 1 D ip e ri k sa : D r. I r. W aw an H . M S P e ri n H o p p e r d a n R u m a h P e n ja ta h R o to r E d g e -c el l D e p a rt e m e n T e k n ik M e si n d an B io si st em T e k n ik M e si n P e rt a n ia n d an P an g an In st it u t P e rt a n ia n B o g o r G a m b a r P ik to ri al S k a la S a tu an T an g g al : 1 :4 : m m :
L
am
p
ir
an 1
1
G
am
ba
r T
ekni
k A
la
t P
em
up
uk
Ja
gung
N o: 3 A 4 D iga m ba r : A n ni sa N ur I N R P : F 151100111 D ipe ri k sa : D r. Ir . W a w an H . M S P er in ga ta n: R um a h R ot or E dg e-ce ll D epa rt e m en T e kni k M es in d an B io si st em T ekni k M e si n P er ta ni a n da n P a nga n Ins ti tu t P e rt an ia n B ogor 3 6 .0 1 1 4 .0 6 .0 9 0 .0 1 5 0 .0 8 0 .0 R 2 0 .0 1 3 5 ° S k a la S a tu an T an g g al : 1 :2 : m m : L am p ir a n 1 1 G am ba r T e kni k A la t P e m up uk Ja g ung 7 7
N o: 5 D ig am ba r : A n ni sa N ur I N R P : F 1 511 00111 D ip er ik sa : D r. I r. W aw an H . M S P er inga H oppe r d an R um ah R ot or E dg e-ce ll D epa rt e m en T e kni k M es in d an B io si st em T ekn ik M es in P er ta n ia n da n P anga n Ins ti tu t P er ta ni an B ogor K et e ra n ga n Je ni s B aha n Jum la h 1 . H o ppe r 2 . R um a h R ot o r E dge -c el l 3 . P or os 4 . P ega s 5 . P e nj at ah P upuk 6 . S el ubung R ot or 7 . M u r K u pi ng 8 . S ika t P enj at ah A kr il ik A kr il ik P ol ie ti le n B aj a B aj a S ok P V C B aj a A kr il ik 1 uni t 1 uni t 1 uni t 1 uni t 1 uni t 1 uni t 1 uni t 1 uni t
1
2
3
6
7
8
G am b ar K om pos is i S ka la S at ua n T angga l : 1: 8 : m m : L am p ir a n 1 1 G am ba r T e kni k A la t P e m up uk Ja g ung4
5
N o : 6 A 4 D ig a m b a r : A n n is a N u r I N R P : F 1 5 1 1 0 0 1 1 1 D ip e ri k sa : D r. I r. W aw an H . M S P e ri n g at an : R o to r D e p a rt e m e n T e k n ik M e si n d an B io si st em T e k n ik M e si n P e rt a n ia n d an P an g an In st it u t P e rt a n ia n B o g o r 8 0 .0 5 .0 1 5 .0 4 .2 2 4 .0 R 4 .5 R 2 0 .0 R 6 .0 S ka la S at ua n T angga l : 1: 1 : m m : L am p ir a n 1 1 G am ba r T e kni k A la t P e m up uk Ja g ung 6 0 ° 9 7
N o : 7 D ig a m b a r : A n n is a N u r I N R P : F 1 5 1 1 0 0 1 1 1 D ip e ri k sa : D r. I r. W aw an H . M S P e ri n g S e lu b u n g R o to r D e p a rt e m e n T e k n ik M e si n d an B io si st em T e k n ik M e si n P e rt a n ia n d an P an g an In st it u t P e rt a n ia n B o g o r 7 0 .0 5 .0 4 S ka la S at ua n T angga l : 1: 1 : m m : L am p ir a n 1 1 G am ba r T e kni k A la t P e m up uk Ja g ung 5 .0
N o: 8 A 4 D iga m ba r : A n ni sa N ur I N R P : F 151100111 D ipe ri k sa : D r. Ir . W a w an H . M S P er in ga ta n: S ik at P en ja ta h D epa rt e m en T e kni k M es in d an B io si st em T ekni k M e si n P er ta ni a n da n P a nga n Ins ti tu t P e rt an ia n B ogor G am b ar K om pos is i 9 0 .0 8 0 .0 1 2 .0 3 .0 4 0 .0 5 .0 2 2 .0 2 5 .0 S ka la S at ua n T angga l : 1: 1 : m m : L am p ir a n 1 1 G am ba r T e kni k A la t P e m up uk Ja g ung 81
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Jakarta, tanggal 27 Februari 1986. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, dari pasangan Ichsan Zulkarnain dan Asfiniar.
Penulis merupakan lulusan dari SMA Negeri 5 Surabaya dan pada tahun 2005 melanjutkan pendidikan ke Jurusan Teknik Pertanian (TEP), Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor melalui jalur SPMB dan lulus pada tahun 2010. Selama perkuliahan, penulis pernah menjadi asisten praktikum mata kuliah Teknik Mesin dan Budidaya Pertanian. Selain itu, penulis pernah mengikuti beberapa perlombaan seperti lomba debat bahasa Inggris yang diadakan oleh BEM Fakultas Teknologi Pertanian dan meraih Juara II (tahun 2007) dan Juara III (tahun 2008) melalui grup debat TRIWARAS bersama dua orang mahasiswa TEP lainnya. Bersama grup TRIWARAS ini pula, penulis menjadi finalis lomba
Alternative Energy Competition pada tahun 2009 yang diselenggarakan oleh
jurusan Teknik Mesin, Institut Teknik Sepuluh November, Surabaya.
Pada tahun 2010, penulis melanjutkan studi di Program Studi Teknik Mesin Pertanian dan Pangan, Fakultas Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Selama perkuliahan, penulis mengikuti kegiatan yang mewakili IPB yaitu summer course di Institut Pertanian Bogor dan winter course di Ibaraki University, Jepang.