DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR DIAGRAM...

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

Medical Rehabilitation Clinic is an agency that provide recovery therapy services to fulfill public needs for health. The services are given to the public who need recovery from physical disorders and organ dysfunction caused by disease or injury as well as congenital defects. Popularity of Medical Rehabilitation Services is much lower than medication treatment which make only a few patients take post-recovery rehabilitation therapy. Most of them assume recovery therapy as a secondary option, compared to medication treatment as the primary option. The Purpose for designing Medical Rehabilitation Clinic in Badung District is to help government to optimize health service capabilities to public, especially in Badung District.

Keywords: Medical Rehabilitation Clinic, Recovery Therapy ABSTRAK

Klinik Rehabilitasi Medik adalah sebuah lembaga yang melayani masyarakat di bidang kesehatan dengan terapi pemulihan. Pelayanan diberikan kepada masyarakat yang memerlukan pemulihan akibat gangguan fisik yang disebabkan oleh suatu penyakit atau cedera serta cacat karena bawaan sejak lahir. Popularitas pelayanan rehabilitasi medik masih kalah dibandingkan dengan pemulihan menggunakan obat-obatan, sehingga tidak semua masyarakat melakukan terapi rehabilitasi pasca penyembuhan. Sebagian besar masyarakat menganggap terapi pemulihan sebagai pilihan pengobatan sekunder dibandingkan obat sebagai pilihan primer. Tujuan dari perancangan Klinik Rehabilitasi Medik di Badung adalah untuk membantu Pemerintah memaksimalkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, khususnya di Badung.

(2)
(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR DIAGRAM ... ix BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Rumusan Masalah ... 4 1.3. Tujuan ... 4 1.4. Metodologi Penelitian ... 4

1.4.1 Teknik Pengumpulan Data ... 4

1.4.2 Teknik Pengolahan Data. ... 5

1.5 Sistematika Penulisan. ... 6

BAB II PEMAHAMAN TERHADAP KLINIK REHABILITASI MEDIK 2.1 Klinik ... 8 2.1.1 Pengertian ... 8 2.1.2 Jenis Klinik ... 9 2.1.3 Syarat-Syarat Klinik. ... 10 2.2 Rehabilitasi Medik ... 12 2.2.1 Pengertian ... 12

2.2.2 Lingkup Pelayanan Rehabilitasi Medik ... 13

2.2.3 Penyakit-penyakit yang Sering Dialami dan Memerlukan Penanganan Rehabilitasi Medik ... 14

2.2.4 Tenaga Pelaksana Rehabilitasi Medik ... 17

2.2.5 Persyaratan Pelayanan Rehabilitasi Medik ... 19

2.3 Tinjauan Fasilitas Sejenis ... 22

2.3.1 Instalasi Rehabilitasi Medik Milik RSUP Sanglah Denpasar ... 22

2.3.2 Poliklinik Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Dr. Suyoto. ... 25

2.4 Spesifikasi Umum Klinik Rehabilitasi Medik ... 29

2.4.1 Pengertian ... 29

(4)

2.4.3 Tujuan ... 29

2.4.4 Lingkup Pelayanan ... 30

2.4.5 Fasilitas. ... 30

2.4.6 Sistem Pengelolaan ... 31

BAB III STUDI PENGADAAN KLINIK REHABILITASI MEDIK DI BADUNG 3.1 Tinjauan Umum Kabupaten Badung Sebagai Wilayah Perencanaan ... 32

3.1.1 Kondisi Fisik ... 34

3.1.2 Kondisi Non Fisik ... 36

3.1.3 Peraturan Kabupaten Badung ... 36

3.2 Analisis Pengadaan Klinik Rehabilitasi Medik di Badung ... 39

3.2.1 Analisa SWOT ... 39

3.2.2 Kesimpulan Strategi Perencanaan ... 40

3.3 Spesifikasi Khusus Klinik Rehabilitasi Medik di Badung ... 41

3.3.1 Pengertian. ... 41 3.3.2 Fungsi. ... 42 3.3.3 Bidang Pelayanan ... 42 3.3.4 Sistem Pengelolaan ... 42 3.3.5 Sumber Pendanaan ... 43 3.3.6 Lingkup Pelayanan ... 43 3.3.7 Lokasi ... 44

BAB IV TEMA DAN PEMROGRAMAN RUANG 4.1 Tema Rancangan... ... 45

4.1.1 Pendekatan Tema.... ... 45

4.1.2 Penentuan Tema ... 46

4.1.3 Perwujudan Tema ... 47

4.2 Program Fungsional ... 47

4.2.1 Jenis Kegiatan Dan Kebutuhan Ruang ... 47

4.2.2 Pelaku Kegiatan ... 53

4.2.3 Waktu Pelaksanaan Kegiatan ... 53

4.3 Program Performansi ... 54

4.4 Program Arsitektural ... 55

4.4.1 Studi Kapasitas Pelaku Kegiatan ... 55

(5)

4.4.3 Hubungan Ruang ... 60

4.4.4 Organisasi Ruang ... 62

4.4.5 Sirkulasi Ruang ... 63

4.5 Program Lokasi dan Tapak ... 64

4.5.1 Kebutuhan Luas Tapak ... 64

4.5.2 Pemilihan Lokasi ... 65

4.5.3 Analisa Tapak ... 66

BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Perancangan Tapak... ... 75

5.1.1 Konsep Zoning.... ... 75

5.1.2 Konsep Entrance ... 77

5.1.3 Konsep Bentuk, Pola dan Orientasi Massa ... 79

5.1.4 Konsep Sirkulasi ... 82

5.1.5 Konsep Parkir ... 84

5.1.6 Konsep Ruang Luar ... 85

5.2 Konsep Perancangan Bangunan ... 87

5.2.1 Konsep Zoning ... 87

5.2.2 Konsep Entrance ... 88

5.2.3 Konsep Sirkulasi Dalam Bangunan ... 89

5.2.4 Konsep Ruang Dalam ... 90

5.2.5 Konsep Tampilan Bangunan ... 92

5.3 Konsep Struktur ... 93

5.3.1 Konsep Sub Struktur ... 93

5.3.2 Konsep Supper Struktur ... 94

5.3.3 Konsep Upper Struktur ... 95

5.4 Konsep Perancangan Utilitas ... 95

5.4.1 Konsep Sistem Pencahayaan ... 96

5.4.2 Konsep Sistem Penghawaan .. ... 96

5.4.3 Konsep Sistem Komunikasi ... 97

5.4.4 Konsep Jaringan Listrik ... 98

5.4.5 Konsep Pengadaan Air Bersih ... 99

5.4.6 Konsep Jaringan Limbah ... 99

5.4.7 Konsep Pengangkutan Sampah ... 100

(6)

5.4.9 Konsep Sistem Pemadam Kebakaran ... 102 5.4.10 Konsep Sistem Penangkal Petir ... 103

(7)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Beberapa Fasilitas yang Tersedia di RSUP Sanglah Denpasar ... 25

Gambar 2.2 Fasilitas yang Tersedia di Rumah Sakit Dr. Suyoto ... 28

Gambar 3.1 Peta Pulau Bali ... 33

Gambar 3.2 Peta Wilayah Kabupaten Badung ... 33

Gambar 4.1 Lokasi Tapak ... 65

Gambar 4.2 Lokasi Site Jl. Raya Anggungan, Kec. Mengwi, Badung ... 66

Gambar 4.3 Bentuk dan Luas Site ... 67

Gambar 4.4 Batas-Batas Site ... 68

Gambar 4.5 Keadaan Topografi Site ... 69

Gambar 4.6 Vegetasi Site ... 70

Gambar 4.7 Iklim pada Site ... 71

Gambar 4.8 Kebisingan pada Site ... 72

Gambar 4.9 Utilitas pada Site ... 73

Gambar 4.10 View Site ... 74

Gambar 5.1 Konsep Zoning Berdasarkan Kebisingan ... 76

Gambar 5.2 Konsep Zoning Berdasarkan View ... 76

Gambar 5.3 Konsep Zoning Tapak ... 77

Gambar 5.4 Konsep Entrance Tapak ... 78

Gambar 5.5 Pola Massa Monolit dan Kluster ... 79

Gambar 5.6 Konsep Pola Massa ... 80

Gambar 5.7 Konsep Bentuk Massa ... 81

Gambar 5.8 Arah Orientasi Massa Ke Luar dan Ke Dalam Tapak ... 82

Gambar 5.9 Konsep Orientasi Massa ... 82

Gambar 5.10 Konsep Sirkulasi ... 83

Gambar 5.11 Lokasi Parkir Pengelola dan Penunjang ... 85

Gambar 5.12 Konsep Parkir Kendaraan Roda 4 dan Roda 2 ... 85

Gambar 5.13 Konsep Ruang Luar ... 86

Gambar 5.14 Konsep Zoning Bangunan ... 88

Gambar 5.15 Konsep Entrance Bangunan ... 89

Gambar 5.16 Konsep Sirkulasi Bangunan ... 90

Gambar 5.17 Konsep Ruang Dalam ... 91

Gambar 5.18 Konsep Tampilan Bangunan ... 92

Gambar 5.19 Konsep Sub Struktur ... 93

Gambar 5.20 Konsep Supper Struktur ... 94

(8)

Gambar 5.22 Konsep Nomor Antrian Pasien ... 98

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kab. Badung

Menurut Kecamatan Tahun 2013 ... 34

Tabel 3.2 Banyaknya Fasilitas Pelayanan Rehabilitasi Medik di Kab. Badung Tahun 2014 ... 35

Tabel 3.3 Banyaknya Tenaga Paramedis dan Non Paramedis Dalam Bidang Rehabilitasi Medik di Kabupaten Badung tahun 2013 ... 35

Tabel 3.4 Banyaknya Penderita Gangguan Fisik dan Disfungsi Organ Tubuh Di Kabupaten Badung Tahun 2009-2013 ... 36

Tabel 3.5 Penyakit yang Memerlukan Pelayanan rehabilitasi Medik Di Kabupaten Badung Tahun 2013 ... 36

Tabel 4.1 Analisis Civitas, Aktivitas dan Kebutuhan Ruang ... 47

Tabel 4.2 Kelompok Jenis dan Tuntutan Ruang ... 54

Tabel 4.3 Rekapitulasi Besaran Ruang ... 59

(10)

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 3.1 Struktur Organisasi Klinik Rehabilitasi Medik di Badung ... 43

Diagram 4.1 Sirkulasi Ruang ... 69

Diagram 4.2 Organisasi Ruang ... 70

Diagram 5.1 Sistem Komunikasi Pesawat Telepon ... 97

Diagram 5.2 Sistem Jaringan Listrik ... 99

Diagram 5.3 Sistem Jaringan Air Bersih ... 99

Diagram 5.4 Sistem Jaringan Air Kotor ... 100

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dijelaskan tentang latar belakang mengapa perlu diadakan fasilitas Klinik Rehabilitasi Medik di Badung, rumusan masalah dan tujuan yang ingin dicapai, metode penelitian serta sistematika penulisan.

1.1 Latar Belakang

Seiring dengan berkembangnya teknologi, berbagai penyakit turut berkembang hingga menimbulkan disfungsi organ-organ pada manusia. Selain menimbulkan disfungsi organ, penyakit-penyakit yang timbul pada manusia dapat pula menyebabkan cacat hingga kematian. Berbagai kasus seperti penyakit saraf, penyakit otot, tulang dan sendi, gangguan tumbuh kembang pada anak hingga penyakit jantung dan paru-paru dapat menyerang segala kalangan.

Mendapatkan pelayanan kesehatan adalah salah satu hak asasi setiap manusia. Hal tersebut tercantum dalam UUD 1945 Pasal 28H Ayat 1. Masyarakat dari segala umur, baik bayi, anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia, memerlukan pelayanan kesehatan, salah satunya pelayanan kesehatan rehabilitasi medik. Jika seseorang

(12)

mengalami luka, sakit ataupun cedera maka harus melewati tahap penyembuhan lebih dahulu. Setelah melalui tahap penyembuhan maka dilanjutkan ke tahap pemulihan atau yang biasa disebut dengan rehabilitasi. Pelayanan rehabilitasi medik selain untuk mengobati penyakit juga untuk membantu pemulihan psikologis pasien agar dapat kembali beraktivitas dalam bermasyarakat pasca proses penyembuhan.

Rehabilitasi medik adalah bantuan agar pasien pulih dari cacat fisik, misalnya, akibat stroke, amputasi, cedera tulang belakang, cedera otak dan berbagai penyakit lainnya. Layanan rehabilitasi medik bisa termasuk pelayanan dalam hal penyesuaian gaya hidup (diet, mobilitas, olahraga), layanan pediatrik (pengobatan anak-anak), manajemen nyeri, atau perawatan pribadi. Bantuan dapat diberikan di rumah sakit, baik sebagai layanan rawat jalan atau rawat inap, di klinik atau di rumah.

Pelayanan terapi fisik dan rehabilitasi sendiri dimulai secara formal sejak tahun 1899 di Inggris dan tahun 1921 di Amerika Serikat, sedangkan di Indonesia, pelayanan rehabilitasi dikenal sejak tahun 1947. Ketika itu, Prof. Dr. R. Soeharso mendirikan Pusat Rehabilitasi yang dikhususkan untuk penyandang disabilitas akibat perang kemerdekaan. Dalam situs Edu Tenaga Kesehatan milik Kementerian Kesehatan RI dijelaskan bahwa tenaga kesehatan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Indonesia sekarang ini belum merata dengan jumlah total 460 orang yang tersebar di beberapa daerah, diantaranya 213 orang di DKI Jakarta, 51 orang di Jawa Barat, 106 orang di Jawa Timur, 72 orang di Jawa Tengah, 11 orang di Manado dan 7 orang di Bali. Jadi, jumlah Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, khususnya di Bali, masih jauh dari kurang untuk melayani total 3.890.757 juta/jiwa penduduk Provinsi Bali (Bali Dalam Angka 2013).

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 29 Tahun 2009, rehabilitasi medik adalah pelayanan yang diberikan untuk pemeliharaan kesehatan pasien dalam bentuk fisioterapi, terapi okupasi, terapi wicara serta bimbingan sosial medik. Di Bali, pelayanan rehabilitasi medik tersedia di RSUP Sanglah Denpasar dan Siloam Hospital Bali, sedangkan di Pulau Jawa, hampir semua Rumah Sakit menyediakan layanan rehabilitasi medik, beberapa diantaranya yaitu Rumah Sakit Dr. Suyoto, Santosa Hospital, Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo.

RSUP Sanglah Denpasar adalah Rumah Sakit Pendidikan dengan taraf Internasional dan memberikan pelayanan rehabilitasi medik terlengkap. Siloam Hospital

(13)

tubuh, seperti pada tulang, otot, tendon dan lain sebagainya. Namun Siloam Hospital Bali diperuntukkan bagi kalangan menengah ke atas sehingga tidak semua masyarakat mampu untuk berobat ke tempat tersebut sedangkan RSUP Sanglah Denpasar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat karena didukung oleh Pemerintah dengan memanfaatkan pelayanan BPJS Kesehatan.

Banyaknya jumlah penderita gangguan fisik di Provinsi Bali adalah 19.226 ribu/jiwa dengan jumlah penderita gangguan fisik di Kabupaten Badung menempati urutan ke-4 setelah Karangasem, yakni dengan jumlah 1.954 ribu/jiwa (Bali Dalam Angka 2013). Sehingga Kabupaten Badung memiliki potensi untuk melayani masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan, terutama di bidang rehabilitasi medik.

Sejauh ini, pelayanan rehabilitasi medik bagi sebagian besar masyarakat masih dianggap sebelah mata. Hal ini dikarenakan masyarakat lebih menaruh harapan kesembuhan hanya pada hasil kerja obat-obatan tanpa disertai pemulihan fisik. Masyarakat masih menganggap obat sebagai pengobatan primer dan terapi pemulihan sebagai pengobatan sekunder. Faktor lain yang turut berpengaruh adalah besarnya biaya yang diperlukan dalam sekali terapi, yang mana terapi tersebut dilakukan tidak hanya sekali, bahkan bisa lebih, sehingga pelayanan ini dianggap sebagai pengobatan tersier (mewah) dan hanya dimanfaatkan oleh segelintir masyarakat yang mengerti dan mampu secara finansial.

Dari segi kesehatan, pelayanan rehabilitasi medik tentu sangat diperlukan di zaman modern ini. Penyakit-penyakit sekarang ini sudah semakin berkembang tanpa bisa diketahui akibat yang kelak akan ditimbulkan oleh penyakit tersebut. Manfaat lain yang bisa diperoleh adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan agar mampu melayani masyarakat dengan memberikan pelayanan optimal terutama di bidang kesehatan.

Dengan adanya fasilitas Klinik Rehabilitasi Medik ini diharapkan dapat membantu mewujudkan Visi dan Misi Kementerian Kesehatan RI untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, dengan adanya Klinik Rehabilitasi Medik di Badung, diharapkan fasilitas dan pelayanan yang diberikan dapat menjangkau masyarakat yang ada di Kabupaten Badung ataupun sekitarnya, sehingga masyarakat yang berada di luar Kota Denpasar dapat terlayani dengan baik tanpa perlu bepergian jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang sudah menjadi hak setiap orang sebagai warga negara Indonesia.

(14)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang dijabarkan pada latar belakang di atas, maka dapat dijelaskan berbagai permasalahan antara lain :

a. Bagaimana spesifikasi Klinik Rehabilitasi Medik tersebut ?

b. Fasilitas-fasilitas apa saja yang dibutuhkan dalam menunjang Klinik Rehabilitasi Medik?

c. Bagaimana rumusan konsep dan tema yang digunakan dalam Klinik Rehabilitasi Medik tersebut?

d. Bagaimana program perancangan yang sesuai untuk Klinik Rehabilitasi Medik agar memberikan kenyamanan beraktivitas di dalamnya ?

1.3 Tujuan

Berdasarkan uraian pada rumusan masalah di atas, adapun tujuan yang ingin dicapai antara lain :

a. Untuk menentukan spesifikasi dari Klinik Rehabilitasi Medik yang memenuhi standar.

b. Untuk menentukan jenis-jenis fasilitas yang dibutuhkan pada Klinik Rehabilitasi Medik.

c. Untuk menentukan konsep dan tema yang sesuai dengan spesifikasi Klinik Rehabilitasi Medik.

d. Untuk menghasilkan program perancangan yang sesuai dengan Klinik Rehabilitasi Medik agar memberikan kenyamanan beraktivitas di dalamnya.

1.4 Metodologi Penelitian

Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu :

1.4.1 Teknik Pengumpulan Data

Dalam teknik pengumpulan data, data yang diperoleh dapat dibedakan menjadi 2 (dua) berdasarkan sumber datanya, yaitu :

(15)

1. Teknik Pengumpulan Data Primer

Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber-sumbernya secara langsung, seperti :

a. Teknik Observasi : pencarian data dengan melakukan studi fasilitas pada proyek sejenis untuk memperoleh gambaran umum tentang Klinik Rehabilitasi Medik di Badung, yakni :

 Instalasi Rehabilitasi Medik milik Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar; dan

 Instalasi Rehabilitasi Medik milik Rumah Sakit Suyoto di Jakarta. 2. Teknik Pengumpulan Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh pihak lain yang kemudian digunakan oleh peneliti sebagai pertimbangan dalam penelitiannya. Teknik sekunder yang digunakan adalah teknik literatur, yaitu pencarian data dengan mengumpulkan buku-buku, jurnal, koran, internet dan data lain yang terkait dengan Klinik Rehabilitasi Medik.

1.4.2 Teknik Pengolahan Data

Teknik pengolahan data terdiri dari 3 tahap, yaitu kompilasi data, analisis dan sintesis.

1. Kompilasi Data

Tahap penilaian dan pengelompokkan data sesuai jenis, kriteria dan hubungan keterkaitannya. Data yang didapat merupakan hasil dari wawancara, studi banding dan studi literatur yang berkaitan dengan Klinik Rehabilitasi Medik di Badung. Wawancara dilakukan dengan pihak-pihak antara lain :

 Dr. Luh Kamiati, Sp. RM selaku Kepala Instalasi Rehabilitasi Medik di RSUP Sanglah Denpasar.

 Dr. Ny. Murniari Danun, Sp. RM selaku Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik. 2. Analisis

Proses memahami informasi dan masalah terkait dengan Klinik Rehabilitasi Medik di Badung. Tahap analisis ini bermanfaat untuk merumuskan program fungsional, program performansi serta program ruang dan program tapak.

(16)

3. Sintesis

Proses sintesis adalah gabungan proses analisis dari pengadaan Klinik Rehabilitasi Medik di Badung yang menghasilkan alternatif konsep perencanaan dan perancangan tapak, konsep perencanaan dan perancangan bangunan, konsep perencanaan dan perancangan struktur dan konsep perencanaan dan perancangan utilitas berdasarkan tema. Untuk kemudian ditransformasikan menjadi faktor penentu perencanaan dan perancangan tapak, bangunan, struktur dan utilitas.

1.5 SISTEMATIKA PENULISAN

Landasan konsepsual terdiri dari 5 (lima) bab yang masing-masing sub bab memiliki penekanan tersendiri, namun saling berkaitan sebagai pola pikir yang jelas serta saling mendukung satu dengan lainnya, yang disusun dalam sistematika penulisan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini merupakan rangkuman atau gambaran umum yang menguraikan tentang latar belakang, pengertian judul, rumusan masalah, tujuan, metode penelitian serta teknik pengumpulan dan pengolahan data yang menjadi dasar untuk bab selanjutnya.

BAB II PEMAHAMAN TERHADAP KLINIK REHABILITASI MEDIK

Pada bab ini merupakan tinjauan secara umum dan mencari kajian teori yang berkaitan dengan proyek Klinik Rehabilitasi Medik serta tinjauan fasilitas proyek sejenis.

BAB III STUDI PENGADAAN KLINIK REHABILITASI MEDIK DI BADUNG Pada bab ini pembahasan tentang gambaran umum wilayah Kabupaten Badung sebagai lokasi proyek, permasalahan dan pemecahan terhadap lokasi proyek, serta rumusan spesifikasi Klinik Rehabilitasi Medik di Badung.

BAB IV TEMA DAN PEMROGRAMAN RUANG

Bab ini merupakan uraian dari tema serta tahapan programming yang terdiri dari program fungsional, program performansi, program arsitektural, dan program analisa site.

(17)

BAB V KONSEP PERANCANGAN SITE DAN BANGUNAN

Setelah pembahasan pada bab sebelumnya maka dilakukan penguraian rumusan konsep perancangan Klinik Rehabilitasi Medik di Badung yang meliputi konsep perancangan site, konsep perancangan bangunan, konsep struktur dan konsep utilitas.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...