BAB I PENDAHULUAN. contohnya ada pakaian tradisional kimono, pertunjukan boneka bunraku, samurai,

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Jepang merupakan salah satu negara maju di Asia yang memiliki beragam kebudayaan yang unik dan menarik. Kebudayaan–kebudayaan tersebut sebagai contohnya ada pakaian tradisional kimono, pertunjukan boneka bunraku, samurai, komik, dan masih banyak lagi.

Komiksudah ada di Jepang sekitar abad keenam dan ketujuh. Judul-judul komikdi Jepang seperti Chibi Maruko Chan, Doraemon, Dragon Ball, Naruto adalah beberapa contoh komikyang tidak hanya populer di Jepang, tapi juga di luar Jepang. Tokoh dalam komikpun bermacam-macam dan mempunyai karakter-karakter yang unik, sehingga menarik perhatian masyarakat untuk membacanya. Dengan adanya karakter komik yang unik dan menarik itulah para pecinta komikdi Jepang membuat pertunjukan cosplay, yaitu seseorang yang memakai baju dan aksesoris yang menyerupai karakter dalam komikyang diidolakannya.Oleh karena itu komikberpengaruh dalam kesenian Jepang dan menjadi hiburan bagi peminatnya.(Herlambang, 2008:40).

Salah satu tokoh komikyang menjadi populer, tidak hanya di Jepang tetapi juga di mancanegara, adalah Doraemon. Mulai dari anak-anak hingga orang tua kenal dengan Doraemon. Doraemon adalah robot kucing yang memiliki wajah bulat, berwarna biru dan memiliki kantong ajaib dengan karakter yang menggemaskan. Popularitas Doraemon saat ini bisa disamakan dengan

(2)

kartun-kartun dari Amerika seperti Mikey Mousedari Walt Disney dan Tweety dari Warner Bros.

Pertama kali KomikDoraemonditulis pada tahun 1969 dari pemikiran Fujimoto Hiroshi dan Motoo Abiko, yang kemudian di kenal sebagai Fujiko F. Fujio, dua orang yang awalnya berteman dan bersahabat ini menjadi tokoh komik populer di era 70an (Herlambang, 2008:42). Dalam komikDoraemonada banyak tokoh-tokoh lain yang menemani Doraemon. Tokoh-tokoh tersebut adalah Nobita, Giant, Suneo, Dekisugi, Shizuka, Jaiko (adik Giant), Ibu Nobita, Ayah Nobita, dan Pak Guru Nobita.KomikDoraemonmenceritakan tentang kisah petualang Doraemon dan para tokohnya yang menarik dan mengesankan di dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak nilai-nilai positif yang dapat di ambil setelah membaca komikatau menonton filmnya seperti, rasa saling tolong menolong sesama teman, membantu orang tua di rumah, semangat mengerjakan tugas sekolah dan lain sebagainya. Tetapi disisi lain ada pula perilaku-perilaku negatif yang terdapat di dalamnya, seperti memukul,menendang, mengejek dan lain-lain. Perilaku negatif ini lah yang perlu diperhatikan oleh para pembaca atau penggemar Doraemon terutama yang masih usia dini agar tidak mencontoh perilaku buruk yang diperankan oleh idolanya.

Salah satu perilaku negatif yang muncul dalam komikDoraemon adalah perilaku agresif.Perilaku agresif adalah suatu perilaku yang bertujuan untuk melukai orang lain, baik secara verbal maupun non verbal, secara fisik maupun psikis, langsung ataupun tidak langsung (Anantasari, 2006:8).

(3)

Perilaku agresif banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Media massa, sinetron, film, komik, dongeng, bahkan buku sekolah untuk anak pun sekarang ini banyak yang menceritakan dan menampilkan sikap-sikap agresif. Disini lah peran orang tua dibutuhkan untuk lebih memperhatikan setiap apa yang ditonton dan dibaca oleh anak-anak mereka. Begitu pula dengan komikDoraemon sebagai cerita untuk anak di dalamnya juga terdapat unsur agresif, selain menyuguhkan hal-hal yang bersifat lucu, kepahlawanan, misteri, dan sebagainya.

Ada beberapa hal yang dapat membuat seorang anak melakukan tindakan agresif, diantaranya adalah karena ia berada pada lingkungan yang disekelilingnya sering melakukan tindakan agresif pula, saat anak menonton atau membaca buku yang di dalamnya terdapat perilaku agresif, atau juga karena anak tersebut mendapat tekanan dari lingkungan disekitarnya sehingga anak tersebut merasa tertekan dan kemudian ia melakukan tindakan agresif.

Perilaku agresif anak bukanlah suatu masalah yang baru bagi orang tua dan guru. Tetapi masalah perilaku merupakan masalah yang sangat penting bagi pertumbuhan, perkembangan, dan masa depan anak. Bila tidak ditangani dengan benar, perilaku agresif anak pada usia 6 atau 7 tahun dapat menetap pada anak itu sampai anak tersebut dewasa. Hal tersebut akan berdampak merugikan dan dapat mempengaruhi masa depan anak (Hardi Mulyono Wibawa, http://hardimulyono.files.wordpress.com/2008/09/mengatasi-masalah-agresifitas-anak-melaluifinger-painting1.pdf ).

(4)

Dalam tugas akhir ini penulis akan membahas perilaku yang digambarkan oleh tokoh-tokoh dalam komik Doraemon, baik yang mengandung nilai positif maupun sikap agresif anak yang terdapat di dalam komiknya.

Alasan ketertarikan penulis mengambil tema dalam komikDoraemon karena terdapat tema, tokoh, dan latar yang menggambarkan unsur perilaku pada anak-anak. Komikini banyak menampilkan sifat dan perilaku anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, baik yang positif maupun negatif.

Tokoh utama dalam komikDoraemon yaitu Doraemon dan Nobita. Nobita digambarkan sebagai seorang anak yang tidak pandai dalam mata pelajaran dan olah raga, memiliki hobi membaca komik dan cepat sekali tertidur. Disisi lain Nobita memiliki sifat yang baik dan suka tolong menolong. Sedangkan Doraemondigambarkan sebagai robot kucing yang selalu menemani dan membantu Nobita. Dia memiliki kantong 4dimensi yang dapat mengeluarkan alat-alatajaib yang bisa mengatasi semua masalahnya. Terkadang meskipun mereka berperan sebagai tokoh utama juga sering menjadi korban perilaku agresif oleh teman-temannya.

Dibalik perilaku-perilaku agresif dan kenakalan yang diperankan oleh tokoh dalam komik Doraemon, disisi lain mereka memiliki sikap yang baik dan rasa saling tolong menolong sesama. Sebagai pecinta komik dan anime Doraemon, sebaiknya dapat mengambil nilai-nilai positif yang baik untuk dicontoh namun juga perlu memperhatikan perilaku negatif yang muncul di dalam komik Doraemon.

(5)

1.2 Batasan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, penulis membatasi masalah kajian dalam tulisan ini hanya pada terjemahan komik Doraemon kumpulan karya halaman pembuka vol.1-23. Penerjemah alih bahasa oleh Nein. Editor oleh Sari. Desain sampul oleh T.Nurdjito dan diterbitkan pertama kali tahun 202 oleh PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan, penulis merumuskan masalah penelitian ini adalah :

1. Bagaimana bentuk-bentuk perilaku positif anak ditampilkan dalam komikDoraemonvol. 1-23

2. Bagaimana bentuk-bentuk perilaku agresif anak di tampilkan dalam komikDoraemon vol. 1-23

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah menemukanbentuk-bentuk perilaku anakyang dilakukan oleh para tokoh dalam komikDoraemon, baik perilaku positif maupun negatif contohnya perilaku agresif. Sehingga pembaca dapat memahami bahwa di dalam komik tersebut disamping terdapat banyak nilai positif yang dapat dicontoh, tetapi juga terdapat gambaran perilaku-perilaku negatif yang perlu diperhatikan.

(6)

1.5 Tinjauan Pustaka

Penelitian mengenai komikDoraemonpernah ditulis oleh Herlambang (2008) berjudul Doraemon: “Karakter Komik Yang Menjadi Duta Budaya Jepang”. Peneliti ini membahas tentang perkembangan komikDoraemon, serta alasan mengapa komikDoraemon menjadi duta budaya Jepang.

Penelitian lain tentang Doraemon juga ditulis oleh Desak Ayu Ana Widya Utami (2010) yang berjudul “Komik Doraemon Dalam Penerjemahan Jepang-Indonesia”. Penulis ini membahas tentang unsur kebudayaan Jepang yang terdapat dalam komik Doraemon dan penerjemahan yang berkaitan pada setiap unsurnya.

Penelitian yang membahas agresifitas anak dilakukan oleh Dentia Yustisia (2004) dengan judul “Perilaku Agresif Anak Pada Komik Titeuf”. Penulis ini membahas tantang perilaku agesif yang dilakukan oleh tokoh dalam komik Titeuf.

Penelitian lain mengenai agresifitas pernah dilakukan oleh Citra Savitri (2001) berjudul “Kekerasan Domestik dalam dongeng-dongeng Karya Perrault”. Penelitian ini membahas tentang jenis-jenis dan penyebab kekerasan domestik, serta dampak kekerasan yang ditujukan dari nasib pelaku dan korban dalam dongeng tersebut.

Selain itu ada juga penelitian tentang “Kekerasan Fisik dan Kekerasan psikologis dalam komik Cerdik” yang disusun oleh Ni Komang Trisna Aryastuti (2004). Dalam penelitian ini penulis menyebutkan contoh-contoh kekerasan fisik dan psikologis yang terdapat dalam komik Cerdik.

(7)

Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis mengumpulkan data dengan metode studi pustaka untuk menemukan contoh-contoh perilaku positif dan negatif seperti perilaku agresif. Metode studi pustaka adalah metode pengumpulan data dengan cara menggunakan buku atau referensi yang berkaitan dengan topik-topik yang sedang dibahas untuk dijadikan bahan acuan penulis. Metode ini dilakukan penulis dengan membaca dan mengutip dari buku serta media elektronik.

1.7 Sistematika Penulisan

Sistematikan penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut : BAB I. Pendahuluan

Bab ini meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, tinjauan pustaka, metode penulisan, dan sistematika penulisan. BAB II. Sekilas komik Doraemon

Bab ini berisi tentang sejarah komik Doraemon, tokoh-tokoh yang terdapat dalam komik Doraemon, tema dan latar cerita dalam komik Doraemon.

BAB III. Gambaran perilaku positif anak dalam komik Doraemon

Bab ini penulis akan menjelaskan dan memperlihatkan bentuk-bentuk perilaku positif yang digambarkan dalam komik Doraemon

BAB IV. Gambaran perilaku negati anak dalam komikDoraemon

Bab ini penulis menjabarkan tentang perilaku negatif yaitu sikap agresif pada anak serta gambaran yang terdapat dalam komik Doraemon.

(8)

BAB V. Penutup

Bab ini berisi kesimpulan yang diambil dari hasil penelitian tugas akhir ini.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :