7
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Program
Web dapat diakses oleh perangkat lunak client web yang disebut browser. Browser membaca halaman-halaman web yang tersimpan dalam server web melalui protokol yang disebut HTTP (Hypertext Transfer Protokol). Jenis-jenis web adalah sebagai berikut:
2.1.1. Website
Menurut Iqbal (2019:4) menjelaskan bahwa “Halaman yang menampilkan informasi data teks, gambar, suara, video atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis. Halaman pertama sebuah website disebut hompage, sedangkan halaman demi halaman secara mandiri disebut web page”.
1. Internet
Menurut Krisianto (2014:1) mengemukakan bahwa “Internet adalah salah satu bentuk media komunikasi dan informasi interaktif. Wujud internet adalah jaringan komputer yang terhubung di seluruh dunia. Internet digunakan untuk mengirim informasi antar komputer di seluruh dunia”.
2. WWW (World Wide Web)
Menurut Suryana & Koesharyatin (2014:14) menjelaskan bahwa “Merupakan jaringan yang menghubungkan jaringan-jaringan lokal ke dalam suatu jaringan
dirancang dan disusun secara tertulis. Oleh karena itu, diperlukan sistem informasi yang mampu global, dimana satu komputer di negara tertentu, dapat secara langsung berkomunikasi dengan komputer lain di negara lain”.
1. Web Browser
Menurut Suryana & Koesharyatin (2014:16) menjelaskan bahwa “Aplikasi yang berguna untuk menampilkan isi website, bekerja melalui komputer klien, kemudian akan menerjemahkan setiap baris perintah yang ada di website tersebut untuk ditampikan di komputer pengguna”.
2. Web Server
Menurut Abdulloh (2018:4) mengemukakan bahwa “Web server merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk menerima permintaan (request) melalui protokol HTTP atau HTTPS dari client kemudian mengirimkan kembali dalam bentuk halaman-halaman web”.
2.1.3. Bahasa Pemograman
Menurut Supono & Putratama (2018:17) menjelaskan bahwa ”Bahasa pemrograman yang diperuntukkan untuk pembuatan web, di mana dikategorikan bahasa berbasis server side kerena dibutuhkan web server untuk menjalankannya”.
1. PHP (Hypertext Preprocessor)
Menurut (Subagia 2016) menyimpulkan bahwa ”PHP merupakan sebuah bahasa pemrograman yang berjalan dalam sebuah web server”.
Sedangkan menurut Winarno & Zaki (2014:49) mengemukakan bahwa “PHP atau Hypertext Preprocessor adalah sebuah bahasa pemograman web berbasis
server (server-side) yang mampu memparsing kode PHP dari kode web dengan eksternal”.
2. HTTP
Menurut Marisa (2017:4) mengemukakan bahwa “HTTP singkatan dari “Hypertext Transfer Protocol” merupakan sebuah protokol jaringan dengan fitur-fitur Web specific yang berjalan pada bagian teratas dari dua lapisan protokol lain, TCP dan IP”.
3. HTML (Hyper Text Markup Language)
Menurut Abdulloh (2018:7) mengemukakan bahwa “HTML singkatan dari Hypertext Markup Language bahasa standar web yang di kelola penggunaannya oleh W3C (World Wide Web Consortium) berupa tag-tag yang menyusun setiap elemen dari website”.
4. CSS (Cascading Style Sheets)
Menururt Enterprise (2016:102) mengemukakan bahwa “CSS digunakan untuk mengubah tampilan yang dihasilkan oleh tag HTML. Karena bekerja dengan kode yang berbeda, maka CSS membutuhkan suatu mekanisme untuk ”menempelkan” kode-kode CSS tersebut dengan tag HTML yang baik”
2.1.3. Basis data
Menurut Yanto (2016:4) menjelaskan bahwa “Basis data adalah pengaturan, pemilihan, pengelompokan, pengorganisasian data yang akan kita simpan sesuai fungsi atau jenisnya”.
Menurut Sukamto dan Shalahuddin dalam (Imaniawan & Wati, 2017) menjelaskan bahwa “Basis Data adalah media untuk menyimpan data agar dapat diakses dengan mudah dan cepat”.
1. MySQL
Menurut Enterprise (2018:2) menjelaskan bahwa “MySQL adalah database yang cukup terkenal karena hampir sebagian besar aplikasi berbasis website seperti wordpress, dilengkapi dengan Mysql”.
2. PHPMyadmin
Menurut Masruri & Creativity (2015:53) menjelaskan bahwa “PhpMyAdmin adalah sebuah aplikasi/ perangkat lunak bebas (open source) yang ditulis dalam bahasa pemrograman PHP yang digunakan untuk menangani administrasi database MySQL melalui jaringan lokal maupun internet ”.
2.1.4. Model Pengembangan Perangkat Lunak
Menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:29) mengungkapkan bahwa “Dalam hal pengembangan serta perencanaan sistem perangkat lunak penulis menggunakan metode pengembangan perangkat lunak model air terjun (waterfall)”.
Tahap tahap model waterfall menurut Sukamto & Shalahuddin (2015:29) adalah sebagai berikut:
Sumber: (Sukamto & Shalahuddin, 2015:29) Gambar II.1 Tahap Model Waterfall
a. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak
Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk mengintensifkan kebutuhan perangkata lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.
b. Desain
Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang focus pada design pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisa kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.
c. Pembuatan Kode Program.
Desain harus ditranslasikan kedalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.
d. Pengujian
Pengujian fokus terhadap perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.
e. Pendukung (support) atau pemeliharaan (maintenance)
Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembahan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.
2.2. Tools Program
Pada perkembangan website yang akan di buat tentunya dibutuhkan beberapa software yang akan dipakai dalam pembuatan program, diantaranya dijelaskan mengenai struktur navigasi, entity relationship diagram, logical record structure dan pengujian web. Tools program yang digunakan dalam website ini sebagai berikut :
1. XAMPP
Menurut Haqi & Setiawan (2019:8) menjelaskan bahwa “XAMPP adalah perangkat lunak bebas (free software) yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program”.
2. JQuery
Menurut Wardana (2016:2) menyimpulkan bahwa ”jQuery adalah javascript library yang cepat dan ringan untuk menangani dokumen HTML, event membuat animasi dan interaksi ajax”.
Menurut Subagia (2018:25) mnyimpulkan bahwa “jQuery yaitu kumpulan fungsi javasript yang siap pakai, sehingga mempermudah dan mempercepat kita dalam membuat kode javasript. Dengan menggunakan jQuery, script javascript yang panjang dapat di singkat menjadi beberapa baris kode saja”.
Sedangkan menurut Supardi (2018:1) menjelaskan bahwa ”JQuery merupakan library (kumpulan program yang dipakai oleh pengembang program) yang menggunakan interface javascrift yang dapat menyederhanakan penelusuran dokumen, penanganan kejadian (event), animasi, dan interaksi dengan AJAX”. 3. Sublime Text
Menurut Supono & Putratama (2018:14) menyimpulkan bahwa ”Sublime text merupakan perangkat lunak text editor yang digunakan untuk membuat atau meng-edit suatu aplikasi”.
4. Javascript
Menurut Sidik dalam (Prayitno & Safitri, 2015) menjelaskan bahwa “JavaScript adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk membuat program
yang digunakan agar dokumen HTML yang ditampilkan dalam browser menjadi lebih interaktif, tidak sekedar indah saja”.
Menurut Kustiyahningsih dan Anamisa dalam (Imaniawan & Wati, 2017) menyimpulkan bahwa “Javascript adalah bahasa yang berbentuk kumpulan script berjalan pada suatu dokumen HTML”.
2.2.1. Struktur Navigasi
Menurut Ardiansyah dalam (Imaniawan & Wati, 2017) “Struktur Navigasi dapat diartikan sebagai alur dari suatu program yang menggambarkan rancangan hubungan antara area yang berbeda sehingga memudahkan proses pengorganisasian seluruh elemen-elemen website”.
Menurut Binanto dalam (Achyani & Arviana, 2018) menjelaskan bahwa “Ada 4 struktur dasar yang digunakan ,yaitu:
1. Linear
Pengguna akan melakukan navigasi secara berurutan dari frame atau byte informasi yang satu ke yang lainnya.
Sumber: (Achyani & Arviana, 2018) Gambar II.2 Struktur Navigasi Linear
2. Hierarki
Struktur dasar ini disebut juga struktur “linear dengan percabangan” karena pengguna melakukan navigasi disepanjang cabang pohon struktur yang terbentuk oleh logika isi.
Sumber: (Achyani & Arviana, 2018) Gambar II.3 Struktur Navigasi Hierarki 3. Nonlinear
Pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas melalui isi proyek dengan tidak terkait dengan jalur yang sudah ditentukan sebelumnya.
Sumber: (Achyani & Arviana, 2018) Gambar II.4
4. Komposite
Pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas (secara nonlinear), tetapi terkadang dibatasi presentasi linear film atau informasi penting dan atau pada data yang paling terorganisasi secara logis pada suatu hierarki.
Sumber: (Achyani & Arviana, 2018) Gambar II.5 Struktur Komposite 2.2.2.Entity Relationship Diagram
Menurut ASFA (Imaniawan & Elsa, 2017) mengemukakan bahwa “ERD merupakan diagram yang menggambarkan hubungan yang terjadi antar tabel”. ERD tidak menggambarkan bagaimana jalannya sebuah program layaknya diagram alir (flowchart).
Menurut Utomo dalam (Rahmayu, 2015) menjelaskan bahwa “ERD merupakan tool analisis sistem pertama yang memusatkan pada data dan keterkaitan antar data serta pengorganisasian data”.
Menurut Ladjamudin dalam (Rahmayu, 2015) menyimpulkan bahwa “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam secara abstrak.”
1. Komponen ERD
Berikut ini komponen-komponen ERD menurut Ladjamudin dalam (Rahmayu, 2015) hubungan entitas terdiri dari :
a. Entity
Pada E-R diagram, entity digambarkan dengan sebuah bentuk persegi panjang. Entity adalah sesuatu apa saja yang ada di dalam sistem, nyata maupun abstrak dimana data tersimpan atau dimana terdapat data. Entitas diberi nama dengan kata benda dan dapat dikelompokan dalam empat jenis nama, yaitu orang, benda, lokasi, kejadian (terdapat unsur waktu di dalammya).
b. Relationship
Pada E-R diagram, relationship dapat digambarkan dengan sebuah bentuk belah ketupat. Relationship adalah hubungan alamiah yang terjadi antara entitas. Pada umumnya penghubung (Relationship) diberi nama dengan kata dasar, sehingga memudahkan untuk melakukan pembacaan relasinya (bisa dengan kalimat aktif atau kalimat pasif). Penggambaran hubungan yang terjadi adalah sebuah bentuk belah ketupat dihubungkan dengan dua bentuk empat persegi panjang.
c. Relationship Degree
Relationship degree atau derajat relationship adalah jumlah entitas yang berpatisipasi dalam satu relationship.
d. Atribut
Secara umum atribut adalah sifat atau karakteristik dari tiap entitas maupun tiap relationship. Maksudnya, atribut adalah sesuatu yang menjelaskan apa sebenarnya yang dimaksud entitas maupun relationship, sehingga sering dikatakan atribut adalah elemen dari setiap entitas dan relationship.
e. Kardinalitas
Kardinalitas relasi menunjukan jumlah maksimum tupel yang dapat berelasi dengan entitas pada entitas yang lain. Kardinalitas relasi merujuk kepada hubungan maksimum yang terjadi dari entitas yang satu ke entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya.
2. Derajat Relationship (Relationship Degree)
Menurut (Subandi & Syahidi, 2018) menjelaskan bahwa, “Beberapa metode perancangan ERD menoleransi hubungan relasi temary (suatu reasi menghubungkan tiga buah relasi) atau N-ary (satu buah relasi menghubungkan banyak entitas)”.
a. Unary (Derajat Satu) adalah satu buah relasi menghubungkan satu buah entitas.
Contoh:
b. Binary (Derajat Dua) adalah satu buah relasi menghubungkan dua buah entitas.
Contoh:
c. Ternary (Derajat Tiga) adalah satu buah relasi menghubungkan tiga buah entitas.
2.2.3.Logical Relationship Structure (LRS)
Menurut ASFA dalam (Imaniawan & Elsa, 2017) menyimpulkan bahwa “LRS merupakan transformasi dari penggambaran ERD dalam bentuk yang lebih jelas dan mudah untuk dipahami”. Penggambaran LRS hampir mirip dengan penggambaran normalisasi file, hanya saja tidak digambarkan simbpl asterix (*) sebagai simbol primary key (kunci utama) dan foreign key (kunci tamu).
Menurut Frieyadie dalam (Rahmayu, 2015) menyimpulkan bahwa “LRS merupakan hasil dari pemodelan Entity Relational Ship (ER) beserta atributnya sehingga bisa terlihat hubungan-hubungan antar entitas”. Dalam pembuatan LRS terdapat 3 hal yang dapat mempengaruhi yaitu:
a. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada satu (one-to-one), maka di gabungkan dengan entitas yang lebih kuat (strong entity), atau digabungkan dengan entitas yang memiliki atribut yang lebih sedikit. b. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada banyak (one-to-many),
maka hubungan relasi atau digabungkan dengan entitas yang tingkat hubungannya banyak.
c. Jika tingkat hubungan (cardinality) banyak pada banyak (many-to-many), maka hubungan relasi tidak akan digabungkan dengan entitas manapun, melainkan menjadi sebuah LRS.
2.2.4.Pengujian Web 1. Black Box Testing
Menurut Sukamto dan Shalahuddin dalam (Rahmayu, 2015) Black Box Testing (pengujian kotak hitam) yaitu “menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program.” Pengujian
dimaksud untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Pengujian Black Box dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Pengujian Black Box berusaha menemukan kesalahan dalam kategori sebagai berikut :
a. Fungsi yang tidak benar atau hilang. b. Kesalahan interface.
c. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal. d. Kesalahan kinerja.