• Tidak ada hasil yang ditemukan

69 Pemeriksaan Fisik di Gudang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "69 Pemeriksaan Fisik di Gudang"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Nomor :

005/SOP-BC/KPP MP/2011

Tanggal : 31 Maret 2011

Revisi

:

Tanggal :

DASAR HUKUM

:

1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006.

2. Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007.

3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 144/PMK.04/2007 tentang Pengeluaran Barang Impor untuk

Dipakai.

4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 161/PMK.04/2007 tentang Pengawasan Terhadap Impor atau

Ekspor Barang Larangan dan/atau Pembatasan.

5. Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor KEP-07/BC/2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan

Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Impor sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir

dengan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-06/BC/2007.

6. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-07/BC/2007 tentang Pemeriksaan Fisik Barang

Impor.

7. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-42/BC/2008 tentang Petunjuk Pelaksanaan

Pengeluaran Barang Impor Untuk Dipakai sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Direktur

Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-08/BC/2009.

DESKRIPSI :

1. Pemeriksaan fisik barang impor di gudang atau lapangan penimbunan milik Importir dapat dilakukan

setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor atau Pejabat yang ditunjuknya.

2. Barang impor dapat diberikan persetujuan pemeriksaan fisik di gudang atau lapangan penimbunan

milik importir dalam hal :

-

Barang impor yang harus dilakukan pemeriksaan fisik namun tidak dapat ditimbun di TPS dalam

Kawasan Pabean dengan alasan sebagaimana syarat-syarat dalam pemberian Persetujuan

Penimbunan Barang Impor di Gudang atau Lapangan Penimbunan Milik Importir;

-

Barang Impor tidak dapat dilakukan pemeriksaan fisik di TPS berdasarkan rekomendasi dari

Pemeriksa Barang atau Pejabat terkait

3. SOP ini dimulai sejak SOP ini dimulai sejak Kepala Kantor menerima permohonan tertulis

Pemeriksaan Fisik Barang Impor di Gudang atau Lapangan Penimbunan milik importir dengan

menyebutkan alasan dan melampirkan dokumen pendukung dari importir; atau

Setelah menerima rekomendasi untuk melakukan Pemeriksaan Fisik Barang di Gudang atau

Lapangan Penimbunan Milik Importir dengan dilampiri LHP, BA Pemeriksaan Fisik Barang dan foto

dari Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dikarenakan petugas pemeriksa barang

menyatakan pemeriksaan fisik barang impor dinyatakan tidak bisa dilaksanakan di TPS, sampai

dengan diterbitkannya Surat Persetujuan Pemeriksaan Fisik.

4. Unit pelaksana SOP ini adalah Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai pada KPPBC Tipe Madya

Pabean.

PERSYARATAN :

1. Surat permohonan;

2. Dokumen pendukung (PIB, B/L,

Invoice, Packing List

, dll);

3. Sudah diajukan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dan mendapat respon Jalur Merah;

4. Rekomendasi dari Pemeriksa Barang atau Pejabat terkait;

5. Gudang atau Lapangan Penimbunan Importir layak dan aman digunakan sebagai tempat

penimbunan serta pemeriksaan barang impor.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

KPPBC TIPE MADYA PABEAN

STANDAR PROSEDUR OPERASI

PENYELESAIAN PERMOHONAN PEMERIKSAAN FISIK BARANG IMPOR

DI GUDANG ATAU LAPANGAN PENIMBUNAN

(2)

BIAYA :

Tidak dipungut biaya.

NORMA WAKTU LAYANAN :

Norma waktu pelayanan terbagi dalam 3 (tiga) tahap yaitu :

1. Sejak permohonan diterima dengan lengkap sampai dengan penunjukan Petugas Pengecekan

Kelayakan Gudang atau Lapangan Penimbunan Milik Importir dilaksanakan paling lama 1 hari kerja.

2. Proses Pengecekan Kelayakan Gudang atau Lapangan Penimbunan Milik Importir sampai dengan

diserahkannya Berita Acara dan Laporan Pelaksanaan Tugas dilaksanakan paling lama 2 hari kerja.

3. Sejak diterimanya Berita Acara dan Laporan Pelaksanaan Tugas sampai diterbitkannya Surat

Persetujuan Pemeriksaan Fisik dilaksanakan paling lama 1 hari kerja.

Mengetahui

Sekretaris Direktorat Jenderal,

-ttd-

(3)

1 Kepala Kantor setelah menerima dari importir permohonan tertulis Pemeriksaan Fisik Barang Impor di Gudang atau Lapangan Penimbunan milik importir dengan menyebutkan alasan dan melampirkan dokumen pendukung; atau Setelah menerima rekomendasi untuk melakukan Pemeriksaan Fisik Barang di Gudang atau Lapangan Penimbunan Milik Importir dengan dilampiri LHP, BA Pemeriksaan Fisik Barang dan foto dari Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dikarenakan petugas pemeriksa barang menyatakan pemeriksaan fisik barang impor dinyatakan tidak bisa dilaksanakan di TPS, Kemudian Kepala Kantor memberikan disposisi kepada Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai (PKC) untuk teliti dan pendapat atas permohonan dimaksud

2 Kepala Seksi PKC menerima dan memberikan disposisi kepada Subseksi Hanggar Pabean dan Cukai Pabean dan Cukai (P&C) untuk teliti dan pendapat.

3 Kepala Subseksi Hanggar P&C menerima dan menunjuk Pelaksana pada Subseksi P&C untuk teliti dan pendapat.

4 Staf Pelaksana pada Subseksi Hanggar P&C meneliti alasan yang diajukan dalam surat permohonan atau melakukan perbaikan dalam hal konsep sudah diajukan sebelumnya namun terdapat catatan dari Kepala Seksi atau Kepala Kantor :

5aDalam hal alasan tidak diterima, pelaksana membuat konsep Nota Dinas Pendapat dan surat penolakan

-Kepala Subseksi Hanggar P&C meneliti konsep Nota Dinas dan surat kemudian memaraf konsep Nota Dinas Pendapat dan konsep Surat Penolakan. -Kepala Seksi PKC meneliti konsep Nota Dinas dan surat

kemudian menandatangani konsep Nota Dinas Pendapat dan memaraf konsep Surat Penolakan.

-Kepala Kantor meneliti ND dan konsep surat kemudian menandatangani Surat Penolakan.

-Pelaksana pada seksi PKC mengadministrasikan Surat keluar dan mengirimkan Surat Penolakan kepada Importir melalui patugas TU pada Subbagian Umum.

5bDalam hal diterima, pelaksana membuat konsep Nota Dinas Pendapat dan Surat Pemberitahuan Pengecekan Gudang atau Lapangan Penimbunan Milik Importir

-Kepala Subseksi Hanggar P&C meneliti konsep Nota Dinas dan surat kemudian memaraf konsep Nota Dinas dan konsep Pemberitahuan Pengecekan Gudang atau Lapangan Penimbunan Importir. -Kepala Seksi PKC meneliti konsep Nota Dinas dan surat

kemudian menandatangani konsep Nota Dinas Pendapat dan memaraf konsep Pemberitahuan Pengecekan Gudang atau Lapangan Penimbunan Importir.

-Kepala Kantor meneliti ND dan konsep surat kemudian menandatangani pemberitahuan Pengecekan Gudang atau Lapangan Penimbunan Importir,

-Pelaksana pada Seksi PKC mengadministrasikan Surat keluar dan mengirimkan Surat Pemberitahuan Pengecekan Gudang atau Lapangan Penimbunan Importir melalui patugas TU pada Subbagian Umum.

6 Kepala Seksi PKC menunjuk Petugas Pengecekan Gudang atau Lapangan Penimbunan Importir dengan memerintahkan pelaksana untuk mengonsep Surat Tugas yang kemudian diparaf Kepala Subseksi Hanggar P&C

7 Petugas melakukan pengecekan Gudang atau Lapangan Penimbunan milik importir, membuat Berita Acara Pemeriksaan dan Laporan kepada Kepala Seksi PKC disertai dokumen perusahaan, denah dan/atau foto.

8 Kepala Seksi PKC menerima, meneliti dan mendisposisi Laporan Hasil Pengecekan Gudang atau Lapangan Penimbunanmilik Importirbeserta dokumen pendukung kepada Pelaksana.

9 Kepala Subseksi Hanggar P&C menerima, meneliti dan mendisposisi Laporan Hasil Pengecekan Gudang atau LapanganPenimbunan milik Importir besertadokumen pendukung kepada Pelaksana.

PEMERIKSA BARANG

KEPALA SEKSI

PENINDAKAN DAN PENYIDIKAN

DI GUDANG ATAU LAPANGAN PENIMBUNAN MILIK IMPORTIR KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI KPPBC TIPE MADYA PABEAN

PENYELESAIAN PERMOHONAN PEMERIKSAAN FISIK BARANG IMPOR STANDAR PROSEDUR OPERASI

PELAKSANA PADA

SUBSEKSI PABEAN DAN CUKAI

PETUGAS CEK TEMPAT

PENIMBUNAN

PETUGAS PENGAWAS

PENGELUARAN BARANG

NO. AKTIVITAS IMPORTIR PEGAWAI TU PADA

SUBBAGIAN UMUM KEPALA KANTOR

KEPALA SEKSI

PELAYANAN KEPABEANAN DAN CUKAI

KEPALA SUBSEKSI

HANGGAR PABEAN DAN CUKAI

START MENERIMA DAN DISPOSISI MENERIMA DAN MENELITI N Y SURAT PENOLAKAN ADMINIS TRASI SURAT KELUAR BUAT KONSEP ND & SRT PEMBERI TAHUAN TELITI, TANDA TANGAN ND & PARAF SURAT TELITI & TANDA TANGAN SURAT PEMBERITAH UAN ADMINIS-TRASI SURAT KELUAR TANDA TANGAN SURAT TUGAS

MENELITI & DISPOSISI D D SURAT PEMBERITAHUAN MEMBUAT KONSEP SURAT TUGAS BA, LAPORAN DAN LAMP. MENELITI MEMBUAT KONSEP ND DAN SURAT PENOLAKAN TELITI, TANDA TANGAN ND DAN PARAF SURAT TELITI & TANDA TANGAN SURAT PENOLAKAN SURAT TUGAS CEK LOKASI DITERIM A ? KONSEP ND KONSEP SURAT PENOLAKAN NOTA DINAS SURAT PENOLAKAN NOTA DINAS SURAT PEMBERITAHUAN MENERIMA DAN MENELITI TELITI, PARAF ND DAN SURAT KONSEP ND KONSEP SURAT PEMBERITAHUAN PENGECEKAN TELITI, PARAF ND &

SURAT

MEMARAFK ONSEP SURAT TUGAS

KONSEP SURAT TUGAS

MENELITI & DISPOSISI SOP ADMINISTRASI SURAT KELUAR (FRONT DESK) SOP ADMINISTRASI SURAT KELUAR (FRONT DESK)

1

(4)

PEMERIKSA BARANG

KEPALA SEKSI PENINDAKAN DAN

PENYIDIKAN PELAKSANA PADA

SUBSEKSI PABEAN

DAN CUKAI

PETUGAS CEK TEMPAT

PENIMBUNAN

PETUGAS PENGAWAS

PENGELUARAN BARANG

NO. AKTIVITAS IMPORTIR PEGAWAI TU PADA

SUBBAGIAN UMUM KEPALA KANTOR

KEPALA SEKSI PELAYANAN KEPABEANAN

DAN CUKAI

KEPALA SUBSEKSI HANGGAR

PABEAN DAN CUKAI

10Pelaksana pada Subseksi Hanggar P&C membuat konsep Nota Dinas Pendapat dan Surat Penolakan atau Persetujuan atau melakukan perbaikan dalamhal konsep sudah diajukan sebelumnya namun terdapat catatan dari Kepala Seksi atau Kepala Kantor.

11Kepala Subseksi Hanggar PKC meneliti konsep ND dan surat persetujuan atau penolakan kemudian memaraf konsep Nota Dinas Pendapat dan konsep Surat Persetujuan atau Penolakan, 12Kepala Seksi PKC meneliti konsep ND dan surat persetujuan

atau penolakan kemudian menandatangani konsep Nota Dinas Pendapat dan memaraf konsep Surat Persetujuan atau Penolakan,

13Kepala Kantor meneliti ND dan konsep surat persetujuan atau penolakan kemudian menandatangani Surat Penolakan atau persetujuan,

14aDalam hal ditolak, Pelaksana pada Seksi PKC mengadministrasikan Surat keluar dan mengirimkan Surat Penolakan kepada Importir melalui patugas TU pada Subbagian Umum.

14bDalam hal disetujui, Kepala Seksi PKC melakukan kegiatan : -Menerbitkan SPPF dalam rangkap 3 dan 2 copy :

1) Lbr 1 untuk Importir / PPJK 2) Lbr 2 untuk Pejabat Pemeriksa Barang 3) Lbr 3 untuk Petugas yang mengawasi peng. Barang 4) Petugas Seksi P2 (copy) 5) Arsip (copy)

-Membuat Nota Dinas kepada Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan untuk pengawalan dan penyegelan barang impor sampai di Gudang atau Lapangan Penimbunan Milik Importir. -Pelaksana pada Seksi PKC mengadministrasikan Surat keluar

dan mengirimkan Surat Persetujuan Pemeriksaan Fisik di Gudang atau Lapangan Peninbunan Milik Importirkepada Importir melalui patugas TU pada Subbagian Umum.dan ke peruntukan lainnya.

Mengetahui: Sekretaris Direktorat Jenderal

-ttd-Achmad Riyadi NIP 060060032

END D

TELITI, TANDA TANGAN ND

& PARAF SURAT

TELITI & TANDA TANGAN SURAT

SURAT PENOLAKAN

ADMINIS TRASI SURAT KELUAR

ADMINIS TRASI SURAT KELUAR

Y N

SPPF LEMBAR 3

SPPF LEMBAR 2

SPPF (copy)

NOTA DINAS

MENERBITKAN SPPF RANGKAP 5 & BUAT NOTA DINAS KE SEKSI PENINDAKAN

SURAT PERSETUJUAN

SPPF LEMBAR 1

SURAT PERSETUJ

UAN ?

MEMBUAT KONSEP ND DAN SURAT

KONSEP ND KONSEP SURAT PERSETUJUAN/ PENOLAKAN

NOTA DINAS

SURAT PERSETUJUAN/

PENOLAKAN

SURAT PERSETUJUAN

TELITI, PARAF ND &

SURAT

SOP ADMINISTRASI SURAT KELUAR (FRONT DESK)

SOP ADMINISTRASI SURAT KELUAR (FRONT DESK)

Referensi

Dokumen terkait

DINAS PEKERJAAN UMUM DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA BITUNG KOTA BITUNG TAHUN ANGGARAN 2016u. PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN KETUA POKJA ( P P

[r]

Hal ini dikarenakan pada zona konservasi digunakan sebagai konservasi ulin sehingga semai ulin dibiarkan tumbuh secara alami atau dilakukan penanaman kayu ulin, pada zona

sebagai tes hasil belajar di uji cobakan kepada kelas tingkat di atasnya.. yang terdiri dari 10 siswa kelas IX SMPN 3 Kedungwaru. b) Uji Reabilitas. Uji reliabilitas digunakan untuk

Coarse Mode 0.7sec (Initial 3sec) Tracking Mode 0.4sec (Initial 3sec). ELECTRONIC ANGLE

dinamakan himpunan ortogonal jika semua pasangan vektor yang berbeda dalam himpunan tersebut adalah ortogonal (saling tegak lurus). Himpunan ortonormal adalah himpunan ortogonal yang

Berdasarkan hasil chi square tentang hubungan antara pengetahuan setelah penayangan video dengan pelaksanaan tentang inisiasi menyusui dini diperoleh diperoleh

Selamat pagi/siang Bapak/Ibu, pada hari ini saya, dr.Asri Ludin Tambunan, peserta Pendidikan Pasca Sarjana Ilmu Penyakit Dalam / Magister Klinik FK USU Medan akan