Sistem Pengkodean Wilayah
Sistem Pengkodean Wilayah
Administrasi BPS
Administrasi BPS
Tujuan Pengkodean Wilayah
Tujuan Pengkodean Wilayah
Administrasi di BPS
Administrasi di BPS
Pengolahan dataPengolahan data mudah mengelompokkan mudah mengelompokkan
data menurut kecamatan/kabupaten/provinsi data menurut kecamatan/kabupaten/provinsi
Penyusunan dokumen Penyusunan dokumen memudahkan memudahkan
pencarian dokumen jika dokumen pencarian dokumen jika dokumen
dikelompokkan dan disusun menurut kode dikelompokkan dan disusun menurut kode
kecamatan/kabupaten/provinsi kecamatan/kabupaten/provinsi
Pengambilan sampel Pengambilan sampel agar sampel terpilih agar sampel terpilih
Tatacara Pengkodean Wilayah
Tatacara Pengkodean Wilayah
Administrasi
Administrasi
Tatacara penomoran wilayah administrasi Tatacara penomoran wilayah administrasi
mengacu pada letak suatu wilayah pada mengacu pada letak suatu wilayah pada
wilayah administrasi satu tingkat di atasnya wilayah administrasi satu tingkat di atasnya. .
Penomoran dilakukan secara zigzag dan Penomoran dilakukan secara zigzag dan
berkesinambungan dimulai dari wilayah yang berkesinambungan dimulai dari wilayah yang
Sistem Pengkodean
Sistem Pengkodean
Wilayah Administrasi
Wilayah Administrasi
Yang Berlaku Saat Ini
Kode Wilayah Administrasi
Kode Wilayah Administrasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Desa
Digit Digit pertamapertama menunjukkan nomor urut pulau/ menunjukkan nomor urut pulau/ kepulauan
kepulauan
Digit Digit keduakedua menunjukkan nomor urut Daerah menunjukkan nomor urut Daerah
Tingkat I (Provinsi, Daerah Istimewa dan Daerah
Tingkat I (Provinsi, Daerah Istimewa dan Daerah
Khusus) dalam suatu pulau atau kepulauan
Khusus) dalam suatu pulau atau kepulauan
Digit Digit ketigaketiga dandan empatempat menunjukkan nomor urut menunjukkan nomor urut kabupaten/kota pada suatu Daerah Tingkat I.
kabupaten/kota pada suatu Daerah Tingkat I.
Nomor urut untuk kabupaten adalah 01, 02, 03,
Nomor urut untuk kabupaten adalah 01, 02, 03,
…,69, sedangkan nomor urut untuk kota adalah
…,69, sedangkan nomor urut untuk kota adalah
71, 72, 73,…
71, 72, 73,…
Nomor
Nomor
Urut
Urut
wilayah
wilayah
Pulau/Kepulauan
Pulau/Kepulauan
Pulau/Kepulauan Kode Catatan
Sumatera 1
2
Jawa 3
4 Cadangan
Nusa Tenggara 5
Kalimantan 6
Sulawesi 7
Maluku 8
Peta Indeks Indonesia
Peta Indeks
Peta Indeks
Provinsi
Provinsi
Jawa Barat
Jawa Barat
Per
Per
Kabupaten/Kota
Kode Wilayah Administrasi (2)
Kode Wilayah Administrasi (2)
Digit Digit kelimakelima, , enamenam, , dandan tujuhtujuh menunjukkan nomor menunjukkan nomor
urut dan kode wilayah kecamatan. Dalam hal ini, digit
urut dan kode wilayah kecamatan. Dalam hal ini, digit
kelima dan enam menunjukkan nomor urut kecamatan
kelima dan enam menunjukkan nomor urut kecamatan
pada suatu kabupaten/kota dan digit ketujuh
pada suatu kabupaten/kota dan digit ketujuh
menunjukkan apakah kecamatan yang bersangkutan
menunjukkan apakah kecamatan yang bersangkutan
merupakan kecamatan pecahan atau bukan. Nomor
merupakan kecamatan pecahan atau bukan. Nomor
urut untuk kecamatan yang membentuk kabupaten/
urut untuk kecamatan yang membentuk kabupaten/
kota adalah 01, 02, 03,…,69, sedangkan nomor urut
kota adalah 01, 02, 03,…,69, sedangkan nomor urut
untuk kecamatan yang membentuk kotif adalah 71, 72,
untuk kecamatan yang membentuk kotif adalah 71, 72,
73,… Digit ketujuh pada awalnya adalah 0 (nol),
73,… Digit ketujuh pada awalnya adalah 0 (nol),
berubah menjadi 1, 2, 3, ... jika kecamatan
berubah menjadi 1, 2, 3, ... jika kecamatan
bersangkutan mengalami pemecahan/penggabungan.
Peta Indeks Kabupaten
Peta Indeks Kabupaten
Purwakarta
Purwakarta
Per Kecamatan
Kode Wilayah Administrasi (3)
Kode Wilayah Administrasi (3)
Digit Digit kedelapankedelapan, , sembilansembilan, , dandan sepuluhsepuluh
menunjukkan nomor urut desa/kelurahan menunjukkan nomor urut desa/kelurahan
atau UPT/PMT yang berada pada suatu atau UPT/PMT yang berada pada suatu
kecamatan tertentu. Nomor urut untuk kecamatan tertentu. Nomor urut untuk
Peta Indeks Kecamatan
Peta Indeks Kecamatan
Bojong
Bojong
Per Desa
Kode
Kode
Wilayah
Wilayah
A
A
dministrasi yang
dministrasi yang
M
M
engalami
engalami
P
P
emecahan/
emecahan/
P
P
enggabungan
enggabungan
Setelah SP2000
Setelah SP2000
Nama wilayah sama dengan yang lama Nama wilayah sama dengan yang lama kode kode
wilayah menggunakan kode lama wilayah menggunakan kode lama
Nama wilayah tidak sama dengan yang lama Nama wilayah tidak sama dengan yang lama
kode wilayah merupakan kelanjutan kode kode wilayah merupakan kelanjutan kode terakhir. Khusus kecamatan, digit pertama terakhir. Khusus kecamatan, digit pertama
sampai dengan keenam sama, sedangkan digit sampai dengan keenam sama, sedangkan digit
Kondisi Kode-Kode
Kondisi Kode-Kode
Wilayah Administrasi
Wilayah Administrasi
Saat Ini
1.
1. Pemekaran wilayah membuat urutan desa Pemekaran wilayah membuat urutan desa
menjadi tidak beraturan, sampel yang terpilih menjadi tidak beraturan, sampel yang terpilih
bisa tidak menyebar bisa tidak menyebar
2.
2. Pada kecamatan yang baru terbentuk Pada kecamatan yang baru terbentuk
seringkali pemberian kode desa tanpa seringkali pemberian kode desa tanpa
melihat peta, urutan desa tidak melihat peta, urutan desa tidak
Pemekaran Kecamatan Belitang II
Pemilihan Sampel Tanpa
Pemilihan Sampel Tanpa
Renumbering
Pengambilan Sampel Jika
Pengambilan Sampel Jika
Renumbering
3.
3. Desa yang tidak mengalami pemekaran tetapi Desa yang tidak mengalami pemekaran tetapi
berubah namanya seringkali diberi kode baru
berubah namanya seringkali diberi kode baru
padahal kode baru hanya diberikan untuk
padahal kode baru hanya diberikan untuk
desa-desa yang mengalami pemecahan dan atau
desa yang mengalami pemecahan dan atau
penggabungan desa. Aturan pemberian kode
penggabungan desa. Aturan pemberian kode
berdasarkan berubah-tidak berubahnya nama
berdasarkan berubah-tidak berubahnya nama
wilayah perlu ditinjau ulang
wilayah perlu ditinjau ulang 4.
4. Banyak desa baru yang tidak disertai informasi Banyak desa baru yang tidak disertai informasi
desa induknya, sulit menyusun series MFD
desa induknya, sulit menyusun series MFD 5.
5. Pada beberapa kasus pemekaran kecamatan, Pada beberapa kasus pemekaran kecamatan,
kode-kode desa di kecamatan lama diurutkan
kode-kode desa di kecamatan lama diurutkan
kembali (banyak ditemukan pada MFD PPLS).
6.
6. Untuk kecamatan yang sudah terbentuk pada Untuk kecamatan yang sudah terbentuk pada
tahun 2000 disediakan 9 kode cadangan tahun 2000 disediakan 9 kode cadangan
untuk kecamatan baru pecahan dari untuk kecamatan baru pecahan dari kecamatan bersangkutan. Saat ini 2 kecamatan bersangkutan. Saat ini 2
kecamatan di Kabupaten Yahukimo dan 2 kecamatan di Kabupaten Yahukimo dan 2
kecamatan di Kabupaten Tolikara, Provinsi kecamatan di Kabupaten Tolikara, Provinsi
Papua mekar menjadi lebih dari 10 Papua mekar menjadi lebih dari 10
kecamatan. Belum ada aturan baku cara kecamatan. Belum ada aturan baku cara
pengkodean kecamatan baru ke-10 dst pengkodean kecamatan baru ke-10 dst
sehingga kode kecamatan di 2 kabupaten sehingga kode kecamatan di 2 kabupaten
7.
7. Di Provinsi Jambi, Bengkulu, Lampung, Di Provinsi Jambi, Bengkulu, Lampung,
NTT, dan Sulawesi Selatan ada kecamatan NTT, dan Sulawesi Selatan ada kecamatan
yang digit ke-7 kodenya adalah 7 dan masih yang digit ke-7 kodenya adalah 7 dan masih
berpotensi mekar lagi, perlu segera berpotensi mekar lagi, perlu segera
ditentukan aturan baku cara pengkodean ditentukan aturan baku cara pengkodean
Sistem Pengkodean
Sistem Pengkodean
Wilayah Administrasi
Wilayah Administrasi
Depdagri
Kode Wilayah Administrasi
Kode Wilayah Administrasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Desa
Digit pertama menunjukkan nomor urut pulau/ Digit pertama menunjukkan nomor urut pulau/
kepulauan kepulauan
Digit kedua menunjukkan nomor urut Daerah Digit kedua menunjukkan nomor urut Daerah
Tingkat I (Provinsi, Daerah Istimewa dan Daerah Tingkat I (Provinsi, Daerah Istimewa dan Daerah
Khusus) dalam suatu pulau atau kepulauan Khusus) dalam suatu pulau atau kepulauan
Note:Note:
Depdagri: Papua = 91; Papua Barat = 92Depdagri: Papua = 91; Papua Barat = 92
BPS : Papua = 94; Papua Barat = 91BPS : Papua = 94; Papua Barat = 91
Digit ketiga dan empat menunjukkan nomor urut Digit ketiga dan empat menunjukkan nomor urut
kabupaten/kota pada suatu Daerah Tingkat I. kabupaten/kota pada suatu Daerah Tingkat I.
Nomor urut untuk kabupaten adalah 01, 02, 03, Nomor urut untuk kabupaten adalah 01, 02, 03,
…,69, sedangkan nomor urut untuk kota adalah …,69, sedangkan nomor urut untuk kota adalah
71, 72, 73,… 71, 72, 73,…
Nomor Urut wilayah Pulau/Kepulauan
Nomor Urut wilayah Pulau/Kepulauan
Pulau/Kepulauan Kode Catatan
Sumatera 1
2
Jawa 3
4 Cadangan
Nusa Tenggara 5
Kalimantan 6
Sulawesi 7
Maluku 8
Kode Wilayah Administrasi (2)
Kode Wilayah Administrasi (2)
Digit kelima dan enam menunjukkan nomor Digit kelima dan enam menunjukkan nomor
urut kecamatan pada suatu kabupaten/kota. urut kecamatan pada suatu kabupaten/kota.
Nomor urut untuk kecamatan yang membentuk Nomor urut untuk kecamatan yang membentuk
Kode Wilayah Administrasi (3)
Kode Wilayah Administrasi (3)
Digit ke tujuh, delapan, sembilan, dan Digit ke tujuh, delapan, sembilan, dan
sepuluh menunjukkan nomor urut dan kode sepuluh menunjukkan nomor urut dan kode
wilayah desa. Digit ke tujuh = 1 untuk wilayah desa. Digit ke tujuh = 1 untuk
kelurahan dan 2 untuk desa, sedangkan digit kelurahan dan 2 untuk desa, sedangkan digit
ke delapan, sembilan, dan sepuluh ke delapan, sembilan, dan sepuluh
menunjukkan nomor urut desa/kelurahan menunjukkan nomor urut desa/kelurahan
atau UPT/PMT yang berada pada suatu atau UPT/PMT yang berada pada suatu
kecamatan tertentu. Nomor urut untuk kecamatan tertentu. Nomor urut untuk
Kode
Kode
Wilayah
Wilayah
A
A
dministrasi yang
dministrasi yang
M
M
engalami
engalami
P
P
emecahan/
emecahan/
P
P
enggabungan
enggabungan
Nama wilayah sama dengan yang lama Nama wilayah sama dengan yang lama kode kode
wilayah menggunakan kode lama wilayah menggunakan kode lama
Nama wilayah tidak sama dengan yang lama Nama wilayah tidak sama dengan yang lama
kode wilayah merupakan kelanjutan kode kode wilayah merupakan kelanjutan kode terakhir. Khusus kecamatan, digit pertama terakhir. Khusus kecamatan, digit pertama
sampai dengan keenam sama, sedangkan digit sampai dengan keenam sama, sedangkan digit