• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Kreativitas Pengertian Kreativitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Kreativitas Pengertian Kreativitas"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

5 BAB II

KAJIAN TEORI

2.1 Kreativitas

2.1.1 Pengertian Kreativitas

Menurut Sumanto (2005) kreativitas adalah daya atau kemampuan untuk mencipta. Hal ini juga senada dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990) kreativitas berasal dari kata kreatif yang memiliki arti memiliki daya cipta, bersifat (mengandung) daya cipta, sedangkan kreativitas sendiri mempunyai arti kemampuan untuk mencipta, daya cipta.

Menurut Santrock (dalam Nuraini dan Sujiono, 2010) kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu dengan cara – cara yang baru dan tidak biasa serta melahirkan suatu solusi yang unik terhadap masalah – masalah yang dihadapi. Selanjutnya Gallagher (dalam Munandar, 2012) menyatakan bahwa kreativitas berhubungan dengan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru , yang belum ada sebelumnya.

Munandar (2012) berpendapat bahwa kreativitas untuk membuat kombinasi baru berdasarkan data , informasi, unsur – unsur yang ada, serta kemampuan yang mencerminkan kelancaran , keluwesan dan orisinalitas dalam berpikir untuk mengelaborasi suatu gagasan yang meliputi kemampuan mengembangkan , memperkaya dan memperinci.

Berdasarkan penjabaran di atas peneliti lebih mengacu pengertian kreativitas menurut Sumanto (2005) dimana kreativitas adalah daya atau kemampuan untuk mencipta.

(2)

6 2.1.2 Aspek Kreativitas

Aspek Kreativitas menurut Sumanto (2005) adalah sebagai berikut:

1. Kelancaran yaitu kemampuan untuk menanggapi masalah, mengemukakan ide dengan tidak tersendat – sendat atau terputus – putus.

2. Keluwesan yaitu mudah menyesuaikan diri dalam segala situasi. 3. Keaslian yaitu kemampuan untuk menciptakan produk yang berbeda

dengan yang lainnya.

4. Keterperincian yaitu kemampuan berpikir secara integral sehingga mampu menghubungkan satu dengan yang lainnya.

2.1.3 Kreativitas Seni Rupa Anak

Kreativitas seni rupa anak diartikan sebagai kemampuan menemukan, mencipta, membuat, merancang ulang, dan memadukan suatu gagasan baru maupun lama menjadi kombinasi baru yang divisualkan ke dalam komposisi suatu karya senirupa dengan didukung kemampuan terampil yang dimilikinya (Sumanto, 2005). Lebih lanjut Sumanto (2005) mengungkapkan beberapa bentuk kreativitas seni anak TK, yaitu :

1. Praktik Berkarya Kreatif

Berkarya kreatif sebagai upaya untuk mengembangkan kemampuan dasar bagi anak TK, yaitu berbentuk kreativitas menggambar, mencetak, finger painting, meronce, menciptakan bermacam-macam bentuk bangunan dari bermacam-macam balok yang tersedia, dan membentuk dengan menggunakan plastisin/tanah liat.

2. Bereksplorasi Melalui Media Seni Rupa

Keragaman bentuk kegiatan berkarya kreatif seni rupa di TK berkaitan langsung dengan digunakannya jenis media yang disesuaikan dengan teknik pembuatannya. Bereksplorasi dengan menggunakan media seni rupa contohnya menggambar bebas dengan menggunakan berbagai jenis alat yaitu

(3)

7 pensil, spidol kecil, crayon, pensil warna dan sejenisnya. Diharapkan dengan mengenali sifat bahan/alat tersebut dapat melatih keterampilan kreatif anak dalam bereksplorasi.

Berdasarkan bentuk kreativitas yang diungkapkan oleh Sumanto (2005) peneliti memfokuskan praktik berkarya kreatif melalui kegitan mencetak.

2.2 Mencetak

2.2.1 Pengertian Mencetak

Mencetak/seni grafis adalah kegiatan berkarya senirupa dwi matra yang dilakukan dengan cara mencapkan alat atau acuan yang sudah diberi tinta/cat pada bidang gambar. Mencetak merupakan salah satu kegiatan seni yang dapat mengembangkan kreativitas anak (Sumanto, 2005). Selain itu disebutkan pula bahwa mencetak atau seni grafis dalam pembelajaran seni adalah kegiatan berkarya seni rupa dua dimensi yang dimaksudkan untuk menghasilkan atau memperbanyak karya seni dengan menggunakan bantuan alat/acuan cetak tertentu. Anak dapat mencetak dengan menggunakan jari, pelepah pisang, daun bahkan tangan anak yang sebelumnya sudah diberi warna kemudian ditempelkan pada kertas.

Selanjutnya dikatakan mencetak adalah suatu cara memperbanyak gambar dengan alat cetak. Mencetak dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana sampai dengan cara yang sangat rumit (Sukardi dan Pamadhi, 2008).

Sehingga dapat disimpulkan mencetak adalah kegiatan mencapkan media yang sudah diberi warna di atas kertas dengan menggunakan media cap berupa pelepah pisang, jari, daun atau media lain yang dapat digunakan untuk mencetak.

(4)

8 2.2.2 Teknik Mencetak

Sumanto (2005) menjelaskan bahwa terdapat beberapa teknik mencetak, yaitu :

1. Cetak tinggi adalah teknik mencetak dengan menggunakan alat cetak yang permukaannya tinggi atau berbentuk relief, ketika diatas acuan (alat mencetak) diberi tinta/cat kemudian dicapkan pada bahan yang dipakai mencetak (misalnya kertas gambar) maka akan dihasilkan bentuk cap yang sama dengan bentuk acuannya.

2. Cetak datar adalah teknik mencetak dengan menggunakan alat cetak yang permukaannya rata/datar, artinya tidak membentuk gambar timbul, tidak berlubang dan tidak membentuk goresan alur rendah. Disebut sebagai cetak tunggal karena teknik ini hanya dapat menghasilkan satu karya cetak saja. Artinya acuannya hanya bisa dipakai satu kali mencetak saja, tidak bisa dipakai berulang-ulang seperti halnya cetak lainnya.

3. Cetak dalam atau cetak rendah adalah teknik mencetak menggunakan alat cetak yang permukaannya rendah, yaitu berupa alur rendah/dalam bekas torehan alat yang digunakan. Selanjutnya pada acuan yang rendah tersebut diberi cat/tinta dan kemudian dicapkan ke bahan yang dipakai mencetak maka akan pindahlah cat/tinta tersebut dan akan menghasilkan bentuk cetakan tertentu.

4. Cetak sablon adalah teknik mencetak dengan menggunakan acuan cetak yang berlubang-lubang atau membentuk saringan tembus sehingga tinta cetak akan meresap/bentuk melalui lubang-lubang acuan ke bahan yang dipakai mencetak. Cetak stensil adalah salah satu contoh cetak sablon.

(5)

9 Dengan demikian dari beberapa teknik mencetak di atas, teknik yang dapat digunakan untuk anak TK yaitu teknik tinggi. Kegiatan mencetak dapat dipadukan dengan kegiatan lain yaitu menggambar, mewarnai, menggunting dan menempel. Teknik yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik cetak tinggi.

2.3 Penelitian yang Relevan

Penelitian yang relevan merupakan penelitian terdahulu yang telah dilakukan sebelum penelitian ini. Adapun penelitian terdahulu yang telah dilakukan adalah : 1. Setyowati (2012) dalam penelitiannya yang berjudul “ Peningkatan

Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Mencetak pada Kelompok B di TK Nagkod Kejobong Purbalingga” , hasil dari penelitian tersebut adalah kreativitas anak dapat meningkat setelah diberi tindakan melalui kegiatan mencetak dengan menggunakan pelepah, kertas minyak, dan ubi-ubian. Hasil observasi sebelum dilakukan tindakan menunjukkan persentase 25% dengan kriteria rendah. Pada siklus I meningkat menjadi 35% dengan kriteria kurang tinggi dan pada siklus II mencapai 80% dengan kriteria tinggi.

2. Rijana (2015) dalam penelitiannya yang berjudul “Meningkatkan Kreativitas Seni Rupa Anak Melalui Kegiatan Mencetak dengan Bahan Alam di Taman Kanak – Kanak Islam Kemaraya Kendari “. Hasil penelitian menunjukkan hasil evaluasi proses siklus I, dimana hanya 25% (5 siswa) telah mencapai indikator keberhasilan. Sedangkan hasil evaluasi produk menunjukkan bahwa 10% (2 anak) telah mencapai indikator keberhasilan. Hasil evaluasi proses dan evaluasi produk pada siklus I sudah sebagian besar siswa belum mencapai indikator keberhasilan secara individu, maka penelitian dilanjutkan pada siklus II. Untuk evaluasi proses, hasil tes siklus II menunjukkan bahwa hanya 75% (15 siswa) telah mencapai indikator keberhasilan. Sedangkan hasil evaluasi produk menunjukkan bahwa 80% (16 anak) telah mencapai indikator keberhasilan. Hasil evaluasi proses dan evaluasi produk pada siklus

(6)

10 I sudah sebagian besar siswa telah mencapai indikator keberhasilan secara individu.

2.4 Kerangka Berfikir

Perkembangan kreativitas yang dimiliki oleh siswa kelompok A TK PGRI Karang Tengah belum berkembang secara maksimal. Kegiatan yang kurang bervariasi yang didominasi dengan kegiatan mewarnai, mengakibatkan kreativitas anak pada kelas tersebut kurang terasah dengan baik. Anak cenderung mencontoh hasil karya yang dicontohkan oleh guru, atau melihat hasil karya teman sebangku.

Bertumpu dari permasalahan tersebut, peneliti menggunakan kegiatan mencetak untuk meningkatkan kreativitas siswa kelompok A TK PGRI Karang Tengah. Dalam kegiatan mencetak, peneliti menggunakan pelepah pisang, batang sawi, batang daun pepaya, batang daun talas, batang bayam dan wortel. Warna yang digunakan warna primer yaitu merah, kuning dan biru. Dalam kegiatan mencetak, peneliti melakukan demontrasi kepada anak bagaimana cara menggunakan masing – masing alat cetak sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan. Peneliti memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih warna yang diinginkan. Sehingga diharapkan anak dapat berkreasi dan menghasilkan hasil karya yang berbeda dengan teman – temannya.

(7)

11 Gambar 2.1

Kerangka Berpikir

2.5 Hipotesis

Kegiatan mencetak dapat meningkatkan kreativitas anak kelompok A TK PGRI Karang Tengah.

Kondisi Awal Dilakukan dengan upaya PTK Siklus I Tiga kali pertemuan Kreativitas anak mulai

berkembang Kreativitas anak belum berkembang secara maksimal Kreativitas anak berkembang secara maksimal Siklus II Tiga kali pertemuan Kreativitas anak meningkat Kreativitas anak kurang

Referensi

Dokumen terkait

The literal meanings of the pearl earrings are that they are used to complete Vermeer’s painting; Catharina’s feelings toward her husband; Griet’s happiest moment in

Demi kepentingan politik dan ekonomi yang menguntungkan Belanda, melalui pemerintahan kolonialnya, Belanda mengeluarkan peraturan-peraturan yang secara langsung telah

Sebuah bentuk kerjasama penjualan yang dilakukan oleh pemilik barang/produk dengan penyalur (toko), dimana pemilik produk nanti menitipkan barangnya kepada penyalur

Dengan adanya proporsi komisaris independen minimal 30% atau lebih banyak diharapkan pelaporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan lebih berkualitas sehingga

Untuk mewujudkan tujuan menjadi universitas yang unggul di bidang ilmu, penge- tahuan, teknologi dan seni dan menghasilkan lulusan berkualitas yang mengamalkan

Mastitis subklinis adalah peradangan ambing yang tidak menunjukkan gejala klinis tetapi pada pemeriksaan susu secara mikroskopik terdapat peningkatan jumlah sel

Pada penelitian ini diketahui adanya pengaruh bermain video game tipe First Person Shooter terhadap peningkatan atensi sehingga bermain video game tipe First

mampu memanfaatkan pati sebagai sumber karbon sehingga berat kering miselium tertinggi dihasilkan dari medium bubur bekatul 30% (Tabel 3). Pengaruh lama proses