i
BIAYA CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN
PROFITABILITAS
Oleh:
DELIMA ELISABETH NIM : 232010210
KERTAS KERJA
Diajukan Kepada Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Guna Memenuhi Sebagian dari
Persyaratan-persyaratan untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi
FAKULTAS : EKONOMIKA DAN BISNIS
PROGRAM STUDI : AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2015
ii
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA Jalan Diponegoro 52-60 Salatiga 50711-Indonesia Telp. (0298) 321212, 311881 Fax. (0298) 321433, 311881 Homepage: http://feb.ukw.edu Email: [email protected]
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS KERTAS KERJA Yang bertanda tangan dibawah ini :
N a m a : DELIMA ELISABETH N I M : 232010210
Program Studi : Akuntansi
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa kertas kerja,
Judul : BIAYA CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN PROFITABILITAS
Pembimbing I : Dr. Usil Sis Sucahyo, SE., MBA Pembimbing II : Hans Hananto Andreas, SE., MSi Tanggal di uji : Januari 2015
Adalah benar-benar hasil karya saya.
Di dalam kertas kerja ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan atau gagasan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya.
Apabila kemudian terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya sendiri, saya bersedia menerima sanksi sesuai peraturan yang berlaku di Fakultas Ekonomika Dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, termasuk pencabutan gelar kesarjanaan yang telah saya peroleh.
Salatiga, Januari 2015 Yang memberi pernyataan,
iv MOTTO
“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatan mu yang baik dan memuliakan Bapa mu di Sorga (Matius 5:16)”
“Amsal 1:7 Takut akan Tuhan adalah permulaan ilmu pengetahuan”
“Pribadi terbaik adalah mereka yang selalu memiliki kecintaan kuat terhadap karir dan keluarga” By Mario Teguh
v
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas rahmat dan karunia yang dicurahkan setiap saat kepada penulis sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Dalam penulisan skripsi ini penulis berminat untuk meneliti secara lebih mendalam mengenai Corporate Social Responsibility dan Profitabilitas pada perusahaan pertambangan. Penulisan skripsi ini melengkapi salah satu persyatan yang diperlukan untuk mencapai gelar Sarjana Strata Satu dalam bidang Ekonomi.
Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih sederhana dan banyak kelemahannya. Oleh karena itu penulis akan sangat berterima kasih apabila pembaca sekalian berkenan untuk memberikan kritik dan saran.
Akhir kata penulis berharap semoga kertas kerja yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.
Salatiga, Januari 2015
vi
UCAPAN TERIMAKASIH
Merupakan suatu kasih karunia yang sangat besar apabila suatu tugas dapat dikerjakan dan terselesaikan. Puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, yang senantiasa memberikan ketenangan dan suka cita, serta menjauhkanku dari kekuatiran serta yang senantiasa mencukupkan kebutuhanku selama kuliah. Terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala bantuan, nasehat, bimbingan dan dukungan penulis ucapkan kepada:
1. Papa yang sudah di surga, Mama, Kakak dan adik-adikku yang senantiasa mencurahkan cinta kasihnya untukku, serta memberikan kesempatan untukku melanjutkan studi hingga jenjang perguruan tinggi.
2. Bapak Usil Sis Sucahyo, SE., MBA dan Bapak Hans Hananto Andreas, SE., MSi selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan motivasi, berusaha dengan sabar dan cermat dalam membimbing dan mengarahkan penulis untuk menyelesaikan kertas kerja ini.
3. Ibu Maria Rio Rita, SE., MSi selaku Wali Studi yang telah memberikan masukan serta memberikan pengetahuan kepada penulis.
4. Bapak Hari Sunarto, SE., MBA, PhD selaku Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UKSW, serta segenap staf pengajar dan staf Tata Usaha Fakultas Ekonomika dan Bisnis UKSW.
5. Bang Jhonson yang senantiasa menyemangatiku.
6. Buat sahabat dan teman-teman Yulian, Yesi, Yere, Risma, Hova, Diana, Marta, Indah, Yuli, Alika, Yenis, Retno, Rani, Nurmaidah, Dimer, Saut, Hanes, terimakasih atas semua dukungan, bantuan, doanya.
7. Buat teman-teman FEB angkatan 2010, terima kasih atas doa dan dukungan yang selalu diberikan.
Akhirnya penulis berharap, kertas kerja ini dapat bermanfaat bagi organisasi/peruahaan yang ada di Indonesia, khususnya di perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, segala kekurangan dalam penulisan ini, penulis harapkan kritik dan saran dari semua pihak.
vii
ABSTRACT
The company begins to realized the importance of implementing corporate social responsibility in company’s business operation. Company that is continually notice the social and environmental aspects that posed by the company’s business activities will reap positive impact. Corporate social responsibility activities that are continually being done can help to improve a company’s reputation, enhance public trust, and increase trust of the consumers and investors on corporate performance will have a good impact on sales of the company, which eventually will increase profit of the company. For this study was conducted with the aim to examine the relation between corporate social responsibility with corporate profitability. Corporate social responsibility would be measured by the method of opportunity cost approach by using three other variables, which was: employee relations cost, community services cost and environmental awareness cost. While the profitability of the company was measured using return on assets ratio. This study used a mining company listed on Indonesia Stock Exchange in 2010-2013 as a research sample. The final sample in this study was 26 companies. This study would be tested by using descriptive statistical analysis and correlation analysis. The result of the study indicated that corporate social responsibility variables (employee relations cost, community services cost and environmental awareness cost) related to profitability in mining companies.
Keyword: corporate social responsibility, employee relations, community services,
viii SARIPATI
Perusahaan mulai menyadari pentingnya penerapan corporate social responsibility dalam operasi bisnis perusahaan. Perusahaan yang secara berkelanjutan terus memperhatikan aspek sosial dan aspek lingkungan yang ditimbulakan oleh aktivitas bisnis perusahaan akan menuai dampak yang positif. Kegiatan corporate social responsibility yang terus dilakukan dapat membantu meningkatkan reputasi perusahaan,meningkatkan kepercayaan masyarakat sekitar, meningkatkan kepercayaan konsumen dan investor terhadap kinerja perusahaan akan berdampak baik pada penjualan perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan profit perusahaan. Untuk itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan antara corporate social responsibility dengan profitabilitas perusahaan. Corporate social responsibility akan diukur dengan menggunakan metode opportunity cost approach yang menggunakan tiga variable lain, yaitu : biaya employee relations, biaya community services, dan biaya environmental awareness. Sedangkan profitabilitas perusahaan diukur dengan menggunakan rasio return on asset. Penelitian ini menggunakan perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2013 sebagai sampel penelitian. Jumlah sampel akhir dalam penelitian ini adalah 26 perusahaan. Penelitian ini akan diuji dengan menggunakan analisis statistic deskriptif dan analisis korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel corporate social responsibility (biaya employee relations¸biaya community services dan biaya environmental awareness) berhubungan dengan profitabilitas pada perusahaan pertambangan.
Kata Kunci: corporate social responsibility, employee relations, community services, environmental awareness dan profitabilitas
ix DAFTAR ISI
Halaman Judul ... i
Surat Pernyataan Keaslian Kertas Kerja ... ii
Halaman Persetujuan/Pengesahan ... iii
Motto ... iv Kata Pengantar ... v Ucapan Terimakasih ... vi Abstract ... vii Saripati ... viii Daftar Isi……… ... ix Daftar Tabel ... xi
Daftar Gambar………. . xii
Daftar Lampiran ... xiii
PENDAHULUAN ... 1
TINJAUAN LITERATUR ... 6
Corporate Social Resposibility………. ... 6
Employee Relations ... 6
Community Services ... 6
Environmental Awareness ... 7
Profitabilitas ... 7
Hubungan Antara CSR dengan Profitabilitas Perusahaan ... 8
METODA PENELITIAN………. ... 11
Data Penelitian…………. ... 11
Pengukuran Variabel…. ... 12
Teknik dan Analisis…… ... 13
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……… . 14
Statistik Deskriptif ... 14
Uji Normalitas ... 17
x PENUTUP
Simpulan ... 22 Keterbatasan Penelitian dan Saran. ... 23 DAFTAR PUSTAKA ... 24
xi
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Prosedur Pemilihan Sampel ... 12
Tabel 2 Deskriptif Statistik . ... 15
Tabel 3 Uji Normalitas... .. 17
xii
DAFTAR GAMBAR
xiii
DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Data dan Perhitungan ROA dan CSR
Lampiran 2 Hasil Uji Normalitas Lampiran 3 Hasil Uji Korelasi
1 PENDAHULUAN
Semakin berkembang perusahaan dan industri telah banyak mengakibatkan munculnya persoalan bagi perusahaan, salah satunya terkait dengan potensi dalam menimbulkan masalah kerusakan lingkungan. Hal tersebut dipicu oleh ulah perilaku bisnis yang tidak etis dan tidak ramah lingkungan yang pada dasarnya memiliki tujuan utama untuk dapat memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memperhatikan dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas ekonomi perusahaan.
Terdapat beberapa perusahaan besar di Indonesia yang menghadapi gugatan dari masyarakat akibat menjalankan kegiatan bisnis yang kurang etis. PT Freeport Indonesia misalnya, perusahaan tambang yang beroperasi di Mimika Papua ini, telah mendapatkan protes keras dari masyarakat akibat pengelolaan bisnis yang dilakukan dinilai merugikan masyarakat dan lingkungan. Setelah adanya protes dari masyarakat, perusahaan pun mulai melakukan berbagai upaya untuk memenuhi tanggung jawab sosialnya, melalui kegiatan penyisihan penghasilannya untuk membiayai pengembangan masyarakat di Mimika Papua.
Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh perusahaan sesuai dengan isi pasal 74 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, tanggung jawab sosial, dan lingkungan yang berlaku bagi perseroan yang mengelola atau memiliki dampak terhadap sumber daya alam dan tidak dibatasi kontribusinya serta dimuat dalam laporan keuangan. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 mengatur tentang CSR, menunjukkan bahwa CSR yang saat ini dilakukan bukan lagi bersifat sukarela.
Perusahaan yang menyadari akan pentingnya menerapkan CSR akan menuai dampak yang baik pula. Meningkatnya reputasi perusahaan, kepercayaan masyarakat sekitar, konsumen dan investor terhadap kinerja perusahaan akan berdampak baik pada penjualan perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan profit perusahaan. Survei Booth-Harris pada tahun 2001 (Sutopoyudo, 2009) menunjukan bahwa mayoritas konsumen akan meninggalkan
2 suatu produk yang mempunyai citra buruk atau diberitakan negatif. Akibatnya muncul pandangan bahwa kegagalan melaksanakan CSR akan menjadi penyebab rendahnya profit perusahaan.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh perusahaan setelah melaksanakan kegiatan CSR, yang pertama perusahaan akan terhindar dari adanya reputasi negatif sebagai perusak lingkungan yang hanya mengejar keuntungan jangka pendek, kedua perusahaan akan mendapatkan rasa hormat dari masyarakat yang membutuhkan perusahaan, seperti karyawan dan pelanggan, dan yang ketiga, perusahaan akan terhindar dari gangguan lingkungan sekitar, sehingga perusahaan dapat terus menjalankan operasi bisnisnya dengan lancar, dan yang paling utama perusahaan akan dapat menjamin kelangsungan hidup usahanya untuk jangka panjang (Ambadar, 2008 dalam Kamarudin, 2010).
Setelah menyadari kegunaan akan pengungkapan tanggung jawab sosial maka dalam memutuskan mengungkapkan informasi sosial, perusahaan akan mempertimbangkan biaya dan manfaat yang akan diperoleh. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar dari biaya untuk mengungkapkan informasi sosial perusahaan, maka perusahaan akan dengan sukarela mengungkapkan informasi tersebut. Namun tidak demikian jika biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk mengungkapkan CSR lebih besar dari pada manfaat yang diperoleh (Apridita, 2009).
Untuk melaksanakan Corporate Social Responsibility, perusahaan tentunya tidak mengeluarkan biaya tambahan yang sedikit jumlahnya, akan tetapi biaya tambahan ini menunjukkan besarnya komitmen perusahaan dalam melakukan tanggung jawab sosial. Menurut Kamaludin (2010), biaya tambahan yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial tidak menyebabkan pertukarannya negatif dan akan terus menampilkan kinerja perusahaan yang baik. Kegiatan CSR yang dilakukan secara berlanjut dan dalam jangka panjang justru akan membantu perusahaan dalam mengurangi berbagai macam biaya, seperti biaya promosi dan iklan, biaya perekrutan dan biaya penggantian akibat konflik yang ditimbulkan, sehingga kegiatan CSR dapat
3 membantu perusahaan dalam mengurangi biaya dan meningkatkan profitabilitas perusahaan (Kamaludin, 2010).
Marwani (2010) meneliti mengenai pengaruh pengungkapan CSR terhadap profitabilitas pada perusahaan pertambangan. Penelitian ini mengambil populasi perusahaan pertambangan yang listing di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitiannya adalah tingginya tingkat CSR perusahaan tambang tidak berpengaruh terhadap Return On Asset pada perusahaan tambang dan semakin besarnya biaya CSR yang digunakan pada perusahaan tambang mengurangi return yang akan diterima oleh pemegang saham. Surya (2009) mengatakan bahwa CSR yang dilakukan perusahaan tidak memberikan dampak secara signifikan pada kinerja keuangan perusahaan sumber daya alam dan Anggraini (2006) melakukan penelitian pada perusahaan go public yang terdaftar di BEJ 2002-2006 dengan 118 perusahaan sebagai sampel, menunjukkan hasil bahwa tidak ada pengaruh profitabilitas terhadap CSR, justru perusahaan mengalami kerugian kompetitif karena harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pengungkapan informasi tersebut.
Sedangkan penelitian Tresnawati (2008) menunjukkan bahwa pengungkapan CSR membawa pengaruh yang positif terhadap profitabilitas perusahaan. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan profitabilitas setelah diterapkannya CSR. Nurkhin (2010) menunjukkan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2007. Badjuri (2011) menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab pada perusahaan yang memiliki bidang usaha dibidang atau terkait dengan bidang sumber daya alam yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2009.
Beberapa temuan sebelumnya yang mengamati pengaruh CSR dengan profitabilitas perusahaan memberikan hasil yang tidak konsisten. Hal mana tentunya menarik untuk dilakukan kajian ulang didalam penelitian ini. Disini akan
4 diteliti hubungan CSR dengan tingkat profitabilitas perusahaan tanpa melihat pengaruhnya karena dianggap ada keterkaitan diantara kedua variabel ini namun belum tentu sifatnya kausalitas. Belum jelasnya hubungan antara kedua variabel yang secara teori berhubungan namun nyatanya menunjukkan kecenderungan adanya keterkaitan, menjadikan penelitian ini lebih diarahkan dalam bentuk penelitian hubungan antara CSR dengan tingkat profitabilitas perusahaan.
Dalam penelitian ini peneliti akan mengkhususkan sampel pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Pengkhususan sampel dapat menghindari hasil penelitian yang bias, dikarenakan perbedaan karakteristik perusahaan yang terdaftar di BEI. Selain itu, perusahaan pertambangan merupakan suatu organisasi yang melakukan kegiatan eksploitasi sumber daya alam yang rentan menimbulkan kerusakan lingkungan. Banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan yang dapat menimbulkan berbagai masalah sosial, sehingga CSR yang diterapkan oleh perusahaan akan beragam dan banyak jumlahnya. Selain itu, perusahaan pertambangan juga lebih banyak menyajikan informasi pengungkapan kegiatan CSR dan besaran biaya yang dikeluarkan, khususnya untuk item-item yang berhubungan dengan ketenagakerjaan, komunitas sosial dan upaya-upaya perbaikan lingkungan. Dimana ketiga item yang lebih banyak diungkap oleh perusahaan pertambangan sesuai dengan kebutuhan penelitian yang dilakukan. Untuk itu peneliti lebih tertarik memilih perusahaan pertambangan sebagai sampel penelitian.
Bose (2006) meneliti pada pabrik minyak, gas, dan mineral “petrobangla” di Bangladesh, menemukan bahwa perusahaan hanya menunjukkan informasi lingkungan hidup secara kualitatif berupa pernyataan-pernyataan aktivitas lingkungan tanpa menunjukkan informasi kuantitatif secara moneter. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini pengukuran CSR akan dilakukan dengan menggunakan metoda Opportunity Cost Approach (OCA), dimana dalam metode ini terdapat tiga variabel yang digunakan, yaitu employee relations, community services dan environmental awareness (Fitri, 2008). Metoda OCA dihitung berdasarkan social cost yang dikeluarkan oleh perusahaan, yaitu perhitungan besarnya biaya yang
5 dikeluarkan untuk pelatihan (employee relations), program kepedulian social (community services), dan biaya untuk program lingkungan hidup (environmental awareness). Dengan metoda OCA hasil dari pengukuran pengungkapan CSR akan lebih sesuai dengan kontribusi yang dilakukan oleh masing-masing perusahaan dengan melihat biaya CSR yang dikeluarkan perusahaan dibandingkan ketika menggunakan metoda CSR Disclosure Indeks. Dalam metoda CSR Disclosure Indeks yang diadopsi dari peraturan Global Reporting Initiative (GRI), hanya memberikan kisaran nilai 0 dan 1 dalam penilaian indeksnya, sehingga tidak memberikan rincian informasi tentang pengungkapan yang disajikan oleh masing-masing perusahaan, selain itu terdapat unsur subyektivitas yang tinggi dalam menentukan indeks pengungkapan (Hapsoro, 2012). Pemilihan pengukuran ini dilakukan supaya dapat diperoleh hasil yang lebih terperinci dan dapat terhindar dari unsur subyektivitas dalam menentukan indeks pengukuran (Fitri, 2008).
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan, maka persoalan penelitian yang akan dikaji adalah: Apakah ada hubungan antara Corporate Social Responsibility dengan profitabilitas perusahaan pertambangan?
Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis keterkaitan antara Corporate Social Responsibility dengan profitabilitas perusahaan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2010-2013.
Manfaat penelitian ini adalah:
1. Memberikan masukan bagi pengembangan penerapan Corporate Social Resposibility pada perusahaan, dan meningkatkan kesadaran perusahaan akan pentingnya melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan, serta sebagai pertimbangan dalam pembuatan kebijakan perusahaan untuk lebih meningkatkan kepeduliannya pada lingkungan sosial perusahaan.
2. Memberikan bukti empiris mengenai keterkaitan antara Corporate Social Responsibility dengan profitabilitas perusahaan.
6 TINJAUAN LITERATUR
Corporate Social Responsibility
Corporate Social Responsibility merupakan komitmen perusahaan atau dunia bisnis untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dengan memperhatikan tanggung jawab sosial perusahaan yang menitikberatkan pada keseimbangan antara perhatian terhadap aspek ekonomis, sosial dan lingkungan (Untung, 2008 dalam Tamba, 2011). Menurut Anggraini (2007) ada 3 alasan mengapa adanya pelaksanaan CSR yaitu pertama, perusahaan sendiri adalah bagian dari masyarakat, sehingga perusahaan juga harus memperhatikan kepentingan masyarakat. Kedua, dunia usaha dan masyarakat saling menguntungkan apabila saling memenuhi kewajibannya. Ketiga, kegiatan CSR adalah salah satu cara perusahaan untuk menghindari masalah sosial.
Menurut Baker (2007) dalam Mangoting (2007) tanggung jawab sosial adalah bagaimana cara perusahaan mengelola bisnisnya untuk menghasilkan segala hal yang positif yang berpengaruh terhadap lingkungannya. Tanggung jawab sosial dapat dikatakan sebagai cara perusahaan mengatur produksi yang berdampak positif, bukan pada investor dan kreditur saja melainkan juga kepada masyarakat luas.
Dalam penelitian ini, CSR akan diukur dengan menggunakan tiga variabel lain, sehingga akan diperoleh hasil yang terperinci dan diperoleh hasil yang lebih tepat. Variabel-variabel lain yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
Employee Relations
Employee relations merupakan suatu hubungan yang dibina oleh perusahaan dengan para karyawannya (Fitri, 2008). Employee relations meliputi dampak aktivitas perusahaan pada orang-orang dalam perusahaan tersebut. Dimana aktivitasnya meliputi: rekruitmen, program pelatihan, gaji dan tuntutan, mutasi dan promosi dan lainnya (Permanasari, 2010).
Community Services
Community services merupakan suatu hubungan yang mengidikasikan bagaimana tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan sekitarnya (Fitri, 2008). Community services mencakup aktivitas kemasyarakatan yang diikuti oleh
7 perusahaan misalnya, aktivitas yang terkait dengan kesehatan, pendidikan, dan seni serta pengungkapan aktivitas kemasyarakatan lainnya (Permanasari, 2010).
Environmental Awareness
Environmental awareness merupakan bentuk keterlibatan sosial perusahaan terhadap lingkungan hidup (Fitri, 2008). Environmental awareness meliputi aspek lingkungan dari proses produksi, yang meliputi pengendalian polusi dalam menjalankan operasi bisnis, pencegahan dan perbaikan kerusakan lingkungan akibat pemrosesan sumber daya alam dan konversi sumber daya alam (Permanasari, 2010).
Profitabilitas
Profit atau laba selalu dijadikan tujuan dari suatu perusahaan. Laba sering diartikan dengan efisiensi dan efektivitas unit organisasi dalam memanfaat sumber daya perusahaan. Di lain pihak ada yang berpendapat bahwa laba yang tinggi tidak selalu merupakan ukuran keberhasilan perusahaan. Mereka pada umumnya tertarik pada tingkat kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Kemampuan perusahaan untuk menghasilkan profit disebut profitabilitas. Profitabilitas juga mempunyai arti penting dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam jangka panjang, karena profitabilitas menunjukkan apakah badan usaha tersebut mempunyai prospek yang baik di masa yang akan datang. Dengan demikian setiap badan usaha akan selalu berusaha meningkatkan profitabilitasnya, karena semakin tinggi tingkat profitabilitas suatu badan usaha maka kelangsungan hidup badan usaha tersebut akan lebih terjamin.
Ada sejumlah ukuran rasio profitabilitas yang lazim dipergunakan yaitu profit margin, Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE). Namun demikian dalam penelitian ini ukuran rasio profitabilitas yang dipergunakan adalah ROA yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset tertentu. Rasio yang tinggi menunjukkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan aset yang berarti semakin baik. Uni (2006) menyatakan ROA adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan perusahaan atas keseluruhan dana yang ditanamkan dalam
8 aktivitas yang digunakan untuk aktivitas operasi perusahaan dengan tujuan menghasilkan laba dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya.
Pemilihan Return on Asset (ROA) sebagai ukuran rasio profitabilitas disini dengan beberapa alasan yaitu: (Batubara, 2005)
1. Rasio ini merupakan ukuran keseluruhan keefektifan manajemen dalam menghasilkan laba dengan aktiva yang tersedia disebut juga hasil atas investasi.
2. Rasio ini dapat menilai kemampuan perusahaan untuk menggunakan rata-rata asset-nya dalam menghasilkan profit.
3. Rasio ini dapat menunjukkan „return‟ yang diterima oleh pemilik modal dimana untuk mengukur return ini adalah laba bersih setelah pajak dibagi dengan total aktiva.
Hubungan antara Corporate Social Responsibility dengan Profitabilitas Perusahaan
CSR merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan atas dampak-dampak yang ditimbulkan dari kegiatan bisnis yang dilakukan. Perusahaan adalah pihak yang selayaknya paling menyadari bahwa CSR merupakan salah satu penentu citra perusahaan baik dimata konsumen maupun masyarakat secara umum. Selain CSR sebagai upaya pembentukan “brand image” bagi perusahaan, CSR juga dilakukan karena UU No 40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas pada tanggal 20 Juli 2007 ini dikeluarkan, berdampak pada perusahaan yang bergerak dibidang sumber daya alam, penerapan yang semula berlandaskan atas kerelaan menjadi sesuatu yang diwajibkan. Dimana disertai dengan ancaman sanksi jika tidak menaatinya. Dengan mengimplementasikan CSR, secara tidak langsung perusahaan telah meminimalkan biaya yang sifatnya implisit dari tindakan perusahaan yang tidak bertanggung jawab. Contoh biaya implisit: biaya hukum akibat tuntutan adanya limbah perusahaan yang merusak lingkungan, biaya klaim karyawan akibat
9 ketidakpedulian perusahaan terhadap kondisi kesehatan dan keamanan karyawan selama bekerja (Lindrawati, 2008).
Pada tahap awal berkembangnya CSR dilakukan secara internal oleh perusahaan, dimana perusahaan melakukan berbagai kegiatan seperti pelatihan ketrampilan, sertifikat pada setiap karyawannya. Namun seiring dengan timbulnya isu-isu sosial yang ada disekitar perusahaan, CSR mulai menjadi perhatian beberapa pihak. CSR semakin berkembang pada masyarakat, khususnya masyarakat yang berada disekitar perusahaan. Selain perhatian yang diberikan masyarakat, perusahaan juga mulai memperhatikan aspek lingkungan. Perusahaan semakin menyadari akan dampak-dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan.
Penelitian yang dilakukan oleh Whetten, Rands and Godfrey (2002) dalam Fitri (2008) yang menyatakan bahwa CSR terkait erat dengan cara perusahaan menangani individu-individu yang ada dalam perusahaan, yang tidak lain adalah karyawan. Perusahaan yang memiliki komitmen dalam melakukan kegiatan CSR dapat memberikan manfaat dalam peningkatan kemampuan dan mempertahankan karyawan, yang dapat membantu perusahaan mengurangi biaya perekrutan karyawan. Selain itu peningkatan kondisi kerja dan praktik ketenagakerjaan juga dapat membantu meningkatkan produktivitas karyawan. Tsoutsoura (2004) juga menyatakan bahwa penerapan CSR untuk karyawan dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja dan meningkatkan kualitas produk yang dapat menyebabkan arus kas positif dan dapat menutupi biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan CSR karyawan. Leutkenhorst (2004) dalam Fitri (2008) juga berpendapat bahwa CSR dapat meningkatkan loyalitas karyawan dengan cara menerapkan program-program pengembangan sumber daya manusia yang baik sesuai dengan kaidah penerapan tanggung jawab sosial perusahaan yang berkorelasi positif dengan reputasi perusahaan dan profitabilitas perusahaan yang dilihat berdasarkan nilai ROA perusahaan. Dengan demikian, CSR yang dilakukan oleh perusahaan dapat meningkatkan loyalitas karyawan yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan produktivitas perusahaan, yang akan diikuti dengan meningkatnya profitabilitas perusahaan.
10 Selain itu salah satu faktor yang paling penting yang berhubungan dengan CSR adalah kepedulian perusahaan terhadap masalah-masalah dan isu-isu sosial yang terjadi disekitar lingkungan perusahaan. Graham Jr. (1995) dalam Fitri (2008) berpendapat bahwa program-program kerja yang disponsori oleh perusahaan yang bertujuan untuk memberantas kemiskinan dan kelaparan pada umumnya memberikan citra positif di mata konsumen. Dalam jangka panjang kegiatan CSR yang dilakukan oleh perusahaan akan membantu perusahaan mengurasi biaya iklan dan promosi, sehingga hal ini dapat membatu mengurangi biaya operasional perusahaan dan meningkatkan profitabilitas perusahaan yang dilihat berdasarkan besarnya ROA. William dan Barret (2000) dalam Fitri (2008) dalam studinya mengatakan bahwa kepedulian perusahaan terhadap komunitas sosial berkorelasi positif dengan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Faktor lain yang memiliki keterkaitan dengan CSR adalah kepedulian perusahaan terhadap lingkungan hidup. Perusahaan tidak dapat mengabaikan masalah lingkungan dimana perusahaan beroperasi, perusahaan harus memperhatikan aspek lingkungan atas dampak operasional perusahaan. Douglass dan Judge (1996) dalam Fitri (2008) menyatakan bahwa jika suatu perusahaan mengintegrasikan proses perencanaan strategisnya dengan masalah perlindungan lingkungan hidup, maka dapat membangun brand image dimata konsumen dengan demikian kepedulian perusahaan terhadap lingkungan hidup berkaitan positif dengan profitabilitas perusahaan yang dilihat berdasarkan besarnya ROA dan reputasi perusahaan.
Corporate Social Responsibility yang dilakukan oleh perusahaan akan menjadi sebuah strategi bisnis bagi perusahaan, untuk menjaga daya saing melalui reputasi dan kesetiaan merek produk (loyalitas) atau citra baik perusahaan, hal tersebut akan menjadi keunggulan kompetitif perusahaan yang akan sulit untuk ditiru oleh pesaing (Kamaludin, 2010). Khususnya bagi perusahaan pertambangan, konsumen dari perusahaan pertambangan akan memilih produk yang berdasarkan kriteria-kriteria berbasis nilai-nilai dan etika. Konsumen akan memperoleh produk yang unggul yang ramah lingkungan, produsen pun
11 mendapatkan profit yang sesuai dengan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk dapat menciptakan produk yang unggul dan ramah lingkungan (Widjaja dan Pramana, 2008:52, dalam Kamaludin, 2010).
Berdasarkan penelitian terdahulu, dapat ditarik hipotesis sebagai berikut:
H1 a: Ada hubungan positif antara biaya employee relations dengan ROA.
H1 b: Ada hubungan positif antara biaya community services dengan ROA.
H1 c: Ada hubungan positif antara biaya environmental awareness dengan ROA. Model Penalarannya Gambar 1 Model Penelitian METODA PENELITIAN Data Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari data akuntansi yang berupa data laporan keuangan, dan data laporan tahunan perusahaan yang dipublikasikan oleh Bursa Efek Indonesia melalui website www.idx.co.id pada tahun 2010-2013. Populasi dan sampel dalam
Pengungkapan CSR: Employee Relations Community Services Environmental Awareness Profitabilitas ROA
12 penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Pemilihan sampel berdasarkan metoda purposive sampling dengan beberapa kriteria, perusahaan terdaftar di BEI tahun 2010 sampai dengan tahun 2013. Mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit dan laporan tahunan yang memuat informasi mengenai biaya CSR yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam satuan mata uang rupiah.
Tabel 1
Prosedur Pemilihan Sampel
Keterangan Jumlah Perusahaan Sektor Pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2010-2013 39 Perusahaan pertambangan yang laporan keuangan dan tahunannya tidak disajikan
dalam satuan mata uang rupiah.
(11) Perusahaan yang tidak mengungkapkan biaya CSR dalam laporan tahunan (14) Jumlah Perusahaan yang memenuhi syarat 14
Sumber: Data diolah
Dari 39 perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI sampai dengan akhir tahun 2013 terdapat 14 perusahaan yang memenuhi syarat, dengan 26 unit varian sebagai sampel penelitian. Seluruh sampel tersebut akan diolah untuk mengetahui hubungan antara Corporate Social Responsibility dengan Profitabilitas Perusahaan.
Pengukuran Variabel
Variabel dalam penelitian ini terdiri dari Corporate Social Responsibility dan profitabilitas. CSR yang akan diukur dengan metoda Opportunity Cost Approach yang terdiri dari tiga variabel dalam penelitian ini adalah employee relations, community services dan environmental awareness, sedangkan profitabilitas diukur dengan ROA.Variabel–variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat diukur dengan menggunakan rumus sesuai dengan penelitian dari Fitri (2008):
1. Biaya Employee Relations (BER)
13 Proporsi biaya pelatihan karyawan dapat diperoleh dalam laporan tahunan (annual report) perusahaan mengenai tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility).
2. Biaya Community Services (BCS)
Proporsi biaya kepedulian sosial dapat diperoleh dalam laporan tahunan (annual report) perusahaan mengenai tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility)
3. Biaya Environmental Awareness
Proporsi biaya lingkungan hidup dapat diperoleh dalam laporan tahunan (annual report) perusahaan mengenai tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility).
4. Return On Assets
Return on Assets diperoleh dalam laporan keuangan perusahaan dalam laporan posisi keuangan untuk total aset dan laporan laba rugi untuk laba bersih. Teknik dan Langkah Analisis
Teknik analisis dalam penelitian ini, menggunakan uji statistik dengan korelasi untuk menjawab persoalan penelitian. Sedangkan dalam langkah analisis yang digunakan dalam penelitian ini:
1. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan profil dan sampel yang meliputi antara lain mean, median, maksimum, minimum dan deviasi standar.
14 2. Uji Normalitas non parametrik dengan Kolmogorov-Smirnov data untuk
mengetahui distribusi dari masing-masing variabel.
3. Uji Hipotesis, uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis korelasi, jika data terdistribusi normal, maka pengujian korelasi menggunakan korelasi pearson (Jogiyanto, 2004).
Hipotesis statistiknya adalah:
Ho : b1 = 0; tidak terdapat hubungan antara Corporate Social Responsibility dengan profitabilitas perusahaan dalam sektor pertambangan.
Ha : b1 ≠ 0; terdapat hubungan antara Corporate Social Responsibility dengan profitabilitas perusahaan dalam sektor pertambangan. Dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut:
Ho diterima apabila angka signifikansi (Asymp. Sig) > 0,05 dan Ho ditolak apabila angka signifikansi (Asymp. Sig) < 0,05
Adapun patokan untuk menilai kekuatan hubungan antara variabel adalah (Ihalauw, 2000):
0,00 – 0,20 = tidak ada korelasi 0,21 – 0,40 = korelasi lemah 0,41 – 0,60 = korelasi sedang 0,61 – 0,80 = korelasi kuat
0,81 – 1,00 = korelasi sangat kuat
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif
Analisis deskriptif digunakan untuk mengetahui diskripsi data yang dilihat dari nilai maksimum, nilai minimum, nilai rata-rata dan nilai standar deviasi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Corporate Social Responsibility (employee relations, community services dan environmental awareness) dan profitabilitas yang diproksikan dengan Return On Asset. Berdasarkan analisis statistik deskriptif, diperoleh gambaran perusahaan sebagai berikut:
15 Tabel 2
Deskriptif Statistik
Variabel N Min Max Mean Std. Deviasi Biaya Employee Relations (BER) 26 0,01 1,22 0,1673 0,26108 Biaya Community Services (BCS) 26 0,01 1,36 0,3262 0,41924 Biaya Environmental Awareness
(BEA)
26 0,01 1,12 0,1869 0,26144 ROA 26 -0,02 0,24 0,0781 0,07376
Tabel 2 menunjukkan variabel pertama yaitu Biaya Employee Relations (BER) memiliki nilai minimum sebesar 0,01 yang berarti terdapat perusahaan yang BER hanya sebesar 0,01% dari total biaya operasinya. Sedangkan nilai maksimum dari BER adalah 1,22 yang berarti terdapat perusahaan yang BER hanya 1,22% dari total biaya operasinya, yaitu PT Timah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa BER perusahaan yang menjadi sampel rata-rata adalah cukup besar, yaitu rata-rata sampel 0,1673% BER dari total biaya operasional. Standar deviasi sebesar 0,26108 yang menunjukkan adanya kesenjangan yang sangat besar dari nilai BER terendah dengan nilai BER tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan CSR yang dilakukan perusahaan untuk karyawan sudah cukup baik, sebab rata-rata perusahaan telah mengeluarkan biaya employee relations lebih dari nilai minimum BER. Banyak kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT. Timah untuk karyawannya, antara lain penyerapan tenaga kerja lokal, pelatihan dan pengembangan potensi melalui training karyawan, peningkatan kesehatan dan keselamatan kerja, adanya remunerasi dan berbagai macam bentu tunjangan, serta adanya dukungan perusahaan terhadap serikat pekerja PT. Timah.
Variabel kedua yaitu Biaya Community Services (BCS) memiliki nilai minimum sebesar 0,01 yang berarti terdapat perusahaan yang BCS hanya sebesar 0,01% dari total biaya operasinya. Sedangkan nilai maksimum BCS adalah 1,36 yang berarti terdapat perusahaan yang BCS hanya sebesar 1,36% dari total biaya operasinya, yaitu PT Elnusa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa BCS
16 perusahaan yang menjadi sampel rata-rata adalah cukup besar, yaitu rata-rata sampel 0,3262% BCS dari total biaya operasional. Standar deviasi sebesar 0,41924 yang menunjukkan adanya kesenjangan yang sangat besar dari nilai BCS terendah dengan nilai BCS tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan CSR yang dilakukan perusahaan untuk masyarakat sudah cukup baik, sebab rata-rata perusahaan telah mengeluarkan biaya Community Services lebih dari nilai minimum BCS. Kegiatan-kegiatan yang mendukung program CSR PT Elnusa khususnya untuk Comunnity Services telah banyak dilakukan, antara lain dalam bentuk pemberian bantuan dana dalam program kemitraan untuk usaha kecil, berbagai macam bantuan pendidikan seperti beasiswa, pengadaan taman belajar terpadu dan adanya dukungan untuk kegiatan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa. Selain itu, kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan layanan kesehatan juga dilakukan oeh PT Elnusa, antara lain dengan dibangunnya Balai Pengobatan, Forum Posyandu, Pos Sehat serta adanya kegiatan donor darah.
Variabel ketiga yaitu Biaya Environmental Awareness (BEA) memiliki nilai minimum sebesar 0,01 yang berarti terdapat perusahaan yang BEA hanya sebesar 0,01% dari total biaya operasinya. Sedangkan nilai maksimum dari BEA adalah 1,12 yang berarti terdapat perusahaan yang BEA hanya 1,12% dari total biaya operasinya, yaitu PT Bukit Asam. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa BEA perusahaan yang menjadi sampel rata adalah cukup besar, yaitu rata-rata sampel 0,1869% BEA dari total biaya operasional. Standar deviasi sebesar 0,26144 yang menunjukkan adanya kesenjangan yang sangat besar dari nilai BEA terendah dengan nilai BEA tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan CSR yang dilakukan perusahaan untuk lingkungan sudah cukup baik, sebab rata-rata perusahaan telah mengeluarkan biaya environmental awareness lebih dari nilai minimum BEA. Untuk menjaga komitmen dalam melakukan kegiatan CSR khususnya untuk Environmental Awareness PT Bukit Asam telah melakukan banyak kegiatan untuk terus menjaga kelestarian lingkungan, antara lain dengan melakukan pemantauan luas lahan, reklamasi pasca tambang, pemeliharaan tanaman, penanggulangan air asam tambang dan erosi, pengolahan limbah B3,
17 emisi dan effluent, pananaman pohon di lokasi buffer zone, melakukan penyemprotan debu, dan pembuatan kolam pengendap lumpur.
Variabel keempat yaitu Return On Asset (ROA) memiliki nilai minimum sebesar -0,02 yang berarti terdapat perusahaan yang hanya memiliki nilai ROA sebesar -0,02% dari total aset perusahaan, karena perusahaan mengalami rugi. Sedangkan nilai maksimum dari ROA adalah 0,39 yang berarti terdapat perusahaan yang memiliki ROA sebesar 0,24% dari total aset perusahaan, yaitu PT Harum Energy. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ROA yang dimiliki perusahaan yang menjadi sampel rata-rata adalah kecil, yaitu rata-rata sampel memiliki ROA sebesar 0,0781% dari total aset perusahaan. Standar deviasi sebesar 0,07376 yang menunjukkan adanya kesenjangan yang sangat besar dari nilai ROA terendah dengan nilai ROA tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya ROA yang dicapai perusahaan kurang baik, sebab rata-rata profitabilitas yang dicapai perusahaan kecil.
Uji Normalitas
Uji normalitas terhadap masing-masing variabel penelitian dilakukan untuk menentukan apakah nantinya akan digunakan pengujian yang parametrik atau non parametrik dalam menjawab persoalan penelitian tentang hubungan antara Corporate Social Responsibility dengan profitabilitas perusahaan dalam sektor pertambangan, maka terlebih dahulu dilakukan uji normalitas. Dari pengujian yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 3 Uji Normalitas N Kolmogorov- Smirnov Z 26 0,534 Sig 0,938
Dari tabel 3 dapat diperoleh hasil bahwa seluruh variabel dalam model penelitian memiliki nilai signifikansi lebih dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data telah terdistribusi secara normal. Karena terdistribusi normal maka
18 pengujian univariate yang akan digunakan untuk mengetahui hubungan antara Corporate Social Responsibility dengan profitabilitas perusahaan dalam sektor pertambangan adalah pengujian parametrik yaitu korelasi pearson.
Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara menggunakan uji statistik dengan korelasi pearson. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4
Hasil Pengujian Hipotesis
Dari tabel 4 pada variable BER dengan ROA dapat diperoleh hasil angka signifikansi (Asymp. Sig) 0,036 < 0,05 yang berarti H1a diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan BER dengan profitabilitas perusahaan. Besarnya angka korelasi 0,412 menunjukkan bahwa ada korelasi sedang antara BER dengan profitabilitas perusahaan.
Pada variabel BCS dengan ROA dapat diperoleh hasil angka signifikansi (Asymp. Sig) 0,039 < 0,05 yang berarti H1b diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan BCS dengan profitabilitas perusahaan. Besarnya angka korelasi 0,408 menunjukkan bahwa ada korelasi lemah antara BCS dengan profitabilitas perusahaan.
Pada variabel BEA dengan ROA diperoleh hasil angka signifikansi (Asymp. Sig) 0,009 < 0,05 yang berarti H1c diterima dan Ho ditolak. Dengan
Variabel Biaya Employee
Relations (BER) Biaya Community Services (BCS) Biaya Environmental Awareness (BEA) Return On Asset (ROA)
Korelasi Sig Korelasi Sig Korelasi Sig Korelasi Sig BER 1 - 0,458 0,019 0,435 0,026 0,412 0,036 BCS 0,458 0,019 1 - 0,662 0,000 0,408 0,039 BEA 0,435 0,026 0,662 0,000 1 - 0,504 0,009 ROA 0,412 0,036 0,408 0,039 0,504 0,009 1 -
19 demikian dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan BEA dengan profitabilitas perusahaan. Besarnya angka korelasi 0,504 menunjukkan bahwa ada korelasi sedang antara BEA dengan profitabilitas perusahaan.
Penelitian ini dapat membuktikan bahwa Corporate Social Responsibility berhubungan positif dan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Adanya hubungan yang positif dan signifikan diantara CSR dengan profitabilitas bisa disebabkan karena melalui CSR yang dilakukan perusahaan akan membuat masyarakat dan lingkungan akan memberikan respon positif yang diwujudkan dengan cara menggunakan produk perusahaan. Hal ini tentu saja akan memberikan dampak positif bagi perusahaan berupa peningkatan produktivitas. Ini sejalan dengan pendapat Susiloadi (2008) bahwa CSR dapat dipandang sebagai asset strategis dan kompetitif bagi perusahaan ditengah persaingan bisnis yang makin kompetitif. CSR dapat memberi banyak keuntungan diantaranya adalah peningkatan profitabilitas bagi perusahaan dan kinerja financial yang semakin jadi lebih baik.
Tresnawati (2008) juga memberikan pendapat bahwa perusahaan didirikan bukan hanya untuk waktu sesaat melainkan untuk going concern. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perusahaan perlu melakukan CSR yang hasilnya dapat diungkapkan dalam laporan tahunan perusahaan. Dengan adanya perhatian dan bantuan yang diberikan perusahaan terhadap masyarakat dan bina lingkungan akan menimbulkan respon positif dari masyarakat. Hal ini akan membuat daya beli masyarakat membaik dan akan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan. Maka, secara tidak langsung masyarakat memegang peranan penting dalam upaya peningkatan profitabilitas perusahaan. Dengan tercapainya profitabilitas yang memadai, perusahaan dapat membagi dividen kepada pemegang saham, memberi imbalan yang layak kepada karyawan, mengalokasikan sebagian laba yang diperoleh untuk pertumbuhan dan pengembangan usaha di masa depan, membayar pajak kepada pemerintah, dan memberikan multiplier effect yang diharapkan kepada masyarakat (Susiloadi, 2008).
20 Pelaksanaan dan pengungkapan CSR dilakukan oleh perusahaan pertambangan di Indonesia sifatnya mandatory. Peraturan yang dibuat oleh pemerintah, melalui Undang-Undang No 40 tahun 2007 pasal 74, yang menyatakan bahwa setiap perseroan yang menjalankan bidang usaha yang berkaitan dengan sumber daya alam wajib melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan dan perseroan harus menganggarkan dan memperhitungkan biaya tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai biaya perseroan. Selain itu Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2010 yang mewajibkan setiap perusahaan pertambangan untuk melakukan reklamasi pasca tambang. Bagi setiap perusahaan pertambangan yang tidak menjalankan kegiatan CSR sesuai dengan peraturan maka akan dikenakan sanksi administratif berupa peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan dan sanksi berupa pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Hal ini diperkuat oleh adanya penelitian yang dilakukan oleh Maydarindra dan Maghviroh pada tahun 2012 yang menyatakan bahwa pelaksanaan Corporate Social Responsibility di Indonesia bukan lagi merupakan voluntary melainkan diatur undang-undang atau bersifat mandatory, Badan Usaha memiliki kewajiban untuk menyisihkan sebagian laba yang diperoleh perusahaan untuk menunjang kegiatan sosial seperti pemberian modal bergulir untuk Usaha Kecil dan Menengah.
Adanya hubungan diantara CSR dengan profitabilitas dalam sektor pertambangan memberikan bukti bahwa CSR sesungguhnya tidak merugikan perusahaan justru sebaliknya mendatangkan kebaikan seperti mendapat dukungan dari masyarakat yang selanjutnya dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. Dan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk CSR ini tertutupi oleh profit yang diperoleh perusahaan. Sehingga dapat dikatakan bahwa CSR bukanlah kegiatan yang sia-sia dan bukanlah kegiatan yang hanya menghambur-hamburkan uang perusahaan.
Dalam penelitian ini juga ditemukan hasil lain mengenai hubungan antara komponen-komponen yang ada dalam Corporate Social Responsibility. Dari tabel
21 empat variable BER dengan BEA diperoleh nilai signifikansi 0,026 < 0,05 dengan demikian Biaya Employee Relations (BER) memiliki hubungan dengan Biaya Environmental Awareness (BEA), besarnya nilai korelasi 0,435 menunjukkan bahwa terdapat korelasi sedang antara BER dengan BEA. Kemudian pada variable BEA dengan BCS diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000< 0,05, dengan demikian BEA memiliki hubungan dengan Biaya Community Services (BCS), besarnya nilai korelasi 0,662 menunjukkan bahwa terdapat korelasi kuat antara BEA dengan BCS. Pada variabel BER dengan BCS juga diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,019 < 0,05, dengan demikian BER memiliki hubungan dengan BCS, besarnya nilai korelasi 0,458 menunjukkan bahwa terdapat korelasi sedang antara BER dengan BCS.
BER berhubungan atau berkaitan dengan BEA diduga disebabkan oleh adanya interaksi para karyawan dengan lingkungan hidup. Karyawan secara langsung melakukan kegiatan produksi dengan cara melakukan kegiatan penambangan sumber daya yang dihasilkan oleh lingkungan hidup. Selain itu karyawan yang berada di dalam lingkungan perusahaan juga melakukan interaksi dengan lingkungan hidup yang ada disekitar perusahaan, seperti hubungan karyawan dengan karyawan yang lain, karyawan dengan lingkungan udara yang ada disekitar perusahaan, dan karyawan dengan makhluk hidup lain yang ada disekitar perusahaan, sehingga hal inilah yang diduga menjadi penyebab adanya hubungan antara BER dengan BEA.
BEA berhubungan dengan BCS diduga disebabkan oleh adanya keterkaitan antara lingkungan hidup dengan komunitas yang ada disekitar perusahaan, termasuk didalamnya masyarakat dan lingkungan yang ada ditengah-tengah masyarakat itu sendiri (budaya, adat istiadat maupun agama). Masyarakat sangat bergantung dengan keberadaan lingkungan hidupnya, seperti masyarakat yang bergantung dengan keberadaan udara yang bersih disekitar tempat tinggalnya, juga masyarakat yang bergantung dengan keberadaan air bersih. Selain itu lingkungan hidup juga membutuhkan masyarakat untuk mengolah
22 alam.Sehingga hal inilah yang diduga menjadi penyebab adanya hubungan antara BEA dengan BCS.
BER berhubungan dengan BCS diduga disebabkan oleh adanya keterkaitan antara karyawan dengan komunitas yang ada disekitar lingkungan perusahaan. Karyawan yang dimiliki oleh perusahaan sebagian besar berasal dari komunitas yang ada disekitar perusahaan. Sebagai bagian dari kegitan Corporate Social Responsibility perusahaan melakukan rekrutmen karyawan yang berasal dari masyarakat disekitar perusahaan. Sehingga hal inilah yang diduga menjadi penyebab adanya hubungan antara BER dengan BCS.
Hasil penelitian ini membuat penelitian ini menjadi konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Fitri (2008) yang menemukan bahwa Corporate Social Responsibility (biaya employee relations¸ biaya community services dan biaya environmental awareness) berhubungan dengan profitabilitas perusahaan.
PENUTUP
Simpulan
Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa variabel Corporate Social Responsibility (biaya employee relations¸ biaya community services dan biaya environmental awareness) berhubungan dengan profitabilitas pada perusahaan pertambangan, karena Corporate Social Responsibility yang dilakukan perusahaan membuat masyarakat dan lingkungan memberikan respon positif dan Corporate Social Responsibility pada perusahaan pertambangan sifatnya mandatory, sehingga perusahaan pertambangan harus mematuhi undang-undang .
Keterbatasan Penelitian dan Saran
Dalam penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, yang pertama penelitian ini hanya melihat hubungan antara Variabel Corporate Social Responsibility dengan Profitabilitas perusahaan saja. Tidak melihat juga hubungan antara komponen yang ada dalam Variabel Corporate Social Responsibility,
23 seperti Employee Relations, Community Services dan Environmental Awareness. Kedua, dalam penelitian ini data biaya CSR diperoleh dari Laporan Tahunan perusahaan, sehingga tidak semua perusahaan mencantumkan besarnya biaya CSR yang telah dikeluarkan.
Sehingga saran yang dapat penulis sampaikan untuk penelitian selanjutnya antara lain, diharapkan juga melihat hubungan antara masing-masing komponen yang ada dalam variabel Corporate Social Responsibiliy, karena komponen biaya employee relations, biaya community services dan biaya environmental awareness diduga memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Selain itu, penelitian selanjutnya diharapkan untuk dapat menganalisis aktivitas CSR secara mendalam melalui laporan tanggung jawab social perusahaan yang disajikan secara terpisah dari Laporan Tahunan perusahaan.
24 DAFTAR PUSTAKA
Anggraini, Nenny. 2007. Corporate Social Responsibility (CSR). Buletin Ekonomi. Vol. 11 No.2 (September): 40-46.
Anggraini, Fr. R. R. 2006. Pengungkapan Informasi Sosial dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial dalam Laporan Keuangan Tahunan. Simposium Nasional Akuntansi IX. Padang. 23-26 Agustus.
Apridita, Nurina. 2009. Pengaruh Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Terhadap Profitabilitas Perusahaan. Skripsi Program S1 Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana (tidak dipublikasikan).
Badjuri, Ahmad. 2011. Faktor-Faktor Fundamental, Mekanisme Corporate Governance, Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan Manufaktur dan Sumber Daya Alam di Indonesia, Jurnal Dinamika Keuangan dan Perbankan Vol. 3 No.1 (Mei).
Batubara, Abdul Haris. 2005. Analisis Hubungan Antara Profitabilitas Perusahaan Dengan Free Cash Flow pada Laporan Arus Kas (Studi Kasus pada PT Pos Indonesia di Bandung). Available at https://dspace.widyatama.ac.id.
Fitri. 2008. Pengaruh Variabel – Variabel Corporate Reputation Terhadap Corporate Peformance. Jakarta: Universitas Indonesia.
Hapsoro, Dody. 2012. Pengaruh Corporate Governance dan Kualitas Audit Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility. Yogyakarta: STIE YKPN Yogyakarta.
Hendrasaputra, Angela Arum Rinanti. 2005. Pelaksanaan Corporate Social Responsibility Pada Perusahaan-Perusahaan High Profile dan Low Profile yang Listed di BEI Tahun 2004. Jakarta: Universitas Indonesia.
Ihalauw, Jhon J.O.I. 2000. Bangunan Teori. Salatiga: Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana.
Jogiyanto, H. M. 2004. Metode Penelitian Bisnis, Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman. Yogyakarta: BPFE.
25 Lindrawati, dkk. 2008. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan yang Terdaftar Sebagai 100 Best Corporate Citizen oleh KLD Research & Analytics. Fakultas Ekonomi Unika Widya Mandala Surabaya. Majalah Ekonomi, Tahun XVIII. No. 1. ( April).
Mangoting, Yenni. 2007. Biaya Tanggungjawab Sosial sebagai Tax Benefit. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 9 No. 1. (Mei): 35-42.
Mawarani, Elisabet Inge. 2010. Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Profitabilitas Perusahaan Pertambangan Di Bursa Efek Indonesia.
Nurkhin, Ahmad. 2009. Corporate Governance dan Profitabilitas: Pengaruhnya terhadap pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Magister Akuntansi. Univertas Dipenogoro.
Permanasari, Wien Eka. 2010. Pengaruh Kepemilikan Manajemen, Kepemilikan Institusional, dan Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan. Semarang Universitas Diponegoro.
Rustiarini, Ni Wayan. 2010. Pengaruh struktur Kepemilikan Saham pada pengungkapan Social Responsibility. Denpasar: Universitas Mahasaraswati Denpasar.
Sulistyo, H. 2008. Pelaporan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Terhadap Kinerja Perusahaan Jangka Panjang. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. Vol. 9 No. 1.
Susiloadi, Priyanto. 2008. Implementasi Corporate Social Responsibility untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Spirit Publik Vol No 2.
Sutopoyudo, 2009. Pengaruh Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Profitabilitas Perusahaan. Available at http://www.wordpress.com.
26 Tamba, Erida G.H. 2011. Pengaruh Struktur Kepemilikan Terhadap Pengungkapan tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Semarang: Universitas Diponegoro.
Tresnawati, Rina. 2008. Pengaruh Sebelum dan Setelah Penerapan CSR terhadap Profitabilitas Perusahan (Studi Kasus terhadap PT Telkom). Skripsi. Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Widyatama, Jakarta. Uni, Ayuk, P. 2006. Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan dengan Alat Ukur
Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) terhadap Return Saham pada perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Skripsi Program S1 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.
LAMPIRAN 1
DATA PERHITUNGAN ROA DAN CSR
Data Perhitungan ROA
No Nama Perusahaan Pertambangan TOTAL LABA ROA
Sub Sektor ASET BERSIH
1 PT Bayan Resources Batu Bara 8,372,079,000,000 780,719,000,000 0.1 2 PT Elnusa Minyak dan Gas 3,678,566,000,000 64,004,000,000 0.02 3 PT Timah Logam dan Mineral 5,881,108,000,000 947,958,000,000 0.17 4 PT Bayan Resources Batu Bara 14,386,241,000,000 1,873,210,000,000 0.14 5 PT Delta Dunia Makmur Batu Bara 10,819,779,000,000 -153,375,000,000 -0.02 6 PT Harum Energy Batu Bara 7,645,148,000,000 1,778,984,000,000 0.24 7 PT Samindo Resources Batu Bara 423,309,608,000 34,792,891,000 0.09 8 PT Elnusa Minyak dan Gas 4,389,950,000,000 -30,115,000,000 -0.01 9 PT Energi Mega Persada Minyak dan Gas 17,354,833,906,000 173,924,495,000 0.02 10 PT Timah Logam dan Mineral 6,569,807,000,000 837,358,000,000 0.13 11 PT Bukit Asam Batu Bara 12,728,981,000,000 2,909,421,000,000 0.23 12 PT Golden Energy Mines Batu Bara 3,440,326,009,433 178,934,525,099 0.06 13 PT Samindo Resources Batu Bara 1,292,581,025,000 36,149,791,000 0.03 14 PT Benakat Petroleum Energy Minyak dan Gas 4,479,157,000,000 8,672,000,000 0.01 15 PT Elnusa Minyak dan Gas 4,294,557,000,000 135,597,000,000 0.04 16 PT Central Omega Resources Logam dan Mineral 1,535,650,131,037 303,447,766,556 0.2 17 PT Timah Logam dan Mineral 6,130,320,000,000 403,118,000,000 0.07 18 PT Citatah Batu-Batuan 261,438,526,210 2,759,299,965 0.02 19 PT Bukit Asam Batu Bara 11,677,155,000,000 1,854,281,000,000 0.16 20 PT Golden Energy Mines Batu Bara 4,022,393,567,309 170,268,433,795 0.05 21 PT Samindo Resources Batu Bara 1,815,818,263,000 173,784,084,000 0.1 22 PT Elnusa Minyak dan Gas 4,370,964,000,000 242,605,000,000 0.06 23 PT Radiant Utama Minyak dan Gas 1,277,942,893,245 29,635,487,726 0.03 24 PT Cakra Mineral Logam dan Mineral 1195091495336 257724837 0.01 25 PT Timah Logam dan Mineral 7,883,294,000,000 544,401,000,000 0.07 26 PT Citatah Batu-Batuan 326,960,068,946 484,079,776 0.01
Data Biaya CSR dan Total Biaya Operasional
No Nama Perusahaan Pertambangan Employee Community Environmental Total Biaya Sub Sektor Relations Services Awareness Operasional
1 PT Bay an Resources Batu Bara 4,700,000,000 13,200,000,000 13,500,000,000 7,981,778,000,000 2 PT Elnusa M inyak dan Gas 4,086,000,000 1,157,902,450 613,609,247 3,709,898,000,000 3 PT Timah Logam dan M ineral 90,200,000,000 37,116,825,712 8,168,691,000 7,418,309,000,000 4 PT Bay an Resources Batu Bara 1,500,000,000 15,700,000,000 21,000,000,000 11,885,897,000,000 5 PT Delta Dunia M akmur Batu Bara 325,000,000 520,000,000 455,000,000 6,946,260,008,000 6 PT Harum Energy Batu Bara 2,500,000,000 3,000,000,000 1,000,000,000 5,663,673,000,000 7 PT Samindo Resources Batu Bara 63,625,733 101,801,173 89,076,027 851,945,937,000 8 PT Elnusa M inyak dan Gas 358,512,750 1,093,871,300 584,620,184 4,917,317,000,000 9 PT Energi M ega Persada M inyak dan Gas 843,349,701 1,349,359,522 1,180,689,581 1,873,213,941,234 10 PT Timah Logam dan M ineral 22,170,000,000 28,430,250,000 42,369,750,000 7,891,840,000,000 11 PT Bukit Asam Batu Bara 50,905,000,000 125,790,000,000 119,600,000,000 10,726,273,000,000 12 PT Golden Energy M ines Batu Bara 580,000,000 1,305,000,000 1,015,000,000 3,874,465,121,182 13 PT Samindo Resources Batu Bara 223,317,000 386,070,000 146,560,000 1,681,751,475,000 14 PT Benakat Petroleum Energy M inyak dan Gas 154,645,000 278,361,000 185,574,000 6,349,000,000,000 15 PT Elnusa M inyak dan Gas 12,040,000,000 64,033,000,000 3,430,000,000 4,712,951,000,000 16 PT Central Omega Resources Logam dan M ineral 2,663,933,381 4,795,080,086 3,196,720,057 573,927,174,100 17 PT Timah Logam dan M ineral 20,700,000,000 33,922,788,000 18,064,492,286 7,436,937,000,000 18 PT Citatah Batu-Batuan 185,500,000 333,900,000 22,600,000 159,024,024,700 19 PT Bukit Asam Batu Bara 5,255,000,000 151,610,000,000 39,560,000,000 11,479,095,000,000 20 PT Golden Energy M ines Batu Bara 1,225,000,000 1,960,000,000 1,715,000,000 4,461,191,647,148 21 PT Samindo Resources Batu Bara 37,700,000 406,000,000 167,700,000 2,287,213,854,000 22 PT Elnusa M inyak dan Gas 7,200,000,000 11,291,500,000 9,238,500,000 3,967,431,000,000 23 PT Radiant Utama M inyak dan Gas 100,284,960 141,556,900 101,969,315 1,776,650,479,958 24 PT Cakra M ineral Logam dan M ineral 186,043,500 297,669,600 260,460,900 46,330,519,037 25 PT Timah Logam dan M ineral 1,302,845,489 6,231,716,000 4,300,000,000 5,323,685,000,000 26 PT Citatah Batu-Batuan 320,000,000 1,200,000,000 800,000,000 269,880,621,979
Data Perhitungan CSR
No Nama Perusahaan Pertambangan Employee Community Environmental Sub Sektor Relations Services Awareness 1 PT Bayan Resources Batu Bara 0.06 0.17 0.17 2 PT Elnusa Minyak dan Gas 0.12 0.04 0.02 3 PT Timah Logam dan Mineral 1.22 0.51 0.12 4 PT Bayan Resources Batu Bara 0.02 0.14 0.18 5 PT Delta Dunia Makmur Batu Bara 0.01 0.01 0.01 6 PT Harum Energy Batu Bara 0.05 0.06 0.02 7 PT Samindo Resources Batu Bara 0.01 0.02 0.02 8 PT Elnusa Minyak dan Gas 0.01 0.03 0.02 9 PT Energi Mega Persada Minyak dan Gas 0.05 0.08 0.07 10 PT Timah Logam dan Mineral 0.29 0.37 0.54 11 PT Bukit Asam Batu Bara 0.48 1.18 1.12 12 PT Golden Energy Mines Batu Bara 0.02 0.04 0.03 13 PT Samindo Resources Batu Bara 0.02 0.03 0.01 14 PT Benakat Petroleum Energy Minyak dan Gas 0.01 0.01 0.01 15 PT Elnusa Minyak dan Gas 0.26 1.36 0.08 16 PT Central Omega Resources Logam dan Mineral 0.47 0.84 0.56 17 PT Timah Logam dan Mineral 0.28 0.46 0.25 18 PT Citatah Batu-Batuan 0.12 0.21 0.02 19 PT Bukit Asam Batu Bara 0.05 1.33 0.35 20 PT Golden Energy Mines Batu Bara 0.03 0.05 0.04 21 PT Samindo Resources Batu Bara 0.01 0.02 0.01 22 PT Elnusa Minyak dan Gas 0.19 0.29 0.24 23 PT Radiant Utama Minyak dan Gas 0.01 0.01 0.01 24 PT Cakra Mineral Logam dan Mineral 0.41 0.65 0.57 25 PT Timah Logam dan Mineral 0.03 0.12 0.09 26 PT Citatah Batu-Batuan 0.12 0.45 0.3
LAMPIRAN 2
HASIL UJI NORMALITAS
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardize d Residual
N 26
Normal Parametersa,,b Mean .0000000
Std. Deviation .06161528 Most Extreme Differences Absolute .105 Positive .105 Negative -.084 Kolmogorov-Smirnov Z .534
Asymp. Sig. (2-tailed) .938
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
LAMPIRAN 3
HASIL UJI KORELASI
Correlations
BER BCS BEA ROA
BER Pearson Correlation 1 .458* .435* .412*
Sig. (2-tailed) .019 .026 .036
N 26 26 26 26
BCS Pearson Correlation .458* 1 .662** .408*
Sig. (2-tailed) .019 .000 .039
N 26 26 26 26
BEA Pearson Correlation .435* .662** 1 .504**
Sig. (2-tailed) .026 .000 .009
N 26 26 26 26
ROA Pearson Correlation .412* .408* .504** 1
Sig. (2-tailed) .036 .039 .009
N 26 26 26 26
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).