• Tidak ada hasil yang ditemukan

H. SYAHRULAN PUA SAWA A-497 FRAKSI PAN DPR RI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "H. SYAHRULAN PUA SAWA A-497 FRAKSI PAN DPR RI"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEGIATAN PENYERAPAN ASPIRASI

DALAM RANGKA KUNJUNGAN KERJA PERORANGAN

PADA MASA RESES MASA PERSIDANGAN III TAHUN SIDANG 2014 - 2015 KE DAERAH PEMILIHAN NUSA TENGGARA TIMUR I

H. SYAHRULAN PUA SAWA A-497

(2)

LAPORAN KEGIATAN

KUNJUNGAN KERJA DALAM NEGERI

DALAM RANGKA KUNJUNGAN KERJA PERORANGAN

PADA MASA RESES MASA PERSIDANGAN III TAHUN SIDANG 2014 - 2015 KE DAERAH PEMILIHAN NUSA TENGGARA TIMUR I

8 - 16 MEI 2015

H. SYAHRULAN PUA SAWA A-497

1. Pendahuluan

Sesuai Surat Keputusan Presiden tertanggal 30 September 2014 mengenai penetapan H. Syahrulan Pua Sawa sebagai anggota DPR RI mewakili Partai Amanat Nasional Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur I meliputi 10 Kabupaten (Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor).

Setelah menjadi anggota DPR RI kewajiban untuk selalu mengunjungi ke Daerah Pemilihan telah ditetapkan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Oleh karena itu sesuai dengan Surat Tugas Nomor : 497/D/KUNKER/DEWAN/2015, menugaskan kepada H. Syahrulan Pua Sawa No. Anggota 497 untuk melakukan perjalanan dinas Kunjungan Kerja Perorangan Pada Masa Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2014-2015 ke Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur I.

Bidang infrastruktur dan transportasi yang merupakan ruang lingkup kerja sebagai anggota DPR RI Komisi V, dengan mitra kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat; Kementerian Perhubungan; Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; Badan SAR Nasional; Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika; Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo; Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura.

Pada kunjungan kerja ini tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat secara langsung saja, tetapi juga mensosialisasikan program-program pembangunan secara umum berdasarkan hasil Masa Persidangan III DPR RI Tahun Sidang 2014-2015. Pada masa reses ini masyarakat dapat bertatap muka langsung untuk mengkomunikasikan dengan wakil rakyat DPR RI tentang pencapaian

(3)

pembangunan saat ini maupun usulan kebutuhan rencana pembangunan daerah yang akan datang.

Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur I yang daerahnya dikategorikan sebagai daerah tertinggal harusnya menjadi perhatian khusus pemerintah pusat. Pembangunan daerah atau desa tertinggal merupakan bagian terpenting dari pembangunan Indonesia karena dampaknya juga akan mencakup aspek ekonomi artinya ketika daerah ini diperhatikan dan dibangun tentunya akan memberikan kontribusi untuk daerah maupun wilayah lainnya.

Daerah mempunyai masalah khusus atau keterbatasan tertentu seperti keterbatasan sumber daya alam, keterbatasan sarana dan prasarana, sumber daya manusia, dan keterbatasan aksesibilitas ke pusat-pusat pemukiman lainnya. Hal tersebut menyebabkan kemiskinan serta kondisinya tertinggal dari daerah lainnya dalam menerima dan memanfaatkan hasil pembangunan dan perkembangan peradaban.

Pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur dan transportasi harus menjadi perhatian pemerintah pusat.untuk membuka akses daerah agar terjadi konektivitas dengan daerah lainnya untuk menumbuhkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Pelaksanaan Kunjungan Kerja a. Waktu Pelaksanaan Kegiatan

Sesuai dengan jadwal pelaksanaan Kunjungan Kerja Perorangan Pada Masa Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2014-2015, maka dilaksanakan Kunjungan Kerja ke Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur I pada tanggal 8 – 16 Mei 2015.

b. Kegiatan Penyerapan Aspirasi Jum’at, 8 Mei 2015

Perjalanan penerbangan Jakarta – Kupang Dilanjutkan penerbangan Kupang - Alor 1. Jum’at, 8 Mei 2015

(4)

Tiba di Bandara Mali Kabupaten Alor pukul 12.30 WITA, langsung melaksanakan Kunjungan Kerja dan silaturahmi dengan pengelola Bandara Mali, Alor dan Pemerintah Daerah Kabupaten Alor. Pihak pengelola Bandara Mali, Alor menyambut baik kedatangan anggota DPR RI, mereka menyampaikan aspirasinya berkaitan dengan kinerja bandara untuk melayani masyarakat. Pembangunan Kabupaten Alor harus didukung dengan sarana dan prasarana transportasi udara yang memadai. Saat ini sedang dikerjakan berbagai pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan prasarana bandara untuk menunjang kinerja bandara. Transportasi udara merupakan akses tercepat Kabupaten Alor agar terjadi konektivitas dengan daerah lainnya untuk menumbuhkan dan meningkatkan perekonomian daerah. Dengan banyaknya arus penumpang dan barang melalui bandara ini, perlunya perhatian pemerintah pusat untuk memperpanjang dan memperlebar runway bandara yang sudah ada. Keberadaan terminal penumpang juga perlu dibangun dengan yang lebih memadai untuk melayani kenyaman masyarakat dalam melakukan perjalanannya. Perusahaan penerbangan yang melayani Kupang-Alor-Kupang adalah TransNusa Aviation Mandiri dengan jenis Pesawat Fokker-50 & ATR 42-600 dan Wings Air dengan jenis pesawat ATR 72. Pembangunan perluasan dan pelebaran runway bandara sangat dibutuhkan, agar pesawat berbadan besar boing 737 seri 200 dapat mendarat untuk melayani arus transportasi udara penumpang dan barang yang semakin meningkat demi percepatan pembangunan masyarakat Kabupaten Alor.

2. Jum’at, 8 Mei 2015

(5)

Bampalola, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, pukul 15.00 – 17.00 WITA.

Perjalanan selama 2 jam menuju Desa Bampalola, dengan jalur jalan desa yang berliku-liku, mendaki dan menurun antara tebing dan jurang yang langsung menghadap ke laut. Akhirnya sampai juga di kediaman Tokoh Masyarakat Desa Bampalola, dan disambut dengan suka cita oleh masyarakat. Upacara pengalungan Kain Adat tak lupa disematkan sebagai simbol persaudaraan masyarakat. Masyarakat Bamfalola menyampaikan aspirasinya dan meminta perhatian akan kondisi jalan yang menuju ke desanya perlu banyak perbaikkan. Pemerintah bisa membangun jalan alternatif yang sudah ada ke desa mereka yang tidak berliku-liku, mendaki dan menurun, serta tidak jauh dari jalan akses ke kota untuk dapat dibangun. Permasalahan kebutuhan air bersih untuk masyarakat sangat diharapkan. Masyarakat berharap sekiranya pemerintah pusat dapat membantu memenuhi kebutuhan air mereka dengan pembuatan sumur bor.

Kegiatan selanjutkan dengan dengan mengunjungi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Islamiyah Terpadu Bampalola.

Madrasah Tsanawiyah di Desa Bampalola Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor yang akan memasuki tahun ajaran ke-3. Kondisi bangunan kelas yang masih sederhana mampu memberikan pendidikan

(6)

bagi masyarakat Bampalola. Para guru dan murid-murid sangat antusias dengan kehadiran anggota DPR RI di sekolah. Para guru dan murid bisa menyampaikan langsung aspirasi ke pemerintah pusat. Pendidikan menjadi kebutuhan dasar masyarakat Bampalola, pemerintah pusat mampu memberikan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan untuk kelancaran dalam proses belajar mengajar. Sekolah yang sebagian besar orang tua muridnya berprofesi sebagai petani mengharapkan bantuan pemerintah pusat untuk lebih memperhatikan kondisi belajar mengajar yang saat ini berlangsung seadanya. Saat ini pihak sekolah masih mengurus izin operasional penyelenggaraan pendidikan melalui Departemen Agama, provinsi NTT, kiranya izin tersebut segera dapat diterbitkan pihak Departemen Agama.

3. Jum’at, 8 Mei 2015

Desa Tameming, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor.

Selepas Maghrib Kegiatan Aspirasi dilaksanakan pukul 19.00, dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan masyarakat Tamiming. Pemuda Tameming sangat senang sekali akan kehadiran anggota DPR RI, apalagi sebagai panitia telah sukses melaksanakan Kompetisi Sepak Bola Se-Kabupaten Alor memperebutkan Piala “H. Syahrulan Pua Sawa”. Pada kesempatan itu masyarakat sangat gembira akan peran serta anggota DPR RI dalam mendukung kegiatan olah raga. Masyarakat berharap pemerintah pusat memberikan perhatian akan sarana dan prasarana olah raga, khususnya Stadion Sepak Bola Batu Nirwala Kalabahi sebagai kebanggaan masyarakat Alor. Harapan mereka Alor dapat melahirkan atlit sepak bola yang mampu mengharumkan Indonesia di pentas dunia.

(7)

4. Jum’at, 8 Mei 2015 Pertemuan dengan tokoh masyarakat, dan masyarakat Kota Kalabahi, Teluk Mutiara, Kabupaten Alor. Waktu menunjukkan pukul 21.00 WITA, masyarakat tetap

antusias berkumpul untuk menyampaikan aspirasi kepada wakilnya di DPR RI. Kehadiran anggota DPR RI di tengah-tengah masyarakat disambut dengan baik bagaikan oase di padang pasir. Masyarakat antusias bisa menyampaikan langsung aspirasi permasalahan yang mereka hadapi selama ini di daerah. Adanya kuota haji yang selama ini diperoleh kabupaten Alor sangat sedikit jika dibandingkan dengan minat masyarakat akan beribadah haji, masyarakat meminta perhatian pemerintah pusat untuk menambah kuota haji. Usia calon haji yang berusia lanjut, 70 tahun ke atas harus menjadi prioritas untuk diberangkatkan ke tanah suci. Adanya pembangunan Masjid Agung Al-Fatah sebagai Masjid kebangaan Kabupaten Alor yang saat ini masih berjalan, masyarakat berharap pemerintah pusat dapat membantu dalam penyelesaian pembangunannya. Berkaitan dengan infrastruktur transportasi, masyarakat menanyakan kapan beroperasinya pelabuhan peti kemas Moru yang sudah selesai pengerjaannya. Pelabuhan kemas Moru diharapkan dapat melancarkan arus barang yang akan masuk dan keluar dari Kabupaten Alor. Oleh karena itu semakin lancarnya arus penumpang dan barang diharapkan dapat menumbuhkan dan memajukan perekonomian masyarakat.

(8)

5. Sabtu, 9 Mei 2015

Pukul 08.00 WITA dilaksanakan kegiatan dialog dengan guru-guru se-kabupaten Alor di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Alor.

Pertemuan guru-guru se-kabupaten Alor yang diinisiasi oleh kepala dinas pendidikan

Kabupaten Alor, yang juga dihadiri oleh pihak rektorat Universitas Cendana

Kupang. Pertemuan ini dalam rangka peningkatan kualifikasi tenaga pengajar. Pada kegiatan ini para guru berharap pemerintah pusat tidak hanya mewajibkan mereka meningkatkan kualifikasi pendidikannya menjadi S1 atau Akta IV sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, tetapi yang lebih penting pemerintah pusat meningkatkan kesejahteraan para guru, dan bisa mengangkat para guru yang masih honorer menjadi pegawai negeri sipil. Sampai saat ini masa kerja para guru tersebut sudah bertahun-tahun lamanya mengabdi mengajar. Selain itu disampaikan juga aspirasi dari para guru kiranya pemerintah pusat memberikan perhatiannya berkaitan dengan tunjangan khusus daerah perbatasan dikarenakan mereka mengajar di daerah perbatasan dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste. 6. Sabtu, 9 Mei 2015

Kampung Labuan Bajo, Kelurahan Kabir, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, pukul 11.30 – 14.00 WITA.

(9)

Perjalanan selama 1 jam dengan speedboat menuju

Pulau Pantar. Tiba di dermaga Pandai melanjutkan perjalanan darat selama 1,5 jam menggunakan Truk Fuso menyusuri jalan-jalan sepanjang laut menuju Kabir. Kegiatan aspirasi dilaksanakan di Kampung Labuanbajo Kelurahan Kabir, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor. Masyarakat Kabir yang bermatapencarian sebagai petani. Kampung Labuanbajo sangat bersebelahan dengan lokasi pembangunan Bandara Kabir, masyarakat meminta lahan lokasi yang baru akibat pembangunan Bandara Kabir. Sebagian besar Ibu Rumah Tangga juga membantu mencari nafkah keluarga, masyarakat berharap bantuan Kredit Usaha Kecil untuk membantu modal usaha. Masyarakat berharap ada penyelesaian lahan dari pembangunan Bandara Kabir. Kondisi rumah-rumah masyarakat banyak yang tidak layak, masyarakat berharap pemerintah pusat memberikan bantuan stimulant rumah yang layak. Dengan kondisi lingkungan yang sangat berdekatan dengan pantai, masyarakat meminta pemerintah pusat memberikan bantuan Tanggul Pemecah Gelombang agar kawasan mereka tidak terkena terjangan ombak. Sebagai daerah yang kaya akan ikan laut, dan bermatapencarian sebagai nelayan, masyarakat berharap dibangunnya Tempat Pelelangan Ikan. Air bersih menjadi permasalahan bersama masyarakat, apalagi air bersih yang selama ini mereka peroleh didapatkan dari daerah-daerah dataran tinggi melalui pipa-pipa, tetapi selama ini supplai air sudah tidak mereka dapatkan lagi. Kiranya pemerintah pusat dapat memberikan perhatian pemenuhan air bersih bagi mereka dengan sistem pengolahan air minum.

(10)

7. Sabtu, 9 Mei 2015

Selanjutnya Kunjungan Ke Lokasi Bandara Kabir, terletak di Kabir, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor.

Bandara Kabir sebagai bandara perintis dengan panjang landasan tahap pertama 900 meter dari seluas 1000 x 300 meter saat ini memasuki pembangunan tahap II yang dimulai tahun ini. Di lahan ini di zaman penjajahan Belanda pernah menjadi landasan pesawat terbang. Pembangunan Bandara Kabir di Pulau Pantar sebagai jalur transportasi udara masyarakat Pulau Pantar untuk mempercepat akses konektivitas ke berbagai daerah di Indonesia untuk menumbuhkan dan kemajuan perekonomian masyarakat.

8. Sabtu, 9 Mei 2015

Pada kegiatan sore hari bersama-sama dengan Bupati, Wakil Bupati dan pemerintah daerah kabupaten Alor dan

masyarakat Alor

menyaksikan final kompetisi sepak bola di stadion Batu Nirwala. Masyarakat Alor sangat menyukai olah raga sepak bola, mereka berharap bantuan pemerintah pusat untuk melakukan rehabilitasi stadion kebanggaannya, terutama atap tribun penonton. Perhatian dari pemerintah pusat juga diharapkan untuk membangun sarana dan prasarana olah raga yang ada di Kabupaten Alor.

9. Minggu, 10 Mei 2015

Kegiatan Aspirasi dengan masyarakat Kolana Utara, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, pukul 13.00 – 15.00 WITA.

(11)

Selama 4 jam perjalanan darat dari Kota Kalabahi menuju Kolana Utara. Daerah ini berbatasan laut langsung dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste, masyarakatnya bermatapencarian sebagai nelayan dan petani. Memasuki daerah ini

siaran radio Timor Leste dapat kita dengar, dan sinyal komunikasi tidak kita dapatkan. Sungguh ironis daerah perbatasan tidak ada informasi dan komunikasi yang dapat kita peroleh. Masyarakat berharap pemerintah pusat dapat membantu pengadaan Tower Komunikasi “Sinyal” untuk memudahkan komunikasi masyarakat dan siaran Radio Republik Indonesia untuk membuka akses informasi untuk kemajuan masyarakat. Di bidang infrastruktur masyarakat meminta bantuan pemerintah pusat memenuhi kebutuhan akan air bersih. Kendala transportasi ke daerah lain sangat dirasakan masyarakat, Pelabuhan Maritaing sebagai akses jalur transportasi masyarakat masih belum beroperasi. Aspirasi masyarakat akan adanya jalur transportasi laut sangat dibutuhkan untuk membuka akses ke daerah-daerah lain di Indonesia. Dengan dibukanya akses pelabuhan laut ke seluruh Indonesia bahkan ke Negara tetangga Republik Demokratik Timor Leste dapat menumbuhkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

10. Minggu. 10 Mei

Kegiatan Aspirasi di Desa Malapea, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, pukul 18.30 WITA.

(12)

Perjalanan malam hari mendaki dengan jalan yang sempit menuju kawasan lembah yang dingin tidak menyurutkan semangat untuk bersilaturahmi dengan masyarakat Malapea. Di

kediaman tokoh

masyarakat Malapea diadakan kegiatan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Masyarakat yang sebagian besar bermatapencarian sebagai petani. Dengan

kondisi daerah di dataran tinggi dan terpencil, masyarakat tidak dapat berkomunikasi dengan masyarakat daerah lainnya, karena tidak ada tower “sinyal”. Masyarakat

berharap adanya tower komunikasi “sinyal” agar masyarakat dapat berkomunikasi dengan masyarakat luar. Sebagai daerah persawahan, masyarakat membutuhkan bantuan pupuk dan alat-alat pertanian/ traktor agar dapat meningkatkan produktifitas pangan. Penerangan juga menjadi hambatan di daerah ini, bila malam tidak ada penerangan yang memadai, berakibat aktifitas masyarakat terganggu. Harapan masyarakat pemerintah pusat memberikan bantuan pengadaan listrik/ penerangan. Untuk infrastruktur masyarakat juga mengharapkan perbaikan jalan menuju desanya agar akses transportasi menjadi lancar.

(13)

11. Minggu, 10 Mei 2015

Pasar Mainang, Alor Selatan, Kabupaten Alor menjadi tempat kegiatan penyerapan aspirasi selanjutnya. Dinginnya malam, menunjukkan pukul 21.00 WITA semakin

menambah semangat

masyarakat Pasar Mainang untuk menghadiri kegiatan aspirasi ini. Masyarakat yang terletak di dataran tinggi Alor Selatan yang sebagian besar bermatapencarian sebagai petani. Mereka mengharapkan bantuan pemerintah pusat akan pupuk dan alat-alat pertanian untuk meningkatkan produktifitas pangan. Selain itu keberadaan masyarakat Pasar Maenang yang relegius mengharapkan juga bantuan pembangunan rumah ibadah.

Senin, 11 Mei 2015

Perjalanan; Penerbangan Alor-Kupang 12. Selasa, 12 Mei 2015

Penerbangan Kupang-Labuan Bajo.

Tiba pukul 11.00 WITA di Bandara Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Di Bandara Komodo, kegiatan kunjungan untuk meminta aspirasi berkaitan dengan berbagai pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan prasarana bandara. Terminal Bandara Komodo yang sudah rampung dapat memenuhi kenyamanan pelayanan penumpang. Kabupaten Labuan Bajo sebagai daerah destinasi wisata Pulau Komodo mendapat perhatian, karenanya perbaikan bandara udara untuk memenuhi pelayanan kenyamanan penumpang terus dikerjakan. Perpanjangan dan pelebaran run way akan segera dilakukan, agar bandara Komodo dapat disinggahi pesawat besar tidak hanya penumpang domestik,

(14)

tetapi juga penumpang internasional. 13. Selasa, 12 Mei 2015

Kegiatan selanjutnya meninjau kesiapan pembangunan jalan kota Labuan Bajo, dan jalan akses ke Bandara Komodo. Kabupaten Manggarai Barat adalah daerah yang cepat berkembang dengan adanya destinasi wisata yang terkenal di dunia. Ditambah lagi dengan keberadaan Binatang Komodo di Pulau Komodo menjadikan daerah ini menjadi kunjungan wisatawan domestik juga mancanegara. Pertumbuhan perekonomian haruslah didukung dengan infrastruktur yang memadai. Pembangunan infrastruktur jalan yang menuju ke bandara, pelabuhan, dan destinasi wisata perlu mendapat perhatian pemerintah pusat untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian masyarakat.

14. Rabu, 13 Mei 2015

Pada kegiatan ini meninjau Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat yang diterima langsung oleh Kepala Kantor Pelabuhan. Pembangunan fasilitas

pelabuhan segera

dilaksanakan untuk memenuhi tuntutan masyarakat. Keberadaan Pelabuhan Labuan Bajo sebagai gerbang pariwisata bahari sangatlah penting. Sebagai akses transportasi laut ke daerah-daerah sekitarnya pembangunan fasilitas pelabuhan diperlukan untuk memperlancar arus penumpang dan barang agar dapat mempercepat pertumbuhan dan kemajuan perekonomian masyarakat. Saat ini terdapat kendala dalam pembangunannya, dengan adanya Surat dari

(15)

Badan Lingkungan Hidup Daerah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berkaitan belum dilakukannya tahapan perencanaan berupa AMDAL/UKL-UP. Untuk itu kiranya dapat diberikan solusi kebijakan dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten agar pembangunan dapat berjalan dengan tetap berpedoman pada Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

15. Kamis, 14 Mei 2015

Kegiatan Aspirasi dengan mengunjungi masyarakat dan tokoh

pemuda di desa Ketang, Kecamatan Lekang, Kabupaten Manggarai.

Desa Ketang yang terletak di dataran tinggi dengan iklim yang sejuk, membuat lelah perjalanan darat selama 3 jam tidak dirasakan. Dari kegiatan ini didapatkan aspirasi masyarakat agar pemerintah pusat dapat membantu modal kredit usaha kecil. Sebagai daerah pertanian masyarakat meminta perhatian pemerintah pusat untuk membantu pengadaan pupuk dan alat-alat pertanian untuk meningkatkan produktifitas pangan. 16. Jum’at, 15 Mei 2015 Kegiatan penyerapan aspirasi selanjutnya dengan masyarakat Kampung Ende, kelurahan Kotandora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur.

(16)

masyarakat, tokoh agama dan masyarakat umum, kegiatan ini mendapat sambutan baik. Pada umumnya masyarakat meminta perhatian pemerintah pusat akan ketersediaan air bersih. Jaringan air bersih yang ada selama ini belum mampu melayani dengan baik kebutuhan masyarakat. 17. Jum’at, 15 Mei 2015 Pelabahuhan Watuipu, Borong, Manggarai Timur Kegiatan kunjungan untuk menyerap aspirasi berkaitan dengan pembangunan pengembangan dermaga pelabuhan Borong. Banyaknya aktifitas masyarakat yang menggunakan transportasi laut, pemerintah pusat perlu memberikan perhatian akan pengembangan dermaga pelabuhan Borong.

Sabtu, 16 Mei 2015

Perjalanan; Penerbangan menuju Jakarta

c. Rekomendasi

1. Pembangunan infrastruktur transportasi sangat penting untuk membuka akses daerah sebagai konektivitas dengan daerah lainnya, agar terjadi percepatan pertumbuhan dan kemajuan perekonomian masyarakat. Pembangunan perpanjangan dan pelebaran run way Bandara Mali, Alor menjadi perhatian pemerintah pusat untuk meningkatkan arus penumpang dan barang, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat. 2. Dengan semakin besarnya minat masyarakat khususnya di Kabupaten

Alor untuk melaksanakan ibadah Haji tidak didukung dengan kuota yang didapatkan kabupaten Alor. Untuk itu meminta perhatian khusus pemerintah pusat (Departemen Agama) dapat menambah kuota haji bagi masyarakat kabupaten Alor dan memberikan prioritas

(17)

keberangkatan ibadah haji bagi masyarakat yang berusia lebih dari 70 tahun.

3. Pembangunan infrastruktur jalan, bandara, dan pelabuhan yang akan dan sedang berjalan agar dibuat kebijakkan yang dapat bersinergi dengan para pemangku kepentingan tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sehingga percepatan dan pemerataan pembangunan dapat tercapai.

4. Kebutuhan komunikasi dan informasi sangat penting. Pemerintah harus memberikan perhatian dengan menyediakan sarana dan prasarana infrastruktur komunikasi dan informasi di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah perbatasan dengan negara lain sebagai alat pertahanan negara.

5. Pembangunan infrastruktur sangat dibutuhkan masyarakat untuk mempercepat kemajuan daerah. Pembangunan, rehabilitasi infrastruktur sarana dan prasarana olah raga sangatlah diharapkan masyarakat. Masyarakat yang sehat dapat bekerja lebih giat untuk membangun daerahmya.

6. Perhatian pemerintah pusat akan kesejahteraan para guru segera diwujudkan. Guru sebagai ujung tombak mencerdaskan anak bangsa perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.

3. Penutup

Demikian Laporan Kegiatan Penyerapan Asprasi Masyarakat Dalam Rangka Kunjungan Kerja Perorangan Pada Masa Reses Pada Masa Persidangan III Tahun Sidang 2014-2015 ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, 22 Mei 2015

H. Syahrulan Pua Sawa A-497

(18)

Referensi

Dokumen terkait

Fraksi Persatuan Pembangunan menggarisbawahi rumusan Pasal 23 ayat (2) yang menyatakan bahwa penataan ruang kawasan tertentu merupakan bagian yang tidak terpisahkan