KOORDINASI PENEGAK HUKUM DALAM MELAKUKAN PENAHANAN TERSANGKA ATAU TERDAKWA MENURUT KUHAP
Teks penuh
Dokumen terkait
Dasar kepentingan (dasar subjektif), selain didasarkan ketentuan hukum yang berlaku sebagai dasar obyektif, maka tindakan penahanan kepada tersangka atau terdakwa juga
Menimbang, bahwa Undang — Udang tidak mernberikan defenisi atau pcngertian apa itu bukti yang cukup ataupun bukti permulaan dalam hal penyidik akan melakukan penangkapan
seperti halnya penyidik tidak menunjuk Penasehat Hukum bagi tersangka/terdakwa sejak awal penyidikan, tuntutan penuntut umum tidak dapat diterima 1. UUD 1945 yang telah
Maksud penahanan menurut penjelasan Pasal 1 butir 21 Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana (selanjutnya disingkat KUHAP): “Penahanan adalah penempatan tersangka atau terdakwa
Di Indonesia, pengertian Hak Asasi Manusia (HAM) ditegaskan dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia “ Hak Asasi Manusia
Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai keabsahan atau kesahihan hukum penahanan terhadap tersangka yang diduga melakukan tindak pidana
Penahanan yang dilakukan tanpa penangkapan pernah terjadi. Dalam KUHAP tidak dijelaskan penahanan boleh dilakukan tanpa penangkapan, maksudnya dimanapun tersangka
Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHAP menjelaskan bahwa jangka waktu penahanan ditentukan menurut kepentingan anak dan pembedaan ancaman pidana terhadap anak sebagaimana diatur