“Kemanusiaan. Karena musik adalah suara hati manusia.”
Demikian ungkap Bambang Sugi-harto, profesor fil-safat dan budaya-wan yang juga duduk di yayasan Bandung Philhar-monic. Sore itu be-liau, Jim Supangkat (kurator seni rupa Indonesia yang juga duduk di yayasan Bandung Philhar-monic), bersama pa-ra pendiri Bandung Philharmonic meru-muskan visi dan misi orkestra muda ini.
Setelah didiskusikan secara serius dan mendalam, “kemanusiaan” dipilih sebagai dasar visi dan misi. Ke-manusiaan yang juga merupakan isu glob-al adglob-alah ruh dari orkestra philhar-monic berskala na-sional pertama di Indonesia ini. Bandung Philhar-monic Orchestra bertujuan mem-berikan kehidupan yang lebih layak dan meningkatkan kualitas musisi In-donesia, pribadi per pribadi. Bandung Philharmonic Or-chestra menaruh kepedulian pada para penyandang autis. Dengan musik yang merupakan suara
Merumuskan Visi-Misi
Bandung Philharmonic
Visi-Misi Bandung Philharmonic
Visi:
Menjadi komunitas pegiatmusik yang dijiwai semangat harmoni antar perbedaan,
Dalamrangka meningkatkan martabat dan peradaban batin manu-sia melalui dialog antara kekayaan musikal internasional dan khasanah lokal.
Misi:
Mengadakan pergelaran karya-karya musik yang bermutu tinggi guna memperluas dan memperdalam wawasan keadaban dan kemanusiaan.
Meningkatkan keahliandan apresiasi musik ke taraf internasional sehingga empati kemanusiaan universal tumbuh dan berkem-bang.
Menggali kekayaan khasanah musik local dan membawanya ke dalam percaturan musik global demi mengangkat martabat bangsa.
Para tokoh merumuskan Visi-Misi Bandung Phil-harmonic
Bandung Philharmonic News
B A N D U N G P H I L H A R M O N I C Edisi Ketiga Juli-Agustus 2016
“Karena musik adalah suara hati manusia.”
Indonesia yang sangat terbatas, dengan baik hati pemain horn yang aktif menjadi solois di berbagai orkestra dan ensambel ini, meluangkan waktu untuk
berbagi ilmu dengan calon-calon pemain horn muda di Indone-sia. “Semua pemain mempunyai potensi,” ungkap Jamie, takjub melihat semangat anak-anak berusia 11 hingga 15 tahun yang sedang belajar horn di bawah bimb-ingan Fauzie Wiriadisastra, sa-lah satu pendiri Bandung Phil-harmonic Orchestra.
Semoga ilmu dan pesan yang ditanamkan Jamie kelak tum-buh subur, menciptakan pemain -pemain horn berkualitas yang
berdedikasi. Semoga kelak mereka dapat menjadi tonggak yang menopang visi-misi ke-manusiaan yang diusung Ban-dung Philharmonic Orchestra.
Sekali lagi, terima kasih Jamie Namanya Jamie G Hersch. Saat
ini beliau adalah associate prin-cipal horn di Singapore Sym-phony Orchestra. Mindy Chang – pemain horn di Bandung Phil-harmonic
Orches-tra – adalah muridnya. Ketika Mindy bercerita mengenai orkestra yang sedang tum-buh di Bandung ini, Jamie
menyambut dengan antusias, “Saya senang ada orkestra sim-foni di kota ini,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Pada libur Idul Fitri tahun ini, Jamie yang menikah dengan wanita Sunda, datang ke Ban-dung. Ketika mendengar cerita tentang jumlah pemain horn di hati manusia, Bandung Philhar-monic berusaha menggerakkan hati sesama untuk terlibat aktif. Dalam kata “kemanusiaan” ada makna yang filosofis dan per-sonal. Kesadaran kemanusiaan yang kuat inilah yang kemudian
akan membangun aspek sosial-budaya yang kokoh. “Kita di yayasan betul-betul mencoba mempromosikan kemanusiaan karena seringkali kita justru
lacking dalam hal kemanusiaan
ini,” ungkap Jim Supangkat.
Page 2
Liburan Bersama Jamie
Inside Story Headline
“Semua pemain mempunyai potensi”
-Jamie G Hersch-
B A NDU NG PHI L H ARM O NIC NE WS
Suasana perumusan visi-misi Bandung Philharmonic
“Kita di yayasan, betul-betul mempromosikan kemanusiaan karena seringkali kita justru „lacking‟
dalam hal kemanusiaan” -Jim Supangkat-
Bulan Agustus ini menjadi bu-lan yang sangat istimewa bagi Bandung Philharmonic. Setelah merumuskan visi-misi yang menjadi arah bagi Bandung Philharmonic di bulan Juli lalu, kini tokoh pendiri Airin Efferin, Ronny Gunawan bersama dengan pemerhati: Dr Petrina Faustine dan Dr Bambang Sugiharto berkesempatan untuk mengunjungi Thailand Philhar-monic Orchestra.
Kunjungan selama 4 hari ini dipandang sebagai langkah strategis bagi Bandung Philhar-monic yang baru saja berdiri di tahun 2016. Alasannya karena Thailand Philharmonic Orches-tra memiliki banyak sekali kesamaan dengan Bandung Philharmoni, yakni sebagai orkes simfoni berstandar inter-nasional yang sama-sama berdiri di Asia Tenggara dengan model dan latar belakang yang relatif sama.
Thailand Philharmonic Orches-tra menjamu para tokoh Ban-dung Philharmonic dengan san-gat baik. Mereka memberi kes-empatan audiensi, studi, bahkan menyaksikan langsung konser Thailand Philharmonic Orches-tra dari kursi istimewa. Melalui kesempatan ini, para tokoh belajar bahwa pendirian
orkestra adalah hal yang sangat penting bagi perkembangan bu-daya di suatu negara. Ini tidak lepas dari peran berbagai pihak
yang terlibat dalam orkestra tersebut. Aspek seni, sosial dan budaya masyarakat akan tergerak bersamaan dengan pendirian orkestra di suatu negara.
Prof. Dr. Sugree Charoensook sebagai salah satu tokoh pent-ing dari Thailand Philharmon-ic Orchestra tak henti-hentinya memberikan dorongan dan dukungan pada Bandung Phil-harmonic. Beliau sangat me-mahami sulitnya masa-masa awal pendirian orkes simfoni profesional di negara-negara Asia Tenggara. Airin bahkan sempat menanyakan kalau-kalau Dr Sugree pernah patah semangat selama merintis Thai-land Philharmonic Orchestra. Jawab Dr Sugree “I don’t know that word! Just don’t stop, keep going”. Jawaban Dr Sugree ini menjadi motivasi yang meng-gerakan semangat para tokoh Bandung Philharmonic untuk kembali berkarya memajukan Bandung Philharmonic sekem-balinya mereka ke Tanah Air.
Page 3
Kunjungan Istimewa ke Thailand Philharmonic
B A NDU NG PHI L H ARM O NIC NE WS
do you ever get discouraged?
“I don‟t know that word! Just don‟t stop, keep going!
E DISI KE TIG A Page 4 BIAYA PRODUKSI KONSER JANUARI 2016
URAIAN JUMLAH PERSENTASE
Music Director and Transportasi dan Hotel Transit MusicDirector & Edu Prog Director 75,019,702
Educational Program 46.48%
Fee Music Director (USD 2000) dan 48,667,500
Expense
Educational Program Director (USD 1500)
Musician Fee Expense Fee Audition Panelist 7,500,000 35.47%
Fee Musisi 86,900,000
Management Fee Expense (Personnel Manager dan Librarian) 6,000,000 2.25%
Sewa Timpani 3,000,000 1.13%
Biaya Operasional 14,049,303 5.28%
Event Organizer 10,000,000 3.76%
Dokumentasi (Visuma) 15,000,000 5.64%
TOTAL 266,136,505 100.00%
BIAYA PRODUKSI KONSER APRIL 2016
URAIAN JUMLAH PERSENTASE
Music Director and Transportasi dan Hotel Transit MusicDirector & Edu Prog Director 75,673,325
Educational Program 37.11%
Fee Music Director (USD 3000) dan 59,377,500
Expense
Educational Program Director (USD 1500)
Fee Musisi, termasuk musisi dari luar negeri 179,541,600 49.34%
Management Fee Expense (Personnel Manager dan Librarian) 6,500,000 1.79%
Operasional Expense, termasuk transportasi, akomodasi musisi dari luar
27,812,362 7.64%
negeri, per diem, biaya cetak, dsb
Dokumentasi (Visuma) 15,000,000 4.12%
TOTAL 363,904,787 100.00%
ANGGARAN PRODUKSI KONSER SEPTEMBER 2016
1 USD = Rp 13.500
URAIAN JUMLAH PERSENTASE
Music Director and Transportasi dan Hotel Transit MusicDirector & Edu Prog Director 75,673,325
Educational Program 36.23%
Fee Music Director (USD 3000) dan 67,500,000
Expense
Educational Program Director (USD 2000)
Fee Musisi, termasuk musisi dari luar negeri 200,000,000 50.61%
Management Fee Expense (Personnel Manager dan Librarian) 7,000,000 1.77%
Operasional Expense, termasuk transportasi, akomodasi musisi dari luar
30,000,000 7.59%
negeri, per diem, biaya cetak, dsb
Dokumentasi (Visuma) 15,000,000 3.80%
“Kami Mendirikan Bandung Philharmonic dengan satu tujuan: mem-bangun mimpi, budaya, dan sumber daya manusia Indonesia melalui sim-foni orchestra berstandar internasional. Ini adalah bentuk cinta dan pengabdian kami untuk kota Bandung.”
Supported by:
www.bandungphilharmonic.web.id Contact us: Airin Efferin 082221100175 / [email protected] Ronny Gunawan 082121777730 / [email protected] B A ND U NG PHI LH A RM O NI C"With an orchestra, you are building citizens. Better citizens for the community."