• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TEORI PENUNJANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III TEORI PENUNJANG"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

TEORI PENUNJANG

3.1 Pengertian Desain 3.1.1 Desain Grafis

Desain grafis dapat diartikan sebagai sebagai proses pemikiran yang diwujudkan dalam gambar.1

3.1.2 Batasan Media

Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia. Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.

3.1.2 Batasan Media

Kita telah mengetahui komponen apa saja yang bisa dipakai dalam desain grafis, seperti garis, bantuk (shape), warna tekstur cahaya, illustrasi / gambar, huruf /typografi dan ruang (space).

Kini lebih jauh lagi kita akan mengkomposisi / mengatur / layout agar menarik menggunakan prinsip – prinsip desain sebagai berikut:

o Keseimbangan (Balance) o Irama (rytem) o Skala &Propotion o 4.Fokus(Domiance) o Kesatuan (Unity)        1

Hendratman, Hendi “Computer Graphic Design” edisi Revisi, Bandung, Informatika 2008 hlm 1

(2)

3.2 Pengertian Promosi

Promosi merupakan salah satu bagian penting dari kegiatan pemasaran. Promosi dalah upaya untuk memberitahukan atau menawarkan prosuk atau jasa dengan tujuan menarik calon konsumen untuk membeli atau mengkonsumsinya baik itu bersifat komersil maupun tidak, dengan adanya promosi, tujuan atau visi dan misi suatu penyedia barang atau jasa diharapkan dapat mengalami peningkatan.2

Tujuan Promosi diantaranya adalah:

1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial 2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan atau profit

3. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan 4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar

5. Membedakan serta mengunggulkan produk disbanding produk pesaing

6. Membentuk citra produk dimata konsumen sesuai dengan yang

diinginkan.

Beberapa cara untuk melakukan promosi adalah: 1. Melalui iklan

2. Melalui sms

3. Melalui pembicaraan 4. Melalui website 5. Dan lain sebagainya

       2

Wikipedia bahasa Indonesia, “ensiklopedia bebas”

http://id.wikipedia.org/wiki/Promosi_(pemasaran), diakses pada tanggal 1 Oktober 2013 pukul 05.03,

(3)

3.3 Pengertian Media Promosi

Media promosi adalah sarana untuk mengkonsumsikan suatu produk/ jasa /image/ perusahaan ataupun yang lain untuk dapat lebih dikenal masyarakat lebih luas.3

Dimana fungsi tersebut mempunyai sifat dasar agar seseorang mengetahui sesuatu, yaitu :

1. Mengkonsumsi 2. Meyakinkan 3. Mengarahkan

Dimana sifat tersebut bertujuan agar seseorang bisa mengetahui, mengakui, memiliki, dan meningkatkan diri pada suatu barang/ jasa/ produk/ image/ perusahaan yang menjadi sasarannya.

3.3.1 Jenis Media Promosi

Terdapat dua macam media promosi yang biasa digunakan dalam melakukan berpromosi, diantaranya 4:

1. Media promosi Below The Line (BTL)

Adalah kelompok media promosi yang tidak memerlukan media luar ruang, artinya dalam dalam hal ini tidak melibatkan pemasangan iklan di media komunikasi massa dan tidak memberikan komisi kepada perusahaan iklan.

• Billboard

Adalah penggunaan papan tanda disepanjang jalan raya untuk mengiklankan berbagai macam produk layanan atau

kegiatan. Secara umum, billboard harus cukup besar

agar bisa terlihat dan terbaca dengan jelas oleh pejalan kaki, pengendara atau penumpang kendaraan di sepanjang jalan.       

3

Majalah Visi Pustaka “Periklanan (Advertising) sebagai Sarana Komunikasi Marketing dalam Dunia Informasi dan Perpustakaan Vol.11 No.2” - Agustus 2009

4

Alexander Dharma “desain media komunikasi visual Beserta aplikasinya Untuk mempromosikan essence spa Di sunset road – bali “, Tugas Akhir hlm. 36- 37

 

Gambar1 3.1 Billboard Sumber :

http://www.toxel.com/inspiration/200 9/01/05

(4)

• Katalog

Adalah Buku yang biasanya berukuran kecil dan berisi berbagai macam produk atau jasa yang ditawarkan.

Gambar 3.2 Katalog Sumber :

http://trendsophiemartin2011.blogspot.com • Classified Advertising

Adalah iklan surat kabar, halaman web atau majalah. Berukuran kecil, berisi kalimat pendek. Umumnya tanpa gambar dan tarifnya jauh lebih murah dibandingkan display ad atau jenis iklan cetak lainnya. Classified ad kebanyakan dipasang oleh individu dengan item tunggal yng ingin mereka jual atau beli.

Gambar 2 3.3 Classified advertising Sumber : http://

nierocks.areavoices.com

• Display Advertising

Adalah jenis iklan Koran dan majalah yang biasanya berisi kombinasi teks, logo, foto, peta lokasi atau gambar lain. Display ad bisa berwarna full color ataupun hitam putih.

Gambar 3 3.4 Display Advertising Sumber : http://it365.in/digital-marketing/display-advertising/

2. Media promosi Above The Line (ATL)

Media promosi yang memerlukan media luar ruang, artinya sarana komunikasi massa. Yaitu media yang terdiri dari iklan – iklan yang disampaikan lewat media cetak, media elektronik, baik media audio maupun audio visual, serta media luar ruang atau out door (Santosa, 2002:2).

(5)

• Advertorial

Adalah Iklan dalam bentuk editorial. Istilh “advertorial” adalah penggabungan dari dua kata yaitu “advertisement” dan “editorial”.

Gambar 3.5 Advertorial Sumber : www.bumblebee.my

• Alternative Advertisement

Adalah salah satu bentuk Out of Home Advertising (OOH), iklan kreatif dan unik seperti

menempatkan botol berukuran raksasa dipinggir

jalan.

• T- Banners

Adalah spanduk rentang yang dipasang secara vertical. Bagian ujung atas dan bawah grafis dipasang penyanggah horizontal agar tidak bergoyang pada saat ditiup angin. Pada umumnya T- Banners memiliki ukuran lebar 0.9 m sampai 1 m dan tinggi 2 m sampai 3 m. material grafis biasanya terbuat dari bahan kain atau vinyl.

Gambar 3.6 Alternative Advertisement Sumber : http:/ www.btladv.com

Gambar 3.7 Alternative Advertisement

(6)

3.3.2 Fungsi Komunikasi Dalam Promosi

Promosi tidak lepas dari penyampaian sebuah pesan kepada pihak yang dituju, agar pesan yang disampaikan dapat dimengerti dan dipahami, tentunya harus menggunakan cara berkomunikai yang baik dalam penyampaiannya.

Fungsi dari komunikasi dalam promosi adalah sebagai penjelasan yang berisikan tentang informasi atau pesan- pesan dari apa yang disampaikan dalam proses promosi tersebut dan bertujuan sebagai: 1. Ajakan untuk dapat menarik minat terhadap suatu hal baik produk,

barang ataupun jasa.

2. Ajakan untuk dapat menilai sesuatu hal dari segi baik dan buruknya

3. Ajakan untuk merubah perilaku yang mengarah kepada hal yang lebik baik.

Ketiga hal diatas merupakan materi komunikasi yang biasanya disampaikan salam melakukan promosi. Peranan dari fungsi komunikasi dalam berpromosi sangatlah penting karena salah satu yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan promosi dalah mengenai cara komunikasi yang digunakan dalam penyampaian pesan. Pesan yang disampaikan pada promosi alkan sangat tergantung dari cara komunikasi itu sendiri apakah mudah dipahami atau dimengerti oleh pihak yang dituju sebagai target sasaran informasi. Komunikasi yang dilakukan pun harus bersifat universal sehingga siapapun yang mendengar serta melihat media promosi yang telah dibuat tidak ambigu atau membingungkan. Hal yang harus disadari adalah sesuatu yang akan dikomunikasikan harus jelas serta tepat sasaran.

Apabila target sasaran informasi mengerti dan paham dengan informasi yang disampaikan oleh pihak penyelenggata promosi berarti komunikasi yang digunakan dalam promosi tersebut berhasil dan kemungkinan besar akan dapat merubah cara pandang audiens terhadap hal yang diinformasikan tersebut sehingga audiens dapat terpengaruh oelh ajakan yang ditawarkan pada promosi tersebut.

(7)

3.4 Layout

Layout adalah usaha untuk menyusun, menata unsur- unsur grafis (teks dan gambar) menjadi media komunikasi yang efektif. Jika data/ unsur grafis dan warna yang akan dipakai telah dipastikan sebelumnya maka selanjutnya kita dapat melakukan proses tata letak/ layout, namun pekerjaan layout ini memiliki pertimbangan bagi pengembangan tata letak adalah5 :

1. Keseimbangan (balance) : penataan unsur- unsur untuk mencapai suatu kesan yang menyenangkan untuk dilihat.

2. Lawanan (contrast) : Penggunaan ukuran, kepekatan dan warna yang sangat berbeda- beda dalam rangka menarik perhatian.

3. Perbandingan (prototion) : Pertalian diantara objek dan latar belakang keduanya tampak saling berinteraksi.

4. Alunan pirsa (gaze- motion) : Penataan judul, ilustrasi, naskah dan tanda- tanda identifikasi yang sedemikian rupa dalam rangka pengurutan yang paling egois.

5. Kesatuan (unity) : Berbagai unsur iklan cetak di satukan dalam tata letak (layout)

Dalam merancang layout, ada beberapa format yang dapat dipakai sesuai gaya, selera, kemauan, dan kebutuhan tiap rancangan. Jenis- jenis layout yaitu :

A. Picture Window Layout : Rancangan layout yang lebih mengutamakan gambar/ ilustrasi besar, logo/ tulisan terlihat kecil tetapi cukup jelas terlihat karena dibuat bertumpuk dengan ilustrasi.

       5

Buku Periklanan, Cetakan Ketiga karya Jefkins Frank (Jakarta: Erlangga, 1997) hal 248 Gambar 3.8 Picture Window Layout

(8)

B. Frame Layout : Menggunakan format berbentuk bingkai yang berfungsi sebagai pembatas untuk penegas ilakn surat kabar.

Gambar 3.9 Frame Layout Sumber : www.panduaji.com

C. Copy Heavy Layout : Iklan yang mengutamakan tipografi dan tidak membutuhkan ilustrasi/ gambar. Layout ini biasanya untuk surat kabar.

Sumber : www.panduaji.com

Gambar 3.10 Copy Heavy Layout Sumber : www.panduaji.com

D. Mondrian Layout : Format layout yang terbagi secara horizontal dan vertikal dan menggunakan warna dalam kotak, beberapa bagian bisa diberi warna sedangkan lainnya tidak.

(9)

Gambar 3.11 Mondrian Layout Sumber : www.panduaji.com

E. Circus Layout : Digunakan untuk menarik perhatian dna bukan sebagai pemberi informasi karena di layout ini biasanya dipenuhi dengan elemen- elemen dasar desain yang menarik dalam bentuk efek visual, ilustrasi, permainan tipografi dengan aneka warna dan sebagainya.

Gambar 3.12 Circus Layout Sumber : www.panduaji.com

F. Alphabet Inspired Layout : Diinspirasikan oleh huruf alphabet karena layout ini terlihat seperti bentuk huruf. Layout ini sangat menarik dan unggul dalam kesatuan arah baca.

Gambar 3.13 Alphabet Inspired Layout Sumber : www.panduaji.com

(10)

G. Big Type Layout : Menggunakan elemen judul yang dibuat cukup besar sehingga memenuhi bidang secara keseluruhan dengan menggunakan permainan tipografi dan mengunakan elemen visual sebagai pelengkap.

H. Multipanel Layout : Terbagi dalam berbagai kolom dan kotak sebagai suatu layout.

I. Silhoutes Layout : Layout ini mengutamakan efek visual dibantu dengan teknik fotografi sehingga berkesan menarik dan tipuan gambar karena ada gambar dalam gambar lainnya.

Gambar 3.14 Big Type Layout Sumber : www.panduaji.com

Gambar 3.15 Multipanel Layout Sumber : www.panduaji.com

Gambar 3.16 Sihoutes Layout Sumber : www.panduaji.com

(11)

3.5 Warna

3.5.1 Pengertian Warna

Warna adalah spectrum tertentu yang terdapat didalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Dalam peralatan optis, warna bisa pula berarti interpretasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, hijau, biru yang digabungkan dalam komposisi tertentu. 6

Misalnya pencampuran 100% merah, 0% hijau dan 100% biru akan menghasilkan interpretasi warna magenta. Dalam seni rupa, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat dipermukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah.

3.5.2 Jenis Warna

A. Warna Primer

Warna ini berdiri sendiri, tidak bisa dicampurkan dengan warna lain. Terdiri atas merah, kuning dan biru berjarak sama dalam sebuah lingkaran warna.

Warna primer terdiri dari tiga macam, diantaranya yaitu: 1. Warna Primer Additif

Yang termasuk di dalam warna primer additif yaitu merah hijau dan biru.Campuran warna merah dan hijau menghasilkan warna kuning atau oranye.Campuran hijau dan biru menghasilkan nuansa biru kehijau-hijauan, sedangkan campuran merah dan biru menghasilkan nuansa ungu.Campuran dengan proporsi       

6

Wikipedia bahasa Indonesia, “ensiklopedia bebas” http://id.wikipedia.org/wiki/Warna, diakses pada tanggal 2 Oktober 2013 pukul 10.15

Gambar 3.17 Warna Primer

(12)

seimbang dari warna additif primer menghasilkan nuansa warna kelabu.Jika ketiga warna ini disatu penuh, maka hasilnya adalah warna putih.Ruang warna/model warna yang dihasilkan disebut dengan RGB (red, green, blue/merah, hijau, biru).

2. Warna Primer Subtraktif

Merah, Kuning, Biru / RYB (red, yellow, blue) merupakan bagian dari warna primer subtraktif.Khususnya digunakan dalam seni lukis.Warna RYB membentuk warna primer dalam sebuah lingkaran warna standar, juga warna sekunder seperti violet, orange/jingga dan hijau. Triad warna tersusun dari 3 warna yang berjarak sama dalam sebuah lingkaran warna.

3. Campuran Warna Primer - Subtraktif

Campuran kuning dan biru kehijau- hijauan menghasilkan warna hijau, sampuran kuning dengan ungu kemerah- merahan menghasilkan warna merah, sedangkan campuran ungu kemerah- merahan dengan biru kehijau- hijauan menghasilkan warna biru.

B. Warna Sekunder

Warna ini dibuat dengan mengkombinasikan dua warna primer. Warna sekunder terdiri atas orange, hijau dan ungu. Warna ini terletak diantara warna primer.

Gambar 3.18 Primer Additive & Primer Subraktif Sumber :

(13)

C. Warna Tersier

Merupakan jenis warna menengah warna ini dibuat dengan mengkombinasikan warna premier dengan perbatasan warna sekunder terdiri atas kuning- hijau, kuning- orange, merah- orange, merah-ungu, biru- ungu, dan biru- hijau. Warna ini terletak diantara warna primer dan sekunder yang digunakan.

Warna adalah suatu mutu cahaya yang dipantulkan dari suatu objek ke mata manusia. Hal ini menyebabkan kerucut- kerucut mata pada retina bereaksi, yang memungkinkan timbulnya gejala pada objek- objek yang dilihat sehingga dapat mengubah persepsi mannusia.

Warna mempunyai fungsi sebagai berikut : ƒ Untuk identifikasi

ƒ Untuk menarik perhatian

ƒ Untuk menarik pengaruh psikologi ƒ Untuk menghias produk

ƒ Menciptakan suatu citra

Gambar 3.19 Warna Sekunder

Sumber : Hhttp://herworldofdreams.blogspot.com/2012/08/color-block.html

Gambar 3.20 Warna Tersier Sumber : Hhttp://senivisual1.blogspot.com/2010/02/warn

-unsur-unsur-seni-reka.html a

(14)

ƒ Untuk mendorong tindakan

ƒ Untuk memastikan keterbacaan maksimum ƒ Untuk memproteksi dri cahaya

ƒ Untuk mengendalikan temperature ƒ Untuk membangkitkan minat pada mode

Pada tahap psikologi nilai asosiasi dengan beberapa warna dapat menyebabkan dampak yang besar dalam pandangan dan perasaan pada sebuah objek. Arti dan simbolis warna dibedakan oleh kebudayaan, tetapi nilai beikut sering diasosiasikan dengan warna yang spesifik :

1. Merah : Gairah, kekuatan, kekuasaan, dan bahaya. 2. Kuning : Mudah bergaul, optimis, pecemburu.

3. Orange : Kreatif, kehangatan dan petualang.

4. Hijau : Penyembuhan, kemakmuran hidup, generasi dan kesedihan.

5. Biru : Setia, integritas, remaja, kepercayaan, dan kesedihan.

6. Ungu : Pemberi, mistik, imajinas.

7. Cokelat : Bumi, alami, stabil, dan seimbang. 8. Putih : Kesucian dan kebajikan.

9. Hitam : Misteri, kematian, kelahiran, dan penghancuran.

3.6 Pengertian Typografi

Typografi merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk

mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin,

menggabungkan dengan jenis huruf yang berbeda, menggabungkan sejumlah kata yang sesuai dengan ruang yang tersedia dan menandai naskah untuk proses typesetting, menggunakan ketebalan dan ukuran huruf yang berbeda. Tipografi yang baik mengarah pada keterbacaan dan

(15)

kemenarikan dan desain huruf tertentu yang dapat menciptakan gaya dan karakter atau menjadi karakteristik subjek yang diiklankan.7

Sejarah perkembangan tipografi dimulai dari penggunaan pictograph. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglif pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus. Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa.

Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad 8 SM di Roma saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya.Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan Etruska yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.

       7

Danton Sihombing, “Tipografi dalam Desain Grafis” Gramedia Pustaka Utama, Jakarta: 2001 hlm 6

Gambar 3.21 Pictograph & Hieroglif

Sumber : Hhttp://tentangdesaingrafis.blogspot.com/2011/02/tentang-tipografi.html

Gambar 3.22 Etruska & Huruf Romawi Sumber :

Hhttp://tentangdesaingrafis.blogspot.com/2011/02/tentang-tipografi.html

(16)

Saat ini tipografi mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan hingga mengalami komputerisasi.Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih

cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.Perkembangan

tipografi saat ini mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan (hand drawn) hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pililhan yang ratusan jumlahnya.

Berikut ini beberapa jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan James craig, antara lain sebagai berikut:

1. Serif Roman

Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip atau kaki yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan danditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai, dan feminin.

Contoh: Font Times New Roman

2. Sans Serif

Pengertian sans serif adalah tanda sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern kontemporer dan efisien.

Contoh: Font Sans serif

Gambar 3.23 Jenis typografi Roman Sumber :Olah digital

Gambar 3.24 Jenis typografi Sans Serif Sumber :Olah digital

3. Script

Huruf script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkan adalah sifat pribadi dan akrab.

(17)

Contoh: Font Script

Gambar 3.25 Jenis typografi Script

4. Dekoratif

Huruf jenis ini merupakan huruf yang didesain untuk keperluan tertentu. Huruf kelompok ini banyak dikerjakan para desainer modern yang memahami tentang huruf fantasi sehingga dengan demikian lebih mudah melakukannya meskipun berkombinasi dengan huruf serif.

Contoh: Font Jokerman

Sumber :Olah digital

Gambar 3.25 Jenis typografi Script Sumber :Dekoratif

Legibility dan Keterbacaan

Legibility adalah tingkat kemudahan mata mengenali suatu tulisan tanpa harus bersusah payah. Hal ini bisa ditentukan oleh:

• Kerumitan desain huruf, seperti penggunaan serif, kontras stroke, dan sebagainya.

• Penggunaan warna

• Frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam kehidupan

(18)

3.7 Pengertian Marketing Plan

Marketing plan merupakan bagian dari business plan. Menurut Bygrave, perencanaan pemasaran ini harus melakukan penganalisaan terhadap situasi perusahaan danlingkungannya, analisa dan penilaian peluang, kekuatan, kelemahan, kendala yang dihadapi juga gambaran sasaran konsumen dan strategi pemasaran yang digunakan8. Inti utama dari pelaksanaan marketing plan ini adalah :

1. Analisa siatuasi lingkungan dan peluang pasar 2. Mengembangkan sasaran pemasaran

3. Menetapkan strategi pemasaran

4. Menciptakan taktik atau tindakan pelaksanaan

Kriteria marketing plan yang baik adalah :

1. Berdasarkan fakta dan asumsi yang benar 2. Teknik promosi yang efektif

3. Respon perubahan harga di pasar 4. Jaringan saluran distribusi

5. Keadaan persaingan yang sehat 6. S W O T perusahaan yang baik 7. Sumberdaya yang memadai Konsep A I D A + S

Adapun konsep AIDA+S ini dapat diartikan sebagai berikut : A = attention (perhatian)

I = Interest (tertarik) D = Desire (keinginan) A = Action (tindakan) S = Satisfaction (kepuasan)

Konsep ini berlaku bagi usaha yang kegiatannya menarik konsumen. Konsep Pemasaran Yang Harus Dilaksanakan :

Konsep produk (Product Concept)

a. Orientasi pada produk (Product Orientations) b. Orientasi penjualan (Selling Orientations)       

8

Rifaun Naim,”Marketing Plan”, Dasi Bisnis http://www.dasibisnis.biz.id/2011/10/rencanan-pemasaran-marketing-plan.html, diakses pada tanggal 09 Oktober 2013 pukul 15.25

(19)

c. Orientasi pasar (Market Orientations)

d. Orientasi tanggung jawab (Responsibilities Orientations) Pendekatan Pemasaran

1. Commodity Approach (Pendekatan Komoditas) 2. Institutional Approach (Pendekatan Institusional) 3. Functional Approach (Pendekatan Fungsional)

Komoditi Yang Akan Dipasarkan 1. Barang konsumsi :

a. Barang konvinien b. Barang Shopping c. Barang spesial d. Barang instan

2. Barang hasil bumi 3. Barang industri 4. Jasa

3.8 Proses Perencanaan Grafis

3.8.1 Konsep

Konsep adalah hasil kerja berupa pemikiran yang menentukan tujuan- tujuan, kelayakan dan segment/ audience yang dituju. Konsep bisa didapatkan dari pihak non grafis seperti ekonomi, politik, budaya, hukum dan lain- lainnya ingin menerjemahkan ke dalam bentuk visual. Oleh karena itudesain grafis menjadi desain komunikasi visual karena dapat bekerja untuk membantu pihak yang membuatkan solusi secara visual. 9

3.8.2 Media

Untuk mencapai kriteria kesasaran atau segment yang dituju, diperlukan kelayakan media yang cocok dan efektif untuk mencapai tujuannya. Media dapat berupa cetak dan elektronik, luar ruangan, dll.

3.8.3 Ide/ Gagasan

Untuk mencapai ide yang kreatif diperlukan studi banding, literature, wawancara yang luas, diskusi, wawancara agar desain dapat efektif,       

9

(20)

diterima audience, dan membangkitkan kesan tertentu yang susah dilupakan. Kadang untuk mendapatkan ide diperlukan suatu kegiatan, membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan membenturkan/ membuat suatu hal yang konflik/ paradoks.

3.8.4 Persiapan Data

Data berupa teks atau gambar terlebih dahulu harus kita pilah dan seleksi. Apakah data itu sangat penting sehingga harus tampil atau kurang penting sehingga harus tampil atau kurang penting sehingga bisa ditampilkan lebih kecil, sama rata atau dibuang sama sekali. Data dapat berupa data informative atau data estetis. Dat informatif bisa berupa foto atau teks dan judul. Data estetis bisa berupa bingkai, background, efek grafis garis atau bidang. Untuk desain menggunakan komputer, data harus dalam format digital/ file, oleh karena itu peralatan yang diperlukan untuk mengubah data analog ke digital seperti scanner, kamera digital yang sangat membantu.

Tugas desainer grafis adalah menggabungkan data informatif dan data estetis menjadi satu kesatuan yang utuh. Tujuan desainer grafis adalah untuk mengkomunikasikan karya secara visual, oleh karena itu jangan sampai estetika mengorbankan pesan/ informasi.

Gambar

Gambar 3.2 Katalog   Sumber :
Gambar   3.5 Advertorial   Sumber : www.bumblebee.my
Gambar  3.9 Frame Layout   Sumber : www.panduaji.com
Gambar  3.11 Mondrian Layout  Sumber : www.panduaji.com
+7

Referensi

Dokumen terkait

• Bagian tengah otot (badan otot) disebut Belly • Tendon pada pangkal tdk menggerakkan tulang. (bersifat origo) dan pda ujung menggerakkan tulang

Jika calon jamaah baru bisa mendapat seat haji pada usia 50 tahun dan harus menunggu sampai dengan dua puluh tahun, maka baru bisa berangkat pada usia 70 tahun.Bila masa tunggu

Metode CBT memiliki 3 fase yang memrlukan waktu khusus dalam 20 minggu terapi fase pertama, pasien diajarkan tentang bulimia nervosa yaitu faktor faktor yang menyebabkan

asosiasi berdasarkan kepemilikan dari unit tersebut (MUKISI, PERDHAKI, PELKESI). Sebagian besar BP dan klinik merupakan milik perorangan,dan tidak ber- himpun dalam

Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan status gizi menurut berat badan terhadap umur (p value 1,000 ; α=0,05) dengan kejadian pneumonia pada

Senang Kharisma Textile mewujudkannya dalam bentuk pemberian upah, jaminan sosial, dan fasilitas kesejahteraan yang baik.. Perusahaan ini merupakan salah satu dari

Atas hal tersebut Mahkamah Agung memutuskan bahwa eks Narapidana dapat mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan menghapus Pasal 4 ayat (3) pada Peraturan

Memang benar, Kanselir Angela Merkel dan negaranya melibatkan negara lain untuk menghadapi krisis-krisis tersebut, misalnya dengan Perancis dan Polandia dalam krisis tentang