III-30
BAB III GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN 3.1 Sejarah Perusahaan
Gambar 3.1 Kantor Pusat PT Pos Indonesia (Persero)
Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantor pos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik. Setelah Kantor pos Batavia didirikan, maka empat tahun kemudian didirikan Kantor pos Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan [18].
Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi
Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).
Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini telah mampu menunjukkan kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan insfrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos Indonesia sudah memiliki lebih dari 3.800 Kantorpos online, serta dilengkapi electronic mobile pos di beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara solid & terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan untuk mempermudah processing kiriman pos dimana tiap jengkal daerah di Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat.
3.2 Visi dan Misi Perusahaan 3.2.1 Visi Perusahaan
Visi PT Pos Indonesia (Persero) adalah : “Menjadi raksasa logistik dari Timur”
To be the logistics giant from the East
Menjadi perusahaan kelas dunia dalam industri dirgantara yang berbasis pada penguasaan teknologi tinggi dan mampu bersaing dalam pasar global, dengan mengandalkan keunggulan biaya.
3.2.2 Misi Perusahaan
Misi dari PT Pos Indonesia adalah :
a) Berperan penting sebagai aset yang berguna bagi bangsa dan negara
b) Menciptakan tempat berkarya yang menyenangkan guna berkontribusi secara maksimal
c) Menyediakan layanan prima yang menjadi pilihan pertama bagi para pelanggan d) Senantiasa berjuang untuk memberi yang lebih baik bagi stakeholders utama
Tagline
Tagline PT Pos Indonesia (Persero) adalah “ Kami membawa misi” ...We carry missions
Kredo
Kredo PT Pos Indonesia (Persero) yaitu “Sumber daya ada batasnya, tetapi kreativitas
tak terbatas. Dengan iman kepada Tuhan dan persatuan, kita menuju kejayaan”.
3.3 Tujuan Perusahaan a) Tujuan Khusus
Menjadi penyedia layanan pos yang dapat memberikan kepuasan konsumen melalui layanan operasi yang excellent dengan upaya efisiensi dan peningkatan kualitas layanan, di pasar domestik atau dalam negeri serta mampu bersaing di pasar global.
b) Tujuan Umum
Menjadi penyelia layanan pos terbaik dan terluas di pasar domestik serta mampu bersaing di pasar global.
3.4 Sturktur Organisasi dan Job Description 3.4.1 Struktur Organisasi
PT Pos Indonesia (Persero) memiliki struktur organisasi keseluruhan dan juga memiliki struktur organisasi perdepartemen. Struktur organisasi yang diambil adalah struktur organisasi Direktorat Jasa Keuangan Divisi Pengelolaan Dana dan Kemitraan Perbankan (PDKP). Berikut merupakan struktur organisasi dari PT Pos Indonesia (Persero).
Gambar 3.3 Struktur Organisasi Direktoran Jaringan dan Layanan Keuangan HARRIS VP PDKP Budi Satryo Manajer Kemitraan Perbankan Rahmat Gumilar Manajer Penyaluran Dana Nur Hidayati Manajer Payroll Pensiun Fikriatus Soliha Functional Perusahaan Aris Riskandar Staff Payroll Pensiun Sandy Noviandy
Staff Payroll Pensiun
Nur Hasanah
Staff Payroll Pensiun
Zulaika Riri Paramita
Functional Perusahaan Rendi Novian Functional Perusahaan Suyanto Functional Perusahaan Utay Functional Perusahaan Deni Eka Pratama Helpdesk Payroll Pensiun Fachni Anggriani Helpdesk Payroll Pensiun Andi Hirawan Helpdesk Penyaluran Dana Yandhi Faudzi Helpdesk Payroll Pensiun Rizky Riansyah Helpdesk Payroll Pensiun M. Malik Ramdani Helpdesk Payroll Pensiun Asep Budi Functional Perusahaan Ihwan Sutardiyanta Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan Igun VP Payment Name VP Ramitansi Name Divisi Pengendalian Produk Jasa Keuangan
3.4.2 Job Description Direktorat Jaringan dan Layanan Keuangan
Berdasarkan penjelasan menggunakan Gambar 3, maka dapat dijelaskan tugas pokok dan wewenang yang diemban setiap kepala divisi dan kepala departemen yang ada pada Direktorat Jasa Keuangan Divisi Jasa Keungan Bagian PDKP PT Pos Indonesia (Persero) [19]:
1) Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan
(1) Direktorat Jaringan dan Layanan Keuangan merupakan unit kerja perusahaan yang dipimpin oleh Direktur Jasa Keuangan yang berperan sebagai penyelenggara pengelolaan penjualan dan operasional bisnis jasa keuangan; (2) Untuk mendukung peran sebagaimana yang dimaksud, Direktorat Jaringan dan
Layanan Keuangan mengelola aktivitas :
a. Merencanakan kebijakan dan strategi pengelolaan layanan jasa keuangan; b. Mengelola operasional dan pengembangan bisnis jasa keuangan;
c. Membina pelanggan dan kerja sama kemitraan bisnis jasa keuangan.
2) Vice President Penyaluran Dana dan Kemitraan Perbankan
(1) Divisi pengelolaan Produk Jasa Keuangan dipimpin oleh Vice president Pengelolaan Produk Jasa Keuangan.
(2) Tugas pokok Vice President pengelolaan Produk Jasa Keuangan adalah bertanggung jawab atas ketersediaan strategi dan kebijakan pengelolaan produk jasa keuangan.
(3) Untuk mendukung tugas pokok tersebut Vice President Pengelolaan Produk Jasa Keuangan melaksanakan aktivitas :
a. Merancang strategi dan kebijaan pengembangan jasa keuangan; b. Merancang kebijakan market reseach;
c. Menyusu strategi dan kebijakan metodologi penarifan;
d. Menyusun dan merekomendasikan studi kelayakan atas pengembangan produk jasa keuangan;
e. Merumuskan kebijakan desain produk jasa keuangan; f. Menganalisis product life cycle produk jasa keuangan;
g. Mengevaluasi dan menganalisis kinerja produk jasa keuangan; h. Menyusun rencana aliansi produk jasa keuangan;
i. Mengevaluasi implementasi kebijakan produk jasa keuangan;
j. Merancang kebijakan pengukuran kepuasan pelanggan produk jasa keuangan; k. Menyediakan data prospek pelanggan yang disasar;
l. Menyusun laporan kinerja;
m. Menyusun rencana pengembangan produ jasa keuangan berbasis akun;
n. Melakukan kinerja sama dengan konsultan atau vendor dalam rangka
improvement produk jasa keuangan.
3) Manajer Payroll dan Pensiun
(1) Bagian Payroll Pensiun dipmpin oleh manajer payroll Pensiun.
(2) Tugas pokok manajer Payroll Pensiun adalah bertanggung jawab atas penyusunan rancangan kinerja produk dan pelaksanaan kebijakan serta pengawasan pencapaian kinerja pendapatan dan operasi layanan Payroll Pensiun yang ditetapkan perusahaan.
(3) Untuk mendukung tugas pokok tersebut, Manajer Payroll pensiun melaksanakan aktivitas :
a. Bertanggung jawab terhadap pengelolaan produk layanan Payroll Pensiun; b. Menganalisa dan mengevaluasi kinerja mutu operasi layanan Payroll Pensiun; c. Menganalisa produktivitas dan kapasitas operasional layanan Payroll Pensiun; d. Menyusun draft kerja sama kemitraan dan melakukan aktifitas pemasaran
layanan Payroll Pensiun;
e. Menyusun dan mengevaluasi serta menyempurnakan proses bisnis dan SOP layanan Payroll Pensiun;
f. Mengoprasikan layanan Payroll, memproses aktivitas dan deaktivitas User ID dan outlet layanan Payroll Pensiun;
g. Monitor kinerja produk dan kelancaran operasional layanan Payroll Pensiun secara nasional;
h. Monitor settlement penerimaan dan pembayaran dengan layanan Payroll Pensiun.
4) Functional Perusahaan
Functional Perusahaan Divisi PDKP PT Pos Indonesia (Persero) mempunyai deskripsi pekerjaan, yaitu:
a. Melakukan administrasi dan dokumentasi terhadap naskah / dokumen transaksi layanan Fund Distribution.
b. Membantu fungsi helpdesk untuk kelancaran transaksi Fund Distribution terutama dalam penyelesaian permasalahan akuntansi di UPT.
c. Membuat Laporan EOM per bulan : Pendapatan Bea Mgiropos
Hutang Mgiropos Nasional.
d. Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak internal dalam pelaksanaan tugas.
e. Menyusun dan mereview Draft Pedoman/Aturan yang berhubungan dengan Mgiropos
f. Mengawasi pembenahan rekening Mgiropos.
g. Membantu bagian lain dalam pelaksanaan pekerjaan.
h. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Manajer maupun Vice President.
5) Staff Payroll Pensiun
Staff payroll pensiun memiliki deskripsi pekerjaan sebagai berikut : 1. Melakukan Pengawasan Upload Tagihan Kresun ke MItra Kresun 2. Komunikasi dengan Mitra Kredit Pensiun
3. Melakukan pengiriman Data Tertagih dan Retur ke MItra Kresun 4. Rekonsiliasi Laporan Asabri dengan Asabri Pusat
5. Membuat LPJ Konsolidasi ASABRI seluruh Regional Jasa Keuangan
6. Menghubungi UPT yang belum melakukan update Belum Diambil Pensiun ASABRI
7. Melakukan reversal di web service Asabri
8. Melakukan tugas sebagai helpdesk yang berkaitan dengan dukungan harian pelayanan pensiun kepada UPT terkait Pensin Taspen dan Asabri
9. Mengawal implementasi aplikasi pembayaran Taspen dan Asabri berbasis Account
10. Menjembatani antara UPT dengan Taspen atau Asabri terkait perubahan status kantorpos
6) Helpdesk Payroll Pensiun
Beberapa peran dan tugas dari helpdesk payroll pensiun diantaranya yaitu:
a. Mencatat, menyampaikan dan menyelesaikan suatu permasalahan sesuai prosedur yang dikirim oleh UPT melalui web ticketing bagian “JASKUG FDPOS”
b. Membuat laporan (rekapitulasi) penyelesaian masalah.
c. Menangani user CSO (Customer Service), user aplikasi FDPOS ( Kepala Kantorpos, Manjaer Pelayanan, dan Juru Bayar).
3.5 Pengertian Istilah[20]
1. PT Pos Indonesia (Persero) selanjutnya disebut POS adalah Badan Usaha Milik Negara yang bertujuan untuk turut serta melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, dan pada khususnya di bidang pelayanan jasa pos dan Giro bagi masyarakat baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia dengan menerapkan prinsip-prinsip perseroan terbatas.
2. PT Taspen (Persero) selanjutnya disebut Taspen adalah Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan asuransi sosial dan pembayaran pensiun pegawai negeri dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai negeri/peserta dan keluarganya.
3. KC Taspen adalah Kantor Cabang Utama dan Kantor Cabang PT Taspen (Persero) di seluruh Indonesia.
4. PT Asabri (Persero) selanjutnya disebut Asabri adalah sebuah BUMN yang bergerak dibidang asuransi sosial dan pembayaran pensiun khusus untuk prajurit TNI, Anggota Polri dan PNS Kementrian Pertahanan Republik Indonesia.
5. Kantor Cabang Asabri selanjutnya disingkat KC Asabri adalah Kantor Cabang Utama dan Kantor Cabang PT Asabri (Persero) di seluruh Indonesia.
6. Kantor Unit Sental Giro dan Layanan Keuangan selanjutnya disebut Unit SGLK adalah Unit Operasi yang ditunjuk untuk mendukung kegiatan layanan keuangan.
7. Kantorpos adalah Kantorpos yang secara operasional menginduk kepada KPRK.
8. Kantorpos Cabang selanjutnya disingkat KPC adalah unit pelaksana teknis sebagai infrastruktur bisnis dan operasi di bawah KPRK.
9. KPRK Padanan adalah KPRK yang berlokasi setempat dengan Kantor Cabang PT Taspen, yang ditetapkan oleh PT Pos Indonesia (Persero) sebagai koordinator KPRK Bayar di wilayah kerja Kantor Cabang.
10. KPRK Bayar adalah KPRK yang berlokasi di wilayah Kantor Cabang PT Taspen dan berada di bawah koordinasi KPRK Padanan.
11. Elektronik Daftar Pembayaran Pensiun selanjutnya disebut e-Dapem adalah sistem pengiriman dapem pensiun dengan menggunakan media elektronik yang digunakan sebagai salah satu sarana pembayaran oleh Kantor Bayar dan alat pengendalian serta pengawasan pembayaran.
12. Dapem adalah daftar pembayaran yang memuat nama-nama Penerima Pensiun dan jumlah uang pensiun yang terdiri dari Dapem Induk, Dapem Susulan dan Dapem Khusus (pensiun ke-13 atau Rapel karena kenaikan/perubahan pensiun pokok).
13. Elektronik Non Dapem selanjutnya disingkat e-Non Dapem adalah sistem pembayaran Pensiun Pertama, THT dan THT Multiguna dengan menggunakan media elektronik yang digunakan sebagai salah satu sarana pembayaran oleh Kantor Bayar sebagai alat pengendali dan pengawasan pembayaran.
14. Non Dapem adalah pembayaran yang meliputi Pensiun Pertama, Uang Duka Wafat, Uang Kekurangan Pensiun, pembayaran kembali uang pensiun tidak diambil dan pensiun lanjutan.
15. Rekening Giropos adalah rekening yang dibuka oleh POS untuk keperluan penarikan atau menampung dana Penerima Pensiun atau Mitra POS.
16. Pemindahbukuan adalah penyetoran uang ke rekening Penerima Pensiun yang berhak dengan mekanisme pengkreditan Rekening Khusus Penerima Pensiun pada POS.
17. Otentikasi adalah informasi yang diberikan dari POS ke Taspen untuk mengetahui aktifitas pembayaran pensiun dan untuk menyakini kebenaranya penerima hak.
18. Juru Bayar adalah Petugas di Kantorpos yang bertugas membayarkan uang pensiun kepada penerima pensiun atau kepada orang yang diberi kuasa oleh penerima pensiun.
19. Manajer Keuangan/Manajer Pelayanan/Manajer Giro dan Penyaluran Dana disebut Manajer adalah petugas yang melaksanakan pengawasan terhadap kewajiban Pensiun. 20. Helpdesk adalah petugas operator di Kantor Pusat yang bertugas membantu menyelesaikan
21. Penerima Pensiun adalah penerima yang mengambil uang gaji pensiunannya di Kantorpos. 22. Transaksi adalah kegiatan pembayaran uang pensiun yang dilaksanakan oleh Juru Bayar. 23. Reversal adalah proses pemulihan status yang diakibatkan kesalahan entry data transaksi
setor maupun bayar.
24. Layanan Kunjungan Nasabah disingkat LKN adalah pembayaran uang pensiun di tempat tinggal penerima pensiun pada bulan ke empat, setelah pembayaran menggunakan Surat Kuasa selama tiga kali berturut-turut.
25. Surat Kuasa adalah pelimpahan kuasa dari penerima pensiun kepada orang lain yang diberi kuasa untuk mengambil uang pensiun.
26. Pensiun Terusan adalah pembayaran uang pensiun kepada ahli waris pada bulan bayar dan bulan-bulan sebelumnya yang belum diambil serta beberapa bulan ke depan sesuai hak penerima pensiun sebagaimana tercantum dalam formulir SKPPT yang diterbitkan oleh Taspen. Ketentuan pembayaran untuk beberapa bulan ke depan yang masih menjadi hak ahli waris yaitu Pensiunan Dubes 2 kali, Pensiunan PNS 4 kali, Purnawirawan TNI/POLRI 6 kali, Purnawirawan TNI/POLRI yang memiliki Bintang Tanda Jasa dari Negara 12 kali. 27. Pensiun Peninggalan adalah uang pensiun yang dibayarkan kepada penerima pensiun (ahli waris) sehubungan dengan meninggalnya pensiunan dengan kode jiwa 1000. Pensiun Peninggalan dibayarkan berdasarkan permohonan ahli waris kepada Taspen menggunakan formulir KKB-8 dan telah mendapatkan persetujuan dari PT Taspen pada formulir KKB-8 yang bersangkutan.
28. Rekening Pasif adalah rekening Penerima Pensiun dalam kondisi pensiun tidak datangsendiri untuk melakukan Otentikasi atau tidak datang sendiri untuk mengambil uang Pensiun bulanan selama 6 (enam) bulan berturut-turut.
29. Laporan Pertanggungjawaban untuk selanjutnya disebut LPJ adalah laporan yang dibuat oleh KPRK Bayar dan KPRK Padanan, selanjutnya KPRK Padanan menyampaikan kepada KC Taspen berupa SPTJM, LRPP dan LSUP serta surat tanda setoran ke Rekening BRI Cabang Taspen.
30. Potongan Kredit Pensiun adalah fasilitas kredit yang diberikan kepada para pensiunan PNS atau janda/duda dari pensiunan tersebut yang digunakan untuk membiayai kebutuhan pemohon bersifat pribadi, yang pembayaran setiap bulannya dipotong berdasarkan perjanjian kerja sama dengan pihak mitra Kredit Pensiun.
31. Media Komunikasi adalah sarana komunikasi yang dianggap paling cepat yang tersedia, seperti Pandion channel #FDPos, email, e-Ticket, Telepon, Fax.
32. Aplikasi FDPos adalah aplikasi yang digunakan untuk melakukan pembayaran penyaluran dana dan pensiunan. Web Reporting adalah website yang menyajikan laporan transaksi penyaluran dana dan pensiun.