• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahapan Pertolongan Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) Pendamping Sosial. Swiss-Bel Resort Dago Heritage, Bandung 30 Januari 1 Februari 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tahapan Pertolongan Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) Pendamping Sosial. Swiss-Bel Resort Dago Heritage, Bandung 30 Januari 1 Februari 2020"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

Tahapan Pertolongan

Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS)

Pendamping Sosial

Swiss-Bel Resort Dago Heritage, Bandung 30 Januari – 1 Februari 2020

(2)

Kompetensi Dasar dan

Tujuan Pembelajaran

Kompetensi Dasar

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu memahami proses pertolongan kepada penerima manfaat.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta mampu:

• Memahami Tahapan Proses Pertolongan Tenaga Kesejahteraan Sosial • Memahami identifikasi Permasalahan dan Rencana Pemecahan Masalah • Menjelaskan tentang Pelaksanaan Pemecahan Masalah

(3)

Materi Pembelajaran

• Pada dasarnya tahapan Proses Pertolongan Tenaga Kesejahteraan Sosial

(Pendamping Sosial) terdiri dari Tahap Awal, Tahap Pelaksanaan dan Tahap Pengakhiran.

• Salah satu contoh adalah ketika Tenaga Kesejahteraan Sosial harus

melaksanakan tugas pendampingan dan pelayanan kepada penerima manfaat dengan alasan terdapat suatu permasalahan, maka Tenaga Kesejahteraan

Sosial perlu memberikan layanan pertolongan agar permasalahannya bisa diatasi.

(4)

Lanjutan

Tidak jarang kita menemui permasalahan seperti motivasi rendah

dari penerima manfaat agar mencapai kemandirian dan sejahtera;

anak dari penerima manfaat yang rentan putus sekolah; penerima

manfaat yang melakukan kekerasan pada anak, kesulitan ekonomi

atau modal usaha dan permasalahan lainnya. Sehingga Tenaga

Kesejahteraan Sosial dipandang perlu memberikan pendampingan

sesuai dengan tahapannya.

(5)
(6)

Lanjutan

• Gambar 1 menunjukkan alur tahapan pertolongan Tenaga Kesejahteraan Sosial

dalam konteks pertolongan secara perorangan dan secara komunitas. Tidak jarang Tenaga Kesejahteraan Sosial memperoleh suatu permasalahan yang berkaitan dengan tugas sebagai Tenaga Kesejahteraan Sosial (Pendamping Sosial) di dalam pertemuan kelompok atau komunitas dan/atau menemukan permasalahan penerima manfaat secara perserorangan dan keluarga.

• Dengan penemuan permasalahan tersebut, Tenaga Kesejahteraan Sosial dituntut

dapat memberikan pendampingan sesuai langkah dengan melakukan beberapa upaya lainnya seperti mengembangkan jejaring dan kerjasama.

(7)

Pendekatan Awal

• Pendekatan awal merupakan upaya Tenaga Kesejahteraan Sosial

(Pendamping Sosial) dalam melakukan pertemuan awal dengan penerima manfaat, pemangku kepentingan, dan pihak terkait lainnya dengan tujuan mendapatkan dukungan dan memberikan pelayanan sosial khususnya bagi penerima manfaat.

• Dalam hal ini Tenaga Kesejahteraan Sosial dapat mencari penerima manfaat

untuk diberikan pendampingan terkait permasalahannya atau penerima manfaat mencari Tenaga Kesejahteraan Sosial untuk memperoleh layanan pendampingan karna merasa memiliki kebutuhan dan permasalahan.

(8)

Lanjutan : Pendekatan Awal

• Tahap pendekatan awal penting dilakukan dalam pelayanan yang diberikan

kepada penerima manfaat dengan tujuan membangun kepercayaan dan

keterbukaan antara Tenaga Kesejahteraan Sosial dan penerima manfaat serta membangun relasi awal dengan pihak terkait lainnya seperti pihak pemerintah daerah di tingkat kota, kecamatan sampai dengan kelurahan. Dengan

terjalinnya relasi dan kepercayaan dengan pihak terkait maka diharapkan kegiatan pendampingan/layanan selanjutnya bisa berjalan dengan baik.

(9)

Lanjutan : Pendekatan Awal

Membangun Komunikasi dan Menjalin Relasi

• Tenaga Kesejahteraan Sosial membangun komunikasi dengan pihak terkait

seperti pemerintah daerah setempat tingkat kota/kabupaten, kecamatan, kelurahan dan RW/RT atau tokoh masyarakat lainnya. Pertemuan tersebut dapat dilakukan secara formal dan informal dengan menjelaskan kebijakan dan pengetahuan suatu program serta menjelaskan maksud dan tujuan layanan yang diberikan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial dalam suatu program.

(10)

Lanjutan : Pendekatan Awal

Membangun Kepercayaan dengan berbagai Pihak

• Dalam tahap pendekatan awal, Tenaga Kesejahteraan Sosial dapat melakukan

teknik pembauran kegiatan dengan penerima manfaat, wawancara dan

observasi. Proses pelaksanaan kegiatan layanan diupayakan adanya kepercayaan dari penerima manfaat, melalui keikutsertaan pendamping dalam suatu kegiatan yang dilaksanakan di wilayah penerima manfaat. Beberapa contoh kegiatan yang bisa diikuti oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial adalah kegiatan pertemuan

dengan perangkat/petugas di kantor kecamatan/kelurahan, kerja bakti di wilayah penerima manfaat, visitasi ke rumah penerima manfaat, dan lain sebagainya.

(11)

Identifikasi Permasalahan

• Identifikasi permasalahan (asesmen) adalah tindakan untuk memahami dan

merumuskan semua masalah serta mengungkapkan dan memperlihatkan informasi sebab terjadinya masalah dan akibat yang ditimbulkan atas

masalah tersebut.

• Tujuan dari identifikasi kebutuhan dan permasalahan adalah terumuskan

dan terungkapkannya kebutuhan atau masalah utama yang dihadapi atau dirasakan penerima manfaat serta terumuskannya hubungannya sebab akibat antara masalah tersebut. Identifikasi kebutuhan dan permasalahan dilakukan melalui metode partisipatif.

(12)

Lanjutan : Identifikasi Permasalahan

Tenaga Kesejahteraan Sosial perlu menentukan teknik identifikasi kebutuhan dan permasalahan yang dinilai efektif dilakukan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial dapat menentukan apakah permasalahan yang ditangani

bersifat perseorangan atau kelompok/komunitas.

Secara umum berikut adalah teknik-teknik dalam identifikasi kebutuhan dan permasalahan :

• Wawancara

• Pertemuan kelompok melalui teknik Focus Group Discussion (FGD) • Observasi

(13)

Lanjutan : Identifikasi Permasalahan

Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengajukan

pertanyaan-pertanyaan secara lisan. Tujuan wawancara adalah untuk memperoleh informasi tentang gambaran umum penerima manfaat (biodata, pengalaman dan lain-lain) serta kebutuhan/permasalahan dari penerima manfaat.

Pertemuan kelompok melalui teknik Focus Group Discussion (FGD)

merupakan diskusi terfokus dari suatu kelompok untuk membahas suatu kebutuhan atau masalah tertentu dari penerima manfaat. Teknik ini dinilai dapat digunakan jika Tenaga Kesejahteraan Sosial melakukan tahapan pertolongan kepada penerima

manfaat yang bersifat kelompok atau komunitas di suatu wilayah.

Observasi merupakan kegiatan pengamatan yang diikuti pencatatan secara urut

oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial kepada penerima manfaat.

Studi Dokumentasi merupakan teknik yang digunakan untuk memperoleh data

berupa catatan-catatan yang mendukung kegiatan pendampingan. Data-data

tersebut dapat diperoleh dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial, dan lembaga terkait lainnya.

(14)

Lanjutan : Identifikasi Permasalahan

• Dalam penerapan teknik identifikasi kebutuhan dan permasalahan, Tenaga

Kesejahteraan Sosial dapat melakukan pertemuan individu atau kelompok penerima manfaat bahkan pertemuan dengan stakeholder.

Tenaga Kesejahteraan Sosial juga dapat mengembangkan jejaring dan

kerjasama dengan profesi lain salah satunya Pekerja Sosial.

• Dalam permasalahan perorangan, pekerja sosial dapat melakukan case management

terhadap penerima manfaat; dan bagi permasalahan pada komunitas maka pekerja sosial dapat melakukan teknik asesmen melalui Methode Participatory of Assessment

(15)

Rencana Pemecahan Masalah

Tahap perencanaan penanganan masalah yang dilakukan

secara partisipatif merupakan suatu tindakan sistematis untuk

memecahkan masalah dan mencapai tujuan yang diinginkan

dengan melibatkan kelompok penerima manfaat.

Tujuan dari perencanaan penanganan masalah adalah

mengembangkan rincian kegiatan dan sistem perencanaan

yang partisipatif berdasarkan kebutuhan penerima manfaat.

(16)

Lanjutan : Rencana Pemecahan Masalah

Berdasarkan Gambar 1 bahwa tahap pertolongan kepada

penerima manfaat yang bersifat perseorangan maka Tenaga Kesejahteraan Sosial perlu menentukan beberapa langkah seperti :

• Menentukan fokus permasalahan yang akan ditangani berdasarkan hasil

identifikasi permasalahan/asesmen;

• Menentukan dan menguraikan tujuan dari penanganan masalah; • Menentukan dan menguraikan rencana penanganan secara

komprehensif;

• Menentukan potensi dan sumber yang dapat diakses; dan • Menentukan rentan waktu pelaksanaan kegiatan.

(17)

Lanjutan : Rencana Pemecahan Masalah

Jika Tenaga Kesejahteraan Sosial menentukan

perencanaan penanganan masalah bersama kelompok

atau komunitas penerima manfaat, maka Tenaga

Kesejahteraan Sosial melaksanakan sebuah pertemuan

kelompok bersama penerima manfaat dengan

menentukan rencana pelaksanaan kerja yang spesifik

dalam jangka waktu tertentu.

Tenaga Kesejahteraan Sosial memfasilitasi pertemuan bersama

kelompok atau komunitas penerima manfaat agar rencana

pelaksanaan kerja atau proses pemecahan masalah dapat

berjalan dengan baik. Berikut adalah formulir Perencanaan

Pemencahan Masalah :

(18)
(19)

Lanjutan : Rencana Pemecahan Masalah

• Tabel 1 tentang Perencanaan Kegiatan TKS dengan Kelompok/Komunitas

Penerima Manfaat maka Tenaga Kesejahteraan Sosial dapat menentukan urutan prioritas permasalahan dari hasil identifikasi masalah/asesmen.

• Tabel atau formulir tersebut dapat diisi secara partisipatif bersama

kelompok atau komunitas penerima manfaat tentang intervensi apa saja yang bisa dilakukan untuk merespon permasalahan yang ada di

wilayahnya. Secara partisipatif maka ditentukan intervensi berupa penyuluhan sosial, pemberdayaan, advokasi atau intervensi lainnya.

(20)

Lanjutan : Rencana Pemecahan Masalah

• Untuk teknik perencanaan intervensi tertentu seperti Tecnology of Participation

(ToP) dan Logical Framework Analysis (LFA), Tenaga Kesejahteraan Sosial perlu bekerjasama dan tersupervisi oleh Pekerja Sosial dalam melakukan

perencanaan intervensi.

• Hal ini merupakan kelanjutan dari proses identifikasi permasalahan jika diawal

penanganan TKS bekerjasama dengan pekerja sosial. Pola kolaborasi semacam ini cenderung lebih efektif dalam penanganan permasalahan, seperti dokter

dan perawat dalam menangani pasien, atau polisi dan TNI dalam menjaga

keamanan negara. Maka Pekerja Sosial dan Tenaga Kesejahteraan Sosial dapat berkolaborasi dalam penanganan permasalahan penerima manfaat.

(21)

Pemecahan Masalah

• Berdasarkan rencanan penanganan masalah yang telah ditentukan

bersama penerima manfaat, maka Tenaga Kesejahteraan Sosial mulai melaksanakan program kegiatan pemecahan masalah serta penerima manfaat perlu dilibatkan secara aktif. Pelaksanaan pemecahan

masalah membutuhkan pengetahuan/teori, nilai dan keterampilan yang dimiliki.

• Adapun pelaksanaan penanganan permasalahan yang bersifat

perseorangan maka Tenaga Kesejahteraan Sosial dapat melakukan fungsi supporting, mediasi, advokasi, fasilitasi, menjangkau

aksesibilitas, memberikan rujukan dan lain sebagainya. Sedangkan teknik pelaksanaan pemecahan masalah pada komunitas maka dapat dimaksimalkan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial berdasarkan :

(22)

Lanjutan : Pemecahan Masalah

Pengembangan masyarakat secara umum meliputi perencanaan,

pengkoordinasian dan pengembangan berbagai aktivitas pembuatan program atau proyek kemasyarakatan. Salah satu contohnya adalah melakukan

penyuluhan sosial dengan tema pendidikan dan pengasuhan anak, upaya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan, seputar kesehatan/gizi dan lain sebagainya.

Pendampingan Sosial : Tenaga Kesejahteraan Sosial melakukan pendampingan

sosial untuk mampu membantu penerima manfaat dengan mengedepankan partisipasi sosial dan pemberdayaan masyarakat. Tenaga Kesejahteraan Sosial melakukan fasilitasi, mediasi, dan advokasi kepada penerima manfaat.

Pengembangan organisasi lokal adalah pendayagunaan dan pengembangan

organisasi yang terdapat di masyarakat agar dapat menyelenggarakan

pengembangan masyarakat atau menjadi pelaksana pengembangan masyarakat dalam meningkatkan usaha kesejahteraan sosial. (Edi Suharto 2005)

(23)

Monitoring dan Evaluasi

• Secara konseptual monitoring atau dengan kata lain sering disebut dengan

pemantauan adalah kegiatan pemantauan terhadap semua proses kegiatan yang dilaksanakan. Monitoring dilaksanakan selama proses kegiatan

berlangsung. Sedangkan evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan atau perubahan yang terjadi di masyarakat dengan sebagai dampak dari kegiatan yang sudah direncanakan.

• Evaluasi dilakukan baik selama proses kegiatan berlangsung maupun pada

akhir bahkan setelah program/kegiatan berakhir. Evaluasi ini dilakukan selain untuk melihat perkembangan dan perubahan yang terjadi juga sejauh mana tujuan yang sudah ditetapkan tercapai, serta sebagai bentuk pertanggung jawaban.

(24)

Lanjutan : Monitoring dan Evaluasi

• Dalam proses pertolongan peserorangan, Tenaga Kesejahteraan Sosial dapat

melakukan diskusi atau wawancara mendalam kepada penerima manfaat untuk mendiskusikan tentang perkembangan permasalahannya selama ini,

• Sedangkan proses pertolongan yang bersifat kelompok atau komunitas maka

Tenaga Kesejahteraan Sosial dapat menggunakan strategi diskusi kelompok (FGD) dan tukar pikiran untuk mencapai kesepakatan. Teknik yang digunakan oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial adalah dengan teknik persentasi terlebih dahulu mengenai tahapan dan proses kegiatan yang telah dilakukan.

(25)

Lanjutan : Monitoring dan Evaluasi

• Pada tahapan ini, Tenaga Kesejahteraan

Sosial melakukan diskusi dari setiap

tahapan dari awal sampai dengan akhir. Hal ini dilakukan secara mufakat dengan penentuan nilai satu sama dengan kurang, nilai dua sama dengan cukup, nilai tiga

sama dengan baik dan nilai empai sama dengan sangat baik. Keempat kategori penilaian tersebut didiskusikan oleh peserta kegiatan yang telah hadir.

No Tahapan Aspek Kegiatan Nilai

1 Tahap Awal Sosialisasi kegiatan Dukungan komunitas 2 Identifikasi

Masalah/Kebutuhan

Identifikasi masalah/kebutuhan Penentuan prioritas masalah 3 Perencanaan Intervensi Rencana kegiatan

Tujuan kegiatan Metode kegiatan

Waktu dan tempat kegiatan Narasumber/Fasilitator 4 Pelaksanaan Intervensi I Intervensi II Intervensi III, dst 5 Evaluasi Evaluasi Jumlah Nilai Rata-Rata

(26)

Pengakhiran Penanganan

Pemecahan Masalah

• Tahap Terminasi merupakan tahap pengakhiran atau pemutusan kegiatan. Hal ini

dilakukan bila tujuan pertolongan telah dicapai atau permintaan sendiri, karena faktor-faktor tertentu.

• Tenaga Kesejahteraan Sosial dapat memberikan form pengakhiran penanganan masalah

contohnya seperti formulir pernyataan terminasi atau formulir pernyataan graduasi yang ditandatangani oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial dan penerima manfaat.

• Proses pengakhiran masalah harus dilakukan, mengingat agar penerima manfaat dapat

berdaya secara sendiri tanpa bantuan dari pemerintah, pendamping sosial dan profesi lainnya.

(27)

Soal Pilihan Berganda

Bacalah seluruh soal-soal berikut ini secara cermat sebelum mengerjakannya dan berilah tanda silang (X) pada satu jawaban yang dianggap benar!

Salah satu tahapan dalam proses pertolongan untuk mengidetifikasi masalah dan kebutuhan adalah …

a. Asesmen

b. Intervensi c. Terminasi d. Kontrak

(28)

Soal Pilihan Berganda

Dalam penanganan masalah yang di hadapi penerima manfaat (klien), salah satu prinsip yang harus dipahami Tenaga Kesejahteraan Sosial bahwa manusia itu unik, prinsip ini disebut …

a. Individualisasi

b. Penerimaan c. Kerahasiaan

d. Tidak Menghakimi

Help people to help them self memiliki makna …

a. Menolong orang agar orang mampu menolong dirinya sendiri

b. Menolong orang agar orang mampu menolong dirinya sendiri dan orang lain c. Menolong orang agar orang mampu menolong dirinya dan keluarga

(29)

Soal Pilihan Berganda

Menghubungkan penerima maanfaat dengan lembaga/institusi pemerintah yang bergerak di bidang kesejahteraan sosial, salah satu peran yang dijalankan Tenaga Kesejahteraan Sosial tersebut adalah …

a. Mediator

b. Motivator c. Fasilitator d. Inisiator

Dalam proses pertolongan, Tenaga Kesejahteraan Sosial dalam proses pemecahan masalah atau intervensi dapat melakukan menghubungkan penerima manfaat/klien dengan profesi lain untuk membantu proses pemecahan masalah, hal ini disebut …

a. Rujukan

b. Monitoring c. Advokasi

(30)

Sumber Bacaan

• Adi Fahrudin. 2012. Pengantar Kesejahteraan Sosial. Bandung: Refika Aditama.

• Dwi Heru Sukoco. 1991. Profesi Pekerjaan Sosial dan Proses Pertolongannya. Bandung: Kopma STKS Bandung.

• Edi Suharto. 2009. Membangun Masyarakat Memberdayakan Masyarakat. Bandung: Refika Aditama. • Friedlander, Walter A. 1982. Introductioning Social Welfare 3rd Edition. New Jersey: Prentice-Hall. • Ellen Netting. F, dkk. Alih Bahasa: Nelson Aritonang, dkk. 2001. Praktek Makro Pekerjaan Sosial.

Bandung: STKS Bandung.

• Zastrow, Charles. 1982. Introduction to Social Welfare Institution: Social Problem Service and Social

Isuses. The Dorsey Press: Homewood.

• Zastrow, Charles. 2000. Introduction to Social Work and Social Welfare. United States: Brooks Cole. • Zastrow, Charles. 1999. The Practice of Social Work. Sixth Edition. Pacific Grove: Brooks/Cole

(31)

Referensi

Dokumen terkait

Pengukuran sintetis pada sebuah website dengan memanfaatkan developer tools yang ada pada setiap web browser , dapat dijadikan sebagai sarana untuk mendapatkan

Karakter masyarakat adat Dayak yang memiliki tradisi mewarisi segala tradisinya secara lisan, tentu akan mengancam keberlangsungan setiap batas lahan secara alami

Berdasarkan hasil temuan dari penelitian yang dilakukan di Kantor BPKP Perwakilan Provinsi Riau, dan Kuesioner yang diperoleh maka dapat disimpulkan sebagai

Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Alloh SWT serta atas segala rahmat dan karunia-nya pada penulis, akhirnya dapat menyelesaikan penyusunan Tesis

And for those of us who are active in the field of ecommerce or may want to know more about this online business field, here are 5 forms of e-commerce business in Indonesia are:.. This

terhadap penerapan model pembelajaran levels of inquiry dalam materi termokimia. Tahapan pada Levels of Inquiry yang diterapkan pada penelitian ini

Furthermore, the researcher concludes that Impromptu Speech Technique is effective technique to teach the speaking ability of the eleventh grade students of SMK NU Ma’arif 2