• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Tigkat Pendidikan dan Pekerjaan Ibu dengan kejadian bayi berat lahir rendah Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul - D

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL NASKAH PUBLIKASI - Hubungan Tigkat Pendidikan dan Pekerjaan Ibu dengan kejadian bayi berat lahir rendah Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul - D"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2 Hubungan Tingkat pendidikan
Tabel 3. Hubungan Pekerjaan ibu
Tabel 5 Regresi linier berganda

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini ternyata tidak sesuai dengan hasil penelitian Trisnani (2000) yang menunjukkan bahwa yang merupakan faktor resiko BBLR dalam penelitian ini

Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan Simarmata (2010) bahwa ada hubungan antara pendidikan ibu dengan kejadian BBLR dimana ibu dengan tingkat

Tabel 6 menunjukkan 74,41% responden yang memiliki jarak kehamilan lebih dari atau sama dengan 2 tahun, melahirkan bayi dengan berat badan lahir antara 1500-2500 gram

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu hamil TM III yang mengalami BBLR yang melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah adalah ibu yang tidak mengalami anemia pada

Populasi penelitian ini semua ibu yang melahirkan bayi dengan berat lahir rendah di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Tahun 2009 dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu, dan

Oleh karena itu penulis tertarik untuk meneliti tentang hubungan hipertensi dalam kehamilan dengan kejadian berat bayi lahir rendah di RSU PKU Muhammadiyah Bantul

Ibu dengan paritas 1 dan ≥ 4 berisiko melahirkan BBLR, pada primipara terkait belum mempunyai pengalaman sebelumnya dalam kehamilan dan persalinan sehingga bisa

Jarak kehamilan ibu yang tidak berisiko yaitu < 2 tahun, lebih banyak tidak mengalami BBLR sebesar 89,5%, dikarenakan paritas yang < 2 tahun dapat menimbulkan pertumbuhan