SOSIALISASI PENILAIAN ANGKA KREDIT KENAIKAN JABATAN FUNGSIONAL

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

KOORDINASI PERGURUAN TINGGI SWASTA WILAYAH VIII (BALI, NTB, NTT)

SOSIALISASI

PENILAIAN ANGKA KREDIT

KENAIKAN JABATAN FUNGSIONAL

PROF. NYOMAN SEMADI ANTARA, Ph.D.

PENILAI ANGKA KREDIT KOPERTIS WILAYAH VIII

(2)

JABATAN FUNGSIONAL DOSEN

• Pengakuan, penghargaan, dan kepercayaan

terhadap kompetensi, kinerja, dan tanggung

jawab dalam pelaksanaan tugas tri dharmanya

• Insentif non-materi bagi dosen untuk bekerja

• Insentif non-materi bagi dosen untuk bekerja

lebih giat dan kreatif

• Salah satu instrumen strategis untuk

mengembangkan reward and punishment

(3)

PEDOMAN OPERASIONAL PENILAIAN ANGKA KREDIT

KENAIKAN JABATAN FUNGSIONAL DOSEN KE LEKTOR KEPALA DAN GURU BESAR

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

(4)

Standar, tata cara, dan prosedur

operasional penilaian

• Keputusan MENKO WASBANGPAN No.

38/Kep/MK.WASPAN/8/1999, tanggal 24 Agustus 1999 tentang Jabatan Fungsional Dosen dan Angka

Kreditnya.

• Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan

Kebudayaan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Kebudayaan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor: 61409/MPK/KP/1999 dan Nomor 181 Tahun 1999 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Dosen dan Angka Kreditnya.

• Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor

36/D/O/2001 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penilaian Angka Kredit Jabatan Dosen.

(5)

PRINSIP PENILAIAN

• Adil: Setiap usulan diperlakukan sama dan dinilai dengan kriteria penilaian yang sama.

• Obyektif: Penilaian dilakukan terhadap bukti-bukti yang diusulkan dan dapat dipertanggungjawabkan

kebenarannya serta dinilai dengan kriteria penilaian yang jelas.

jelas.

• Akuntabel: Hasil penilaian dapat dijelaskan dan

dipertanggungjawabkan pertimbangan dan alasannya.

• Transparan dan Bersifat Mendidik: Proses penilaian dapat dimonitor dan dikomunikasikan dan dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip dalam proses pembelajaran bersama, untuk mendapatkan proses yang lebih efektif dan lebih

(6)

STANDAR PENILAIAN ANGKA KREDIT

JABATAN FUNGSIONAL DOSEN

A. Unsur Utama Pendidikan

Pendidikan dan pelatihan dosen termasuk kegiatan pengembangan keterampilan teknik instruksional (Pekerti) dan Applied Approach (AA).

B. Unsur Utama Tridharma Perguruan Tinggi

a. Pendidikan dan Pengajaran (15 sub unsur) b. Penelitian (5 sub unsur)

c. Pengabdian Kepada Masyarakat (5 sub unsur)

C. Unsur Penunjang (9 sub unsur)

Kepmen Koord. Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara No.: 38/KEP/MK.WASPAN/8/1999

Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara No.: 61409/MPK/KP/1999 dan No.: 181 tahun 1999

(7)

PERSYARATAN KHUSUS

UNTUK KENAIKAN JABATAN FUNGSIONAL DOSEN KE LEKTOR KEPALA

Kenaikan Reguler

Kenaikan jabatan dalam kurun waktu 1 (satu) sampai 3 (tiga) tahun :

• Memiliki publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi, atau jurnal ilmiah internasional yang bereputasi sebagai penulis pertama dalam bidang ilmu yang sama dengan sebagai penulis pertama dalam bidang ilmu yang sama dengan bidang ilmu yang menjadi penugasan Jabatan Lektor

Kepalanya, yang jumlahnya mencukupi 25% dari jumlah minimal angka kredit tambahan yang diperlukan.

Kenaikan jabatan dalam kurun waktu lebih dari 3 (tiga) tahun : • Memiliki sedikitnya satu karya ilmiah dalam bidang ilmu yang

sama dengan bidang ilmu yang menjadi penugasan jabatan Lektor Kepalanya, yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah serendah-rendahnya jurnal ilmiah nasional yang tidak

(8)

PERSYARATAN KHUSUS

UNTUK KENAIKAN JABATAN FUNGSIONAL DOSEN KE LEKTOR KEPALA

Loncat Jabatan

Bagi dosen yang potensial/berprestasi tinggi dapat dinaikkan langsung ke jenjang jabatan yang lebih tinggi (loncat jabatan) apabila telah memenuhi syarat sebagai berikut :

• Sekurang-kurangnya telah menduduki jabatan Asisten Ahli selama 1 (satu) tahun.

• Memiliki ijazah Doktor (S3) atau Spesialis II (Sp.II).

• Memiliki sekurang-kurangnya 4 (empat) publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi atau 2 (dua) dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi, atau kombinasi keduanya (Catatan : satu publikasi ilmiah

internasional bereputasi dinilai sama dengan 2 (dua) publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi).

• Telah memenuhi jumlah angka kredit yang dipersyaratkan.

• Memiliki kinerja, integritas, tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas dan tata krama dalam kehidupan kampus.

(9)

PERSYARATAN KHUSUS

UNTUK KENAIKAN JABATAN FUNGSIONAL DOSEN KE GURU BESAR

1. Persyaratan Gelar Akademik dan

Kesesuaian Bidang Ilmu

Kesesuaian Bidang Ilmu

(10)

Persyaratan Gelar Akademik dan

Kesesuaian Bidang Ilmu

• Memiliki gelar Doktor (S3) dalam bidang ilmu yang sesuai dengan

bidang penugasan jabatan Guru Besar yang diusulkan.

• Ijazah Doktor harus berasal dari perguruan tinggi di dalam negeri yang pada saat (tanggal) dikeluarkannya ijazah diakui oleh

Pemerintah (Ditjen Dikti, Depdiknas atau Departemen Agama untuk perguruan tinggi agama), dengan Program Studi (PS) yang terakreditasi serendah-rendahnya B, atau PS yang berada dalam PT yang terakreditasi institusi serendah-rendahnya B, atau PS yang

sedang dalam proses perpanjangan akreditasi program studi atau institusi perguruan tinggi yang sebelumnya telah mendapatkan akreditasi serendah-rendahnya B; atau dari Perguruan Tinggi luar negeri yang mendapat pengakuan kesetaraan dari Pemerintah.

(11)

Persyaratan Gelar Akademik dan

Kesesuaian Bidang Ilmu

• Bidang ilmu penugasan Guru Besar harus lebih

luas dari mata kuliah, sehingga bidang ilmu yang

menjadi penugasan Guru Besar dapat meliputi

beberapa mata kuliah yang termasuk dalam

bidang ilmu tersebut.

bidang ilmu tersebut.

• Bidang ilmu yang tercantum dalam ijazah Doktor

dapat saja bersifat sangat luas dan lebih luas dari

satuan bidang ilmu yang menjadi penugasan

Guru Besar yang ditentukan oleh Perguruan

Tingginya.

(12)

Persyaratan Gelar Akademik dan

Kesesuaian Bidang Ilmu

DESERTASI (BIDANG MATA KULIAH YANG DIAMPU PENELITIAN KESESUAIAN BIDANG ILMU (BIDANG KAJIAN) PENELITIAN

(13)

CONTOH

• Seorang dosen memiliki ijazah Doktor dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dengan bidang

kekhususan (penelitian untuk disertasinya) dalam

bidang Biologi, maka ia hanya boleh diangkat menjadi Guru Besar dengan bidang penugasan Biologi, Ia

Guru Besar dengan bidang penugasan Biologi, Ia tidak boleh diangkat dalam Guru Besar dengan

penugasan bidang ilmu Fisika atau Kimia, walaupun kedua bidang ini termasuk dalam kelompok bidang ilmu IPA, oleh karena ranah ketiga bidang ilmu

(14)

CONTOH

• Seorang dosen memiliki ijazah Doktor dalam bidang Ilmu Pengelolaan Hutan (Forest Management), maka

ia boleh saja diangkat dalam Guru Besar dengan

penugasan dalam bidang Perencanaan Hutan (Forest Planning), atau Ekonomi Kehutanan (Forest

Planning), atau Ekonomi Kehutanan (Forest

Economics), atau Kebijakan Kehutanan (Forest

Policy), apabila Perguruan Tinggi tempat ia bekerja

menetapkan bidang-bidang tersebut merupakan bidang ilmu untuk penugasan Guru Besar, oleh

karena ketiga bidang ilmu itu termasuk dalam ranah Ilmu Pengelolaan Hutan.

(15)

PERSYARATAN PUBLIKASI ILMIAH

Kenaikan Reguler

• Kenaikan jabatan dalam kurun waktu 1 (satu) sampai 3 (tiga) tahun :

Memiliki publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah nasional yang Memiliki publikasi ilmiah dalam jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi yang salah satunya diterbitkan oleh lembaga ilmiah di luar perguruan tingginya, atau jurnal ilmiah

internasional yang bereputasi, sebagai penulis pertama, berupa hasil penelitian dalam bidang ilmu yang sama

dengan bidang penugasan Guru Besarnya, yang jumlahnya mencukupi 25% dari jumlah minimal angka kredit

(16)

PERSYARATAN PUBLIKASI ILMIAH

Kenaikan Reguler

• Kenaikan jabatan dalam kurun waktu lebih dari 3 (tiga) tahun :

Memiliki sekurang-kurangnya satu karya ilmiah hasil Memiliki sekurang-kurangnya satu karya ilmiah hasil

penelitian dalam bidang ilmu yang sesuai dengan bidang penugasan Guru Besarnya yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi atau jurnal ilmiah

(17)

PERSYARATAN PUBLIKASI ILMIAH

Kenaikan Loncat Jabatan

• Sekurang-kurangnya telah menduduki jabatan Lektor selama 1 (satu) tahun.

• Memiliki sekurang-kurangnya 4 (empat) publikasi ilmiah • Memiliki sekurang-kurangnya 4 (empat) publikasi ilmiah

dalam jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi atau 2 (dua) dalam jurnal ilmiah internasional bereputasi, atau

kombinasi keduanya

• Telah memenuhi jumlah angka kredit yang disyaratkan. • Memiliki kinerja, integritas, tanggung jawab dalam

pelaksanaan tugas dan tata krama dalam kehidupan kampus.

(18)

PERSYARATAN PUBLIKASI ILMIAH

Kenaikan Loncat Jabatan

• Syarat-syarat akademik lain yang ditentukan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi atas nama Menteri Pendidikan Nasional sejalan dengan tuntutan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian dalam kerangka ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian dalam kerangka peningkatan kualitas dosen.

(19)

PERTIMBANGAN DARI SENAT

PERGURUAN TINGGI

• Hasil penilaian terhadap kelayakan kinerja,

integritas, tanggung jawab pelaksanaan tugas

dan tata krama dalam kehidupan kampus bagi

dosen yang diusulkan

dosen yang diusulkan

• Pertimbangan atau persetujuan Senat

Perguruan Tinggi dibuktikan dengan Berita

Acara yang ditandatangani oleh Ketua Senat

Perguruan Tinggi

(20)

VALIDASI CALON GURU BESAR

• MATERI VALIDASI

• KRITERIA PENILAIAN

• MEKANISME VALIDASI

• MEKANISME VALIDASI

• PELAKSANAAN

(21)

MATERI VALIDASI

(DIPRESENTASIKAN DIHADAPAN TIM VALIDASI CALON GURU BESAR)

• BIODATA CALON GURU BESAR • MATA KULIAH YANG DIAMPU

• KARYA ILMIAH YANG DIHASILKAN DENGAN PENILAIAN TEMAN SEJAWAT (PEER REVIEW) MINIMAL 2 ORANG • JUDUL DISERTASI DENGAN PENJELASAN RINGKAS • JUDUL DISERTASI DENGAN PENJELASAN RINGKAS

BIDANG KAJIANNYA

• HASIL PEMIKIRAN, GAGASAN, DAN KARYA LAINNYA YANG MENUNJANG BIDANG ILMU YANG DITEKUNI

(22)

KRITERIA PENILAIAN

• KESESUAIAN BIDANG ILMU

• KARYA ILMIAH:

– RELEVANSI DENGAN BIDANG ILMU

– KONTRIBUSI TERHADAP PERKEMBANGAN ILMU – KONTRIBUSI TERHADAP PERKEMBANGAN ILMU

PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI – INOVATIF

(23)

MEKANISME VALIDASI

• DESK EVALUATION TERHADAP BERKAS USULAN CALON GURU BESAR

• HASIL DESK EVALUATION DIINFORMASIKAN KE CALON GURU BESAR MINIMAL 1 MINGGU SEBELUM

DILAKUKAN VALIDASI

• CAON GURU BESAR MEMPERSIAPKAN MATERI • CAON GURU BESAR MEMPERSIAPKAN MATERI

PRESENTASI

• CALON GURU BESAR MEMPRESENTASIKAN MATERINYA DIHADAPAN TIM VALIDASI

• HASIL VALIDASI MENENTUKAN PERSETUJUAN

KELAYAKAN USULAN CALON GURU BESAR UNTUK DITERUSKAN KE DIKTI

(24)

PELAKSANAAN VALIDASI

• TEMPAT: KOPERTIS WILAYAH VIII, JL. TRENGGULI I,

PENATIH, DENPASAR TIMUR

• WAKTU: ± 1 JAM (PEMAPARAN 20 MENIT DAN

DISKUSI 40 MENIT)

MATERI: HARD COPY DAN POWER POINT

• MATERI: HARD COPY DAN POWER POINT

(PRESENTASI)

• TIM VALIDASI: TIM PAK KOPERTIS WILAYAH VIII

DAN DITAMBAH MINIMAL 2 ORANG GURU BESAR

YANG SEBIDANG ILMU DENGAN CALON GURU

(25)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :