PENGEMBANGAN MODEL KOMPUTERISASI SIKLUS AKUNTANSI
BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING
Ni Luh Gede Erni Sulindawati
Jurusan Akuntansi D3, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi dalam ilmu akuntansi. Tuntutan era global akan kemampauan professional mengharapkan tenaga kerja bidang akuntansi harus bisa menguasai kombinasi perkembangan ilmu akuntansi dan teknologi dalam melaksanakan tugas mereka sehari-hari. Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah terwujudnya suatu program komputerisasi siklus akuntansi berbasis Problem Based Learning yang dapat dimanfaatkan sebagai Media Pembelajaran yang valid, praktis, relevan dan mengikuti pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Produk tahun pertama dari penelitian ini adalah : draf model komputerisasi siklus akuntansi berbasis Problem Based Learning. Produk tahun kedua adalah model komputerisasi siklus akuntansi berbasis Problem Based Learning yang sudah valid, praktis, relevan, fixed serta sudah diuji coba dan dideseminasikan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan perangkat pembelajaran Instructional Development Model (ID Model). Tahap kegiatan dari model ini dibagi menjadi : Determinasi Masalah (Problem Determination), Desain (Design) dan Pengembangan (Development) dan Implementasi (Implementation). Hasil penelitian di tahun pertama menghasilkan draf model komputerisasi siklus akuntansi berbasis Problem Based Learningyang siap untuk diujicobakan pada penelitian ditahun berikutnya.
Kata kunci : Komputerisasi, Siklus Akuntansi, Problem Based Learning, dan teknologi ABSTRACT
This research is motivated by the rapid development of science and technology that occurred in the science of accounting. The demands of the global era for the professional ability expecting the workforce in accounting field had to be able to figure out development combination of accounting science and technology in carrying out their daily tasks. The long term goal of this research is the creation of a computerized program accounting cycle based on Problem Based Learning which can be used as a valid learning media, practical, relevant and to follow the rapid development of science and technology. The products of the first year of this study are: draft model based computerized accounting cycle of Problem Based Learning. The second year product is computerized models cycle accounting based Problem Based Learning which are valid, practical, relevant, fixed and has been tested and dissemination. This study uses a model of learning software development Instructional Development Model (ID Model). The phase of activities of this model is divided into: Determination Problems (Problem Determination), Design (Design) and Development (Development) and Implementation (Implementation). The results of the study in the first year is generate the draft computerized accounting cycle of Problem Based Learning which is ready to be tested in the study next year.
Keywords: Computerized, accounting cycle, problem based learning, and technology 1. PENDAHULUAN
Tenaga profesional di bidang akuntansi memerlukan kemampuan profesional dalam pemanfaatan teknologi untuk dapat tetap eksis di dalam menghadapi tuntutan eraglobal. Berbagai perkembangan teknologi sudah selayaknya dapat dimanfaatkan guna meningkatkan kompetensi di bidang akuntansi. Salah satu mata kuliah yang mengkaji kombinasi bidang ilmu akuntansi dan perkembangan teknologi adalah mata kuliah komputer akuntansi (Buku Pedoman Studi,2012). Penguasaan mahasiswa dalam mata kuliah ini ditujukan supaya mahasiswa dapat mengkombinasikan perkembangan
teknologi dengan bidang ilmu akuntansi guna memecahkan berbagai siklus akuntansi pada berbagai jenis bidang usaha yang ada baik untuk perusahaan jasa, dagang bahkan untuk perusahaan manufaktur (Profil Jurusan Akuntansi, 2012).
Kenyataan di lapangan selama proses pembelajaran berbagai permasalahan kompleks muncul, mahasiswa menemui kesulitan dalam hal penguasaan dan pemahaman mata kuliah komputer akuntansi dalam menyelesaikan siklus akuntansi. Karakteristik mata kuliah yang menuntut kemampuan kompleks dari mahasiswa menyebabkan penguasaan akan ilmu tersebut
menjadi agak sulit. Dalam mata kuliah komputer akuntansi proses transfer pengetahuan menjadi sangat kompleks mengingat bukan hanya tentang komputer saja yang dikaji namun berbagai pemahaman bidang akuntansi terlebih dahulu harus sudah dipahami termasuk sistem informasi akuntansi. Belum lagi permasalahan akan skill penggunaan komputer yang menuntut pemahaman mahasiswa akan sistem komputer ditambah permasalahan klasik seperti keterbatasan waktu.
Salah satu model pembelajaran yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar adalah pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning). Model ini juga dikenal dengan nama lain seperti project
based teaching, experienced based
education, dan anchored instruction (Ibrahim
dan Nur, 2004). Pembelajaran ini membantu siswa belajar isi akademik dan keterampilan memecahkan masalah dengan melibatkan mereka pada sistuasi masalah kehidupan nyata. Pembelajaran berbasis masalah diturunkan dari teori bahwa belajar adalah proses pembelajar secara aktif mengkontruksi pengetahuan (Gijselaers, 1996). Psikologi kognitif modern menyatakan bahwa belajar terjadi dari aksi pembelajar, dan pengajaran hanya berperan dalam memfasilitasi terjadinya aktivitas kontruksi pengetahuan oleh pembelajar. Guru harus memusatkan perhatiannya untuk membantu pembelajar mencapai keterampilan self directed learning.
Problem based learning sebagai suatu
pendekatan yang dipandang dapat memenuhi keperluan ini (Schmidt, dalam Gijselaers, 1996). Masalah-masalah disiapkan sebagai stimulus pembelajaran. Pembelajar dihadapkan pada situasi pemecahan masalah, dan guru hanya berperan memfasilitasi terjadinya proses belajar dan memonitor proses pemecahan masalah.
Dari berbagai uraian diatas maka upaya yang mungkin dilaksanakan untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata kuliah komputer akuntansi adalah dengan memanfaatkan perkembangan teknologi terutama perkembangan Information and Commonication Technology sebagai media
pembelajaran dikombinasikan dengan pembahasan kasus-kasus akuntansi berbasis
Problem Based Learning. Pemanfaatan
perkembangan tersebut diantaranya dengan mengembangkan suatu program berupa
komputerisasi siklus akuntansi berbasis ICT. Program komputer ini membantu mengolah data keuangan untuk diolah menjadi berbagai informasi keuangan. Dengan keunggulan
system multi user access yang
memungkinkan proses pembelajaran dalam system jaringan (LAN) sehingga proses transfer ilmu secara multimedia dapat dipenuhi. Sistem Multi User access ini juga memungkinkan pekerjaan akuntansi dapat dibagi dalam kelompok kerja dengan beberapa komputer yang berhubungan sehingga pembagian beberapa divisi akuntansi dapat dilakukan. Proses pembelajaran seperti ini akan dapat menunjukkan kondisi riil di dunia kerja (berbasis Problem Based Learning) dan kualitas pembelajaran diharapkan dapat ditingkatkan.
2. METODE PENELITIAN
Dalam kegiatan ini akan digunakan model pengembangan perangkat pembelajaran Instructional Development Model (ID Model) atau yang sering disebut
model UNESCO (Arnyana,2006). Model pengembangan perangkat pembelajaran ini merupakan model yang diusulkan oleh Logan (1982, dalam Knirk and Gustafon.1986) dan merupakan rekomendasi oleh UNESCO. Tahap kegiatan dari model ini dibagi menjadi : Determinasi Masalah (Problem
Determination), Desain (Design) dan
Pengembangan (Development). Penelitian dilaksanakan selama dua tahun. Pada penelitian di tahun pertama (2014) tahapan penelitian yang dilakukan adalah Determinasi Masalah (Problem Determination) dan Desain (Design). Hasil penelitian di tahun pertama menghasilkan draf model komputerisasi siklus akuntansi berbasis Problem Based
Learningyang siap untuk diujicobakan pada
penelitian ditahun berikutnya. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Tahap kegiatan awal yang dilakukan adalah determinasi masalah dalam tahap ini kegiatan dikelompokkan dalam beberapa langkah yang dapat didiskripsikan sebagai berikut:
Identifikasi masalah: dalam tahap ini dilakukan identifikasi masalah-masalah yang timbul dalam pelaksanaan perkuliahan
Komputer Akuntansi. Identifikasi masalah ini dikumpulkan berdasarkan pengalaman pengajaran mata kuliah yang sama pada waktu sebelumnya (pengalaman mengajar sebelumnya) selain itu identifikasi masalah ini juga diperoleh dari mahasiswa yang sudah menempuh mata kuliah bersangkutan.
Dalam tahap identifikasi masalah permasalahan yang ternyata muncul dari perkuliahan yang terjadi adalah bahwa permasalahan dikelompokkan dalam dua kategori yaitu: permasalahan teknis pelaksanaan perkuliahan dan permasalahan substansi perkuliahan. Dalam permasalahan teknis perkuliahan ternyata penguasaan akan skill operasional komputer peserta didik yang tidak merata. Perlu adanya strategi pembelajaran yang mampu mengakomodasi sehingga mahasiswa lebih terbiasa dengan penguasaan perkembangan teknologi. Sedangkan mengenai waktu perkuliahan yang dianggap kurang cukup memang mahasiswa memandang bahwa waktu perkuliahan yang disediakan tidak cukup untuk memahami materi yang harus mereka terima, dalam hal ini ada beberapa point yang bisa dicermati bahwa pertama mahasiswa masih memandang bahwa perkuliahan hanya berlangsung didalam kelas saja tanpa menyadari makna sesungguhnya dari sistem SKS (sistem kredit semester), hal kedua yang harus dicermati bahwa alokasi waktu yang tersedia memang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga diperlukan sistematika (skenario) perkuliahan yang tepat disertai perangkat pembelajaran yang tepat pula. Dari hasil identifikasi permasalahan ini nampak jelas bahwa dalam teknis perkuliahan menunjukkan kurang sistematis.
Kendala-kendala yang muncul tersebut tidaklah mengganggu proses pengembangan perangkat pembelajaran, namun diperlukan solusi-solusi yang harus dilakukan dalam menghadapi kendala yang muncul tersebut. Dalam permasalahan teknis perkuliahan ternyata penguasaan akan skill operasional komputer peserta didik yang tidak merata. Upaya yang dilakukan adalah dengan strategi pembelajaran yang tepat yang mampu mengakomodasi seperti dalam tahap awal diperlukan pendampingan ke arah personal mahasiswa yang kurang mampu dalam penguasaan ketrampilan komputer sehingga mahasiswa lebih terbiasa dengan penguasaan perkembangan teknologi
termasuk operasionalisasi perkembangan
Information and Commonication Technology
terutama dalam system jaringan (LAN). Sedangkan mengenai waktu perkuliahan yang dianggap kurang cukup harus dicermati bahwa alokasi waktu yang tersedia memang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga sistematika (skenario) perkuliahan yang tepat dan disiplin dalam proses belajar mengajar mampu mengatasi kendala tersebut.
Sedangkan kendala mengenai substansi perkuliahan yang sangat terkait dengan semua substansi perkuliahan yang mendukung keilmuan akuntansi, seperti sistem akuntansi, akuntansi keuangan, akuntansi biaya, perpajakan, perbankan dan yang lainnya. Namun dengan realita sebagian ilmu tersebut belum mahasiswa peroleh adalah dengan pengaplikasian Problem
Based Learning dengan skenario
pembelajaran yang berkarakteristik utama berupa pengajuan pertanyaan atau masalah, berfokus pada keterkaitan antar disiplin, penyelidikan autentik, menghasilkan karya serta mempresentasikannya, dan kerjasama. Secara garis besar prinsip yang digunakan adalah melibatkan mahasiswa bekerja pada masalah (kasus-kasus akuntansi) dalam kelompok kecil. Masalah disiapkan sebagai konteks pembelajaran baru. Analisis dan penyelesaian terhadap masalah itu menghasilkan perolehan pengetahuan dan keterampilan pemecahan masalah. Permasalahan dihadapkan sebelum semua pengetahuan relevan diperoleh dan tidak hanya setelah membaca teks atau mendengar ceramah tentang materi subjek yang melatarbelakangi masalah tersebut. Hasil dari proses pemecahan masalah itu adalah, mahasiswa membangun pertanyaan-pertanyaan (isu pembelajaran) tentang jenis pengatahuan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Setelah itu, mahasiswa melakukan pengkajian pada isu-isu pembelajaran yang telah diidentifikasi dengan menggunakan berbagai sumber. Untuk ini mahasiswa disediakan waktu yang cukup untuk belajar mandiri. Proses pembelajaran menjadi lengkap bila mahasiswa melaporkan hasil (apa yang dipelajari) pada pertemuan berikutnya. Sehingga setelah proses belajar mengajar selesai secara tidak langsung mahasiswa
akhirnya juga akan menguasai materi pendukung lainnya.
Kasus akuntansi yang disiapkan lebih mendekati kondisi riil di dunia usaha, lebih fleksibel mengingat kondisi dunia usaha yang fleksible serta keterkaitan dengan bidang lain seperti asuransi, sistem perbankan, perpajakan dan lainnya. Kasus akuntansi yang dibahas juga diharapkan tidak kaku cenderung mendekati contoh – contoh yang ada dibuku saja namun sudah mengarah pada kondisi yang dapat meningkatkan kemampuan analisa dan kemampuan prediksi mahasiswa. Seiring dengan hal tersebut kertas kerja akuntansi yang disiapkan diharapkan juga disesuaikan secara khusus dengan kasus akuntansi yang dihadapi, kertas kerja selayaknya sistematis dan memiliki format terkini selayaknya yang berlaku di dunia kerja.
Strategi pembelajaran yang diterapkan berdasarkan pendekatan PBL (Problem Based Learning). Pada tahap ini akan disusun skenario pembelajaran /skenario pelaksanaan perkuliahan(dengan karakteristik utama berupa pengajuan pertanyaan atau masalah, berfokus pada keterkaitan antar disiplin, penyelidikan autentik, menghasilkan karya serta mempresentasikannya, dan kerjasama). Secara garis besar prinsip yang digunakan adalah melibatkan mahasiswa bekerja pada masalah (kasus-kasus akuntansi) dalam kelompok kecil. Masalah disiapkan sebagai konteks pembelajaran baru. Analisis dan penyelesaian terhadap masalah itu menghasilkan perolehan pengetahuan dan keterampilan pemecahan masalah. Permasalahan dihadapkan sebelum semua pengetahuan relevan diperoleh dan tidak hanya setelah membaca teks atau mendengar ceramah tentang materi subjek yang melatarbelakangi masalah tersebut. Hasil dari proses pemecahan masalah itu adalah, mahasiswa membangun pertanyaan-pertanyaan (isu pembelajaran) tentang jenis pengatahuan apa yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Setelah itu, mahasiswa melakukan pengkajian pada isu-isu pembelajaran yang telah diidentifikasi dengan menggunakan berbagai sumber. Untuk ini mahasiswa disediakan waktu yang cukup untuk belajar mandiri. Proses pembelajaran akan menjadi lengkap bila
mahasiswa melaporkan hasil (apa yang dipelajari) pada pertemuan berikutnya.
Menetapkan media pembelajaran yang akan digunakan: pada tahap ini terlebih dahulu akan disiapkan silabus dan SAP (Satuan Acara Perkuliahan). Silabus dan SAP dirancang sesuai dengan hasil pada tahap sebelumnya dengan memperhatikan tujuan umum pembelajaran yang telah ditetapkan. Format silabus dan SAP disesuaikan format yang telah dirancang lembaga yang dibuat seragam disetiap jurusan. Komponen utama silabus terdiri atas standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian dan materi pokok. Sedangkan untuk SAP komponen utamanya terdiri atas pertemuan yang dibagi menjadi 16 minggu, Kompetensi dasar, indikator pencapaian, materi pokok setiap pertemuan.
Setelah Silabus dan SAP selesai disusun kemudian disiapkan kasus-kasus akuntansi yang mencerminkan kegiatan riil di dunia kerja. Kasus akuntansi ini diharapkan akan dapat memancing meningkatnya kemampuan analisis dalam penyelesaian terhadap masalah sehingga akan menghasilkan perolehan pengetahuan dan keterampilan pemecahan masalah. Kasus yang disusun juga dikaitkan dengan disiplin lain seperti perbankan, pajak, asuransi, penggajian dan lainnya. Bersamaan dengan penyusunan kasus akuntansi disusun pula bahan ajar atau modul yang dimanfaatkan oleh mahasiswa dalam proses belajar mengajar.
Setelah tahap desain selesai dilakukan maka dilanjutkan pada tahap pengembangan. Pada tahap ini dilakukan pengembangan/penyempurnaan perangkat pembelajaran yang telah di desain pada tahap sebelumnya. Penyempurnaan ini dilakukan dengan analisis hasil dengan melibatkan rekan seprofesi serta rekan ahli. Peran rekan seprofesi sesama Dosen Jurusan Akuntansi disini adalah memberikan masukan atas substansi perkuliahan mulai dari bagaimana penyusunan kasus- kasus akuntansi sehingga bisa mendekati kondisi rill di lapangan, bagaimana kasus akuntansi yang disusun bisa lebih komprehensif saling terkait dengan bidang lainnya seperti: asuransi, perbankan, bisnis dan perpajakan. Keterlibatan rekan seprofesi juga ikut memberikan masukan dalam bagaimana mengemas sistem akuntansi baik untuk
perusahaan jasa, dagang maupun perusahaan manufaktur sehingga dapat mengembangkan pola pikir kritis mahasiswa. Sedangkan rekan ahli yang digunakan perannya dalam penelitian ini adalah rekan-rekan ahli pembelajaran terutama ahli pembelajaran di bidang ekonomi termasuk juga dalam bidang evaluasi pendidikan. Peranan rekan ahli disini adalah ikut dalam menyempurnakan perangkat pembelajaran mulai dari Silabus Mata Kuliah, Satuan Acara Pembelajaran, Strategi Pembelajaran, Analisis Instruksional, Assesment sampai dengan alat bantu pembelajaran berupa media kasus akuntansi berbasis Problem
Based Learning.Berdasarkan analisis hasil
tersebut maka diperoleh berbagai masukan yang digunakan sebagai bahan penyempurnaan model pembelajaran dan perangkat pembelajaran sehingga produk tersebut siap untuk diimplementasikan.
Selain memanfaatkan program komputer akuntansi terpadu (MYOB
Accounting) konsepsi belajar mengajar yang
membantu dosen menghubungkan isi pelajaran dengan situasi dunia nyata (berbasis Problem Based learning) dan memotivasi mahasiswa membuat hubungan antara pengetahuan dan aplikasinya dalam kehidupan mahasiswa sebagai anggota keluarga, anggota masyarakat, dan pekerja serta meminta ketekunan belajar. Pengajaran dan pembelajaran dilakukan dengan berbasis masalah, menggunakan cara belajar yang diatur sendiri, berlaku dalam berbagai macam konteks, memperkuat pengajaran dalam berbagai konteks kehidupan mahasiswa, menggunakan penilaian autentik, dan menggunakan pola kelompok belajar yang bebas dengan tujuh komponen utama pembelajaran yang mendasari penerapan pembelajaran di kelas. Ketujuh komponen utama itu adalah portofoliome
(Constructivism), bertanya (Questioning),
menemukan (Inquiry), masyarakat belajar
(Learning Community), pependekatanan
(Modeling), refleksi (Reflection), dan Penilaian
sebenarnya (Authentic Assessment).
Hasil pengembangan program MYOB
Accounting berbasis Problem Based
Learning juga dapat dimanfaatkan sebagai
alat bantu dalam interaksi pembelajaran hal ini dapat dibuktikan dari pengamatan kegiatan pembelajaran mahasiswa tampak berperan sangat aktif di dalam setiap materi-materi
yang di sajikan. Kasus akuntansi yang disiapkan sudah menunjukkan kondisi riil di dunia kerja ditambah dengan program komputer yang terkemas sangat menarik secara visual dan terkemas secara komprehensif tentang system dan teori akuntansi menyebabkan interaksi mahasiswa baik dengan dosen maupun dengan sesama mahasiswa tampak terjalin dengan aktif. Program yang dikemas sedemikian rupa memancing rasa keingitahuan mahasiswa akan operasional program juga menyebabkan interaksi pembelajaran semakin meningkat. Pemanfaatan hasil pengembangan sebagai alat Bantu dalam interaksi belajar juga nampak dalam kegiatan kelompok mahasiswa. System multy user yang memungkinkan penyelesaian kasus akuntansi dikemas dalam beberapa computer menyebabkan kondisi pembelajaran terbentuk sedemikian rupa seperti dalam dunia kerja interaksi mahasiswa dalam kelompok terlihat sangat aktif karena dalam kelompok tersebut terdapat pembagian tugas yang sangat jelas dalam pembahasan satu kasus sesuai dengan fungsi-fungsi dalam perusahaan. Interaksi mahasiswa dalam kelompok ini terjalin selayaknya seperti interaksi dalam dunia kerja dalam menyelesaikan laporan keuangan perusahaan. Dari uraian diatas nampak bahwa pemanfaatan hasil pengembangan program komputer akuntansi terpadu dapat meningkatkan interaksi mahasiswa untuk berperan lebih aktif dalam perkuliahan sehingga akan dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa baik dalam pemahaman akan teori akuntansi, sistem informasi akuntansi, skill dalam menggunakan komputer serta mengkombinasikan ilmu akuntansi dan kemajuan teknologi di dalam menyelesaikan kasus-kasus akuntansi.
4. PENUTUP
Implementasi penelitian di tahun pertama (2014) baru pada tahapan Determinasi Masalah (Problem
Determination) dan Desain (Design). Produk
penelitian menghasilkan draf model komputerisasi siklus akuntansi berbasis
Problem Based Learningyang siap untuk
diujicobakan pada penelitian ditahun berikutnya. Hasil pengembangan dapat dimanfaatkan sebagai wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengulas secara
mendalam pemahaman teori akuntansi, sistem akuntansi serta kemampuan didalam memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menyelesaikan kasus-kasus akuntansi. Selain itu produk penelitian dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam interaksi pembelajaran. Hasil pengembangan juga akan diimplementasikan sebagai sumber belajar. Pemanfataan sebagai sumber belajar dapat dilakukan karena bahan ajar yang disiapkan disusun secara komprehensif yang melibatkan semua fungsi-fungsi akuntansi. sehingga dengan hasil pengembangan mahasiswa akan dapat memahami ilmu akuntansi dan ilmu komputer sebagai sarana pendukung penyelesaian kasus-kasus akuntansi.
5. DAFTAR PUSTAKA
Adi Yuniarta, (2008). Pemanfaatan Program Komputer Akuntansi terpadu Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Jurnal IKA
Albertus Ong. (2001), Menguasai MYOB Accounting 10 dan Time Billing. Jakarta : Elex Media Komputindo.
AL. Haryono Jusup.(2012) Dasar – dasar Akuntansi. Jilid 1. Yogyakarta: Bagian
Penerbitan STIE YKPN.
Arnyana, (2005), Pengaruh Penerapan Model PBL dipandu Strategi Kooperatif Terhadap Kecakapan Berfikir Kritis Siswa SMA Pada Mata Pelajaran Biologi, Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 38, 646-667 Arnyana, (2006), Model- model Pengembangan
Perangkat Pembelajaran, Makalah yang disampaikan dalam Lokakaraya Model-model pembelajaran Unit P3AI IKIP Negeri Singaraja
Erni Sulindawati, 2008. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Akuntansi Keuangan I Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Di Jurusan Akuntansi Undiksha. Laporan penelitian Dosen Muda
Gagne, R M.; Briggs, Leslie J.; dan Wager, Walter W. (1988). Principles of Instructional Design. 3rd. Edition, New York: Holt Rinehart and Winston, Inc..
Gijselaers, W.H. (1996). Connecting Problem-Based Practices with Educational Theory. New Direction for Teaching and Learning. No.68.
Ibrahim,M. dan Nur, Moh. (2004). Pengajaran Berbasis Masalah. Surabaya: University Press.
Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. (2012). Profil Jurusan Akuntansi
Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja.(2012). Buku Pedoman Studi Tahun 2011. Edisi Revisi
Imam Ghozali, John Castellan. (2002). Statistik Non Parametrik.Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Johar Arifin (2010). Trik Akuntansi dengan Dac Easy Accounting & MYOB Accounting.
Jakarta : Elex Media Komputindo. Johar Arifin (2004). Aplikasi Excel Dalam Studi
Akuntansi dan Manajemen Keuangan.Jakarta :Elex Media
Komputindo.
Johnson, E.B. (2002). Contextual Teching and Learning. California: Corwin Press. Keiso, Donald E dan Weygad, Jerry J. (2011).
Intermediate Accounting. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Lucy Sri Musmini, Adi Yuniarta (2011). Pengembangan Perangkat Visualisasi Komputer Sistem Akuntansi Berbasis ICT
dengan Model
PembelajaranBerpendekatan Contextual Teaching And Learning. Laporan
Penelitian
Mulyadi. (2011). Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: BPFE
Soemarso S.R (2012) Akuntansi Suatu Pengantar , Buku satu. Jakarta: Rineka Cipta.
Suharsono, Naswan (1991). Model Pembelajaran Pemecahan Masalah: Penerapan di Bidang Bisnis. Disertasi tidak diterbitkan. Program Pascasarjana IKIP Malang.