PEMERINTAH KABUPATEN MOJOKERTO
PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTONOMOR 9 TAHUN 2006 TENTANG
SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAHAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI MOJOKERTO,
Menimbang : bahwa dengan telah diundangkannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 13 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, maka perlu ditetapkan Peraturan Daerah tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur Juncto Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotapraja Surabaya dan Daerah Tingkat II Surabaya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2730) ;
2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389) ;
3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 38, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4493) yang ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548) ;
4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor
158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4587) ;
Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO, dan
BUPATI MOJOKERTO M E M U T U S K A N :
Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAHAN DESA.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaten Mojokerto.
3. Bupati adalah Bupati Mojokerto.
4. Kecamatan adalah wilayah kerja camat sebagai perangkat Daerah Kabupaten.
5. Camat adalah wakil Pemerintah Daerah di wilayah Kecamatan yang bersangkutan dan bertanggung jawab kepada Bupati.
6. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
7. Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam Sistem Pemerintahan Negara Kasatuan Republik Indonesia
8. Kepala Desa adalah Pemimpin masyarakat desa dan memimpin penyelenggaraan pemerintahan Desa;
9. Perangkat desa adalah Pembantu kepala Desa dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa;
10. Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya disingkat BPD adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Desa.
BAB II
SUSUNAN ORGANISASI PEMERINTAH DESA Pasal 2
(1) Susunan Organisasi Pemerintah desa terdiri dari ; a. Kepala Desa dan
b. Perangkat Desa
(2) Perangkat Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari :
a. Sekretaris Desa;
c. Unsur Kewilayahan.
(3) Unsur Pelaksana Teknis lapangan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b terdiri dari Kepala-kepala Seksi.
(4) Unsur kewilayahan sebagaimana dimaksud pada Ayat (2) huruf c terdiri dari Kepala-kepala Dusun.
Pasal 3
(1) Susunan Organisasi Pemerintahan Desa dapat ditetapkan dalam dua pilihan yaitu :
a. Pola minimal ; b. Pola maksimal.
(2) Susunan Organisasi Pemerintahan Desa pola minimal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a terdiri dari :
a. Kepala Desa ;
b. Unsur Staf terdiri dari Sekretaris Desa yang dibantu oleh tiga Kepala Urusan, yaitu Kepala Urusan Umum, Kepala Urusan Pemerintahan dan Pembangunan dan Kepala Urusan Kesejahteraan masyarakat ;
c. Unsur pelaksana kewilayahan terdiri dari Kepala-kepala Dusun.
(3) Susunan Organisasi Pemerintahan Desa pola maksimal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari :
a. Kepala Desa ;
b. Unsur staf terdiri dari Sekretaris Desa, Kepala Urusan Keuangan dan Kepala Urusan Umum ;
c. Unsur Pelaksanaa Teknis Lapangan terdiri dari Kepala Seksi Pemerintahan, Kepala Seksi Pembangunan, Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat.
d. Unsur Pelaksana kewilayahan terdiri dari Kepala-kepala Dusun.
(1) Pembentukan Susunan Organisasi Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 ditetapkan dengan Peraturan Desa.
(2) Peraturan Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan oleh Kepala Desa kepada Bupati melalui Camat selambat lambatnya 7 (tujuh) hari setelah Peraturan Desa ditetapkan.
Pasal 5
Bagan Susunan Organisasi Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Daerah ini.
BAB III
KEDUDUKAN, KEWAJIBAN, TUGAS DAN FUNGSI KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA
Bagian Kesatu
Kedudukan, Kewajiban, Tugas dan Fungsi Kepala Desa Pasal 6
(1) Kepala Desa berkedudukan sebagai pimpinan masyarakat Desa dan memimpin penyelenggaraan Pemerintahan Desa.
(2) Tugas dan Kewajiban Kepala Desa :
a. Memimpin Penyelenggaraan Pemerintahan Desa berdasarkan kebijakan yang disusun bersama dengan BPD ;
b. Mengajukan Rancangan Peraturan Desa ;
c. Menetapkan Peraturan Desa yang telah mendapat persetujuan BPD ;
d. Menyusun dan mengajukan rancangan Peraturan Desa
mengenai APBD-Desa untuk dibahas dan ditetapkan dengan BPD ;
e. Membina kehidupan Masyarakat Desa ; f. Membina Perekonomian Desa ;
g. Mengkoordinasikan Pembangunan Desa secara partisipatif ; h. Memelihara ketentraman dan ketertiban Masyarakat Desa ;
i. Mendamaikan perselisihan Masyarakat Desa ;
j. Mewakili Desanya didalam dan diluar Pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan peraturan perundang-udangan yang berlaku ;
k. Menjaga kelestarian adat istiadat yang hidup dan berkembang di Desa yang bersangkutan.
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Kepala Desa mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan kegiatan dalam rangka penyelenggaraan urusan rumah tangga desanya sendiri ;
b. Melaksanakan kegiatan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat desa ;
c. Melaksanakan kegiatan dalam rangka menggerakkan partisipasi masyarakat Desa ;
d. Melaksanakan tugas dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah;
e. Melaksanakan tugas pembantuan dari Pemerintah dan Pemerintah Propinsi dan atau Pemerintah Daerah ;
f. Melaksanakan koordinasi jalannya penyelenggaraan Pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kehidupan masyarakat di Desa ;
g. Melaksanakan urusan Pemerintahan lainnya yang tidak termasuk dalam tugas sesuatu instansi dan tidak termasuk urusan rumah tangga desanya.
Bagian Kedua
Kedudukan, Tugas dan Fungsi Perangkat Desa Pasal 7
(1) Sekretaris Desa berkedudukan sebagai unsur staf Pembantu Kepala Desa dalam pelaksanaan tugasnya memimpin Sekretariat Desa.
(2) Sekretaris Desa mempunyai tugas menjalankan administrasi Pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan di desa
serta memberikan pelayanan teknis administratif kepada Kepala Desa dan tugas lain yang diberikan Kepala Desa.
(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Sekretaris Desa mempunyai fungsi :
a. Mengumpulkan, mengolah dan menginventarisir data administrasi Pemerintahan Desa ;
b. Mengumpulkan bahan dan menyusun rencana kegiatan Pemerintahan Desa ;
c. Melaksanakan urusan tata usaha, surat menyurat, kearsipan dan pelaporan ;
d. Melaksanakan urusan keuangan ;
e. Melaksanakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan ;
f. Melaksanakan urusan rumah tangga Sekretariat Pemerintah Desa ;
g. Melaksanakan urusan tugas dan fungsi Kepala Desa dalam hal Kepala Desa berhalangan melaksanakan tugasnya.
Pasal 8
(1) Kepala Urusan berkedudukan sebagai unsur pembantu Sekretaris Desa sesuai bidang tugasnya.
(2) Kepala Urusan mempunyai tugas menjalankan kegiatan Sekretaris Desa sesuai bidang tugasnya.
(3) Untuk menjalankan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Urusan mempunyai fungsi :
a. Pelaksana kegiatan-kegiatan urusan pembangunan, kesejahteraan, urusan umum dan keuangan sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing ;
b. Pelaksana pelayanan administrasi kepada Sekretaris Desa.
Pasal 9
(1) Kepala Seksi berkedudukan sebagai unsur pelaksana tugas Kepala Desa.
(2) Kepala Seksi mempunyai tugas menjalankan kegiatan-kegiatan dalam bidang tugasnya.
(3) Untuk menjalankan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Seksi mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan kegiatan-kegiatan dibidang pemerintahan, pembangunan dan kesejahteraan rakyat sesuai bidang tugasnya masing-masing ;
b. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Desa.
Pasal 10
(1) Kepala Dusun berkedudukan sebagai unsur pelaksana tugas Kepala Desa di wilayah kerjanya.
(2) Kepala Dusun mempunyai tugas menjalankan kegiatan-kegiatan Kepala Desa di wilayah kerjanya.
(3) Untuk menjalankan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Kepala Dusun mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan kegiatan di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, ketentraman dan ketertiban serta pelestarian adat istiadat dan pengembangan kehidupan gotong royong diwilayahnya;
b. Melaksanakan Peraturan Desa di wilayah kerjanya ; c. Melaksanakan kebijakan Kepala Desa di wilayah kerjanya.
Pasal 11
Ruang lingkup/uraian tugas Perangkat Desa adalah : a. Urusan Pemerintahan, mempunyai tugas :
1. Melaksanakan kegiatan dibidang administrasi penduduk, administrasi pertanahan, transmigrasi, monografi desa.
2. Membantu meningkatkan urusan-urusan ketentraman dan ketertiban desa serta Pembinaan RT/ RW.
3. Melaksanakan pembinaan ideologi negara dan politik dalam negeri
4. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Desa dalam bidang pemerintahan.
5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Desa. b. Urusan Pembangunan, mempunyai tugas :
1. Melaksanakan tugas kegiatan dibidang pembangunan antara lain meliputi menyiapkan bahan/data penyusunan rencana Pembangunan Desa, untuk dibicarakan dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), melaksanakan keterampilan masyarakat dibidang pemugaran perumahan desa.
2. Membina kader Pembangunan Desa
3. Membina kelompok-kelompok masyarakat, PKK, Koperasi, Lumbung Kemakmuran dan perusahaan/perizinannya dan menyiapkan petunjuk dalam pelaksanaan pembangunan kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa.
4. Meneliti dan mengadakan evaluasi dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi pembanguan Desa, serta membantu penyusunan program pembangunan Desa.
5. Membantu usaha- usaha memajukan pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan.
6. Menggiatkan pelaksanaan gotong royong dan partisipasi masyarakat dalam Pembangunan Desa.
7. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Desa dalam bidang Pembangunan Desa.
8. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Desa. c. Urusan Kesejahteraan Rakyat, mempunyai tugas :
1. Mengadakan pencatatan urusan kematian, pendataan tentang Nikah, Talak, Rujuk dan Cerai.
2. Menyiapkan saran dan pertimbangan dalam penyusunan kegiatan generasi muda dan olah raga.
3. Membantu mengatur pemberian bantuan pada korban bencana alam, bantuan kemiskinan dan bantuan sosial lainnya.
4. Mengadakan usaha-usaha untuk menghimpun dana sosial bagi kesejahteraan warga masyarakat antara lain penderita cacat, dan masalah-masalah sosial lainnya.
5. Membantu mengusahakan pengawasan/ penanggulangan terhadap penyakit sosial antara lain perjudian, miras, narkoba, gelandangan, tuna susila, kenakalan remaja, kekarasan dalam rumah tangga .
6. Melaksanakan pembinaan di bidang pendidikan, kebudayaan, tempat-tempat bersejarah, peningkatan kegiatan keluarga berencana, kesehatan masyarakat,
7. Membina kerukunan kehidupan beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pemeliharaan tempat- tempat ibadah, pembinaan badan-badan sosial, dan izin usaha sosial.
8. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Desa dalam bidang kesejahteraan rakyat.
9. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Desa. d. Urusan Keuangan, mempunyai tugas :
1. Mengolah administrasi keuangan desa, mempersiapkan data guna menyusun rancangan anggaran, perubahan dan perhitungan penerimaan dan pengeluaran desa, serta melaksanakan tata pembukuan secara teratur.
2. Menyelesaikan administrasi pembayaran, upah dan gaji perangkat desa.
3. Mengadakan penilain pelaksanaan Anggaran Penerimaan dan Pengeluaran Desa, mempersiapkan secara periodik program kerja dibidang keuangan.
4. Membantu kelancaran pemasukan pendapatan daerah, menginventarisir kekayaan desa, bondo deso (luas, status, penggunaan dan lain-lain).
5. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Desa/Sekretaris Desa dibidang keuangan.
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepala Desa/Sekretaris Desa.
e. Urusan Umum, mempunyai tugas :
1. Menyelanggarakan penyusunan, pengetikan/ penggandaan dan proses surat menyurat, pengiriman surat-surat / undangan- undangan.
2. Mengatur dan menata surat-surat yang di mintakan tanda tangan Kepala Desa / Sekretaris Desa.
3. Mengatur rumah tangga Sekretariat Desa, tamu-tamu, kebutuhan kantor, penyimpanan dan pemeliharaan arsip desa.
4. Menyimpan, memelihara dan mengamankan arsip, mensistematisasikan buku inventaris, dokumen dokumen, mengurusi absensi Perangkat Desa, memberikan pelayanan administratif kepada semua urusan.
5. Mengurus pemeliharaan kendaraan dinas, kebersihan kantor dan sebagainya.
6. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Desa/Sekretaris Desa dalam bidang tugasnya.
7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan Kepala Desa/Sekretaris Desa.
BAB IV
TATA KERJA PEMERINTAH DESA DAN PERANGKAT DESA Pasal 12
(1) Kepala Desa bertanggung jawab kepada masyarakat desa yang prosedur pertanggungjawabannya disampaikan kepada Bupati melalui Camat.
(2) Kepala Desa wajib memberikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban kepada BPD dan menginformasikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa kepada masyarakat.
(3) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disampaikan kepada Bupati melalui Camat 1 (satu) kali dalam satu tahun selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah berakhirnya tahun anggaran.
(4) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban kepada BPD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disampaikan 1 (satu) kali dalam satu tahun dalam musyawarah BPD;
(5) Menginformasikan Laporan Penyelenggaraan pemerintahan Desa kepada masyarakat (rembug desa) sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat berupa selebaran yang ditempelkan pada papan pengumuman dan informasi lisan
dalam berbagai pertemuan dengan masyarakat, tulisan serta media lainnya;
(6) Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) digunakan oleh Bupati sebagai dasar melakukan evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan bahan pembinaan lebih lanjut.
(7) Laporan Penyelenggaraan pemerintahan Desa diwilayahnya kepada Bupati selambat lambatnya 21 hari setelah diterimanya Laporan Penyelenggaraan pemerintahan Desa dari Desa.
Pasal 13
(1) Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Sekretaris desa bertanggungjawab kepada Kepala Desa.
(2) Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Kepala Seksi bertanggungjawab kepada Kepala Desa.
(3) Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Kepala Dusun bertanggungjawab kepada kepala Desa.
(4) Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Kepala Urusan bertanggung jawab kepada Sekretaris Desa.
BAB V
KETENTUAN PERALIHAN Pasal 14
Pemerintah Desa segera menyesuaikan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa selambat-lambatnya 1 (satu) tahun setelah diundangkan Peraturan Daerah Ini.
BAB VI
KETENTUAN PENUTUP Pasal 15
Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini, sepanjang mengenai pelaksanannya akan diatur lebih lanjut oleh Bupati.
Pasal 16
Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 11 tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa (Lembaran Daerah Kabupaten Mojokerto Tahun 2000 Nomor 4 Seri C) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Pasal 17
Peraturan daerah ini berlaku sejak tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan Penempatannya pada Lembaran Daerah Kabupaten Mojokerto.
Ditetapkan di Mojokerto
pada tanggal 14 Agustus 2006
BUPATI MOJOKERTO, ttd.
A C H M A D Y
Diundangkan di Mojokerto
pada tanggal Nopember 2006
SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO, ttd.
R. SOEPRAPTO
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO TAHUN 2006 NOMOR 1 SERI D
Salinan sesuai aslinya
KEPALA BAGIAN HUKUM
BAMBANG SUGENG, SH., MM. Pembina Tingkat I
PERATURAN DAERAH KABUPATEN MOJOKERTO NOMOR 9 TAHUN 2006
TENTANG
SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAHAN DESA
I. U M U M
Bahwa guna menampung aspirasi yang berkembang pada Masyarakat Desa dan dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan Pemerintahan Desa yang lebih efektif, demokratis dan bertanggung jawab serta untuk mewujudkan aparatur penyelenggara Pemerintahan Desa yang mempunyai kemampuan, integritas moral dan bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Berkenaan dengan itu, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menegaskan bahwa salah satu landasan pemikiran pengaturan mengenai Desa adalah otonomi, dimana mempunyai makna bahwa kewenangan Pemerintahan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat didasarkan pada hak asal-usul dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat. Salah satu kewenangan untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat adalah kewenangan untuk menentukan pemimpin masyarakat dan pimpinan Pemerintahan Desa.
Sehubungan dengan itu, untuk melaksanakan ketentuan Pasal 200 sampai dengan Pasal 216 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Pasal 13 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, maka untuk memberikan penegasan bagi Desa dalam menentukan susunan organisasi pemerintah desa, kedudukan, kewajiban, tugas dan fungsi kepala desa dan perangkat desa, tata kerja pemerintah desa dan perangkat desa maka Peraturan Daerah Kabupaten Mojokerto Nomor 11 tahun 2000 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa, perlu ditinjau kembali yang dituangkan dalam suatu Peraturan Daerah.
II. PASAL DEMI PASAL
Pasal 1
Cukup jelas. Pasal 2
Cukup jelas. Pasal 4 Cukup jelas. Pasal 5 Cukup jelas. Pasal 6 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas. Huruf c Cukup jelas. Huruf d Cukup jelas. Huruf e Cukup jelas. Huruf f Cukup jelas. Huruf g Cukup jelas. Huruf h Cukup jelas. Huruf i
Untuk mendamaikan perselisihan, kepala desa dapat dibantu oleh lembaga adat desa.
Huruf j Cukup jelas. Huruf k Cukup jelas. Ayat (3) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Cukup jelas.
Cukup jelas. Huruf d Cukup jelas. Huruf e Cukup jelas. Huruf f Cukup jelas. Huruf g
Yang dimaksud dengan “urusan pemerintahan” antara lain pengaturan kehidupan masyarakat sesuai dengan kewenangan desa seperti pembuatan peraturan desa, pembentukan lembaga kemasyarakatan, pembentukan Badan Usaha Milik Desa, kerjasama antar desa.
Pasal 7 Cukup jelas. Pasal 8 Ayat (1) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Huruf a
Yang dimaksud dengan “urusan pembangunan” antara lain pemberdayaan masyarakat dalam penyediaan sarana prasarana fasilitas umum desa seperti jalan desa, jembatan desa, irigasi desa, pasar desa.
Huruf b Cukup jelas. Pasal 9 Cukup jelas. Pasal 10 Cukup jelas. Pasal 11 Cukup jelas. Pasal 12 Cukup jelas. Pasal 13 Cukup jelas.
Cukup jelas. Pasal 15 Cukup jelas. Pasal 16 Cukup jelas. Pasal 17 Cukup jelas.
TANGGAL 14 Agustus 2006
BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PEMERINTAH DESA (POLA MINIMAL) Keterangan : Garis komando Garis koordinasi BUPATI MOJOKERTO, ttd. A C H M A D Y KEPALA DESA KEPALA DUSUN SEKRETARIS DESA KEPALA URUSAN KEPALA URUSAN KEPALA URUSAN BPD
NOMOR 9 TAHUN 2006 TANGGAL 14 Agustus 2006
BAGAN SUSUNAN ORGANISASI PEMERINTAH DESA (POLA MAKSIMAL) Keterangan : Garis komando Garis koordinasi BUPATI MOJOKERTO, ttd. A C H M A D Y KEPALA DESA KEPALA DUSUN SEKRETARIS DESA KEPALA SEKSI KEPALA URUSAN KEPALA URUSAN KEPALA SEKSI KEPALA SEKSI BPD