• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahasa dalam Tulisan Ilmiah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bahasa dalam Tulisan Ilmiah"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Bahasa dalam Tulisan

Ilmiah

Tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa

Indonesia baku

Ciri-ciri ragam bahasa Indonesia baku:

1. Menggunakan awalan ber- dan me- secara eksplisit

2. Menggunakan kata tugas secara eksplisit dan konsisten serta sesuai dengan fungsinya

3. Menggunakan struktur logika yang tidak rancu 4. Menggunakan struktur gramatikal secara

eksplisit dan konsisten

5. Menghindari pemendekan bentuk kata atau kalimat

6. Menghindari unsur gramatikal dan leksikal yang berbau kedaerahan

7. Menggunakan pola urutan aspek + pelaku + kata kerja pangkal pada kalimat pasif

berpelaku

(2)

Karakteristik Aspek Tata Tulis

dalam Tulisan Ilmiah

1. Judul, hendaknya singkat, berupa frase,

berkisar antara 8 – 12 kata, mencerminkan

isi, menarik, informatif, dan mengandung

permasalahan yang dikaji

2. Abstrak, umumnya terdiri dari 100-150 kata,

maksimal tiga paragraf, berisi tujuan, cara

penelitian atau pembahasan, dan hasil

penelitian atau pembahasan

3. Paragraf, mempunyai ciri satu kesatuan ide,

kepaduan hubungan antarkalimat, dan

kelengkapan pikiran utama dan penjelas

4. Pengalimatan, hendaknya pendek-pendek

(3)

Karakteristik Aspek Tata Tulis

dalam Tulisan Ilmiah

5. Argumentasi ilmiah, hendaknya ada dalam

pembahasan, dapat dipertangggungjawabkan, dan mengacu ke teori atau hasil penelitian terdahulu

6. Sintesa kajian pustaka, hendaknya bukan sekedar kompilasi teori, harus saling terkait, dan

mencerminkan kerangka pikir yang padu

7. Kutipan,dapat berupa kutipan langsung atau tidak langsung dengan penyebutan sumber

referensinya

8. Simpulan, berupa intisari pembahasan dan jawaban atasu masalah yang dikaji

9. Daftar pustaka, umumnya ditulis dengan urutan: nama penulis (dibalik), tahun terbitan, judul

Referensi

Dokumen terkait

Pada data 9, mahasiswa melakukan kesalahan karena pada kalimat di atas dipengaruhi bahasa Indonesia yaitu saat mengungkapkan bentuk pasif dapat diikuti dengan

 Oleh sebab itu, kita perlu memahami kapan kalimat seharusnya menggunakan kata kerja pasif atau kapan kalimat seharusnya dalam bentuk pasif bukan aktif dalam soal.. 

Hubungan antar-kalimat pada contoh (2) itu juga terjalin secara teratur sehingga keutuhan gagasan yang diungkapkan dengan kalimat-.. kalimat itu juga dapat terwujud

Masalah ketaksejajaranhubungan makna antara unsur-unsur kalimat, seperti diilustrasikan pada kalimat (5) di atas, diselesaikan dengan pemahaman ciri semantis kata, baik verba

Ditinjau dari yang menganjurkan agar elite politik lebih susunan fungtornya, klausa kedua itu disusun menggunakan kalimat aktif dibandingkan pasif, dengan pola

Dari temuan penelitian diperoleh data kalimat pasif bahasa Inggris yang berpola kata kerja be + past participle dalam semua bentuk tenses diterjemahkan dan semua

Perbedaannya terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang menjadi

Simbol ~ pertama pada pola kalimat b bisa diganti dengan kata benda, simbol ~ kedua bisa diganti dengan kata sifat atau kata kerja.. Lebih baik kamar yang