• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendugaan Parameter Genetik Dan Seleksi Karakter Morfofisiologi Galur Jagung Introduksi Di Lingkungan Tanah Masam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pendugaan Parameter Genetik Dan Seleksi Karakter Morfofisiologi Galur Jagung Introduksi Di Lingkungan Tanah Masam"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Analisis ragam gabungan dan penguraian kuadrat tengah harapan menggunakan model acak untuk menduga komponen keragaman.
Tabel 2. Karakter  morfofisiologi  galur inbrid  jagung  di tanah masam Jasinga.
Tabel 4. Nilai duga ragam genotipe, lingkungan, interaksi genotipe dan lingkungan, fenotipe, heritabilitas arti luas dan koefisien keragaman genetik.
Tabel 5. Analisis korelasi karakter morfofisiologi dan produksi jagung introduksi pada lingkungan tanah masam.
+2

Referensi

Dokumen terkait

Karakter bobot biji per petak pada populasi F9 ini mempunyai nilai heritabilitas yang tergolong rendah, tetapi mempunyai nilai koefisien keragaman genetik yang luas, sehingga

Nilai heritabilitas arti luas dan koefisien keragaman genetik yang tinggi terdapat pada jumlah gabah bernas malai -1 , jumlah gabah hampa malai -1 , jumlah gabah

Karakter agronomis yang bervariabilitas genetik luas adalah jumlah polong, jumlah biji, bobot biji, berat 100 biji, indeks bobot kering biji, dan indeks panen.Karakter

Karakter agronomis yang bervariabilitas genetik luas adalah jumlah polong, jumlah biji, bobot biji, berat 100 biji, indeks bobot kering biji, dan indeks panen.Karakter

Karakter bobot biji per petak pada populasi F9 ini mempunyai nilai heritabilitas yang tergolong rendah, tetapi mempunyai nilai koefisien keragaman genetik yang luas, sehingga

Karakter bobot biji basah per buah juga dapat digunakan secara tidak langsung untuk seleksi bobot kering per biji baik berdasar pada nilai koefisien keragaman genotipik (11,9%),

Bobot tajuk per plot dan kadar bahan kering umbi mempunyai nilai KKG (koefisien keragaman genotipe) dan KKF (koefisien keragaman fenotipe) agak sempit, indeks panen mempunyai

Karakter sekunder ASI, klorofil daun, jumlah biji tiap tongkol, jumlah daun, dan LAI saat pembungaan pada populasi jagung Bisma memiliki ragam aditif lebih besar dari ragam