• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. ANALISA DAN TINJAUAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2. ANALISA DAN TINJAUAN TEORI"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

2. ANALISA DAN TINJAUAN TEORI

2.1. Tinjauan Judul Perancangan 2.1.1. Perancangan Buku

2.1.1.1. Perkembangan Buku

Buku adalah media informasi tertulis yang memiliki beranekaragaman ukuran dan bentuk tampilan. Buku didefinisikan sebagai sejumlah lembaran kertas yang ditulisi dan dicetak serta disatukan dalam satu sampul buku. Buku mengungkapkan tulisan dimana melalui aktivitas ini, manusia dapat memperoleh pengetahuan sekaligus hiburan. Buku bacaan bermanfaat untuk mengembangkan pengetahuan, mencerdaskan seseorang, intelektualitas, juga kreativitas, serta untuk membentuk pola piker dan budaya masyarakat.

Asal mula buku berasal dari pictograph atau piktograf yang banyak ditemukan berbagai gua dan prasasti purbakala, dimana banyak ditemukan gambar yang saling berurutan merangkai cerita. Pada perkembangan penulisan buku dilakukan diatas tempurung hewan seperti kura-kura namun dalam jumlah terbatas. Selanjutnya buku modern berasal dari abad ke-15 yang saat itu terbentuk balok-balok kayu yang diukir, setiap halaman berisi teks maupun ilustrasi.

Teknologi pembuatan buku selanjutnya mengikuti perkembangan didalam hal proses pencetakan. Pada abad ke-16 dan 17, penggunaan potongan-potongan kayu mulai digantikan oleh lempengan-lempengan papan atau lempengan tembaga yang diberi ukiran dan juga digambar dengan semacam zat asam seperti tembaga atau mineral yang memberikan lapisan asam tipis. Namun penemuan ini hanya berlangsung hingga abad ke-18, dimana terjadi revolusi didalam seni membuat buku bacaan dengan ukiran kayu dan teknik lithografi (teknik cetak offset). Proses ini kemudian semakin dikembangkan dalam percetakan buku.

Pada akhir abad ke-19, seni mengukir pada kayu dan juga lithografi digeser dengan teknik atau proses foto mekanik yang

(2)

memungkinkan reproduksi teknik me lukis dan menggambar dengan varisasi yang lebih banyak. Namun eksploitasi dari proses yang cepat dan murah namun tidak terkontrol ini mengaburkan potensi artistik pembuatnya, sehingga beberapa pelukis dan illustrator besar memilih tetap menggunakan cara la ma yang dihidupkan kembali, meskipun ada yang mempergunakan teknik foto mekanik untuk menghasilkan efek yang bagus.

Di era modern sekarang ini perkembangan teknologi semakin canggih. Mesin -mesin offset raksasa yang mampu mencetak ratusan ribu eksemplar buku dalam waktu singkat telah dibuat. Hal itu diikuti pula dengan penemuan mesin komputer sehingga memudahkan untuk melakukan penyusunan huruf dan lay out atau tata letak halaman. Diikuti pula penemuan mesin penjilidan, mesin pemotong kertas, scanner (alat pengkopi gambar, ilustrasi, atau teks yang bekerja dengan sinar laser hingga bisa diolah melalui komputer), dan juga printer laser (alat pencetak yang menggunakan sumber sinar laser untuk menulis pada kertas yang kemudian di taburi serbuk tinta). Semua penemuan menakjubkan itu telah menjadikan buku-buku sekarang ini mudah dicetak dengan sangat cepat, dijilid dengan sangat bagus, serta hasil cetakan dan desain yang sangat bagus. Tak mengherankan bila sekarang ini kita dapati berbagai buku terbit silih berganti dengan penampilan yang semakin menarik. (Gayo hal 126)

2.1.1.2.Penjelasan Tema dan Judul Buku

Buku ini merupakan buku yang berisikan tentang informasi tentang sepeda fixed gear atau fixie, yang diperuntukan kepada masyarakat yang ingin mengetahui, ingin memiliki dan melakukan perakitan sepeda fixie. Buku ini diberi judul “ Fixie Bike”.

Bersepeda kini mulai digemari di masyarakat, mulai yang muda belia sampai yang tua kini memulai kembali bersepeda. Namun dari mereka belum banyak yang mengetahui tentang sepe da fixie. Karena akhir-akhir ini sepeda ini baru mulai berkembang dan mulai meracuni

(3)

masyarakat perkotaan. Didominasi oleh anak muda, perkembangan sepeda fixie kini mulai terlihat keberadaanya.

Jadi buku dengan judul “Fixie Bike” ini dapat memberikan informasi yang membantu mengenai sepeda fixie tersebut. Dalam buku ini, mengenalkan tentang tentang apa itu sepeda fixie, menjelaskan tentang komponen dan memberi gambaran tentang perakitan, selain itu juga menjelaskan tentang komunitas dan seputar kegiatan-ke giatan dalam komunitas tersebut. Banyak jenis sepeda yang ada, Mountain Bike, Folding Bike, Road Bike, BMX, dan sebagainya. Namun fixie merupaka sepeda yang simple dan indah memiliki warna-warni yang mencolok dan dalam perakitan dapat terlihat cita rasa da ri penggunanya yang digambarkan dari kepiawaianya dalam perakitan dan hasil akhir sepedanya.

2.1.1.3.Tinjauan Tentang Sepeda

Sepeda adalah kendaraan beroda dua atau tiga, mempunyai setang, tempat duduk, dan sepasang pengayuh yang digerakkan kaki untuk menjalankannya. Sepeda merupakan alat transportasi yang paling praktis. Selain dapat mengurangi polusi udara, bersepeda juga dapat menyehatkan banyak kelebihan yang kita dapat dari bersepeda. Menjaga kesehatan hati dan jantung, kebugaran tubuh, dan mengencangkan otot-otot tubuh.

Sepeda memiliki jenis dan kegunaannya masing-masing, Mountain Bike, Road Bike, BMX, dan sebagainya. Mountain Bike atau sepeda gubung merupakan sepeda yang dapat digunakan untuk jalanan yang tidak rata. Sepeda ini lebih digunakan untuk berkendara menuruni gunung maupun melewati jalanan kasar dan berbukit. Sepeda gunung biasanya memiliki shock breaker, yang berfungsi untuk meredam getaran pada jalanan yang tidak rata. Sepeda ini lebih empuk dibandingkan sepeda lainnya, apabila digunakan pada jalan aspal sepeda ini kurang cocok karena memiliki ban yang kasar dan lebar dan memiliki bobot yang cukup berat dibandingkan sepeda lainnya. Folding Bike atau yang biasa disebut dengan sepeda lipat, adalah sebuah sepeda yang biasa dipakai diperkotaan.

(4)

Sepeda ini cukup praktis karena sepeda ini tidak hanya bisa dilipat namun karena bobotnya yang cukup ringan sepeda ini mudah untuk dibawa kemana saja. Banyak karyawan muda perkotaan yang menggunakannya untuk berangkat ke tempat kerja mereka dan dari situ terbentuk pula komunitas yang disebut “bike to work”. Dari bentuknya sepeda lipat cukup mungil, memiliki ban yang lebih kecil dibandingkan dengan sepeda gunung namun dalam penggunaanya sepeda ini tidak kalah dengan sepeda lainnya. Road Bike merupakan sepeda sejenis sepeda balap, sepeda yang dipergunakan dijalanan yang rata. Dalam penggunaanya sepeda ini tidak diragukan lagi apabila ingin memperoleh kecepatan yang tinggi. Karena dengan bannya yang tipis dan body yang ramping hal tersebut sangat mungkin untuk dila kukan. Sepeda ini banyak digunakan oleh atlit-atlit balap. BMX merupakan sepeda untuk melakukan trik, jarang sepeda ini hanya digunakan alat transportasi. Karena ukurannya yang lebih kecil sepeda ini juga banyak digunakan oleh anak-anak. Memiliki ukuran roda yang lebih kecil bila dibandingkan dengan sepeda balap. Biasanya komunitas sepeda BMX ini berteman dengan komunitas skateboard dan sepatu roda. Karena kesamaan mereka yang gemar melakukan free style.

1.) Mountain Bike

Mountain Bike atau sepeda gunung disingkat MTB atau ATB ( all-terrain bike) adalah sebuah sepeda dibuat untuk bersepeda off-road. Kegiatan ini termasuk melintasi batu, gundukan, menuruni daratan curam, jalan berlumpur. Sepeda ini harus mampu menahan tegangan off -road digunakan dengan hambatan seperti kayu dan batu. Kebanyakan sepeda gunung menggunakan roda dengan rims yang berukuran 559mm dalam bahasa sehari-hari disebut sebagai 26”, walaupun istilah ini tidak akurat karena mencakup terlalu banyak velg dan ukuran ban. Roda yang digunakan pada sepeda gunung biasanya memiliki permukaan luas dan menonjol, ban untuk atraksi yang baik di medan yang tidak rata dan memerlukan penyerapan getaran. Sejak tahun 2000, suspensi roda depan dan suspensi belakang telah menjadi bagian penting. Beberapa sepe da

(5)

gunung juga dilengkapi dengan untuk memberikan daya pengungkit ekstra dalam mendaki bukit. Dalam perkembangannya MTB telah memasuki peningkatan gearing, sampai dengan 30 kecepatan, untuk memfasilitasi baik mendaki dan menuruni dengan cepat, perkembangan lainnya termasuk disc-brake, atau cakram yang dapat membantu dalam pengereman.

Gambar 2.1 http://www.mountainbike-uk.com

Sejarah sepeda gunung, nama sepeda gunung pertama kali muncul dicetak pada tahun 1966. Sepeda gunung adalah sebuah diubah berat sepeda cruiser digunakan untuk freewheeling menuruni gunung. olahraga ini menjadi populer di tahun 1970-an di daerah Marin, California, USA. Film dokumenter 2007, Klunkerz: A Film About Mountain Bikes. Meliput perjalanan sepeda off-road secara rinci. Namun, tidak sampai akhir 1970-an d1970-an 1980-1970-an awal bahwa perusaha1970-an sepeda mulai memproduksi sepeda gunung yang menggunakan bahan ringan dan berteknologi tinggi, seperti M4 aluminium, meskipun dalam beberapa tahun terakhir, frame titanium menjadi lebih umum teta pi bisa sangat mahal. Sepeda gunung diproduksi secara massal pertama adalah “Specialized Stumpjumper” pada tahun 1982.

Sepeda gunung dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori berdasarkan suspensi,

(6)

Fully rigid, frame dengan garpu kaku dan belakang tetap, tanpa suspensi.

Hardtail, frame dengan garpu bersuspensi depan dan tidak ada suspensi belakang.

Soft tail, frame dengan jumlah kecil suspensi pada bagian

belakang, diaktifkan oleh flex dari bingkai bukan pivots.

Dual or full suspension, sebuah garpu suspensi depan dan

suspensi belakang dengan shock belakang dan menghubungkan roda belakang untuk bergerak pada poros.

Jenis-jenis sepeda gunung,

Cross Country (XC)

Trail Bikes

All Mountain (AM)

Freeride

Down Hill (DH)

Berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang jenis-jenis sepeda gunung,

a.) Cross Country (XC)

Merupakan sepeda gunung yang dirancang untuk balapan lintas negara. Balapan lintas negara ini dimaksudkan dengan penekanan pada pendakian serta kecepatan dan menuntut ketahanan sepeda yang baik, ringa n dan efisien. Pada tahun 1980-an dan 1990-an sepeda gunung XC biasanya terdiri dari baja ringan frame hardtail dengan garpu kaku. Sepanjang tahun 90-an sepeda XC berevolusi untuk menggabungkan frame aluminium ringan dan jarak pendek (65-110mm) garpu suspensi depan. Baru-baru ini desain suspensi penuh telah menjadi lebih umum, penggunaan komposit serat karbon canggih telah memungkinkan para desainer untuk menghasilkan desain sepeda suspensi penuh di bawah 10kg. sepeda suspensi Penuh seperti Epic khusus dan Merida Ninety Dua telah berhasil digunakan untuk memenangkan Kejuaraan Dunia Cross

(7)

Country. Geometri sepeda Cross Country nikmat dalam pendakian, kemampuan dan tanggapan cepat dalam turunan dan stabil sebagai hasilnya sudut khas adalah 70-71o. Meskipun ditujukan untuk penggunaan off-road, sepeda gunung Cross Country dengan konstruksi ringan tidak dirancang untuk digunakan pada daerah yang terlalu curam atau berat.

Gambar 2.2 www.cdn.mos.bikeradar.com

b.) Trail Bikes

Pengembangan sepeda XC yang umumnya digunakan oleh pengendara sepeda motor di pegunungan. Tujuan dibangun adalah untuk "Trail centers" atau di jalur off-road, mereka biasanya memiliki jarak sekitar 120-140mm, berat 11-15kg, dan sedikit geometri miring dari sepeda XC, meski tidak kendur sebagai sepeda AM. Contoh-contohnya adalah The Giant Trance, seri Trek Fuel EX, Specialized Stumpjumper FSR, dan lain-lain. Dengan kurangnya tekanan dari berat badan, Trail Bikes biasanya dibangun untuk menangani daerah lebih kasar dari sepeda XC. Didesain dengan memiliki sudut kepala (69-680) yang menyediakan stabilitas yang lebih besar.

(8)

Gambar 2.3 http://www.comparecyclegear.com

c.) All-mountain (AM)

Menjembatani kesenjangan antara Cross Country dan sepeda freeride, seperti seri Trek Remedy, Specialized Enduro, biasanya memiliki berat antara 13-16kg. Sepeda ini cenderung memiliki suspensi lebih besar, yakni 150mm pada bagian depan dan belakang. Mereka dirancang untuk dapat menanjak dan menuruni dengan baik, hal ini dimaksudkan untuk dikendarai sehari-hari dan memalui jalur curam, tanjakan dan turunan yang curam, maka istilah adalah all-mountain.

Gambar 2.4 http://www.ab-bike.com d.) Freeride (FR)

Sepeda gunung yang mirip dengan sepeda downhill, tetapi dengan penekanan kurang pada berat dan lebih pada kekuatan. sepeda Freeride cenderung memiliki suspensi yang cukup dan biasanya memiliki setidaknya panjang 180mm. Komponen dibangun kuat, sehingga lebih

(9)

berat. Mereka bisa dikendarai menanjak, tetapi tidak efisien dan sudut kepala mereka agak kurang sehingga membuat mereka sulit untuk manuver, dan memiliki kecepatan rendah. Mereka efektif pada jalur menurun. Sudut frame biasanya lebih miring dari pada sepeda downhill. Hal ini meningkatkan kemampuan manuvernya di atas dan di sekitar benda -benda kecil. sepeda Freeride memiliki berat berkisar antara 14-20kg.

Gambar 2.5 http://images.jensonusa.com

e.) Downhill(DH)

Sepeda ini biasanya memiliki panjang suspensi 200mm atau lebih. Mereka dibangun dengan frame yang kuat, namun ringan, bahan yang sering digunakan adalah aluminium. Dalam beberapa tahun terakhir, sepeda Downhill teringan yang telah ada seberat 18 kg. Karena gear yang mereka miliki biasanya besar atau tinggi dan dengan sudut geometri yang miring. Sepeda Downhill ideal hanya untuk naik-turun, menuruni jalur khusus yang sudah ada. Sebagian besar bagian sepeda gunung dimiliki oleh sepeda Downhill untuk mendapatkan pergerakan yang cukup dan untuk melaju dengan cepat diatas jalan yang bergelombang. Karena mengutamakan kecepatan dalam menuruni bukit, gear yang dimiliki hanya satu cincin rantai di bagian depan. Beberapa desain terbaru menggunakan internal gearbox yang dibangun langsung di dalam konstruksi rangka, modifikasi ini menghilangkan kebutuhan untuk mekanisme derailleur belakang, meskipun desain ini belum banyak diterapkan.

(10)

Gambar 2.6 http://images.jensonusa.com

Pada tahun 2000-an, desain sepeda gunung menggunakan frame yang dirancang untuk digunakan off-road, yang diperkuat untuk menahan melompat dan menggunakan geometri yang memungkinkan untuk melompat lebih banyak untuk menghindari hambatan seperti kayu, batu, dan gundukan. Sepeda gunung memiliki 21, 24, atau 27 kecepatan, dengan 3 roda gigi di bagian depan, dan 7 8, atau 9 roda gigi pada roda belakang. Geometri sepeda gunung, Sudut kritis dalam geometri sepeda adalah sudut kepala (sudut dari tabung kepala), dan sudut kursi (sudut dari tabung kursi). Sudut ini diukur dari horisontal, dan secara drastis mempengaruhi posisi dan kinerja karakteristik pengendara sepeda. Secara umum, sudut kemiringan (lebih dekat ke 90 derajat dari horisontal) lebih efisien untuk mengayuh sampai bukit-bukit dan membuat untuk penanganan lebih tajam. sandaran sudut (bersandar jauh dari vertikal) lebih disukai untuk kecepatan tinggi dan stabilitas jalanan menurun.

Di masa lalu sepeda gunung memiliki frame dan garpu yang kaku. Pada awal 1990-an, sepeda gunung pertama dengan garpu suspensi diperkenalkan. Garpu suspensi pertama berukuran sekitar 38-50mm. Suspensi pada garpu yang sekarang tersedia sampai dengan 200mm atau lebih. Sepeda dengan suspensi depan dan kaku, roda belakang non-ditangguhkan, atau hardtails menjadi populer hampir dalam semalam. Sementara desain hardtail memiliki manfaat dan biaya lebih rendah, perawatan mudah, dan efisiensi mengayuh lebih baik, Namun

(11)

perlahan-lahan kehilangan popularitasnya karena perbaikan dalam desain suspensi penuh. Banyak sepeda gunung baru mengintegrasikan suspensi penuh desain dikenal sebagai Dual Suspension atau full-susser, yang berarti baik pada ban depan dan belakang dilengkapi dengan shock breaker. Dalam beberapa bentuk saat roda menempel pada sepeda dimaksudkan untuk menyediakan kehalusan, roda dapat melakukan pergerakan naik dan turun untuk menyerap kekuatan hambatan mencolok ban. Dual suspension dengan kualitas yang sama jauh lebih mahal, tetapi kenaikan harga ini membawa upgrade performa off-road yang sangat besar. Sebagai sepeda dual suspensi lebih cepat saat menuruni jalan yang kasar, dari pada bentuk-bentuk sepeda gunung laninya. Hal ini karena ketika roda mengalami hambata n, kecenderungannya adalah untuk terpental. Sepeda Dual Suspension memecahkan masalah ini dengan menyerap ini gaya ke atas dan mengirimkannya ke guncangan dari roda depan dan belakang, secara drastis mengurangi pergerakan momentum dan mengurangi getarannya . Banyak sepeda suspensi ganda termasuk downhill, freeride,

dan all-mountain. Meskipun beberapa sepeda yang dibangun hanya

memiliki suspensi depan dengan masksud untuk melompati hambatan, hal ini membuat mereka lebih ringan dan lebih mudah untuk dikontrol pergerakannya. Kekurangan dari suspensi belakang adalah meningkat bobot sepeda, peningkatan harga, dan dengan beberapa desain, dan efisiensi mengayuh.

Sementara departemen sepeda gunung murah sering kali datang dengan V-rem, sepeda gunung diproduksi sejak pertengahan 2000-an menggunakan cakram. Hal ini menawarkan peningkatan daya henti rem yang lebih baik, karena mereka terletak di pusat roda dan karena bagian itu tetap kering dan bersih dari pada bagian rims roda yang lebih mudah kotor atau rusak. Sedangkan kantilever tradisional dan gaya pengereman rem V-sistem pengereman yang disediakan cukup untuk sepeda sepenuhnya kaku dan sebelumnya, kurang suspensi sepeda canggih dilengkapi garpu, sebagai suspensi telah diciptakan untuk kecepatan sepeda yang lebih tin ggi. Disc rem menawarkan kapasitas yang berkelanjutan untuk

(12)

pengereman berat dengan masalah yang lebih sedikit dari rem pudar daripada yang dihadapi dengan rem bibir, sehingga margin keselamatan yang lebih besar dengan kelelahan pengendara kurang, modulasi lebih besar dan oleh karena itu kontrol. Kerugian dari rem cakram adalah biaya meningkat dan berat sering lebih besar. rem cakram hidrolik, yang bekerja dengan memindahkan fluida rem melalui selang atau baris untuk memeras bantalan bersama, membutuhkan jauh lebih teknis pemeliharaan tetapi menikmati tenaga pengereman jauh lebih dan interval layanan lebih lama. rem cakram mekanis, yang lebih sederhana dan agak lebih murah, bekerja dengan cara yang sama untuk rem pelek dengan menarik satu pad terhadap disk dengan kabel, namun menawarkan sekitar jumlah yang sama gaya sebagai rem rem-V, yang berarti bahwa keuntungan sistem tersebut adalah terbatas pada keuntungan umum rem cakram lebih V-rem, pembatasan tentu saja, kekuasaan - ini termasuk kinerja yang lebih baik dan kondisi basah berlumpur, dan kemudahan menghapus roda. Kekuatan pengereman dari rem cakram juga tergantung pada ukuran rotor. Misalnya, telah rotor 8-inch tenaga pengereman lebih dari sebuah rotor 6-inci dari desain yang sama (sekitar 33% lebih). Hal ini karena caliper rem dapat menerapkan lebih torsi dengan jumlah yang sama gaya karena disk yang lebih besar lagi menyediakan lengan saat. Rem cakaram adalah pilihan yang baik untuk semua jenis tanjakan, terutama pada daerah basah dan berlumpur. Dalam ha mpir setiap bentuk balap MTB, rem V-telah menjadi usang, digantikan oleh hidrolik rem cakram - rem cakram adalah suatu keharusan untuk Downhill, V-rem tidak mampu memberikan tenaga pengereman yang diperlukan. Dalam balap XC pro-tingkat, V-rem juga menjadi usang karena penurunan berat badan yang besar di rem cakram hidrolik (beberapa set sekarang bisa menimbang sebagai sedikit sebagai 300 gram). Oleh karena itu rem cakram lebih banyak digunakan untuk saat-saat ini.

Sebagian besar sepeda gunung menggunakan roda berukuran 26” (559mm), meskipun beberapa model menggunakan roda 24” atau 29” (520 atau 622mm). Roda 622mm adalah roda standar untuk bersepeda dijalanan dan umumnya dikenal sebagai 700C. Di beberapa negara, terutama di

(13)

Eropa, roda 700C umumnya disebut roda 28”. Sedangakan roda 24” biasanya digunakan untuk melompati rintangan, dan pada sepeda Freeride ukuran 24” hanya digunakan pada roda belakang saja, karena hal ini membuat sepeda lebih mudah digerakkan. Roda 29” pada sepeda gunung pernah digunakan hanya untuk sepeda Cross Country. Roda diciptakan dalam berbagai ukuran, mulai dari velg standar yang cocok untuk digunakan dengan ban dalam 26”x1,90 - 2,10 (559 x 48-53mm), untuk ukuran lebar 2,35 dan 3,00 pada (60 dan 76mm) lebih populer pada sepeda Freeride dan Down Hill. Walaupun wheelsets berat disukai pada sepeda Freeride dan Down Hill, kemajuan teknologi roda terus mengurangi bobot pada roda -roda yang digunakan. Hal ini sangat menguntungkan karena pergerakan roda yang berat sangat mempengaruhi penanganan dan kendali, yang sangat penting dengan sifat teknis dari Freeride dan Down Hill. Luas tapak yang lebar roda kadang-kadang digunakan oleh icebikers yang menggunakan sepeda gunung mereka saat musim dingin dalam kondisi bersalju. Pabrik memproduksi ban sepeda dengan berbagai pola tapak sesuai dengan kebutuhan yang berbeda. Di antara gaya ini adalah: ban untuk jalanan licin, ban dengan punggung pusat dan luar tapak, sepenuhnya menonjol, depan-spesifik, belakang-spesifik, dan untuk jalanan bersalju. Beberapa ban bisa secara khusus dirancang untuk digunakan dalam cuaca tertentu (basah atau kering) dan kondisi medan (keras, lunak, berlumpur, dll). Ban yang lebih mahal cenderung lebih ringan dan memiliki kelebihan untuk mengurangi bobot saat ban bergerak. Karet ban yang lengket sekarang tersedia untuk digunakan pada sepeda Freeride dan Down Hill. Meskipun memakai ban Down Hill lebih cepat, dan mereka memberikan traksi yang lebih besar dalam semua kondisi, terutama saat menikung. Ban dan rims tersedia dalam bentuk tubeles, dengan tubeless baru-baru ini (2004) mendapatkan kenikmat untuk ketahanan pada ban mereka. Ban tubeless juga dapat dijalankan pada tekanan udara lebih rendah untuk meningkatkan daya tarik dan rolling resistance meningkat. produsen ban yang populer adalah Schwalbe, Maxxis, Nokian, Michelin, Continental, Tioga, Kenda, Hutchinson Khusus

(14)

dan Panaracer. Sumber: “Off Road Origins” – Steve Griffith dan “Tire Sizing Sistem” – Sheldom Brown.

2.) Road Bike

Road Bike adalah sepeda yang dikhususkan untuk dig unakan dijalan datar atau aspal. Sepeda ini dikhususkan untuk melaju dengan kecepatan tinggi. Road Bike juga biasa disebut dengan sepeda stang jatuh, atau sepeda sport. Yang membedakan Road Bike dengan sepeda lainnya adalah:

- Bentuk stang yang melengkung kebawah / jatuh

- Bentuk ban yang tipis, dengan tekanan tinggi dan sedikit guratan, untuk mengurangi gesekan

- Memiliki Gear yang cukup banyak - Memiliki kontruksi rangka yang ringan

Gambar 2.7 http://pushplay.sparc.org.nz

Seperti halnya MTB, Road Bike juga dikategorikan dalam beberapa jenis, - Racing bicycles, didesain untuk melaju cepat dan dengan

kontruksi yang ringan. Biasanya terbuat dari serat karbon.

(15)

jauh dengan kontruksi kuat, nyaman, dan mampu membawa beban berat.

- Hybrid bicycles, didesain untuk rekreasi dan berbagai keperluan. Sepeda ini juga dapat digunakan dijalan halus atau agak kasar.

- Utility bicycles, didesain untuk kegiatan sehari-hari. Sepeda tradisional yang biasa digunakan untuk berbelanja, dan untuk kebutuhan transportasi diperkotaan.

- Roadster (bicycles), sepeda dengan bentuk khusus yang dikembangkan di Inggris.

- Recumbent bicycles, didesain untuk tujuan rekreasi dan keperluan lainnya. Tetapi dengan kontruksi naik yang tidak biasa dimana pengendara duduk dalam posisi berbaring.

a.) Racing bicycles / Sepeda balap

Merupakan salah satu sepeda dalam kategori Road Bike, adalah sebuah sepeda dirancang untuk kompetisi, olahraga yang diatur oleh sesuai aturan Uni Cycliste Internationale (UCI). Aturan UCI telah diubah pada tahun 1934 untuk mengecualikan sepeda telentang dalam kompetisi. Karakteristik yang paling penting tentang sepeda balap yang berat dan kekakuan yang menentukan efisiensi di mana daya dari pengendara mengayuh pedal dapat ditransfer ke gear dan selanjutnya ke roda. Untuk balap sepeda, dikorbankan sebuah kenyamanan untuk kecepatan. Penurunan setang diposisikan lebih rendah dari sadel dalam rangka untuk menempatkan pengendara dalam sikap yang lebih aerodinamis. Roda depan dan bela kang yang berdekatan sehingga sepeda memiliki pergerakan yang cepat. Perputaran gear sepeda yang erat, mengakibatkan pengendara dapat mengayuh pedal dengan irama. Balap sepeda lainnya, terutama yang digunakan dalam waktu yang lama dan jarak yang jauh lebih memprioritaskan kenyamanan.

(16)

Gambar 2.8 http://www.uncrate.com

Sepeda untuk balap di velodromes adalah track bicycle, sepeda untuk balap offroad adalah mountain bike dan cross country. Menurut aturan International Human Powered Vechile Association termasuk recumbent bicycles (sepeda telentang), adalah sepeda tercepat di dunia. Recumbent bicycles tidak termasuk dari definisi sebuah sepeda UCI pada 1 April 1934. Dan Triathlon bicycle diatur oleh aturan International Triathlon Union (ITU), yang memungkinkan pengembangan teknologi lebih baru daripada aturan UCI.

Roda sangat mempengaruhi kinerja dari sepeda balap. Pinggiran roda dibentuk untuk efisiensi aerodinamis yang lebih besar dan dibuat bagian silang segitiga untuk membelah tetes air hujan dengan ban. Bagaimanapun, energi kerugian akibat berat rims aerodinamis lebih tinggi kebanyakan lebih besar dari pada bentuk aerodinamis yang mereka tawarkan, sehingga velg kotak tradisional yang lebih ringan sering digunakan. Untuk efek aerodinamis dan mengurangi berat roda dalam berputar, umumnya lebih baik untuk mengurangi jumlah ruji atau jari-jari dalam roda. Untuk roda dengan velg lebar, jari-jari dapat dirakit dan berbentuk saling - silang, dengan ini lebih mengurangi hambatan angin. Yang umum materi yang paling untuk velg adalah campuran aluminium. Tetapi penggunaan serat karbon pada velg mengurangi berat dibandingkan dengan pelek logam. Menggunakan bahan eksotis, wheelsets (keseluruhan bagian roda) tersebut dihargai sangat mahal. Riders dalam lomba sering

(17)

memilih untuk memiliki setidaknya dua pasang roda. Pertama, lebih berat lebih tahan lama, dan wheelset murah untuk pelatihan, dan wheelset yanglebih ringan lebih memperoleh efek aerodinamis untuk mengikuti balap. Untuk mengurangi hambatan udara dan hambatan laju roda di jalan, yang biasa digunakan adalah ban ringan, dengan bentuk sempit dan tipis, memiliki tapak yang halus (tanpa alur). Ban balap mampu bertahan hingga tekanan tinggi, biasanya sekitar 8 bar (120 psi), track balap ban bisa meningkat sampai sekitar 14 bar. Sampai saat ini, sepeda balap paling banyak digunakan adalah tubular tires. Dijahit di sekitar tabung dan terpaku pada velg. Ban ini memberikan keuntungan dalam berat (tanpa kawat, mengurangi berat ban), daya putar ban, dan cengkraman. Dan kemajuan teknologi ban, bagaimanapun, telah jauh lebih praktis.

Komponen sepeda balap (termasuk frame, fork, wheelset, bars, stem,, saddle, pedals, dan seatpost) secara kolektif disebut sebagai groupset. Kualitas groupset menentukan bagaimana kehalusan sepeda terasa, berapa banyak pemeliharaan itu diperlukan, dan berkontribusi terhadap kinerja sepeda. Dua produsen besar groupset lengkap untuk sepeda balap adalah Shimano dan Campagnolo. Perusahaan-perusahaan memiliki filosofi desain yang berbeda, dan beberapa pengendara sepeda memiliki loyalitas merk yang hebat untuk satu atau yang lain. Pada awal 1990-an, Shimano memperkenalkan dual-control dengan sistem yang disebut Shimano Total Integration (IMS). IMS dicirikan oleh gabungan rem dan shifter. Sebelumnya, shifter dipasang pada batang, ujung stang atau pipa bawah frame. Dual kontrol membahas masalah tersebut karena harus mereposisi tangan untuk mengubah gigi. IMS milik Shimano bersaing oleh Campagnolo / Sachs Ergolever. Selain ini, desain umum sepeda balap telah berubah sedikit sejak pengembangan derailleurs. Tingkat groupset jalan bahwa perusahaan-perusahaan tawarkan adalah sebagai berikut, dari tertinggi ke level terendah. Nomor dalam kurung menunjukkan jumlah gear / kecepatan yang terdapat pada masing-masing jenis. Shimano: Dura-Ace (10s), Ultegra SL (10s), Ultegra (10s), 105 (10s), Tiagra (angka 9), SORA (angka 9), 2300 (8s). Campagnolo: Record

(18)

Super (11s), Rekam (11s), Chorus (11s), Centaur (10s), Veloce (10s), Mirage (10s), Xenon (10s). SRAM: Merah (10s), Angkatan (10s), Rival (10s). Pada pertengahan 1990-an Mavic, dikenal karena wheelsets mereka, memperkenalkan system pergeseran elektronik yang dipelopori dalam Tour de France oleh pembalap Amerika Greg LeMond dan kemudian oleh pembalap Inggris Chris Boardman, yang menyukai fakta bahwa sistem ini memungkinkan untuk beralih dari aerobars dan tuas rem. Sistem tidak bekerja karena hambatan teknologi, tetapi telah dikabarkan bahwa Campagnolo telah mengembangkan groupset elektronik dan telah diuji lapangan baru-baru ini pada tahun 2005 Giro d’Italia. Pada awal Maret 2006, beberapa penunggang kuda pro terlihat naik dengan groupsets Shimano bergeser elektronik; pengujian lebih lanjut di-jajaran pro terus selama 2 tahun ke depan. Baru-baru ini, Shimano telah mengumumkan bahwa tahun 2009 groupset mereka yang bernama Dura-Ace memberikan pilihan baik pergeseran manual ataupun pergeseran elektronik. Serat karbon juga menjadi lebih populer untuk komponen groupset. Campagnolo dan SRAM telah memperkenalkan serat karbon untuk high-end shifter dan tuas rem, crank, dan bagian dari derailleurs mereka . serat karbon frame, setang, sol sepatu, fork dan seatposts juga lebih umum, termasuk batang terpadu / kombinasi stang. Keuntungan dari serat karbon dengan bobot yang lebih ringan serta peningkatan peredam getaran yang mengarah ke penggunaan yang lebih nyaman.

Stang sepeda mengacu pada mekanisme kemudi untuk sepeda, yang setara dengan roda depan. Selain kemudi, setang juga sering mendukung sebagian pengalihan berat pengendara, tergantung pada posisi mereka, dan menyediakan tempat pemasangan yang nyaman untuk tuas rem, shifter, cyclocomputers, bel, dll. Pada sepeda balap, jenis stang yang digunakan adalah jenis stang jatuh kebawah. setang jatuh / drop, seperti yang digunakan pada road atau track bicycles. Drop bar (setang jatuh) memiliki satu atau dua lekukan longitudinal sehingga rem dan kabel

shifter kurang menonjol ketika mereka dibungkus dengan bar tape

(19)

memberikan dukungan yang lebih nyaman bagi tangan. Drop bar jenis track adalah variasi dari stang yang dirancang untuk posisi naik khas pembalap track bicycles. Stang ini dicirikan oleh besar, bentuk yang landai. Stang ini dirancang untuk digunakan tanpa tuas rem, tetapi baru-baru ini mengalami peningkatan popularitas penggunaan dengan sepeda fixed gear dan dengan demikian telah diadaptasi agar sesuai dengan tuas dan posisi tangan. Selain itu ada drop bar jenis klasik yang memiliki bagian datar pada pegangan atasnya. Memberikan kenyamana bagi pengendara. Bila dibandingkan dengan stang track stang ini lebih kaku dalam hal bentuk namun nyaman dalam penggunaannya.

b.) Touring bicycles / sepeda tur

Sebuah sepeda yang dirancang atau dimodifikasi untuk berjalan jauh. Untuk membuat sepeda cukup kuat, nyaman dan mampu membawa beban berat, fitur-fitur khusus mungkin termasuk panjang wheelbase (untuk kenyamanan naik dan untuk menghindari-ke-koper konflik pedal), bahan frame yang mendukung fleksibilitas lebih dari kekakuan (untuk kenyamanan), tugas berat roda (untuk kapasitas beban), dan titik pemasangan banyak (untuk tas, bagasi, fender dan tempat botol). Sepeda tur memiliki beberapa jenis sesuai dengan fungsi dan medan jalan yang di tempuh, yaitu sepeda tur untuk jalan datar, olahraga, wisata, telentang, dan tandem.

(20)

Sepeda tur untuk jalan datar memiliki ukuran frame yang dirancang untuk memberikan tumpangan yang nyaman dan stabil, penanganan diprediksi ketika sarat dengan bagasi, ketentuan untuk lampiran fender dan mounting untuk rak pembawa dan pannier. Sepeda tur jenis ini dapat menggunakan roda 700C (622mm), diameter yang sama dengan sepeda balap. Sepeda tur jenis yang lain memiliki bentuk rims lebih luas dan bentuk penampang roda yang lebih lebar. Sebelum 1980-an, sepeda tur banyak untuk pasar Amerika Utara dibangun dengan 27” (630mm) roda yang memiliki diameter sedikit lebih besar. sepeda touring lain menggunakan roda 26-inch untuk sepeda touring, untuk digunakan di jalan baik off-road dan. Keuntungan dari roda sedikit lebih kecil termasuk kekuatan tambahan, ketersediaan ban di seluruh dunia, dan bobot yang lebih ringan. Beberapa sepeda tur, memiliki frame yang dirancang untuk roda 26” atau roda 700C, dengan geometri yang optimal frame untuk ukuran roda yang dipilih 26”. Khusus sepeda tur, ban dibuat untuk roda yang tersedia secara luas terutama di negara-negara berkembang, di mana 700C mungkin sulit untuk mendapatkan.

c.) Sport Touring, sepeda olahraga / tur

Sepeda tur yang sanga t ringan dilengkapi dengan roda lebih ringan dan memiliki ukuran 25-28 mm. Ini juga dapat digambarkan sebagai sepeda balap dilengkapi dengan ban lebih berat dan sedikit lebih santai ukuran frame (meskipun masih lebih cepat daripada rata-rata kecepatan sepeda). Hal ini dirancang sebagai penanganan cepat, responsif dan cepat mesin hari tur. Karena itu, dimaksudkan untuk membawa pengendara dan beban yang ringan, pengendara biasanya membawa sedikit lebih dari satu kartu kredit dan untuk penginapan semalam, buku pada setiap motel yang berguna, atau tempat tidur dan sarapan sementara di perjalanan.

(21)

d.) Expedition touring

ada banyak varian pada sepeda tergantung pada berat yang dibawa dan jenis medan yang lewati. Sepeda untung ekspedisi dirancang untuk membawa beban berat di atas jalan terburuk di tempat-tempat terpencil dan jauh. Ini berkisar dari sekedar kuat sepeda gunung dibangun, dilengkapi dengan rak, pannier, dan ban memiliki tugas yang berat, untuk membangun sepeda yang dibuat untuk mengatasi jalur tempuh yang panjang. Frame sepeda ekspedisi ini sering terbuat dari baja agar apabila terjadi pecahan dapat lebih mudah diperbaiki. Sebuah sepeda ekspedisi dibuat dari pipa baja karena jalur tempuh yang relatif berat, dengan roda 26“, dan bagian-bagiannya dipilih untuk ketahanan dan kemudahan pemeliharaan. Kriteria desain utama untuk sepeda ini akan memungkinkan memiliki semua kenyamanan, dan memiliki karakteristik penanganan yang baik di bawah beban berat, dan mampu berjalan lancar di jalan yang baik, tetapi juga pada jalan yang terburuk. Beberapa pesepeda telah membuat sepeda ekspedisi mereka sendiri, dengan membangun menggunakan frame sepeda gunung. Perbedaan utama antara sepeda gunung dan sepeda tur ekspedisi karena adanya penambahan rak untuk pannier, dan le bih keras, Sepeda ini memiliki panjang whellbase untuk memungkinkan lebih nyaman saat menjelajah, dengan mengorbankan dari manoeverability dari sebuah MTB. Kebanyakan pengguna sepeda ini juga lebih suka yang lebih berat, roda yang lebih kuat daripada yang roda normal sepeda gunung yang diproduksi dan meskipun beberapa sepeda sekarang dilengkapi dengan rem cakram untuk mengatasi beban ekstra dan berat. Sepeda ekspedisi kebanyakan memiliki kisaran roda gigi yang sama seperti sepeda gunung.

e.) Sepeda Mixed Terrain Siklus-Touring

Persilangan antara sepeda gunung dan sepeda jalan datar. Sepeda ini berjuang untuk keseimbangan antara efisiensi, kecepatan, dan off road. Biasanya dibangun dengan rangka baja ringan dan setang drop. Berbeda

(22)

dengan sepeda tur ekspedisi, menggunakan roda berukuran 700C atau 650B. Namun, seperti sepeda motor touring lainnya, mereka menekankan geometri santai untuk semua kenyamanan. Sepeda gunung dengan gear rendah sering digunakan dan sepeda ini biasanya dapat membawa beban berat tanpa kesulitan. Campuran sepeda touring termasuk dalam kategori ini dan digunakan untuk tur medan campuran di pegunungan.

f.) Folding / tur Collapseable

Peningkatan jumlah khusus yang dirancang dan dibangun atau disesuaikan dengan sepeda lipat yang digunakan dalam touring. Sebagian besar dibangun dengan roda berukuran 20" (406mm), meskipun beberapa yang dibangun dengan roda 16", dan ada yang dibangun khusus dengan ukuran roda 17". Banyak memiliki karakteristik yang sama baiknya dengan sepeda wisara dengan ukuran roda 26" atau 700C, namun keuntungan dari sepeda ini adalah mereka dapat dilipat atau lebih mudah untuk dibawa dalam transportasi seperti kereta api dan di bagasi pesawat.

g.) Sepeda tur teletang / Recumbents

Berbeda dari sepeda tur lainnya sepeda ini berbentuk unik dengan pengendara duduk dengan kaki mengangkat ke depan. Setang dari sepeda ini tidak di depan seperti sepeda konvensional, tetapi di atas atau di bawah kursi.

h.) Sepeda tur tandem

Merupakan sepeda yang dibangun untuk dua pengendara. Sepeda ini dapat membuat lebih mudah untuk dua pengendara dengan kemampuan yang berbeda untuk naik bersama-sama, tetapi frame tandem tidak memungkinkan lagi untuk membawa banyak bawaan bila dibandingkan dari sepeda tunggal. Seperti sepeda tur telentang, keterbatasan ini dapat diatasi dengan menarik trailer.

(23)

i.) Hybrid Bicycles/ Sepeda Hybrid

Sepeda yang dirancang untuk tujuan digunakan dalam kegiatan sehari-hari, termasuk beraspal dan tak beraspal jalur jalan. Ini menggabungkan fitur dari road bike dan mountain bike, dan termasuk varian seperti sepeda perkotaan, city bike, cross bike, dan commuter. Secara umum, sepeda ini menggunakan tiga tumpuk crank seperti yang digunakan sepeda gunung, setang yang dipakai, memberikan postur lebih tegak bila dibandingkan road bike, serta rem yang digunakan adalah rem biasa dan rem cakram. Dari pada road bike, sepeda ini sering menggunakan ban ukuran 700C (besar) untuk kecepatan yang lebih tinggi, tapi menggunakan pelek yang lebih luas dan ban dengan kekuatan lebih besar. Ada variasi yang berbeda dari sepeda hybrid, untuk digunakan di lingkungan perkotaan, atau untuk digunakan pada berbagai permukaan jalan beraspal dan tak beraspal. Untuk beberapa produsen sepeda, perbedaan jenis sepeda hybrid ini, lebih berkaitan dengan fokus pemasaran ketimbang desain dan spesifikasi.

Gambar 2.10 http://media.tumblr.com

j.) Trekking bike

sebuah sepeda hybrid dengan semua aksesoris yang diperlukan untuk sepeda tur, seperti, tas untuk membawa beberapa keperluan, pannier, lampu, dll.

(24)

k.) Cross bike

Memanfaatkan frame sepeda mirip dengan sepeda balap atau sepeda olahraga / sepeda tur, dan biasanya dilengkapi dengan setang datar hampir untuk memberikan posisi tegak dan lebih naik dari pada posisi balap atau olahraga / sepeda touring. Sebagai hybrid sepeda dimaksudkan untuk digunakan rekreasi dan memenuhi kebutuhan umum, cross bike berbeda dengan cyclo-cross bicycle, yang merupakan sepeda balap high-end yang sengaja dirancang untuk bersaing di olahraga cyclo -cross. Sepeda ini dilengkapi dengan roda 700C dan menggunakan ban yang memiliki tapak yang lebih luas (1,125-1,25”, atau 28-32 mm) dibandingkan dengan ban untuk balap. Lebar tapak ban tambahan dan dimaksudkan untuk memberikan sepeda cross-hybrid beberapa kemampuan untuk berurusan dengan permukaan kasar atau berserakan yang mungkin dijumpai pada sepeda jalan beraspal atau tak beraspal, seperti kerikil, daun, pasir, dan lumpur dangkal. sepeda lintas Kebanyakan biasa terhadap penggunaan off-trotoar moderat dan ringan, dan dengan demikian biasanya tidak dilengkapi dengan fender, lampu, atau rak carrier. Roda 700C yang lebih besar yang sedikit lebih cepat pada permukaan beraspal dan dapat memberikan keuntungan bagi perjalanan lagi atau untuk tujuan wisata.

l.) Commuter Bike / Sepeda komut er

Hybrid yang dirancang khusus untuk perjalanan pulang-pergi jarak pendek atau panjang. Ini biasanya fitur derailleurgearing, dengan roda 700C yang cukup ringan 1,125“ (28 mm), rak carrier, spatbor penuh, dan frame dengan titik mount yang cocok untuk membawa berbagai beban keranjang atau pannier. Kadang-kadang, meskipun tidak selalu memiliki chainguard tertutup untuk memungkinkan pengendara untuk mengayuh sepeda dengan menggunakan celana panjang tanpa terganggu karena celana tersangkut dalam rantai tersebut. Sepeda komuter biasanya dilengkapi dengan lampu untuk digunakan saat larut malam.

(25)

m.) City Bike

Serupa dengan sepeda komuter, sepeda kota dioptimalkan untuk jalan kasar diperkotaan. Sepeda ini merupaka warisan sepeda gunung, gearing, dan konstruksi rangka ringan namun kuat. Hal ini biasanya dimiliki sepeda gunung dengan roda berukuran 26”, posisi duduk lebih tegak, dan ukuran tapak ban cukup lebar 1,5-1,95” (38 - 50 mm) dirancang lebih kuat untuk menghindari bahaya jalan yang umum ditemukan di perkotaan, seperti pecahan kaca. Menggunakan bahan chromoly yang dilas atau frame aluminium yang kokoh, yang berasal dari sepeda gunung. Sepeda kota lebih mampu dalam menangani bahaya perkotaan seperti lubang dalam , drainase dengan tungku terbuka, dan melompat dari trotoar. Sepeda dirancang untuk berjalan cukup cepat, namun padat dan diprediksi penanganan, yang biasanya dilengkapi dengan fender penuh untuk digunakan dalam segala kondisi cuaca. Beberapa sepeda kota mungkin memiliki chainguards tertutup, sementara yang lain dapat dilengkapi dengan garpu suspensi, mirip dengan sepeda gunung. Sepeda kota juga memiliki sistem pencahayaan depan dan belakang untuk digunakan pada malam hari atau cuaca buruk.

n.) Utility Bicycles

Sepeda yang dirancang untuk transportasi, sebagai kebalikan dari sepeda yang dirancang untuk rekreasi dan kompetisi, seperti sepeda wisata, sepeda balap, sepeda olahraga, dan sepeda gunung. Sebagian besar sepeda dapat ditemukan di negara berkembang, sepeda ini adalah bentuk paling umum dari sepeda secara global. Dalam sejarahnya kecenderungan sepeda ini digunakan oleh laki-laki muda, yang ingin mengambil risiko, untuk olahraga dan rekreasi. Meskipun demikian, kita menemukan penyebutan awal sepeda bekerja (working bike) pada tahun 1874, di Paris, sebagai kurir, untuk sebuah surat kabar dan pasar saham. Hal itu adalah pengenalan keselamatan sepeda yang berhasil untuk pertama kalinya dan untuk membangun sebuah sepeda yang bekerja dengan baik untuk tujuan

(26)

kegunaan sehari-hari. Ini merupakan perkembangan yang menjadi penyebab meledaknya produksi sepeda pada 1890-an. Penggunaan utama dari sepeda selain untuk olahraga dan rekreasi, selain hal itu sepeda diadopsi oleh banyak profesi:, tukang pos, pekerja pengiriman, dan dasar transportasi untuk pekerja dan or ang-orang dari semua kelas, ras dan kedua jenis kelamin. Pada 1902, ledakan populasi sepeda itu akan segera berakhir, hampir semua pengendara sepeda yang bersepeda untuk hanya tujuan praktis. Harga sepeda menurun drastis, karena meningkatnya kompetisi anta ra pembuat. Keuntungan berkurang dan banyak produsen sepeda keluar dari bisnis mereka. Sejarah serupa terjadi di Inggris, tapi ada beberapa produsen lebih mampu menangani krisis ini. Selain itu para produsen Inggris mampu memasuki pasar berkembang luar negeri, terutama India, Cina, dan Jepang.

Gambar 2.11 http://www.ultimatebicyclenc.com

Sepeda ini digunakan untuk jarak tempuh yang pendek, menjalankan tugas, belanja, rekreasi atau untuk mengangkut barang-barang atau barang-barang dagangan. Sepeda ini juga dapat dilihat digunakan oleh kantor pos, dalam perang, dan untuk transportasi karyawan di dalam tempat kerja yang besar (pabrik, gudang, bandara, banyak studio film, dll). Utility bike biasanya menggunakan kecepatan tunggal, atau dengan internal gear, untuk mengurangi kebutuhan untuk pemeliharaan, mudguards untuk menjaga pakaian bersih pengendara, chain guard untuk mencegah rok atau celana panjang longgar terperangkap dalam rantai, seorang skirt guard untuk mencegah rok panjang penangkapan di rem

(27)

belakang, kickstand sehingga dapat diparkir dengan mudah, dan keranjang untuk membawa barang-barang pribadi atau tas belanja. Di Singapura, dan kadang-kadang Malaysia, sepeda tua ini sering dilihat dengan kaca depan dan penutup mesin sepeda motor 125cc dan dicat dengan warna-warna yang sangat menarik. Meskipun hampir tidak memiliki mesin nyata terlampir untuk mereka, kebanyakan dari mereka digunakan untuk hiasan saja. Banyak yang memilih jenis sepeda karena harga rendah (relatif) dan ketersediaan.

Jenis tradisional uti lity bicycles, mungkin memiliki berat sebanyak 16 - 23 kg. Bagian seperti frame, roda / velg, dan ban dipilih untuk kekuatan, keselamatan, dan daya tahan daripada kinerja tinggi. Selain itu, sepeda ini cenderung untuk menggabungkan kemajuan teknologi yang lebih sedikit dalam desain, bahan dan modifikasi bila dibandingkan dengan sepeda olahraga. Sepeda ini memiliki fitur dengan posisi pengendara yang tegak. Bentuk setang melengkungdan diposisikan lebih tinggi dari saddle sehingga posisi pengendara lebih nya man bila dibandingkan dengan sepeda balap yang harus menunduk. Beberapa orang menambahkan kursi untuk anak-anak atau trailer. Sepeda ini di desain dengan memberikan fitur yang fungsionalitas dan kenyamanan dengan mengorbankan berat, kompromi yang memadai bila digunakan. Utility bicycles, bentuknya menyerupai roadster Inggris, adalah bentuk yang paling banyak digunakan di bagian sepeda yang belum berkembang banyak negara di dunia. Sementara kendaraan bermotor telah menggantikan sepeda untuk transportasi pribadi dalam dan banyak industri negara, biaya bahan bakar naik dan kekhawatiran atas lingkungan telah menyebabkan banyak orang untuk sekali lagi berpaling kepada sepeda listrik untuk berbagai tugas sehari-hari. Di negara-negara dimana sepeda ini tidak tersedia atau tidak cocok dengan kondisi setempat, banyak pengendara sepeda yang yang menggunakan sepeda hybrid, road bike, sepeda gunung, atau sepeda tur untuk berangkat dan menggunakan kebutuhan umum. Beberapa negara, terutama Cina, India, Belanda, Denmark, te rus menghasilkan versi dari utility bike. Selain itu, Deutsche

(28)

Post menggunakan versi sepeda ini di sebagian kota di jerman untuk mengirim pesan. (Sumber: Richard Ballentine, Richard 21st Century Bycicle Book – The Overlook Press, New York, 2001)

o.) Roadster Bicycles

Jenis sepeda umum digunakan di Inggris dan masih sangat umum di Asia, Afrika, Denmark, dan Belanda namun, selama beberapa tahun terakhir, sepeda roadster yang memiliki gaya tradisional telah mendapatkan popularitas yang cukup besar di Amerika Serikat dan di seluruh dunia barat, terutama, sebagai pernyataan fashion. Sebuah roadster klasik Inggris ini memiliki frame yang terbuat dari baja, rem, setang yang tegak, gigi tunggal atau 3 kecepatan, mudguards baja, baja cranks cottered, 28” (635 mm) dengan velg gaya westwood. Roadsters dibangun untuk daya tahan di atas segalanya dan tidak ada upaya serius dilakukan untuk menghemat berat dalam desain mereka atau konstruksi, roadsters memiliki berat antara 20-23 kg. Perbedaan utama adalah bahwa sepeda konve nsionla cenderung memiliki posisi setang yang lebih tinggi untuk postur penggunaan yang lebih tegak, dan lebih cenderung menggunakan batang pengereman. Sebuah variasi pada jenis sepeda adalah sports roadster, yang memiliki frame lebih ringan.

Gambar 2.12 http://www.eurocosm.com p.) Recumbent Bicycles/ Sepeda Telentang

(29)

atau telentang. Kebanyakan pengendara memilih jenis desain yang ergonomis dengan alasan, kenyamanan tempat duduk yang lebih luas dan dengan posisi yang lebih nyaman. Pada sepeda biasanya, berat badan terletak sepenuhnya pada sebagian kecil dari tulang ekor, kaki, dan tangan. Pada sepeda telentang juga memiliki keuntungan aerodinamis, dengan posisi duduk pengendara menghasilkan hambatan angin yang lebih kecil. Sepeda telentang pernah memegang rekor kecepatan dunia untuk sepeda, dan mereka dilarang dari balapan internasional pada tahun 1934. Recumbents tersedia dalam berbagai konfigurasi, termasuk panjang, pendek, besar, kecil, atau campuran ukuran roda, overseat, underseat, atau tidak menggunakan tangan sebagai kemudi. Sepeda model ini memiliki pedal terletak antara roda depan dan belakang, bersumbu pendek, dan model dengan pedal di depan roda depan. Beberapa model memiliki pedal sangat dekat dengan roda depan atau bahkan terletak di atasnya. Roda belakang dari sepeda telentang biasanya terletak di belakang pengendara dan memiliki berbagai ukuran, dari sekitar 16“ (410mm) sampai ukuran 700C seperti ukuran sepeda balap kebanyakan. Roda depan umumnya lebih kecil dari pada roda belakang. Roda yang lebih besar umumnya memiliki jumlah putaran lebih rendah tapi profil sepeda yang lebih tinggi yang mengarah kepada hambatan udara yang tinggi juga. Berbeda dari kebanyakan sepeda, bahwa roda penggerak adalah roda belakang namun pada sepeda ini roda penggerak terletak pada roda depan.

Gambar 2.13 www.whycycle.co.uk 3.) BMX

BMX adalah nama sepeda yang populer digunakan untuk kasual dan olah raga yang dirancang sebagai bersepeda seperti motorcross. BMX

(30)

adalah singkatan dari “Bicycle Motorcross”. Meskipun awalnya sepeda ini ditujukan untuk balapan BMX, istilah sepeda BMX ini sekarang digunakan, umum, untuk mencakup sepeda ras, maupun yang biasanya digunakan untuk, jalan-jalan di taman, dan melakukan trik-trik. Frame BMX terbuat dari berbagai jenis baja dan aluminium. Dan dengan harga yang lebih murah biasanya terbuat dari baja. Pada sepeda ini tidak menggunakan gear tumpuk seperti yang digunakan pada sepeda balap maupun sepeda gunung. Menggunakan satu gear depan dan satu gear belakang saja. Biasanya menggunakan ukuran gear 44/16, ukurunan tersebut digunakan hanya pada sepeda BMX jenis lama. Sepeda jenis baru menggunakan gearing seperti 36/13, 33/12, 30/11, 28/10, 25/9, dan bahkan 23/8, seluruhnya memiliki rasio roda gigi yang sama hampir 2.8:1. Keuntungan dari hub dengan gear lebih kecil adalah bobot yang lebih ringan, dan hambatan lebih ketika grinding juga lebih kecil. Hub freewheel hampir punah karena beberapa faktor. Hub freewheel terkecil yang bisa dibuat adalah dengan 13 gigi. Pada kebanyakan freestyle, melompat dengan sepeda BMX, dengan roda 36 ruji, dan pengendara yang lebih agresif biasanya menggunakan 48 ruji-ruji, karena mereka memiliki kekuatan ekstra. Roda sepeda BMXmemiliki ukuran yang bervariasi, dari 18" hingga 26" (20" yang paling populer). Pada Dirt jumping dan sepeda freestyle ukuran rodanya adalah 16 "dan 18" untuk anak-anak atau pengendara yang lebih kecil, dan 20" untuk pengendara dewasa, namun beberapa perusahaan menawarkan ukuran 24" untuk pengendara sepeda yang lebih tinggi atau lebih tua yang merasa pada ukuran standar 20“ terlalu kecil.

Sejarah sepeda BMX ini berawal pada tahun 1970 di California Selatan, anak-anak terinspirasi dari superstar motorcross pada waktu itu. Mereka tertarik dan terinspirasi untuk bersepeda off-road seperti yang biasa dilakukan oleh motorcross. Pada tahun 1972 Sepeda motor balap motorcross di beritakan pada setiap minggu ditujukan untuk memberikan inspirasi gerakan nasional di AS. Adegan pembukaan menunjukkan anak-anak mereka sang pembalap menggunakan sepeda motor off-road. Pada

(31)

pertengahan dekade bahwa olahraga tersebut mulai mencapai masa kritis, dan kemudian produsen mulai menciptakan sepeda yang dirancang khusus untuk olahraga itu.

Gambar 2.14 http://krtschmidt.com

Pada tahun 1977, American Bicycle Association (ABA) diselenggarakan sebagai badan nasional untuk olahraga. Pada bulan April 1981, BMX Internasional Federasi didirikan, dan kejuaraan dunia pertama mereka diadakan pada tahun 1982. Sejak Januari 1993 BMX telah diintegrasikan ke dalam Uni Cycliste Internationale (UCI). BMX Freestyle (yang saat ini meliputi Dirt, Vert, Park, Street dan Flatland disciplines) telah dibuat oleh pembalap yang menikmati gaya mendorong batas-batas dari apa yang mereka bisa lakukan dengan sepeda mereka. Haro Bikes pendiri Bob Haro ini dikenal sebagai "Bapak Freestyle." BMX Freestyle sekarang merupakan salah satu acara pokok pada kompetisi tahunan X Summer Games Olahraga Ekstrim, diselenggarakan di kedua pantai Amerika Serikat. Popularitas olahraga ini telah meningkat karena relatif mudah dan ketersediaan lokasi. Sebagai bentuk rekreasi atau olahraga, BMX telah menjadi populer. Antusias masyarakat, anak-anak dan remaja sering hadir di taman-taman yang menyediakan lahan untuk bermain BMX dan skate. Antara sepeda BMX dan skateboard merupakan

(32)

sebuah olahraga sejenis yang menggunakan tempat yang sama, dan sama-sama memainkan trik -trik. (Sumber: “How To Choose a BMX Bike”. BMX-Bike.com)

4.) Fixie Bike

Fixie Bike / Fixed Gear, adalah sepeda yang memiliki gear tetap dan tidak bersifat freewheel, yang berarti tidak bisa bebas. Pedal selalu bergerak ketika sepeda bergerak. Ketika roda belakang bergerak, pedal pun bergerak mengikuti arah yang sama dengan roda belakang. Hal ini memungkinkan pengendara sepeda untuk berhenti tanpa menggunakan rem, dengan membalik rotasi dari pergerakan roda belakang maka akan terjadi pengereman. Sepeda Track di Velodrome selalu menggunakan fixed gear, tapi sepeda ini sekarang telah banyak digunakan di jalanan. Sebuah klub pengendara sepeda menggunakan sepeda sejenis ini untuk pelatihan selama musim dingin, umumnya menggunakan gigi dengan rasio yang relatif rendah, digunakan untuk membantu mengembangkan gaya mengayuh yang baik. Di Inggris sampai tahun 1950-an hal itu biasa bagi pengendara menggunakan fixed gear untuk melakukan percobaan waktu. Kini di perkotaan Amerika Utara, sepeda fixed gear telah mencapai popularitas yang luar biasa.

Gambar 2.15 http://www.bikingsociety.com

(33)

dikarenakan beberapa pengendara tetap berpikir rem tidak benar-benar diperlukan, dan penggunaan sepeda tanpa rem ini telah menjadi budaya di beberapa daerah. Karena tanpa penggunaan kabel rem menambah kesan minimalis dan tampilan sederhana dari sepeda ini. Namun beberapa pengendara memilih menggunakan rem sebagai keamanan ekstra saat berkendara, hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Karena tanpa menggunakan rem bisa sangat berbahaya apabila pengendara diharuskan untuk berhenti secara mendadak.

Untuk memperlambat atau menghentikan pergerakan sepeda digunakan teknik dengan melawan arah putaran roda, dan pengendara juga bisa mengunci roda belakang dan melakukan teknik skid untuk memperlambat atau benar-benar menghentikan laju sepeda. Manuver tersebut biasanya dikenal sebagai skid stop. Hal ini dilakukan dengan cara menahan roda belakang dan posisi badan pengendara sedikit condong ke depan kemudian menarik pedal menggunakan toe clip dengan berlawan arah. Pengendara kemudian berhenti memutar pedal, sehingga menghentikan perputaran roda belakang, sambil menerapkan berat badan nya bertentangan dengan rotasi normal pedal. Tindakan ini menyebabkan roda belakang berhenti (selip), dan bertindak untuk memperlambat laju sepeda. selip ini dapat dilakukan sampai berhenti atau sampai pengendara sepeda berkeinginan untuk melanjutkan mengayuh lagi pada kecepatan yang lebih lambat. Teknik ini membutuhkan sedikit latihan dan menggunakannya saat menikung umumnya dianggap berbahaya. Seperti halnya dengan teknik menahan pedal, dengan perlambatan maksimum dari metode ini dapat memperlambat juga secara signifikan lebih rendah daripada menggunakan rem depan. Permukaan jalan yang basah semakin mengurangi efektivitas metode ini. Pada setiap sepeda dengan pengereman hanya pada roda belakang, perlambatan maksimum secara signifikan lebih rendah dari pada sepeda yang dilengkapi dengan rem depan. Pada rem depan, berat ditransfer ke roda depan dan jauh dari roda belakang, mengurangi jumlah dari cengkeraman roda belakang biasanya roda depan memberikan 70% atau lebih dari daya pengereman saat pengereman keras.

(34)

Peraturan dibeberapa negara terhadap standar sepeda yang layak digunakan dijalanan umum, termasuk penggunaan rem pada sepeda. Amerika Serikat, penggunaan sepeda apapun tanpa rem di jalan umum adalah ilegal di banyak tempat, dan kata -kata yang sering dijumpai "... harus dilengkapi dengan rem yang akan memungkinkan orang untuk menghentikan laju sepedanya agar tidak membahayakan orang lain dan dirinya sendiri... " yang ada beberapa argumentasi memungkinkan penggunaan kaki dan gear sebagai cara untuk pengereman. Penjualan sepeda yang tidak menggunakan rem dilarang oleh US (Consumer Product Safety Commission) tetapi dengan pengecualian untuk sepeda track. United Kingdom, menurut peraturan The Pedal Cycles Construction and Use Regulations 1983 mensyaratkan bahwa pedal siklus " sepeda dengan ketinggian sadel lebih dari 635 mm diwajibkan untuk memiliki dua sistem pengereman independen, dengan satu yang bekerja pada roda depan dan satu di belakang". Hal ini umumnya berpikir bahwa rem depan dan roda belakang tetap memenuhi persyaratan ini. Jerman, pengadilan lokal menyatakan bahwa sistem fixed gear diterima bagian sistem hukum, 2 komponen rem dibutuhkan. Namun, semua sepeda fixed gear ilegal untuk naik di Berlin. Australia, di setiap negara, sepeda dianggap sebagai kendaraan di bawah Peraturan Jalan. Secara hukum, sepeda diwajibkan untuk memiliki minimal satu rem yang berfungsi. Selandia Baru, secara hukum semua sepeda harus memiliki minimal satu dari "... sebuah rem belakang baik ..." dan yang dilakukan sejak 1 Januari 1988 juga harus memiliki "... sebuah rem depan yang baik ..." Perancis, untuk disetujui dalam lalu lintas, sepeda harus memiliki 2 rem, 2 lampu, reflektor banyak, dan memiliki bel. Kebanyakan sepeda gunung yang tidak dirancang khusus untuk itu adalah ilegal di jalan, dan termasuk pula fixed gear. Namun, di jalan-jalan Perancis, sebagian besar hukum relatif terhadap kendaraan bermotor bukan jarang ditegakkan.

Banyak perusahaan menjual frame sepeda yang dirancang khusus untuk digunakan dengan hub gear tetap. Sebuah roda dengan gear tetap atau hub sepeda track termasuk hub khusus untuk lockring yang

(35)

menguncinya dengan arah (berlawanan arah jarum jam) berlawanan dibandingkan dengan gear tersebut. Hal ini memastikan bahwa gear tidak dapat terlepas ketika pengendara melawan arah pedal saat pengereman. Untuk berbagai alasan, pesepeda banyak yang memilih untuk mengkonversi sepeda freewheel menjadi fixed gear. Salah satu metodenya adalah dengan hanya mengganti roda belakang dengan roda yang memiliki hub tetap. Metode lain adalah dengan menggunakan hub yang dirancang untuk digunakan dengan kecepatan freewheel multi-threaded. Beberapa jenis hub yang digunakan di Indonesia adalah hub dengan lockring, 6bolt, atau bor. Dengan menggunakan hub sepeda MTB bagian depan yang biasanya digunakan untuk pemasangan cakram, apabila fungsinya diganti dengan pemasangan gear hal tersebut bisa dilakukan. Karena dengan pemasangan 6bolt, lebih kuat apabila dibandingkan dengan pemasangan gear dengan lockring. Cara yang lain untuk menyatukan hub dan gear hingga dapat dipergunakan dengan aman, adalah dengan cara dibor secara manual. Dengan cara pengeboran ini bia sanya digunakan dengan melubangi gear dan hub yang akan digunakan kemudian menguncinya dengan mur berjumlah 4 buah. Namun dari ketiga metode di atas, yang terkuat adalah dengan menggunakan hub 6bolt.

Gambar 2.16 http://thrillererw/lefota.com

Sepeda dengan dropouts vertikal tidak memerlukan beberapa cara untuk mengatur ketegangan rantai. Kebanyakan sepeda dengan dropouts horisontal bisa dikencangkan dengan menggerakkan roda ke depan atau ke

(36)

belakang. Sepeda dengan dropouts vertikal juga dapat dikonversi dengan beberapa hardware tambahan. Seperti tensioner, merupakan alat yang dapat menahan kekencangan rantai dan menjaganya agar tidak kendur dan menjadikan rantai lebih awet. Penyesuaian tambahan atau modifikasi mungkin diperlukan untuk memastikan chainline baik. rantai harus dijalankan langsung dari chainring ke sproket, oleh karena itu keduanya perlu jarak yang sama jauh dari centerline sepeda. Beberapa hub, seperti White Industries' ENO , atau hub Goldtec Inggris, lebih sesuai untuk hal ini karena mereka memiliki chainline lebih besar dari standar. Kegagalan untuk mencapai chainline yang baik akan menyebabkan rantai berisik. Hal ini dapat mengakibatkan roda belakang dan kerangka hancur jika rantai kendur, antara sproket belakang dan jari-jari. Chainline dapat disesuaikan dalam berbagai cara, yang dapat digunakan dalam kombinasi dengan satu sama lain.

Ada banyak bentuk kompetisi menggunakan sepeda fixed gear sebagian besar kompetisi yang menggunakan sepeda track. Namun ada beberapa kompetisi yang memaksa peserta untuk melakukan trik-trik seperti pada sepeda BMX. Perbedaan antara fixie track dan fixie trick adalah dari fungsi dan pemakainnya. Untuk fixie track kebanyakan digunakan untuk bersepeda sehari-hari dijalan datar. Sedangkan fixie trick memiliki fungs i kurang lebih seperti BMX. Dalam beberapa kompetisi, ada kategori perlombaan yang mengharuskan pengendara melakukan skid sejauh-jauhnya. Dan siapa yang berhasil melakukan skid dengan jarak terjauh dari jarak awal adalah yang berhasil memenangkan kompetisi tersebut. Kompetisi lainnya yakni seperti trackstand, dan melakukan trik-trik lainnya. Seperti atraksi yang dilakukan dengan BMX, freestyle atau melakukan beberapa trick seperti bunny hop, wheelie ,manual, 180, hingga flat 360. (Sumber: Buyers Guide “Fixie Bicycles!” Cyclesmith - Goode, Greg 2003. “Fixed Gear vs Track Bikes” Old Skool Track)

(37)

2.2. Tinjauan Buku Bacaan 2.2.1. Pengertian Buku Bacaan

Menurut kamus Oxford Advanced Learner’s Dictionary, buku dapat didefinisikan sebagai sejumlah lembaran kertas yang ditulis dan dicetak serta disatukan ke dalam sebuah sampul buku, juga berupa sebuah komposisi penulisan. Buku bacaan merupakan sebuah buku yang memiliki fungsi untuk dibaca sehingga akan memberikan berbagai manfaat yang bermacam-macam bagi setiap orang yang membacanya dan bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan, intelektual, juga kreativitas manusia untuk membentuk pola pikir serta budaya masyarakat. Buku menjadi berguna bila didalamnya memuat informasi yang positif yang akan meningkatka n kemampuan orang yang membacanya. Akan tetapi, buku akan menjadi tidak bermanfaat apabila orientasi pembacanya negatif. Buku dibagi ke dalam banyak kelompok disesuaikan dengan tujuan dari buku itu sendiri.

2.2.2. Jenis Buku

Buku telah diklasifikasikan ke dalam berbagai macam kelompok, hal ini dikarenakan pemikiran manusia yang semakin maju. Selain itu juga dikarenakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi buku sebagai salah satu media massa yang dituntut untuk memenuhi setiap kebutuhan mereka. Perkembangan buku di Indonesia mengalami kemajuan yang cukup pesat meskipun banyak buku yang mengadopsi dari luar negeri. Selain itu ada pula yang membagi jenis-jenis buku menurut Encarta “book” seperti yang tercantum di bawah ini :

Almanac

Buku yang berisi kalender yang disertai dengan perhitungan berdasarkan astronomi.

Audio Book

Rekaman yang berisi suara seseorang yang membacakan buku, cerita atau teks tulis lainnya. Audio book dapat didengar di keset atau compact disc.

(38)

Textbook

Buku yang berisi teks -te ks yang telah ditentukan untuk keperluan studi.

• Akunting dan pembukuan

Proses mengidentifikasi, menghitung, merekam dan mengkomunikasikan keadaan ekonomi dari suatu organisasi atau badan lainnya.

Bibliography

Kumpulan buku atau materi tertulis. • Komik

Gambar berseri yang disusun untuk menyampaikan suatu cerita. Sebagian besar komik memuat teks dalam bentuk dialog.

Children’s literature (bacaan anak)

Tulisan yang di desain untuk anak-anak, dapat dibaca untuk atau oleh mereka, termasuk di dalamnya, anta ra lain : fiksi, kumpulan puisi, biografi, sejarah, kumpulan teka-teki, ajaran-ajaran, fabel, legenda, mitos, dan cerita rakyat yang diceritakan secara turun temurun.

2.2.3. Sejarah Buku Bacaan di Indonesia

Di Indonesia perkembangan buku dibagi dalam dua babak. Babak pertama teks bacaan yang pertama kali dimulai oleh golongan peranakan Eropa (Indonesia) dan Tionghoa. Dalam periode yang kedua bahasa ditulis dan diterjemahkan orang Bumiputera sendiri.

Babak pertama dimungkinkan karena adanya orang-orang peranakan Belanda dan Tionghoa yang memiliki rumah cetak dan surat kabar. Teks bacaan yang diproduksi dimulai dengan terjemahan novel-novel fiksi Eropa, seperti karya Robinson Crusoe dan Jules Vernes yang masing-masing diterjemahkan oleh F. Wiggers dan Lie Kim Hok. Kemudian ditambah dengan terjemahan fiksi-fiksi popular antaranya Hikayat Sultan Ibrahim, Hikayat Amir Hamzah, dan Hikayat Jan Pieterzooncoen. Cerita-cerita tradisional ini disebarluaskan melalui berbagai surat kabar saat itu. Selanjutnya bacaan-bacaan ini juga

(39)

ditertibkan dalam edisi buku teks oleh sarjana-sarjana Belanda seperti H. C. Klinkert dan A. F. Von de Wall.

Tetapi terobosan pentong yang dilakukan oleh tiga jurnalis yakni F. H. Winggers, K. Commer, dan F. Pangemanan. Dua orang pertama dari golongan peranakan Eropa dan yang terakhir kelahiran Menado. Ketigaorang tersebut yang mendorong dan mengarahkan penulisan-penulisan cerita asli dengan latar belakang sejarah Indonesia. Mereka juga menulis dengan lancar dalam Melayu pasar. Dan karya -karya yang mereka hasilkan dapat diterima baik dikalangan Indo maupun Tionghoa peranakan. Tetapi diantara ketiga orang tersebut yang paling produktif (karena menerbitkan tiga buah tulisan) adalah F. Winggers, di samping itu mereka juga menerjemahkan berbagai macam buku perundang-undangan resmi ke dalam bahasa Melayu.

Tulisan-tulisan Indo maupun Tionghoa peranakan yang digambarkan secara singkat di atas, masih menampakkan wataknya asimilatif atau pemburuan. Meskipun dalam beberapa hal mulai kritis terhadap system kolojial, tetapi secara keseluruhan isinya masih tetap mempertahankan aspek-aspek moral kolonial, yang membuat bacaan-bacaan tersebut masih dikategorikan sebagai bacaan-bacaan yang menyenangkan, untuk mengisi waktu luang para pembacaannya.

Babak kedua adalah bacaan-bacaan yang ditulis oleh orang Bumiputera sendiri ada awal abad ke-20. Perkembangan produk bacaan Bumiputera sangat didukung oleh meriahnya industri pers pada awal abad ke-20.

Salah seorang penulis Bumiputera adalah R. M.Tirtodhisoerjo sebagai seorang pelopor pergerakan nasional yang memproduksi bacaan-bacaan fiksi dan non fiksi, telah mendorong beberapa tokoh pergerakan untuk melakukan hal yang sama seperti Mas Marco Kartodikromo, Soewardi Soejaniningrat, Tjipto Mangoenkoesemo, Semaoen, Darsono dan lainnya. Mereka semua dapat menghasilkan buku-buku bacaan yang popular terutama untuk mendidik Bumiputera yang miskin.

(40)

Bacaan-bacaan yang mereka hasilkan merupakan ajakan untuk kemiskinan yang lain, kemiskinan ilmu dan pengetahuan. Penyebaran gagasan dalam bentuk bacaan-bacaan politik berkenan dengan konsep pergerakan rakyat Indonesia untuk bersatu melawan kolonial demi menghela rintangan-rintangan bagi pergerakan diperlukan bacaan-bacaan politik, agar “kaum kromo” mengetahui, memahami, dan menyadari politik kekuasaan kolonial. Bacaan-bacaan yang dihasilkan oleh para pemimpin pergerakan di atas dapat dikategorikan sebagai “bacaan politik”. Hampir semua bacaan yang diproduksi oleh para pemimpin pergerakan apakah bentuknya novel, roman, surat perlawana n persdelicht dan cerita bersambung yang isinya menampilkan kekritisan dan perlawanan terhadap tata kuasa kolonial. Sejarah mencatat, sesungguhnya sejarah sastra Indonesia bermula saat sastra protes.

Membanjirnya barang-barang cetakan terjadi sejak tahun 1910-an hingga 1920-an, terjadi bagaimanapun setelah dikeluarkannya undang-undang pers yang baru pada tahun 1906 yang menetapkan sensor represif sebagai pengganti sensor preventif. Dalam prespektif ini, barang cetakan maupun surat kabar semata-mata adalah sebuah “bentuk ekstrem” dari buku. Buku yang dijual dalam skala massal, meskipun popularitas harganya berlangsung sebentar. Pertumbuhan dan peredaran surat kabar di Hindia pada tahun 1910 – 1920-an jauh ketinggalan dibandingkan dengan di Eropa, karena lambatnya perkembangan industri percetakan. Meskipun demikian surat kabar, novel, buku merupakan hal yang modern di Hindia Belanda, sebab barang-barang cetakan tersebut menciptakan upacara massal yang luar biasa yang melibatkan sejumlah besar orang.

Peran serta media dan buku bacaan sangat besar dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada masa penjajahan media cetak menjadi sarana pengungkapan suara hati rakyat yang akhirnya dapat melahirkan rasa persatuan dan kesatuan untuk melawan penjajah dan meraih kemerdekaan. Namun karena pada masa itu buku bacaan dan sejenisnya dianggap sebagai salah satu media propaganda dan pengganggu situasi politik, maka pada masa penjajahan pemerintah kolonial sangat

(41)

membatasi penerbitan dan peredaran buku-buku tersebut da n bahkan sengaja menghancurkannya.

Kebebasan pers dan komunikasi tidak ada pada masa itu, semua diawasi gerak-geriknya oleh pemerintah kolonial, sampai pada masa orde baru kebebasan pers dan media masih terkekang, semua buku dan media cetak yang isinya tidak sejalan dengan pemikiran pemerintah tidak akan dapat diterbitkan apalagi diedarkan. Semua media baik media cetak maupun media elektronik sangat terkekang kebebasannya. Semua dikontrol dan diawasi dengan sangat ketat dengan ancaman pencabutan SIUPP jika dianggap menyalahi peraturan yang berlaku.

Namun dengan adanya pemberontakan terhadap pemerintahan orde baru dan diganti dengan era reformasi maka kebebasan pers dan media dapat diperoleh kembali, pada masa reformasi media bebas mengungkapkan apapun karena haknya dilindungi oleh pemerintah. Namun apabila ada kalangan tertentu yang menentang isi dari media tersebut atau tidak sejalan dengan ide dan pemikiran media tersebut maka tidak jarang terjadi demonstrasi penolakan media dan bahkan sampai dibawa ke jalur hukum.

2.2.4. Tinjauan Kondisi Buku Bacaan di Indonesia

Setiap tanggal 17 Mei Indonesia memperingati Hari Buku Nasional. Namun hari ini kurang dikenai dan dirayakan karena buku dan aktivitas yang terkait dengannya, seperti membaca dan menulis, tidak begitu populer di kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006. Bahwa, masyarakat kita belum menjadikan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2006 menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia belum menempatkan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Penduduk Indonesia lebih memilih menonton TV (85,9 persen) dan mendengarkan radio (40,3 persen) daripada membaca surat kabar (23,5 persen).

Gambar

Gambar 2.1 http://www.mountainbike-uk.com
Gambar 2.2 www.cdn.mos.bikeradar.com
Gambar 2.3 http://www.comparecyclegear.com
Gambar 2.5 http://images.jensonusa.com
+7

Referensi

Dokumen terkait

Mengenai pengertian atas tanah-tanah yang dikuasai oleh krama desa perlu dipertegas artinya bahwa ikatan krama desa dengan tanah adat yang dikuasainya bukan merupakan hak

Gambar diatas merupakan data referensi pribadi customer (keluarga terdekat yang dapat dihubungi untuk dapat dimintai keterangan) , dari menu aplikasi yang diisi oleh SA

Maka dari itu, Penulis mengangkat topik ’Wisata Alam Edutainment’, dalam hal ini dalam re-branding dan promosi Taman Wisata Mekarsari, sebagai topik Tugas Akhir dalam

Jika sebelumnya pemilik sepeda motor tidak bisa mengetahui kerusakan apa yang terjadi pada sepeda motor miliknya maka dengan dikembangkannya aplikasi pendeteksi

rasa tidak menyenangkan. Mengetahui atau memahami alasan yang ada dibalik perasaan dan perilakunnya. Mendapat dukungan tentang yang harus dilakukan. Untuk

Guru bersama peserta didik merefleksi aktivitas pembelajaran dan hasil pembelajaran yang diperoleh hari ini tentang hukum perbandingan berganda (hk. Dalton) dan penggunaan

Hasil uji t pada bank konvensional, variabel profitabilitas, leverage, dan proporsi komisaris independen berpengaruh positif namun tidak signifikan dengan nilai sig

Berdasarkan hasil penelitian melalui beberapa kajian pustaka disebutkan bahwa salah satu unsur penting dalam upaya pembentukan moral dan agama anak usia dini melalui cerita