• Tidak ada hasil yang ditemukan

ENAM WISATA KULINER MELEGENDA KOTA PEKALONGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ENAM WISATA KULINER MELEGENDA KOTA PEKALONGAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

KOTA PEKALONGAN

Disusun Oleh:

Tim Redaksi

http://www.pekalongankota.go.id

Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pekalongan

Jl. Majapahit Nomor 5 Pekalongan

(2)

Warung Soto Tjarlam

Administrator | 25-04-2012 | 02:51:25

Setiap daerah pastilah memiliki makanan atau kuliner yang khas. Yang seringkali menjadi ‘klangenan‘ bagi warganya yang berada jauh dari kota kelahiran. Demikian juga Pekalongan. Sebagai daerah yang punya sejarah panjang, Pekalongan juga memiliki aneka macam kuliner yang khas. Selain Megono yang sudah ‘melegenda‘ dan nyaris tak bisa dipisahkan dengan denyut nadi warga Kota Batik juga ada tauto.

Masakan ini lezat nian jika dimakan sebagai teman nasi atau lontong. Namun tak sedikit penggemar beratnya yang memakanya langsung sebagai mana layaknya bakso.Bagi warga yang lama tinggal di luar kota. sebagai ‘balas dendam‘nya sekali makan tak cukup satu mangkok.

Banyak orang menyamakan Tauto Pekalongan dengan soto. Padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Baik dari bumbu maupun rasa. Soto pada umumnya bisa ditemukan dibanyak daerah. Namun Tauto Pekalongan memiliki bumbu ‘khas‘ yang tak ada dalam soto yakni tauco. Barangkali karena bumbu khasnya itulah dinamakan tauto. Gabungan dari tauco dan soto.

Tak ada yang tahu pasti ‘kapan‘ masakan berbahan dasar daging kerbau atau sapi mulai ada. Namun salah seorang pedagang Tauto di Pasar Senggol, Pekalongan Timur yakni Amat Tjarlam menuturkan Soto ‘Tjarlam‘ yang menjadi tempatnya mencari nafkah ini sudah berdiri sejak tahun 1960 an. Saat itu warung soto Tjarlam berdiri disalah satu sudut Alun-alun Pekalongan yang berada di depan masjid jam‘i Kauman masih berupa terminal bus kecil."Namun ketika terminal itu dibongkar kamipun bergeser ke pasar Senggol," kata Amat yang mengaku sudah ikut berjualan dengan sang ayah sejak tahun 1971.

Sejak tahu 1981, ‘tongkat estafet‘ warung tauto itu diberikan kepadanya, karena sang ayah beranggapan dia sudah mampu berdiri sendiri."Alhamdulilah sampai sekarang masih digemari warga Pekalongan baik yang tinggal disini maupun di luar kota," ujarnya. Sekarang tak hanya dirinya yang meneruskan usaha sang ayah namun juga dua orang adiknya.

Selain tauto Tjarlam, masih ada beberapa warung tauto atau soto khas pekalongan yang menjadi ‘rujukan‘ para penggemar kuliner. Diantaranya Soto Kunawi di Jalan Teratai Kelurahan Klego, Soto H Damudji di jalan Wahid Hasyim dan Soto PPIP. (AN Takari)

(3)

Nasi Uwet Zarkasi, Olahan Daging Kambing Yang

Menggoda Selera

Administrator | 27-08-2012 | 01:15:09

Selain Tauto, jika membicarakan kuliner khas Kota batik Pekalongan, maka mau tidak mau kita juga harus menyebut Nasi

uwet.Membicarakan nasi uwet maka tak bisa lepas dari warung makan milik H Zarkasi di jalan Sulawesi No 25. Mengapa ? Jawabanya Cuma satu : Nasi uwet memang identik dengan warung makan H Zarkasi. Meski di warung tersebut disediakan aneka ragam makanan lain yang juga menggoyang selera, namun nasi uwetnyalah yang paling khas dan tidak didapat di warung-warung lainya. Ada yang mencoba meniru namun tak pernah bertahan lama. Bahkan saudara kandung H Zarkasi yang juga mencoba peruntungan menjual menu yang sama, tak bisa bertahan lama.Kini warung makan nasi uwet H Zarkasi itu dikelola oleh anak-anaknya.Sekilas, nasi uwet bukanlah menu makanan yang istimewa.

Wujudnya seperti nasi biasa, kemudian diberi sayur, daging kambing dengan kuah berwarna cokelat. Daging kambing ditambah babat, jeroan diikat usus. Dibandingkan dengan gulai ada beberapa perbedaan. Gulai dagingnya hanya diiris biasa tanpa diikat dan kuahnya dengan santan. Tetapi uwet memasaknya tanpa santan, sehingga terasa segar. Daging diikat atau di ‘uwet’ itulah mungkin asal mula namanya.

Sesuai dengan kebiasaan orang Pekalongan, mereka tak puas bila tidak ditambah dengan megono (seperti gudangan

gori yang diiris kecil-kecil dan diberi kelapa parut). Rasa khas segar tersebut, tentu saja membuat orang ketagihan. Sebab,

nasi itu enak dimakan pada pagi, siang ataupun malam

Menurut salah seorang anak H Zarkasi yang kini mengelola warung makan itu. Zaenudin warung usaha ini sudah dimulai sang ayah sejak enam puluhan tahun lampau. “Nasi uwet itu kali pertama dibuat nenek saya, Maskanah kemudian Resep masakan itu diwariskan kepada tiga anaknya, salah satunya adalah H Zarkasi,” katanya. Dua pamannya sebenarnya juga sudah berusaha membuat nasi uwet, namun kenyataan tidak laku di pasaran. Mereka kemudian membuka warung dengan makanan khas yang lain.

Setiap hari warung yang banyak dikunjungi tamu baik dari dalam maupun luar kota ini buka mulai pukul 06.00 hingga pukul 14.00. Setelah istirahat tiga jam, dia membuka warungnya lagi pukul 17.00 dan baru tutup pukul 22.00. Anda penasaran ? silahkan mencoba dan harganyapun relative tak memberatkan kantong.(AN Takari)

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

(4)

Sop Buntut Bu Leman

Administrator | 22-11-2012 | 07:08:15

SOP BUNTUT - Satu porsi sop buntut Bu Leman yang ternyata mampu membuat Gubernur Jawa Tengah, H Bibit

Waluyo untuk selalu datang mencicipinya setiap kali berkunjung ke Kota Pekalongan.

NOYONTAAN - Kelezatan sop buntut Bu Leman ternyata mampu memikat Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo

untuk menjadi salah satu pelanggan tetap di tempat tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Pemilik Rumah Makan Bu Leman, H Sulaiman (65) yang mengaku telah mengelola tempat usahanya tersebut sejak tahun 1985 bersama isteri tercintanya, Hj Mina Fitri.

Menurutnya, H Bibit Waluyo beserta rombongan sering datang berkunjung ke tempatnya guna menikmati menu andalan yang disajikan yakni sop buntut. Selain itu, beberapa artis juga pernah berkunjung ke rumah makan tersebut seperti Ivan Gunawan, Ruben Onshu dan Dorce Gamalama. "Tempat saya telah beberapa kali kedatangan artis maupun para pejabat penting yang tertarik untuk menikmati menu andalan disini yakni sop buntut," bebernya.

Kelezatan sop buntut Rumah Makan Bu Leman terlihat dari sajian daging sapi yang dimasak dengan bumbu-bumbu dapur yang dituang ke dalam kuah bening. Namun penyajian juga bisa dinikmati kedalam cara yang lain karena terdapat dua menu sop buntut yakni sop buntut kuah dan sop buntut goreng. Satu porsi sop buntut kuah Bu Leman bisa dinikmati dengan harga Rp 28 ribu sedangkan sop buntut goreng Rp 33 ribu. "Untuk sop buntut goreng, daging digoreng dan dituang ke dalam mangkok yang berbeda dengan kuahnya. Para pengunjung bisa memilih berdasarkan selera masing-masing," katanya.

Selain sop buntut, sebenarnya Rumah Makan Bu Leman juga menyediakan menu lainnya seperti iga bakar, ayam goreng, sayur asem dan sop ayam. Usaha rumah makan Bu Leman, telah dirintis dari berdagang kecil-kecilan dengan menggunakan gerobak di sebelah terminal. Namun karena terus menerus mengalami perkembangan maka pada tahun 2000 akhirnya berhasil menempati bangunan di Jalan DR Wahidin 91D. "Tempat yang sekarang ini telah kami tempati selama 12 tahun. Dibantu oleh salah seorang anak perempuan saya, saat ini saya mengelola tempat ini. Empat orang anak saya yang lainnya bekerja di berbagai tempat dan salah satunya di Bandung," ujarnya. (ap15)

(5)

Lezatnya Kepala Manyung

Administrator | 17-01-2013 | 06:36:11

KRAPYAK LOR - Menikmati Kepala Manyung yang disajikan dengan taburan berbagai macam rempah-rempah

masakan akan membuatnya menjadi terasa lezat, seperti menu yang menjadi andalan di warung makan Nelayan Asli.

Pemilik warung makan Nelayan Asli, Mutaji mengatakan dirinya membuka warung tersebut sejak pertengahan tahun 2011, Nelayan Asli mencoba menawarkan hidangan Kepala Manyung kepada para pengunjung. Hal itu terjadi karena warung makan ini sendiri terletak di daerah pesisir. Walaupun begitu, menu-menu lain di luar olehan ikan juga turut disajikan di tempat ini.

Penyajiannya sendiri dilakukan dengan cara membelah ikan menjadi dua bagian yang kemudian dicuci dan direbus hanya dengan menggunakan garam dan jahe. Setelah itu, ditiris dan memasukkan bumbu yang berisi rempah-rempah untuk digoreng. "Perebusan pertama dilakukan untuk menghilangkan bau amis. Bumbu kemudian digoreng oseng setelah itu diberi kuah dan disajikan bersama Kepala Manyung tersebut," terangnya.

Beberapa menu lain yang juga disajikan di warung makan Nelayan Asli diantaranya adalah Sop Kaki Kambing khas Tanah Abang, Sate Kambing dan terdapat beraneka macam Juice. "Kami juga memberikan menu di luar olahan ikan karena tidak semua orang menyukai masakan laut. Kami ingin memudahkan pengunjung untuk memilih menu masakan," bebernya.

Warung makan Nelayan Asli ini sendiri terletak di depan Pom Bensin Makaryo Mino yang berada di Jalan Jlamprang menuju Jalan Slamaran Raya atau objek wisata Pantai tersebut. (ap15)

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

(6)

Es Durian di Gubug Es Merah

Administrator | 17-01-2013 | 06:38:38

LEZAT - Es durian disajikan dengan campuran kelapa muda yang ada di Gubug Es Merah, Jalan Merak, Kandang

Panjang, cukup lezat untuk dinikmati pada siang hari.

KANDANG PANJANG - Kelezatan es durian yang ada di Gubug Es Merah, Jalan Merak ternyata cukup dikenal oleh

masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya. Hal itu terbukti dengan selalu ramainya tempat tersebut setiap harinya dengan dikunjungi oleh para pembeli.

Bahkan, seorang pengunjung tidak hanya sekedar bisa menikmati es durian saja namun juga bisa dikombinasikan dengan menu es lainnya seperti es durian dengan kopyor, alpukat, kelapa muda ataupun campur. Khusus es durian dengan kopyor dipatok dengan harga Rp 12 ribu sedangkan untuk kombinasi lainnya masing-masing berharga Rp 10 ribu permangkoknya.

Untuk makanannya, para pengunjung bisa menikmati pecel yang berisi sayuran dan bakwan ataupun soto sebagai pilihan santapan mereka. Walaupun berbeda warung namun masih satu kompleks dengan Gubug Es Merah.

Seorang pengunjung, Arif mengatakan dirinya telah beberapa kali menikmati kelezatan es durian di tempat tersebut. Biasanya ketika kesana dilakukan bersama dengan teman-temannya. "Saya sudah beberapa kali kesini, es duriannya cukup enak untuk dinikmati," jelasnya.

Sementara itu, penjual es durian Gubug Es Merah, Mieke menjelaskan jika keberadaan tempat tersebut telah ada sejak tahun 80-an. Hanya saja pada waktu itu, masih jualan es campur saja dan belum ada warung-warung lainnya.

Warung es Gubug Es Merah dirintis oleh Ibu Suswati yang merupakan mertuanya. Setelah cukup sukses dan terkenal maka warung-warung makanan kemudian mulai muncul, sejak awal tahun 2000-an. "Kami memang khusus berjualan es saja, selain es durian juga ada es alpukat, campur dan sirup. Kemudian warung-warung makanan kemudian mulai bermunculan. Pengelolanya juga masih merupakan orang-orang dekat keluarga," katanya. (ap15)

(7)

Garang Asem Masduki

Administrator | 15-10-2012 | 04:02:00

PODOSUGIH - Satu lagi makanan yang bisa dicicipi ketika berkunjung ke Kota Pekalongan yaitu Garang Asem

Masduki. Berdiri sejak 1959, keberadaan Garang Asem Masduki telah dikenal di Kota Batik ini.

H Masduki membuka Garang Asem di daerah alun-alun atau tepatnya berada di dekat biro-biro travel. Hingga saat ini, tempat tersebut juga masih ada dan selalu melayani para pelanggan yang datang. Saat ini, pengelolaan tempat tersebut telah diambil alih oleh anak-anaknya. Bahkan Garang Asem Masduki juga telah membuka cabang di Jalan KH Mas Mansyur.

Menurut salah seorang pengelola Garam Asem Masduki, Slamet Sudiyono menjelaskan pembukaan cabang telah dilakukan sejak Oktober 2008 yang lalu karena melihat banyaknya pelanggan dan juga masyarakat yang datang untuk mencoba menikmati kelezatan Garang Asem Masduki.

Masakan Garang Asem Masduki yaitu berupa daging sapi yang dimasukkan ke dalam kuah yang telah diisi dengan bumbu-bumbu dapur dengan menambahkan cabe, bagi yang suka pedas dan tomat serta telor di dalamnya. Satu porsi Garang Asem Masduki saat ini Rp 15 ribu. "Kalau mau komplit dengan nasi dan minum, harganya hanya Rp 18.500 saja," bebernya.

Selain Garang Asem, di tempat tersebut juga disediakan menu-menu masakan lain sebagai alternatif pilihan bagi para pembeli yang datang. "Selain menu masakan Garang Asem yang menjadi andalan kami, juga disediakan jenis masakan lainnya sebagai pilihan lain," imbuhnya.

Untuk memuaskan pelanggannya, Garang Asem Masduki rencananya akan berpindah tempat dari Jalan KH Mas Mansyur menuju Jalan Jenderal Sudirman atau tepatnya di sebelah tempat bekas pemandian air panas. "Kami akan membuat konsep gazebo di luar sehingga bagi pelanggan yang ingin lesehan dan menikmati pemandangan di luar bisa diakomodir. Rencananya akan dilakukan pada 2013 nanti dan saat ini masih dalam tahap pembangunan," katanya. (ap15)

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Referensi

Dokumen terkait

ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014.. PARTAI

If no virtual server in a heavy node can be transferred in its entirety to another node, then a possibility is to split it into smaller virtual servers and transfer a smaller vir-

mau’idhah hasanah, yaitu cara yang damai, indah, santun, menenteramkan, dan menyenangkan sehingga materi dakwah tanpa terasa dapat masuk dalam relung hati yang paling dalam.

Abstrak: Psikologi pendidikan sebagai ilmu yang meneliti masalah jiwa dan aktivitas psikologis seseorang dalam kaitannya dengan pendidikan sebagai interaksi adalah

SASARAN SUMBER DANA Penilaian Readiness Criteria (isi tahun pada kolom yang tersedia). KET Dana Sharing

Subjek SS1 mampu mengenal bentuk bangun dengan benar, mampu menentukan rusuk dan titik sudut serta mampu mengelompokkannya dengan benar. Subjek SS1 tidak mampu

Indeks Dow Jones kembali menguat 0,5% pada perdagangan hari Senin  (23/12)  kemarin  ditengah  solidnya  data  perekonomian  Amerika  Serikat.  Angka 

Uang sekolah, biaya pembangunan dan biaya lain-lain harus diselesaikan pada hari pendaftaran , setelah selesai pembayaran buku pelajaran akan dibagikan kepada murid