• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelatihan Media E-learning Edmodo untuk Optimalisasi Pembelajaran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pelatihan Media E-learning Edmodo untuk Optimalisasi Pembelajaran"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Pelatihan Media E-learning Edmodo untuk

Optimalisasi Pembelajaran

Ekasatya Aldila Afriansyah

#1

, Deddy Sofyan

*2

, Nitta Puspitasari

#3

, Irena Puji Luritawaty

*4

, Rostina Sundayana

#5

Iyam Maryati

*6

, Mega Achdisty Noordyana

#7

, dan Basuki

#8

#Program Studi Pendidikan Matematika, Institut Pendidikan Indonesia Jalan Terusan Pahlawan No 32 Sukagalih Garut

1[email protected]

Abstrak — Permasalahan lemahnya guru dalam penggunaan media e-learning sebagai penunjang proses pembelajaran menjadi

tema yang diangkat dalam pelatihan ini. Solusi yang ditawarkan dari pelatihan ini adalah media e-learning Edmodo. Tujuan kegiatan pelatihan ini adalah memperkenalkan media e-learning Edmodo kepada guru-guru di Garut. Metode pelaksanaan penelitian terdiri dari lima tahap, yaitu: pendahuluan, sosialisasi, pelatihan, praktik, dan monitoring. Objek kegiatan pelatihan ini adalah guru-guru alumni dari kampus Institut Pendidikan Indonesia Garut. Pelatihan dilakukan dalam dua sesi, yaitu: pemaparan materi dan praktik. Kebermanfaatan pelatihan pemanfaatan media e-learning Edmodo nampak dengan adanya komitmen dari peserta pelatihan tentang rencana penerapan media e-learning Edmodo dalam kelas pembelajaran mereka. Hasil evaluasi pelaksanaan pelatihan ini menunjukkan bahwa pelatihan ini bermanfaat untuk menunjang proses belajar mengajar yang dilakukan di sekolah. Metode pelatihan mampu meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan media e-learning Edmodo, baik sebagai guru, siswa, maupun orang tua siswa. Kesimpulan dari pelatihan ini adalah ilmu dalam penggunaan media e-learning Edmodo bagi guru sehingga diharapkan kedepannya guru-guru di Garut menggunakan media e-learning Edmodo dalam menunjang kegiatan belajar mengajar.

Kata Kunci — media e-learning, Edmodo, guru.

Abstract — The problem of teachers' weakness in using e-learning media to support the learning process is the theme raised in this

training. The solution offered from this training is Edmodo e-learning media. The purpose of this training activity was to introduce Edmodo to the e-learning media for teachers in Garut. The research implementation method consists of five stages, namely: introduction, socialization, training, practice, and monitoring. The object of this training activity is alumni teachers from the Garut Indonesian Institute of Education campus. The training was conducted in two sessions, namely: presentation of material and practice. The usefulness of the training in the use of Edmodo e-learning media is evident from the commitment of the training participants about the plan to implement Edmodo's e-learning media in their learning class. The results of the evaluation of the implementation of this training indicate that this training is useful to support the teaching and learning process carried out in schools. The training method can improve the skills of teachers in using Edmodo e-learning media, both as teachers, students, and parents of students. The conclusion of this training is the knowledge in the use of Edmodo e-learning media for teachers so that it is hoped that in the future teachers in Garut will use Edmodo e-learning media in supporting teaching and learning activities.

Keywords

e-learning media, Edmodo, teacher.

I. PENDAHULUAN

Saat ini di tahun 2020, semua negara menghadapi permasalahan yang sama, yaitu pandemi Covid-19. Pandemi ini memberikan pengaruh negatif pada berbagai bidang [1], termasuk bidang pendidikan. Perlakuan dalam proses pembelajaran dipaksa untuk berubah, menjadi pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring [2, 3]. Karena itu, seluruh pihak yang terkait diharuskan untuk belajar media e-learning ini secara singkat sehingga dapat langsung digunakan.

Berbagai media e-learning telah dapat digunakan baik oleh guru maupun siswa [4, 5, 6], seperti: google classroom, moodle, Edmodo, zoom, dan sebagainya. Masing-masing media e-learning tersebut memiliki keunggulan tersendiri sehingga menjadi pertimbangan seorang guru untuk dapat

menggunakannya di kelas. Selain media e-learning khusus pembelajaran, media sosial yang digunakan sehari-hari telah menjadi salah satu pilihan guru untuk digunakan dalam proses pembelajaran [7, 8, 9], seperti WhatsApp, LINE, Facebook, Instagram, Youtube, Telegram, dan sebagainya. Penggunaan media sosial tersebut umumnya dikarenakan guru belum memiliki kemampuan dalam menggunakan media e-learning khusus pembelajaran [10]. Oleh karena itu, perlu adanya pelaksanaan pelatihan bagi guru-guru tentang bagaimana penggunaan media e-learning yang biasa digunakan dalam proses pembelajaran.

Pelatihan media e-learning kali ini difokuskan pada media e-learning New Edmodo. New Edmodo merupakan upgrading dari media e-learning Edmodo, meskipun begitu New Edmodo telah terlanjur dikenal dengan nama Edmodo. Pada pelatihan kali ini kita gunakan nama Edmodo. Edmodo

(2)

ini memiliki beberapa keunggulan dari media e-learning lainnya [11, 12, 13], seperti penampilan yang lebih ‘cantik’ dan beberapa fitur tambahan. Satu fitur tambahan yang terkesan sangat mendukung bagi proses pembelajaran adalah keterhubungan orang tua baik dengan anaknya maupun gurunya. Orang tua dapat mengawasi sendiri bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan anaknya sehingga tidak perlu bertanya tentang kondisi belajar anaknya pada orang lain.

Alasan lainnya mengapa pada pelatihan ini diambil media e-learning Edmodo, yaitu: pemateri beranggapan bahwa Edmodo ini ‘anti mainstream’ sehingga akan lebih bermanfaat nantinya jika peserta guru belum mengenal Edmodo. Guru nantinya dapat mempertimbangkan apakah Edmodo dapat memberikan situasi pembelajaran berbeda di kelasnya nanti atau tidak. Keputusan dalam menggunakan media e-learning ini dikembalikan kepada masing-masing guru.

Beberapa pelatihan Edmodo ini telah dilakukan di beberapa tempat, seperti: pelatihan untuk guru SD di desa Bangsereh Madura [14] dan di Aji Baho Biru-Biru Medan [15]; pelatihan untuk guru SMP di Kalimanah Purwokerto [16] dan di SMP Ta’miriyah Surabaya [17]; pelatihan untuk guru SMA di Buleleng Bali [18] dan di SMA Ta’miriyah Surabaya [17]; pelatihan untuk guru di SMK 2 Tulungagung [19]; dan pelatihan bagi mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang [20].

Pelatihan Edmodo ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru terhadap guru-guru di Garut yang belum menggunakan media e-learning khusus pembelajaran ataupun yang sudah menggunakan media e-learning pembelajaran tetapi bukan Edmodo. Pengetahuan yang guru peroleh tentang Edmodo ini diharapkan dapat membantu proses pembelajaran di kelas, serta membantu guru dalam menciptakan proses pembelajaran jarak jauh yang tidak monoton.

II. METODE PELAKSANAAN

Kegiatan pelatihan ini dilakukan di kampus Institut Pendidikan Indonesia pada tanggal 27 Agustus 2020. Kegiatan ini dilakukan selama 8 jam dan terdiri dari dua tahapan inti, yaitu: tahap pelatihan dan praktik. Pelatihan ini diikuti oleh 11 orang peserta. Peserta pelatihan ini adalah guru-guru dari berbagai daerah di Garut dan belum pernah menggunakan media e-learning Edmodo di kelasnya.

Secara umum, metode pelaksanaan pelatihan ini terdiri dari lima tahap [21, 22], yaitu:

A. Tahap Pendahuluan

Pada tahap pendahuluan ini, penyelenggara pelatihan dalam hal ini dosen-dosen program studi pendidikan matematika IPI Garut mempersiapkan berbagai macam guna terlaksananya pelatihan ini. Persiapan yang dilakukan meliputi: surat perizinan, tempat pelatihan, form pendaftaran, pamflet, spanduk, dan berbagai prasarana lainnya.

B. Tahap Sosialisasi

Pada tahap sosialisasi ini, pamflet disebarkan di grup alumni program studi pendidikan matematika dengan kuota terbatas, yaitu hanya 30 orang saja. Sasaran pelatihan ini adalah guru-guru alumni program studi pendidikan matematika IPI Garut yang menginginkan pengetahuan baru tentang media e-learning Edmodo. Peserta yang berminat diwajibkan untuk mengisi form pendaftaran yang telah disediakan oleh penyelenggara. Setelah kuota terpenuhi, pendaftaran secara otomatis ditutup. Kuota habis hanya dalam hitungan jam, tidak perlu membutuhkan waktu lama, selain karena tema yang diangkat pelatihan ini menarik, pelatihan ini pun tidak dipungut bayaran.

C. Tahap Pelatihan

Pada tahap pelatihan ini, 30 orang peserta dibagi ke dalam dua ruangan yang berbeda dengan pemateri dan materi berbeda. Fokus penelitian ini hanya pada satu kelas saja. Jumlah pesertanya hanya 11 orang saja dari 15 tempat duduk yang disediakan, empat orang tidak hadir karena mendadak ada keperluan. Saat pelatihan berlangsung, peserta diperbolehkan menggunakan laptop ataupun handphone masing-masing sehingga sedikit banyak dapat langsung memperagakan apa yang dijelaskan pemateri. Dalam pelaksanaan pelatihan, pemateri memberikan gambaran melalui PPT yang berbentuk langkah-langkah penggunaan Edmodo sebagai media e-learning pembelajaran. Beberapa cuplikan materi pembelajaran PPT yang telah disampaikan pemateri dapat dilihat pada gambar 1, 2, 3, dan 4.

Gambar 1. Cover PPT materi pelatihan Edmodo

(3)

Gambar 3. Home/Beranda Edmodo

Gambar 4. Pembuatan Kelas di Edmodo

D. Tahap Praktik

Pada tahap praktik ini, peserta diminta untuk menghasilkan output berupa pembuatan satu kelas pembelajaran satu mata pelajaran yang nantinya dapat peserta gunakan di kelasnya. Pemateri membimbing peserta saat praktik berlangsung dengan cara berkeliling dari peserta satu ke peserta lainnya (lihat gambar 5). Pemateri menjawab berbagai pertanyaan ataupun kesulitan yang dialami peserta selama tahapan praktik ini. Setelah peserta selesai membuat kelas salah satu pelajaran, masing-masing peserta mengirimkan foto screenshot output pengerjaan mereka ke grup pelatihan.

Gambar 5. Pemateri memberikan bimbingan praktik

E. Tahap Monitoring

Pada tahap monitoring ini, terdiri dari dua jenis kegiatan, yaitu monitoring di kelas dan di luar kelas. Monitoring di kelas dilakukan dengan cara mengisi form evaluasi (http://bit.ly/LEEdmodo), seluruh peserta diwajibkan untuk mengisi form tersebut guna melihat respon peserta terhadap

pelatihan yang telah dilakukan. Sementara itu, monitoring di luar kelas dilakukan dengan cara komunikasi lewat grup pelatihan. Peserta pelatihan dipersilakan untuk bertanya jika dikemudian hari ditemukan kesulitan dalam penggunaan Edmodo.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan pelatihan media e-learning Edmodo ini dipaparkan oleh narasumber Ekasatya Aldila Afriansyah, M.Sc. (lihat gambar 6). Materi yang disampaikan berupa langkah-langkah teknis dalam menggunakan Edmodo, seperti: pembuatan akun Edmodo sebagai guru, pengaturan akun Edmodo, pembuatan kelas Edmodo pada salah satu mata pelajaran, penggunaan dan pengaturan fitur tugas (Assignment), dan Pembuatan quiz pada Edmodo (Tipe Multiple Choice, True False, Short Answer, Matching, dan Fill in The Blank).

Gambar 6. Pemateri pelatihan Edmodo

A. Hasil

Setelah pemaparan selesai, kegiatan selanjutnya adalah praktik secara langsung oleh peserta pelatihan. Pemateri membimbing peserta hingga menghasilkan output pelatihan. Outputnya berupa hasil peserta dalam mempraktekkan materi yang telah disampaikan pemateri, dapat berupa pembuatan kelas saja, pengaturan fitur tugas, atau pembuatan soal quiz. Beberapa output peserta disajikan pada gambar 7, 8, dan 9.

(4)

Gambar 8. Output peserta 2 membuat kelas XI GP-1

Gambar 9. Output peserta 3 membuat kelas Edmodo melalui handphone

B. Pembahasan

Akhir pelatihan ditutup dengan pengisian e-kuesioner yang dapat peserta isi di laptop ataupun handphone masing-masing secara online. E-kuesioner telah dipersiapkan sebelumnya oleh pemateri dengan menggunakan Jotform. E-kuesioner ini dilakukan untuk mengetahui respon para peserta mengenai pelatihan ini. Kuisioner ini diisi oleh 11 orang guru yang merupakan peserta pelatihan.

Beberapa pernyataan pada kuesioner diukur dengan skala Likert 1-5. Pernyataan kuesioner digunakan untuk menilai 4 (empat) aspek yaitu pelayanan, pemateri, manfaat, dan

protocol kesehatan. Pada kuesioner juga disediakan tempat supaya guru-guru peserta pelatihan dapat menyampaikan saran dan kritiknya. Beberapa hasil kuesioner dengan pertanyaan ‘Secara keseluruhan, seberapa baik pelatihan ini dalam hal?’ yang disajikan pada tabel 1 berikut.

TABELI HASIL KUESIONER No Pertanyaan Respon Sangat Baik Baik Cukup Baik 1 Kualitas pelayanan pelatihan 3 (27,27%) 7 (63,64%) 1 (9,09%) 2 Kualitas pemaparan pemateri 3 (27,27%) 7 (63,64%) 1 (9,09%) 3 Kebergunaan bagi peserta 1 (9,09%) 9 (81,82%) 1 (9,09%) 4 Pelaksanaan protokol kesehatan 3 (27,27%) 8 (72,73%) 0 (0%)

Berdasarkan tabel 1, respon peserta terhadap kualitas pelayanan pelatihan menunjukkan bahwa pelayanan pelatihan secara keseluruhan mendapat nilai 3,35 yang berarti mendekati baik. Sama halnya kepuasan peserta terhadap pemaparan pemateri, nilai yang diperoleh adalah 3,35 yang berarti mendekati kategori baik. Respon peserta terhadap kebergunaan Edmodo ini bagi guru-guru pun cukup baik karena memperoleh nilai 3,2 yang berarti mendekati kategori baik. Sementara itu, di masa pandemik ini, setiap pertemuan harus sesuai dengan protokol kesehatan, dalam hal ini respon peserta terhadap protokol kesehatan yang telah diterapkan memperoleh nilai 3,42 yang berarti mendekati kategori baik. Secara umum semua aspek yang dinilai berada pada rentang baik, rekapitulasi hasil pengolahan kuesioner dapat dilihat pada gambar 10.

Gambar 10. Rekapitulasi Hasil Pengolahan Kuesioner

Selain pernyataan pada kuesioner, terdapat beberapa pertanyaan essay yang dapat peserta jawab secara bebas. Pertanyaan nomor 1, ‘Manfaat apa yang Anda peroleh dari pelatihan ini?’ Jawaban dari beberapa peserta untuk pertanyaan nomor 1 ini adalah: 1) Bisa menggunakan aplikasi edmodo untuk pembelajaran; 2) Menambah pengetahuan dan pengalaman, komunitas dan hasilnya nanti dapat digunakan dalam pembelajaran di masa pandemi ini; 3) Mengetahui ada aplikasi lain dalam pembelajaran daring dalam masa Pandemi Covid19; 4) Memudahkan kita selaku pengajar untuk

3.053.1 3.153.2 3.253.3 3.353.4 3.45 Kualitas pelayanan pelatihan Kualitas pemaparan pemateri Kebergunaan bagi peserta Pelaksanaan protokol kesehatan

(5)

mengelola kelas lebih assik; dan sebagainya. Keempat jawaban tersebut mewakili jawaban-jawaban yang dikemukakan oleh peserta lainnya yang mengatakan hal serupa, sejalan dengan apa yang telah dikemukakan Putranti [23].

Pertanyaan nomor 2, ‘Apakah Anda akan menerapkan Edmodo ini dalam pembelajaran daring yang Anda lakukan? Berikan alasannya!’ Jawaban dari beberapa peserta untuk pertanyaan nomor 2 ini adalah: 1) Iya, karena ingin menambah aplikasi baru dalam pembelajaran daring; 2) Mudah mudahan bisa digunakan karena edmodo ini aplikasi yang sangat menarik; 3) Insya Alloh, karena lebih variatif; 4) Belum, karena saya harus mempelajari dan menguasai, dan masih berfikir mencari solusi untuk siswa agar mendapat fasilitas dan menguasainya aplikasi baru ini; dan sebagainya. Beberapa peserta lainnya mengemukakan jawaban yang serupa, dari 11 peserta, tiga peserta menyatakan belum akan menggunakan dikarenakan beberapa kendala, sementara 8 peserta lainnya menyatakan akan menggunakan Edmodo ini di kelasnya nanti, sejalan dengan pernyataan Setiawan [24].

Pertanyaan nomor 3, ‘Apakah terdapat masalah yang kurang dipahami saat pemaparan berlangsung? Jika ada, tuliskan secara detail!’ Jawaban dari beberapa peserta untuk pertanyaan nomor 3 ini adalah: 1) Tidak ada; 2) Insha Alloh bisa diikuti; 3) Bisa saya pahami; 4) Layar kurang jelas, suara pemateri kurang jelas, kurang interaktif dengan peserta, pemaparan terlalu cepat; dan sebagainya. Hanya satu orang peserta yang mengalami kendala saat pemaparan materi berlangsung, sementara itu 10 orang peserta lainnya tidak mengalami masalah yang berarti.

Pertanyaan nomor 4, ‘Pengetahuan dan keterampilan berharga apa yang Anda peroleh dari pelatihan ini?’ Jawaban dari beberapa peserta untuk pertanyaan nomor 4 adalah: 1) Menambah pengetahuan aplikasi pembelajaran daring; 2) Lebih paham dan lebih memahami saat menggunakan aplikasi edmodo ini; 3) Jenis software yang digunakan untuk daring dan keterampilan untuk membuat program pembelajaran daring dengan Edmodo; 4) menambah wawasan dan lebih ingin mempraktikan di lapangan; dan sebagainya. Tujuh peserta lainnya mengemukakan jawaban yang serupa, sependapat dengan Sulistiono [25], seperti halnya pengetahuan dan wawasan baru mengenai aplikasi lain dalam pembelajaran daring, disertai keterampilan secara praktiknya.

Pertanyaan nomor 5, ‘Menurut Anda, apakah kekurangan Edmodo dari aplikasi lainnya? Jika ada, sebutkan!’ Jawaban dari beberapa peserta untuk pertanyaan nomor 5 adalah: 1) sebetulnya tidak ada kekurangan, hanya kurang terkenal dibanding google classroom, sehingga banyak rekan guru menggunakan google classroom dibanding edmodo ini. Dan anak anak akan mecoba belajar kembali jika menggunakan edmodo, karena belum terbiasa; 2) Lebih rinci, tapi kemungkinan loading lebih lama; 3) Belum tahu karena memang belum pernah mencoba menggunakannya; 4) tidak ada; dan sebagainya. Beberapa peserta sependapat dengan Hasan [26] karena lebih condong dalam mengunggulkan Google Classroom yang telah biasa mereka gunakan,

sementara beberapa peserta lainnya tidak banyak berpendapat karena baru mengenal media e-learning Edmodo ini, sehingga belum dapat mengemukakan kekurangannya.

Pertanyaan nomor 6, ‘Sebutkan aplikasi pembelajaran daring yang Anda gunakan? Kemudian, bandingkan dengan Edmodo!’ Jawaban dari beberapa peserta untuk pertanyaan nomor 6 adalah: 1) Terkadang menggunakan google classroom, google form atau pun via whats app. keuunggulannya cukup sama; 2) Google Classroom, edmodo lebih variatif sedangkan GC simple; 3) Google classroom lebih ringan dan simpel atau mudah; 4) Saya menggunakan Google Classroom, mungkin untuk sementara tampilan edmodo lebih menarik; dan sebagainya. Rata-rata jawaban dari seluruh peserta mengemukakan media e-learning yang mereka gunakan saat ini adalah Google Classroom. Hal ini sejalan dengan Hapsari dan Pamungkas [27] yang lebih memilih Google Classroom sebagai media e-learning yang digunakan. Sementara itu, pendapat mereka beragam dalam hal membandingkan dengan Edmodo.

Dari seluruh pernyataan dan pertanyaan yang telah dikemukakan pada kuesioner, secara keseluruhan respon peserta pelatihan ini cukup positif. Hal tersebut diperkuat oleh kesan dari salah satu peserta di akhir kegiatan, peserta tersebut mengatakan bahwa kegiatan pelatihan Edmodo ini sangat bermanfaat bagi guru-guru di Garut, hanya sangat disayangkan karena kuota terbatas. Peserta tersebut mengungkapkan masih banyak teman-temannya yang ingin mengikuti pelatihan ini, hanya terkendala oleh kuota yang sudah penuh. Oleh karena itu, peserta tersebut memberikan saran untuk lebih sering lagi mengadakan pelatihan seperti ini, dan kuota pesertanya diperbanyak lagi. Peserta tersebut menyatakan kepuasannya terhadap pelaksanaan pelatihan Edmodo ini, ilmu yang diperoleh merupakan ilmu baru yang dapat diterapkan di kelas nantinya, serta tidak lupa peserta tersebut mengucapkan terima kasih pada penyelenggara dan mengungkapkan rasa tidak menyesal sudah dating jauh-jauh untuk menghadiri pelatihan ini.

Setelah pemberian kesan dan pesan dari peserta, pelatihan Edmodo ini ditutup dengan foto bersama antara panitia penyelenggara, pemateri, dan peserta (lihat gambar 10).

Gambar 11. Foto bersama

(6)

Pelatihan media e-learning Edmodo ini telah memberikan pengetahuan baru bagi guru di Garut, sehingga guru-guru dapat menjadikan Edmodo ini sebagai option yang dapat mereka gunakan dalam proses pembelajaran daring yang mereka lakukan. Edmodo ini memiliki keunggulan sendiri dibandingkan media e-learning lainnya. Karena itu, guru-guru dapat menggunakan Edmodo ini di saat yang diperlukan melihat keunggulan yang dimiliki Edmodo.

Media e-learning Edmodo ini merupakan salah satu media e-learning yang dapat meningkatkan proses belajar mengajar yang lebih menarik dikarenakan memiliki fitur/tampilan seperti halnya media social yang siswa gunakan sehari-hari. Tampilan menarik merupakan salah satu keunggulan dari Edmodo. Selain itu, orang tua dapat mengawasi proses belajar anaknya secara langsung. Tidak perlu lagi bertanya perkembangan anaknya ke gurunya, orang tua dapat mengawasinya secara langsung dengan menggunakan Edmodo bagi orang tua.

Pelatihan Edmodo ini telah terlaksana secara baik terbukti karena seluruh peserta mengikuti setiap sesi kegiatan dengan sangat serius dan antusias. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini telah berlangsung dengan baik, tertib, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pelaksanaan kegiatan ini dapat dinyatakan berhasil mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan tercapainya tolak ukur keberhasilan yang ditentukan oleh panitia penyelenggara. Para peserta mendapat pengetahuan baru serta meningkatkan wawasan tentang penggunaan Edmodo sebagai media e-learning yang menarik dan menyenangkan. Diharapkan seluruh guru di Garut dapat menyalurkan ilmunya ke teman-temannya sehingga guru-guru di Garut dapat menggunakan media e-learning Edmodo ini sebagai salah satu alternative media e-learning yang dapat guru-guru gunakan.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis berterimakasih kepada panitia penyelenggara yaitu dosen-dosen program studi pendidikan matematika IPI Garut yang telah merencanakan kegiatan ini secara cukup matang dan melaksanakan kegiatan ini dengan baik dan lancar. Tidak lupa penulis pun berterima kasih kepada pihak institusi, dalam hal ini Institut Pendidikan Indonesia, yang telah mendanai pelaksanaan dan penulisan riset ini.

DAFTAR PUSTAKA

[1] W. Wiryanto, "Proses Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar di Tengah Pandemi Covid-19", Jurnal Review Pendidikan Dasar:

Jurnal Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian, vol. 6, no. 2, pp.

125-132, 2020.

[2] W. A. F. Dewi, "Dampak Covid-19 terhadap implementasi pembelajaran daring di Sekolah Dasar", Edukatif: Jurnal Ilmu

Pendidikan, vol. 2, no. 1, pp. 55-61, 2020.

[3] A. Sadikin, & A. Hamidah, "Pembelajaran Daring di Tengah Wabah Covid-19", BIODIK, vol. 6, no. 2, pp. 214-224, 2020.

[4] M. Agustina, "Pemanfaatan E-learning sebagai Media Pembelajaran", dalam Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI), vol. 1, no. 1, 2013.

[5] L. M. Dwiharja, "Memanfaatkan Edmodo Sebagai Media Pembelajaran Akuntansi", dalam Prosiding Seminar Nasional, vol. 9, 2015.

[6] Z. Ainiyah, “Penggunaan edmodo sebagai media pembelajaran

e-learning pada mata pelajaran otomatisasi perkantoran di smkn 1

surabaya”, Jurnal Administrasi Perkantoran (JPAP), vol. 3, no. 3, 2015.

[7] I. Irwandani, & S. Juariyah, “Pengembangan media pembelajaran berupa komik fisika berbantuan sosial media instagram sebagai alternatif pembelajaran”, Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika

Al-Biruni, vol. 5, no. 1, pp. 33-42, 2016.

[8] N. Ainiyah, “Remaja Millenial dan Media Sosial: Media Sosial Sebagai Media Informasi Pendidikan Bagi Remaja Millenial”, Jurnal

Pendidikan Islam Indonesia, vol. 2, no. 2, pp. 221-236, 2018.

[9] M. Y. Kamhar, & E. Lestari, “Pemanfaat Sosial Media Youtube Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi”, Inteligensi: Jurnal Ilmu Pendidikan, vol. 1, no. 2, pp. 1-7, 2019.

[10] A. H. Elyas, “Penggunaan Model Pembelajaran E-learning Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran”, Warta Dharmawangsa, vol. 56, 2018.

[11] Y. D. Cahyono, “E-learning (Edmodo) Sebagai Media Pembelajaran Sejarah”, Jurnal Penelitian, vol. 18, no. 2. 2015.

[12] A. Hatip, S. Sucipto, & W. Setiawan, “Pelatihan Penggunaan

E-learning Berbasis Media Sosial Edmodo bagi Guru SD Negeri

Mulyorejo I Surabaya”, JPP IPTEK (Jurnal Pengabdian dan

Penerapan IPTEK), vol. 3, no. 1, pp. 61-68, 2019.

[13] M. P. Putri, & E. Hartati, “Pengguna Edmodo dalam Media Pembelajaran Bagi Guru SMK Swakarya Palembang”, BERNAS:

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 1, no. 3, pp. 191-201,

2020.

[14] A. K. Darmawan, & F. Mawardi, “Pelatihan E-learning Menggunakan LMS Edmodo bagi Guru SD di Desa Bangsereh Kecamatan Batumarmar Kabupaten Pamekasan”, dalam Seminar Nasional Hasil

Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 1, no. 1, pp. 152-155, 2017.

[15] F. Fatria, & T. Husna, “Edmodo Sebagai Media Pembelajaran Literasi Di Sd Negeri No. 101809 Aji Baho Biru-Biru”, dalam Prosiding

Seminar Nasional Hasil Pengabdian, vol. 2, no. 1, pp. 432-440, 2019.

[16] K. N. Isnaini, S. A. Solikhatin, A. N. Ikhsan, & P. Subarkah, “Pelatihan Dan Pendampingan Penggunaan Aplikasi Edmodo Sebagai Penunjang Kegiatan Belajar Mengajar Di Kalangan Guru Smp Negeri 3 Kalimanah”, Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI, vol. 4, no. 1, pp. 63-69, 2020.

[17] S. Suhandiah, P. Sudarmaningtyas, & A. Ayuningtyas, “Pelatihan

E-learning Bagi Guru Untuk Optimalisasi Pembelajaran Generasi

Z”, Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 4, no. 1, pp. 108-117, 2019.

[18] G. A. Pradnyana, I. M. A. Pradnyana, & I. G. P. Sindu, “Pelatihan Penggunaan E-learning Berbasis Media Sosial Edmodo Bagi Guru SMA di Kecamatan Buleleng”, dalam Seminar Nasional Pengabdian

kepada Masyarakat (SENADIMAS) Undiksha, 2016.

[19] S. Sukardi, & S. Hartanto, “Pelatihan Pemanfaatan Media E-learning Edmodo Di SMKN 2 Tulungagung”, J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian

kepada Masyarakat), vol. 6, no. 1, 2019.

[20] S. Mafulah, & T. T. R. Wilujeng, “Pelatihan Pengenalan Aplikasi Pembelajaran Edmodo bagi Mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang”, JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat), vol. 3, no. 1, pp. 228-238, 2018.

[21] I. Ilfiandra, U. Suherman, S. N. Akhmad, A. Budiamin, & S. Setiawati, “Pelatihan dan Pendampingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Bagi Guru SD”, Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, vol. 1, no. 1, pp. 70-81, 2016.

[22] S. Herlinda, S. Hidayat, & I. Djumena, “Manajemen pelatihan hantaran dalam meningkatkan kecakapan hidup warga belajar di Lembaga Kursus dan Pelatihan”, Journal of Nonformal Education

(7)

[23] N. Putranti, “Cara Membuat Media Pembelajaran Online Menggunakan Edmodo”, Jurnal Pendidikan Informatika dan

Sains, vol. 2, no. 2, pp. 139-147, 2016.

[24] I. Setiawan, “Penerapan Edmodo Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa PGSD STKIP Muhammadiyah Muara Bungo”, Jurnal Muara Pendidikan, vol. 4, no. 1, pp. 238-245, 2019. [25] M. Sulistiono, “Implementasi Hybrid Learning Menggunakan

Aplikasi Edmodo Pada Matakuliah Metode Penelitian Kualitatif”, ElementerIs: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Islam, vol. 1, no. 1, pp. 57-67, 2019.

[26] B. Hasan, “Pemanfaatan Google Classroom Dalam Mata Kuliah Menggunakan Media Video Screencast O-Matic”, Widya Wacana:

Jurnal Ilmiah, vol. 15, no. 1, 2020.

[27] S. A. Hapsari, & H. Pamungkas, “Pemanfaatan Google Classroom sebagai Media Pembelajaran Online di Universitas Dian Nuswantoro”, WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, vol. 18, no. 2, pp. 225-233, 2019.

Gambar

Gambar 1. Cover PPT materi pelatihan Edmodo
Gambar 3. Home/Beranda Edmodo
Gambar 8. Output peserta 2 membuat kelas XI GP-1
Gambar 11. Foto bersama

Referensi

Dokumen terkait

Pembuatan Sistem Pendukung Keputusan Inventory Spare Part Dengan Metode Simple Additive Weighting, yaitu metode pembobotan yang mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja

WLD2 Bulak Banteng-Dukuh Kupang PP

Dia mengimbau kepada masyarakat Kabu- paten Serang bagi yang sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap atau DPT, warga yang belum terdaftar sebagai pemilih, baru beru- sia 17

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode latihan berstruktur yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa mengikuti langkah-langkah sebagai berikut (1) guru

Kecamatan Samigaluh memiliki luas wilayah 6.929.31 hektar terbagi menjadi 7 desa yaitu Desa Kebonharjo, Desa Banjarsari, Desa Purwoharjo, Desa Sidoharjo, Desa Gerbosari,

Proses pembelajaran dengan menggunakan model PBL berbantuan Talking Stick secara garis besar dapat digambarkan yaitu siswa akan bekerja sama dalam kelompok untuk

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase pembagian hasil yang diterima nelayan pemilik sebesar 64% dan nelayan penggarap sebesar 36%, sedangkan kondisi ketahanan

Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, lemahnya citra teh celup dalam negeri diduga karena harga konsumen produk teh celup itu sendiri lebih rendah dari pada