Arsip Nasional Republik Indonesia
LEMBAR PERSETUJUAN
Substansi Prosedur Tetap tentang Pengujian Hasil Restorasi dan Reproduksi Arsip telah saya setujui.
Disetujui di Jakarta
Pada tanggal September 2011
DEPUTI BIDANG KONSERVASI ARSIP,
Arsip Nasional Republik Indonesia
PROSEDUR TETAP
NOMOR 14 TAHUN 2011
TENTANG
PENGUJIAN HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP
BAB I
PENDAHULUAN
A. Umum
Arsip merupakan warisan budaya yang perlu dilestarikan terutama terhadap
informasi yang terkandung di dalamnya sehingga dapat didayagunakan untuk berbagai
kepentingan baik pemerintah maupun masyarakat. Di dalam arsip akan tercermin dinamika
kegiatan pemerintah dan pembangunan serta kehidupan berbangsa dan bernegara secara
nyata, lengkap dan benar. Agar informasi tersebut tidak rusak atau hilang karena berbagai
faktor perusak maka harus diupayakan pelestarian medianya. Cara pelestarian arsip
dilakukan diantaranya melalui kegiatan restorasi terhadap kondisi fisik arsip yang
mengalami kerusakan. Sedangkan untuk kepentingan penyelamatan arsip dilakukan dengan
membuat duplikat arsip statis dan/atau mengalihbentukan arsip statis ke dalam bentuk
media yang lain atau disebut reproduksi.
Kualitas arsip hasil restorasi atau reproduksi akan sangat tergantung pada
pemakaian bahan-bahan dalam proses restorasi dan reproduksi serta pemilihan metode
dalam restorasi dan reproduksi. Pemakaian bahan-bahan yang tidak sesuai dengan standar
kearsipan dan metode yang salah dapat memperburuk kondisi fisik arsip sehingga dapat
menghilangkan informasinya.
Dalam rangka penyelamatan dan pelestarian arsip statis yang tersimpan di Arsip
Nasional Republik Indonesia (ANRI), dan untuk mengetahui kualitas arsip hasil restorasi
dan reproduksi arsip maka perlu dilakukan pengujian hasil restorasi dan reproduksi.
Dengan melakukan pengujian hasil restorasi dan reproduksi arsip akan diketahui pula
cocok atau tidaknya suatu metode restorasi dan reproduksi arsip dilaksanakan pada satu
jenis arsip. Dengan demikian bisa juga melakukan perbaikan-perbaikan terhadap metode
restorasi dan reproduksi yang dilakukan sehingga preservasi arsip dapat berjalan optimal.
B. Maksud dan Tujuan
Penyusunan Prosedur Tetap tentang Pengujian Hasil Restorasi dan Reproduksi
Arsip adalah untuk memberikan petunjuk dan acuan dalam melaksanakan kegiatan di
Lingkungan Subdirektorat Instalasi Laboratorium.
Tujuan Penyusunan Prosedur Tetap tentang Pengujian Hasil Restorasi dan
Reproduksi Arsip adalah untuk menunjang kelancaran kegiatan preservasi arsip guna
menjamin arsip yang bernilai permanen tetap terpelihara dimana fisik arsipnya dapat
terawat, dan informasinya dapat terselamatkan sehingga dapat dimanfaatkan oleh setiap
pengguna arsip, baik sebagai bahan pendukung pelaksanaan fungsi manajemen maupun
kegiatan penelitian berbagai ilmu pengetahuan.
C. Ruang Lingkup
Prosedur Tetap tentang Pengujian Hasil Restorasi dan Reproduksi Arsip ini
berlaku dan digunakan oleh Unit Subdirektorat (Subdit) Instalasi Laboratorium dan unit
kerja yang terkait di lingkungan Direktorat Preservasi.
Materi dari Prosedur Tetap Pengujian Hasil Restorasi dan Reproduksi Arsip ini
meliputi Pengujian Hasil Restorasi Arsip Konvensional, Pengujian Hasil Rewashing Arsip
Film dan Mikrofilm, dan Pengujian Hasil Processing Arsip Mikrofilm.
D. Dasar
1. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang kearsipan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5071);
2. Keputusan Presiden Nomor 105 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Arsip Statis
(Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 143);
3. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/21/M.PAN/11/2008
tentang Pedoman Penyusunan Standar Operating Prosedur (SOP) Administrasi
Pemerintah;
4. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 22 Tahun 2008 tentang
Pedoman Umum Tata Naskah Dinas;
5. Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 03 Tahun 2006 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Arsip Nasional Republik Indonesia sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 05 Tahun
2010;
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
-3-
6. Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 06 Tahun 2009 tentang
Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Prosedur Tetap di Lingkungan Arsip Nasional
Republik Indonesia.
E. Pengertian
Dalam Prosedur Tetap ini yang dimaksud dengan:
1. Pengujian adalah kegiatan teknis, terdiri atas penetapan, penentuan satu atau lebih
sifat atau karakteristik dari suatu produk, bahan, peralatan, organisma, proses atau
jasa, sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
2. Metode adalah proses atau cara keilmuan atau tersistem untuk memperoleh
pengetahuan atau mencapai tujuan yang dikehendaki secara sistematis berdasarkan
bukti fisis.
3. Sampling/pengambilan contoh adalah bagian dari metodologi statistika yang
berhubungan dengan pengambilan sebagian dari populasi. Jika sampling dilakukan
dengan metode yang tepat, analisis statistik dari suatu sampel dapat digunakan untuk
menggeneralisasikan keseluruhan populasi. Metode sampling banyak menggunakan
teori probabilitas dan teori statistika.
4. Parameter uji adalah ukuran atau patokan dari pengujian atau penelitian yang harus
diperkirakan dalam percontoh.
5. Restorasi Arsip adalah suatu tindakan dan prosedur yang dilalui dalam proses
merehabilitasi atau memperkuat kondisi fisik arsip/dokumen yang mengalami
kerusakan (deteriorate) atau mengalami penurunan kualitas secara fisik.
6. Reproduksi Arsip adalah suatu penggandaan isi dokumen tapi tidak selalu dalam
bentuk dan penampilan yang sama dengan sumber asalnya.
7. Arsip Konvensional atau arsip kertas adalah arsip yang isi informasinya berupa teks,
gambar atau grafik dan terekam dalam media kertas.
8. Arsip Media Baru adalah arsip yang isi informasi dan bentuk fisiknya direkam dalam
media magnetik menggunakan perangkat elektronik. Termasuk kategori arsip media
baru adalah : arsip elekronik dan arsip jenis lain yang tidak berbasis kertas.
BAB II
PROSEDUR PENGUJIAN
HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP
Prosedur Pengujian Hasil Restorasi dan Reproduksi Arsip dilaksanakan melalui tahapan
sebagai berikut:
1. a. Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Instalasi Laboratorium melakukan koordinasi kerja
tentang pelaksanaan kegiatan Pengujian Hasil Restorasi dan Reproduksi Arsip dengan
Kasubdit Restorasi Arsip dan Kasubdit Reproduksi Arsip.
b. Kasubdit Instalasi Laboratorium menerima daftar arsip yang telah direstorasi dan
direproduksi.
2. Kasubdit Instalasi Laboratorium menganalisis bahan-bahan dan data-data arsip hasil
restorasi dan reproduksi arsip.
3. Kasubdit Instalasi Laboratorium menginstruksikan Analis Laboratorium, Arsiparis dan
Peneliti untuk pelaksanaan pengujian hasil restorasi dan reproduksi arsip.
4. Analis Laboratorium, Arsiparis dan Peneliti menerima perintah dan daftar arsip kemudian
mencatat kebutuhan untuk pelaksanaan pengujian hasil restorasi dan reproduksi arsip.
5. Analis Laboratorium, Arsiparis dan Peneliti melakukan sampling dan mengidentifikasi arsip
hasil restorasi dan reproduksi arsip sesuai dengan metode dan parameter yang telah
ditentukan.
6. Analis Laboratorium, Arsiparis dan Peneliti melakukan pengujian hasil restorasi dan
reproduksi arsip meliputi:
a. Pengujian Hasil Restorasi Arsip Konvensional yang terdiri atas 5 (lima) parameter
cara uji yaitu:
1) Cara Uji Identifikasi Kerusakan Arsip Kertas
2) Cara Uji Ketebalan Arsip Kertas
3) Cara Uji Ukuran dan Gramatur Arsip Kertas dalam Bentuk Lembaran
4) Cara Uji Ukuran dan Berat Arsip Kertas dalam Bentuk Bundel/jilidan
5) Cara Uji pH Permukaan Arsip Kertas.
b. Pengujian Hasil Rewashing Arsip Film dan Mikrofilm dengan parameter: Cara Uji
Kondisi Keasaman Pada Arsip Film dan Mikrofilm Hasil Rewashing.
c. Pengujian Hasil Processing Arsip Mikrofilm dengan parameter: Cara Uji Residu
Tiosulfat Hasil Processing Arsip Mikrofilm dengan Methylene Blue Test.
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
-5-
7. Analis Laboratorium, Arsiparis dan Peneliti mencatat hasil pengujian sementara yang
dituangkan dalam Formulir Pengujian Hasil Restorasi dan Reproduksi Arsip.
8. Analis Laboratorium, Arsiparis dan Peneliti mencatat kembali hasil pengujian dalam
logbook hasil pengujian dan mengolah data-data hasil pengujian.
9. Analis Laboratorium, Arsiparis dan Peneliti membuat dan meyampaikan laporan Pengujian
Hasil Restorasi dan Reproduksi Arsip kepada Kasubdit Instalasi Laboratorium untuk
dikoreksi.
10. Kasubdit Instalasi Laboratorium mengoreksi Laporan Pengujian Hasil Restorasi dan
Reproduksi Arsip dan menyampaikan hasil pengujian kepada Kasubdit Restorasi Arsip dan
Kasubdit Reproduksi Arsip
11. Kasubdit Instalasi Laboratorium melaporkan hasil kegiatan pengujian terhadap Hasil
Restorasi dan Reproduksi Arsip kepada Direktur Preservasi.
BAB III
PENUTUP
Prosedur Tetap tentang Pengujian Hasil Restorasi dan Reproduksi Arsip ini dapat
menjadi petunjuk dan acuan dalam melaksanakan pengujian laboratorium yang sangat
menunjang kelancaran kegiatan preservasi arsip untuk menjamin arsip yang bernilai permanen
tetap terpelihara dimana fisik arsipnya dapat terawat, dan informasinya dapat terselamatkan
sehingga dapat dimanfaatkan oleh setiap pengguna arsip, baik sebagai bahan pendukung
pelaksanaan fungsi manajemen maupun kegiatan penelitian berbagai ilmu pengetahuan
Prosedur Tetap tentang Pengujian Hasil Restorasi dan Reproduksi Arsip ini mulai
berlaku pada tanggal ditetapkan, dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan
dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal
September 2011
DEPUTI BIDANG KONSERVASI ARSIP,
- 0 -
Arsip Nasional Republik Indonesia
LAMPIRAN
PROSEDUR TETAP
NOMOR 14 TAHUN 2011
TENTANG
DAFTAR LAMPIRAN
PROSEDUR TETAP TENTANG
PENGUJIAN HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP
LAMPIRAN 1 DIAGRAM ALIR PENGUJIAN HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP LAMPIRAN 2 BAGAN ALIR PENGUJIAN HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP LAMPIRAN 3 TABEL KONDISI IDEAL HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP
LAMPIRAN 4 CONTOH FORMULIR PENGUJIAN HASIL RESTORASI ARSIP KERTAS KONVENSIONAL
LAMPIRAN 5 CARA UJI IDENTIFIKASI KERUSAKAN ARSIP KERTAS
LAMPIRAN 6 CARA UJI KETEBALAN ARSIP KERTAS
LAMPIRAN 7 CARA UJI UKURAN DAN GRAMATUR ARSIP KERTAS DALAM BENTUK LEMBARAN
LAMPIRAN 8 CARA UJI UKURAN DAN BERAT ARSIP KERTAS DALAM BENTUK BUNDEL/JILIDAN
LAMPIRAN 9 CARA UJI PH PERMUKAAN ARSIP KERTAS
LAMPIRAN 10 CONTOH FORMULIR PENGUJIAN HASIL RESTORASI ARSIP MEDIA BARU
LAMPIRAN 11 CARA UJI KONDISI KEASAMAN PADA ARSIP FILM DAN MIKROFILM HASIL REWASHING FILM
LAMPIRAN 12 CONTOH FORMULIR PENGUJIAN HASIL REPRODUKSI ARSIP
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
- 2 -
Lampiran 1 Prosedur Tetap Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011 DIAGRAM ALIRPENGUJIAN HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP
No Tahap Kegiatan Unit Penyelesaian Analis Laboratorium, Arsiparis, Peneliti Kasubdit Instalasi Laboratorium Kasubdit Restorasi Arsip /Kasubdit Reproduksi Arsip Direktur Preservasi
1 a. Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Instalasi Laboratorium
melakukan koordinasi kerja tentang pelaksanaan kegiatan Pengujian Hasil Restorasi dan Reproduksi Arsip
b. Kasubdit Instalasi Laboratorium menerima daftar arsip yang telah direstorasi dan direproduksi 2 Menganalisis bahan-bahan dan
data-data arsip hasil restorasi dan reproduksi arsip
3 Memerintahkan pelaksanaan pengujian hasil restorasi dan reproduksi arsip
4 Menerima perintah dan daftar arsip kemudian mencatat kebutuhan untuk pelaksanaan pengujian hasil restorasi dan reproduksi arsip
5 Melakukan sampling dan
mengidentifikasi arsip hasil restorasi dan reproduksi arsip sesuai dengan metode dan parameter yang telah ditentukan
6 Melakukan pengujian hasil restorasi dan reproduksi arsip
7 Mencatat hasil pengujian sementara yang dituangkan dalam Formulir Pengujian Hasil Restorasi dan Reproduksi Arsip
8 Mencatat kembali hasil pengujian dalam logbook hasil pengujian dan mengolah data-data hasil pengujian 9 Membuat dan menyampaikan
laporan Pengujian Hasil Restorasi dan Reproduksi Arsip
10 Mengoreksi Laporan Pengujian Hasil Restorasi dan Reproduksi Arsip dan menyampaikan hasil pengujian
No Tahap Kegiatan Unit Penyelesaian Analis Laboratorium, Arsiparis, Peneliti Kasubdit Instalasi Laboratorium Kasubdit Restorasi Arsip /Kasubdit Reproduksi Arsip Direktur Preservasi
11 Melaporkan hasil kegiatan pengujian terhadap Hasil Restorasi dan
Reproduksi Arsip
12 Menerima Laporan Pengujian Hasil Restorasi dan Reproduksi Arsip
Norma waktu:
1. Pengujian hasil restorasi arsip konvensional membutuhkan waktu 90 menit untuk setiap
satu sampel arsip. Pelaksanaan seluruh kegiatan diselesaikan maksimal 20 hari kerja
2. Pengujian kondisi keasaman pada arsip film dan mikrofilm membutuhkan waktu 60
menit untuk setiap satu sampel arsip. Pelaksanaan seluruh kegiatan diselesaikan
maksimal 20 hari kerja.
3. Pengujian residu tiosulfat membutuhkan waktu 4 hari kerja untuk setiap satu sampel
arsip. Pelaksanaan seluruh kegiatan diselesaikan maksimal 10 hari kerja.
DEPUTI BIDANG KONSERVASI ARSIP,
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
- 4 -
Lampiran 2 Prosedur Tetap Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011 BAGAN ALIRPENGUJIAN HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP
Pelaksanaan
Lampiran 3 Prosedur Tetap
Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011
TABEL KONDISI IDEAL
HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP
No Jenis Bahan / Objek Uji Parameter Kondisi Ideal Referensi
1 Hasil Restorasi Arsip Konvensional
Deasidifikasi Laminasi Leafcasting Pengeringan paska
bencana dengan vacuum freeze drying
Identifikasi kerusakan Baik Archives
Damage Atlas A Tool for
Assessing Damage.
Ketebalan Sesuai dengan jenis kertas
Ukuran dan gramatur (lembaran)
Sesuai lembaran hasil restorasi, ≥ 70 g/m2 Ukuran dan berat
(bundel/jilidan)
Sesuai bundel/jilidan baru
pH permukaan Netral Pelestarian bahan pustaka
2 Hasil Restorasi Arsip Media baru (Rewashing film)
Arsip Film Arsip Mikrofilm
Kondisi keasaman Grade A, baik IPI Storage Guide for Acetate Films,
1993
3 Hasil Reproduksi Arsip (Processing mikrofilm)
Uji residu tiosulfat (methylene blue test)
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
- 6 -
Lampiran 4 Prosedur Tetap Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011 CONTOH FORMULIRPENGUJIAN HASIL RESTORASI ARSIP KERTAS/KONVENSIONAL
FORMULIR PENGUJIAN HASIL RESTORASI ARSIP KERTAS
Halaman - 6 - dari ____
No :
Tanggal : Revisi : Subdit Instalasi Laboratorium
Arsip Nasional RI
Penguji 1 : Penguji 2 : Kasubdit Instalasi
Laboratorium:
Nama sampel/Arsip : ____________________ Nomor : ________________ Tahun : __________________ Lokasi sampel/Arsip : ____________________ Lantai : ________________ Rak : __________________ Keterangan contoh : ____________________ Bentuk : bundel /lembar ____ Jumlah : __________________
Kondisi Ruangan : ____________________ Suhu : _____ oC RH : ________ % Metode Restorasi : ____________________
Data 1. Pengujian Fisik dan kimia
Pengujian Metode/cara uji 1 2 3 Keterangan (Ʃ)
1 pH permukaan 2 Berat/Gramatur (gram) 3 Ketebalan (mm) 4 Ukuran Dimensi (p x l) mm 5 Jenis 6 Watermark Informasi lain: ________________________________________________________________________________ ________________________________________________________________________________ Data 2. Indentifikasi Kerusakan
Beri tanda pada kerusakan Ringan Sedang Berat Keterangan Jilidan
1 Perubahan bentuk/ melengkung 2 Punggung 3 Jahitan 4 Permukaan Kimia 1 Api 2 Foxing (noda) 3 Korosi Tinta 4 Korosi Tembaga 5 Selotape 6 Karat 7 Perbaikan sebelumnya Mekanik 1 Penggunaan
2 Kekerasan
Serangga dan Tikus
1 Serangga 2 Tikus Air 1 Noda 2 Rapuh 3 Jamur 4 Lengket
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
- 8 -
Lampiran 5 Prosedur Tetap Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011CARA UJI IDENTIFIKASI KERUSAKAN ARSIP KERTAS (Cara Uji Nomor 12)
A. Ruang Lingkup
Standar ini meliputi definisi, peralatan dan bahan, cara uji, dan laporan hasil uji identifikasi kerusakan arsip kertas.
Cara uji identifikasi kerusakan pada arsip kertas dilakukan berdasarkan jenis kerusakan dan tingkatan kerusakan berpedoman pada Archives Damage Atlas.
B. Definisi
Identifikasi kerusakan arsip kertas adalah penentuan kondisi kerusakan berdasarkan tingkatan kerusakan ringan, sedang dan berat serta jenis penyebab kerusakan berdasarkan Archives Damage Atlas A Tool for Assessing Damage.
Watermark/tanda air adalah tanda pada kertas yang hanya bisa dilihat dengan menerawang bagian kertas pada sumber cahaya, atau dengan menggunakan bantuan lampu UV lamp.
UV Mark adalah tanda pada kertas yang hanya bisa dilihat dengan menggunakan bantuan lampu UV. C. Peralatan dan Bahan
1. Kamera Digital; 2. Senter/lampu tampak; 3. Lampu UV;
4. Archives Damage Atlas A Tool for Assessing Damage; 5. Arsip kertas yang akan diuji.
D. Cara Uji
1. Catat identifikasi arsip yang diuji. (asal arsip, koleksi, no boks, lokasi, nomor arsip).
2. Amati kondisi fisik arsip, dan catat jenis kerusakan yang terjadi pada fisik arsip berdasarkan jenis dan tingkatan kerusakan. Identifikasi kerusakan dilakukan baik terhadap jilidan/bendel maupun terhadap lembaran arsip.
3. Identifikasi dilakukan berdasarkan Archives Damage Atlas dan dituangkan dalam formulir pengujian identifikasi kondisi arsip kertas.
4. Jika diperlukan kerusakan yang terjadi dapat didokumentasikan dengan menggunakan kamera. 5. Jika pada arsip kertas yang diuji terdapat tanda air (watermark) atau tanda khusus lainnya maka
gambar tanda air didokumentasikan dengan bantuan UV lamp. E. Laporan Hasil Uji
Laporan hasil pengujian dituangkan dalam Formulir Pengujian Identifikasi Kerusakan Arsip Kertas seperti contoh berikut:
Contoh Formulir
Pengujian Identifikasi Kerusakan Arsip Kertas
PENGUJIAN ARSIP HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP SUBDIREKTORAT INSTALASI LABORATORIUM
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
No.
HASIL PENGUJIAN IDENTIFIKASI KERUSAKAN ARSIP KERTAS
I. PELAKSANAAN PENGUJIAN 1. Contoh uji
- Nama Khasanah = _____________________ No Arsip = _________________________ - Tahun = _____________________ Asal/lokasi = _________________________ - Jumlah = _____________________ Jenis jilidan = Soft cover / hard cover - Warna kertas = ______________________
2. Metode Restorasi = _________________________________________________________________ 3. Kondisi ruangan = _________________________________________________________________
Beri tanda pada kerusakan Ya Tidak Keterangan
Jilidan
1 Perubahan bentuk/ melengkung 2 Punggung 3 Jahitan 4 Permukaan Kimia 1 Api 2 Foxing (noda) 3 Korosi Tinta 4 Korosi Tembaga 5 Selotape 6 Karat 7 Perbaikan sebelumnya Mekanik 1 Penggunaan 2 Kekerasan
Serangga dan Tikus
1 Serangga 2 Tikus Air 1 Noda 2 Rapuh 3 Jamur 4 Lengket II. KESIMPULAN ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ Jakarta, ... Mengetahui
Penanggung jawab Penguji
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
- 10 -
Lampiran 6 Prosedur Tetap Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011CARA UJI KETEBALAN ARSIP KERTAS (Cara Uji Nomor 13)
A. Ruang Lingkup
Standar ini meliputi definisi, peralatan dan bahan, cara uji dan laporan hasil uji ketebalan arsip kertas.
B. Definisi
Tebal kertas atau karton adalah jarak tegak lurus antara dua permukaan kertas atau karton pada kondisi standar.
C. Peralatan dan Bahan 1. Alat pengukur ketebalan:
a. Jangka sorong, untuk mengukur ketebalan arsip yang sudah berbentuk jilidan atau bundel; b. Mikrometer, untuk mengukur ketebalan lembaran kertas atau arsip kertas.
2. Arsip kertas yang akan diuji. D. Cara Uji
1. Persiapan contoh
Disiapkan contoh uji arsip kertas yang bersih dan bebas dari kotoran dan debu, atau untuk contoh kertas arsip yang berdebu sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu.
2. Pengujian
a. Sebelum dilakukan pengukuran ketebalan lembaran kertas dan arsip kertas, permukaan landasan dan kaki penekan pada mikrometer dibersihkan terlebih dahulu, sehingga pada saat kaki penekan menyentuh landasan skala menunjukan nol.
b. Tempatkan contoh uji pada permukaan landasan secara tegak lurus dengan arah kaki penekan (gambar 1). landasan Kaki penekan Display pengukuran Contoh uji Tuas kaki penekan
c. Turunkan kaki penekan secara perlahan-lahan keatas permukaan contoh uji sehingga kaki penekan dalam posisi bebas menekan landasan, diamkan selama 2-5 detik.
d. Catat pembacaan skala pada skala mikrometer.
e. Pengukuran dilakukan pada suatu garis ke arah panjang contoh uji, minimal pada 5 tempat yang berbeda.
f. Pengukuran ketebalan untuk arsip kertas dilakukan dengan menggunakan jangka sorong sama seperti langkah e.
3. Perhitungan
Ketebalan arsip kertas dilaporkan sebagai nilai rata-rata dan bila diperlukan dapat dilengkapi dengan nilai maksimum dan minimum. Satuan ketebalan adalah milimeter (mm).
E. Laporan Hasil Uji
Laporan hasil pengujian dituangkan dalam Formulir Hasil Pengujian Ketebalan Arsip Kertas seperti contoh berikut:
Contoh Formulir
Hasil Pengujian Ketebalan Arsip Kertas
PENGUJIAN HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP SUBDIREKTORAT INSTALASI LABORATORIUM
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
No.
HASIL PENGUJIAN KETEBALAN ARSIP KERTAS
I. PELAKSANAAN PENGUJIAN 1. Contoh uji - Nama Khasanah = _________________________________________________________________ - Tahun = _________________________________________________________________ - Asal/lokasi = _________________________________________________________________ - Jumlah = _________________________________________________________________ 2. Metode Restorasi = _________________________________________________________________ 3. Kondisi ruangan = _________________________________________________________________ No Jenis Kertas No berkas/ arsip Hasil Uji ( mm) Rerata Keterangan 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 dst II. KESIMPULAN ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ Jakarta, ... Mengetahui
Penanggung jawab Penguji
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
- 12 -
Lampiran 7 Prosedur Tetap Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011CARA UJI UKURAN DAN GRAMATUR ARSIP KERTAS DALAM BENTUK LEMBARAN
(Cara Uji Nomor 14)
A. Ruang Lingkup
Standar ini meliputi definisi, peralatan dan bahan, cara uji dan laporan hasil uji ukuran dan gramatur arsip kertas dalam bentuk lembaran.
B. Definisi
Ukuran adalah panjang dan lebar kertas diukur dengan satuan milimeter dalam kondisi standar. Gramatur adalah massa lembaran kertas atau karton dalam gram dibagi dengan satuan luasnya dalam meter persegi, diukur pada kondisi standar.
C. Peralatan dan Bahan 1. Penggaris;
2. Neraca analitik dengan kepekaan 0,01 g; 3. Arsip kertas yang akan diuji.
D. Cara Uji
1. Persiapan contoh
Disiapkan contoh uji arsip kertas yang bersih dan bebas dari kotoran dan debu, atau untuk contoh kertas arsip yang berdebu sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu.
2. Pengujian
a. Bagian lembaran kertas diukur panjang dan lebarnya dengan menggunakan penggaris hingga satuan millimeter. Pastikan posisi kertas lurus mendatar, tidak ada yang terlipat. b. Lembaran arsip ditimbang dengan menggunakan neraca analitik dengan kepekaan alat
0,01 g.
c. Tunggu hasil pembacaan neraca stabil. Catat hasil berat arsip. d. Catat hasil pengukuran.
3. Perhitungan
Lembaran arsip dihitung nilai gramaturnya dengan cara perhitungan sebagai berikut: , dimana : G = gramatur lembaran g/m2
A = berat lembaran yang diuji, gram a = luas lembaran yang diuji, m2
E. Laporan Hasil Uji
Laporan hasil pengujian dituangkan dalam formulir ”Hasil Pengujian Ukuran dan Gramatur Arsip Kertas Dalam Bentuk Lembaran seperti contoh berikut:
Contoh Formulir
Pengujian Ukuran dan Gramatur Arsip Kertas Dalam Bentuk Lembaran
PENGUJIAN HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP SUBDIREKTORAT INSTALASI LABORATORIUM
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
No.
HASIL PENGUJIAN UKURAN DAN GRAMATUR ARSIP KERTAS DALAM BENTUK LEMBARAN
I. PELAKSANAAN PENGUJIAN 1. Contoh uji - Nama Khasanah = _________________________________________________________________ - Tahun = _________________________________________________________________ - Asal/lokasi = _________________________________________________________________ - Jumlah = _________________________________________________________________ 2. Metode Restorasi = _________________________________________________________________ 3. Kondisi ruangan = _________________________________________________________________ No Jenis Kertas No berkas/ arsip Berat (A gram) Panjang (p cm) Lebar (l cm) Luas ((P x l)cm /100) a m2 Gramatur (A/a) Keterangan 1 2 3 4 5 6 7 dst II. KESIMPULAN ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ Jakarta, ... Mengetahui
Penanggung jawab Penguji
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
- 14 -
Lampiran 8 Prosedur Tetap Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011CARA UJI UKURAN DAN BERAT ARSIP KERTAS DALAM BENTUK BUNDEL/JILIDAN
(Cara Uji Nomor 15)
A. RUANG LINGKUP
Standar ini meliputi definisi, peralatan dan bahan, cara uji dan laporan hasil uji ukuran dan berat arsip kertas dalam bentuk bundel/jilidan.
B. DEFINISI
Ukuran adalah panjang, lebar dan tebal bundel arsip kertas diukur dengan satuan centimeter dalam kondisi standar.
Berat adalah massa bundel atau jilidan arsip dalam gram diukur pada kondisi standar. C. PERALATAN DAN BAHAN
1. Penggaris;
2. Neraca portable dengan kepekaan 1 g (maks 10 kg) untuk arsip yang berbentuk bendel atau neraca analitik dengan kepekaan 0,01 g untuk arsip lembaran;
3. Jangka sorong/mikrometer; 4. Arsip kertas yang akan diuji.
D. CARA UJI
1. Persiapan contoh
Disiapkan contoh uji arsip kertas yang bersih dan bebas dari kotoran dan debu, atau untuk contoh kertas arsip yang berdebu sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu.
2. Pengujian
a. Bagian lembaran kertas diukur panjang (p cm) dan lebarnya (l cm) dengan menggunakan penggaris hingga satuan milimeter. Pastikan posisi kertas lurus mendatar, tidak ada yang terlipat.
b. Ketebalan bundel diukur dengan menggunakan jangka sorong (t cm).
c. bundel arsip ditimbang dengan menggunakan neraca analitik dengan kepekaan alat 1 g. d. Tunggu hasil pembacaan neraca stabil. Catat hasil berat arsip (A gram).
e. Catat hasil pengukuran. 3. Perhitungan
Hasil pengukuran dicatat langsung sesuai pembacaan pada skala neraca dan jangka sorong.
E. LAPORAN HASIL UJI
Laporan hasil pengujian dituangkan dalam formulir ”Hasil Pengujian Ukuran dan Berat Arsip Kertas Dalam Bentuk Bundel/Jilidan” seperti contoh berikut:
Contoh Formulir
Pengujian Ukuran dan Berat Arsip Kertas Dalam Bentuk Bundel/Jilidan
PENGUJIAN HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP SUBDIREKTORAT INSTALASI LABORATORIUM
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
No.
HASIL PENGUJIAN UKURAN DAN BERAT ARSIP KERTAS DALAM BENTUK BUNDEL/JILIDAN
I. PELAKSANAAN PENGUJIAN 1. Contoh uji - Nama Khasanah = _________________________________________________________________ - Tahun = _________________________________________________________________ - Asal/lokasi = _________________________________________________________________ - Jumlah = _________________________________________________________________ 2. Metode Restorasi = _________________________________________________________________ 2. Kondisi ruangan = _________________________________________________________________
No Jenis Kertas No berkas/ arsip Jenis Jilidan Panjang (p cm) Lebar (l cm) Tebal (t cm) Berat ( A gram) Keterangan 1 2 3 4 5 6 dst II. KESIMPULAN ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ Jakarta, ... Mengetahui
Penanggung jawab Penguji
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
- 16 -
Lampiran 9 Prosedur Tetap Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011CARA UJI pH PERMUKAAN ARSIP KERTAS (Cara Uji Nomor 5)
A. Ruang Lingkup
Standar ini meliputi definisi, peralatan dan bahan; cara uji dan laporan hasil uji pH (keasaman) permukaan arsip kertas.
B. Definisi
pH permukaan kertas atau keasaman kertas adalah konsentrasi ion hidrogen pada air dipermukaan kertas atau arsip kertas.
C. Peralatan dan Bahan
1. pH meter Horiba atau pH meter lain yang dilengkapi dengan elektroda khusus untuk mengukur pH pada permukaan kertas;
2. Gelas piala 100 cc; 3. Plastik mylar ; 4. Labu semprot; 5. Aquadest;
6. Larutan buffer pH 4 dan pH 7; 7. Kertas saring;
8. Etanol 70%;
9. Arsip kertas yang akan diuji.
D. Cara Uji
1. Persiapan Contoh Uji
Disiapkan contoh uji kertas yang bersih dan bebas dari kotoran dan debu. Untuk Arsip kertas yang akan diuji keasamannya, dipilih sebisa mungkin pada bagian yang tidak ada informasinya (tidak terkena tinta).
2. Pengujian
a. pH meter dikalibrasikan dengan larutan Buffer pH 4 dan pH 7.
b. Kertas atau arsip kertas yang akan ditentukan pHnya dialasi dengan plastik mylar kemudian ditetesi dengan satu atau dua tetes air suling.
c. Pada tetesan air tersebut ditempelkan elektroda pH meter, kemudian diukur nilai pHnya. d. Tunggu beberapa saat pembacaan skala pH pada pH meter stabil.
e. Catat skala pH yang terukur, kemudian keringkan sisa air pada kertas atau arsip kertas dengan menggunakan kertas saring. Untuk memudahkan proses pengeringan dapat disemprot dengan alkohol 70%.
f. Lakukan pengujian dua kali (duplo) untuk contoh yang sama pada tempat yang berbeda. 3. Perhitungan
Membaca langsung nilai keasaman arsip kertas pada skala pH meter.
E. Laporan Hasil Uji
Laporan hasil pengujian dituangkan dalam formulir “Hasil Pengujian pH Permukaan Arsip Kertas” seperti contoh berikut:
Contoh Formulir
Pengujian pH Permukaan Arsip Kertas
PENGUJIAN HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP SUBDIREKTORAT INSTALASI LABORATORIUM
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
No.
HASIL PENGUJIAN pH PERMUKAAN ARSIP KERTAS
I. PELAKSANAAN PENGUJIAN 1. Contoh uji - Nama Khasanah = _________________________________________________________________ - Tahun = _________________________________________________________________ - Asal/lokasi = _________________________________________________________________ - Jumlah = _________________________________________________________________ 2. Metode Restorasi = _________________________________________________________________ 3. Kondisi ruangan = _________________________________________________________________
No Jenis Kertas No berkas/ arsip Hasil Uji Rerata Keterangan
1 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 dst II. KESIMPULAN ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________________________ Jakarta, ... Mengetahui
Penanggung jawab Penguji
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
- 18 -
Lampiran 10 Prosedur Tetap Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011 CONTOH FORMULIRPENGUJIAN HASIL RESTORASI ARSIP MEDIA BARU
FORMULIR PENGUJIAN HASIL RESTORASI ARSIP MEDIA BARU
Halaman - 18 - dari ____
No :
Tanggal : Revisi : Subdit Instalasi Laboratorium
Arsip Nasional RI
Penguji 1 : Penguji 2 : Kasubdit Instalasi
Laboratorium:
Nama sampel/Arsip : ____________________ Nomor : ________________ Tahun : __________________ Lokasi sampel/Arsip : ____________________ Lantai : ________________ Rak : __________________ Keterangan contoh : ____________________ Film/mikrofilm : ____________ jumlah : __________________ Kondisi Ruangan : ____________________ Suhu : _______________ oC RH : __________________ %
Jenis film/mikrofilm : nitrat / asetat / polyester Bahan rewashing : ____________________
Kode sampel /lokasi Reel Feet
Kondisi keasaman
(grade) Kondisi fisik arsip
Sebelum rewashing Setelah rewashing Sebelum rewashing Setelah rewashing
Lampiran 11 Prosedur Tetap
Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011
CARA UJI KONDISI KEASAMAN PADA ARSIP FILM DAN MIKROFILM HASIL REWASHING FILM
(Cara Uji Nomor 24)
A. Ruang Lingkup
Standar ini meliputi definisi, peralatan dan bahan, cara uji dan laporan hasil uji kondisi keasaman pada film dan mikrofilm hasil rewashing film.
B. Definisi
Kondisi keasaman pada arsip film dan mikrofilm adalah memburuknya (deteriorasi) kondisi pada arsip film dan mikrofilm yang dapat diamati dengan perubahan warna pada indikator bromocresol green yang diakibatkan oleh adanya perubahan pH pada udara dalam can/wadah arsip.
C. Peralatan dan Bahan
1. Label Indikator ABC (Asam Bromo Cresol); 2. Senter;
3. Label bulat dengan warna kuning, hijau dan biru; 4. Arsip film dan mikrofilm yang akan diuji.
D. Cara Uji 1. Persiapan
a. Disiapkan indikator ABC baik dalam bentuk label maupun kertas indikator.
b. Disiapkan arsip film yang telah direstorasi / direwashing, catat kondisi keasamannya pada saat sebelum dilakukan restorasi.
2. Pengujian
a. Pengujian dilakukan langsung diruang restorasi arsip film/mikrofilm sebelum dikembalikan ke ruang penyimpanan arsip film.
b. Kertas indikator dimasukkan kedalam can film/ kotak mikrofilm kemudian ditutup kembali. Untuk label indikator ditempelkan pada bagian tutup bagian dalam;
c. Setelah beberapa lama (30 menit), diamati perubahan warna pada indikator, kemudian dibandingkan kondisi grade arsip film dengan tabel warna dibawah ini:
1) Jika warna kertas indikator tetap biru maka film masih dalam kondisi baik, nilai keasaman (pH) > 5 (grade A);
2) Jika berubah menjadi warna hijau maka arsip film mulai terdeteriorasi dan mengeluarkan asam sehingga mempunyai nilai pH 3 s.d 5 (grade B);
3) Jika kertas indikator berubah kuning maka arsip film mempunyai keasaman yang tinggi yaitu pH < 3 dan membutuhkan penanganan secepatnya (grade C).
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
- 20 -
d. Hasil perubahan warna/grade arsip film dicatat, dan pada bagian luar can/wadah arsip film diberi tanda/label bulat dengan warna yang sesuai dengan perubahan warna indikator. Untuk menandai arsip yang sudah dilakukan pengujian dan memudahkan petugas arsip melakukan pemindahan dan pengambilan untuk kegiatan restorasi atau reproduksi arsip film atau mikrofilm. Pada catatan hasil pengujian juga dicatat nomor kode arsip film dan jenis arsip film (16 mm atau 35 mm);
e. Perubahan warna pada label indikator pada arsip film sebaiknya diperiksa secara rutin 1 bulan sekali dan diganti minimal setahun sekali untuk menentukan kondisi keasaman arsip film. Label indikator yang sudah berubah warna menjadi hijau atau kuning sebaiknya di ganti setelah arsip film mendapat perlakuan restorasi.
E. Laporan Hasil Uji
Laporan hasil pengujian dituangkan dalam formulir ”Hasil Pengujian Kondisi Keasaman Pada Arsip Film dan Mikrofilm Hasil Rewashing“ seperti contoh berikut:
Grade A
Grade B
Grade C
Biru Hijau KuningpH > 5.4
3.8< pH< 5.4
pH < 3.8
Contoh Formulir
Hasil Pengujian Kondisi Keasaman Pada Arsip Film dan Mikrofilm Hasil RewashingFilm
PENGUJIAN HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP SUBDIREKTORAT INSTALASI LABORATORIUM
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
No.
HASIL PENGUJIAN KONDISI KEASAMAN
PADA ARSIP FILM DAN MIKROFILM HASIL REWASHING FILM
Nama sampel/Arsip : ____________________ Nomor : ________________ Tahun : __________________ Lokasi sampel/Arsip : ____________________ Lantai : ________________ Rak : __________________ Keterangan contoh : ____________________ Film/mikrofilm : ____________ Jumlah : __________________ Kondisi Ruangan : ____________________ Suhu : _______________ oC RH : __________________ %
Larutan Rewashing : _________________
No. Nama Arsip Reel Feet Grade
A
Grade B
Grade
C Penampakan fisik contoh
Jakarta, ...
Mengetahui
Penanggung jawab Penguji
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
- 22 -
Lampiran 12 Prosedur Tetap Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011 CONTOH FORMULIRPENGUJIAN HASIL REPRODUKSI ARSIP
PENGUJIAN HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP SUBDIREKTORAT INSTALASI LABORATORIUM
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
No.
PENGUJIAN HASIL REPRODUKSI ARSIP
I. PELAKSANAAN PENGUJIAN
Nama sampel/Arsip :________________ Tanggal Reproduksi :__________________ Jenis Arsip :________________ Metode Reproduksi :_________________ Tahun penciptaan :________________ Petugas Reproduksi :_________________ Nomor /kode :________________ Kondisi ruangan :_________________ Jumlah :________________
No. Bentuk Reproduksi Hasil Keterangan
Mikrofilm
Digital file (*jpg, *bmp, *tiff) Digital audio (*mp3, *wav) Digital video (*avi, *mpg, *wma) CD-ROM
CD-Audio VCD, DVD DVD data (database) DVD audio (database) Digital video (database
II. KESIMPULAN ___________________________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________________________ Jakarta, ... Mengetahui
Penanggung jawab Penguji
Lampiran 13 Prosedur Tetap
Nomor : Tahun 2011 Tanggal : September 2011
CARA UJI RESIDU TIOSULFAT DENGAN METHYLENE BLUE TEST (Cara Uji Nomor 25)
A. Ruang Lingkup
Standar ini meliputi definisi, peralatan dan bahan, cara uji, dan laporan hasil pengujian residu tiosulfat dengan methylene blue test pada arsip mikrofim.
Pengujian ini dilakukan untuk menentukan residu tiosulfat dan dekomposisi produk yang diakibatkan oleh prosesing, atau juga bisa dijadikan standar dalam menentukan daya tahan dari film, microfilm, dan kertas fotografi.
Prosedur ini hanya mengacu pada produk halide perak/gelatin yang telah diproses dengan larutan fixer tiosulfat dan air pencuci.
B. Definisi
Methylene blue test adalah metode untuk menentukan residu tiosulfat dan bahan kimia sejenis lainnya dalam prosesing bahan fotografi.
C. Peralatan dan Bahan 1. Peralatan
a. Spektrofotometer UV –Vis double beam (Hitachi U-2800) b. Peralatan Gelas
1) Labu ukur 500 ml, 1000 ml, 250 ml, 100 ml 2) Gelas Piala 250 ml, 400 ml dan 1000 ml 3) Pipet gondok 25 ml, 5 ml 4) Pipet volumetri 5) Buret 50 ml 6) Gunting c. Dispenser kapasitas 1 ml d. Tabung vials 2. Bahan a. Eluen
Larutkan 1,0 g ± 0,1 g KI dan 1,0 g ± 0,1 g KH2PO4 dengan air dalam labu ukur 1 liter.
Encerkan hingga batas dan kocok. Pereaksi ini stabil selama 1 bulan. b. Pereaksi Borohydrate
Larutkan 3.0 g KBH4 (Potassium tetrahydroborate) segar dalam 100 ml larutan NaOH 0.2
M (8.0 g/l). Pereaksi ini stabil selama l minggu di tempat dingin. Bila wadah sudah dibuka 1 kali, maka harus dibuang pada akhir pemeriksaan.
c. Aseton d. Feri klorida
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
- 24 -
Pada kira-kira 50 ml air dalam beaker, tambahkan hati-hati sambil diaduk, 37.5 ml HCI. Larutkan 8.45 g ± 0,01 g feriklorida hexahidrat (FeC13.6H20) kedalamnya. Dinginkan
sampai suhu ruang dan pindahkan ke labu volumetri 100 ml. Encerkan dengan air sampai batas dan kocok baik-baik. Pereaksi ini stabil paling tidak 3 bulan.
e. NND (N,N-dimethy-p-phenylenediamine sulfate)
Pada kira-kira 50 ml air dalam beaker, tambahkan hati-hati sambil diaduk, 12,5 ml HCI. Larutkan 3,00 g ± 0.01 g N,N-dimethy-p-phenylenediamine sulfate kedalamnya. Dinginkan sampai suhu ruang dan pindahkan ke labu volumetrik 100 ml. Encerkan dengan air sampai batas dan kocok baik-baik. Pereaksi ini stabil paling tidak 1 minggu.
D. Cara Uji
1. Pembuatan Kurva Kalibrasi
Kurva kalibrasi harus dibuat ketika pereaksi yang baru digunakan. Kurva diperiksa dalam interval waktu tertentu misalnya satu kali dalam setiap minggu.
2. Persiapan Larutan Standar thiosulfat
a. Larutan standar disiapkan pada saat hanya akan digunakan.
b. Pipet 25.0 ml larutan thiosulfat 0.1 M ke dalam labu volumetrik 500 ml dan encerkan dengan air sampai tanda batas. Tutup dan balikkan labu 8 sampai 10 kali.
c. Pipet 5.0 ml larutan diatas ke labu volumetrik 250 ml dan encerkan dengan air sampai tanda batas.
d. Tutup dan balikkan labu 8 sampai 10 kali. Larutan ini mengandung 11,2 µg/ml thiosulfat.
3. Prosedur Kalibrasi
a. Buat deret standard dengan mengencerkan larutan standard 4.2.4. berdasarkan tabel dibawah ini.
Volume larutan
standar thiosulfate (ml) Labu volumetrik
Konsentrasi larutan kalibrasi, S2O3 µg/5 ml 1,00 2,00 2,00 4,00 7,00 10,00 15,00 200 100 50 50 50 50 50 0,28 1,12 2,24 4,48 7,84 11,20 16,80
b. Pipet masing-masing 5 ml, lakukan seperti langkah 4.2.2, Plot absorbansi versus konsentrasi untuk membuat kurva standar.
4. Pengujian
a. Potong 1 cm2 sample microfilm kemudian letakkan sample pada sample vial bersih dan kering. Tambahkan 10,0 ml eluent (3.2.1) dan biarkan campuran selama 10 menit,
sekali-kali dikocok (l s.d 3 menit). Pipet 5,0 ml ekstrak ke sample vial yang lain.
b. Pindahkan 4 pereaksi berikut ke wadah terpisah, set masing-masing dispenser sesuai volume yang dipakai.
Pereaksi Borohydride (3.2.2) 0.25 ml Aseton (3.2.3) 0.50 ml
Pereaksi Feri klorida (3.2.4) 0.25 ml Pereaksi NND (3.2.5) 0.25 ml
c. Bilas masing-masing dispenser dan buang paling sedikit 10 bagian sebelum penetapan pertama.
d. Tambahkan semua dengan masing-masing pereaksi berikut dengan segera. e. Tambahkan 0.25 ml pereaksi borohydrate, aduk supaya campur.
f. Tambahkan 0.50 ml aseton, aduk supaya campur.
g. Tambahkan 0.25 ml pereaksi feri klorida dan 0.25 ml pereaksi NND.
h. Segera tutup vial kuat-kuat. Kocok vial selama 1 menit. Lalu hati-hati keluarkan tekanan yang terbentuk dengan adanya gas hidrogen, pastikan bahwa vial jauh dari muka, lalu segera diukur dengan spektrophotometer.
i. Ukur absorbansi larutan pada 665 nm (dalam keadaan tidak ada cuvette di light beam) menggunakan photometer.
j. Lakukan analisa blanko dengan menggantikan sample dengan 5 ml eluent. Hitung absorbansi larutan test dengan mengurangi terhadap absorbansi blanko yang didapat.
5. Perhitungan
Dari kurva kalibrasi, diketahui konsentrasi ion thiosulfat. Satuannya dalam mikrogram/5 ml larutan.
Jika satuannya dalam mikrogram/cm2, konsentrasi ion tiosulfat (mikrogram/5 ml larutan) dikalikan 2. Hal ini dikarenakan volume eluent 10 ml.
E. Laporan Hasil Uji
Laporan hasil pengujian dituangkan dalam Formulir Hasil Pengujian Residu Tiosulfat dengan Methylene Blue Test seperti contoh berikut:
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
- 26 -
Contoh FormulirHasil Pengujian Residu Tiosulfat dengan Methylene Blue Test
PENGUJIAN HASIL RESTORASI DAN REPRODUKSI ARSIP SUBDIREKTORAT INSTALASI LABORATORIUM
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
No.
HASIL PENGUJIAN RESIDU TIOSULFAT DENGAN METHYLENE BLUE TEST
I. PELAKSANAAN PENGUJIAN
Nama sampel/Arsip : ______________ Nomor /kode : _________ Tahun : _______________ Gauge/ukuran : ______________
Tanggal processing : ______________ Petugas :______________
Kurva kalibrasi = (R) = _______________________________________________________________
No. Konsentrasi (X) Absorbansi (Y)
Konsentrasi Tiosulfat = _____________________________________________________________________ II. KESIMPULAN ___________________________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________________________ Jakarta, ... Mengetahui
Penanggung jawab Penguji