• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rekonsiliasi Korban HAM-Berat 1965

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rekonsiliasi Korban HAM-Berat 1965"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

Rekonsiliasi Korban HAM-Berat 1965

Bung Jacky dan bung Ilyas yb,

Perkenankanlah saya mengajukan pemikiran G30S/PKI yang sedang dibicarakan ini: 1. Yang terjadi selama ini, sudah lebih 1/2 abad hanyalah TUDUHAN PKI terlibat

bahkan dalang G30S, tapi TIDAK PERNAH dibuktikan secara akurat dengan data-data lengkap, ... sebaliknya, sekarang ini tidak sedikit suara yang meragukan bahkan menyangkal TUDUHAN keterlibatan PKI dan, ... lebih keras suara mengarah jenderal Soeharto itulah DALANG G30S sesungguhnya! Tentu suara-suara mana yang BENAR patut diteliti dan didiskusikan lebih lanjut oleh ahli-ahli sejarah dan politik anak bangsa ini. Tidak asal-asalan berkeras mempertahankan suara tunggal yg selama ini didengungkan jenderal Soeharto saja.

2. Mereka yang bung-bung bilang “TERLIBAT G30S/PKI” itu dalam kenyataan juga TIDAK pernah dibuktikan secara HUKUM! Bulshit itu semua! Hanya sebagian kecil, sangat, sangat kecil saja yang benar-benar terlibat, sedang yang mayoritas mutlak dari mereka yang dipenjarakan bahkan sudah dibunuh itu TIDAK TERLIBAT dan tidak tahu apa itu G30S! Bahkan ada yang berani menyatakan lebih dari 99% dari seluruh KORBAN yang di bunuh maupun ditangkap dan dibuang di Pulau Buru hanyalah TUDUHAN tanpa DASAR, tanpa data/fakta akurat, ... Coba saja bung-bung hitung kenyataan ada berapa tokoh yang dituduh terlibat G30S itu yang bisa diajukan ke Mahmilub dan Mahmilti kan? Mengapa? Karena penguasa tidak ada cukup bukti untuk menyeret KORBAN-KORBAN kesidang pengadilan membuktikan TUDUHAN keterlibatan mereka dalam G30S yg dikatakan makar itu! Sekalipun mereka-mereka yang jelas dan bisa dibuktikan tokoh PKI! Disinilah terjadi PELANGGARAN HAM-BERAT yang dilakukan aparat Negara, bukan saja menangkap seorang, dua orang warga tanpa lebih dahulu membuktikan kesalahan yang dilakukan, tapi sejumlah BESAR warga sampai ratusan ribu dijebloskan dalam penjara yang jauh melampaui kapasitas penjara. Begitu padatnya disementara penjara, TAPOL sampai harus bergilir untuk tidur rebah, sedang yang lain harus duduk atau berdiri. Dan, ... TAPOL-TAPOL itu setiap harinya bukan saja tidak diberi cukup makan, tapi juga makanan yang TIDAK PANTAS dimakan manusia lagi. Sungguh penguasa ketika itu sangat TIDAK MANUSIAWI memperlakukan bangsanya sendiri, bisa dikatakan membunuh warganya sendiri secara perlahan-lahan dengan memenjarakan tanpa ada kepastian sampai kapan. Dan ternyata pemenjaraan warganya itu berlangsung sampai belasan tahun, ... ingat, semua itu terjadi TANPA PROSES PENGADILAN untuk

(2)

2 membuktikan kesalahan yang dituduhkan!

3. Yang saya tahu, PKI sejak didirikan tahun 1920 justru tergolong partai yang berdiri dibarisan depan melawan penjajah Belanda memperjuangkan KEMERDEKAAN RI! Darimana bisa dikatakan pernah berkhianat terhadap NKRI??? Yang terjadi dengan Peristiwa Madiun 1948 itu, hanya dijadikan dalih Pemerintah Hatta ketika itu untuk gebuk PKI dan membunuh tokoh-tokoh utama PKI saja. Seperti halnya deengan G30S hanya dijadikan dalih atau alasan untuk gebuk dan hancurkan PKI saja. Dalam kenyataan dimana ada makar, atau kudeta yang dilancarkan PKI sesungguhnya! Culik menculik diantara perwira Angkatan Bersenjata bahkan menangkap dan membunuh memang terjadi, tapi yang saya tahu tidak ada hubungannya deengan PKI! Konkritnya bukan PKI secara organisasi yang melancarkan aksi atau gerakan yang dituduhkan itu! Seandainya saja, sekali lagi seandainya saja PKI bisa dibuktikan secara partai terlibat dan dalang G30S, kenapa tidak merasa cukup menangkap tokoh-tokoh utama yang harus bertanggungjawab untuk diajukan kepengeadilan dan dijatuhi sanksi HUKUM? Begitu yang dilakukan Presiden Soekarno dalam menghadapi PSI dan Masyumi yang jelas-jemelas melancarkan pemberontakan PRRI, ... PSI/Masyumi dibubarkan dan tokoh-utamanya yang terlibat saja yang diseret kedepengadilan dan dipenjarakan, sedang anggota partai yang tidak terlibat tetap bisa hidup wajar didalam masyarakat! Kenapa jenderal Soeharto tidak bersikap dan bertindak seperti Presiden Soekarno? Sebaliknya, kenapa Soeharto perintahkan membunuh tokoh-utama PKI ditempat dan tidak berani menyeretnya kedepan pengadilan untuk mempertanggungjawabkan apa yang dituduhkan PKI dalang G30S? Bukankah itu jelas sebagai usaha Soeharto membungkam dan menutup untuk selamanya peran jenderal Soeharto dalam G30S sesungguhnya dan hubungannya dengan PKI?

4. Jadi, rekonsiliasi korban G30S yang dilakukan, hendaknya pihak pemerintah yang berkuasa lebih dahulu mengakui KESALAHAN pelanggaran HAM-BERAT yang pernah dilakukan masa ORBA, sejak jenderal Soeharto berkuasa itu. Syukur Pemerintah yang berkuasa sekarang bisa secara resmi menyatakan maaf atas kejahatan negara yg membuat jutaan warga menderita bahkan terbunuh itu, dan, .... yang lebih PENTING lagi, Pemerintah dengan demikian bisa secara RESMI merehabilitasi atau memulihkan posisi jutaan warga yang selama lebih 1/2 abad ini diperlakukan sebagai warga klas-kambing yang harus disisihkan, Ex TAPOL dan keluarga TAPOL dengan lebel “TIDAK BERSIH LINGKUNGAN”!!!

Saloam, ChanCT

(3)

3

From: Salim Said

Sent: Saturday, April 23, 2016 5:42 AM

To: Group Diskusi Kita ; alumnas-oot ; [email protected] ;

[email protected]

Subject: Fwd: Kisah2 Tantang G30S/PKI (I)

--- Forwarded message ---

From: Abraham Ilyas <[email protected]> Date: 2016-04-22 16:18 GMT+07:00

Kkd. Jacky Mardono Tjokrodiredjo yang saya hormati !

Petuah Kkd. yang berbunyi :

"Rekonsiliasi dengan mereka yang terlibat G30S/PKI adalah syah2 saja, sepanjang tidak melupakan bahwa PKI pernah berkhianat terhadap NKRI.

Rekonsiliasi dengan mereka yang terlibat G30S/PKI, sama nilainya dengan menerima kembali ex napi, yang telah dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan.

Seseorang yang telah dipidana karena memperkosa seorang balita, setelah bebas dari Lapas, tentunya diterima kembali oleh warga masyarakat, dengan catatan tidak dijadikan pengasuh anak/cucu kita yang masih balita."

.... petuah semacam ini bagi saya merupakan kata kunci... yang sebaiknya juga menjadi pedoman/pegangan untuk para generasi muda yang tak sempat membaca buku sejarah ataupun bagi generasi muda yang termakan oleh propaganda orang asing untuk memecah belah bangsa kita.

Oleh sebab itu mohon izin kepada Kkd. untuk mengutip dan mempublikasikannya sesuai dengan kepentingannya !

Wassalam

Abraham Ilyas 71 th

(4)

4

From: Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[email protected]>

Sent: Friday, 22 April 2016, 14:55

Subject: Re: Kisah2 Tantang G30S/PKI (I)

Ananda Dhani.

Terima kasih atas informasi ananda Dhani. Anggota Polri korban keganasan G30S/PKI, antara lain adalah KS Tubun.

Nama almarhum bahkan diabadikan menjadi nama sebuah kapal perang.

Pada th. 1965,

dua pos di Polres yang saya pimpin, diserang oleh gerombolan G30S/PKI. Dari anggota saya luka tiga orang,

sedang dari pihak penyerang satu orang tewas. Ketika anggota saya dirawat dirumah sakit,

warga masyarakat secara bergiliran menjenguknya.

Warga masyarakat datang dengan membawa berbagai macam makanan, yang jumlahnya berlebihan.

Sehingga anggota yang tidak lukapun,

ikut menikmati oleh2 yang dibawa oleh para penjenguk.

Wassalam, Jacky Mardono.

From: "[email protected]" <[email protected]>

Sent: Friday, 22 April 2016, 13:12

Subject: Re: Kisah2 Tantang G30S/PKI (I)

Korban pemberontakan PKI th 1948. Yang (hampir) dilupakan. Silahkan di klik:

https://www.instagram.com/p/_UP_1NBw0z/

(5)

5

Sent from my Samsung Galaxy smartphone.

--- Original message ---

From: dicky sondani <[email protected]>

Date: 22/04/2016 10:52 (GMT+07:00)

Subject: Re: Kisah2 Tantang G30S/PKI (I)

Mohon ijin Jenderal masalah G30S/PKI sudah selesai. Kalo negara ini selalu membahas ini akan menguras energi yg seharusnya kita fokus dlm membangun. Setiap negara punya permasalahn tentang HAM demikian juga Indonesia. Negara tdk perlu minta maaf kpd keluarga PKI. Apa yg dilakukan Pak Harto sudah benar dalam rangka menyelamatkan Indonesia dari bahaya komunis. Kita semua tahu PKI sejak th 1948 sudah melakukan pemberontakkan thd NKRI.

Pada tanggal 22 Apr 2016 10:37 AM, "Jacky Mardono Tjokrodiredjo" <[email protected]> menulis:

Kisah2 tentang G30S/PKI,

tergantung dari siapa yang menuturkannya.

Sedangkan substansi kisah yang menuturkannya,

tergantung dari pengetahuan dan pengalaman yang menuturkan kisah tersebut.

Pada tgl 1 Oktober 1965, jabatan saya adalah Kapolres,

di salah satu Polres di Sumatera Barat.

Jabatan Kapolres tersebut adalah jabatan yang ketiga kalinya bagi saya.

Hari Jumat pagi tgl. 1 Oktober 1965,

saya terkejut ketika mendengar pengumuman Letkol Untung. Isi pengumuman tersebut adalah,

bahwa Letkol Untung sebagai komandan G30S, telah melakukan tindakan kepada :

1. Jenderal2 anggota apa yang menamakan dirinya "Dewan Jenderal".

2. Presiden Sukarno dan beberapa tokoh masyarakat yang menjadi sasaran operasi Dewan Jenderal,

berada dalam pengamanan G30S.

(6)

6 untuk menggulingkan Presiden Sukarno.

4. DD (Dewan Djenderal) telah merencanakan coup sebelum tgl. 5 Oktober 1965. 5. Kegiatan di Jakarta akan dilanjutkan di daerah2,

yang ditujukan kepada "kaki-tangan" dan simpatisan2 Dewan Jenderal.

Walaupun Letkol Untung menyatakan bahwa "G30S" adalah gerakan interen Angkatan Darat,

namun Letkol Untung membentuk "Dewan Revolusi", yang terdiri dari kekuatan2 masyarakat,

untuk menghadapi kaki tangan Dewan Jenderal yang ada di-daerah2.

Selanjutnya Letkol Untung menytakan :

Pada tgl. 1 Oktober 1965,

letkol Untung mengeluarkan beberapa pengumuman. Salah satu pengumumannya menyatakan sbb :

1. Dewan Revolusi Indonesia,

menjadi sumber daripada segala kekuasaan dalam negara Repuplik Indonesia. 2. Dengan jatuhmya segenap kekuasaan negara ke tangan Dewan Revolusi Indonesia,

maka Kabinet Dwikora dengan sendirinya berstatus demisioner.

Komentar :

Dengan demikian,

G30S tidak lagi merupakan gerakan interen dalam Angkatan Darat, namun sudah merupakan coup,

karena mendemisionerkan Kabinet Dwikora. Sekitar pukul 14.00 WIB,

kami Panca Tunggal setempat sudah menyimpulkan hal tersebut, bahwa G30S adalah gerakan coup.

Kamipun bertekad untuk tidak mengikuti perintah membentuk Dewan Revolusi Daerah,

sampai ada kejelasan dimana Presiden Sukarno berada.

Pada tgl. 1 Oktobet1965,

(7)

7 Baru pada tgl. 4 Oktober 1965,

setelah mendengar pidato Pangkostrad di Lubang Buaya, kami mendapat petunjuk siapa sesungguhnya,

yang merupakan "aktor intelektual" G30S. Silahkan buka lampiran.

Bersambung.

Wassalam, Jacky Mardono.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan data AC setelah lepas braket dan saat ini menggunakan uji Wilcoxon, didapatkan nilai yang sama dengan data DHC yaitu p&lt;0,005, menunjukkan adanya perbedaan

Sejalan dengan informasi yang diperoleh dari Gini Ratio, ukuran ketimpangan Bank Dunia pun mencatat hal yang sama yaitu ketimpangan daerah perkotaan di Jawa

Tinggi rendahnya nilai kalor pada setiap perlakuan dipengaruhi oleh volume biogas dan kualitas api yang dihasilkan, terbukti pada minggu pertama volume biogas yang paling

Dalam pelayanan keperawatan di rawat inap khususnya di Ruang perawatan Anak, standar sangat membantu perawat untuk mencapai asuhan yang berkualitas sehingga harus berfikir realistis

Status Desa Menjadi Kelurahan yang telah ditetapkan oleh Bupati. sebagaimana dimaksud pada huruf k,

Hal ini dikarenakan oleh banyaknya anggota kelompok dukungan ter- sebut, dukungan emosi yang diberikan tidak sesuai dengan yang dibutuhkan baik dari segi waktu

Gingerol yang terkandung dalam minyak jahe merah dan eugenol yang terkandung dalam minyak cengkeh akan menghambat proses pembenktukkan prostaglandin sehingga akan

Dengan statistik menggunakan uji Chi- Square Test didapat p-value 0.178&gt; (0.05) maka hasil dari penelitian dapat disimpulkan H 0 diterima dan H a ditolak yang