• Tidak ada hasil yang ditemukan

NYERI DAN EFEK PLASEBO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "NYERI DAN EFEK PLASEBO"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

NYERI

DAN

EFEK

EFEK

(2)
(3)
(4)

Teori Nyeri terdahulu:

Nyeri merupakan Sensasi

Dideskripsikan sebagai berikut:

1. Kerusakan jaringan menyebabkan sensasi nyeri

2. Keterlibatan psikologi dalam teori ini hanya sebagai konsekuensi (mis. cemas, takut, depresi). Psikologi tidak memiliki pengaruh kausa

tidak memiliki pengaruh kausa

3. Nyeri merupakan respon otomatis terhadap stimulus eksterna

4. Sensasi nyeri memiliki 1 kausa 5. Nyeri dikategorikan menjadi:

1. Nyeri psikogenikbila tidak ada dasar organik yang ditemukan

(5)

Memasukkan Psikologi ke dalam Teori Nyeri

Berdasarkan beberapa observasi :

• Tatalaksana medis saja tidak efektif untuk terapi nyeri kronik

harus ada sesuatu yang lain yang terlibat dalam sensasi nyeri

terlibat dalam sensasi nyeri

• Individu dengan derajat kerusakan jaringan yang sama melaporkan sensasi dan respon nyeri yang berbeda  pengalaman nyeri

(6)
(7)

Teori Tiga Proses Nyeri 1. Proses fisiologis

– Kerusakan jaringan, pelepasan endorin dan perubahan denyut jantung

2. Proses subjektif–afektif–kognitif 3. Proses perilaku

Ketiga proses tidak berjalan sendiri‐sendiri namun berinteraksi dan dapat berubah sewaktu‐waktu

(8)

Peran Faktor Psikososial Pada

Persepsi Nyeri

(9)

Proses Subjektif–Afektif–Kognitif

1. Peran Pembelajaran

a. Classical Conditioning

• Pembelajaran asosiatif  individu mengasosiasikan lingkunangan tertentu dengan pengalaman nyeri

lingkunangan tertentu dengan pengalaman nyeri

b. Operant Conditioning

• Individu dapat berespon terhadap nyeri dengan menunjukkan perilaku nyeri (mis. beristirahat, meringis , pincang, tidak masuk kerja)

(10)

2

. Peranan Afek a. Ansietas

• Nyeri akut  ansietas ↓  terapi berhasil menghilangkan nyeri  nyeri ↓  ansietas↓

• Nyeri kronik  terapi berefek minimal  ansietas ↑  nyeri ↑

b. Takut b. Takut

• Takut akan nyeri dapat menimbulkan kewaspadaan berlebih terhadap nyeri  progresi nyeri akut

menjadi nyeri kronik

• Terapi yang memaparkan pasien terhadap situasi yang ditakuti dapat mengurangi keyakinan

menghindari rasa takut dan memodifikasi pengalaman nyeri

(11)

3. Peranan Kognisi

a. Catastrophizing

Pada pasien nyeri kronik

• Melibatkan 3 komponen: (1) ruminasi, (2) magnifikasi, (3) ketidakberdayaan

b. Pemaknaan

• Nyeri dapat memiliki berbagai arti/jarak pada orang berbeda

berbeda c. Efikasi diri

• Peningkatan efikasi diri merupakan faktor penting dalam menentukan derajat persepsi nyeri

d. Perhatian

• Perhatian terhadap nyeri dapat mengeksaserbasi nyeri Distraksi perhatian dapat mengurangi pengalaman

(12)

Proses Perilaku

Perilaku nyeri dan Keuntungan sekunder

• Dikuatkan melalui perhatian, sambutan yang diterima dan keuntungan sekunder

diterima dan keuntungan sekunder

• Cara dimana individual berespon terhadap nyeri dapat meningkatkan/menurunkan persepsi nyeri

(13)
(14)

Pengukuran Nyeri

Lapor diri

Visual Analogue Scales,

Verbal Scales

– Deskripsi nyeri: tidak nyeri, ringan, sedang, berat

Kuesioner deskriptif

(15)
(16)

Penilaian observasional

• Bila lapor diri tidak dapat dipercaya atau tidak dapat dilakukan

• Dilakukan penilaian:

– Penilaian penghilang nyeri yang diminta dan digunakan – Penilaian penghilang nyeri yang diminta dan digunakan – Perilaku nyeri (pincang, meringis, tarikan otot

– Waktu yang dihabiskan untuk tidur/istirahat

Pengukuran fisiologis

• Penilaian inflamasi, pengukuran keringat, denyut nadi dan suhu tubuh

(17)

Keluaran Manajemen dan Tatalaksana Nyeri

• Pengurangan intensitas nyeri dan persepsi nyeri • Pergeseran fokus pada penerimaan rasa nyeri

• Penerimaan nyeri merupakan prediktor yang lebih baik dibandingkan variabel koping terhadap

baik dibandingkan variabel koping terhadap

perubahan nyeri (intensitas nyeri, disabilitas, depresi, ansietas dan satus kerja yang lebih baik)

(18)
(19)

PLASEBO ?

 Zat inert yang menyebabkan gejala yang muncul menjadi lebih baik.

– ( sakit kepala saya hilang setelah saya makan permen gula)

 Zat yang menyebabkan perubahan pada gejala yang tidak berkaitan secara langsung dengan terapi

 Zat yang menyebabkan perubahan pada gejala yang tidak berkaitan secara langsung dengan terapi

farmakologi / operasi

‐ Setelah melakukan operasi pinggul, sakit kepala saya hilang

 Terapi yang sengaja digunakan untuk efek yang tidak spesifik baik psikologis / fisiologis

(20)

Sejarah Zat Inert

berabad‐abad Individu dari berbagai latar

belakang budaya telah menggunakan (dan masih

menggunakan) pengobatan inert untuk berbagai

macam kondisi. (e.g darah gladiator, penis

dolphin etc)

dolphin etc)

(21)

Plasebo Di Zaman Modern

Placebo terbukti memiliki beberapa efek, seperti

alergi, asma, kanker, diabetes, enuresis, epilepsi,

insomnia, ulkus, dll. ( Haas et al, 1959)

Paling banyak diteliti berhubungan dengan nyeri

Paling banyak diteliti berhubungan dengan nyeri

– 30% penderita nyeri kronik sembuh menggunakan plasebo

(22)

Bagaimana Plasebo Bekerja ?

Teori dalam memahami efek plasebo • Non‐interaktif

• Karakteristik Individu

• Karakterisitik Pengobatan

• Karakteristik Profesional Kesehatan

• Interaktif • Interaktif ‐ Bias Eksperimen ‐ Harapan Pasien ‐ Kesalahan Pelaporan ‐ Conditioning effects - Pengurangan Kecemasan • Teori Fisiologis

(23)
(24)

Teori Non‐Interaktif

1. Karakteristik Individu

• Individu‐individu tertentu memiliki karakteristik yang membuat mereka rentan terhadap efek plasebo (ketergantungan

emosional, extroversi, neurosis, sugestif)

2. Karakterisitik Pengobatan

Karakteristik dari proses yang sebenarnya terlibat dalam Karakteristik dari proses yang sebenarnya terlibat dalam pengobatan plasebo berkaitan dengan efektivitas atau tingkat efek plasebo (operasi > suntikan > 2 obat > 1 obat)

3. Karakteristik Profesional Kesehatan

Jenis profesional dalam menjalankan pengobatan plasebo dapat menentukan tingkat efek plasebo.

(25)

Teori Interaktif

1. Bias Eksperimen

Teori Bias eksperimen menggambarkan harapan dokter, yang disampaikan kepada pasien, mengubah harapan pasien.

2. Harapan Pasien

Teori efek harapan menjelaskan secara langsung Teori efek harapan menjelaskan secara langsung bahwa harapan pasien berasal dari pengobatan yang berhasil didapatkan sebelumnya. Jensen dan Karoly (1991) juga berpendapat bahwa motivasi pasien memiliki peran penting dalam efek plasebo, dan mereka membedakan antara motivasi pasien (keinginan untuk mengalami perubahan gejala) dengan harapan pasien (keyakinan bahwa perubahan gejala akan terjadi).

(26)

3.

Kesalahan Pelaporan

Kesalahan pelaporan terjadi karena adanya

kesalahan dalam menjelaskan efek placebo, atau keliru

dalam

menjelaskan

perubahan mengenai gejala

plasebo.

4. Conditioning effects

Menurut

teori

pengkondisian,

stimulus

Menurut

teori

pengkondisian,

stimulus

berkondisi (pengobatan) biasanya akan dikaitkan

dengan respon berkondisi (pemulihan). Namun, jika

stimulus berkondisi ini (pengobatan) dipasangkan

dengan stimulus terkondisi (mis rumah sakit, jas putih),

stimulus terkondisi dapat sendiri mendapatkan respon

terkondisi (pemulihan, efek plasebo).

(27)

5.

Pengurangan Kecemasan

Downing dan Rickles (1983) berpendapat

bahwa plasebo mengurangi kecemasan, sehingga

membantu pasien untuk pulih.

Teori Fisiologis

Levine et al. (1978)  plasebo meningkatkan

pelepasan endorfin (opiate) ‐ obat penghilang rasa

sakit alami otak  mengurangi rasa sakit.

(28)
(29)

Peran Sentral Harapan Pasien

Ross dan Olson (1981) merangkum efek plasebo

sebagai berikut:

1. arah efek plasebo sejajar efek dari obat yang

diteliti

2. kekuatan efek plasebo sebanding dengan yang

2. kekuatan efek plasebo sebanding dengan yang

dari obat aktif;

3. efek samping yang dilaporkan dari obat plasebo

dan obat aktif seringkali sama;

4. waktu yang dibutuhkan untuk kedua placebo

dan obat aktif menjadi aktif seringkali sama.

(30)

Teori Disonansi Kognitif

Totman (1976, 1987) menempatkan teori disonansi kognitif tentang plasebo dalam konteks berikut:

'Mengapa penyembuhan menggunakan kepercayaan berlangsung sangat lama? "Dan "Mengapa banyak

dari obat‐obatan homeopati, yang tidak memiliki konten medis aktif, masih digunakan ? "

(31)

Pengaruh investasi

Totman menyarankan bahwa hasil dari investasi yang dilakukan oleh individu harus melalui dua proses: • (1) kebutuhan individu untuk memperbaiki perilaku

mereka; dan

• (2) individu harus melihat diri mereka sebagai individu yang rasional dan terkendali

rasional dan terkendali

Totman berpendapat bahwa high justification(berhasil) menghasilkan disonansi rendah (misalnya 'Saya dapat

memperbaiki perilaku saya, saya rasional dan terkendali'). Namun, pada low justification (misalnya 'tidak berhasil') menghasilkan disonansi tinggi (misalnya saya tidak bisa memperbaiki perilaku saya, saya tidak rasional atau tidak terkendali).

(32)

Peran Efek Plasebo

Pada Psikologi Kesehatan

Kepercayaan kesehatan

‐ Agar plasebo memiliki efek pada individu, individu harus percaya bahwa intervensinya efektif.

harus percaya bahwa intervensinya efektif.

‐ Kepercayaan pada tenaga kesehatan berjas putih akan menyembuhkan penyakit mereka, RS adalah tempat mereka merasa baik dan intervensi medis bisa menghasilkan hasil positif

(33)

Pengenalan penyakit

‐ Agar plasebo memiliki efek, individu juga harus percaya pada penyebab dari penyakit mereka.

‐ Contoh, percaya bahwa penyakit mereka memiliki penyebab medis (ex. Diabetes) maka plasebo bentuk pil akan lebih efektif. Namun, bila percaya bahwa

penyakit mereka karena gaya hidup, plasebo bentuk penyakit mereka karena gaya hidup, plasebo bentuk pil mungkin tidak dapat efektif.

(34)

Kepercayaan tenaga kesehatan

‐ Efektifitas plasebo juga berhubungan dengan kepercayaan ahli kesehatan.

‐ Contoh, bila dokter percaya bahwa penyakit pasien nya disebabkan oleh gaya hidup dan bisa di

sembuhkan dengan cara mengubah gaya hidup lalu plasebo dalam bentuk intervensi medis tidak akan plasebo dalam bentuk intervensi medis tidak akan menyembuhkan.

‐ Harus ada penekanan kepercayaan pada plasebo melalui komunikasi antar pasien dan dokter agar plasebo berpengaruh pada pasien

(35)

Perilaku yang berhubungan dengan kesehatan ‐ Jika individu sudah percaya dan sadar akan

kesehatan maka akan lebih mungkin bagi mereka untuk merubah perilaku yang berhubungan dengan kesehatan (ex.tidak merokok, tidak minum alkohol dan berolahraga)

‐ Termasuk dengan minum obat yang dipercaya juga ‐ Termasuk dengan minum obat yang dipercaya juga

sebagai salah satu perilaku yang berhubungan dengan kesehatan

(36)

Stres

‐ Plasebo juga memiliki keterlibatan dengan respon stress. Baik secara langsung (perubahan fisik)

ataupun tidak langsung (perubahan psikologis)

‐ Plasebo dapat berfungsi dengan mengurangi stress karena penyakit yang dirasakan. Dengan cara percaya bahwa mereka memiliki kontrol atas penyakit

bahwa mereka memiliki kontrol atas penyakit mereka.

(37)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa amitriptilin memiliki efek yang lebih baik dalam menurunkan nyeri neuropatik dibandingkan dengan diphenhydramine pada pasien

Untuk mengetahui apakah pengaruh DRPs mengenai waktu pemberian obat yang tak sesuai, akan menyebabkan pengurangan efek obat penghilang nyeri pada pasien pasca

Semua pasien tuberkulosis di Puskesmas Perumnas Kota Kendari mengalami efek samping berupa mual dan muntah, kemerahan pada urin, tidak ada nafsu makan, demam,

kepatuhan berobat pasien, ini berarti seseorang yang menjalani pengobatan baik yang mengalami efek samping obat maupun tidak, bukan menjadi masalah untuk patuh

Oleh karena itu, penting bagi pasien yang mengalami konstipasi sebagai efek samping obat hipertensi untuk berkonsultasi dengan dokter dan memantau gejala yang mungkin

Keselamatan saat bekerja dan kesehatan kerja sangat dikenal dengan masyarakat. Banyak yang bekerja tidak memperhatikan pekerjaannya, sehingga resiko yang dialami sangat bervariasi dan tergantung pekerjaannya (Rinaldi et al., 2015). Salah satu contohnya yaitu low back pain myogenic. LBP merupakan salah satu 1 masalah kesehatan yang sering di jumpai masyarakat sehingga menyebabkan nyeri, disabilitas, keterbatasan fungsional (WHO, 2003). Sebagian besar pasien yang terkena dampak low back pain myogenic menunjukan aktivitas fisik berkurang dapat menyebabkan penurunan mobilitas sendi, kehilangan kekuatan, daya tahan dan koordinasi otot (Costantino & Romiti, 2014). LBP myogenic sebagian besar berkontribusi pada otot-otot yang ada di punggung bawah, sehingga nyeri berasal atau bersumber dariotot yang disebabkan oleh spasme otot (Hendrawan & Lestari, 2017). Menurut penelitiannya (Pratrisna, 2013) latihan therapeutic aquatic saat tubuh berada didalam air maka akan mengalami gaya tekan keatas. Ketika kedalaman air setinggi bahu maka akan 2 kali menurunkan gaya gravitasi karena efek buoyancy bisa menurunan penekanan pada sendi sehingga dapat menurunkan nyeri pada saat sendi bergerak pada posisi tubuh yang