PENGARUH PEMBERIAN ASAP CAIR (Liquid Smoke) DOSIS BERTINGKAT TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Masing-masing ekstrak daun srikaya dalam bentuk matriks nata de coco dan sediaan gel di uji terhadap kelinci yang telah dibuat luka sayat sepanjang 2 cm dengan variasi
Pada pemeriksaan hari ke-3, luka kulit kelinci A yang diberi daun iler memiliki panjang 4 cm, tepi luka belum menyatu, luka terlihat lebih dangkal dibanding saat insisi,
Pada hari ke-4, kedua luka pada kulit kelinci sama-sama masih terbuka, pada luka yang diberi serbuk kopi robusta permukaan luka telah mengering sedang- kan luka
Kesimpulan : Dari hasil penelitian uji efek daun kemangi terhadap penyembuhan luka insisi pada kelinci didapatkan bahwa panjang luka yang diberi daun kemangi lebih cepat mengecil
Pada pemeriksaan hari ke-3, kulit kelinci A yang diberi ekstrak lidah buaya (Gambar 1a) memiliki panjang 3,6 cm, tepi luka belum menyatu, luka terlihat lebih dangkal
Kesimpulan : Dari hasil penelitian uji efek daun kemangi terhadap penyembuhan luka insisi pada kelinci didapatkan bahwa panjang luka yang diberi daun kemangi lebih cepat mengecil
Dari hasil analisis diatas, dapat disimpulkan bahwa formula gel ekstrak etanol daun Kecombrang (Etlingera elatior) mempunyai efektivitas dalam menyembuhkan luka sayat pada
Tidak diberi Nominal Dependen Luka sayat Luka yang diperoleh dari sayatan/insisi benda tajam scalpel blade dengan panjang 2,5 cm dan kedalaman luka 0,2 cm Skala REEDA Hasil