LAMPIRAN 1. Report Hasil Perhitungan Jumlah Suara

35 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

89

LAMPIRAN 1

(2)

PRESENTASI TUGAS AKHIR – CI 1599

5 February 2009

SIMULASI

 

E

VOTING

 

SYSTEM

 

DENGAN

 

MENGGUNAKAN

 

METODE

 

SCRATCH

 

AND

 

vOTE

 

Oleh:

Oleh:

HELENA APRIZA

Tohari Ahmad, SKOM. M.M

Royanna M Ijtihadi, S.Kom, M.Kom

(3)

P E N D A H U L U A N

P E N D A H U L U A N

„

Latar Belakang

g

„

Tujuan

Batasan Masalah

„

Batasan Masalah

(4)

Latar Belakang

„

Konsep penggunaan banyak kartu identitas

„

Pemilih salah dalam memberi tanda pada kertas suara

„

Pemilih salah dalam memberi tanda pada kertas suara,

karena kententuan keabsahan penandaan yang kurang

jelas

„

Proses perhitungan suara yang dilakukan berjalan

lambat

„

Kurang terjaminnya kerahasiaan dari pilihan yang

„

Kurang terjaminnya kerahasiaan dari pilihan yang

dibuat oleh seseorang.

„

Tidak ada bukti autentik hasil pemilihan suara,

(5)

Tujuan

Tujuan

„

Berangkat dari latar belakang di atas penulis

„

Berangkat dari latar belakang di atas, penulis

kemudian

merumuskan

beberapa

permasalahan yang akan diangkat yaitu

permasalahan yang akan diangkat yaitu

adalah bagaimana membangun sebuah sistem

perangkat lunak pemilihan suara yang efektif,

efisien, high privacy dan ACCURATE( A

Center for Correct, Usable, Reliable, Auditable

dan Transparent Elections)

(6)

Batasan Masalah

Batasan Masalah

Menggunakan Paillier cryptosystem untuk enkripsi dan

„

Menggunakan Paillier cryptosystem untuk enkripsi dan

dekripsi

„

Menggunakan

gg

teknik

homomorphics

p

untuk

pembuktikan keaslian kertas suara

„

Hanya untuk pemilihan dengan jumlah candidate

k i

l 4

l

maksimal 4 calon

„

Pengecekan hasil suara menggunakan barcode code

39 tipe linear .

39 t pe

ea

„

Bahasa pemrograman yang digunakan adalah J2SE,

HTML dan JSP

(7)

TINJAUAN PUSTAKA

„

Elektronik Voting

g

„

Metode Scratch and Vote

Paillier Kriptosystem

(8)

El kt

ik V ti

Elektronik Voting

Elektronik voting pertama kali ditemukan oleh

„

Elektronik voting pertama kali ditemukan oleh

Thomas A. Edison pada tahun 1869[5]. Elektronik

voting yang biasa disebut e-voting adalah salah

satu bentuk pemilihan suara dari sejumlah option

kandidat

dengan

memanfaatkan

teknologi

elektronisasi untuk membuat pekerjaan lebih cepat

elektronisasi untuk membuat pekerjaan lebih cepat

selesai [7]. Contoh teknologi e-voting adalah punch

cards, optical scan voting system, dan touch screen

system Teknologi ini dapat mentransmisikan kertas

system. Teknologi ini dapat mentransmisikan kertas

suara (ballot) dan hasil suara melalui telepon,

jaringan komputer atau internet.

(9)

Metode Scratch and Vote

Metode Scratch and Vote

Metode scratch dan vote adalah sebuah metode pada

Metode scratch dan vote adalah sebuah metode pada

system e-voting dengan tujuan untuk meminimalkan harga

dan kompleksitas, yaitu dengan cara :

M

k

t k ik k i t

fi

„

Menggunakan teknik kriptografi

„

Berbentuk paper-based

„

Kertas suara yang verifikasinya tanpa melibatkan petugas

„

Kertas suara yang verifikasinya tanpa melibatkan petugas

pemilihan suara

„

Perhitungan hasil suara yang hanya mempercayakan

pada proses dekripsi dan menggunakan

homomorphic

enkripsi

Hasil suara dienkripsi dan dipublish pada sebuah bulletin

„

Hasil suara dienkripsi dan dipublish pada sebuah bulletin

(10)

Paillier Kriptosistem

Sistem kriptografi Paillier adalah sebuah sistem yang

berbasis

algoritma

asimetris

probabilistik.

Algoritma

enkripsi

yang

digunakan

adalah

sebuah

algoritma

enkripsi

yang

digunakan

adalah

sebuah

algoritma

kriptografi kunci publik. Sistem ini ditemukan oleh Pascal

Paillier pada tahun 1999[8].

(11)

Paillier Kriptosistem

ƒ

Homomorphic

property

Properti

homomorfisme

ƒ

Homomorphic

property.

Properti

homomorfisme

memungkinkan penjumlahan nilai yang dienkripsi

dengan nilai lainnya, kemudian hasil penjumlahannya

d

t did k i i t

t h i il i

il i

dapat didekripsi tanpa mengetahui nilai – nilai yang

membentuknya.

ƒ

Karena properti semantic security dari

Karena properti semantic security dari

kriptosistem

kriptosistem

Paillier ini,

ƒ

Properti

malleability

(kelenturan

logika

didalam

)

pemrograman

komputer)

yang

dimiliki

oleh

(12)

Key Generation

1. Pilih 2 bilangan prima p dan q secara random

1. Pilih 2 bilangan prima p dan q secara random

2. Hitung nilai n, dimana n =pq and

λ

=

lcm

(

p

1,

q

1)

3. Pilih bilangan integer g secara random

4 Bilangan basis g yang dipilih secara acak dari elemen

4. Bilangan basis g yang dipilih secara acak dari

elemen-elemen yang ordenya dapat dibagi dengan n dengan

mengecek modular multiplicative inverse

Dimana fungsi

L

adalah sebagai berikut

Keterangan :

Dimana fungsi

L

adalah sebagai berikut

Lcm (Least Common Multiple) : Public key untuk enkripsi adalah (n,g) Private key untuk decryption

adalah (

λ

,µ).

Public key untuk enkripsi adalah (n,g)

(13)

Enkripsi

Enkripsi

Algoritma enkripsi pada paillier kriptosistem :

1. Pesan m dienkripsi

2 Pilih

d

2. Pilih r secara random

3. Perhitungan ciphertext :

(14)

Dekripsi

Dekripsi

Algoritma deskripsi pada paillier kriptosistem :

Algoritma deskripsi pada paillier kriptosistem :

1. Ciphertext

(15)
(16)

Rancangan Aplikasi Secara Umum

Aplikasi dibagi menjadi 3 adalah sebagai berikut :

Aplikasi dibagi menjadi 3 adalah sebagai berikut :

„

Aplikasi Admin

, yaitu aplikasi yang digunakan oleh

admin untuk manage kertas suara, manage data

g

,

g

pemilih dan manage data candidate.

„

Aplikasi Ballot ,

yaitu aplikasi yang berbentuk website

b f

i

b

i k t

ti k t

yang berfungsi sebagai kertas suara seperti kertas

suara pada umumnya.

„

Aplikasi Bulletin Board

p

as

u et

oa d

, berbentuk website yang

, be be tu

ebs te ya g

berfungsi untuk menampilkan hasil perhitungan suara.

PC yang digunakan sebagai device, harus didukung

oleh internet sehingga dapat diakses oleh voter

(17)

Use Case Diagram Aplikasi Admin

Manage Data

Candidate

Extend

Registrasi data

voter

Extend

Manage Data

Candidate

Peneliti

Login

E t

d

Extend

Admin

Cetak Barcode

Extend

Baca Barcode

(18)

Use Case Diagram Aplikasi Ballot

Pilih Candidate

Extend

Login

Print Ballot

Peneliti

Extend

Voter

Print Ballot

(19)

U

C

Di

A lik

i B l ti

B

d

Use Case Diagram Aplikasi Buletin Board

View Voted

(20)

KESIMPULAN DAN SARAN

„

Kesimpulan

p

(21)

KESIMPULAN

S

t h

d V t

d l h

b

h

t d

Scratch and Vote, adalah sebuah metode

pada e-voting system yang menggunakan

kriptografi yang bersifat dinamis dan bisa

kriptografi yang bersifat dinamis dan bisa

diterapkan pada e-voting system

Dari ujicoba e-voting system yang dibangun

mampu

a pu

memenuhi

e e u

fungsionalitas

u gs o a tas

yang

ya g

dibutuhkan yaitu system perangkat lunak

pemilihan suara yang correctness, usable,

reliable auditable dan transparent elections.

(22)

KESIMPULAN

•Corectness, karena ketepatan dalam memproses data

,

p

p

inputan dan mampu mendekripsi kembali sebuah message

yang telah terenkripsi.

•Usable karena sifatnya yang mudah digunakan dan user

•Usable, karena sifatnya yang mudah digunakan dan user

interaktif. Dengan maksud bila terjadi kesalahan akan

mendapat konfirmasi langsung dari system.

R li bl

k

if t

d

t di

Si t

i i

•Reliable, karena sifatnya yang dapat dipercaya. Sistem ini

menggunakan proses enkripsi untuk menjaga privacy data

sehingga tidak sembarang orang dapat mengubah dan

gg

g

g

p

g

melihat datanya.

•Transparant election, karena semua hasil pilihan voter akan

ditampilkan di sebuah bulletin board

ditampilkan di sebuah bulletin board.

(23)

SARAN

Mengganti system keamanan database dengan menggunakan

Mengganti system keamanan database dengan menggunakan

teknologi biometri, yaitu menggunakan pola sidik jari sebagai

pengganti password dalam mengakses database.

M

b hk

fi

ll

k k

b ll i b

d

Menambahkan firewall untuk keamanan bulletin board.

Sering

melakukan

recovery

data

(upaya

untuk

mengembalikan basis data ke keadaaan yang dianggap benar

setelah terjadinya suatu kegagalan

(24)

SARAN

Type barcode yang digenerate dapat dipilih sesuai

Type barcode yang digenerate dapat dipilih sesuai

dengan type reader yang dipunya.

Jumlah candidate yang dinputkan dapat berubah-rubah sesuai

dengan keinginan.

(25)
(26)

1

Simulasi E-Voting Sistem Dengan Menggunakan Metode Scratch and Vote

(S&V)

Helena Apriza1, Tohari Ahmad2, Royyana Muslim I2 Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika1, Dosen Pembimbing2

Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Kampus Teknik Informatika, Keputih Sukolilo (60111) Telp: +62 (031)5939214, Fax: +62 (031)5913804

Email: helena_apriza@yahoo.com

ABSTRAK

Penggunaan voting sebagai media untuk mencari keputusan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak telah dimulai sejak lama. Dalam pelaksanaannya, banyak terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh sebagian golongan masyarakat untuk kepentingan mereka sendiri. Hal ini menyebabkan timbulnya konflik di masyarakat, serta menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pihak penyelenggara voting dan pihak pemenang voting tersebut. Penggunaan teknologi informasi dalam proses voting diharapkan dapat membantu penyelesaian masalah-masalah tersebut.

Aplikasi e-voting ini menggunakan metode Scratch andVote (S&V). Aplikasi e-voting ini yang menggunakan kriptografi dalam pengimplementasian sistemnya. Dengan metode enkripsi Paillier diharapkan dapat meningkatkan keamanan informasi datanya. Aplikasi yang menggunakan bahasa pemrograman Java untuk aplikasi admin dan JSP untuk aplikasi ballot ini dibangun dengan menggunakan jaringan lokal (LAN) untuk komunikasi antar PC demi kemudahan pertukaran informasi.

Uji coba aplikasi e-voting ini dilakukan melalui beberapa skenario. Uji coba ini berhasil mewujudkan sebuah implementasi nyata aplikasi e-voting yang usable, high privacy, efektif dan transparent election meskipun harus menghadapi tantangan kehandalan performansi dan kejahatan elektronik.

Kata kunci : E-Voting, Enkripsi, Dekripsi, Paillier kriptosistem,Scratch and Vote 1. PENDAHULUAN

Pemungutan suara (voting) adalah hal yang sangat penting dalam sistem demokratis. Voting biasanya menyiratkan adanya suatu pemilihan. Sistem yang biasa dilakukan oleh masyarakat pada umumnya adalah voting manual berbasis kertas. Dimana para pemilih dapat menentukan suara pilihannya dengan memberi tanda pada suatu kertas suara tertentu. Sistem ini banyak sekali kekurangannya. Berikut ini adalah beberapa permasalahan yang timbul dalam pelaksaan voting manual berbasis kertas:

• Konsep penggunaan banyak kartu identitas menyebabkan banyaknya pemilih yang memiliki kartu suara lebih dari satu buah. Keadaan ini seringkali dikali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk meningkatkan jumlah suara pilihannya sehingga dapat memenangkan voting tersebut

• Pemilih salah dalam memberi tanda pada kertas suara, karena kententuan keabsahan penandaan yang kurang jelas, sehingga banyak kartu suara yang yang dinyatakan tidak sah. Pada tahapan verifikasi keabsahan dari kartu suara, sering terjadi kontroversi peraturan dan menyebabkan konflik dimasyarakat.

• Proses perhitungan suara yang dilakukan berjalan lambat karena proses tersebut harus menunggu semua kartu suara, sehingga pengumpulan tidak berjalan sesuai dengan rencana. Lebih lanjut lagi, proses tabulasi hasil penghitungan akan meleset dari perkiraan sebelumnya

• Keterlambatan dalam proses tabulasi hasil penghitungan suara dari daerah. Kendala utama dari proses tabulasi ini adalah kurangnya variasi metode pengumpulan hasil penghitungan suara. Hal ini disebabkan oleh masih lemahnya infrastruktur teknologi komunikasi. Akibat

(27)

2

dari hal tersebut, maka pengumuman hasil voting akan memakan waktu yang lama. • Permasalahan yang terpenting adalah

kurang terjaminnya kerahasiaan dari pilihan yang dibuat oleh seseorang. Banyak pemillih mengalami tekanan dan ancaman pihak tertentu untuk memberikan suara mereka kepada pihak tertentu. Selain itu. Kurangnya verifiabilas dapat mendorong kearah penipuan pada pihak penyelenggara pemilihan atau pihak luar, dan kurangnya kerahasiaan dapat mendorong kearah pemaksaan[2]. Padahal ini adalah hal yang paling penting dalam pemilihan suara.

• Elektronik voting telah digunakan sejak tahun 1960[5]. Elektronik voting mengijinkan komputer untuk menghitung semua suara yang telah dipilih pada webpage kertas suara (ballot). Teknologi pemungutan suara secara elektronik ini dapat mempercepat perhitungan surat suara. Tetapi hal ini juga menimbulkan kontroversi karena ternyata memudahkan penipuan elektoral.

Kriptografi dipilih sebagai solusi untuk pemungutan suara elektronik ini. Kriptografi digunakan untuk mengaburkan informasi rahasia sehingga tidak bisa dimengerti oleh orang lain yang tidak berhak[6]. Selain itu, kriptografi juga digunakan untuk autentikasi pesan. Banyak sistem elektronik voting menggunakan kriptografi untuk mengamankan data para pemilih suara. Salah satunya adalah Scratch dan Vote (S&V) yaitu sistem elektronik voting berbasis kertas suara dengan kriptografi yang didesain sederhana untuk kemudahan dalam penggunaan dan biaya pembangunan sistem yang minimal[1]. Dibandingkan dengan sistem voting yang modern seperti touch-screen, Scratch and Vote (S&V) ini mungkin kelihatannya lebih rendah teknologinya[3]. Tapi sistem ini memiliki keunggulan dibandingkan sistem yang lainnya yaitu sistem yang mengijinkan para pemberi suara untuk dapat melihat hasil suara yang telah dihitung pada sebuah buletin board dengan tetap menjamin kerahasiaan data pemberi suara[1].

2. TUJUAN

Berangkat dari latar belakang di atas, penulis kemudian merumuskan beberapa detil permasalahan yang akan diangkat yaitu adalah bagaiman membangun sebuah sistem perangkat lunak pemilihan suara yang efektif, efisien, high privacy dan ACCURATE( A Center for Correct, Usable, Reliable, Auditable, and Transparent Elections).

3. TINJAUAN PUSTAKA DAN TEORI 3.1 Elektronik Voting

Elektronik voting pertama kali ditemukan oleh Thomas A. Edison pada tahun 1869[5]. Elektronik voting yang biasa disebut e-voting

adalah salah satu bentuk pemilihan suara dari sejumlah option kandidat dengan memanfaatkan teknologi elektronisasi untuk membuat pekerjaan lebih cepat selesai [7]. Contoh teknologi e-voting adalah punch cards,

optical scan voting system, dan touch screen system. Teknologi ini dapat mentransmisikan kertas suara (ballot) dan hasil suara melalui telepon, jaringan komputer atau internet.

E-voting menggunakan protokol-protokol pemilihan yang disebut sebagai “secure election”. Protokol- protokol ini berisi aturan-aturan yang harus dipatuhi untuk mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan.

Adapun input dan output dari evoting dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 1Skema Input dan output dari e-voting

3.2 Metode Scratch and Vote

Metode scratch dan vote adalah sebuah metode pada sistem pemilihan suara yang menggunakan teknik kriptografi untuk meminimalkan harga dan kompleksitas sistem, yaitu dengan cara:

• Kertas suara (ballot) yang bersifat paper-based dan dapat dicetak menggunakan teknologi yang sedang berkembang saat ini

(28)

3

• Kertas suara yang verifikasinya tanpa melibatkan petugas pemilihan suara

• Perhitungan hasil suara yang hanya mempercayakan pada proses dekripsi dan menggunakan homomorphic enkripsi

Kriptografi dipakai pada metode ini dikarenakan kriptografi dapat menggabungkan

public auditability dan ballot secrecy. Hasil suara dienkripsi dan dipublish pada sebuah bulletin board dengan nama pemilih atau nomer identitas pemilih dalam bentuk asli (tanpa dienkripsi). Sehingga setiap orang dapat melihat bahwa Alice telah melakukan pemilihan tapi tidak tahu apa yang dia pilih. Adapun langkah-langkah pemilihan suara adalah sebagai berikut :

Sign in : voter harus login terlebih dahulu kemudian baru mendapatkan webpage kertas suara dengan urutan list kandidat yang bersifat random untuk setiap kertas suaranya. Petugas pemilihan tidak mengetahui urutan kandidat yang telah dirandom disetiap webpage kertas suara. Webpage kertas suara memiliki garis pembatas secara vertikal ditengah kertas untuk memisahkan list kandidat yang terletak disebelah kiri dan checkbox yang terletak disebelah kanan. Selain itu juga garis pembatas secara horizontal untuk memisahkan dengan 1D-barcode[2]. • Make selection : Pemilih mengisi webpage

kertas suara kandidat yang telah disediakan.

Print Ballot : Webpage kertas suara yang telah diisi secara benar kemudian di print sehingga dapat dipakai sebagai barang bukti bagi voter bila terjadi kesalahan . • Detach ballot halves : Webpage kertas

suara yang telah diprint, disobek berdasarkan garis pembatas kertas. Dimana kertas suara yang berisi list kandidat pilihan akan dibuang. Dengan catatan bagian yang dibuang tidak berisi informasi lain, hanya berisi urutan list kandidat.

Casting : Setiap voter dapat memberikan kertas suara yang berisi barcode kepada petugas pemilihan untuk membaca arti dari image barcode nya. Barcode dibaca dengan menggunakan sebuah alat scanner.

Verification : Voter dapat log on ke website bulletin board untuk memverifikasi hasil pilihan voter yang telah dihitung.

3.3 Paillier Kriptosistem

Sistem kriptografi Paillier adalah sebuah sistem yang berbasis algoritma asimetris probabilistik. Algoritma enkripsi yang digunakan adalah sebuah algoritma kriptografi kunci publik. Sistem ini ditemukan oleh Pascal Paillier pada tahun 1999[8].

Sistem kriptografi Paillier dibuat berdasarkan pemikiran bahwa untuk menghitung kelas residu yang ke–n, perhitungan yang dibutuhkan sangat sulit. Hal ini dikenal sebagai asumsi Composite Residuosity (CR). Contohnya adalah penggunaan himpunan derajat pada sebuah bilangan n = pq yang sangat sulit untuk difaktorkan, dimana p dan q adalah dua buah bilangan prima. Dapat dilihat bahwa teknik trapdoor ini dapat menyediakan sebuah blok pembangun kriptografik untuk mendapat sebuah kriptosistem yang berbasis kunci publik[8].

Sistem kriptografi Paillier ini memiliki properti – properti seperti random-self-reducibility,

additive homomorphic property, dan self – blinding. Properti – properti inilah yang menyebabkan kriptosistem Paillier ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pemungutan suara elektronik dan uang elektronik.

Pada sistem pemilihan suara elektronik, kriptosistem paillier ini dapat merupakan pilihan yang cocok karena beberapa pertimbangan :

1. Homomorphic property. Kertas suara kriptografi tidak mendukung penulisan langsung calon pemilih. Umumnya, apabila Alice ingin menuliskan sebuah nama, ia akan memilih untuk menulis langsung pilihan kandidat – kandidat yang sudah ada, maka dari pada itu dapat digunakan homomorhic tallying. Properti homomorfisme ini sejalan dengan properti homomorfisme dari kriposistem Paillier, sehingga untuk properti homomorfisme dari Electronic Voting ini dapat digunakan kriptosistem Paillier. Properti homomorfisme memungkinkan penjumlahan nilai yang dienkripsi dengan

nilai lain, kemudian hasil penjumlahannya dapat didekripsi tanpa mengetahui nilai – nilai yang membentuknya.

(29)

4

2. Karena properti semantic security dari kriptosistem Paillier ini, maka suara yang masuk dapat dilindungi dari serangan yang bersifat Chosen Plaintext attack, namun karena sifatnya yang malleable, maka suara yang masuk masih dapat diserang melalui metode Chosen Ciphertext attack, kecuali apabila menggunakan skema ROM 3. Properti malleability (kelenturan logika

didalam pemrograman komputer )yang dimiliki oleh kriptosistem Paillier ini.

4. PERANCANGAN APLIKASI 4.1 Perancangan Aplikasi secara umum

Aplikasi dibagi menjadi 3 adalah sebagai berikut.

1. Aplikasi Admin, yaitu aplikasi yang digunakan oleh admin untuk manage kertas suara, manage data pemilih dan manage data candidate. Aplikasi ini berbasis desktop dan dibangun dengan menggunakan platform J2SE.

2. Aplikasi Ballot (Kertas Suara), yaitu aplikasi yang berbentuk website yang berfungsi sebagai kertas suara seperti kertas suara pada umumnya. Voter yang telah terdaftar dapat memberikan hak suaranya dengan memilih kandidat yang tertera pada aplikasi ini. Aplikasi ini dibangun dengan menggunakan JSP.

3. Aplikasi Bulletin Board, berbentuk website yang berfungsi untuk menampilkan hasil perhitungan suara. Aplikasi ini berbasis website dan dibangun menggunakan platform JSP. Untuk menggunakan aplikasi bulletin board, PC yang digunakan sebagai device, harus didukung oleh internet sehingga dapat diakses oleh voter

kapanpun dan dimanapun

Secara garis besar, aliran kerja bisnis dari aplikasi ini dijelaskan dalam Gambar 2

Gambaran Umum Sistem.

Gambar 2 Gambaran Umum Sistem

4.2 Perancangan Proses

4.2.1 Perancangan Proses Aplikasi Admin

Aplikasi admin adalah sebuah aplikasi desktop. Aplikasi ini secara garis besar berhubungan dengan proses management kertas suara. Semua data yang berhubungan dengan pemilihan akan dimanage oleh seorang admin dan disimpan dalam sebuah database server. Selain itu pada aplikasi ini juga terdapat proses enkripsi. Dimana pada proses enkripsi ini nanti akan menghasilkan private key dan public key yang digunakan untuk menjaga kerahasiaan data vote hasil pilihan

voter.

Manage Data Candidate

(from Use Cases)

Registrasi Data Voter

(from Use Cases)

Manage Data Admin

(from Use Cases)

Cetak Barcode

(from Use Cases)

Admin

(f rom Actors)

Baca Barcode

(from Use Cases)

login

(from Use Cases)

<<extend>> <<extend>> <<extend>> <<extend>>

<<extend>>

Gambar 3Use Case Aplikasi Admin Diagram use case pada Gambar 3Use Case Aplikasi Admin menggambarkan bahwa admin selaku actor dapat menggunakan fungsi-fungsi yang ditawarkan sistem yaitu manage data candidate, registrasi data voter, manage data admin, cetak barcode dan baca barcode. Tetapi sebelum menggunakan fungsi-fungsi tersebut admin harus melakukan proses login terlebih dahulu. Adapun masing-masing fungsionalitas dari usecase yaitu:

1. manage data candidate, berfungsi untuk mengatur data candidate yang akan dipilih, 2. registrasi data voter, berfungsi untuk

menginputkan data voter yang berhak memberikan suara,

3. manage data admin, berfungsi untuk mengatur hak akses admin,

4. cetak barcode, berfungsi untuk mengenerate gambar barcode yang akan ditampilkan pada kertas suara.

(30)

5

5. baca barcode, berfungsi untuk membaca image barcode guna mencocokan hasil voted

4.2.2 Perancangan Proses Aplikasi Ballot

Aplikasi Ballot adalah sebuah aplikasi web yang berfungsi sebagai kertas suara yang berisi daftar nama kandidat yang dapat dipilih oleh

voter. Bentuk dan fungsinya sama halnya dengan kertas suara biasa pada umumnya, tapi ini ditampilkan dalam sebuah webpage.

Print Ballot (from <Use Case Name>)

Pilih Candidate (from <Use Case Name>)

Voter (f rom Actors)

login (from <Use Case Name>) <<extend>>

<<extend>>

Gambar 4 Use Case Aplikasi Ballot Diagram use case aplikasi ballot diatas menggambarkan bahwa untuk masuk ke aplikasi ballot ini voter harus melakukan proses login terlebih dahulu. Bila voter telah berhasil masuk, voter dapat melakukan proses pilih kandidat. Proses print dapat dilakukan bila kedua proses diatas telah dilakukan. Adapun masing-masing fungsionalitas dari

usecase yaitu:

1. Login Voter, sebelum voter dapat mengisi kertas suara yang diberikan, terlebih dahulu harus melalui proses autentikasi

voter. Proses ini bertugas untuk mengecek apakah seorang voter mempunyai hak untuk mengisi kertas suara. Hal ini berguna agar seorang voter hanya dapat memberikan suara nya hanya satu kali saja.

2. Pilih Candidate, voter diberikan webpage pilih candidate yang berisi list daftar kandidat. Kemudian voter memilih salah satu kandidat yang telah ditampilkan pada layar.

3. Print Ballot, voter dapat mencetak webpage pilih kandidat yang telah dipilih sebelumnya yang mana nantinya dapat digunakan sebagai bukti bila terdapat kesalahan.

4.2.3 Perancangan Proses Aplikasi Bulletin Board

Aplikasi Bulletin Board adalah sebuah halaman web yang berfungsi sebagai papan pengumuman yang berisi daftar nama voter

yang telah memilih kandidat dan hasil dari perhitungan suara. Halaman web ini bersifat

read-only dan dapat diakses oleh siapapun

Gambar 5 Use Case Aplikasi Buletin Board Diagram use case pada Gambar 5 Use Case Aplikasi Buletin Board menggambarkan bahwa pada aplikasi bulletin board voter

hanya dapat melakukan proses view hasil suara. Aplikasi ini hanya menampilkan jumlah perhitungan suara yang telah masuk ke dalam database beserta daftar nama voter yang telah menggunakan hak pilihnya. Aplikasi bulletin board bersifat read-only.

5. UJI COBA

Ujicoba dilakukan untuk mengetahui apakah semua fungsi pada simulasi e-voting sistem ini berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Ujicoba disertai penjelasan mengenai parameter yang digunakan, cara pengujian dan hasil uji cobanya yang disertai analisa hasil dari uji coba tersebut.

5.1 Uji Coba Fungsionalitas Aplikasi Admin

Ujicoba fungsionalitas pada aplikasi admin akan dilakukan pada semua aspek seperti yang terlihat pada Gambar 5 Interface Flow Diagram Aplikasi Admin

(31)

6

Gambar 5 Interface Flow Diagram Aplikasi Admin

5.1.1 Ujicoba Registrasi Data Voter

Dalam penginputan data voter pada form manage data voter semua textbox input harus diisi secara benar. Khusus untuk textbox input id ballot tidak boleh terjadi duplikasi data. Bila id ballot yang diinputkan admin ternyata sama maka akan muncul konfirmasi yang seperti yang terlihat pada Gambar 6 Skenario Ujicoba Input Id Ballot yang Sama. Hal ini dikarena id ballot bersifat unik, setiap voter harus memiliki id ballot yang berbeda.

Gambar 6 Skenario Ujicoba Input Id Ballot yang Sama

Dari hasil uji coba dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsionalitas registrasi data voter : ™ Usable, karena sifatnya yang user

interaktif. Setiap ada kesalahan dalam menginputkan data diberi konfirmasi sehinga menjadi tahu dimana letak kesalahannya data inputan.

5.1.2 Ujicoba Manage Data Candidate

Bagi admin yang ingin menginput data kandidat yang baru maka admin harus memilih data kandidat yang lama untuk diedit dengan data kandidat yang baru pada tabel data

kandidat. Setelah button update dipilih untuk mengeksekusi input data kandidat yang diinputkan sebelumnya tadi maka akan muncul konfirmasi seperti pada Gambar 7 Skenario Ujicoba Update Data Candidate.

Gambar 7 Skenario Ujicoba Update Data Candidate

Dari hasil uji coba dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsionalitas login voter :

™ Usable, karena sifatnya yang user interaktif. Setiap ada aksi dalam menginputkan data diberi konfirmasi untuk meyakinkan tindakan akan dilakukan selanjutnya.

5.1.3 Proses Enkripsi

Proses enkripsi sangat diperlukan dalam aplikasi ini untuk meningkatkan keamanan datanya. Dengan hanya memilih button enkripsi maka data inputan sebelumnya akan terenkripsi secara otomatis. Tetapi sebelum itu akan muncul konfirmasi seperti Gambar 8 Skenario Ujicoba Proses Enkripsi untuk memastikan eksekusi proses enkripsi, seperti yang terlihat pada Gambar 8

Gambar 8 Skenario Ujicoba Proses Enkripsi Dari proses enkripsi pada form diatas maka dapat dilihat contoh hasil enkripsi dan deskripsi dari algoritma Paillier dengan nilai

plaintext yang random pada Gambar

(32)

7

Dari hasil ujicoba proses enkripsi dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsionalitas pilih kandidat :

™ Usable, karena sifatnya yang user interaktif. Setiap ada aksi dalam menginputkan data diberi konfirmasi untuk meyakinkan tindakan akan dilakukan selanjutnya.

™ Reliable, karena sifatnya yang dapat dipercaya. Sistem ini menggunakan proses enkripsi untuk menjaga privacy data hasil pilih kandidat sehingga tidak sembarang orang yang dapat mengubah dan melihat datanya.

5.1.4 Ujicoba Cetak Barcode

Admin dapat mencetak image barcode dengan mengklik button save. Tetapi sebelumnya harus memilih ballot id yang akan dibuat

image barcode pada daftar message hasil enkripsi yang terdapat pada form cetak barcode. Bila button save dipilih maka akan muncul konfirmasi seperti Gambar 10 Skenario Ujicoba Save Image Barcode untuk memastikan eksekusi dari saveimage barcode.

Gambar 10 Skenario Ujicoba Save Image Barcode

Dari hasil uji coba dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsionalitas loginvoter :

™ Usable, karena sifatnya yang user interaktif. Setiap ada aksi dalam menginputkan data diberi konfirmasi untuk meyakinkan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.

5.1.5 Ujicoba Baca Barcode

Baca barcode adalah proses membaca isi dari

image barcode yang tertera disetiap kertas suara yang diterima oleh voter setelah melakukan pemilihan kandidat pada aplikasi

ballot. Input dari proses baca barcode adalah

image barcode yang discan. Outputnya adalah hasil suara pilihan voter. Bila data inputan belum discan maka akan muncul konfirmasi seperti Gambar 10 Skenario Ujicoba Save Image Barcode.

Gambar 11 Skenario Ujicoba Baca Barcode Dari hasil uji coba dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsionalitas baca barcode :

™ Usable, karena sifatnya yang user interaktif. Setiap ada aksi dalam menginputkan data diberi konfirmasi untuk meyakinkan tindakan yang akan dilakukan sela

5.2 Uji Coba Fungsionalitas Aplikasi Ballot

Ujicoba fungsionalitas pada aplikasi ballot akan dilakukan pada semua fungsi dan interface aplikasi ballot. Berikut aliran proses aplikasi ballot :

Gambar 12 Aliran proses aplikasi ballot

5.2.1 Ujicoba-Login Voter

Proses login voter terjadi pada halaman login ketika voter ingin memasuki aplikasi ballot. Antarmuka webpage untuk proses login tampak seperti Gambar 13 Dimana terdapat satu buttonsubmit dan dua textfield yang harus diisi secara benar oleh voter.

(33)

8

Gambar 13 Webpage Login voter Aplikasi akan menjalankan proses login ketika

voter menekan button submit. Bila hasil dari proses login voter dinyatakan berhasil maka

voter diijinkan untuk melanjutkan ke proses berikutnya. Tapi bila hasil dari proses login gagal maka voter tidak dapat melanjutkan ke proses berikutnya. Seperti pada Gambar 14, ini aplikasi yang muncul jika proses login voter

dinyatakan berhasil.

Gambar 14 Skenario ujicoba login voter berhasil

5.2.2 Ujicoba-Pilih Candidate

Voter yang telah berhasil login akan memasuki webpage pemilihan candidate seperti Gambar 15 dibawah ini

Gambar 15 Webpage pemilihan candidate

Voter dapat memilih kandidat dengan menklik salah satu radiobutton yang mewakili satu value dari kandidat sesuai dengan keinginannya. Setelah itu klik button ‘Submit’ untuk mengeksekusi pilihannya tadi. Bila proses eksekusi pilihan voter berhasil maka akan muncul halaman web seperti Gambar 16 dibawah ini

Gambar 16 Skenario ujicoba pemilihan candidate berhasil

Proses pemilihan kandidat dinyatakan berhasil bila hasil proses dekripsi sama dengan nilai awal sebelum dienkripsi (plaintext) dan jumlah data sebelum dienkripsi sama dengan jumlah data sesudah didekripsi. Ketepatan dalam proses deskripsi sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahan dalam proses perhitungan suara. Berikut Gambar 17 Skenario Ujicoba Proses Dekripsi Algoritma Paillier dan Perbandingan Jumlah Data Sebelum dan Sesudah Enkripsi.

Gambar 17 Skenario Ujicoba Proses Dekripsi Algoritma Paillier dan Perbandingan Jumlah

Data Sebelum dan Sesudah Dienkripsi Dari hasil ujicoba dapat ditarik kesimpulan bahwa fungsionalitas pilih kandidat :

™ Correctness, karena adanya proses autentikasi dari setiap voter yang akan menggunakan hak pilih suara nya. Bila

voter tersebut telah melakukan pemilihan kandidat dengan data login yang sama pada proses sebelumnya maka voter

tersebut tidak dapat melakukan pemilihan lagi.

™ Usable, karena sifatnya yang user interaktif. Diberi konfirmasi kesalahan dimana letak kesalahan data inputan.

™ Reliable, karena sifatnya yang dapat dipercaya. Sistem ini menggunakan proses enkripsi untuk menjaga privacy data hasil pilih kandidat sehingga tidak sembarang orang dapat mengubah dan melihat datanya. Jika ada tindakan jahat dari

(34)

9

pihak-pihak dengan secara sengaja mengubah data maka hasil pilih kandidat tersebut menjadi data gagal.

™ High privacy, data hanya dapat dibaca bila telah melalui proses deskripsi.

Semua uji coba fungsionalitas menghasilkan hasil yang positif. Semua fungsi yang dibutuhkan dapat berjalan sesuai skenario yang telah dicanangkan. Hanya saja, pada saat pengujian, penulis menemui permasalahan “problem with content” terkait dengan nilai random yang diciptakan pada proses enkripsi. Karena ada kemungkinan nilai random sama maka akan berpengaruh pada proses perhitungan.

6. KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan selama perancangan, implementasi, dan proses uji coba perangkat lunak yang dilakukan, penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut:

a. Scratch dan Vote, sebuah kriptografi yang simple dan cocok untuk diterapkan pada e-voting sistem

b. E-voting sistem yang dibangun mampu memenuhi fungsionalitas yang dibutuhkan yaitu sistem perangkat lunak pemilihan suara yang correctness, usable, reliable dan transparent elections.

™ Correctness, karena ketepatan dalam mendekripsi kembali sebuah message yang telah terenkripsi.

™ Usable, karena sifatnya yang mudah digunakan dan user interaktif. Dengan maksud bila terjadi kesalahan akan mendapat konfirmasi langsung dari sistem.

™ Reliable, karena sifatnya yang dapat dipercaya. Sistem ini menggunakan proses enkripsi untuk menjaga privacy data sehingga tidak sembarang orang dapat mengubah dan melihat datanya. ™ Transparant election, karena semua

hasil pilihan voter akan ditampilkan di sebuah bulletin board.

™ Auditable, karena hasil suara voter

dapat diperiksa dan dicocokkan. Hasil pengujian performansi memperlihatkan hasil yang variatif. Tingkat kebaikan performansi dari aplikasi e-voting lebih cenderung ditentukan oleh perangkat yang digunakan.

7. SARAN

Dalam pembuatan Tugas Akhir ini, terdapat beberapa kemungkinan pengembangan aplikasi yang dilakukan, yaitu:

• Mengganti sistem keamanan database dengan menggunakan teknologi biometri, yaitu menggunakan pola sidik jari sebagai pengganti password dalam mengakses database.

• Menambahkan firewall untuk keamanan bulletin board.

• Sering melakukan recovery data (upaya untuk mengembalikan basis data ke keadaaan yang dianggap benar setelah terjadinya suatu kegagalan)

• Type barcode yang digenerate dapat dipilih sesuai dengan type reader yang dipunya.

• Jumlah kandidat yang dinputkan dapat berubah-rubah sesuai dengan keinginan. admin.

8. DAFTAR PUSTAKA

[ 1 ] Chris Dellin dan Madge Donson. Secure And Verifiable Voting System. [ 2 ] Ben Adida dan Ronald L.Rivest. 2006.

Scratch & Vote.

[ 3 ] Mengenal dan Mempelajari Barcode <URL:

http://www.innovativeelectronics.com/ innovative_electronics/download_files/ artikel/ar_barcode_1.pdf >.

[ 4 ] Pengenalan Bahasa Java.<URL: http://

poss.ipb.ac.id/files/JENI-Intro1-Bab02-Pengenalan Bahasa JAVA.pdf> [ 5 ] The history of electronic voting. 2006.

< URL : http://www.eucybervote.org/Reports/K

UL-WP2-4V1-v1.0-01.htm#P323_14632, Visited February 20.2006.

[6] Pradhana, Harindra Wisnu. 2006. Enkripsi Data.<URL:http://simplify-it.info/ nu_files /nu-enkripsi-data.pdf> [7] Azhari, Rakhmat. 2005. E-voting. <

URL : http://www.cert.or.id/~bud i/ courses

(35)

/ec7010/dikmenjur-10

2004/kundiana-report.doc>

[8] Gunawan, Andoko. 2006. Sistem Kriptografi Paillier.< URL : http://www.informatika.org/~rinaldi/Kr iptografi /2006-2007/Makalah2/Makalah-020.pdf

[9] Team laboratorium . 2005. Modul Praktikum Pemrograman Internet (JSP)

<URL : http://blog.unitomo.ac.id/utomo/files/2

008/06/pi.pdf

9. DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Penulis, Helena Apriza, lahir di Tais, Bengkulu Selatan, pada tanggal 14 April 1985. Penulis adalah putra ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Hadrin, S.Sos dan Zamzimi. Penulis menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Menengah Atas di Manna, Bengkulu Selatan. Selanjutnya, pertengahan tahun 2003 penulis memulai pendidikan D-3 Teknik Informatika di Universitas Padjajaran dan melanjutkan S-1 Lintas Jalur semester genap tahun 2006 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Email : helena_apriza@yahoo.com Phone : +62 813 21561969

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :